cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+62271-858172
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Indonesia
ISSN : 20865562     EISSN : 25797824     DOI : https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.320
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles 382 Documents
ANALISIS DAMPAK TERAPI KOMBINASI JUS BAYAM HIJAU, JAMBU DAN MADU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Dheny Rohmatika; Ika Subekti Wulandari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.054 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.247

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktifitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Anemia juga dapat mengganggu pertumbuhan dimana tinggi dan berat badan menjadi tidak sempurna dan menurunya prestasi belajar. Penatalaksanaan anemia pada remaja dapat berupa terapi Farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi kombinasi jus bayam hijau, jambu ditambah dengan madu. Hal ini disebabkan karena didalam terapi kombinasi jus tersebut mengadung besi (Fe) yang bisa meningkatkan kadar hemoglobin, vitamin C yang membatu untuk proses penyerapan zat besi (Fe), mengadung oksidan. Tujuan penelitian : tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi jus bayam hijau jambu dengan dan madu terhadap kadar hemoglobin dan Prestasi belajar mahasiswa. Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment (eksperimen semu) dengan rancangan one group pretest-postest design. Dilaksanakan di STIKes Kusuma Husada Surakarta Prodi D3 Keperawatan. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2018. Sampel penelitian yaitu mahasiswa prodi D3 Keperawatan tingkat 2 semester 3 berjumlah 50 mahasiswa dengan analisis data dengan uji paired sample t-test. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada mahasiswa STIkes kusuma husada Surakarta dilakukan 50 responden intervensi terapi kombinasi jus bayam hijau, jambu dan madu selama 10 hari, diperoleh hasil usia respoden menunjukkan bahwa mayoritas usia 19 tahun yaitu sebanyak 26 orang (52%), sedangkan untuk analisis data dengan uji paired sample t-test diperoleh nilai t: -4,244 dan nilai Sig 0,000 (p
HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012 Etik Sulistyorini; Tutik Hartanti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 4, No 1 (2013): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.17 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v4i1.72

Abstract

HUBUNGAN NGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012. Metode kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan, terutama metode kontrasepsi suntik tiga (3) bulan (progestin saja). Keuntungan metode kontrasepsi suntik tiga bulan sangat efektif, sedangkan kerugiannya akseptor harus melakukan kunjungan ulang setiap tiga bulan sekali untuk mendapatkan suntikan agar efek kontrasepsinya tetap terjaga. Namun, beberapa efek samping dapat menyebabkan akseptor enggan datang kembali untuk mendapatkan suntikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan akseptor KB suntik 3 bulan dengan motivasi kunjungan ulang di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Karangkepoh Karanggede Boyolali Tahun 2012. Desain penelitian ini adalah analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor kontrasepsi suntik tiga bulan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Karangkepoh Karanggede Boyolali pada bulan Juni tahun 2012 sejumlah 40 orang, tehnik sampling total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai r hitung adalah 0,379 dengan ρ value 0,016, hasil tersebut menunjukkan bahwa ρ value < 0,05 sehingga terdapat hubungan pengetahuan akseptor KB suntik 3 bulan dengan motivasi kunjungan ulang di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Karangkepoh Karanggede Boyolali Tahun 2012 dengan tingkat kepercayaan 95%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan akseptor KB suntik 3 bulan dengan motivasi kunjungan ulang. Kata kunci : Pengetahuan, Motivasi, KB suntik 3 bulan
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM MENINGKATKAN KETERATURAN KUNJUNGAN ANC Aprilia Susanti; Saka Suminar; Betty Sunaryanti; Fitria Eka Resti W
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 11, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.257 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v11i1.330

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Karanganyar mencatat jumlah AKI dan AKB meningkat menjadi 711 kasus pada tahun 2014. Apalagi kasusnya justru sering kali terjadi di rumah sakit. Sehingga diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan guna menurunkan angka tersebut. Kunjungan ANC pada Ibu hamil masih dirasakan sangat kurang, terutama apabila bu hamil tersebut merasakan memiliki keadaan yang baik-baik saja atau tidaka tredapat keluhan terhapat kemilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil dalam meningkatkan keteraturan kunjungan ANC Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan CrossSectional, Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil yang berada di Puskesmas Kebakkramat II sebanyak 35 orang.Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Kebakkramat II.Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan mengisi kuesioner yang sebelumnya kuesioner dilakukan uji validitas dan reliabilitas pada setiap item pertanyaan. Analisis data penelitian ini menggunakan Chi-Square. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tentang ANC di Puskesmas Kebakkramat II yang masuk kategori tingkat pengetahuan tinggi yaitu sebanyak 11 orang (55%), dan yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 9 orang (45%). Kunjungan ANC secara teratur sebanyak 12 orang (60%) dan yang tidak teratur sebanyak 8 orang (40%). Berdasarkan hasil analisis Chi-Square didapatkan hasil bahwa responden yang mempunyai pengetahuan yang tinggi melakukan kunjungan ANC secara teratur sebanyak 12 ( 60%) dengan nilai ρvalue 0,000 < 0,005 artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan ANC Simpulan: pengetahuan ibu hamil meningkatkan keteraturan kunjungan ANC
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN SIKAP DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN DI PUSKESMAS KARTASURA TAHUN 2014 Desti Yulanda; Anita Dewi Lieskusumastuti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 1 (2015): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.405 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i1.104

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN SIKAP DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN DI PUSKESMAS KARTASURA TAHUN 2014. Pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan yang penting untuk diketahui oleh masyarakat, khususnya ibuhamil. Pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan pervaginam, hiperemesis gravidarum, preeklamsi dan eklamsi, ketuban pecah dini, sakit kepala yang lebihdaribiasa, gangguan penglihatan, pembengkakan pada wajah dan tangan, nyeri abdomen serta janin tidak bergerak seperti biasan yaini penting karena jika tanda-tanda bahaya tersebut diketahui sejakdini, maka penanganan akan lebih cepat.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan sikap deteksi dini komplikasi kehamilan di Puskesmas Kartasura Tahun 2014. Metode yang digunakan adalah metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di puskesmas kartasura tahun 2014 yang berjumlah 80 ibu hamil.Tehnik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan spearmen rank.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup yaitu 21 ibu hamil (70%), dan sikap dalam deteksi dini komplikasi kehamilan yaitu kurang sebesar 11 ibu hamil (36,7%). Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik spearmen rank didapatkan hasil ρhitung(0,068) > ρtabel(0,364)taraf signifikan 0,72 > 0,05. Simpulan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan sikap deteksi dini komplikasi kehamilan di Puskesmas Kartasura Tahun 2014. Kata kunci : pengetahuan, kehamilan, tanda bahaya kehamilan, deteksi dini komplikasi kehamilan, sikap.
HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA 48-55 TAHUN TENTANG MENOPAUSE DENGAN SIKAP DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN PADA MASA MENOPAUSE DI DESA WERU RT 02 RW 05 WERU SUKOHARJO TAHUN 2009 Chasanah, Rofiatun; Rumaisya, Rumaisya
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 1, No 2 (2010): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jkebin.v1i2.7

