cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
PERAN, FUNGSI DAN MAKNA ARSITEKTUR RUMAH LAMIN DALAM BUDAYA ADAT SUKU DAYAK DI KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR ABITO BAMBAN YUUWONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur rumah tinggal secara umum dalam kehidupan manusia memiliki fungsi, peran dan makna universal yang relatif sama, yaitu sebagai tempat berlindung dari kondisi alam dan lingkungan yang tidak bersahabat, sebagai tempat bersosialisasi, berinteraksi dan membina keluarga, sebagai setatus sosial yang mencerminkan pribadi pemilik dalam komunitas masyarakat maupun budayanya, dsb., namun ketika kita telaah lebih dalam teryata ada nilai-nilai yang hanya berlaku pada budaya atau kelompok masyarakat tertentu sementara akan berbeda nilai maupun artinya bagi budaya maupun kelompok masyarakat lainnya, sebagai contoh bagi suku toraja suatu rumah akan memiliki setatus sosial yang tinggi apabila semakin banyak jumlah tanduk kerbau yang disusun di tiang utama bagian depan dari rumah tongkonannya, sementara rumah joglo akan menjadi identitas bahwa pemilik rumah adalah keluarga ningrat atau bangsawan bagi suku jawa, dan lain-lain, meskipun banyak nilai-nilai yang telah mengalami degradasi maupun pergeseran sebagai akibat perkembangan jaman namun bagi beberapa suku budaya ini masih dipegang teguh dan tetap bertahan hingga sekarang. Pulau Kalimantan dengan suku Dayak yang merupakan penduduk aslinya memiliki bentukan arsitektur rumah tinggal yang sangat unik dan khas yang mencerminkan budayanya, yang biasa disebut rumah panjang atau lamin, suku dayak secara umum dikelompokkan menjadi 6 rumpun yaitu rumpun klemantan, iban, apokayan, murut, ot danum-ngaju, dan punan. ke enam rumpun tersebut tersusun atas 268 suku, di Kabupaten Kutai Barat yang merupakan bagian dari Propinsi Kalimantan Timur terdapat 6 kelompok suku dayak yaitu suku Dayak Kenyah, Toonyoi, Benuaq, Bahau, Aoheng, dan Punan, pada ke enam suku tersebut rumah lamin diperankan selain  sebagai rumah tinggal bersama secara berkelompok yang didasarkan pada kebersamaan juga berfungsi sebagai pusat kegiatan upacara-upacara ritual maupun persembahan, hal ini dapat terlihat dari patung-patung atau totem yang biasa disebut Blonthang yang di taruh berjajar di depan rumah lamin, demikian pula dengan penggunaan ornamen-ornamen ukiran khas dayak yang berwarna-warni dimana tiap warna melambangkan makna-makna  tertentu.
PENGARUH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TEMPAT USAHA PEDAGANG KAKI LIMA ( PKL) TERHADAP CITRA WAJAH ARSITEKTUR KOTA SURAKARTA DJOKO PRATIKTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implikasi sosial ekonomis akibat dari masa krisis ekonomi pada kota-kota besar di Indonesia termasukdiantaranya kota Surakarta sangat terasa sekali terutama bagi lapisan masyarakat yang tingkatan perekonomiannya sangat rendah. Kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, pemutusan hubungan kerja (PHK) karena adanya pembatasan tenaga pada beberapa perusahaan serta kekurang mampuan pemilikan modal untuk membuka lapangan pekerjaan mendorong mereka untuk mencari usaha sesuai dengan keterbatasan kemampuan modal yang dimilikinya dengan diantaraya berdagangkecil-kecilan sebagai pedagang kaki lima atau penjaja keliling. Didalam membuka usaha ini banyak diantara masyarakat yang kurang atau tidak memahamidan mengetahui  peraturan-peraturan tentang penataan kota, sehingga mereka mencari tempat usaha yang menurut pertimbangan mereka sangat tepat untuk mejajakan dagangannya dengan mendirikan kios/bedeng atau bangunan yang secara kualitas tidak layak bahkan mengganggu keindahan kota. Kota Surakarta yang pernah dilanda kerusuhan akibat kondisi politik Negara kita sedang labil yang terjadi di tahun1988-1989 an, merupakan awal pertumbuhan dan berkembangnya pedagang kaki lima (pkl) yang muncul dibeberapa bagian kota ( di pinggir jalan, di taman, di bantaran sungai atau ditempat terbuka yang menurut mereka sangat tepat dan strategis untuk berdagang).Namun mereka tidak menyadari bahwa menempati tanah-tanah Negara adalah dilarang. Pemerintah kota sebetulnya sudah mengadakan penataan dan relokasi untuk mengatur tempat usaha para pedagang kaki lima ini, namun sampai saat ini kurang lebih 15 tahunan yang lalu pasca kerusuhan problema tentang pedagang kaki lima ini terus berlanjut yang seolah-olah seperti rantai kehidupan yang tidak ada hentinya, ditata ulang selalu muncul masalah yang baru. Penataan pedagang kaki lima yang dilakukan  oleh Pemerintah Kota Surakarta ini dimaksud agar kota menjadi teratur rapi indah serta mempunyai citra kota yang bersih dan nyaman. Melalui penelitian ini mencoba untuk mengungkap adakah pengaruh hubungan antara pedagang kaki lima (PKL) di kota Surakarta ini dengan Citra Wajah Arsitektur Kota Surakarta.
CITRA PESONA KOTA SURAKARTA DALAM UPAYA MEWUJUDKAN DESTINASI WISATA TERKAIT OBYEK WISATA YANG ADA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra suatu kota sangat menarik untuk diteliti, terutama kaitannya dengan keberadaan obyek wisata yang ada , di mana wisata, budaya, tradisi dan  monumen erat kaitannya dengan estetika, di samping estetika yang terkandung di dalam visual monumen tersebut, citra akan menentukan arah kemajuan, termasuk di dalamnya sektor  pariwisata. Permasalahan estetika kota, monumen dan citra pesona pariwisata belum banyak dikaji, hal ini mengingat perencanaan dan pengelolaan daya tarik wisata alam, sosial budaya maupun objek wisata minat khusus harus berdasarkan pada kebijakan rencana pembangunan nasional maupun regional. Jika kedua kebijakan rencana tersebut belum tersusun, tim perencana pengembangan daya tarik wisata harus mampu mengasumsikan rencana kebijakan yang sesuai dengan area yang bersangkutan.Tujuan dari penelitian  ini adalah:a) Mengetahui kondisi fasilitas, sarana prasarana Wisata kota Surakarta b) Mengkaji usaha-usaha yang dilakukan Pemerintah Kota Surakarta dalam mempersiapkan Surakarta menjadi Destinasi, c). Memetakan potensi wisata kota Surakarta. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi kepada pemerintah Kota Surakarta , Penyusunan ini didasarkan pada permasalahan yang dirumuskan sebelumnya beserta tujuan yang akan dicapai. Adapun prosedur penelitian yang dimaksud :a) Mengurus perijinan.b) Menyiapkan perlengkapan penelitian. c) Menyusun protokol penelitian dengan merencanakan jadwal pelaksanaan serta mengembangkan pedoman pengumpulan dananya. d) Mengumpulkan data di lokasi dengan melakukan wawancara, observasi, dananalisa dokumen e) Menelaah masalah yang dianggap penting guna menentukan strategi pengumpulan data berikutnya serta mempersiapkan analisis awal. Untuk selanjutnya data mendapatkan data yang lebih memfokus, untuk menghasilka data yang sudah terkumpul selanjutnya merumuskankesimpulan akhir sebagai temuan penelitian.
