cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
CATURDAYA SEBAGAI KETERPADUAN UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN Indro Sulistyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya pola pembangunan di Indonesia melalui komunitas masyarakat kota dan desa yang masing-masing memiliki karakter spesifik, serta meningkatnya kebutuhan kehidupan yang dentokratis, telah berpengaruh pada bergesernya peran para pelaku pembangunan, dengan konsekuen dan konsisten mendudukkan pemerintah, masyarakat, dan swasta pada peran dan fungsi yang semestinya. Selanjutnya berkembang paradigma pola pembangunan dengan memberikan peran secara penuh kepada setiap orang yang bergiat pada maslng-masing komunitas masyarakat, tidak hanya dalam proses, namun terutama di dalam spirit pembangunan yang terdiri dan unsur masyarakat dan swasta. Sejalan dengyn perubahan paradigma tersebut, terjadi pergeseran peran pemerintah dalam proses pembangunan, menjadi fasilitator yang menjembatani para pelaku pembangunan untuk memperoleh kesepakatan dan manfaat optimal dari setiap proses pembangunan. Sehingga proses pembangunan tidak lagi semata-mata sebagai proses teknis plamologis, namun juga proses sosial-budaya, politik, dan ekonomi. Dalam kaitannya dengan pembangunan sebagai bagian dari Caturdaya pemberdayaan manusia, pemberdayaan kegiatan usaha produktif, pemberdayaan kelembagaan, dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana lingkungan, maka kepentingan masyarakat yang bergiat pada suatu komunitas merupakan basis utama dalam perumusan rencana pembangunan. Kondisi ini memberi arah bagi dikembangkannya mekanisme yang membuka peluang bagi partisipasi warga (masyarakat) secara lebih luas dan langsung dalam penyusunan rencana, implementasi, dan pembangunan. Implikasi dari pendekatan tersebut menjadi bagian mendasar yang digunakan dalam menentukan bentuk dan arah pembangunan yang spesifik bagi setiap komunitas, baik melalui organisasi. kelompok, atau bahkan individu. Harus disadari, bahwa berbagai keputusan yang tertuang dalam serangkaian proses pembangunan yang nantinya disusun dalam bentuk Community Action Plan-CAP (Rencana Tindak Komunitas), terutama sangat memungkinkan munculnya berbagai perbedaan di dalam implementasinya di tengah masyarakat yang bergiat di tingkat komunitas yang secara langsung terkena kebijaksanaan tersebut. Kegiatan Caturdaya diharapkan dapat berperan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas Ungkungan pada suatu komunitas disusun sebagai bentuk kepedulian (kkususnya Pemerintah), dalam bentuk stimulan (dorongan), pendampingan, dan penyediaan sarana dan sarana, untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat pada suatu komunitas untuk dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas dari komunitas vang bersangkutan.  
PENGGUNAAN HAMILTON'S PRINCIPLE UNTUK MEMPEROLEH GOVERNING EQUATIONS : PERMASALAHAN MEKANIKA SOLID ELASTIK LINEAR Iskandar Yasin
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyelesaian masalah mekanika pada material dapat dilakukan dengan Mathematics Analysis maupun dengan Numerical Analysis. Dengan menggunakan solusi ini maka harus ditentukan dahulu Constitutive Equations sebelum menentukan Governing Equations-nya pada suatu kontinum. Permasalahannya adalah apabila hukum-hukum Newton sulit untuk memformulasikan Constitutive Equations-nya dan permasalahan akan komplek jika kontinum pada kondisi elastic nonlinearity maupun jika sudah dalam kondisi plastis. Hamilton's Principle mengasumsikan bahwa suatu sistem mekanika berdasar pada fungsi tenaga kinetik (T) dan fungsi tenaga potensial (V). Jika sistem mekanikanya dinamis maka Hamilton's Principle ditinjau dengan sistem konservatif yang berdasar pada persamaah La grange. Dengan penggunaan Hamilton's Principle maka sangat memudahkan dalam memformulasikan persamaan diferensial untuk memperoleh Governing Equations. Hamilton's Principle berguna sekali pada permasalahan sistem mekanika, dimana hukum-hukum Newton sangat sulit untuk memformulasikan penyelesainnya.  
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TERHADAP DURABIUTAS HIGH-FLOWABLE CONCRETE PADA PENGECORAN BETON DI RAW AH AIR Slamet Widodo; Sri Haryono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete that used for under water construction need to be proportioned to spread readily and self consolidate.  High Flowable Concrete (HFC) is a kind of High Performance Concrete (HPC) that able to spread readily (flowability more than 50 cm according to BS – 1881). This kind of concrete can be resulted by using higher water/binder ratio or adding some High Range Water Reducer (HRWR) agent. This reseacrh proposed to evaluate effects of water/binder ratio and High Range Water Reducer based on polycarboxylatether (Sika Viscocrete-5) dosage on fresh concrete properties, compressive strength and water absorption of underwater concrete. The research has done with o,40 and 0,45 water/binder ratio and 0.3, 0.6, 0.8, 1.0 and 1.3 percent of HRWR by total wight of binder. 30 cubes (15cm x15cm x15cm) of underwater concrete  were used for absorption examination according to ASTM C-127-68 underwater concrete cylinders (Ø 15cm x 30cm) were investigated for compressive strength in 56 days. Test result indicates that HRWR based on polycarboxylatether could improve flowability up to 3.24 % for 0.4 water per binder ratio and 23.90 % for 0.45 w/c. High Range Water Reducer also improve durability of underwater concrete, indicates by the reduction of water absorption up to 11.11 % for 0.4 water per binder ratio and 18.28 for 0.45 water per binder ratio. Better durability of underwater concrete could be obtained by reducing the value of water per binder ratio that indicated by lower water absorption.
METODE PENYAMBUNGAN PADA STRUKTUR BETON BERTULANG Djoko Subari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  The magnitude of most concrete construction is such tahat interruption will inevitably accur to the placing of concrete. Whetherthe period of these interruptions be days, overnight, or merely 30 minutes, if it allows the concrete to stiffen to the extent that it cannot be worked, then a joint must be made. There will also be ocasions where for structural reasons it is considered necessary,to porposely break the continuity concrete placing and to construct a joint. Where construction joint to be made in structural member they should be located at a position where on either side of them can be nemed according in the type of movement they allow: contraction joint, dummy contraction or control joint, expansion joint, isolation joint. The positioning of joint and the type of joint may same time be governed be architectural as wel as structural reqttirementand in some structurea , the need for making watertight joint is primary cosideration.
PENGARUH KINERJA PERSIMPANGAN TERHADAP PROSES PEMILIHAN RUTE PADA JARINGAN JALAN PERKOTAAN Wiradat Anindito
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan lalu lintas yang begitu cepat di Indonesia khususnya di daerah perkotaan perlu dimbangi dengan perbaikan kinerja prasarana lalu lintas seperti perbaikan jalan dan perbaikan persimpangan. Tundaan yang besar pada suatu persimpangan menyebabkan orang enggan untuk melewati persimpangan tersebut dan memilih melewati rule yang lain, sehingga lokasi kemacetan menjadi lebih menyebar. Dalam perencanaan transportasi, pemodelan jaringan jalan sangat membatu dalam menganalisis kinerja suatu jaringan jalan. Sering dalam pemodelan jaringan jalan khususnya di perkotaan suatu persimpangan dianggap berupa suatu titik padahal di persimpangan tersebut terdapat banyak pergerakan yang tiap-tiap pergerakan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. IHCM 1997, menyatakan bahwa kapasitas dan kinerja sistem jaringan jalan pada suatu kota sangat tergantung pada kinerja persimpangan, bukannya kinerja segmen jalan antar persimpangan. Dalam tulisan ini akan dibahas seberapa jauh pengaruh kinerja suatu persimpangan terhadap proses pemilihan rule pada jaringan jalan -yang berdampak pada kebutuhan akan perbaikan jaringan jalan.
PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KEMAMPUAN MENAHAN PANAS PADA RUMAH TINGGAL DI PERUMAHAN WONOREJO SURAKARTA Abito Bamban Yuuwono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientasi Bangunan untuk daerah tropis lembab seperti di Indonesia pada dasarnya lebih ditujukan guna mendapatkan suatu posisi yang baik terhadap garis edar matahari, hal ini berkaitan dengan masalah pengantisipasian terhadap radiasi sinar matahari yang cukup tinggi. Namun dalam perkembangannya saat ini orientasi bangunan lebih ditujukan pada hal-hal lain yang dianggap lebih penting, antara lain guna memenuhi tuntutan fungsi bangunan maupun tuntutan filosofis tertentu. Rumah tinggal adalah bangunan dengan tingkat pemakaian yang relatif lebih tinggi dibandingkan jenis bangunan lainnya, sehingga adanya pembangunan rumah tinggal terutama di kawasan-kawasan perumahan dengan orientasi yang sangat bervariatif ini sangat menarik untuk diteliti, guna mengetahui seberapa besar pengaruh orientasi bangunan terhadap tingkat kemampuan dalam menahan panas. Obyek penelitian adalah pada rumah-rumah dikawasan perumahan Wonorejo Surakarta, dimana pada perumahan ini terdapat arah orientasi yang sangat bervariatif pada type-type rumah yang sama. Analisis penelitian ini menggunakan mutu kualitatif yang didapatkan dari data-data kuantitatif yang didapatkan dari hasil pengamatan dan pengukuran terhadap perubahan temperature dan kelembaban pada masing-masing arah orientasi bangunan yang kemudian diperbandingkan guna mendapatkan arah orientasi yang paling baik. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa arah orientasi bangunan yang mengarah ke selatan memiliki kemampuan yang paling baik dalam menahan panas.
PENGARUH TANDA PADA WAJAH ARSITEKTUR KOTA SURAKARTA Kasus: Jalan Slamet Riyadi DJUMIKO DJUMIKO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanda merupakan  suatu tulisan, gambar, lambang, bendera, atau sesuatu gambar. Fungsi tanda digunakan  sebagai alat komunikasi  antara subyek dengan obyek sehingga pengamat (subyek) akan mengenal secara keseluruhan makna tanda tersebut. Dengan adanya bermacam-macam tanda yang  berupa tulisan, gambar, lambang, bendera, yang digunakan pada suatu lingkungan/ kawasan tertentu akan mempengaruhi kondisi visual.  Lingkungan/ kawasan dapat menjadi lebih indah dan menarik, tetapi dapat juga menjadi lebih buruk artinya  terjadi kekacauan visual. Dengan melakukan observasi dan analisis  di kota Surakarta khususnya di jalan Slamet Riyadi, dihasilkan pengaruh tanda pada wajah arsitektural sebagai berikut : Tanda yang berfungsi untuk nama jalan, rambu-rambu lalu lintas, petunjuk jalan sudah cukup baik. Tanda untuk nama bangunan baik berupa papan nama berdidiri sendiri, menyatu dengan pagar, maupun menyatu dengan bangunan sudah cukup baik. Tanda untuk iklan yang berupa papan iklan yang berdiri sendiri/billboard perlu didesain ulang karena menutup pandangan,  maupun yang menyatu dengan bangunan ada beberapa  yang perlu ditata kembali sebab menutupi tampak bangunan.
KAJIAN PENGGUNAAN NONLINIEAR STATIC PUSHOVER ANALYSIS DENGAN METODA ATC-40, FEMA 356, FEMA 440 DAN PERILAKU SEISMIK INELASTIC TIME HISTORY ANALYSIS UNTUK EVALUASI KINERJA STRUKTUR BANGUNAN PASCA GEMPA SRI HARYONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh ini, sudah banyak dilakukan penelitian yang membandingkan antara analisis statik non-linear pushover dengan analisis dinamik non-linear riwayat waktu di dalam meramalkan perilaku seismik suatu bangunan, baik secara dua dimensi maupun tiga dimensi, dengan beban gempa satu arah maupun dua arah, dan dengan berbagai macam bentuk struktur. Kesemuanya memberikan kesimpulan bahwa analisis pushover dapat meramalkan perilaku seismic suatu bangunan dengan cukup baik. Beberapa penelitian sebelumnya  menunjukkan bahwa, untuk mengetahui kinerja struktur dapat dilakukan dengan analisa nonlinear riwayat waktu (Non-linear Response History Analysis, NL-RHA). Dari beberapa cara analisis statik nonlinier yang telah diusulkan, yang paling populer pada saat ini adalah cara Capacity Spectrum Method (CSM), atau lebih dikenal sebagai static pushover analysis. Static pushover analysis ini kemudian dikembangkan untuk meningkatkan pushover (Capacity Spectrum Method) dengan mengikutkan kontribusi mode yang lebih tinggi untuk seismic demands yang lazim disebut dengan Modal Pushover Analysis (MPA). Data output yang dipakai untuk membandingkan kedua analisis di atas adalah kurva kapasitas, posisi sendi plastis, besar drift maksimum, dan evaluasi tingkat kinerja struktur.
PENGARUH RENCANA ANGGARAN & BIAYA PEMBANGUNAN PADA DESAIN ARSITEKTUR KANTOR KECAMATAN KARTASURA DJOKO PRATIKTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu karya desain Arsitektur akan menjadi khayalan belaka dalam bentuk gambar rencana apabila desain tersebut tidak direalisasikan dalam suatu pelaksanaan pembangunan. Realisasi pelaksanaan pembangunan akan dapat diwujudkan apabila desain Arsitektur ini dilengkapi dengan Rencana Teknis Pelaksanaan (Detail Engineriing Desaign/DED), yang meliputi, gambar rencana detail arsitektur, rencana struktur/konstrusi dan perhitungannya,rencana jaringan utilitas (ME), rencana kerja dan syarat-syarat(RKS), , rencana dan anggaran biaya pelaksanaan (RAB) yang secara keseluruhan diatur dalam suatu kontrak kerja. Dalam proses pelaksanaan pembangunan gedung faktor utama untuk dapat menyelesaikannya adalah tersedia dana atau biaya pelaksanaan pembangunan. Biaya yang diperlukan untuk mewujudkan bangunan sampai pada bangunan ini berfungsi yaitu melalui proses perhitungan anggaran  yang disebut Rencana Anggaran dan Biaya pelaksanaan pembangunan (RAB). Perhitungan RAB diperlukan ontuk mengetahui besarnya biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu bangunan, begitu pula RAB berfungsi untuk mengatur aliran dana atau cash flow dalam proses kegiatan pelaksanaan pembangunan. Dasar untuk menhitung RAB adalah, macam dan jenis pekerjaan, besarnya volume pekerjaan dan bahan yang mengacu pada desain bangunan yang terkait dengan luas bangunan dan keinnginan pemilik bangunan. Namun keinginan pemilik bangunan ini kadang-kadang tidak sejalan dengan dana yang disediakan Keterbatasan dana ini yang sering mempengaruhi desain arsitektur yang dalam prosesnya selalu mengalami perubahan karena harus menyesuaikan dana yang ada. Rencana pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Kartosuro diambil sebagai sample kajian dalam pembahasan ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perhitungan RAB dalam desain Arsitektur Grdung Kantor Kecematan Kartosuro.
HARGA RUMAH SEDERHANA SEHAT TIPE 36/90 DAN PERHITUNGAN INDEKS KEMAHALAN KONSTRUKSI DI 33 KOTA/ PROPINSI Djumiko Djumiko
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah  layak huni merupakan hak dasar bagi warga negara.  Tetapi bagi masyarakat berpengahsilan rendah (MBR) tidak mudah untuk mewujudkannya. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat menurun salah satunya akibat dari kenaikan harga bahan bangunan, menyebabkan kebutuhan akan rumah menjadi menurun/berkurang Untuk membantu MBR dalam memenuhi kebutuhan rumah yang layak dengan harga yang terjangkau maka diperlukan suatu gambaran mengenai  harga  Rumah Sederhana Sehat sesuai dengan kondisi kota/ propinsi masing-masing.. Tipe Rumah Sederhana Sehat  yang akan dianalisis adalah tipe 36/90, setiap macam/ jenis Rumah Sederhana Sehat dihitung harganya dan besarnya Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK). Dari analisis yang telah dilakukan dihasilkan harga   Rumah Sederhana Sehat  di 33 kota/ propinsi sangat bervariasi, demikian juga besarnya Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK).

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue