cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 220 Documents
UJI ANTITUBERKULOSIS EKSTRAK BIJI BELIGO M. Rusdi; Hasyim Bariun; Irmayani Ibrahim
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Volume 7 Nomor 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v7i1.9743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas anti tuberkulosis ekstrak etanol biji beligo (Benincasa hispida (Thunb) Cogn) terhadap Mycobacterium tuberculosis strain H37RV dengan metode Microscopically Observed Drug Susceptibility. Metode penelitian meliputi ekstraksi biji beligo dengan cara maserasi menggunakan cairan penyari etanol 96%, kemudian dibuat menjadi larutan uji dengan konsentrasi 250 ppm, 500 ppm dan 750 ppm. Aktivitas antituberkulosis menggunakan metode Microscopically Observed Drug Susceptibility dan diidentifikasi dengan presentase pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis strain H37RV pada microskop flurosence. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak biji beligo (Benincasa hispida (Thunb) Cogn) dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis paling baik pada konsentrasi 750 ppm.
PENGARUH BAHAN KIMIA TERHADAP PENGGUNAAN PESTISIDA LINGKUNGAN ADIBA ARIF
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 4 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i4.2218

Abstract

Penggunaan Pestisida adalah suatu bahan kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan hama. Pestisida dapat digolongkan berdasarkan fungsi mekanisme biologisnya atau metode aplikasi. Setiap penggunaan pestisida membawa beberapa resiko yang terkait.  Penggunaan pestisida yang tepat mengurangi risiko ini terkait ke tingkat yang dianggap dapat diterima oleh badan pengawas pestisida seperti Amerika Serikat Environmental Protection Agency (EPA) dan Badan Pengatur Manajemen Hama (PMRA) dari Kanada. Pestisida memegang peranan penting dalam melindungi tanaman, ternak, dan untuk mengontrol sumber-sumber vektor penyakit (vector-borne diseases). Penggunaan pestisida oleh petani tidak terelakan. Penggunaan pestisida yang memiliki kandungan bahan aktif pada suatu lingkungan akan menimbulkan kemungkinan terjadinya pencemaran air tanah oleh suatu kontaminan.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU MAKASSAR Asrul Ismail; Gemy Nastity Handayany; Megawati Bakri
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2284

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai evaluasi penggunaan obat antituberkulosis (OAT) pada pasien Tuberkulosis (TB) Paru di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar selama periode Januari -  Desember 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT), mengevaluasi kesesuaian penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2014 dari Kementrian Kesehatan RI, dan uji hubungan antara hasil pengobatan dengan jenis kelamin, umur, lama pengobatan dan banyaknya penyakit penyerta kronik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 98,3% pasien di puskesmas tersebut diberikan OAT jenis KDT (kombinasi dosis tetap) sedangkan untuk kesembuhan mencapai 60%. Berdasarkan kesesuaian terhadap standar Pedoman Penanggulangan TB Nasional tahun 2014, diperoleh hasil untuk paduan pengobatan kategori 1 hanya memenuhi 98,3% sedangkan kategori 2 telah memenuhi 100%, untuk indikasi dan dosis mencapai 100% kesesuaian. Analisis hubungan antara beberapa faktor terhadap hasil pengobatan diperoleh kesimpulan bahwa faktor umur  (p=0,027; p<0,05)lama pengobatan (p=0,000; p<0,05) dan banyaknya penyakit penyerta kronik yang diderita pasien (p=0,002; p<0,05), ketiganya memiliki hubungan yang bermakna terhadap hasil pengobatan pasien. Sedangkan hanya jenis kelamin (p=0,325; p>0,05), sehingga tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan hasil pengobatan pasien.
PENGARUH VARIASI KOMBINASI PVP K30 DAN EUDRAGIT RS-100 TERHADAP SIFAT FISIK DAN UJI IN VITRO PROPRANOLOL PATCH Muh. Ikhlas Arsul; Latifah Rahman
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 3 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i3.4351

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi kombinasi PVP K30 dan Eudragit RS-100 terhadap sifat fisik dan uji in vitro propranolol patch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah polimer jenis pvp dan eudragit dapat membentuk patch dengan sifat fisik yang baik dan mengetahui laju pelepasan  propranolol patch. Pengujian patch meliputi ketebalan patch, keseragaman kandungan, moisture content dan pengujian pelepasan secara in vitro menggunakan franz diffusion cell. Ketiga formula yang dibuat dapat membentuk patch dengan sifat fisik yang baik. Hasil uji pelepasan secara in vitro diperoleh formula dengan konsentrasi optimum propranolol patch yaitu PVP dan Eudragit 1:9 menghasilkan 20,14 µg/ml.
KARAKTERISASI KOKRISTAL PARASETAMOL – ASAM SUKSINAT MELALUI METODE SOLVENT DROP GRINDING Haeria Haeria; Asia Musfikah; Muh Fitrah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 2 No 3 (2014): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v2i3.2120

Abstract

paracetamol - succinic acid. This study aims to determine whether the formation of paracetamol kokrital using succinic acid using solvent-drop grinding method is based on the analysis of the characterization of the structure and determine the dissolution rate of paracetamol kokristal - suksint acid produced.The formation of paracetamol kokristal-succinic acid (1: 1) using the method of solvent drop grinding with the addition of ethanol. Characterization of the structure using Faurier Transform Infra-Red (FT-IR), Differential Scanning Calorimetry (DSC) and X-Ray difractometry (XRD), and surface morphology observation and observation by microscope Scanning Electron Microscope (SEM), as well as the dissolution test methods basketball the dissolution medium artificial gastric fluid without pepsin pH 1.2.The results showed that cocristalisasi parasetamol-cocristal succinic acid forming phase. Decreasein the instrument DSC melting point of 580C becomes 156.170C185 temperature, the XRD instrumentwithinterferencethere is  a new peak at 2θ peak 20,  3000;  25,  15,000;  35,  10,000.  FT-IR instrumentsareshiftingwave number 3163.26cm-1 and 3111.16cm-1 to 3159.40 cm-1 and 3109.25cm-1.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA SAPONIN DAUN BUNGKUS (Smilax rotundifolia) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET FIRAWATI FIRAWATI; M. IQBAL PRATAMA
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i2.6757

Abstract

Daun bungkus yang terkenal dengan kemampuannya dalam memperbesar bagian tubuh  yang berasal dari Papua ini ternyata belum banyak diteliti. Kemampuannya dalam pembesaran penis ini diduga memiliki senyawa kimia tertentu yang diantaranya saponin. Penelitian senyawa saponin dilakukan dengan identifikasi dan isolasi dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis dan spektrofotometri ultraviolet. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa daun bungkus mengandung senyawa saponin yang ditandai dengan positif mengandung busa dan warna hijau pada penambahan pereaksi Liebermann Bouchard. Hasil isolasi diperoleh fraksi B yang positif membentuk senyawa tunggal pada metode KLT 2 dimensi. Panjang gelombang maksimum 266,20 nm dengan nilai serapan 0,2742 merupakan hasil identifikasi dari metode spektrofotometri ultraviolet.
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SAYAT EKSTRAK ETANOL DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) DALAM BENTUK SEDIAAN GEL TERHADAP KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Gemy Nastity Handayany; Mukhriani Mukhriani; Rezkiyana Mulya Halim
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i2.2206

Abstract

Has done research on Wound Healing Cut Effects of Ethanol Extract Leaf kecombrang (Etlingera elatior) In Categories Gel Against Rabbit (Oryctolagus cuniculus). The aim was to evaluate the efficacy and the optimum concentration of the extract healing cuts kecombrang (Etlingera elatior) in a gel dosage form. Variants concentration used was 5%, 7%, and 9%.  The method used is the sample extraction by maceration and wound gel is made in 3 concentrations of 5%, 7%, and 9%. In addition it is also used as a negative control base gel and gel Bioplacenton® as a positive control, then back skin of rabbits (Oryctolagus cuniculus) were wounded using a scalpel.Results of statistical analysis using the method Annova completely randomized design showed that the leaf gel preparations kecombrang (Etlingera elatior) may decrease and cuts heal in rabbits with a concentration of 9% which shows the effect of healing the most effective cuts.
PENENTUAN NILAI KALOR JENIS TANAMAN HERBAL JAHE DAN TEMULAWAK SEBAGAI OBAT PENURUN DEMAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE COBRA3 Sri Zelviani; Putri Mayangsari; Nurul Fuadi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v8i2.19294

Abstract

Tanaman herbal seperti tanaman rimpang; jahe dan temulawak sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai obat dalam menurunkan demam. Demam merupakan kondisi suhu tubuh lebih besar dari suhu 37,5oC. Demam adalah bagian dari proses kekebalan tubuh melawan infeksi akibat parasit, virus, dan bakteri. Penelitian penentuan nilai kalor jenis tanaman herbal jahe dan temulawak ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen temperatur Cobra3 HYPWE. Hasil penelitian pada tanaman herbal jahe diperoleh nilai kalor jenis rata-rata sebesar 51,46 J/groC dan nilai kapasitas kalornya adalah 1.092,2 J/oC; serta temulawak dengan nilai kalor jenis rata-rata 46,17 J/groC dan nilai kapasitas kalornya adalah 923,4 J/oC. Semakin besar nilai kalor jenis yang diperoleh, maka semakin besar pula nilai kapasitas kalor yang terdapat dalam bahan tersebut dan semakin baik pula dalam menurunkan suhu.
SUMBER ALTERNATIF BAHAN BAKU OBAT DIABETES MELLITUS DARI FUNGI ENDOFIT TANAMAN MAHONI (Swietenia mahagoni Jacq) DAN UJI AKTIVITAS INHIBITOR α-GLUKOSIDASE Muthmainnah B
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2252

Abstract

Eksploitasi terhadap tanaman telah dilakukan sejak ribuan tahun dalam rangka pencarian bahan baku obat. Pencegahan eksploitasi berlebihan dapat dilakukan dengan cara pengembangan sistem fungi endofit. Mikroorganisme dalam hal ini endofit perlu digali dan dikembangkan, mengingat kebutuhan bahan baku obat yang semakin meningkat baik jumlah maupun macamnya. Fungi endofit yang hidup dalam tanaman dapat menghasilkan senyawa metabolit sekunder sama dengan yang dihasilkan inangnya akibat adanya pertukaran genetis dan hubungan evolusi yang panjang. Hasil penelusuran dari beberapa tanaman yang berkhasiat sebagai obat antidiabetes salah satunya adalah mahoni. Salah satu cara kerja obat antidiabetes adalah menghambat pencernaan karbohidrat kompleks (amilum) menjadi glukosa  sehingga asupan glukosa dari usus ke dalam darah dapat dikurangi. Senyawa aktif yang memiliki aktivitas seperti ini misalnya inhibitor alpha glukosidase. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh isolat fungi endofit dari tanaman mahoni (Swietenia mahagoni Jacq) yang mampu menghasilkan senyawa metabolit yang memiliki aktivitas inhibitor α-glukosidase. Isolat fungi endofit diperoleh melalui tahapan isolasi fungi endofit, pemurnian, produksi metabolit sekunder, ekstraksi metabolit sekunder sedangkan pada pengujian inhibisi α-glukosidase dengan membandingkan dengan obat paten dengan metode spektrofotometri. 
THE ROLE OF p53 AND CASPASE IN REGULATION APOPTOSIS ACTIVITY Afrisusnawati Rauf
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v1i1.2090

Abstract

Apoptosis, or programmed cell death, is a common property of all multicellular organism. Apoptosis occurs normally during development and aging and as a homeostatic mechanism to maintain cell populations in tissue. Apoptosis also accurs as a defense mechanism such as in immune reactions or when cells are damaged by disease or noxious agents. Dysregulation of apoptosis leads to a variety of human pathologies including cancer, autoimmune disease, and neurodegenerative disorders.

Page 5 of 22 | Total Record : 220