Abstract

Wanita merasa gelisah saat menghadapi masa-masa menopause, sehingga banyak masalah yang sederhana menjadi hal yang begitu besar dan bahkan bisa membuat putus asa seorang wanita saat menghadapi menopause. Fase menopause biasanya didahului dengan fase premenopause terjadi pada usia antara 48-55 tahun. Sikap wanita dalam menghadapi perubahan dalam masa menopause ini dipengaruhi oleh pengetahuan tentang menopause. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan wanita usia 48-55 tahun tentang menopause dengan sikap dalam menghadapi perubahan pada masa menopause di Desa Weru RT 02 RW 05, Weru, Sukoharjo.Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian semua wanita usia 48-55 tahun di Desa Weru RT 02 RW 05 Weru Sukoharjo pada bulan April 2009 berjumlah 44 orang. Menggunakan teknik sampling Purposive Sampling diperoleh 36 responden yang dapat dijadikan sampel dari seluruh jumlah populasi. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat pengetahuan menggunakan prosentase dan sikap menggunakan rentang skala serta bivariate dengan menggunakan uji statistic Korelasi Kendall?s Tau.Hasil penelitian pengetahuan wanita usia 48-55 tahun berada pada kategori cukup dengan jumlah responden 22 (61,2%) dan sebagian besar wanita mempunyai sikap cukup sejumlah 21 (58,3%). Terdapat hubungan antara pengetahuan wanita usia 48-55 tahun tentang menopause dengan sikap dalam menghadapi perubahan pada masa menopause, dengan hasil uji statistik dengan menggunakan korelasi Kendall?s Tau  memperoleh nilai ? = 0,962 dengan angka signifikansi 0,000 dan zhitung (8,152) > ztabel (1,96). Simpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan wanita usia 48-55 tahun tentang menopause dengan sikap dalam menghadapi perubahan pada masa menopause.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Menopause
HUBUNGAN PENGETAHUAN KENAKALAN REMAJA DENGAN SIKAP MENGHADAPI SEKS REMAJA PADA MAHASISWI KEBIDANAN Lia Dwi Prafitri; Nina Zuhana
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2017): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.312 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v8i1.159

Abstract

Remaja adalah peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa, yaitu antara 12-21 tahun. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik,mental, dan sosial yang rentan terhadap perilaku menyimpang seperti kenakalan remaja. Perilaku merupakan tanggapan atau reaksi individu yang terwujud pada gerakan atau sikap dan ucapan. Pengetahuan remaja mengenai seksual dan dampak dari seks bebas masih sangat rendah. Penelitian ini bersifat deskriptif korelaatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan yaitu mahasiswi kebidanan tingkat I dan II . Tehnik pengambilan sampel yaitu total populasi sebanyak 106 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Sebanyak 76 responden (71,7%) mempunyai pengetahuan cukup tentang kenakalan remaja, sebanyak 55 responden (51,9%) mempunyai sikap mendukung dalam menghadapi seks remaja, dan hasil analisa uji chi square p value = 0,536 (> 0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang kenakalan remaja dengan sikap menghadapi seks remaja. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan kenakalan remaja dengan sikap menghadapi seks remaja sehingga diharapkan mahasiswi mengupayakan peningkatan pengetahuan tentang kenakalan dan seks remaja, pemahaman agama dengan mencari informasi yang baik serta dapat memilih teman yang baik agar mempunyai sikap negatif untuk menghindari seks remaja. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kenakalan Remaja, Seks Remaja
SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP TIMBULNYA PERUBAHAN FISIK PREMENSTRUAL SYNDROME DI SMP NEGERI 5 SRAGEN KELAS VII TAHUN 2010 Etik Sulistyorini; Wahyu Fajar
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 2, No 1 (2011): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.379 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v2i1.40

Abstract

Angka prevalensi premenstrual syndrome mencapai 85 % dari seluruh populasi wanita usia reproduksi termasuk remaja di Indonesia. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang biologi dasar pada remaja mencerminkan kurangnya pengetahuan tentang risiko yang berhubungan dengan tubuh mereka dan cara menghindarinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui sikap remaja putri terhadap timbulnya perubahan fisik premenstrual syndrome di SMP Negeri 5 Sragen kelas VII tahun 2010. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian remaja putri kelas VII SMP Negeri 5 Sragen sebanyak 154 siswi, tahun ajaran 2010-2011. Teknik pengambilan sampling menggunakan stratified random sampling dan proportional simple random sampling berdasarkan tabel krejcie yaitu sebanyak 108 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data menggunakan statistik diskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian mayoritas responden memiliki sikap baik yaitu sebesar (61,1%) dan minoritas memiliki sikap yang kurang yaitu sebesar (2,8%) dalam menghadapi perubahan fisik premenstrual syndrome, dari masing- masing indikator didapatkan sikap terhadap premenstrual syndrome baik sebesar (67,6%) kurang sebesar (2,0%), sikap terhadap perubahan fisik pada gastrointestinal baik sebesar (70,4%) kurang sebesar (2,0%), pada payudara baik sebesar (52.8%) cukup sebesar (12,0%), pada kulit baik sebesar (61,1%) kurang sebesar (3,8%), pada vaskuler dan neurologi baik sebesar (76,8%) kurang sebesar (3,0%), pada mata baik sebesar (50,0%) kurang sebesar (6,5%), pada pernafasan baik sebesar (59,3%) kurang sebesar (18,5%), pada cairan tubuh baik sebesar (50,9%) kurang sebesar (1,0%), dan pada penanganan umum premenstrual syndrome baik sebesar (55,6%) kurang sebesar (9,3 %). Simpulan penelitian ini adalah sikap remaja putri SMP N 5 Sragen kelas VII tahun ajaran 2010-2011 mayoritas baik dalam menghadapi timbulnya perubahan fisik premenstrual syndrome. Kata kunci : Sikap, Remaja, Premenstrual Syndrome
TES DAYA LIHAT PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 36-72 BULAN DI TK BA AISYIYAH BOLOPLERET KECAMATAN JUWIRING KABUPATEN KLATEN TAHUN 2010 Etik Sulistyorini; Hiro Diana
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 3, No 1 (2012): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.919 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v3i1.63

Abstract

TES DAYA LIHAT PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 36-72 BULAN DI TK BA AISIYAH BOLOPLERET KECAMATAN JUWIRING KABUPATEN KLATEN TAHUN 2010. Tes Daya Lihat adalah tes yang bertujuan untuk medeteksi secara dini kelainandaya lihatagar segera dapat dilakukan tindakan lanjutan sehingga kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi besar. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran hasil tes daya lihat pada anak prasekolah usia 36-72 bulan di TK Aisyiyah Bolopleret Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten Tahun 2010. Dalam penelitian ini desain atau rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah anak prasekolah usia 36-72 bulan di TK BA Aisyiyah Bolopleret Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten pada Bulan Juni Tahun 2010 yang berjumlah 30 responden. Hasil penelitian ini didapatkan dari 30 responden yaitu 20 responden laki-laki ( 66,7 % ) dan 10 responden perempuan ( 33,3 % ). Mayoritas hasil penelitian ini terdiri dari responden yang berumur 60-72 bulan yaitu 23 responden ( 76,7 % ) dan tidak ada responden yang berumur 36-48 bulan. Berdasarkan karakteristik umur responden yang normal umur 60-72 bulan 23 responden ( 76,7 % ) dan umur 48-60 bulan 7 responden ( 23,3 % ), sedangkan berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden yang normal laki-laki 20 responden ( 66,7 % ) dan perempuan 10 responden ( 33,3 % ). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada responden yang tidak normal atau yang mengalami gangguan penglihatan, diharapkan orang tua akan menjaga kesehatan mata anaknya sehingga dapat tumbuh secara normal. Kata kunci : Tes Daya Lihat, Anak Prasekolah Usia 36-72 Bulan
HYPNOBIRTHING TERHADAP PENILAIAN AWAL BAYI BARU LAHIR DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN “B” KOTA PALANGKA RAYA Happy Marthalena Simanungkalit; Lussi Purnawati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 11, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.858 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v11i1.321

Abstract

Latar Belakang: Berbagai perubahan emosi yang muncul selama kehamilan dikarenakan terjadinya penambahan hormon estrogen dan progesteron. Ibu hamil yang mengalami rasa cemas berlebihan akan berdampak buruk sehingga dapat memicu terjadinya rangsangan kontraksi rahim. Kondisi tersebut juga dapat mengakibatkan tekanan darah yang meningkat sehingga dapat menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hypnobirthing terhadap penilaian awal bayi baru lahir di PMB “B” Kota Palangka Raya. Metode penelitian:Desain penelitian ini adalah penelitian analitik dengan Jenis Penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan menggunakanrancangan Control Grup Post Test Only Desain. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil usia kehamilan 37 minggudi PMB “B” dan besar sampel penelitian ini masing- masing sebanyak 22 orang. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Chi-Square Hasil penelitian: Hasil uji statistik didapatkan p value 0,031, dengan p value < 0,05 artinya ada pengaruhhypnobirthing terhadap penilaian awal bayi baru lahir. Kesimpulan: Ada pengaruhhypnobirthing terhadap penilaian awal bayi baru lahir dan pada ibu bersalin yang diberikan hypnobirthing dari pada yang tidak diberikan hypnobirthing Saran: Oleh karena itu, tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas, Bidan Praktik Mandiri (BPM), dan rumah sakit agar dapat melaksanakan hypnobirthing pda ibu hamil agar ibu benar-benar siap untuk menerima kehamilannya serta persalinannya sehingga dalam proses bersalin nantinya akan berjalan lancar serta dapat mencegah risiko kelahiran bayi dengan asfiksia.
GAMBARAN SIKAP IBU HAMILTENTANG PERAWATAN PAYUDARA SELAMA HAMIL DI POS KESEHATAN DESA PUNDUNGREJO TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN 2013 Pipit Safitri; Siti Maesaroh
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2014): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.684 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v5i2.95

Abstract

Perawatan payudara perlu dipersiapkan sejak kehamilan karena untuk menyiapkan diri ketika memberikan air susu ibu (ASI) untuk bayinya dan untuk menyiapkan puting susu sebelum menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sikap ibu hamil tentang perawatan payudara selama hamil di Pos Kesehatan Desa Pundungrejo Tawangsari Sukoharjo Tahun 2013. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh ibu hamil dengan teknik subjek penelitian sehingga semua populasi dijadikan sampel penelitian yaitu sejumlah 23 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Menggunakan analisis data univariat. Hasil penelitian : Sikap Ibu Hamil Tentang Perawatan Payudara Selama Hamil di Pos Kesehatan Desa Pundungrejo Tawangsari Sukoharjo Tahun 2013 mayoritas sikap responden baik. Karakteristik responden menunjukkan, mayoritas responden umur 21-34 tahun sebanyak 20 orang (87%), mayoritas responden berdasarkan karakteristik pendidikan yaitu SLTA sebanyak 12 orang (52,2%), mayoritas responden berdasarkan karakteristik gravida yaitu multigravida sebanyak 15 orang (65,2%), dan mayoritas responden sumber informasinya diperoleh dari tenaga kesehatan sebanyak 17 orang responden (73,9%). Sikap ibu hamil tentang perawatan payudara selama hamil di Pos Kesehatan Desa Pundungrejo Tawangsari Sukoharjo Tahun 2013 berdasarkan karakteristik responden meliputi : mayoritas umur 21-34 tahun dengan sikap baik, mayoritas pendidikan SLTA dengan sikap baik, mayoritas multigravida dengan sikap baik, dan mayoritas informasi dari tenaga kesehatan dengan sikap baik sumber informasi yang diperoleh. Simpulan : dari penelitian ini didapatkan gambaran sikap ibu hamil tentang perawatan payudara selama hamil mayoritas mempunyai sikap baik sebanyak 13 responden (56,5%). KATA KUNCI : Sikap, Ibu hamil, perawatan payudara selama hamil

Page 8 of 39 | Total Record : 382