KAJIAN MANAJEMEN RISIKO BISNIS JASA KONSTRUKSI GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Peralatan baru yang muncul dengan disertai hadirnya berbagai software komputer yang canggih semakin mempermudah pekerjaan dalam bidang konstruksi. Saat ini berbagai teknik baru muncul, yang diharapkan dapat mempercepat pekerjaan suatu proyek konstruksi yang sedang dilakukan, serta mempermudah dalam mengevaluasi suatu pekerjaan bangunan. Akan tetapi, dengan segala kemajuan yang ada saat ini, bukan berarti industri jasa konstruksi tidak akan diperhadapkan pada suatu risiko kegagalan. Industri konstruksi juga merupakan suatu bisnis yang sangat kompetitif dengan tingkatan yang tinggi kemungkinannya untuk bangkrut, apabila tidak dikelola secara baik. Pemahaman akan aspek-aspek teknis dari konstruksi sangatlah diperlukan, di sisi lain orang-orang yang bergerak di bidang industri dan jasa konstruksi juga haruslah mempunyai pemahaman yang baik tentang aspek-aspek profesi bisnis dan manajemen risiko. Industri konstruksi seringkali dianggap sebagai suatu industri yang tingkat risikonya tinggi. Risiko yang dihadapi pada suatu proyek konstruksi sudah ada sejak awal proyek berjalan sampai proyek berakhir, bahkan tahapan awal sebelum dimulainya proyek konstruksi sudah berhadapan dengan risiko. Risiko yang melekat pada perusahaan dalam kelompok industri konstruksi tidak terlepas dari karakteristik utama kegiatan perusahaan, yaitu : penyediaan jasa konstruksi. Oleh karena itu, kajian ini mengidentifikasi risiko-risiko yang berpotensi paling besar berdasarkan frekuensi dan bobot risiko pada industri jasa konstruksi. Sekaligus mengkaji upaya bagaimana penerapan manajemen risiko pada jasa konstruksi dalam menghadapi risiko di atas, sehingga perusahaan dapat memenuhi target pekerjaan berdasarkan biaya, mutu, dan waktu pekerjaan.
ANALISIS PENGARUH KONFLIK DALAM PELAKSANAAN KONSTRUKSI TERHADAP KESUKSESAN PROYEK HERMAN SUSILA; SURYO HANDOYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahap pelaksanaan proyek konstruksi sangat besar kemungkinannya terjadi konflik karena dalam pelaksanaan proyek konstruksi sumberdaya yang digunakan besar, jumlah kegiatan yang sangat banyak dan melibatkan banyak pihak yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Perbedaan-perbedaan tujuan, pandangan, pendapat dari masing-masing pihak akan dapat menimbulkan konflik. Analisis pengaruh konflik dalam pelaksanaan konstruksi terhadap kesuksesan proyek ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk dapat mengetahui faktor-faktor dominan yang dapat menimbulkan konflik dan bagaiman pengaruh konflik terhadap kesuksesan proyek. Data diperoleh melalui survei kuesioner dengan responden yang diteliti adalah kontraktor, konsultan pengawas dan dari pihak pemilik pada tingkat manajemen menengah yang pernah terlibat dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi gedung. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Untuk mengetahui keakuratan data dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Untuk mengetahui faktor dominan yang dapat menimbulkan konflik dilakukan analisis mean dan untuk menganalisis pengaruh konflik dengan kesuksesan proyek dilakukan anilisis korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang sering menimbulkan konflik dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah wewenang dan tanggung jawab yang kurang jelas, tugas yang tidak sesuai keahliannya, kesalahan desain dan spesifikasi, keterlambatan peralatan dan bahan, estimasi biaya yang tidak akurat dan pendekatan menangani masalah. Berdasar uji konkordansi kendall menunjukkan bahwa variabel konflik dari kontrak dan spesifikasi, sumber daya manusia, manajemen dan organisasi, biaya, dan perbedaan kultur mempunyai korelasi yang rendah terhadap kesuksesan proyek atau mampu mempengaruhi kesuksesan proyek sebesar 23% sedangkan 77% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGGUNAAN STRUKTUR BRESING KONSENTRIK TIPE X UNTUK PERBAIKAN KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT TERHADAP BEBAN LATERAL AKIBAT GEMPA SRI HARYONO; DIAN ARUMNINGSIH DIAH PURNAMAWANTI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk melakukan evaluasi struktur gedung pada kondisi terjadinya gempa sebelum dan setelah penambahan bresing X. Analisis menggunakan metode analisis gempa statis dan dinamis dengan bantuan program SAP 2000. Evaluasi dilakukan pada gaya moment (bending moment), gaya geser (shear force), gaya normal (axial force), dan perpindahan (displacement) antara struktur sebelum dan sesudah penambahan bresing X. Berdasarkan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa kinerja batas layan dan batas ultimit struktur tanpa bresing berdasarkan analisis gempa dinamis tidak tidak aman baik untuk arah X maupun arah Y. Kinerja batas layan dan batas ultimit struktur dengan penambahan bresing alternatif 1 tidak aman untuk arah X sedangkan untuk arah Y sudah aman. Kinerja batas layan dan batas ultimit struktur dengan penambahan bresing alternatif 2 aman untuk arah X dan arah Y. Kinerja struktur dengan penambahan bresing alternatif 2 jauh lebih baik jika dibandingkan struktur tanpa bresing dan struktur dengan penambahan bresing alternatif 1. Penambahan bresing dengan lokasi yang tepat dapat memperbaiki kinerja struktur secara signifikan.
PENGEMBANGAN POTENSI BAMBU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN ABITO BAMBAN YUUWONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini planet bumi sedang menghadapi anomali perubahan iklim yang cukup mengancam kelangsungan kehidupan semua makluk di planet ini, sehingga semua pihak dituntut untuk mampu menekan kegiatan yang menimbulkan emisi krbon dengan teknologi, alat, maupun sistem yang lebih ramah lingkungan. Penyumbang terbesar terjadinya global warming atau pemanasan global adalah penggunaan bahan bakar minyak bumi atau bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama untuk menggerakan mesin-mesin industri, kendaraan bermotor, antara lain mobil, motor, kereta api, kapal laut sampai dengan pesawat terbang yang jika diakumulasi penggunaannya diseluruh dunia maka akan menjadi penyumbang sumber emisi karbon yang terbesar, disamping hal tersebut percepatan terjadinya global warming ini dipicu karena semakin menipisnya luasan hutan di muka bumi karena guna memenuhi berbagai kepentingan dan tuntutan kebutuhan manusia sehingga dari tahun ke tahun semakin besar hutan yang di babat sehingga berubah menjadi lahan pertanian, perkebunan bahkan jadi kwawasan hunian. Bertolak dari kondisi tersebut saat ini semua industri telah berlomba-lomba mencari solusi teknologi yang ramah lingkungan, banyak negara telah mengemmbangkan sumber-sumber energy alternatif yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil antara lain dengan solar cell, pembangkit listrik tenaga panas bumi, PLTA, pembangkit listrik Tenaga Angin dsb. Dunia Arsitektur merupakan penyumbang terjadinya percepatan global warming karena setiap tahun dibangun puluhan juta rumah diseluruh muka bumi dan mayoritas rumah -rumah ini dibangun dengan bahan dasar kayu sehingga secara otomatis mempercepat terjadinya perusakan hutan karena kebutuhan sebagai bahan bangunan, meskipun hutan yang dibabat dapat ditanami kembali namun butuh waktu yang sangat lama untuk pulih, paling cepat 30 tahun, sedangkan kayu-kayu tertentu butuh sampai ratusan tahun untuk pulih kembali menjadi hutan, dunia arsitektur juga tidak ketinggalan dengan inovasi-inovasi barunya yang telah melahirkan banyak bangunan maupun kawasan yang telah menerapkan konsep maupun teknologi arsitektur ramah lingkungan Bambu dapat menjadi salah satu alternatif bahan bangunan yang ramah lingkungan,yang dapat menggantikan kayu, karena bambu mudah untuk dibudidayakan, dapat hidup dengan baik hampir disemua jenis tanah, mulai dari dataran rendah hingga tinggi, dan relatif singkat untuk bisa dipanen dan setelahnya  dapat dipanen secara terus-menerus.
MORFOLOGI BATAS KOTA SURAKARTA Kasus: Batas Kota Surakarta, Sukoharjo dan Karanganyar DJUMIKO DJUMIKO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah batas kota atau periphery adalah daerah yang terletak antara kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan tanah campuran. Hal ini dapat terjadi karena adanya interaksi antara kota dan desa dengan berbagai faktor  atau unsur   yang ada dalam desa, dalam kota dan di antara desa dan kota. Interaksi ini dapat dilihat sebagai suatu proses sosial, ekonomi, budaya ataupun politik, yang lambat ataupun cepat dapat menimbulkan suatu realita atau kenyataan. Batas kota di  Jalan Adi Sucipto yang terletak di bagian barat kota Surakarta merupakan batas kota Surakarta, Sukoharjo   dan Karanganyar, daerah ini mengalami interaksi antara kota Surakarta dan desa di sekitarnya yang masuk daerah Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Dengan adanya  interaksi tersebut,  menarik untuk dilakukan penelitian yang lebih mendalam, khususnya dilihat dari aspek morfologi. Dengan melakukan pengumpulan data, observasi lapangan,dan  analisis, dihasilkanbatas kota Surakarta, Sukoharjo dan Karanganyar berupa morfologi  lingkungan baru dengan karakter desa-kota, hal ini dapat dilihat dari: faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan, pioneer pertumbuhan dan perkembangan, tata guna lahan, pola jalan,fungsi bangunan,dan ketinggian bangunan.
KEKELIRUAN PERSEPSI DALAM PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI PENGGAL JALAN YOSODIPURO SURAKARTA DWI SUCI SRI LESTARI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka kota serta jalur pedestrian merupakan dua dari delapan elemen fisik perancangan kota yang harus terdapat dalam perancangan kota. Ruang terbuka kota dapat berbentuk ruang terbuka hijau (RTH), maupun ruang terbuka non hijau (RTNH) sebagaimana: jalan, jalur pedestrian; maupun badan air. Di antara bermacam-macam fungsi utama ruang tata hijau, adalah menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara kota, sebagai peneduh, produsen oksigen. Di tengah situasi perubahan iklim global yang berdampak kerusakan lingkungan dan bencana yang semakin memprihatinkan, sebagai responnya adalah pasal 63 UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH):  prinsipnya pemerintah bertugas dan berwenang membina dan mengawasi pelaksanaan kebijakan nasional, peraturan daerah, dan peraturan kepala daerah, dengan salah satu instrumen pembinaan dan pengawasan berupa: Program  Menuju Indonesia Hijau (Program MIH). Ini dilatarbelakangi oleh makin merosotnya luasan RTH di Surakarta hingga 11,9 %. Kementerian Pekerjaan Umum terdorong untuk mewujudkan Kota Hijau sebagai metafora Kota Berkelanjutan, yang mendorong  timbulnya  Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) bagi setiap kota, antara lain di Surakarta. Diduga terdapat kekeliruan persepsi dan bagi perencana dan pelaksanaan pelaksana P2KH dalam penambahan RTH, sehingga jalur-jalur pedestrian pada beberapa bagian penggal-penggal jalan di kota Surakarta, antara lain di penggal jalan Yosodipuro dari perempatan Monumen Pers Nasional–pertigaan dengan Jalan dr. Muwardi yang merupakan RTNH berubah menjadi RTH. Jalur pedestrianpun menghilang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali macam kekeliruan persepsi dalam penyedian RTH pada penggal jalan Yosodipuro dari Monumen Pers Nasional-pertigaan dengan jalan dr. Muwardi. Macam metoda penelitiannya, deskriptik analitis kualitatif. Hasil penelitiannya, terdapat enam kelompok tema yang dirinci dalam sembilan macam tema kekeliruan dalam dan solusi penganggulangannya bagi pihak-pihak terkait di Surakarta
KAJIAN MANAJEMEN SIRKULASI TERMINAL BUS ( Studi Kasus : Terminal Bus Tirtonadi Surakarta ) GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal merupakan bagian dari jaringan pelayanan transportasi sebagai simpul dari suatu rangkaian jaringan transportasi jalan. Keberadaan terminal sangat vital dalam penyelenggaraan angkutan umum. Karena disitu adalah merupakan tempat bertemunya antara penyedia jasa dan pengguna jasa, tempat menaikkan dan menurunkkan penumpang atau barang, tempat awal dan berakhirnya perjalanan angkutan umum, tempat pengendalian, pengawasan, pengaturan dan pengoperasian lalu lintas, serta istirahat awak kendaraan angkutan umum. Terminal adalah fasilitas yang sangat kompleks, banyak kegiatan yang dilakukan di terminal terkadang secara bersamaan dan terkadang secara paralel, yang terkait pada variasi dan volume kedatangan atau waktu yang dibutuhkan untuk memproses kendaraan, penumpang, dan barang. Kinerja operasional Terminal Tirtonadi Surakarta dalam pelayanannya kepada masyarakat pengguna jasa transportasi mengalami perubahan tingkat pelayanan dan kapasitas pada terminal. Aspek pelayanan penumpang di terminal percontohan nasional sudah dipacu secara maksimal dan diklaim setara dengan bandara. Kajian manajemen sirkulasi terminal bus ini menunjukkan adanya permasalahan parkir khusus mobil yang diarahkan ke ruang terbuka di lantai II. Sementara parkir kendaraan roda dua dan sepeda berada di depan pintu drop off penumpang. Pembangunan lahan parkir yang nyaman bagi pengunjung masih berproses beserta pengembangan Terminal Tirtonadi ke depan, terminal bus sebagai pusat perbelanjaan dan hotel baru.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue