cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+62271-858172
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Indonesia
ISSN : 20865562     EISSN : 25797824     DOI : https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.320
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles 382 Documents
Studi komparatif ketidaknyamanan fisiologis kehamilan pada ibu hamil dengan terapi komplementer dan non terapi komplementer Gitta Novika, Almira; Setyaningsih, Dewi; Noor Wijayanti, Heny; Wahyuningsih, Melania; Nur Annisa, Hana
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1463

Abstract

Latar Belakang : Perubahan selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterone sehingga ibu merasakan ketidaknyamanan. Saat ini, asuhan kebidanan pada ibu hamil dilaksanakan dengan menggabungkan pelayanan konvensional dengan komplementer. Beberapa terapi komplementer yang diberikan kepada ibu hamil terbukti efektif dapat menurunkan ketidaknyamanan fisiologis selama kehamilan. Tujuan penelitian : untuk membandingkan ketidaknyamanan fisiologis kehamilan antara ibu hamil dengan terapi komplementer dan non komplementer. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan Mixed Method yaitu pendekatan kuantitatif yang dikombinasikan dengan kualitatif. Teknik sampling penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 48 ibu hamil. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil Penelitian : Tidak ada perbedaan ketidaknyamanan fisiologis selama kehamilan antara ibu hamil dengan terapi komplementer dan non terapi komplementer (p = 0,564). Simpulan : Tidak ada perbedaan ketidaknyaman fisiologis selama kehamilan antara ibu hamil dengan terapi komplementer dan non terapi komplementer.
Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahun ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di Puskesmas Tembarak Temanggung Jawa Tengah Linadi Yulia Putri, Jasmin; Mutiara Putri, Intan; Ratnaningsih, Sri
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1468

Abstract

Latar Belakang : Hipotiroid kongenital adalah kondisi penurunan atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid yang didapat sejak bayi baru lahir. Hal ini terjadi karena kelainan anatomi atau gangguan metabolisme pembentukan hormon tiroid atau defisiensi iodium. Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) merupakan salah satu program kesehatan penting yang bertujuan mendeteksi dini kelainan tiroid pada bayi baru lahir. Skrining Hipotiroid Kongenital adalah skrining/uji saring untuk memilah bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital dari bayi yang bukan penderita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahun ibu hamil tentang skrining hipotiroid kongenital (SHK). Metode : Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan rancangan One Group Pre test dan Post test Design. Sampel berjumlah 56 ibu hamil dengan pengambilan sampel secara teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi yaitu dalam kategori cukup (42.9%). Sedangkan sebagian besar pengetahuan setelah diberikan intervensi yaitu dalam kategori baik (78.6%). Hasil Uji Wilcoxon diperoleh p value = 0,00 < 0,05 yang menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang skrinning hipotiroid kongenital (SHK) pada ibu hamil di Puskesmas Tembarak Temanggung. Simpulan : Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada ibu hamil hendaknya lebih kritis khususnya pada indikator pengertian, waktu pemeriksaan dan dampak dari tidak dilakukan SHK, bisa dengan sering membaca buku KIA dan leaflet yang diberikan saat penyuluhan agar mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dan berkualitas.
Oxidative Stress in Pre-Eclampsia: Bibliometric Visualization Studies and Analysis Sri Wahyuni, Endang; Wiyono, Nanang; Maryatun, Maryatun; Nurul Mahmudah, Irvina; Duwi Handayani, Juleha; Lutfatul Jannah, Safella
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1459

Abstract

Background: Preeclampsia is a major cause of death and maternal health problems in the world. Preeclampsia can be triggered by an increase in free radicals which cause oxidative stress. Aim: This study aimed to visually map research publications on the mechanisms of oxidative stress in preeclampsia based on bibliometric analysis. Methods: Systematic Literature Review research design with bibliometric analysis. VOSviewer, Publish or Perish (PoP), and Microsoft Excel resources were used. The database was retrieved from Scopus using the keywords: preeclampsia AND "oxidative stress" AND mechanism as input. Results: The Scopus database revealed a total of 685 published publications on the effects of oxidative stress on preeclampsia from 1996 to 2022. Annual publishing growth is on rising, with 2022 showing the greatest growth rate at 11.68%. The United States has the highest percentage of articles in the world, with a total of 25.8%. The most prolific author is Davidge, ST, with 14 documents. "The effects of oxidative stress on female reproduction: a review", is the most influential article with 928 citations. The International Journal of Molecular Sciences is the most successful journal, with 30 publications and a total link strength of 3988. The University of Mississippi Medical Center is the main institution's research site, with 26 publication documents. The most extensively explored terms are preeclampsia and oxidative stress. Conclusion: The mechanisms of oxidative stress in preeclampsia in the network map were categorized into 5 clusters based on co-occurrence, and “oxidative stress” was the most highlighted term not only in cluster 1 but throughout the network
Eksplorasi Faktor Penyebab Keterlambatan Berbicara pada anak usia dini: Sistematik Literatur Review Russiska, Russiska; Budiono, Irwan; Widowati, Evi
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1473

Abstract

Latar Belakang: Keterlambatan berbicara pada anak usia dini adalah satu masalah perkembangan yang sering menjadi perhatian orang tua. Proses perkembangan bicara anak awal kehidupan sangat penting bagi perkembangan bahasa mereka, berbagai penelitian penting untuk memahami faktor penyebabnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif literatur yang membahas faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan bicara pada anak usia dini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap studi empiris dan teoritis yang membahas faktor penyebab keterlambatan bicara pada anak usia dini. Pencarian dilakukan melalui lima basis data utama (SpringerLink, SAGE, ICE, PubMed, dan ScienceDirect) dengan kata kunci “Speech delay” OR “Language development disorders”; “In early childhood” OR “children” OR “toddlers”; “Factors of speech delay” OR “Causes”. Artikel yang dipilih merupakan publikasi 10 tahun terakhir (2013–2023), dengan fokus eksplisit pada faktor penyebab keterlambatan bicara dan metode penelitian yang jelas. Seleksi artikel mengikuti panduan PRISMA, menghasilkan enam artikel yang layak untuk sintesis kualitatif.. Hasil: Hanya 6 dari 170 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan penelitian yang dikaji faktor utama yang menyebabkan keterlambatan bicara dan bahasa pada anak yaitu peran orang tua dalam memberikan stimulus pada anak. Kesimpulan: Perkembangan bicara dan bahasa anak usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi medis, lingkungan keluarga, dan paparan gedget. Deteksi dini dan intervensi yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan kemampuan komunikasi anak, dengan melibatkan peran aktif orangtua, pendidik dan tenaga kesehatan.
Peran pola asuh berbasis kearifan lokal dalam mendukung status gizi balita di komunitas pedesaan Sulistyorini, Etik; Hayu Palupi, Fitria; Nur Fauziah, Ani; Lefiyana, Lefiyana
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1464

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi balita, baik gizi kurang maupun gizi lebih, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Fenomena meningkatnya prevalensi gizi lebih pada anak balita menandakan perlunya perhatian terhadap praktik pengasuhan, khususnya yang berbasis kearifan lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh berbasis kearifan lokal dengan status gizi balita di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 34 responden ibu balita dipilih secara stratified random sampling dari 8 posyandu yang mewakili seluruh dusun di Desa Pule. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multinomial. Hasil: Sebanyak 22 responden (64,7%) menerapkan pola asuh berbasis kearifan lokal dalam kategori kurang. Sebanyak 20 balita (58,8%) memiliki status gizi normal, 9 balita (26,5%) mengalami gizi lebih, dan sisanya mengalami gizi kurang. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pola asuh berbasis kearifan lokal dengan status gizi balita (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa praktik pemberian makanan tradisional menjadi prediktor dominan terhadap risiko gizi lebih pada balita. Kesimpulan: Pola asuh yang tidak disertai dengan edukasi gizi yang memadai dapat meningkatkan risiko terjadinya gizi lebih. Oleh karena itu, intervensi berbasis budaya perlu dikombinasikan dengan pendekatan edukatif dan promosi kesehatan yang berbasis bukti ilmiah.
Determinan kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada kehamilan di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Yulianti, Ika; Rusmiati, Rusmiati; Yurike Prilisnia, Neja; Bintangdari Johan, Reza
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1469

Abstract

Latar Belakang : Kurang Energi Kronis (KEK) dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan, termasuk berat badan lahir rendah (BBLR) dan meningkatnya risiko kesehatan bagi ibu serta bayi. Identifikasi faktor determinan KEK penting untuk upaya pencegahan dan penanganan dini. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode : Desain penelitian adalah case control. Sampel penelitian ini adalah 73 ibu hamil KEK dan 73 ibu hamil tidak KEK. Data diperoleh melalui pencatatan rekam medis ibu hamil. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat dan multivariat untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian KEK. Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa usia ibu, paritas, pendidikan, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kadar hemoglobin (Hb) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian KEK (p ≤ 0,05), dengan faktor IMT sebagai determinan utama (aOR = 27,5; 95% CI: 7,40–102,23; p = 0,000). Simpulan :  bahwa faktor usia ibu, paritas, pendidikan, IMT, dan kadar hemoglobin berperan dalam kejadian KEK pada ibu hamil. Diperlukan intervensi gizi yang tepat serta peningkatan edukasi bagi ibu hamil untuk mencegah KEK dan dampak negatifnya terhadap kesehatan ibu dan bayi.
Effectiveness of giving oxytocin massage and klabet seed tea (Trigonella Foenum-Graceum L) on increasing breast milk production Cantika Putri Susanto, Valencia; Nuraini, Indria; Hubaedah, Annah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1460

Abstract

Background: Breast milk is the main source of nutrition for babies which is easily digested by their digestive system. However, there are various reasons why mothers stop breastfeeding, one of which is because of insufficient breast milk production. One effort to increase breast milk production naturally is through non-pharmacological therapy, such as oxytocin massage which plays a role in improving blood circulation, stretching muscles, and increasing the production of the hormone oxytocin. In addition, klabet seed tea is known to have estrogenic effects thanks to its saponin, alkaloid, and flavonoid content. Purpose: The purpose of this study was to determine the effectiveness of providing oxytocin massage and klabet seed tea (Trigonella Foenum-Graceum L.) on increasing breast milk production. Methode: This study was conducted at TPMB Tutut Ismayanti and TPMB Suprihtin. Research design Pre-Experimental One group Pretest Postest Design. The population of postpartum mothers who experienced insufficient breast milk production was 42 respondents, with a purposive sampling technique and a sample size of 38 respondents with insufficient breast milk production. Oxytocin massage and klabet seed tea 3g a day were given twice a day for 7 days. The research instrument used observation sheets and SOPs. Data analysis was carried out Univariately in the form of frequency distribution and Bivariately using the Paired Sample T-test. Results: The results of the study were that postpartum mothers' breast milk production before intervention was mostly substandard (52.63%) with a mean value of 3.37 and breast milk production after intervention increased to smooth (63.16%) with a mean value of 5.76. Results of Paired Sample T-test ρ-value 0.000 <0.05. Conclusion: There is Effectiveness of Giving Oxytocin Massage and Klabet Seed Tea (Trigonella Foenum Graceum L.) to Increase Breast Milk Production. Oxytocin massage and klabet seed tea are very useful in helping to facilitate breast milk production economically on days 1-10 after giving birth.
Perbedaan pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video edukasi tentang menarche Pradnyawati, Ni Wayan; Armini, Ni Wayan; Ade Widya Ningtyas, Listina; Arifin Senjaya, Asep; Ayu Tirtawati, Gusti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i1.1684

Abstract

Latar Belakang: Menarche merupakan proses biologis penting pada remaja putri yang sering menimbulkan respons emosional dan psikologis. Kurangnya informasi terkait menarche dapat memicu rasa tidak nyaman, kecemasan, serta pemahaman yang keliru. Salah satu media edukasi yang dinilai mampu menarik perhatian dan mempermudah penyampaian informasi adalah video, karena bersifat visual, dinamis, dan mudah dipahami. Tujuan : untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah diberikan edukasi kesehatan mengenai menarche melalui media video di SD Negeri 3 Bitera. Metode : Metode yang digunakan adalah desain pra-eksperimental melalui satu kelompok yang dinilai melalui pretest dan posttest. Total 52 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner berisi 20 pertanyaan pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Video edukasi berdurasi 11 menit 3 detik ditayangkan dua kali dengan jeda 15 menit. Analisis data dilakukan melalui penggunaan uji Wilcoxon Signed Rank dan dilengkapi dengan uji Paired t-test untuk menegaskan pengetahuan menunjukkan peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi pendidikan. Hasil: Penelitian mengindikasikan terjadinya peningkatan pengetahuan yang jelas sesudah responden menerima pendidikan kesehatan berbasis video. Nilai posttest meningkat signifikan dibandingkan nilai pretest, dan kedua uji statistik-Wilcoxon maupun Paired t-test mengonfirmasi perbedaan tersebut secara bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa video penyampaian materi edukasi membawa pengaruh positif terhadap pemahaman remaja putri mengenai menarche. Simpulan: Penyampaian informasi kesehatan menggunakan video menunjukkan efektivitas tinggi dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai menarche. Video yang telah dikembangkan dan diunggah ke platform YouTube dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran tambahan bagi remaja maupun tenaga pendidik yang memberikan informasi terkait kesehatan reproduksi.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan anemia dengan tingkat nyeri dismenorea pada remaja putri DI SMAN 7 Pekanbaru Febriani, Ade; Malika Marzaleha, Siti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i1.1654

Abstract

Latar Belakang : Kejadian dismenorea di Indonesia saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Dismenorea primer tanpa adanya patologis pelvis yang dialami oleh sekitar 50% wanita serta mengalami nyeri hebat sehingga menyebabkan ketidakmampuan wanita untuk beraktivitas selama 1 sampai 3 hari setiap bulannya. Faktor resiko dari dismenorea pada remaja sering berhubungan dengan menarche usia dini, riwayat keluarga dengan keluhan dismenore, dan indeks masa tubuh (IMT) yang tidak normal. Ketidakseimbangan berat badan dapat memicu produksi prostaglandin berlebih, sementara rendahnya kadar hemoglobin dapat mengurangi pasokan oksigen ke jaringan tubuh, keduanya dapat memperburuk nyeri dismenorea. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara IMT dan anemia dengan tingkat nyeri dismenorea pada remaja putri di SMAN 7 Pekanbaru. Metode : Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 149 siswi kelas X dan XI yang mengalami anemia dan dismenorea. Data diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar hemoglobin menggunakan alat portabel, dan kuesioner skala nyeri dismenorea. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil : Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara IMT dengan nyeri dismenorea (p=0,001) dan antara anemia dengan nyeri dismenorea (p=0,000). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (IMT) dan anemia dengan tingkat nyeri dismenorea pada remaja putri di SMAN 7 Pekanbaru.
STUDI KUALITATIF : ANALISA TEMATIK TENTANG EDUKASI PENCEGAHAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN Wulandari, Ratna; Hodijah, Siti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i1.1566

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan yang serius, salah satunya disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan yang berisiko berkembang menjadi preeklamsia dan eklampsia. Upaya pencegahan efektif perlu difokuskan pada edukasi mengenai deteksi dini, pencegahan, dan penanganan awal hipertensi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan edukasi hipertensi di Puskesmas Sawangan, Kota Depok, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan media edukasi yang lebih efektif. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, terdiri dari tenaga kesehatan dan ibu hamil, pada Mei–Juni 2025. Analisis tematik menghasilkan lima tema utama: kesenjangan informasi, peran tenaga kesehatan sebagai sumber pengetahuan, keterbatasan pemanfaatan media edukasi, variasi sikap ibu hamil dalam merespons edukasi, serta kurangnya monitoring pascaedukasi yang menyebabkan keberlanjutan pengetahuan tidak optimal. Hasil penelitian merekomendasikan pengembangan media edukasi inovatif, seperti grup WhatsApp, leaflet, dan video dengan bahasa sederhana, serta penerapan model edukasi terpadu yang mengombinasikan metode digital dan tatap muka. Edukasi hipertensi di Puskesmas Sawangan masih menghadapi kendala, tetapi berpotensi ditingkatkan melalui strategi media edukasi yang adaptif dan integratif.