cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
PERILAKU PENGGUNA PADA SUB TERMINAL BUS TERBAN YOGYAKARTA Dwi Suci Sri Lestari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah kegagalan karya-karya Arsitektur Modern (sebenarnya hanya langgam Internasional), timbul upaya untuk menghubungkan antara perancangan arsitektur dengan ilmu-ilmu perilaku. Arsitek wajib mengerti kebutuhan calon pengguna karyanya, tidak hanya dari perilaku pengguna terkait kebutuhan fungsi ruang, melainkan perilaku secara lebih luas. Terkait hal itu, penulis menjumpai indikasi menonjol dalam Sub Terminal Bus Terban Yogyakarta  pada tahun 1999; yaitu hampir tidak terdapatnya calon penumpang bus masuk melalui pintu utama, melainkan menunggu dan menumpang bus pada jalur keluar bus. Dengan demikian tujuan penelitian untuk mengetahui penyebabnya dari perilaku pengguna. Metode penelitian: physical traces, place-centered mapping, bus-centered mapping serta wawancara dengan pengguna.  Hasil penelitian: aktivitas calon penumpang memilih bus pada jalur keluar bus, disebabkan oleh efektifitas waktu dan jarak, keamanan dan kenyamanan baik dalam menunggu dan memilih bus. Hal ini antara lain disebabkan oleh ketidak teraturan, ketidak amanan dan ketidak nyamanan dalam jalur masuk serta tempat tunggu
MANAJEMEN PEMELIHARAAN RUTIN DAN BERKALA JALAN LINGKAR (RING ROAD) (Studi Kasus : Jalan Lingkar/ring road Utara, Kabupaten Sragen) GATOT NURSETYO; M. TAUFIK YUNANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kualitas Jalan Lingkar perlu ditingkatkan dan dipelihara, agar selalu dalam kondisi baik, selama masa pelayanan. Permasalahan yang ada dalam usaha pemeliharaan jalan adalah keterbatasan sumber dana, sehingga diperlukan manajemen pemeliharaan jalan yang baik dan efisien. Agar jalan yang ada tetap berfungsi dengan baik, seperti halnya untuk jalan Lingkar utara Kabupaten Sragen yang kondisi lapis permukaannya mulai ada beberapa kerusakan. Dengan demikian tingkat layannya menurun, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menetapkan jenis penanganan yang sesuai serta menghitung berapa besar biaya yang diperlukan untuk menangani kerusakan tersebut. Yang digunakan dalam penilaian kerusakan dengan Metode Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK. No. 77/KPTS/Db/1990. Obyek penyusunan penelitian ini adalah studi kasus Jalan lingkar utara, Kabupaten Sragen. Panjang 9600 m, lebar 6,0 m (Sta.0+000  - 9+600) dengan jenis permukaan jalan lapis Hot Rollet Sheet (HRS). pemeriksaan dilakukan secara visual. Dari hasil penilaian diperoleh yaitu; total nilai rata-rata  = 10,3 kategori ringan. Jenis kerusakan lubang, legokan, retak-retak dan alur. Cara penanganan pelaksanaannya adalah pemeliharaan rutin dengan biaya total Rp.243.814.786,00 (dua ratus empat puluh tiga juta, delapan ratus empat belas ribu, tujuh ratus delapan puluh enam Rupiah).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI PERUMNAS MOJOSONGO SURAKARTA Danarti Karsono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perumahan sederhana yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta adalah dengan melaksanakan pembangunan perumahan oleh Perumnas Mojosongo. Dengan dibangunnya perumahan sederhana bagi golongan masyarakat berpenghasilan menengah kebawah diharapkan masyarakat yang semula tinggal di perkampungan kumuh atau dari daerah permukiman lainnya, kemudian pindah ke permukiman baru yaitu Perumnas Mojosongo, maka akan mengalami suatu perubahan ekologi spasial. Berubahnya ekologi spasial dari suatu permukiman konvensional kesuatu permukiman baru ini diasumsikan akan mempengaruhi sikap masyarakat penghuninya. Penelitiam ini mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di Perumnas Mojosongo Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan social yang meliputi tingkat pendidikan, mata pencaharian dan kepemilikan rumah terhadap sikap masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di Perumnas Mojosongo Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian diskriptif kuantitatif yaitu penelitian terhadap suatu gejala yang terjadi dalam masyarakat yang actual pada saat sekarang, dengan mengumpulkan data, menyusun, mengklarifikasikan, menganalisa danpenginterpretasikan dalam bentuk suatu laporan. Hasil pembahasan adalah merupakan kesimpulanyang merumuskan bahwa sikap masyarakat dalam pengelolaan lingkungan merupakan kemampuan masing-masing pribadi anggota masyarakat, dalam hal ini sikap masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dipengaruhi olehfaktor kondisi lingkungan sosial dan lingkungan ekonomi.  
