cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
BALOK BETON BERTULANG KINERJA TINGGI TERBUAT DARI BATU PASIR AGREGAT REAKTIF Dian Arumningsih DIAH P.
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai perilaku lentur beton bertulang kinerja tinggi. Butiran batu pasir dikenal sebagai agregat reaktif digunakan untuk kedua jenis agregat yaitu agregat halus dan agregat kasar. Selain itu, pencampuran mineral seperti silica fume dan fly ash yang dikombinasikan dengan superplasticiser. Kedua balok dibuat dengan beton yang memiliki kekuatan tekan yang berada pada kisaran 74-88 N/mm2 dan penguatan tarik dalam kisaran 1,34%-3,14%. Saat akhir eksperimen ditemukan menjadi sekitar 14%-34% dan 3%-15% lebih tinggi dari prediksi saat akhir berdasarkan BS 8110 dan ACI 318 masing-masing. Karena kekakuan agregat lebih rendah dari batu pasir reaktif, aktual defleksi balok yang ditemukan menjadi sedikit di atas nilai-nilai yang diijinkan di bawah beban layanan. Lebar retak diamati di bawah beban pelayanan dalam batas yang dapat diterima. Ditemukan bahwa HPC dibuat dengan batu pasir hancur agregat kasar dan halus yang lebih baik dari integritas struktural. Oleh karena itu, ada potensi tinggi untuk menghasilkan HPC kekuatan tinggi menggunakan agregat batu pasir dengan silica fume dan fly ash.
MAKNA FILOSOFI DALAM KARYA DESAIN ARSITEKTUR Djoko Pratikto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak orang melihat hasil karya desaln arsitektur berupa wujud / wadah yang kasat mata, berupa sebuah bangunan yang menjulang megah di atas sebidang tanah, seolah-olah merupakan bangunan yang mati tanpa nilai atau makna yang berarti. Prinsip para pengguna bangunan dari karya desain arsitektur ini adalah bagaimana mereka dapat menggunakan dan memfungsikan bangunan ini dengan nyaman, luncar dan aman, lengkap dengan fasilitas pelayanan yang diinginkannya saat melakukan aktifitasnya di dalam hangunan tersebut. Begitu juga orang lain yang bukan pengguna bangunan ini dapat menikmati indahnya bangunan karena tampilan estetika yang unik dan menarik. Namun kalau kita mau mengkaji lebih dalam lagi bahwa sebuah karya desain arsitektur disamping tuntutan tersebut di atas tentunya diperlukan juga suatu nilai-nilai yang tidak dapat diujudkan dalam bentuk wadah (bangunan) yaitu suatu nilai filosofi yang mendasari terciptanya bangunan tersebut. Melalui kajian ini, dengan acuan dasar pada sludi pustaka dan pengamatan hasil-hasil karya desain arsitektur, yang sudah ada dengan topik materi Makna Filosofi dalam Karya Desain Arsilektur, memberikan gambaran tentang pentingnya konsep filosofi dalam suatu desain arsitektur, sehingga suatu karya arsitektur bukan hanya sekedar sebuah bangunan mati yang megah menjulang di atas tanah saja. Namun sebuah karya desain arsitektur yang mempunyai nilai dan makna filosofi yang tinggiyang seolah-olah mempunyai "roh" yang hidup.
IDENTIFIKASI CIRI-CIRI PERUMAHAN DI KAWASAN PESISIR KASUS KELURAHAN SAMBULI DAN TODONGGEU KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Djumiko Djumiko
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir merupakan  daerah pantai/ tepi laut, yaitu kawasan dimana daratan dan air laut bertemu,  kawasan tersebut merupakan kawasan dinamis dan unik dari suatu kota, disamping itu juga sangat strategis  karena mudah dicapai dari daratan dan laut. Kawasan ini digunakan untuk berbagi fungsi antara lain perdagangan, rekreasi, perkantoran, pergudangan, pelabuhan, perumahan, dan lain-lain. Khusus untuk kajian akan dibahas  perumahan. Sebagai studi kasus dilakukan kajian pada kelurahan Sambuli dan Tondonggeu kecamatan Abeli kota Kendari. Kota Kendari merupakan kota yang unik, kota tersebut pada bagian tengahnya terdapat Teluk Kendari yang berhubungan langsung dengan laut Banda. Di sepanjang pantainya banyak ditempati masyarakat untuk permukiman. Dari kajian yang dilakukan disimpulkan tentang identifikasi cirri-ciri  perumahan di kawasan pesisir kota Kendari yaitu,  lokasi menempati daerah pantai/ tepi laut, baik di darat maupun di atas permukaan air laut.  Masa bangunan yang berada di darat berbentuk teratur, sedangkan yang berada di atas permukaan air laut berbentuk tidak teratur. Penampilan bangunan sederhana berbentuk panggung, struktur bangunan dibuat dari konstruksi rangka dari bahan kayu/ bambu, untuk mencapai bangunan satu dengan lainnya dilengkapi dengan jembatan kayu
HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN FUNGSI DAN FISIK ARSITEKTURAL RUANG TERBUKA BERSEJARAII KOTA DENGAN KEBIJAKAN PENGUASA PADA ERA 1901-2004 Studi Kasus: Taman Sriwedari Surakarta Dwi Suci Sri Lestari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berpendekatan naturalistik kualitatif, analisis isi dan Performance Management System. Tujuannya: interpretasi peneliti atas fenomena empirik hubungan antara perubahan  fungsi dan fisik arsitektural ruang terbuka bersejarah kota Surakarta: Taman Sriwedari dengan pengaruh kebijakan penguasa pada era 1893-2004. Tiga era tema perubahannya: 1901-1979, 1979-1984 dan 1984-2004.  Fungsi dan fisik awalnya didominasi budaya sakral (Malem Selikuran) serta profan (Maleman Sriwedari, wayang orang, ketoprak, rekreasi umum, olahraga dan pendidikan); berdomain publik. Penguasa tradisional pembangunnya (PB X, 1893-1939), berpemerintahan kuat, berpergaulan modern, memajukan budaya ke puncak. Perubahan terbesar pada era ketiga: Walikota Hartomo (1985-1994), merenovasi Sriwedari (1986), banyak mengalihkan  fungsi dan fisik budaya bernuansa alami berdomain publik ke fungsi dan fisik komersial berdomain privat. Kesimpulan, pertama: desain awal Taman Sriwedari berkarakter organic, (diduga) dipengaruhi konsep Garden City. Kedua, pendekatan tata ruang fungsional dan ekologis pemerintah, seyogyanya pendekatan perilaku dan partisipasi masyarakat
PERENCANAAN STRUKTUR BENDUNGAN DI DAERAH RAWAN GEMPA GUNARSO GUNARSO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam perencanaan segala bentuk bangunan yang kaitannya dengan pekerjaan teknik Sipil maka perlu adanya perencanaan Gempa yang mendetail, baik itu struktur bangunan Gedung ataupun bendungan,terutama struktur yang terletak  didaerah rawan gempa, Sebagai contoh untuk analisanya didasarkan apa yang ditulis oleh Dr.HB.Seed dalam journal Soil Mechanics and Foundation Division dari ASCE terbitan Mei 1966 dengan judul The Seismic Coefficient in Earth Dam Design. Pada prinsipnya koefisien gempanya dibuat tidak merata dari pondasi hingga puncak bendungan.Dari mulai kecil hingga ke puncak bendungan semakin besar. Selanjutnya Ministry of Construction Jepang juga mengeluarkan suatu prosedur untuk menganalisa stabilitas bendungan yang lebih mendetail, dengan dasar pemilihan koefisien yang berubah dari puncak bendungan hingga ke pondasinya,Bahkan type bendungan Rockfill, sudut geser dalam untuk material rockfillnya juga dihitung berubah secara non linier dari atas kebawah tergantung dari besarnya tegangan normalnya. Atas dasar prinsip diatas akan diperoleh lereng bendungan yang tidak terlalu landai, sehingga biaya pembangunannya menjadi lebih ekonomis dengan kestabilan yang cukup memadai.  
KETAHANAN ELEMEN STRUKTUR TERHADAP KEBAKARAN Kusdiman Joko Priyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan bencana yang dapat terjadi setiap saat dan kapan saja. Banyak bangunan telah mengalami kebakaran karena berbagai sebab, antara lain akibat hubungan arus pendek, ledakan gas, sambaran petir dan sebagainya. Berbagai fenomena yang ada ketika kebakaran terjadi, diketahui adanya beberapa hal antara lain keganasan api, pemindahan panas, penjalaran api dan pengaruhnya terhadap suatu elemen struktur. Sehingga dengan diketahui fenomena tersebut dapat diupayakan agar elemen struktur tahan terhadap bahaya panas dan api. Upaya yang dilakukan dengan cara memberikan perlindungan terhadap elemen struktur, melakukan sistem perancangan struktur yang tepat, dan peningkatan kwalitas bahan struktur yang dipakai.
“ANALISIS KAPASITAS DAN KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN DI LOKASI PERBELANJAAN” (Studi Kasus Surakarta Grand Mall Surakarta) Sumina Sumina
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosial dan ekonomi di kota Surakarta mengalami peningkatan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Disamping itu kota Surakarta juga merupakan kota perdagangan yang berfungsi sebagai distribusi barang dan jasa untuk kebutuhan daerah-daerah sekitarnya, sehingga perlu dibangun fasilitas-fasilitas pendukung seperti pusat perbelanjaan yang memadai. Salah satu dampak dari adanya pembangunan pusat perbelanjaan adalah perlu ada sarana parkir yang memadai. Hal ini perlu diperhatikan, mengingat keberadaan suatu pusat kegiatan harus seminimal mungkin menimbulkan gangguan pada arus lalu lintas di sekelilingnya. Khususnya di pusat perdagangan solo Grand mall sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar dan terkemuka di kota Surakarta sangat memerlukan fasilitas parkir bagi para pengunjung. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk mengetahui karakteristik parkir dan menganalisa kebutuhan ruang parkir di pusat perbelnjaan Solo Grand Mal. Tingkat turnover parkir mobil penumpang tertinggi 4,77 terjadi pada hari Minggu, Durasi parkir untuk mobil penumpang tidak sama, rata-rata tertinggi terjadi pada hari Minggu tanggal 25 Mei 2008 yaitu 89,20 menit, dan terendah terjadi pada hari Rabu tanggal 21 Mei 2008 dengan rata-rata durasi parkir 66,28 menit. Akumulasi maksimum untuk mobil penumpang adalah sebanyak 311 kendaraan, dan ruang parkir yang tersedia adalah sebanyak 344 kendaraan, dengan demikian ruang parkir untuk mobil di Surakarta Grand mall masih memenuhi standar kebutuhan ruang parkir untuk pusat perdagangan. Luas areal parkir yang dibutuhkan seluas 3887,5 m2, sedangkan luas areal parkir tersedia 9472 m2, dengan demikian areal parkir untuk mobil di Surakarta Grand mall juga masih memenuhi standar kebutuhan parkir untuk pusat perdagangan.
PERANAN KONSTRUKSI PELINDUNG TEBING DAN DASAR SUNGAI PADA PERBAIKAN ALUR SUNGAI Yuliman Ziliwu
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Defenisi dari siklus hidrolologi yaitu hujan yang turun ke permukaan tanah, sebagian ada yang meresap kedalam tanah (infiltrasi), sebagian lagi mengalir dipermukaan bumi (run off). Sebagian air hujan yang mengalir di atas permukaan bumi karena grafitasi akan mengalir ke tempat-tempat yang lebih rendah seperti sungai dan akhirnya bermuara ke laut, air yang ada diatas permukaan tanah, air sungai dan air laut sebagian menguap (evaporasi). Aliran sungai dalam perjalanannya ke hilir akan bertemu dengan banyak sungai yang mana di daerah dataran rendah secara berangsur-angsur tubuh sungai menjadi semakin lebar. Pada awalnya sungai merupakan saluran drainase alamiah, akan tetapi dengan adanya air yang mengalir di dalamnya. Untuk di daerah pegunungan alur sungainya terjal dan kemiringan tebingnya juga terjal sehingga aliran sungai ini menggerus tanah dasarnya secara terus menerus sepanjang masa existensinya dan terbentuklah lembah-lembah sungai. Peranan konstruksi pelindung tebing dan dasar sungai adalah pembangunan sistim pengamanan banjir dan memperlancar lalu lintas sungai. Konstruksi pelindung tebing dan dasar sungai yang dapat digunakan adalah : Tanggul, konstruksi krip dan ambang (ground sill).
KAJIAN PELESTARIAN RUANG PUBLIK LINGKUNGAN LAWEYAN SURAKARTA DANARTI DANARTI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Laweyan Surakarta dengan kehidupan masyarakatnya menjadi bagian yang melengkapi perkembangan kota. Suatu lingkungan dengan pola kehidupan yang khas diharapkan mampu mempertahankan jatidirinya di tengah perkotaan yang selalu mengalami perubahan-perubahan karena tuntutan kebutuhannya. Kajian tentang Pelestarian Ruang Publik di Laweyan Surakarta bertujuan untuk memperoleh gambaran dan makna signifikan tentang bentuk ruang publik, agar dalam kegiatan pelestariannnya tidak menjadikan asing penghuninya. Dari latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian yaitu mengungkapkan tentang makna pengaruh-pengaruh sosial budaya masyarakat terhadap morfologi lingkungan untuk melestarikan lingkungan dan menjaga agar tempat-tempat yang menarik dapat dipakai tidak dihancurkan atau diubah dengan cara yang kurang sesuai. Salah satu bentuk pelestarian adalah konservasi yang mempunyai pengertian melestarikan apa yang ada sekarang dan mengarahkan perkembangan ke masa depan. Pelestarian tersebut digunakan untuk menjaga agar tempat-tempat tempat-tempat yang menarik dapat dipakai tidak dihancurkan atau diubah dengan cara yang kurang sesuai. Dari pembahasan terungkap bahwa faktor-faktor sosial budaya di Lawayan Surakarta yaitu tingginya privacy yaitu kehidupan individu yang tidak ingin diganggu oleh orang yang tidak dikenal menyebabkan morfologi lingkungan menjadi ajeg, sehingga timbul konservasi /pelestarian dari masyarakatnya sendiri. Hasil dari interaksi faktor-faktor sosial masyarakat pelindung privacy dan sebagai ciri khas dari lingkungan yang tertutup. Merupakan fungsi ruang publik pada lingkungan pemukiman yang ada di Laweyan karena interaksi sosial budaya masyaraka banyak dilakukan didalam tembok bangunan, sehingga ruang publik menjadi tempat untuk penuntun manusia dari satu tempat ke tempat lain. Dalam kegiatan pelestarian lingkungan diharapkan tetap mempertahankan bangunan-bangunan yang sudah ada sesuai fungsi semula dan menambah fungsi baru dengan tidak merusak yang telah ada. Upaya mengantisipasi perkembangan kota, maka penambahan bangunan pada wawasan guna menunjang kehidupan lingkungannya diharapkan tidak menggusur tempat tinggal dan ruang publik yang ada, dengan harapan dapat mempertahankan identidas Laweyan sebagai lingkungan yang dikonservasi.
PERMASALAHAN SANITASI DALAM BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TINGGI Djoko Pratikto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan karya seorang arsitek/perancang bangunan tidak hanya tergantung dari keindahan tampilan fisik secara estetika saja, namun lebih banyak disebabkan oleh faktor kenyamanan, faktor fungisional serta faktor kelengkapan bangunan didalam pelayanan terhadap gedung tersebut. Faktor kenyamanan serta kelengkapan bangunan dalam melayani penghuninya ini sering tidak sesuai dengan yang tidak diharapkan oleh penghuninya. Banyak sekali permasalahan yang timbul berkaitan dengan kenyamanan akibat kurang sempurnanya pemasangan kelengkapan/utility bangunan, salah satu diantaranya adalah permasalahan sanitasi bangunan gedung. Permasalahan sanitasi  ini banyak sekali terjadi pada bangunan tingkat tinggi. Keluhan yang dirasakan oleh para penghuni bangunan tingkat tinggi antara lain berupa macetnya saluran air (bersih dan kotor), timbul polusi bau. Kedua problema tersebut memungkinkan penghuni gedung ini menjadi tidak betah untuk tinggal dalam gedung tesebut. Pada penelitian ini akan dicari penyebab dari permasalahan yang timbul (macet saluran dan bau tidak enak), melalui pendekatan permasalahan yang ada dan menarik ke belakang proses pembangunan gedung bertingkat tinggi, yaitu mulai dari perancangan proses perancangan, pelaksanaan pembangunan sampai gedung sudah berfungsi (ditempati). Dalam pembahasan mengacu pada tingkat tinggi yang tidak mengalami permasalahan sanitasi. Hasil penelitian berupa kesimpulan dari pemecahan masalah yang didapat anilitis yang telah dilakukan, yaitu berupa perancangan sistem sanitasi pada bangunan tinggi yang tepat dan benar sampai pada proses pemasangan, sehingga problema tersebut tidak akan terjadi.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue