cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 225 Documents
GAMBARAN EFEK SAMPING PENGGUNAAAN OBAT AMLODIPINE PADA PASIEN HIPERTENSI DI APOTEK X MAKASSAR Parubak, Gita Arnindya; Adinantha, Fauzan; Wahyuddin, Munifah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i2.60686

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang menetap dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 17,2% (Riskesdas, 2018), dengan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat angka sebesar 14,99%. Penatalaksanaan hipertensi meliputi penerapan gaya hidup sehat serta penggunaan obat antihipertensi. Meskipun terapi farmakologis terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, penggunaan obat antihipertensi berpotensi menimbulkan efek samping yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi efek samping obat antihipertensi yang digunakan dalam pengobatan hipertensi, khususnya berdasarkan frekuensi penggunaannya. Metode:Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional), yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi efek samping obat antihipertensi berdasarkan frekuensi penggunaannya di Apotek X Makassar. Selain itu, dilakukan pula telaah naratif terhadap jurnal penelitian atau artikel ilmiah yang bersumber dari Google Scholar®. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa amlodipin merupakan salah satu obat antihipertensi yang paling banyak digunakan. Dari 30 pasien yang diwawancarai, sebanyak 18 pasien pengguna amlodipin jangka panjang tidak mengalami efek samping. Namun demikian, 6 pasien melaporkan terjadinya edema, 3 pasien mengalami sakit kepala, 2 pasien mengalami mual, dan 1 pasien mengalami palpitasi setelah penggunaan amlodipin dalam jangka panjang. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyebutkan bahwa edema, palpitasi, pusing, dan flushing merupakan efek samping potensial dari penggunaan amlodipin. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan gambaran mengenai frekuensi terjadinya efek samping amlodipin pada populasi pasien di Apotek X. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi penting bagi tenaga kesehatan dan pasien dalam upaya pengelolaan terapi hipertensi secara lebih optimal. Kata Kunci: Amlodipin, Efek Samping Obat, Hipertensi
FILSAFAT ILMU DALAM ILMU KEFARMASIAN: FONDASI EPISTEMIK, METODOLOGIS, DAN IMPLIKASI PENGEMBANGAN SAINS-PROFESI FARMASI Doloking, Haeria
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan ilmu kefarmasian menunjukkan transformasi yang semakin kompleks, menghubungkan kimia, biologi, teknologi, dan praktik klinis dalam satu disiplin interdisipliner Tujuan: Artikel tinjauan ini mengkaji landasan filosofis ilmu kefarmasian dengan mengintegrasikan perspektif ontologis, epistemologis, dan aksiologis guna memperkuat identitas farmasi sebagai disiplin ilmu interdisipliner. Secara ontologis, ilmu kefarmasian mencakup realitas berlapis yang meliputi obat sebagai entitas fisikokimia, tubuh manusia sebagai sistem biologis adaptif yang kompleks, serta interaksi obat–organisme dalam konteks terapeutik. Dimensi epistemologis menyoroti pluralisme metode—eksperimental, klinis, observasional, dan komputasional—serta membahas tantangan kontemporer seperti kesenjangan translasi (translational gap), keterbatasan bukti ilmiah, dan opasitas epistemik dalam penemuan obat berbasis kecerdasan buatan. Dimensi aksiologis menekankan tanggung jawab etis dalam penelitian dan praktik kefarmasian, termasuk keselamatan pasien, integritas profesional, jaminan kehalalan, serta keberlanjutan melalui penerapan prinsip green pharmacy. Metode: Pencarian literatur terstruktur pada rentang tahun 2000–2025 memperoleh 25 sumber utama dari basis data internasional yang kemudian disintesis menggunakan pendekatan naratif-kritis. Tinjauan ini mengusulkan suatu kerangka konseptual integratif untuk memandu penelitian, pendidikan, dan pengembangan profesional di bidang farmasi. Hasil: Artikel ini berargumen bahwa landasan filosofis merupakan elemen esensial dalam menavigasi kompleksitas ilmiah, mendukung inovasi yang bertanggung jawab, serta memposisikan farmasi dalam kerangka sosial dan etika, khususnya dalam konteks Indonesia. Kesimpulan: Sintesis ketiga dimensi tersebut menunjukkan bahwa identitas ilmu kefarmasian modern dibentuk oleh kombinasi antara pemahaman filosofis yang mendalam, metodologi ilmiah yang adaptif, dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan Kata kunci: Ilmu kefarmasian, ontologi, epistemologi, aksiologi, interdisipliner
The Determination of Tartrazine and Sodium Benzoate Levels in Several Jelly Brands in Jeneponto Regency Using UV-Vis Spectrophotometry Dhuha, Nur Syamsi; Doloking, Haeria; Khaerani; Leboe, Dwi Wayuni; Ismail, isriany
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Jajanan jelly merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak dan umumnya mengandung bahan tambahan pangan berupa pewarna sintetis dan pengawet. Tartrazin sebagai pewarna kuning sintetis serta natrium benzoat sebagai pengawet sering digunakan untuk meningkatkan daya tarik dan memperpanjang masa simpan produk. Namun, penggunaan yang melebihi batas maksimum dapat menimbulkan risiko kesehatan. Tujuan: Menentukan kadar tartrazin dan natrium benzoat pada beberapa merek jajanan jelly yang dijual di Pasar Tradisional Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: (1) Produk jelly memiliki komposisi tartrazin dan natrium benzoat, (2) beredar aktif di Pasar Bontoramba, dan (3) berasal dari produsen berbeda. Tartrazin dan natrium benzoat diekstraksi menggunakan teknik ekstraksi cair-cair, kemudian diukur secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Konsentrasi masing-masing analit dihitung berdasarkan kurva kalibrasi. Hasil: Kadar tartrazin diperoleh mulai dari di bawah batas deteksi hingga 1,08 mg/L, sedangkan kadar natrium benzoat berada pada kisaran 0,89–2,39 mg/L. Seluruh sampel menunjukkan kadar yang masih berada dalam batas aman menurut regulasi BPOM (300 mg/kg untuk tartrazin dan 600 mg/kg untuk natrium benzoat). Kesimpulan: Kadar tartrazin dan natrium benzoat pada seluruh sampel jajanan jelly yang dianalisis masih berada jauh di bawah batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan, sehingga dinyatakan aman dikonsumsi berdasarkan dua parameter tersebut. Pemantauan rutin tetap diperlukan untuk memastikan kepatuhan produsen terhadap standar keamanan pangan.  Kata Kunci: Tartrazin, Natrium Benzoat, Jelly, Spektrofotometri UV-Vis, Bahan Tambahan Pangan, Keamanan Pangan.
The Formulation and stability evaluation of deodorant spray containing ethanol extract of basil leaves (Ocimum basilicum) with variations of potassium aluminum sulfate Yus'irannah, Amilah; Dwi Wahyuni Leboe; Surya Ningsi; Mukhriani
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Daun kemangi (Ocimum basilicum) mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap mikroorganisme penyebab bau badan. Sistem penghantaran deodorant dalam bentuk semprot tidak melibatkan kontak langsung antara sediaan deodorant dengan tangan atau bagian tubuh lainnya, sehingga menjaga kebersihan serta memberikan kemudahan penggunaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan deodorant spray berbahan alami, yaitu ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum), dengan variasi konsentrasi aluminium kalium sulfat (tawas): F1 (5%), F2 (20%), dan F3 (25%). Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan perancangan formula dan pengujian stabilitas fisik deodorant spray yang mengandung ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum) dengan variasi konsentrasi aluminium kalium sulfat. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pengukuran pH, pola semprotan, waktu pengeringan, kompatibilitas terhadap kain, serta uji iritasi kulit. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula stabil dari segi warna, aroma, dan penampilan, serta memiliki homogenitas yang baik. Nilai pH berkisar antara 4,3–4,6, yang berada dalam rentang aman untuk kulit ketiak. Formula F1 memiliki waktu pengeringan paling cepat, sedangkan F2 (20%) dan F3 (25%) tidak menimbulkan noda pada kain. Berdasarkan uji iritasi, F2 (20%) menunjukkan kemungkinan kecil terjadinya iritasi ringan pada sebagian kecil responden. Oleh karena itu, F3 (25%) dinilai sebagai formulasi yang paling stabil dan paling aman karena tidak menimbulkan iritasi serta tidak menyebabkan noda pada kain. Kesimpulan: Temuan ini mendukung potensi pemanfaatan daun kemangi dan tawas sebagai bahan dalam formulasi deodorant alami yang efektif dan aman bagi kulit. Kata kunci: Aluminium kalium sulfat, deodorant spray, Ocimum basilicum, stabilitas fisik.
AKTIVITAS ANTIRADIKAL BEBAS FRAKSI LARUT ETIL ASETAT DARI EKSTRAK ETANOL BIJI KEDELAI (Glycine max) Hamzah, Nursalam; Rusli; Fatimah Az-zahrah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i2.65625