Transformasi Permukiman Pedesaan ke Perkotaaan di Daerah pinggiran Kota Surakarta(Studi Kasus Kelurahan Mojosongo) Danarti Karsono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi Permukiman Pedesaan ke Perkotaaan di Daerah pinggiran Kota Surakarta(Studi Kasus Kelurahan Mojosongo)Urbanization in Indonesia and generally still be called weak. The Indonesia population is, for a great part, still in the rural areas, nevertheless at this moment the city population has a very fas growth of (± 4%) much faster than the growth of the rural population (±1%). The settlement’s necessity especially for the middle class in cities can only be fulfilled in suburban areas, because  the prices of land on these areas is still relatively low to get a house along with its premeans. This research takes the case in Mojosongo village, in which city development is already visible in its suburban area, which changes the rural area with its ricefields into an urban area, which is full of buildings. The problem which needs to be studied for this case, is among other things, to solve the trend of the development of suburban areas. When a change or shift of land use takes place, the research method applied is the analyzis descriptive method, that of joint qualitative an quantitative nature, supplyed by a map analyzis, both about the physical things and its settlement. In its discussion, first of all, urbanization is observed, which is one of the factors, causing the development  of the Surakarta city. Further on, the dynamics of macro space change is also analyzed, both on its settlement aspect and on its physical one. Conclusions and suggestions of this research are among other things, the presentation of the process result of rural space transformation in a suburb, which will enrich the perception of all sides to the result of sub-urbanization in a suburb as a consequance of a city development.
STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN SUMINA SUMINA; Muh.Sigit Budi Laksana
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran aspal beton merupakan campuran dari agregat bergradasi rapat dan aspal, Sehingga rongga-rongga antar butir hampir seluruhnya terisi dengan butiran yang lebih kecil, hanya menyisakan sebagian kecil diisi oleh aspal. Filler yang sering digunakan adalah abu batu, pada penelitian ini digunakan filler pengganti yaitu portland cement, kaolin dan kapur padam, mengingat ketiganya memenuhi sebagai filler yang disyaratkan dalam gradasi karena lolos saringan No. 200 (0,074 mm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan filler portland cement, kaolin dan kapur padam terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal beton serta perbandingan dari ketiga nilai karakteristik Marshall tersebut Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar aspal optimum campuran aspal beton yang didapatkan sebesar 5,6%, selain itujuga diketahui bahwa nilai density bulk, VFWA dan flow pada campuran aspal beton yang menggunakan filler portland cement, kaolin dan kapur padam cenderung mengalami peningkatan dengan semakin bertambahnya kadar dari masing-masing filler, sedangkan nilai VITM pada campuran aspal beton yang menggunakan filler portland cement, kaolin dan kapur padam cenderung mengalami penurunan dengan semakin bertambahnya kadar dari masing-masingfiller. Nilai stabilitas maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler portland cement terjadi pada penggunaan filler sebesar 5,988 % dengan nilai stabilitas 973,865 kg dengan kecenderungan menurunnya nilai stabilitas apabila penggunaan filler portland cement lebih dari 5,988%, dan nilai stabilitas maksimum campuran aspal beton yang menggunakan Jitter kaolin terjadi pada penggunaan filler sebesar 6,272% dengan nilai stabilitas 848,316kg dengan kecenderungan menurunnya nilai stabilitas apabila penggunaan filler kaolin lebih dari 5,988%, sedangkan nilai stabilitas maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler kapur padam terjadi pada penggunaan filler sebesar 6,015% dengan nilai stabilitas 796,042 kg dengan kecenderungan menurunnya nilai stabilitas apabila penggunaan filler kapur padam lebih dari 6,015% Nilai Marshall Quotient maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler portland cement terjadi pada penggunaan filler sebesar 5,742% dengan nilai Marshall Quotient 308,168 kg/mm dengan kecenderungan menurunnya nilai Marshall Quotient apabila penggunaan filler portland cement lebih dari 5,742%, dan nilai Marshall Quotient maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler kaolin terjadi pada penggunaan filler sebesar 5,938% dengan nilai Marshall Quotient 247,787 kg/mm dengan kecenderungan menurunnya nilai Marshall Quotient apabila penggunaan filler kaolin lebih dari 5,938%, sedangkan nilai Marshall Quotient maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler kapur padam terjadi pada penggunaan filler sebesar 5,688% dengan nilai Marshall Quotient 234,258 kg/mm dengan kecenderungan menurunnya nilai Marshall Quotient apabila penggunaan filler kapur padam lebih dari 5,688 %.
FUNGSI CITY WALK JALAN SLAMET RIYADI KOTA SURAKARTA DJUMIKO DJUMIKO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City walk dikenal dengan istilah mall atau pedestrian. Pedestrian berasal dari kata latin pedos yang artinya kaki. Pejalan kaki sebagai istilah aktif, adalah orang yang bergerak atau berpindah dari suatu tempat titik tolak ke tempat tujuan tanpa menggunakan alat yang bersifat mekanis (kecuali kursi roda). Jalur pedestrian atau jalur pejalan kaki, adalah tempat atau jalur khusus bagi para pejalan kaki. City walk yang berada di jalan Slamet Riyadi kota Surakarta merupakan jalur pedestrian, mempunyai panjang 4 km membentang dari Stasiun Kereta Api Purwosari di pinggir kota bagian Barat sampai Gapura Gladak sebagai pintu masuk kawasan Keraton Surakarta yang berada di pusat kota Surakarta. Dengan melakukan pengumpulan data, observasi lapangan dan analisis, dihasilkan fungsi city walk di jalan Slamet Riyadi kota Surakarta meliputi: sebagai jalur pedestrian fasilitas pejalan kaki, sebagai unsur keindahan kota, sebagai media interaksi sosial, sebagai sarana konservasi kota, sebagai tempat bersantai dan bermain, sebagai penghubung fasilitas kota, dan sebagai tempat parkir.
IDENTIFIKASI ARSITEKTUR PADA DAERAH PINGGIRAN KOTA SURAKARTA Kasus: Lingkungan Batas Kota Gerbang Makutho DWI SUCI SRI LESTARI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah pinggiran kota atau periphery adalah daerah yang terletak antara kota dan desa, ditandai dengan penggunaan tanah campuran. Hal ini dapat terjadi karena adanya interaksi antara kota dan desa dengan berbagai faktor atau unsur dalam desa, dalam kota dan di antara desa dan kota. Interaksi ini dapat dilihatsebagai suatu proses sosial, ekonomi, budaya ataupun politik, yang lambat ataupun cepat dapat menimbulkan suatu realita atau kenyataan. Lingkungan sekitar Gerbang Makutho di Jalan Adi Sucipto di bagian barat kota Surakarta, adalah merupakan daerah pinggiran kota yang mengalami interaksi antara kota Surakarta dan desa di sekitarnya dalam lingkup wilayah Karanganyar. Dengan adanya interaksi dimaksud, menarik untuk dilakukan penelitian yang lebih mendalam, khususnya dilihatdari aspek arsitektur meliputi: fungsi, gaya bangunan, ketinggian bangunan, kepadatan bangunan, dan teknologi. Dengan melakukan pengumpulan data, observasi lapangan,dan analisis, dihasilkan: a) fungsi bangunan untuk: pendidikan, industri, hotel, kantor, gedung pertemuan, restoran, ibadah, rumah sakit, mini market, dealer mobil/ motor, bengkel/ cuci mobil, olah raga, rumah dan toko/ usaha, toko bahan bangunan, ibadah, dan rumah tinggal. b) Gaya bangunan meliputi: arsitektur Vernakular Jawa, Arsitektur Modern, Arsitektur Modern Tropis, dan Arsitektur Post Modern. c) Ketinggian bangunan satu sampai dengan lima lantai. d) Kepadatan bangunan relatif belum padat. e) Teknologinya, bersifat konvensional maupun modern.
MEKANISME PEMBEBASAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM (Studi Kasus Jalan Selatan-Selatan Kabupaten Wonogiri) HERMAN SUSILA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada banyak alternative untuk mengurangi kemacetan lalulintas, diantaranya adalah menambah atau meningkatkan infrastruktur jalan. Hal ini ditempuh pemerintah dalam mengurangi kemacetan di jalan pantura, yaitu dengan membangun Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) Jawa. Kabupaten Wonogiri salah satu daerah yang dilalui JLSS, untuk kepentingan tersebut pemerintah Wonogiri perlu adanya pengadaan tanah untuk pembangunan JLSS. Namun dalam proses pembebasan tanah ditemui kendala-kendala, yaitu sebagian warga kecamatan Giriwoyo tidak mau menerima nilai ganti rugi yang telah disepakati bersama antara warga dan panitia pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Untuk mengatasi kendala tersebut pemerintah dalam hal ini Panitia Pengadaan Tanah melakukan pendekatan melalui musyawarah dan juga melakukan perhitungan penaksiran harga ganti rugi secara transparan dan sesuai dengan harga nyata di masyarakat. Apabila upaya-upaya musyawarah telah ditempuh dan ternyata masih belum  ada kesepakatan, maka berdasarkan UU No. 20 tahun 1961 dan pasal 27 Instruksi Presiden tahun 1973 dapat dilakukan pencabutan hak atas tanah, hal ini mengingat agar pembangunan JLSS tidak terhambat.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONFLIK DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI HERMAN SUSILA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tahap pelaksanaan proyek konstruksi melibatkan banyak pihak yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Perbedaan-perbedaan tujuan, pandangan, pendapat dari masing-masing pihak akan dapat menimbulkan konflik. Konflik tersebut harus segera diselesaikan dengan cara yang tepat untuk meminimalkan pengaruh buruk terhadap keberhasilan proyek. Oleh karena itu, identifikasi terhadap konflik yang berpotensi terjadi dalam pelaksanaan proyek menjadi sangat penting untuk dilakukan agar diketahui cara pengelolaan konflik yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk dapat mengetahui faktor-faktor dominan yang dapat menimbulkan konflik dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan di Surakarta dan data diperoleh melalui survei kuesioner dengan responden yang diteliti adalah kontraktor, konsultan pengawas dan owner pada tingkat manajemen menengah yang pernah terlibat dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi gedung. Analisis faktor-faktor dominan penyebab konflik dalam penelitian ini adalah dengan mencari nilai mean terbesar dari tiap-tiap fariabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahap pelaksanaan konstruksi, konflik yang sering muncul adalah wewenang dan tanggung jawab yang kurang jelas, penempatan personil tidak sesuai dengan keahliannya, kesalahan desain dan spesifikasi, keterlambatan peralatan dan bahan, estimasi biaya yang tidak akurat dan pendekatan menangani masalah.
KARAKTER ARSITEKTUR TRADISIONAL SUKU BADUY LUAR DI GAJEBOH BANTEN DJUMIKO DJUMIKO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Baduy merupakan masyarakat yang hidup di daerah Lebak, Banten dan merupakan masyarakat yang hidup dengan tetap memelihara tradisi nenek moyang. Masyarakat Baduy membagi diri dalam dua kelompokyang disebut Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam bersikap menutup diri terhadap pengaruh kebudayaan dari luar wilayah, sedang Baduy Luar bersikap lebih terbuka terhadap pengaruh-pengaruh dari luar wilayahnya. Aspek arsitektur yang berkembang di Baduy Luar tidak berbeda dari yang berkembang di Baduy Dalam, Bangunan yang ada pada setiap kelompok sama yaitu : kelompok rumah tinggal, kelompok lumbung, fasilitas bersama seperti tempat menumbuk padi / lesung, tempat mandi dan cud. Perbedaan yang ada adalah pada detail-detail bangunan.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue