cover
Contact Name
Eko Supraptono
Contact Email
eko@i-rpp.com
Phone
-
Journal Mail Official
eko@i-rpp.com
Editorial Address
Jl. Prof. Moh. Yamin (Kompleks SMAN III Tegal)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dinamika Pendidikan
ISSN : 08542172     EISSN : 27747786     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is a scientific publication of research articles from the educational sphere, where every issue has a theme as the focus of the publication.
Articles 375 Documents
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA PADA KOMPETENSI DASAR TATA SURYA DENGAN METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) -, Suharto
Dinamika Pendidikan Vol 3, No 3 (2013)
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar siswa di kelas VI pada pelajaran IPA khususnya pada materi tata surya menunjukkan masih sangat rendah. Salah satu metode yang dapat digunakan yang sesusai dengan materi tata surya adalah metode pembelajaran bermain peran (role playing). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  keberhasilan siswa dalam pembelajaran IPA pada materi tata surya apabila guru menggunakan metode Role Playing. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI   SD N Sumingkir 02 yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 23 laki-laki dan 9 perempuan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa khususnya pada materi sistem tata surya. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan nilai dari tiap siklusnya.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU MELALUI MODEL SUPERVISI ARTISTIK DENGAN STRATEGI FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) Sunarto, Wagino
Dinamika Pendidikan Vol 3, No 3 (2013)
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Meningkatkan kualitas pembelajaran guru di SMAN 14 Semarang melalui model supervisi artistik dengan strategi FGD. (2) Mendiskripsikan persepsi/tanggapan guru tentang model supervisi artistik dengan strategi FGD. Penelitian  ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan subjek 53 orang guru. Penelitian Tindakan Sekolah yang terdiri dari dua siklus ini, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai rata-rata hasil supervisi pada siklus I adalah 81,25 menjadi 86,26 pada siklus II atau meningkat 6,17%. (2) Tanggapan guru-guru terhadap model supervisi artistik dalam kategori baik sebesar 63,8% dan sangat baik 33,7%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa model supervisi artistik dengan strategi FGD dapat meningkatkan kualitas pembelajaran guru dan guru-guru memberikan tanggapan yang baik terhadap model.
PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA MATERI BESARAN DAN SATUAN FISIKA Qudsi FT, Istianah
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak positif pembelajaran kelompok akan terlihat jika pembentukan kelompok mengikutisuatu pola tertentu. Salah satu model pola pembentukan kelompok adalah tutor sebaya. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas, hasil belajar dan respon siswa dalam pembelajarankelompok tutor sebaya pada materi besaran dan satuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakankelas dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 tahun ajaran 2011/2012 yangberjumlah 20 orang. Data berupa tes, lembar observasi, dan angket dari pelaksanaan sikluspenelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase. Hasil penelitianmenunjukkan temuan bahwa pembelajaran kelompok tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitassiswa dari siklus I sebesar 76% menjadi 89% pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari 25%pada siklus I dan 75% pada siklus II. Sementara respon siswa mencapai 80% yang mengindikasikanpembelajaran fisika lebih menyenangkan dengan pembelajaran kelompok tutor sebaya.
MODEL ROLE PLAYING PADA MATERI KEPUTUSAN BERSAMA MAPEL PKN Arifiyati, Etty
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, “apakah model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PKn materi keputusan bersama pada siswa kelas V SDN Trayeman 01?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn materi keputusan bersama melalui model pembelajaran Role Playing pada siswa kelas V SDN Trayeman 01.Subjek penelitian adalah peneliti sebagai guru mapel PKn, berkolaborator dengan teman sejawat dan siswa kelas V semester II SDN Trayeman 01 tahun ajaran 2013/2014 sejumlah 33. Adapun skor ketrampilan guru yang diperoleh pada siklus I pertemuan pertama adalah 22 termasuk kategori cukup meningkat pada pertemuan kedua menjadi 25 dengan kategori baik. Siklus II skor yang diperoleh pada pertemuan pertama 30 termasuk kategori sangat baik dan meningkat pada pertemuan kedua menjadi 32 dengan kategori sangat baik. Adapun skor aktivitas siswa yang diperoleh siklus I pertemuan pertama adalah 23,8 dengan kategori cukup, meningkat pada pertemuan kedua menjadi 25,5 dengan kategori baik. Siklus II pertemuan pertama memperoleh skor 29 termasuk kategori baik, meningkat pada pertemuan kedua menjadi 34 dengan kategori sangat baik. Adapun hasil ketuntasan belajar klasikal siklus I pertemuan pertama sebesar 46% dengan nilai terendah 40, tertinggi 100. Siklus II meningkat, menjadi 87% dengan nilai terendah 60 dan tertinggi 100. Dengan demikian hipotesis tindakan bahwa model Role Playing dengan media video dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PKn materi mengenal bentuk keputusan bersama di Kelas V SDN Trayeman 01 terbukti kebenarannya.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PETA KONSEP-KONTSRUKTIVISME Tasiwan, Tasiwan
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep siswa terhadap materi IPA Semester II bab Gerak di kelas VII E SMP 2 Kesesi Pekalongan tahun pelajaran 2011/2012. Tindakan pembelajaran dilakukan dengan pendekatan peta konsep kontruktivisme. Siswa secara berkelompok terdiri atas 3 sampai 4 siswa mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam pengamatan gerak mainan anak-anak yang mereka persiapkan, dan menyusun peta konsep. Evaluasi dilakukan secara tertulis, analisa peta konsep, angket, dan rekam jejak pembelajaran oleh observer. Hasil penelitian pada akhir tindakan diperoleh peningkatan daya serap klasikal menjadi 71.65 %, ketuntasan dalam pencapaian kkm 72.09 %, antusiasme 88.00 %, dan peningkatan jumlah siswa aktif dalam menanggapi dan mempertahankan pendapat menjadi 79.31 % atau 23 siswa. Hasil survey angket didapatkan bahwa 26 dari 29 siswa atau 89.66 % siswa menyatakan sangat setuju atau setuju bahwa pendekatan peta konsep-kontruktivisme mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep siswa.
PENGGUNAAN KONSEP KESEBANGUNAN SEGITIGA DALAM PEMECAHAN MASALAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT Abdul Azis, Jamal
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui partisipasi aktif siswa dalam diskusi kelompok, kinerja guru dalam pembelajaran, dan kemampuan siswa menggunakan konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah. Subjek penelitian adalah siswa kelas IXD Semester 1 SMP Negeri 2 Ulujami Kab. Pemalang tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pembelajaran dimulai dengan guru menyampaikan materi kemudian membentuk 8 kelompok diskusi dengan anggota 4 siswa. Siswa mengerjakan LKS dalam diskusi kelompok dan guru memberikan bimbingan secara proporsional. Melalui undian dipilih siswa yang melakukan presentase. Pada setiap akhir siklus dilakukan tes formatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes dan pengamatan. Hasil penelitian pada siklus 1 diperoleh 78,44% siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok; 81,67% kinerja guru sesuai dengan desain pembelajaran; dan 21 siswa (65,63%) mencapai KKM. Pada siklus 2 menunjukkan hasil 82,50% siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok; 86,67% kinerja guru sesuai dengan desain pembelajaran; dan 24 siswa (77,42%) mencapai KKM yang ditetapkan. Indikator keberhasilan telah terlampaui pada akhir siklus 2.
PEMBELAJARAN PROGRAM APLIKASI MICROSOFT WORD MELALUI PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING Nisa Nurul Fitri, Khoirun; Sugiyanti, Lilis
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dalam menggunakan program aplikasi Microsoft Word kelas X.3 di SMA Negeri 2 Ungaran tahun ajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terselesaikan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase untuk dilihat peningkatannya dari kegiatan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar siswa, dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif pada kegiatan pra siklus sebesar 65,50, meningkat pada siklus I menjadi 71,61 dan meningkat pada siklus II menjadi 80,28. Rata-rata hasil belajar siswa ranah afektif pada siklus I sebesar 68,68 meningkat pada siklus II menjadi 78,19. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa ranah psikomotorik pada siklus I sebesar 71,88 dan meningkat pada siklus II menjadi 78,94. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam menggunakan program aplikasi Microsoft Word, yang meliputi kompetensi siswa pada ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.
MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI ANAK MELALUI PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL -, Musyarofah
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hasil aspek pengembangan sosial-emosional dengan metode permainan voli kerjasama untuk meningkatkan kecerdasan emosi anak TK Mekarsari Mayangan.Metode pengumpulan datanya berupa observasi dan dokumentasi.Analisis datanya secara kuantitatif dengan menggunakan rumus prosentase. Validasi datanya menggunakan teknik triangulasi yaitu dengan cara mencocokkan dan membandingkan berbagai alat pengumpul data baik dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian memperoleh hasil observasi sebagai berikut: (1) aspek tidak berebut bola volley memperoleh skor rata-rata 3,09, (2) aspek mau mengambil balon jika jatuh ke lantai memperoleh skor rata-rata 3,14, (3) aspek dorongan ingin mendapatkan bola volley dan melambungkannya dengan baik memperoleh skor rata-rata 3,14, (4) aspek tidak mengganggu temannya dalam bermain bola volley memperoleh skor rata-rata 3,10, (5) aspek kerjasama dengan temannya memperoleh skor rata-rata 3,09, sehingga skor rata-rata total yaitu 3,11.
IMPLEMENTASI MODEL PICTURE AND PICTURE DENGAN GAMBAR SERI PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN SEDEHANA Sukmaningesti, Sri
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah melalui model pembelajaran picture and picture dengan gambar seri dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas III SDN Karanganyar 01 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal? Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia melalui model pembelajaran picture and picture dengan gambar seri pada siswa kelas III SDN Karanganyar 01 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru. Jumlah siswa kelas III seba-nyak 37 siswa yaitu 19 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Dalam penelitian ini, guru sebagai peneliti juga dijadikan sebagai subjek yang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Karanganyar 01 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten tegal yang beralamat di Jl. Simpang Tiga Karanganyar Kec.Kedungbanteng Kab.Tegal. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Sederhana melalui Picture and Picture dengan Gambar Seri pada Siswa Kelas III SDN Karanganyar 01, keterampilan guru pada siklus I memperoleh skor 26,5 dengan kategori baik, pada siklus II, skor keterampilan guru menjadi 37 dengan kategori baik sekali. Aktivitas siswa pada siklus I, siswa mem-peroleh skor rata-rata 19,08 dengan kategori cukup, dan meningkat pada siklus II dengan skor rata-rata 23,26 dengan kategori baik. Keterampilan siswa pada siklus I, nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 68 dengan ketuntasan klasikal sebesar 60%. Pada siklus II, baik nilai rata-rata siswa maupun ketuntasan klasikal siswa mengalami peningkatan. Nilai rata-rata siswa siklus II adalah 76 dengan ketuntasan klasikal sebesar 86%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM QUIZ BERBASIS CD PADA MATERI SISTEM PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT Torisni, Sri
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah dapat dirumuskan permasalahan secara umum yaitu : Apakah melalui model kooperatif tipe Team Quiz berbasis CD dapat meningkatkan kualitas pembelajaran (ketrampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar) PKn materi susunan pemerintahan tingkat pusat pada siswa kelas IV SDN Kendalserut 02?. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn materi susunan pemerintahan tingkat pusat pada siswa kelas IV SDN Kendalserut 02 melalui model kooperatif tipe Team Quiz berbasis CD. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV sebanyak 37 siswa terdiri dari 25 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kendalserut 02 Kecamatan pangkah Kabupaten tegal yang beralamat di Jl. Utara Kendalserut Kec. Pangkah Kabupaten Tegal. Penelitian ini didesain menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Rancangan penelitian ini terdiri dari 2 siklus, tiap siklus dilaksanakan dua pertemuan melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil pengamatan keterampilan guru pada siklus I diperoleh skor rata-rata 3,7 dengan kategori sangat baik (A) kemudian skor rata-rata mengalami peningkatan pada siklus II perolehan skor di siklus ini 3,9 dengan kategori sangat baik (A). Aktivitas siswa sekurang-kurangnya baik telah terpenuhi. Aktivitas siswa pada siklus I diperoleh skor rata-rata 3,10 dengan kategori baik (B) kemudian skor rata-rata mengalami peningkatan pada siklus II perolehan skor di siklus ini 3,76 dengan kategori sangat baik (A). Pada siklus I ketuntasan klasikal mencapai 57% (21 dari 37 siswa) dengan nilai rata-rata kelas adalah 67,57 dan pada siklus II meningkat menjadi 97% (36 dari 37 siswa) dengan nilai rata-rata 84,86. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan adalah ≥ 70. Pencapaian nilai pada siklus I dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 90, sedangkan siklus II nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 100. Peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 40%.

Page 8 of 38 | Total Record : 375