cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 93 Documents
Tindak Tutur Direktif dalam Pidato Perdana Presiden Prabowo Subianto di Kanal Youtube Gusti, Nila; Ramadhan, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina; Afnita, Afnita; Simanjuntak, Nensy Megawati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5321

Abstract

This article aims to describe the types of directive speech acts delivered by President Prabowo Subianto in his first speech via the Youtube channel. This study uses a descriptive qualitative method. The data analysis technique uses the Miles and Huberman data model technique, namely, data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found the types of directive speech acts, First, request speech acts with a total of 12 utterances with a percentage of 40%. Second, question speech acts with a total of 4 utterances with a percentage of 13.33%. Third, requirement speech acts with a total of 2 utterances with a percentage of 6.66%. Fourth, prohibition speech acts with a total of 4 utterances with a percentage of 13.33%. Fifth, permission speech acts with a total of 0 utterances with a percentage of 0%. Sixth, advice speech acts with a total of 8 utterances with a percentage of 26.66%. Keywords: directive speech acts, speech, youtube ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdananya melalui kanal Youtube. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Teknik analisis data menggunakan teknik data model Miles dan Huberman yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan jenis tindak tutur direktif, Pertama, tindak tutur permintaan dengan jumlah tuturan 12 tuturan dengan persentase 40%. Kedua, tindak tutur pertanyaan dengan jumlah 4 tuturan dengan persentase 13,33%. Ketiga, tindak tutur persyaratan dengan jumlah 2 tuturan dengan persentase 6,66%. Keempat, tindak tutur larangan dengan jumlah 4 tuturan dengan persentase 13,33%. Kelima, tindak tutur pengizinan dengan jumlah 0 tuturan dengan persentase 0%. Keenam, tindak tutur nasihat dengan jumlah 8 tuturan dengan persentase 26,66%. Kata kunci: tindak tutur direktif, pidato, youtube
Humor sebagai Kritik Sosial dalam Acara Komedi TV Trans 7 Lapor Pak! Juanda, Juanda; Rahmadhani, Zaskia; Tuflih, Muhammad Alfian
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5617

Abstract

This study aims to analyze the deviation of Leech's politeness principles in the comedy dialogue Lapor Pak! and to reveal the strategies of humor and social criticism through these violations. The method used is qualitative pragmatic analysis by examining selected dialogues that contain maxim violations. The results of the study indicate that all six of Leech's politeness maxims (wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy) are systematically violated to create humor. These violations also serve as a means of social criticism. The study's conclusion confirms that humor in Lapor Pak! not only serves as entertainment but also as an effective social control tool to encourage viewers to critique Indonesian social reality. The study's contribution enriches pragmatic research by showing that violations of politeness principles are not always negative but can serve as a creative communication tool for social criticism and inspire society to be more critical of social reality through a humorous approach. Future research should analyze how viewers interpret humor and social criticism in the TV comedy show Lapor Pak! and its impact on critical awareness Keywords: humor; Lapor Pak!; maxims of politeness; pragmatic; social criticism ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penyimpangan prinsip kesopanan Leech dalam dialog komedi Lapor Pak! serta mengungkap strategi pembentukan humor dan kritik sosial melalui pelanggaran tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis pragmatik kualitatif dengan mengkaji dialog-dialog terpilih yang mengandung pelanggaran maksim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam maksim kesopanan Leech (kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, persetujuan, dan simpati) secara sistematis dilanggar untuk menciptakan humor. Pelanggaran ini sekaligus berfungsi sebagai sarana kritik sosial. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa humor dalam Lapor Pak! tidak hanya berperan sebagai hiburan tetapi juga menjadi alat kontrol sosial yang efektif untuk mendorong penonton mengkritisi realitas sosial Indonesia. Kontribusi penelitian memperkaya kajian pragmatik dengan menunjukkan pelanggaran prinsip kesopanan tidak selalu negatif, tetapi bisa menjadi sarana komunikasi kreatif untuk kritik sosial dan menginspirasi masyarakat untuk lebih kritis terhadap realitas sosial melalui pendekatan humor. Penelitian mendatang adalah dengan menganalisis bagaimana penonton memaknai humor dan kritik sosial dalam acara komedi TV Lapor Pak! serta dampaknya terhadap kesadaran kritis. Kata kunci: humor; Lapor Pak!; maksim kesopanan; pragmatik; kritik sosial
Marjinalisasi Cerpen Kematian Paman Gober Karya Seno Gumira Ajidarma Tahir, Ainun; Juanda, Juanda; Abidin, Aslan
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5446

Abstract

This study aims to describe the forms of power domination and resistance depicted in the short story Kematian Paman Gober by Seno Gumira Ajidarma, using a descriptive qualitative method. The analysis reveals the presence of bourgeois exploitation and selfishness, highlighting the ongoing oppression of the proletariat. Two main forms of domination are identified: bourgeois domination rooted in egoism and systemic exploitation. In response, various forms of resistance emerge, including protest, condemnation, threats toward the bourgeois class, and attacks on capital production and business operations. This research contributes to Indonesian literary studies through a Marxist perspective, particularly in examining social marginalization as portrayed in short fiction. By focusing on the representation of lower-class characters and class power relations, the study underscores the role of literature as a medium of critique against socio-economic inequality. Future studies are encouraged to investigate similar themes in other literary genres such as novels or drama, and to adopt interdisciplinary approaches for a more comprehensive understanding of class struggles in Indonesian literature. Keywords: marginalization; marxism; power domination; resistance ABSTRAK Penelitian ini tujuannya mendeskripsikan bentuk dominasi kekuasaan serta bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuasaan dalam cerpen dijadikan sumber data dianalisa. Penelitian memakai metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian yakni cerpen Kematian Paman Gober karya Seno Gumira Ajidarma, Hasil penelitian ini menunjukkan adanya eksploitasi dan keegoisan dari kaum borjuis yang terus menindas kaum proletar. Adapun bentuk-bentuk dominasi kekuasaan terdapat dua bentuk, yakni borjuis dan egoistis, serta eksploitasi. Sedangkan bentuk-bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuasaan adalah perlawanan. Perlawanan yang ditunjukkan dalam cerpen ini berupa protes, kecaman dan ancaman kepada kaum borjuis, serta penyerangan pada produksi modal dan usaha. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian sastra Indonesia melalui pendekatan teori Marxisme, khususnya dalam menganalisis isu-isu marjinalisasi sosial dalam cerpen. Dengan memfokuskan pada representasi tokoh-tokoh kelas bawah dan relasi kuasa dalam teks, studi ini mengungkap bagaimana cerpen menjadi medium kritik terhadap struktur sosial-ekonomi yang timpang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji representasi marjinalisasi dalam bentuk karya sastra lain seperti novel atau drama, serta mempertimbangkan penggunaan pendekatan interdisipliner agar memperoleh pemahaman yang lebih holistik terhadap isu kelas dalam sastra Indonesia. Keywords: dominasi kekuasaan, marjinalisasi, marxisme, perlawanan
Penggunaan Media Teks Berjalan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Berita Soft News Wahyuni, Gina Siti; Maryam, Siti; Pamungkas, Daud; Akhrom, Muhamad
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5152

