cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
KAJIAN LUAS RUMAH SEDERHANA SEHAT BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DJUMIKO DJUMIKO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah layak huni merupakan hak dasar bagi warga negara. Tetapi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak mudah untuk mewujudkannya. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat menurun salah satunya akibat dari kenaikan harga bahan bangunan, menyebabkan kebutuhan akan rumah menjadi menurun/berkurang. Untuk membantu MBR dalam memenuhi kebutuhan rumah yang layak dengan harga yang terjangkau maka diperlukan suatu pedoman mengenai standar luas bangunan Rumah Sederhana Sehat yang memenuhi luas minimal untuk suatu keluarga. Sebagai dasar analisis diasumsikan untuk Rumah Sederhana Sehat ini dihuni untuk 4 orang, meliputi seorang Bapak, seorang Ibu, dan dua orang anak. Luas Rumah Sederhana Sehat akan dianalisis dari beberapa aspek meliputi standar luas bangunan dan lahan, luas lantai hunian per orang dan luas per unit Rumah Sederhana Sehat berdasarkan kebutuhan udara segar, luas tapak/kavling, macam dan luas ruang, studi ruang, macam dan luas ruang, perilaku manusia, dan kebutuhan manusia. Dari analisis yang telah dilakukan menghasilkan luas Rumah Sederhana Sehat yang dihuni 4 orang (Bapak, Ibu, dan dua orang anak) idealnya mempunyai luas minimal 36 m2 dengan luas tapak 90 m2, agar keluarga tersebut dapat menjalankan aktivitasnya di rumah dengan lancar dan baik.
KONDISI KENYAMANAN THERMAL BANGUNAN GEREJA BLENDUK SEMARANG DWI SUCI SRI LESTARI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perancangan arsitektur, pengaruh iklim merupakan salah satu faktor pertimbangan. Antara lain meliputi pengaruh-pengaruh: sinar matahari, angin, hujan, radiasi dan kelembaban. Implementasinya dalam desain bangunan meliputi: orientasi, bentuk atap, dinding, struktur, ataupun pemilihan bahan bangunan. Terkait hal itu, mengkaji karya arsitek bangsa asing: Belanda di bumi tropis Indonesia seperti halnya Gereja Blenduk Semarang dari aspek kenyamanan thermalnya, yang dipengaruhi oleh angin, suhu, radiasi panas dan kelembaban, sangatlah menarik. Hasil kajiannya, juga dapat untuk mengingatkan kepada setiap arsitek, bahwa keberhasilan perancangan bukan semata-mata dari pandangan arsiteknya sendiri, melainkan juga penilaian pengguna, antara lain melalui pengalamannya merasakan kenyamanan thermal bangunannya. Kajian dilakukan dengan alat ukur anemometer, psychometer dan thermometer, serta analisis kondisi interiornya. Ternyata hasil kondisi kenyaman thermal interiornya: kurang nyaman, disebabkan suhu Corected Effective Temperature (CET) interior: 29º C - 30,2º C adalah di atas persyaratan kenyamanan thermalnya: 22º C - 27º C
PENYELENGGARAAN RUMAH SUSUN UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH BERDASARKAN REGULASI TERKAIT DWI SUCI SRI LESTARI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diamanatkan dalam pasal 28H UUD 1945, rumah merupakan hak dasar manusia selain sandang dan pangan, serta merupakan pencerminan jati diri manusia, baik secara perorangan maupun dalam satu kesatuan dan kebersamaan dengan lingkungan alamnya. Terkait hal itu, gagasan penyelenggaraan hunian vertikal (rumah susun) diharapkan menjadi salah satu alternatif penyediaan rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah penduduk dengan mengedepankan efisiensi lahan/tanah di perkotaan. Sampai saat ini pembangunan rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih berlanjut. Adanya program percepatan pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan membutuhkan Model Penyelenggaraan rumah susun yang comprehensive, sehingga dapat membantu bagi penyelenggara dan pelaku pembangunan Rumah susun di daerah. Dengan melakukan kajian berdasarkan regulasi yang terkait penyelenggaraan rumah susun, dihasilkan penyelenggaraan rumah susun meliputi tiga tahap yaitu: a). Pra konstruksi, meliputi: penentuan Lokasi, perolehan tanah/lahan, rancang bangun, perizinan, tes pasar, pola kerja sama, mix-use; b). Konstruksi, meliputi: pembiayaan, subsidi, insentif, sosialisasi, pemasaran, pertelaan, pelaksanaan konstruksi, pre cast, value engineering; c). Pasca konstruksi, meliputi: sertifikasi sarusun, serah terima kunci, penghunian, kependudukan, perhimpunan pemilik dan penghuni rumah susun (pppsrs), pengelolaan, pemeliharaan dan perawatan, unsur-unsur biaya, dan peningkatan kualitas.
MODEL DESAIN RUMAH SUSUN DENGAN PENDEKATAN PROTOTIPE DAN PREFABRIKASI UNTUK MEMPERCEPAT PENGADAAN RUMAH DJUMIKO DJUMIKO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan penyelenggaraan hunian vertikal (Rumah Susun) diharapkan menjadi salah satu alternatif penyediaan rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah penduduk dengan mengedepankan efisiensi lahan/ tanah di perkotaan. Tujuan penelitian ini untuk membuat model rumah susun dengan pendekatan prototipe dan prefabrikasi untuk mempercepat pengadaan rumah. Dengan melakukan pengumpulan data, kajian pustaka, membuat model rumah susun, dan analisis, dihasilkan: a) Pada tahap desain dengan menggunakan prototipe, gambar-gambar asli/ dasar dapat dipergunakan lagi/ berulang, b) Pada tahap pelaksanaan pembangunan rumah susun, elemen/ komponen bangunan rumah susun dapat dibuat di pabrik/ tempat lain, c) Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pembangunan rumah susun lebih cepat, jika dibandingkan dengan cara konvensional, d) Kualitas bangunan rumah susun dapat lebih terjaga.
IDENTIFIKASI ARSITEKTUR PUSAT KOTA LAMA SURAKARTA DWI SUCI SRI LESTARI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta berdasarkan sejarahnya, merupakan salah satu di antara kota-kota pusat pemerintahan tradisional di Pulau Jawa pada masa Mataram-Islam, disebut Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (KKSH). Tata ruang kotanya disusun dari empat komponen: keraton, Alun-alun, masjid, dan pasar yang disebut Catur Tunggal, berdasarkan konsep kosmogoni berorientasi pada sumbu utara-selatan dan timur-barat. KKSH yang didirikan pada tahun 1746 oleh Sunan Paku Buwono II pada tahun 1755 (dipecah menjadi dua: KKSH sendiri dan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang di kemudian hari menjadi kota Yogyakarta. Untuk Surakarta, dalam perkembangannya pusat kota lamanya selain pusat kota tradisional, juga pusat kota lama yang terbangun dari sebuah permukiman Eropa (Belanda): Europeschewijk, yang hingga kini masih banyak menyisakan bangunan-bangunan kolonial bersama sebuah permukiman Cina, yang keduanya berada di sekitar Pasar Gede. Metode untuk identifikasi arsitektur ini adalah survei lapangan dan eksplorasi pustaka. Hasilnya, dalam komponen pokok Catur Tunggal: Keraton, Alun-alun dan Masjid Agung berciri Arsitektur Tradisional Jawa sangat kuat; sedangkan pasar dalam hal ini Pasar Gede, berciri arsitektur perpaduan antara Jawa dan Eropa (Belanda). Selain itu terdapat beberapa bangunan lain (tempat ibadah, sekolah dan lainnya) berciri arsitektur Eropa (Belanda) di bekas kawasan Europeschewijk), juga bangunan rumah toko dan tempat ibadah di bekas permukiman Cina yang berciri Arsitektur Cina kuat. Dalam perkembangan setelah kemerdekaan hingga kini, muncul karakter-karakter arsitektur lain, antara lain Arsitektur Vernakular Jawa, sinkretisme Arsitektur Jawa dan Eropa serta Arsitektur Modern dalam berbagai ragamnya.
PERENCANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI REHABILITASI WADUK BOTOK KABUPATEN SRAGEN DIAN ARUMNINGSIH DP
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan bidang konstruksi adalah merupakan hal yang kompleksitas dan begitu banyak melibatkan unsur ataupun pihak lain, terutama tenaga kerja, alat dan bahan material dengan kapsitas besar atau dalam jumlah yang besar baik secara pribadi ataupun secara kolektif bersama-sama dapat menjadi sumber terjadinya kecelakaan. Kurangnya terampilnya tenaga kerja akan memepengaruhi kelancaran pekerjaan dan sangat merugikan semua pihak seperti misalnya pemilik, kontraktor, konsultan maupun tenaga kerja beserta keluarganya. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui usaha-usaha kontraktor dalam menerapkan Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan untuk mengetahui pendapat Kontaktor/Penyedia jasa mengenai pentingnya perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebelum pekerjaan lapangan dimulai, sehingga diharapkan dapat memberikan pertimbangan kepada kontraktor/penyedia jasa tentang pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan bermanfaat bagi pekerja proyek untuk dapat berprestasi secara optimal. Pengamatan ini dilakukan dengan cara mengamati lokasi waduk Botok, Kabupaten Sragen. didapatkan data primer mengenai perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kemudian data dianalisis berdasarkan gambar dan perencanaan rehabilitasi waduk Botok. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa berdasarkan uraian perencanaan bertujuan menciptakan pekerjaan yang aman dan menekankan zero accident (aman tidak ada kecelakaan) dalam pelaksanan proyek. Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada tingkat kepentingan memenuhi Undang undang/Peraturan K3, seperti : UU No.1 Tahun 1970 dan Surat Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Tenaga Kerja No. kep.174 Men/1986/104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada tempat dilakukan kegiatan konstruksi. Uraian dalam perencanaan adalah: jenis pekerjaan, jenis bahaya dan resiko kemudian diselesaikan dengan cara penyelesaiannya menurut K3. Rehabilitasi Waduk Botok, dengan nilai investasi sebesar ±Rp. 5,250,000,000.00 terbilang (Lima milyar dua ratus lima puluh juta Rupiah).
BIAYA DAN KEBUTUHAN ALAT BERAT UNTUK PEMINDAHAN TANAH (Studi Kasus :Pekerjaan Timbunan Tanah di Baturetno, Wonogiri) DIAN ARUMNINGSIH DP
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan tanah mekanik atau pelaksanaan pengerukan/timbunan dengan menggunakan alat berat termasuk perkembangan ilmu dan teknologi. Dengan tersedianya alat berat, manusia bisa lebih efektif dalam berkarya.Sungguh kenyataan bahwa kontribusi alat berat dalam proyek konstruksi sangat penting, apalagi dalam hal pekerjaan tanah atau penimbunan. Penggunaan alat berat tidaklah semudah yang dibayangkan, tetapi harus dengan perhitungan mengenai pemindahan tanah mekaninya, karena jika tidak diperhitungkan dengan baik akan menyebabkan kegagalan dalam suatu proyek. Produksi backhoe 9,82 m3/jam. Produksi dump truck12,3 m3/jam. Produksi bulldozer116,95 m3/jam. Produksi roller per jam sebesar 676,7 m3/jam. Untuk perhitungan dengan data-data teoritis: Produksi backhoe27,3 m3/jam. Produksi dump truck 33,3m3/jam. Produksi bulldozer135 m3/jam. Biaya produksi masing-masing alat berat. Untuk perhitungan dengan data-data di lapangan: Biaya produksi backhoe per jam sebesar Rp 260.000,-/jam. Biaya produksi dump truck per jam sebesar Rp 67.750,-/jam. Biaya produksi bulldozer per Rp 366.857,-/jam. Biaya produksi roller per jam sebesar Rp 53.900,- m3/jam. Untuk perhitungan dengan rata-rata teoritis: Biaya produksi backhoeRp 273.580,-/jam. Biaya produksi dump truck Rp 106.900,-/jam.Biaya produksi bulldozer per jam sebesar Rp 325.750,-/jam. Biaya produksi rollerRp 187.042,- m3/jam. Harga satuan alat berat dengan perhitungan di lapangan sebesar Rp 137.550,-/m3. Harga satuan alat berat dengan perhitungan teoritis sebesar Rp 70.450,-/m3. Total rencana biaya pekerjaan timbunan tanah untuk proyek Perumahan dan Pertokoan di Jumprit Baturetno dibutuhkan biaya sebesar Rp 792.605.750,-
PEMBOROSAN BIAYA PEMBANGUNAN AK1BAT PENULANGAN YANG TIDAK SESUAI ATURAN TEKNIK TRI HARTANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun berarti mengatur dan aturan tersebut dapat dicerminkan dalam setiap proses tahapan pembangunan. Aturan pokok ini merupakan dasar-dasar dari segala kegiatan membangun yang selalu dipikirkan oleh manusia.Beberapa pemikiran tentang aturan-aturan untuk membangun yang sudah banyak dilakukan, diantaranya .menentukan tiga pokok dasar, yaitu : firmitas ( kekukuhan,stabilitas), utilitas (kenyamanan), dan venustas (keindahan dalam arsitektur). Jikalau kita ingin menentukan pokok bentuk struktur bangunan man tidak mau kita harus menerapkan aturan teknis.Kita bisa mulai misalnya, dengan bahan bangunan (batu alam, batu buatan, kayu, baja, beton bertulang dan sebagainya), atau kita memperhatikan konstruksinya (pondasi, dinding, atap dan sebagainya). Pengaturan yang integral dalam bidang fungsi/tugas, bentuk, dan teknik membutuhkan aturan baru yang berkesinambungan dan yang mewujudkan ketergantungan antara konstruksi dengan bentuk danfungsi atau sebaliknya. Perkembangan tercapai oleh perubahan teknologi dalam pembangunan, oleh perubahan konstruksi bangunan, oleh bahan bangunan yang baru, oleh pengetahuan baru dalam fisika bangunan, perbaikan cara membangun, dan oleh penggunaan peralatan pembangunan yang baru. Dengan adanya perkembangan ini, perwujudan bentuk struktur bangunan akan berubah. Aspekyang bersifat indah dan bermutu tinggi dalam arsitektur tidak akan berubah, tetapi aspek yang bersifat teknologis akan berkembang terus.
PERENCANAAN PERHITUNGAN BIAYA REHABILITASI PERKERASAN JALAN PADA RUAS JL. KYAI MOJO – JL. H. KAHARMUZAKIR SURAKARTA DIAN ARUMNINGSIH D.P
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pada ruas Jl. Kyai Mojo – Jl. H. Kaharmuzakir, Surakarta, perkembangan lalu lintas semakin ramai dan kendaraan berat semakin meningkat, pertumbuhan ekonomi di wilayah antar kota/Kabupaten, khususnya Jl.Kyai Mojo – Jl. H. Kaharmuzakir, atau arah dari Mojolaban ke Surakarta atau arah sebaliknya  terus meningkat untuk mengimbangi masalah itu maka diperrlukan kelengkapan sarana dan prasarana akses jalan umurn guna menunjang kelancaran transportasi sehingga tingkat perekonomian daerah semakin maju dan berkembang dengan baik. Masalah utama tentunya rehabilitasi sebelum terjadi kerusakan lapis permukaan jalan atau perbaikan jalan akan dapat memperlancar transportasi. Dengan perkembangan yang cukup baik antar kota/kabupaten. Jl. Kyai Mojo – Jl. Kaharmuzakir merupakan jalan provinsi adalah termasuk dalam wilayah Kota Surakarta, yang diharapkan akan terjadi perkembangan kota serta pergerakan manusia yang tidak hanya terpusat pada pusat kota sehingga dapat dilakukan perluasan kota ke segala penjuru arah yang pada akhimya akan berdampak baik bagi terwujutnya perkembangan ekonomi, sosial, politik dan transportasi yang aman dan ramah lingkungan. Dari hasil pengamatan dan pembahasan bahwa rehabilitsi jalan menggunakan konstruksi seperti kondisi yang ada yaitu jenis perkerasan lentur. Adapun jenis konstruksi lapis permukaan perkerasan jalan tersebut adalah: Laston/Asphalt Concrere (AC) dengan ketebalan rata-rata 7,5 cm, lebar jalan 7,0 m, bahu jalan 1,0 m. Berdasarkan kiasifikasi jalan ruas Jl. Kyai Mojo – Jl. H. Kaharmuzakir, Surakarta ruas  jalan tersebut  termasuk dalam kategori jalan Kolektor Primer. Besar Anggaran Biaya yaitu Rp.6,945.920,000,00 (Enam milyard Sembilan ratus empat puluh lima juta sembilan ratus dua puluh ribu  rupiah) Perencanaan rehabilitasi jalan dimaksud agar lalu lintas jalan bisa dilayani dengan lancar, diharapkan lebar, sehingga kepadatan lalu lintas dapat diberjalan dengan baik nyaman dan aman.
TIDAK BERFUNGSINYA JALUR LAMBAT PADA KORIDOR JL. IR SUKARNO SOLO BARU DJOKO PRATIKTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Penelitian dengan judul Analisis Pertumbuhan dan Perkembangan Tata Bangunan pada Koridor Jl.Ir.Soekarno Solo Baru menemukan beberapa permasalahan yang timbul akibat pertumbuhan dan perkembangan tata bangunan di koridor Jl.Ir Soekarno Solo Baru diluar tata bangunan yang menjadi topik penelitian. Salah satu permasalahan tersebut adalah tidak berfungsinya jalur lambat pada  koridor Jl.Ir.Soekarno Solo Baru. Jalur Jl.Ir.Soekarno yang dulu bernama Jl.Raya Solo Permai yang berada di kawasan kota Solo Baru didesain sedemikian rupa dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jalan yaitu para pengendara kendaraan dan arus lalu lintas kendaran agar berjalan secara teratur, lancar,tertib dan aman, dengan memisahkan kendaraan cepat atau kendaraan bermotor mempunyai jalur terpisah dengan jalur untuk kendaraan tidak bermotor. Namun dalam perkembangannya ( dari pengamatan pada penelitian ini) jalur lambat praktis tidak berfungsi akibat ketidak disiplinan para pemakai jalan, pemilik lahan/bangunan dengan memanfaatkan jalur lambat ini untuk kepentingan bisinisnya atau kepentingan pribadinya. Permasalahan yang lain dengan tidak berfungsinya jalur lambat ini mengundang para  pedagang kaki lama yang menjajakan dagangannya di jalur lambat ini. Penelitian dengan judul Analisis Pertumbuhan dan Perkembangan Tata Bangunan pada Koridor Jl.Ir.Soekarno Solo Baru ini akan memberikan penyelesaian masalah yang terjadi baik yang terkait dengan tata bangunan maupun penyelesaian masalah yang terkait dengan jalur lambat ini.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue