cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 220 Documents
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L) TERHADAP Streptococcus pneumoniae Dan Shigella dysenteriae Munifah Wahyuddin; Sesilia R. Pakadang; Aprilyani Aprilyani
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 3 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i3.4357

Abstract

Dewandaru merupakan salah satu tanaman yang dijadikan obat tradisional oleh masyarakat secara empiris dapat bermanfaat sebagai obat batuk,disentri dan memiliki aktivitas antibakteri. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tentang Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L) terhadap Streptococcus pneumoniae dan Shigella dysenteriae . Pengujian dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan media Muller Hilton Agar. Amoxicillin sebagai kontrol positif dan Na.CMC 1% sebagai kontrol negatif. Hasil pengujian diameter zona hambat pada  pemberian bahan uji ekstrak dengan konsentrasi 2%, 4% dan 8% terhadap Streptococcus pneumoniae berturut-turut adalah 18,90 mm, 20,84 mm dan 24,30 mm. Hasil pengujian diameter zona hambat pada pemberian bahan uji ekstrak dengan konsentrasi 2%, 4% dan 8% terhadap Shigella dysenteriae berturut-turut adalah 14,61 mm, 15,95 mm dan 26,9 mm. Adapun konsentrasi yang efektif menghambat bakteri Streptococcus pneumoniae yaitu 4% dan konsentrasi yang efektif menghambat bakteri  Shigella dysenteriae yaitu 2%
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIBAKTERI EKSTRAK N- HEKSAN DAUN JATI (Tectona grandis L.F) Andi Armisman Edy Paturusi; Nurafianty Nurafianty; Rusli Rusli; Abdul Rahim
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v2i1.2151

Abstract

Research about Isolation and identification of jati leave extract have been done. The purpose of this research is to isolate and identify the antibacterial compound of jati leave. The sample was used in this research obtained from Pharmacognocy-Phytochemistry Laboratory Islamic  State  University of  Alauddin  Makassar  collection.  These  sample  have  antibacterial activity to Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhosa and Staphylococcus epidermidis when conducted by Bioautography Thin Layer Chromatography (TLC). Second fraction was isolated by Preparative Thin Layer Chromatography (PTLC) and result 2 bands. The second isolat tested by Bioautography Thin Layer Chromatography (TLC) and showing antibacterial activity to Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa and Salmonella typhosa and it was single isolat when treat by multi-eluen TLC and two dimension. The next step identify the second isolat by spot reagen and showing positif reaction steroid compound. Ultraviolet spectroscopy interpretation have maximum wavelength 242 nm and infrared spectroscopy showing -OH, -CH alifatic, -CO, -CH3, alkanes, alkenes and -C=C.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN HAND AND BODY LOTION EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) DENGAN METODE DPPH St Rahmatullah; Yulian Wahyu Permadi; Dwi Setyo Utami
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Volume 7 Nomor 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v7i1.9233

Abstract

Kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) sering dibuang sebagai limbah oleh masyarakat. Padahal di dalam kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr mengandung flavonoid, karotenoid dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan. Untuk itu peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan mengembangkan formulasi hand and body lotion ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) sebagai antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Uji aktivitas antioksidan formula diukur dengan menggunakan spektorofotometri UV-Vis. Kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) diesktrak dengan menggunakan metode maserasi. Uji pada hand and body lotion meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan pada formula I diperoleh nilai IC 50 sebesar 140,89 µg/mL, pada formula II diperoleh nilai IC 50 sebesar 135,06 µg/mL, dan pada formula III diperoleh nilai IC 50 sebesar 105,98 µg/mL. Dari hasil yang diperoleh formula hand and body lotion yang memiliki aktivitas antioksidan terbesar yaitu formula III dengan nilai 105,98 µg/mL.
STANDARDISASI MUTU EKSTRAK DAUN GEDI ( Abelmoschus manihot(L.) MEDIK) DAN UJI EFEK ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH A. Tenriugi Daeng Pine; Gemini Alam; Faisal Attamimi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 3 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v3i3.2214

Abstract

Telah dilakukan penelitian Standardisasi Mutu Ekstrak Daun Gedi (Abelmoschus manihot (L.)Medik) dan Uji Efek Antioksidan Dengan Metode DPPH.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan standardisasi mutu ekstrak daun gedi (Abelmoschus manihot (L.)Medik) dan untuk mengetahui efek antioksidan dari ekstrak daun gedi.Sampel yang diperoleh dari daerah Makassar, Palu, dan Gorontalo diinfundasi dan dimaserasi dengan etanol 70% dan 96%, kemudian diuji mutunya secara spesifik dan nonspesifik. Sebagai antioksidan, diuji pula efektivitasnya dengan menggunakan metode DPPH.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun gedi (Abelmoschus manihot (L.) Medik) terstandardisasi adalah ekstrak etanol 96% dengan nilai parameter spesifik dan nonspesifik sebagai berikut: ekstrak berbentuk kental, berwarna kecoklatan, berbau khas, dan terasa sepat; kadar senyawa yang terlarut dalam air yakni 7,38±0,22 – 8,91±0,21 %b/b; kadar senyawa yang terlarut dalam etanol yakni 21,12±0,16 – 29,44±0,2 %b/b; kadar air maksimum yakni 8,25±2,51%b/b; kadar abu total maksimum yakni 22,00±1,46%b/b; kadar abu tidak larut asam maksimum yakni 0,50±0,12%b/b; total cemaran bakteri maksimum yakni 6,7.105 koloni/g; total cemaran kapang maksimum yakni 6,7.102 koloni/g; cemaran logam timbal (Pb) maksimum yakni 0,008 ± 0,003 mg/g; dan kadar flavonoid total minimum yakni 23,63±0,06 mg/g ekstrak. Ekstrak daun gedi (Abelmoschus manihot (L.)Medik) memiliki efektivitas antioksidan yakni 1,496 – 0,575 mg/ml dan ekstrak yang berasal dari Palu memiliki efektivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 0,575 mg/ml atau 575 ppm.
STUDI KEMAMPUAN PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET PARACETAMOL KEMPA LANGSUNG Surya Ningsi; Dwi Wahyuni Leboe; Karlina Amir Tahir; Qurratul Aeni
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2258

Abstract

Researched about the study of the ability of pregelatinized avocado seeds (Persea americana Mill) starch as disintegrant by direct compression of paracetamol tablets formulation. This Research suppose to know about the ability of pregelatinized avocado seeds starch as disintegrant  and optimum concentration of pregelatinized avocado seeds starch as disintegrant on direct compression fulfill the qualification good tablets.Pregelatinized starch produced by heating in its gelatinated temperature, next dried and standardized its measure. Then, evaluated according to granul evaluation. Mixing the mass of tablets, Three formulas were made by disintegrants concentration different (pregelatinized avocado seeds starch) FI 5%, FII 10% dan FIII 15%. Next, evaluated. Tablets compressed by direct compression method and evaluated.The evaluation results pregelatinized avocado seeds starch regularly have particle size 231,3µm, angel of repose 22,76o, fluidity 7,40/det, density true 1,21g/ml, density bulk 0,68 g/ml, density tapped 0,72 g/ml, porosity 40,84 %, compressibility index 3,77%, hausner’s ratio 1,03 and LOD 0,39%. The result show that pregelatinized avocado seeds starch have a good compressibility and fluidity. Result test for tablets show all formulas fulfill the qualification the tablets size uniformity, FII dan FIII fulfill the qualification at the weights uniformity, its hardness regulary 4,51 kg; 6,39 kg; 4,23 kg,  friability 1,4%; 0,07%, and 1,50% and disintegration time 0,27 minute; 0,44 minute and 0,04 minute. From this result can be concluded that the pregelatinized avocado seeds starch can be used as a disintegrant on direct compression and the optimum concentration on direct compression pregelatinized avocado seeds of the produce tablets fulfill the qualification a good tablets is FII (10%).
UJI EFEK IMUNOMODULATOR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KASUMBA TURATE (Carthamus tinctorius L.) DAN EKSTRAK ETANOL JINTAN HITAM (Nigella sativa) Asrul Ismail; Gemy Nastity Handayany; Besse Surwanti
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 4 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i4.3406

Abstract

Kecenderungan masyarakat untuk kembali ke alam (Back to Nature) dengan memanfaatkan berbagai tanaman untuk dijadikan obat diantaranya kasumba turate (Carthamus Tinctorius L.) dan Jintan Hitam (Nigella Sativa) yang diduga dapat berkhasiat sebagai imunomodulator dalam meningkatkan aktivitas dan kapasitas makrofag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pada pemberian kombinasi ekstrak etanol Kasumba turate (Carthamus Tinctorius L.) dan biji jintan hitam (Nigella sativa L.) memiliki efek imunomodulator pada mencit (Mus musculus) jantan terhadap aktivitas dan kapasitas fagisitosis makrofag. Kombinasi Ekstrak etanol Kasumba turate (Carthamus Tinctorius L.) dan biji jintan hitam, dibuat dengan konsentasi masing-masing 1,98 mg dan 2,08 mg ; 1,65 mg dan 2,6 mg; 1,32 mg dan 3,12 mg serta digunakan kontrol positif dan negatif sebagai pembanding. Selanjutnya masing-masing konsentrasi diinduksikan ke mencit selama tujuh hari dan pada hari ke delapan diinduksikan bakeri S.aures pada peritoneum mencit, lalu dibedah dan diambil cairan peritoneum dan diamati di bawah mikroskop menggunakan hemositometer. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kasumba turate (Carthamus Tinctorius L.) dan ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa L.) dapat berefek sebagai imunomodulator dengan nilai persen aktivitas kombinasi I yaitu 97,04%, kombinasi II yaitu 98,41%, dan kombinasi III yaitu 97,51 %. Pada uji LSD aktivitas fagositosis sel makrofag kombinasi ekstrak I,II,dan III dibandingkan dengan kontrol positif memperlihatkan tidak berbeda nyata (non signifikan) dengan nilai non signifikan berturut-turut 1,7(< LSD 0,5 dan 0,01), 2,17 (< LSD 0,5 dan 0,01), dan 3,07 (< LSD 0,5 dan 0,01). 
UJI EFEK HIPOGLIKEMIK PEMBERIAN GABUNGAN INFUSA DAUN MAJA (Aegle marmelos CORREA) DAN DAUN MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA SCHEFF)PADA MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS) Nurshalati Tahar
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v1i1.2099

Abstract

The research on hypoglicemic effect test of combination administrasion infusion of the Maja leaves (Aegle marmelos Correa) and the Crown of God leaves (Phaleria macrocarpa Scheff) on the blood glucose level of mice (Mus musculus) has been done. The aim the research to know on hypoglicemic effect that has been given of combination infusion from the both plants, basicly of scientific data. In experiment 15 mice where divided in to 5 groups, each group consisted of 3 mice. The 1st group was given 1% w/v of Natrium CMC as a negative control, the 2nd group was given the crown of God leaves infusion 20% w/v, the 3rd group was given the maja leaves infusion 15% w/v, the 4th group given the combination administrasion infusion of the crown of God leaves and maja leaves and the 5th group was given the glibenclamide suspension 0,002% w/v as a positive control. The initial blood glucose level was measured 1 hour after the treatment was given every hour in 5 hours after the infuse administrasion. The result of the research showed that given of combination infusion of the Maja leaves (Aegle marmelos Correa) and the Crown of God leaves (Phaleria macrocarpa Scheff) was not significantly from the 0,002% w/v glibenclamide suspension as a positive control but it has hypoglycemic effect at the 5th hours.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KELOR (Moringa oleifera L) DENGAN METODE DPPH, CUPRAC DAN FRAP Haeria Haeria; Nurshalati Tahar; Munadiah Munadiah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i2.6753

Abstract

Tumbuhan kelor (Moringa oleifera L.) sering disebut “miracle tree” dikarenakan semua bagian tumbuhan kelor sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. mulai dari daun, kulit batang, biji hingga akarnya, tumbuhan ini sudah dikenal luas sebagai tumbuhan obat. Kulit batang kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa steroid, flavonoid, alkaloid, fenolat,  dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid dan kapasitas antioksidan dari kulit batang kelor (Moringa oleifera). Pengukuran kapasitas antioksidan dilakukan menggunakan 3 metode yaitu CUPRAC (cupric ion reducing antioxidant capacity), DPPH (1,1difenil-1-pikrilhidrazil), dan FRAP (ferric reducing antioxidant power). Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak etanol kulit batang kelor (Moringa oleifera) mengandung kadar flavonoid sebesar 20,17 mg QE/g Ekstrak dan untuk kapasitas antioksidan dengan metode DPPH yaitu 20,97 mg Tr/g Ekstrak, metode CUPRAC didapatkan hasil 4,82 mg Tr/g Ekstrak dan metode FRAP yaitu 2,49 mg Tr/g Ekstrak.
PENGARUH JENIS PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIKA SEDIAAN SERBUK MASKER WAJAH KULIT BUAH SEMANGKA (CITRULLUS VULGARIS SCHRAD) Isriany Ismail; Surya Ningsi; Nurshalati Tahar; Aswandi Aswandi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v2i2.2210

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Jenis Pengikat Terhadap Sifat Fisika Sediaan Serbuk Masker Wajah Kulit Buah Semangka (Citrullus vulgaris Schrad ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agen pengikat terhadap sifat fisika sediaan serbuk masker wajah Kulit Buah Semangka (Citrullus vulgaris Schrad) dan jenis agen pengikat terbaik yang dapat dijadikan formula sediaan serbuk masker wajah. Evaluasi kestabilan fisika dilakukan dengan pengamatan organoleptis, pengamatan ukuran partikel granul sediaan, laju alir dan sudut istirahat, kelembaban, uji daya serap air, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji homogenitas sediaan. Formulasi sediaan masker wajah Kulit Buah Semangka (Citrullus vulgaris Schrad ) menggunakan tiga jenis agen pengikat yang berbeda yaitu Karbopol 940, Na.CMC, dan HPMC K4M dengan bahan aktif serbuk Kulit Buah Semangka dan menggunakan bahan tambahan pati beras ketan putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis sediaan berwarna hijau kecokelatan dan memiliki bau khas lemak. Ukuran partikel granul pengikat Na.CMC yaitu 1 mm, Karbopol 940 yaitu 1 mm, HPMC K4M yaitu 1 mm. Laju alir pengikat Na.CMC yaitu 1,9 g/s, Karbopol 940 yaitu 2 g/s, HPMC K4M yaitu 1,9 g/s. Sudut istirahat pengikat Na.CMC yaitu 23,2o, Karbopol 940 yaitu 23o, HPMC K4M yaitu 23,7o. Kelembaban pengikat Na.CMC yaitu 1%, Karbopol 940 yaitu 2%, HMPC yaitu 1%. Daya serap air pengikat Na.CMC yaitu 5,57 ml, Karbopol 940 yaitu 6,9 ml, HPMC K4M yaitu 6 ml. pH ketiga jenis pengikat yaitu Na.CMC 5, Karbopol 940 6, dan HPMC K4M 6. Daya sebar pengikat Na.CMC yaitu 5,57 mm/g, Karbopol 940 3,23 mm/g, HMPC yaitu 2,28 mm/g. Daya lekat pengikat Na.CMC yaitu 27 menit, Karbopol 940 yaitu 29 menit, HPMC K4M yaitu 23 menit. Homogenitas ketiga jenis pengikat yaitu homogen. Secara keseluruhan hasil pengamatan menunjukkan ketiga jenis pengikat tidak mempengaruhi sifat fisika sediaan serta ketiga jenispengikat baik untuk digunakan sebagai pengikat sediaan.
PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS LAU KABUPATEN MAROS Fatma Fatma; Rusli Rusli; Dwi Fitrah Wahyuni
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v8i2.16017

Abstract

ABSTRAKPerencanaan obat dalam kegiatan pengadaan obat yang lemah mempengaruhi ketersediaan obat di puskesmas lau di kabupaten maros.Tujuan penulisan ini yaitu mendeskripsikan mekanisme pelaksanaan perencanaan dan pengadaan obat yang dilakukan puskesmas.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bersifat observasional.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pelaksanaan pengadaan obat di puskesmas di kabupaten maros terdapat dua macam sumber pembiayan obat yaitu, melalui anggaran pendapatan belanja daerah dan Jaminan kesehatan nasional. Perencanaan obat yang bersumber dari dana anggaran pendapatan belanja daerah dilakukan melalui penyusunan laporan kebutuhan obat yang dibuat setiap tahun. Perencanaan dilakukan diakhir tahun untuk memenuhi kebutuhan obat puskesmas selama satu tahun kedepan. Sementara itu proses pengadaan obat dilakukan dengan menyusun laporan pemakaian dan lembar permintaan obat yang diajukan kepada gudang farmasi. Perencanaan obat yang berasal dari pembiayaan jaminan kesehatan nasional dilakukan menggunakan dokumen rencana kerja anggaran yang dibuat diawal tahun berdasarkan jumlah kebutuhan.Mekanisme pengadaan obat dilakukan melalui pemesanan dalam e-catalog sesuai dengan kebutuhan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas di Kabupaten Maros sudah sesuai dengan Permenkes Nomor 74 Tahun 2016.Kata kunci :perencanaan obat, pengadaan obat, puskesmas, peraturan 

Page 7 of 22 | Total Record : 220