Abstract

Pendahuluan: Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat memicu stres oksidatif dan berkontribusi terhadap perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas, sehingga pencarian sumber antioksidan alami terus dikembangkan. Biji kedelai (Glycine max) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, dan isoflavon yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiradikal bebas fraksi larut etil asetat dari ekstrak etanol biji kedelai menggunakan metode DPPH. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi padat–cair menggunakan etil asetat untuk memperoleh fraksi semi-polar. Uji aktivitas antiradikal bebas dilakukan terhadap fraksi etil asetat pada konsentrasi 50, 100, 200, dan 400 mg/L. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm, dan nilai IC₅₀ ditentukan berdasarkan hubungan antara konsentrasi dan persentase peredaman DPPH. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi larut etil asetat ekstrak etanol biji kedelai memiliki aktivitas antiradikal bebas yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, dengan nilai IC₅₀ sebesar 286 ± 6 mg/L, yang tergolong sebagai antioksidan lemah. Meskipun aktivitasnya relatif rendah, fraksi etil asetat biji kedelai tetap berpotensi sebagai sumber antioksidan alami dan memerlukan kajian lanjutan untuk pengembangan lebih lanjut. Kesimpulan: Fraksi larut etil asetat ekstrak etanol biji kedelai (Glycine max) memiliki aktivitas antiradikal bebas lemah dengan nilai IC₅₀ sebesar 286 ± 6 mg/L.   Kata Kunci: Antioksidan alami, 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl, IC50