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan pengaruh penggunaan media Teks Berjalan terhadap hasil, aktivitas belajar, juga proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman teks berita soft news. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dengan desain penelitian One-Group Pretest-posttest. Hasil temuan menunjukan terdapat peningkatan pada hasil belajar peserta didik, sebelum menggunakan media teks berjalan nilai tes awal (pre-test) peserta didik rata-rata sebesar 72,36 sedangkan perolehan nilai tes akhir (post-test) rata-rata sebesar 82,36. Kemudian selain hasil tes juga terdapat peningkatan pada proses pembelajaran setelah menggunakan media teks berjalan, pada awalnya pembelajaran terasa monoton, tidak komunikatif dan sedikit membosankan, namun setelah menggunakan media teks berjalan pembelajaran menjadi variatif, komunikasi terjalin dengan baik, dan motivasi peserta didik meningkat. Aktivitas belajar juga mengalami perubahan dari yang tadinya pasif menjadi lebih aktif, peserta didik yang mengantuk, tidak berani berpendapat dan yang diam saja menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, berkomunikasi dan menyampaikanp pendapatnya di depan kelas. Kata Kunci: kemampuan membaca; teks berita; teks berjalan ABSTRACT This article describes the effect of using the Running Text media on the learning outcomes, activities, and learning process of reading comprehension skills for soft news texts. This study used an experimental method with a One-Group Pretest-Posttest design. The findings showed an improvement in student learning outcomes. Before using the Running Text media, students' average pre-test score was 72.36, while their average post-test score was 82.36. Furthermore, in addition to test results, there was also an improvement in the learning process after using the Running Text media. Initially, learning felt monotonous, uncommunicative, and somewhat boring. However, after using the Running Text media, learning became varied, communication was well-established, and student motivation increased. Learning activities also changed from passive to more active. Students who were sleepy, reluctant to express their opinions, and silent became more active in discussions, communication, and expressing their opinions in front of the class. Keywords: reading ability; news text; Running Text
The Use of Love Language in Interpersonal Relationships Wahyuni, Rani Sri
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5089

Abstract

This study aims to analyze the role of love in interpersonal relationships between partners, friends, and in the work environment, between superiors and subordinates, which seeks to strengthening interpersonal relationships. The technique used in this study is a qualitative approach, with the field observation method and in-depth interviews with several couples/respondents as the sample. Data analysis in this study is to observe verbal and non-verbal interactions between twenty respondents/resource persons, including couples, superiors, subordinates, and friends, during the in-depth interview session. It can be seen that the results show that the use of informal, rich lexical language and non-verbal signals plays an important role in strengthening emotional bonds and increasing understanding between individuals. The results of the conversation data interview show that there are many differences between respondents and between one partner and another, depending on whether or not they have established a relationship. The findings show that the expression of love, both verbal and non-verbal, contributes significantly to satisfaction in their relationship. This study can also identify the five main love languages expressed by respondents, namely in the form of affirmation words, quality time, receiving gifts, service actions, and physical touch.
Tindak Tutur Direktif & Ekspresif dalam Pidato Megawati "Perayaan Hut ke-50 PDI" Alika, Fiana Amara; Afnita, Afnita
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5043

Abstract

Penelitaian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur direktif dan ekspresif yang terdapat dalam pidato politik Megawati di acara perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) ke-50 PDI (Partai Demokrasi Indonesia) perjuangan. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat dengan menggunakan data kualitatif, yaitu data yang terkumpul berupa kata maupun kalimat dalam pidato politik Megawati di acara perayaan HUT ke-50 PDI perjuangan. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu pidato politik Megawati dalam acara perayaan HUT ke-50 PDI perjuangan yang diunggah pada channel youtube KOMPASTV. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dalam pidato politik Megawati di acara Perayaan HUT ke-50 PDI perjuangan ditemukan tiga jenis bentuk tindak tutur direktif, yakni pertanyaan, perintah, dan nasihat. Pada bentuk pertanyaan terdapat empat data yang ditemukan, bentuk perintah tiga data ditemukan, dan bentuk nasihat satu data ditemukan. Kemudian, ditemukan pula tiga jenis bentuk tindak tutur ekspresif, yakni sedih, kesal, dan syukur. Pada bentuk sedih terdapat dua data, bentuk kesal terdapat tiga data, dan bentuk syukur terdapat dua data yang ditemukan.
Sentimen Ujaran Kebencian Pasca Pemilu 2024 di Media Sosial Navaarta Mevia*, Plavantiya Densa; Assidik, Gallant Karunia
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5079

Abstract

This article will describe the forms of hate speech after the 2024 election on social media. This study uses a qualitative descriptive method. The research data is in the form of netizen comments on three presidential candidate pairs, namely Anis Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Data sources were obtained from Instagram and YouTube accounts. The results of the study indicate that there are sentiments of hate speech after the 2024 election on social media, most of which are in the form of defamation and insults. In addition, other hate speech was found, including: first, in the form of hoaxes and defamation. Second, hate speech in the form of hoaxes and insults. Third, hate speech in the form of defamation and incitement. Fourth, hate speech in the form of incitement and provocation. Fifth, hate speech in the form of insults and provocation. Sixth, hate speech in the form of insults and incitement. Seventh, hate speech in the form of insults and blasphemy. Keywords: social media; hate speech sentiment; election ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk-bentu ujaran kebencian pasca pemilu 2024 di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa komentar netizen terhadap tiga pasangan calon presiden yaitu Anis Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sumber data diperoleh dari akun instagram, youtube. Hasil penelitian menunjukkan adanya sentimen ujaran kebencian pasca pemilu 2024 di media sosial yang paling banyak berupa pencemaran nama baik dan penghinaan . Selain itu, di temukan ujaran kebencian yang lain di antaranya: pertama, berupa hoaks dan pencemaran nama baik. Kedua, ujaran kebencian berupa hoaks dan penghinaan. Ketiga, ujaran kebencian berupa pencemaran nama baik dan hasutan. Keempat, ujaran kebencian berupa hasutan dan provokasi. Kelima, ujaran kebencian berupa penghinaan dan provokasi. Keenam, ujaran kebencian berupa penghinaan dan hasutan. Ketujuh, ujaran kebencian berupa penghinaan dan penistaan. Kata Kunci: media sosial; sentimen ujaran kebencian; pemilu
Tindak Tutur Siaran Kompas TV dengan label “Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah Gebrak Meja Minta KPK Periksa Nadiem” Kusuma, Indah Nurmia; Ardhianti, Mimas
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.4465

Abstract

This article will describe the speech acts of a Kompas TV broadcast titled "Indonesian House of Representatives Member Anita Jacoba Doesn't Strike Back, Asking the Corruption Eradication Commission (KPK) to Investigate Nadiem" as a pragmatic study. The research method used is descriptive qualitative. The data in this study consist of speech acts in the form of locutions, illocutions, and perlocutions. The data source in this study is a video. The data collection techniques used in this study were listening and note-taking. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that the speech acts contained in the text include locutions, illocutions, and perlocutions. Locutions themselves include declarative locutions, imperative locutions, and interrogative locutions. Illocutions consist of actives, directives, and expressives, while perlocutions are divided into directive perlocutions, expressive perlocutions, representative perlocutions, and commissive perlocutions. Keywords: illocution; locution; perlocution; pragmatics ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan tindak tutur siaran kompas tv berlabel “Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah Gebrak Minta KPK Periksa Nadiem” sebagai sebuah kajian pragmatik. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tindak tutur berupa lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Sumber data dalam penelitian ini berupa video. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur yang terdapat dalam teks meliputi; lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Lokusi sendiri meliputi; lokusi pernyataan (deklaratif), lokusi perintah (imperatif), dan lokusi pertanyaan (interogatif). Ilokusi terdiri dari; asetif, direktif, dan ekspresif, sedangkan perlokusi terbagi menjadi; perlokusi direktif, perlokusi ekspresif, perlokusi representatif, dan perlokusi komisif. Kata Kunci: ilokusi; lokusi; perlokusi; pragmatik
Estetika Postmodernisme dalam Novel "Jakarta Sebelum Pagi" karya Ziggy Z. Nensilianti, Nensilianti; Ridwan, Ridwan; Syafiqah*, Nurul
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i2.4277

Abstract

This article will explain the postmodern aesthetics contained in the text in the form of "Jakarta Sebelum Pagi" novels This study adopted a descriptive approach to the results of the study showed that there were postmodern social characteristics in the Jakarta novel before the morning by Ziggy Z. The postmodern characteristics could be identified as cultural values that emerged through the combination of eclectic languages, disclosure of happiness through a dialogue situation that described parodies , the portrayal of past situations and reinforcement of events in the present showing sure, the rejection of the desires and disappointment that represent the irony, as well as the doubt of the attitudes of the characters through the camp.Keywords: camp; ecleticime; postmodern aesthetics; irony; parody; and surecheABSTRAKArtikel ini akan menjelaskan estetika postmodern yang terdapat dalam teks berupa novel “Jakarta Sebelum Pagi”  karya Ziggy Z. Penelitian bertujuan mengidentifikasi penggunaan eklektisisme, parodi, pastiche, ironi, dan camp sebagaimana dijelaskan dalam teori sastra postmodernisme Jean Francois Lyotard. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ciri-ciri sosial postmodern dalam novel Jakarta Sebelum Pagi karya Ziggy Z. Ciri postmodern tersebut dapat diidentifikasi sebagai nilai-nilai budaya yang muncul melalui perpaduan bahasa eklektis, pengungkapan perasaan bahagia melalui situasi dialog yang menggambarkan parodi, penggambaran situasi masa lalu dan keterulangan kejadian di masa sekarang yang menunjukkan pastiche, penolakan keinginan dan kekecewaan yang mewakili ironi, serta pengelabuan sikap tokoh melalui camp. Kata Kunci: camp; ekletisime; estetika postmodern; ironi; parodi; dan pastiche
Penerapan Model Mind Mapping dalam Meningkatkan Kemampuan Menentukan Struktur Teks Eksposisi Siswa Kelas X Nur'aeni, Rima; Pamungkas, Daud
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i1.3379

Abstract

This article will describe the effect of using the Mind Mapping learning model on students' abilities in determining the structure of exposition texts in class X MAN 1 Cianjur. The research design used was the one-group pretest-posttest design. A sample of 36 students uses only one class. The instruments used are tests and non-tests, tests are in the form of pretest and posttest while non-tests are in the form of questionnaires or questionnaires. The data were processed with the help of JASP software version 17. The results showed that the students' ability to determine the structure of expository text was significantly different between the pre and post-test. The final result of the average score on the initial test is 6.38 and the final test is 8.80. Furthermore, after being processed using the Paired Sample T-Test (t-test), the P-Value (0.001) <0.05 and thus Ho was rejected, and Ha was accepted. This means that the mind mapping learning model has a significant effect on increasing the ability to determine the structure of exposition texts.Keywords: exposition; mind mapping, text structureABSTRAKArtikel  ini akan mendeskripsikan  pengaruh penggunaan model pembelajaran Mind Mapping terhadap kemampuan siswa dalam menentukan struktur teks eksposisi pada kelas X MAN 1 Cianjur. Disain penelitian yang digunakan yaitu one-group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 36 siswa hanya menggunakan satu kelas. Instrumen yang digunakan yaitu tes dan nontes, tes berupa pretest dan posttest sedangkan nontes berupa angket atau kuesioner. Data diolah dengan bantuan software JASP versi 17. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan siswa dalam menentukan struktur teks eksposisi berbeda secara signifikan antara pre dam post-test. Hasil akhir nilai rata-rata pada tes awal yaitu 6,38 dan tes akhir menjadi 8,80. Selanjutnya, setelah diolah menggunakan Uji Paired Sampel T-Test (uji-t), hasil  P-Value (0,001) < 0,05 dan dengan demikiaan Ho ditolak, dan  Ha diterima. Hal itu berarti bahwa model pembelajaran mind mapping berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan menentukan struktur teks eksposisi.Kata kunci:  eksposisi; mind mapping, struktur teks 

Page 9 of 10 | Total Record : 93