Jurnal Kebidanan Indonesia
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles
367 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TM III TENTANG KETUBAN PECAH DINI DI RSUD SUKOHARJO TAHUN 2011
Dwi Lestari;
Shinta Aulia
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 2, No 2 (2011): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.596 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v2i2.61
Kejadian ketuban pecah dini mendekati 10% dari semua persalinan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil dan informasi yang tepat tentang ketuban pecah dini dapat menambah kejadian infeksi yang disebabkan oleh ketuban pecah dini yang dapat meningkatkan angka kematian ibu. Maka perlu adanya pemberian informasi yang lengkap dan terkini kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang ketuban pecah dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil TM III tentang ketuban pecah dini. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil TM III yang memeriksakan kehamilannya di poliklinik kandungan RSUD Sukoharjo pada bulan Maret-April yaitu sebanyak 103, tehnik samplingnya menggunakan tehnik accidental sampling yaitu responden yang ditemui saat melakukan penelitian di poliklinik kandungan RSUD Sukoharjo pada bulan Maret-April yaitu sebanyak 37 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat disajikan dengan distribusi frekuensi. Hasil Penelitian gambaran pengetahuan ibu hamil TM III tentang ketuban pecah dini di RSUD Sukoharjo mayoritas kategori baik yaitu sebanyak 20 responden (54,1%). Berdasarkan umur mayoritas berumur 25-34 tahun sebanyak 20 responden (54,1%), berdasarkan pendidikan mayoritas SMA sebanyak 22 responden (59,5%), berdasarkan pekerjaan mayoritas bekerja sebanyak 27 responden (73,0%), berdasarkan paritas mayoritas multipara sebanyak 18 responden (48,6%). Pengetahuan responden berdasarkan karakteristik mayoritas berpengetahuan baik berdasarkan umur mayoritas umur 25-34 tahun sebanyak 14 responden, berdasarkan pendidikan mayoritas pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden, berdasarkan pekerjaan yaitu bekerja sebanyak 18 responden, sedangkan berdasarkan paritas mayoritas yaitu multipara sabanyak 11 responden. Simpulannya yaitu pengetahuan ibu hamil TM III tentang ketuban pecah dini di RSUD Sukoharjo Tahun 2011 adalah dalam kategori baik yaitu sebanyak 20 responden (54,1%). Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil TM III, Ketuban Pecah Dini
ANALISIS PERAN KADER POSYANDU DENGAN PENERAPAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI KELURAHAN MOJOSONGO JEBRES SURAKARTA
Anita Dewi Lieskusumastuti;
Catur Setyorini;
Sri Devi Anjarsari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 2 (2019): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.526 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i2.288
Latar Belakang : Masa kehamilan dan persalinan bersifat fisiologis bagi seorang perempuan yang telah menikah, namun dapat berisiko terjadi komplikasi pada masa tersebut sebagai akibat dari perilaku reproduksi, status kesehatan dan cara pemeliharaan kesehatan. Angka kesakitan dan kematian ibu merupakan indicator yang penting untuk menggambarkan status kesehatan maternal. Peran kader posyandu tidak dapat terlepas dari kesehatan ibu dan anak, sehingga kader kesehatan perlu diberikan tanggung jawab untuk melakukan pemantauan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis peran kader posyandu dengan penerapan stiker program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Kalurahan Mojosongo Jebres Surakarta. Metode : Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu kader posyandu di wilayah Kelurahan Mojosongo Jebres Surakarta pada bulan Februari tahun 2019. Dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Alat pengumpulan datanya kuesioner. Analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil : Peran kader posyandu dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) sebagian besar Positif sebanyak 28 responden (70%), Penerapan Stiker Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) sebagian besar Diterapkan sebanyak 25 responden (62,5%). Ada hubungan yang signifikan antara Peran Kader Posyandu Dengan Penerapan Stiker Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di wilayah Mojosongo Jebres Surakarta diketahui dari Uji Chi Square bahwa nilai signifikansi (0,001)
EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP WAKTU KEBERHASILAN INISIASI MENYUSU DINI DAN DURASI MENYUSU BAYI
Etik Sulistyorini;
Anies Anies;
Hari Peni Julianti;
Onny Setiani
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2014): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (53.21 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v5i2.93
Latar Belakang:Salah satu upaya untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif adalah melalui pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Bayi yang telah berhasil menemukan puting susu ibu melalui proses IMD akan berlanjut ke upaya menyusu. Durasi menyusu pertama bayi sangat penting diperhatikan karena akan berpengaruh pada produksi ASI selanjutnya. Salah satu faktor tidak berhasilnya proses IMD adalah kurang mampunya bayi beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang disebabkan karena kurangnya kecerdasan bayi secara mental, sosial dan emosionalnya. Kecerdasn mental, sosial dan emosional bayi dapat dibangun sejak dalam kandungan, yaitu melalui stimulasi yang positif berupa diperdengarkannya musik klasik. Musik klasik Mozart sudah terbukti dapat merangsang kecerdasan otak anak. Metode:Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan pendekatan post only with control group design. Menggunakan teknik purposive sampling, yang berjumlah 45 responden yang dibagi dalam 3 kelompok (kelompok intervensi 1, intervensi 2 dan kelompok kontrol). Analisa data univariat menggunakan distribusi frekwensi, analisa multivariat menggunakan analysis non parametrik manova. Hasil:Waktu keberhasilan IMD pada ketiga kelompok menunjukkan nilai signifikansi
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU BAYI BALITA TENTANG DIARE PADA BAYI BALITA DI POSYANDU MANDIRI TAWANGSARI MOJOSONGO JEBRES SURAKARTA TAHUN 2015
Florenza Nindiatama;
Anita Dewi Lieskusumastuti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.888 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.125
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU BAYI BALITA TENTANG DIARE PADA BAYI BALITA DI POSYANDU MANDIRI TAWANGSARI MOJOSONGO JEBRES SURAKARTA TAHUN 2015. Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (> 3 kali per hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair, dengan atau tanpa darah dan atau lendir. Sedangkan bayi dikatakan diare bila sudah lebih dari 3 kali buang air besar, sedangkan neonatus dikatakan diare bila sudah lebih dari 4 kali buang air besar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu bayi balita tentang diare pada bayi balita. Metode Penelitian ini mengguanakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bayi balita yang berpendidikan formal di Posyandu Mandiri Tawangsari Mojosongo Jebres Surakarta dengan jumlah 115 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dimana saat penelitian dijumpai responden sebanyak 34 responden. Data diambil menggunakan data primer dan data sekunder. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan korelasi Kendall Tau. Hasil penelitian ini adalah mayoritas pendidikan ibu bayi balita adalah Pendidikan Menengah sebanyak 16 responden (47%) dan pengetahuan ibu bayi balita tentang diare pada bayi balita berada dalam kategori baik dengan hasil 20 responden (58,8%). Hasil uji statistik dengan menggunakan Kendall Taudapat diketahui z hitung 6,37 > z tabel (1,96) berarti terdapat hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu bayi balita tentang diare pada bayi balita. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu bayi balita tentang diare pada bayi balita di Posyandu Mandiri Tawangsari Mojosongo Jebres Surakarta Tahun 2015. Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Diare
GAMBARAN SIKAP CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK – ANAK DI TPA SHOLIHAH KALURAHAN JOYOTAKAN SURAKARTA
Ani Nur Fauziah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.422 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.28
Aspek perilaku merupakan hal yang paling penting agar terwujud status kesehatan masyarakat yang semakin meningkat. Salah satu indikator dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sekarang ini, banyak sekali kasus siswa yang terserang penyakit diare. Salah satu penyebab diare pada anak adalah anak-anak yang seringkali mengabaikan cuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap anak – anak tentang Cuci Tangan Pakai Sabun di TPA Sholihah Kalurahan Joyotakan Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu anak usia sekolah dasar sejumlah 33 anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan rentang skala. Hasil penelitian mayoritas sikap anak tentang cuci tangan pakai sabun di TPA Sholihah Kalurahan Joyotakan adalah baik. Kata kunci : Sikap, Cuci Tangan Pakai Sabun
PENGARUH UMUR DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI BPM TITIK SRI SUPARTI KARANG KENDAL MUSUK BOYOLALI
Ani Nur Fauziah;
Lilik Hanifah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2018): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.802 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v9i2.210
Kepesertaan Keluarga Berencana (KB) sekarang ini digalakkan untuk menciptakan keluarga yang berketahanan sehingga melahirkan generasi emas untuk masa depan. Salah satu upaya dalam menekan angka kelahiran anak adalah melalui penggunaan alat kontrasepsi yang salah satu tujuannya adalah mencegah terjadinya kehamilan dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh umur dan tingkat pendidikan terhadap metode kontrasepsi jangka panjang di BPM Titik Sri Suparti Karang Kendal Musuk Boyolali Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah akseptor KB di BPM Titik Sri Suparti Karang Kendal Musuk Boyolali dengan tehnik accidental sampling sejumlah 32 orang. Analisis deskriptif dilakukan dengan menyajikan data melalui tabel data distribusi frekuensi. Analisis inferesial digunakan untuk menguji hipotesis.dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas umur responden adalah kurang dari 30 tahun sebanyak 21 orang ( 66%), tingkat pendidikan mayoritas rendah ( SD – SMP) sebesar 15 orang (47%) dan pemilihan kontrasepsi mayritas memilih metode non kontrasepsi jangka pendek sebesar 20 orang ( 62%). Tidak ada pengaruh umur dan tingkat pendidikan terhadap metode kontrasepsi jangka panjang di BPM Titik Sri Suparti Karang Kendal Musuk Boyolali. Kata Kunci : Umur, Pendidikan, Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
GAMBARAN SIKAP SISWA KELAS V TENTANG CUCI TANGAN YANG BENAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI MOJOSONGO 2 JEBRES SURAKARTA TAHUN 2015
Afiatul Mufidah;
Danik Riawati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.395 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v7i1.52
Menurut JNPK_KR (2008), Pencegahan Infeksi (PI) adalah suatu cara pencegahan terjadinya infeksi pada orang yang rentan (orang yang kurang mendapatkan perlindungan alamiah atau diperoleh) dengan cara adanya batas pelindung. Salah satu contoh hal yang paling dasar dan perlu diperhatikan yaitu menjaga kebersihan tangan. 1 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap siswa kelas V tantang mencuci tangan yang benar di Sekolah Dasar Negeri Mojosongo 2 Jebres Surakarta Tahun 2015 Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini semua siswa di kelas V yang berjumlah 31 responden. Penelitian ini tidak menggunakan sampel, tetapi menggunakan subyek penelitian. Variabel dalam penelitian ini yaitu sikap siswa kelas V tentang cara mencuci tangan yang benar di Sekolah Dasar Negeri Mojosongo 2 Jebres Surakarta Tahun 2015. Alat pengumpulan datanya menggunakan kuisioner dan analisa data menggunakan univariat yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan sikap siswa yang dikategorikan baik sebanyak 17 responden (54,8%). Sikap siswa berdasarkan 10 indikator, masing-masing adalah mayoritas berkategori cukup. sikap siswa berdasarkan karakteristik jenis kelamin adalah mayoritas perempuan, yaitu 10 responden (32,3%) sedangkan yang berdasarkan karakteristik sumber informasi adalah mayoritas guru, yaitu 16 responden (51,6%). Simpulan dari penelitian ini adalah sikap siswa Sekolah Dasar Negeri Mojosongo 2 Jebres Surakarta Tahun 2015 tentang cuci tangan yang benar dikategorikan baik yaitu sebanyak 17 responden (54,8%). Kata kunci : Sikap, Cuci Tangan
AKUPRESSURE PADA TITIK HEGU UNTUK MENGATASI NYERI MENSTRUASI
Gita Kostania;
Kuswati Kuswati;
Ati Fitriyani
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 2 (2019): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.329 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v10i2.279
Latar Belakang : Menstruasi merupakan tanda pubertas seorang wanita dan menjadi rutinitas wanita yang masih dalam masa subur. Siklus ini menimbulkan ketidaknyamanan, salah satunya nyeri menstruasi. Nyeri ini dapat berupa kram ringan hingga dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Nyeri menstruasi dapat dikurangi secara farmakologis dan non farmakologis. Secara non farmakologis salah satunya adalah dengan akupresure pada titik Hegu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresure titik hegu terhadap nyeri menstruasi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Jenis penelitian quasy eksperiment dengan rancangan non equivalent control group. Populasi aktualnya yaitu santriwati kelas XI Madrasah Bertaraf Internasional Amanatul Ummah Mojokerto yang mengalami nyeri menstruasi sebanyak 126 orang. Teknik pengambilan sample adalah purposive sampling dengan perhitungan rumus Slovin, didapatkan sebanyak 56 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan pengukuran Numeric Rating Scale. Analisis data menggunakan independent t-test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penurunan nyeri menstruasi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan p=0,001 (p
STUDI DISKRIPTIF TINGKAT DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATEN SELATAN TAHUN 2013
Yustisia Imaninditya P.W;
Murwati Murwati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.503 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v5i1.84
Latar Belakang : Depresi postpartum adalah depresi pasca persalinan yang mulai terjadi pada hari ketiga setelah melahirkan yang dikategorikan sebagai sindrom gangguan mental ringan. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka dapat berkembang menjadi psikosis postpartum dengan prevalensi 0.1- 0.2% . Tujuan : Untuk mengetahui tingkat depresi postpartum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Selatan Metode penelitian : Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 responden. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami depresi sebesar (66.7%). Berdasarkan kelompok umur responden yang mengalami sindrom depresi postpartum adalah kelompok umur 24-29 tahun (46.7%). Berdasarkan jumlah paritas yang mengalami sindrom depresi postpartum terbanyak multipara yaitu (66.7%). Berdasarkan pendidikan yang mengalami sindrom depresi postpartum terbanyak yang berpendidikan menengah yaitu (63.3%). Berdasarkan riwayat persalinan yang rentan mengalami sindrom depresi postpartum hingga ke tingkat sedang adalah responden yang bersalin dengan sc yaitu (6.7%). Berdasarkan dukungan sosial yang rentan mengalami sindrom depresi postpartum adalah yang selain mendapat dukungan tinggi sebesar (26,7%). Kesimpulan : Sebagian besar ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Selatan tidak mengalami depresi. Tingkat depresi ringan pada urutan kedua, dan pada urutan ketiga yaitu depresi sedang. Tidak ditemukan responden yang mengalami depresi berat. Kata kunci : tingkat depresi postpartum, karakteristik ibu nifas
PERILAKU IBU TENTANG TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 1–3 TAHUN DI DESA KAJORAN KECAMATAN KLATEN SELATAN KABUPATEN KLATEN
Henik Istikhomah;
Agus Kirwanto
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.937 KB)
|
DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.116
Latar Belakang : Di Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30% dari 259 juta jiwa penduduk Indonesia tahun 2011. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) nasional tahun 2012, diperkirakan jumlah balita yang susah mengontrol BAB dan BAK (mengompol) sampai usia prasekolah mencapai 75 juta anak. Tujuan : Untuk mengetahui perilaku ibu tentang toilet training, untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang toilet training,untuk mengetahui sikap ibu tentang toilet training, untuk mengetahui praktik ibu tentang toilet training, untuk mengetahui karakteristik ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Metode Penelitian : Menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dan mengambil subjek ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun sebanyak 49 responden. Hasil Penelitian : Perilaku ibu tentang toilet training pada anak usia 1-3 tahun di Desa Kajoran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten dari total responden sebanyak 49 ibu yang memiliki anak usia 1-3, 35 orang (71,4%) diantaranya memiliki perilaku yang baik, 10 orang (20,4%) diantaranya berperilaku cukup dan 4 orang (8,16%) diantaranya berperilaku kurang. Kesimpulan : Perilaku ibu tentang toilet training pada anak usia 1-3 tahun di Desa Kajoran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten dalam kategori baik. Kata Kunci : Perilaku, Toilet Training