cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
KONSERVASI BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KERATON KASUNANAN SURAKARTA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi merupakan istilah yang menjadi payung dari semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan internasional yang telah dirumuskan dalam Piagam Burra tahun 1981 ‘ The Burra  Charter of the concervation of cultural Sicnificate ‘. istilah-istilah dasar yang disepakati dalam piagam Burra antara lain : Konservasi,  Preservasi, Restorasi, Rehabilitasi, Adaptasi/Revilatasi, Domisili. Sedangkan kriteria dan motivasi konservasi menurut Catanese, AJ dan Snyder, JC(1979) adalah estetika, Kejamakan, Kelangkaan, peranan sejarah serta memperkuat kawasan didekatnya. Lingkup konservasi dalam suatu lingkungan kota, obyek dan lingkungan konservasi digolongkan dalam luasan : satuan areal, satuan pandangan/ visual/ landscape, satuan fisik/ berwujud bangunan, tentang bentang alam. Pendekatan Adaptiv Reus (Adaptiv Reus an Apporch), merupakan pendekatan pelestarian ditinjau dari peruangan (Caries C, Ramalaksmi, 1955). Lingkungan Keraton Surakarta terdapat elemen-elemen ruang sebagai pembentuk lingkungan keseluruhan keraton yang mempunyai nilai historis, estetika, kejamahan, kelangkaan dan memperkuat lingkungan. Dari sini akan terungkap bahwa dari elemen-elemen ruang di lingkungan Keraton Surakarta secara arsitektur mempunyai nilai sejarah, nilai viston, stop, land mark, edge, tress of town space, space lier, the traditional economic bace.
UPAYA PERLINDUNGAN TERHADAP AIR TANAH DARI KERUSAKAN SEBAGAI DAMPAK PENGEMBANGAN PEMUKIMAN (Studi Kasus di Kabupaten Sukoharjo Sriyono Sriyono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas peraturan perlindungan air tahan terhadap dampak pengembangan permukiman masalah apa yang terjadi dan pola perlindungan yang telah ada adapat dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah upaya perlindungan sember air bawah tanah terhadap dampak pengembangan permukiman di Kabupaten Sukoharjo merupakan masalah-masalah apa yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan pemukiman, upaya-upaya apakah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dalam rangka mengembangkan pola perlindungan hukum yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif abstrak indikatif. Pendekatan yang dilakukan adalah yuridis empirisatau yuridis sosiologis. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sukoharjo. Areal permukiman yang diteliti dipilih secara “purposive”. Responden penelitian dipilih secara “non probability”. Responden diambil dari pengembang, masyarakat penghuni, aparat yang terkait. Data priper diperoleh dengan mempergunakan “content identification”. Analisis data secara kualitatif yaitu dengan model analisis interaltif. Hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan temuan bahwa pada pola perlindungan sumber air bawah tanah dari kerusakan sebagai dampak dari pengembangan permukiman di Kabupaten Sukoharjo sudah dapat memberi hasil yang efektif. Dair data penelitian ini karena pengembangan permukiman dilakukan tidak pada daerah tangkapan hujan, ruang terbuka yang tersedia. Luas lahan yang dikembangkan masih memenuhi persyaratan yaitu lebih dari 40% penggunaan sumber air tanah oleh penghuni permukiman masih sangat terbatas. Masalah-maslah yang ditemukan antara lain belum lengkap peraturan perundangan yang diperlukan, belum ada kelembagaan yang secara khusus menangani perijinan dan pengawasan, fasilitas jalan permukiman berupa aspal sehingga tidak memberi efek resapan air, koefisien dasar bangunan yang melebihi standart karena belum adanya fasilitas sumur resapan masih kurangnya pemahaman tentang pengaturan arti penting sumber air bawah tanah. Pola perlindungan yang perlu dikembangkan berupa penyusunan Peraturan Daerah yang mencakup perijinan tentang pembangunan permukiman baru dan perijinan penggunaan/eksploitasi air tanah. Disamping itu, diperlukan pembentukan suatu kelembagaan yang terintregasi yang melibatkan instansi teknis terkait lainnya di bidang perijinan dan pengawasan terhadap eksploitasi air tanah. Dari hasil pembahasan didapat saran berupa perlu dilakukan penelitian labih lanjut pada berbagai daerah lain untuk digunakan sebagai perbandingan dalam rangka merumuskan pola perlindungan hukum yang lebih tepat terhadap air tanah dari kerusakan akibat pengembangan permukiman.
APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA DALAM ANALISIS KASUS ALIRAN PANAS TRANSIER LINEAR PADA STRUKTUR RANGKA BATANG BIDANG Sri Haryono; Slamet Widodo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembebanan mekanik yang disertai peristiwa perpindahan panas merupakan masalah yang sering dijumpai di bidang teknik sipil sehingga diperlukan cara analisis yang dapat menyelesaikannya, salah satu cara numeris yang dapat digunakan adalah metode elemen hingga. Formulasi elemen hingga yang diperlukan meliputi matriks konduktansi, matrik kapasitan, matrik kekakuan struktur, serta vektor gaya, sedangkan sistem persamaannya dibentuk dengan metoda Crank-Nicholson. Dalam makalah ini juga disajikan algoritma analisis kasus aliran panas transien linier pada struktur rangka batang dua demensi dengan metoda elemen hingga. Formulasi elemen hingga yang terbentuk menunjukkan bahwa parameter-parameter yang berpengaruh dalam peristiwa aliran panas transien linier pada struktur rangka batang bidang yang menyebabkan timbulnya tegangan termal, meliputi konduktivitas bahan , panas jenis, massa jenis, luas tampang batang, keliling penampang, panjang elemen, sumber panas, suhu lingkungan, koefisien konveksi serta lama waktu perpindahan panas.
KAJIAN DIAGNOSIS DETERIORATION PADA STRUKTUR BETON Sri Haryono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas bahan beton, jenis , dan metode konstruksi terus berkembang variatif. Secara bersamaan, pemahaman tentang perilaku kimiawi dan kinerja beton mengalami peningkatan yang cukup baik. Suatu kenyataan bahwa disamping kelebihan yang dimilki oleh struktur beton, perlu difahami adanya suatu  fakta yang tidak dapat dihindari bahwa semua struktur beton akan mengalami kemunduran kualitas (kerusakan) dengan berjalannya waktu. Selama waktu layannya struktur bangunan beton dapat mengalami kemunduran mutu, kemunduran beton akan dipengaruhi oleh banyak faktor. baik oleh sebab-sebab dalam diri bangunan itu sendiri maupun akibat perubahan lingkungan di sekitarnya. Kemunduran kualitas akan mengubah kinerja dan penampilan struktur, yang dapat mempengaruhi perilaku di bawah kondisi beban kerja normal yang berpengaruh terhadap keselamatan struktural. Penyebab kemunduran harus diidentifikasi secara teliti sehingga strategi perbaikan yang tepat dapat ditentukan. Perbaikan dengan cara hanya melapisi permukaan beton yang mengalami kerusakan sudah tidak dapat direkomendir dan tidak dapat diterima lagi. Keputusan yang akurat sekarang hanya dapat dibuat, didasarkan pada penelitian yang tepat dan dengan melakukan diagnosis deterioration beton.
PELESTARIAN RUANG PUBLIK LINGKUNGAN LAWEYAN SURAKARTA Danarti Karsono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Laweyan Surakarta dengan kehidupan masyarakatnya menjadi bagian yang melengkapi perkembangan kota, suatu lingkungan dengan pola kehidupan yang khas diharapkan mampu mempertahankan jati dirinya di tengah perkotaan yang selalu mengalami perubahan-perubahan karena tuntutan kebutuhan masyarakat. Perubahan Ruang Publik Lingkungan Laweyan Surakarta bertujuan untuk memperoleh gambaran dan makna yang signifikan tentang bentuk ruang publik, agar dalam kegiatan pelestariannya tidak menjadikan asing bagi penghuninya. Dari latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, yakni mengungkapkan tentang makna pengaruh-pengaruh sosial budaya masyarakat terhadap morfologi lingkungan untuk melestarikan suatau lingkungan dengan segala perubahan kehidupan masyarakatnya, maka digunakan metoda deskriptif kualitatip. Konservasi adalah salah satu bentuk pelestarian yang mempunyai pengertian melestarikan apa yang ada sekarang dan mengarahkan perkembangannya ke masa depan. Pelestarian tersebut digunakan untuk menjaga agar tempat-tempat yang menarik dan dapat dipakai tidak dihancurkan atau diubah dengan cara yang kurang sesuai. Dari pembahasan terungkap bahwa faktor-faktor sosial budaya di Laweyan Surakarta yaitu tingginya tingkat privacy yakni kehidupan individu yang tidak ingin diganggu oleh orang yang tidak dikenal menyebabkan morfologi lingkungan menjadi rutin, sehingga timbul konservasi/pelestarian dari masyarakatnya sendiri. Hasil dari interaksi faktor-faktor sosial masyarakat Laweyan tersebut menyebabkan dinding dipersepsikan sebagai pelindung privacy, dan sebagai ciri khas lingkungannya. Rutinnya fungsi ruang publik pada lingkungan permukiman yang ada di Laweyan karena interaksi sosial budaya masyarakat banyak dilakukan di dalam tembok bangunan, sehingga ruang publik menjadi tempat untuk penuntun manusia dari satu tempat ke tempat lain. Dalam mengantisipasi perkembangan kota maka penambahan bangunan pada kawasan guna mendukung kehidupan lingkungannya diharapkan tidak menggusur tempat tinggal dan ruang publik yang ada, dengan harapan dapat mempertahankan identitas Laweyan sebagai lingkungan yang dikonservasi.
KASUS PENYIMPANGAN KODE ETIK DALAM PROFESI ARSITEK Djoko Pratikto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kode Etik dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek bagi anggota IAI disusun dengan tujuan untuk mengatur para arsitek anggota  IAI dalam melaksanakan tugas profesionalnya sesuai dengan prilaku dan moral sebagai arsitek yang beretika. Artinya bahwa seorang arsitek profesional dalam menjalankan tugas profesionalnya dilandasi dengan panggilan hati nurani, didasarkan pada moral agama yang dianutnya untuk melaksanakan bidang ilmu yang dikuasainya dengan taat azas kepada para pengguna jasa dengan penuh tanggung jawab. Menyimpang dari aturan yang tercantum dalam Kode Etik dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek para anggota IAI akan mendapatkan sangsi organisasi. Namun pelanggaran tersebut apabila masuk ke ranah hukum akan diselesaikan secara hukum pula di Pengadilan. Aturan yang ada di Kode Etik tersebut sudah jelas, namun dalam prakteknya banyak para arsitek yang melanggar etika ini. Secara moral para arsitek yang baik berkewajiban untuk mengingatkan dan memberi pengertian pada rekan sejawatnya yang mungkin kurang memahami tentang etika yang tercantum dalam Kode Etik dan Kaidah Tata laku Profesu Arsitek bagi anggota IAI. Pemberian pemahaman dan pengertian tentang arsitek yang beretika dapat melalui penataran kode etik dan kaidah tata laku profesi arsitek bagi para arsitek dan calon arsitek profesinal. Tujuan pelatihan atau penataran kode Etik dan Kaidan Tata Laku Profesi Arsitek bagi anggota IAI adalah untuk memberikan bekal bagi calon arsitek dan arsitek professional, agar dalam menjalankan praktek profesionalnya mempunyai sikap prilaku serta moral yang baik dan bertanggng jawab terhadap profesinya
KARAKTERISTIK PERUMAHAN DI KAWASAN TEPI SUNGAI MAHAKAM KASUS KELURAHAN SELILI KECAMATAN SAMARINDA ILIR KOTA SAMARINDA Dwi Suci Sri Lestari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan tepi sungai  merupakan  kawasan tempat bertemunya daratan dan air sungai.  Kawasan dimaksud merupakan kawasan dinamis dan unik dari suatu kota, selain itu juga sangat strategis  karena mudah dicapai dari daratan maupun sungai. Kawasan ini difungsikan antara lain untuk perdagangan, rekreasi, perkantoran, pergudangan, pelabuhan, maupun perumahan. Khusus untuk kajian akan dibahas  perumahan. Sebagai studi kasus, dilakukan kajian pada kelurahan Selili kecamatan Samarinda Ilir kota Samarinda. Kota Samarinda merupakan kota yang unik, dengan bagian tengahnya mengalir Sungai Mahakam yang berfungsi untuk transportasi air berhubungan langsung dengan laut Selat Makasar. Di sepanjang tepi sungai  banyak ditempati masyarakat sebagai permukiman. Dari kajian yang dilakukan, disimpulkan tentang karakteristik perumahan di kawasan tepi sungai Mahakam kota Samarinda, yaitu :  lokasi perumahan menempati daerah tepi sungai, baik di darat maupun di atas permukaan air sungai. Masa bangunan yang berada di darat berbentuk teratur,dan  yang berada di atas permukaan air sungai juga berbentuk  teratur. Penampilan bangunan sederhana berbentuk panggung, struktur bangunan dibuat dari konstruksi rangka dari bahan kayu, untuk mencapai bangunan satu dengan lainnya dilengkapi dengan jembatan kayu.
STUDI PENENTUAN FUNGSI SABUK HIJAU KOTA DALAM MASALAH PEMBANGUNAN LINGKUNGAN PERKOTAAN DI SURAKARTA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kondisi lingkungan dapat berpengaruh buruk terhadap manusia. Hal ini tentunya bisa berdampak global pada lingkungan, khususnya bagi kesehatan masyarakat sendiri. Berbagai bentuk perusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam, seperti bencana banjir, bencana kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan, masalah sampah, dan meningkatnya kadar polusi udara merupakan masalah lingkungan yang tergolong bukan sepele. Sebab, tidak terselesaikannya atau berlarut-larutnya masalah lingkungan akan menghancurkan potensi pemenuhan generasi mendatang. Termasuk adanya kemerosotan kualitas lingkungan bisa berdampak buruk bagi kenyamanan lingkungan, khususnya bagi kehidupan manusia. Sabuk hijau  kota merupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi hutan dalam kelompok vegetasi di perkotaan untuk mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika, dan kegunaan fungsi lainnya bagi kepentingan masyarakat perkotaan. Untuk itu, hutan kota tidak hanya berarti hutan yang berada di kota, tetapi dapat pula berarti bahwa hutan kota dapat tersusun dari komponen hutan, dan kelompok vegetasi lainnya yang berada di kota, seperti taman kota, jalur hijau, serta kebun dan pekarangan.
RTBL BANDARA TEMINDUNG SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PEMANFAATAN RUANG KOTA SAMARINDA Indro Sulistyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari lingkungan yang memperoleh imbas dari perkembangan Kola Samarinda, Kawasan Bandara Temindung yang tersusun atas wilayah Kelurahan Bandara, sebagian wilayah Kelurahan Pelita, dan sebagian wilayah Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Samarinda Utara, telah mengalaml pertumbuhan fisik yang cepat namun berkembang kurang tertib, tidak selaras dan serasi dengan lingkungannya, sehingga Kawasan Bandara Temindung menjadi tidak produktif. Kondisi ini terlihat dari kualitas tata bangunan dan lingkungan yang tidak terencana dengan baik. Dengan pola yang berkembang saat ini diperlukan pengaturan lebih khusm berkaitan dengan tata bangunan dan lingkungannya, agar dengan disusunnya Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Kawasan Bandara Temindung ke depan diharapkan dapat berkembang menjadi lingkungan yang mampu memberi manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat yang bergiat di dalamnya dengan kualitas yang lebih baik dari kondisi yang ada sekarang. Pada sisi lain diharapkan juga dapat memberikan arahan terhadap pemanfaatan lahan sesuai dengan kebijakan tata bangunan dan tata lingkungan yang tertuang dalam berbaga arahan kebijakan penataan ruang yang berlaku. RTBL tersebut juga merupakan arahan untuk perwujudan arsitektur lingkungan setempat agar lebih melengkapi peraturan bangunan yang ada.
STUDY CONCERNING ELECTION OF PROCUREMENT METHOD IN PROJECT CONSTRUCTION IN INDONESIA ISNARNO ISNARNO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Procurement method is one of the steps or sub-sistems in construction project. There are some procurement methods expanding in Indonesia, for example : Conventional method, Design / Build method, Turnkey method and Management Construction method. Accuracy in choosing procurement method the will have an effect on in execution of construction project: speed of execution, cost, quality, involvement from every party. This research aims to analyse factors influencing election of procurement method in construction project in Indonesia. The gathering data has done by spreading questionnaire to Jakarta, Semarang, Solo, Purwokerto, Yogyakarta and Surabaya. From questionnaires which were returned, 30 questionnaire could be processed. Result of data analysis in this research indicate that factor influencing election of qonventional method are quality level, point of responsibility and certainty. Factor influencing election of Design I Build method are quality level, price competition and complexity. Factor influencing election of Turnkey method are certainty, risk avoidance and flexibility. Factor influencing election of Management Construction method are quality level, price competition and point of responsibility. And factor influencing election of procurement method in general are quality level, certainty and price competition

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue