cover
Contact Name
Eko Supraptono
Contact Email
eko@i-rpp.com
Phone
-
Journal Mail Official
eko@i-rpp.com
Editorial Address
Jl. Prof. Moh. Yamin (Kompleks SMAN III Tegal)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dinamika Pendidikan
ISSN : 08542172     EISSN : 27747786     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is a scientific publication of research articles from the educational sphere, where every issue has a theme as the focus of the publication.
Articles 375 Documents
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA AJAR MATEMATIKA MATERI SKALA -, Sudaryo
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas (ketrampilan guru, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa) pembelajaran matematika melalui Problem Based Learning (PBL) berbantuan video pembelajaran di kelas VI SDN Dukuhdamu 01 Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang dilakukan melalui dua siklus kegiatan.Tiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatanya itu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observasi), dan refleksi (reflecting). Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDN Dukuhdamu 01 Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal yang terletak di Jalan Raya Dukuhdamu No. 01 Desa Dukuhdamu, Kec. Lebaksiu Kabupaten Tegal.Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VI SDN Dukuhdamu 01 yang berjumlah 30 orang. Pada siklus 1 pertemuan 1 jumlah skor yang diperoleh adalah 40 dengan kategori tinggi dan pada siklus 1 pertemuan 2 mengalami peningkatan skor menjadi 43 tetapi masih dalam kategori tinggi. Pada siklus 2 pertemuan 1 diperoleh skor 47 dengan kategori sangat tinggi dan meningkat pada siklus 2 pertemuan 2 mencapai 48 dengan kategori sangat tinggi. Pada siklus 1 pertemuan 1 jumlah rata-rata skor aktivitas siswa adalah 16,8 dengan kategori cukup. Pada siklus 1 pertemuan 2 skor rata-rata yang diperoleh mengalami peningkatan, yaitu 19,1 dengan kategori tinggi. Pada siklus 2 pertemuan 1 skor rata-rata yang diperoleh meningkat lagi menjadi 22,1 dengan kriteria sangat tinggi dan pada siklus 2 pertemuan 2 mengalami peningkatan mencapai 23,4 dengan kategori sangat tinggi. Pada siklus 1 pertemuan 1 diperoleh nilai rata-rata 57,7 dengan ketuntasan belajar 60% dan pada siklus 1 pertemuan 2 yang merupakan akhir dari siklus 1 nilai rata-rata meningkat menjadi 62,7 dengan ketuntasan belajar 68,9%. Pada siklus 2 pertemuan 1 diperoleh nilai rata-rata 71,2 dengan ketuntasan belajar 76,7% dan mengalami peningkatan pada siklus 2 pertemuan 2 yang menjadi akhir dari siklus 2 mencapai 75,2 dengan ketuntasan belajar 86,2%.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI POKOK CUACA DI SEKITAR KITA Nurjanah, Siti
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mata pelajaran secara keseluruhan di SD tempat peneliti bekerja, pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pelajaran yang nilai rata-rata kelasnya paling rendah. Dari tahun ke tahun nilai rata-ratanya hanya kisaran 65 dengan KKM 70. Oleh karena itu, peningkatan mutu pun masih terfokus pada upaya peningkatan prestasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Permasalahan yang muncul apakah dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar dan aktifitas siswa SD Negeri Pangkah 01 kelas I dalam pokok bahasan Cuaca di sekitar kita. Tujuan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar dan aktifitas siswa SD Negeri Pangkah 01 pada pokok bahasan Cuaca di sekitar kita melalui penerapan metode demonstrasi. Hasil dari penelitian ini dirancang dengan melalui dua siklus yakni siklus I dan siklus II. Dari siklus I sampai siklus II melibatkan beberapa komponen, antara lain peneliti itu sendiri, pengamat siswa, dan unsur lain yang terlibat dalam penelitian tersebut. Pelaksanaan siklus itu sendiri terdiri dari beberapa tahap, seperti siklus I tahap yang dilalui adalah tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan tahap refleksi. Demikian juga untuk siklus II.Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa dengan menggunakan Metode Demonstrasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan prestasi dan aktifitas siswa pada pokok bahasan Cuaca di sekitar kita di SD Negeri Pangkah 01 Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2012/2013. Saran yang dapat disampaikan penulis, sebaiknya dalam meningkatkan prestasi belajar dan aktifitas siswa pada mata pelajaran IPA dengan Pokok bahasan Cuaca di sekitar kita untuk siswa kelas I dapat digunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA Hidayati, Sri
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia ( PMRI ) dapat meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan hasil belajar matematika siswa kelas IXB SMP 19 Semarang Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013, materi bangun ruang sisi lengkung. Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh selama pembelajaran dengan pendekatan PMRI karakter rasa ingin tahu dan hasil belajar mengalami peningkatan dari sebelum diberi perlakuan sampai dengan akhir tindakan pada siklus II. Dari hasil analisis dengan prosentase perubahan menunjukkan bahwa karakter rasa ingin tahu katagori membudaya meningkat dari prasiklus 6,7%, siklus I 20%, siklus II 53,3% sedangkan hasil belajar peserta didik meningkat dari prasiklus rata-rata 56,5, siklus I rata-rata 59,6, siklus II rata-rata 70,7. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan PMRI dapat meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan hasil belajar matematika materi Bangun Ruang Sisi Lengkung (BRSL)
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVMENT DIVISION PADA MATERI GLOBALISASI -, Wasirin
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan materi pokok Globalisasi di kelas IV SD Negeri Dermasandi 01. Selain itu, pembelajaran belum mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan mengasah kemampuan afektif siswa. Permasalahan yang demikian terjadi pada pembelajaran PKn materi Globalisasi pada siswa kelas IV SD Negeri Dermasandi 01. Dari latar belakang tersebut, disusun rumusan masalah yaitu “Apakah mealalui model pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas siswa, dan performansi guru dalam mata pelajaran PKn materi Globalisasi pada siswa kelas IV SDN Dermasandi 01. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Dermasandi 01 tahun ajaran 2012/2013 sejumlah 46 orang siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian Pada siklus I, persentase ketuntasan klasikal sebesar 65,22% dengan rata-rata nilai 67,17. Sementara itu, pada siklus II, persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai 91,30% dengan rata-rata nilai 77,17. Aktivitas belajar siswa di siklus I yaitu 60,53%. Sementara itu, pada siklus II aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 78,24%. Pada performansi guru, guru mendapatkan nilai 81,58 untuk APKG I dan 75,28 untuk APKG II. Dari dua nilai tersebut, diperoleh nilai performansi guru yaitu 77,38 dengan kriteria B. Sementara itu, pada siklus II, untuk APKG I peneliti mendapatkan nilai 91,67 dan 90,28 untuk APKG II. Jadi, diperoleh nilai performansi guru pada siklus II, yaitu 90,74 dengan kriteria A. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 13,36 dari siklus I ke siklus II. Melalui model pembelajaran STAD, indikator keberhasilan yang ditentukan peneliti dapat tercapai. Selain hasil belajar siswa meningkat, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat dengan belajar bersosialisasi dalam kelompok. Guru juga menambah wawasan dan mendapat pengalaman mengenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga dapat meningkatkan performansi guru dalam pembelajaran. Selain itu, model ini dapat digunakan sebagai model pembelajaran alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran PKn. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran SD Negeri Dermasandi 01.
IMPLEMENTASI METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN KEBEBASAN BERORGANISASI -, Munasik
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah metode Role Playing dapat meningkatkan pemahaman kebebasan berorganisasi mata pelajaran PKn pada siswa Kelas V SDN Paketiban 01 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2013/2014? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: meningkatkan pemahaman kebebasan berorganisasi mata pelajaran PKn melalui metode Role Playing pada siswa kelas V SDN Paketiban 01 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian dari penelitian yang telah dilaksanakan ini adalah siswa kelas V SDN Paketiban 01 Tahun Pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa 14 siswa yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Paketiban 01 yang terletak di kecamatan Pangkah, kabupaten Tegal. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu tahap persiapan hingga pelaporan hasil penelitian yang dilakukan selama 6 bulan, yakni mulai bulan Januari 2014 sampai dengan Juli 2014. Pemahaman kebebasan berorganisasi pada pembelajaran PKn siswa kelas V SDN Paketiban 01 mengalami peningkatan. Pada kondisi awal nilai rata-rata pemahaman kebebasan berorganisasi secara klasikal adalah 61; pada siklus I nilai rata-rata pemahaman kebebasan berorganisasi secara klasikal adalah 70; dan pada siklus II nilai rataratapemahaman kebebasan berorganisasi secara klasikal adalah 82. Persentase ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada kondisi awal siswa yang nilainya memenuhi KKM adalah 5 siswa dengan ketuntasan klasikal 36%. Pada siklus I siswa yang nilainya memenuhi KKM adalah 9 siswa dengan ketuntasan klasikal 64%. Pada siklus II siswa yang nilainya memenuhi KKM sejumlah 13 siswa dengan ketuntasan klasikal 93%. Dengan demikian, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan pemahaman konsep dengan hasil yang memuaskan. Ditandai dengan tercapainya indikator kinerja yang telah ditetapkan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LOMPAT JAUH MELALUI PERALATAN PEMBELAJARAN YANG DIMODIFIKASI Harningsih, Ning
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan gerak dasar lompat jauh dapat diidentifikasi sebagai berikut: Sampai sejauh mana penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh?. Penelitian tindakan kelas ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah melalui peralatan pembelajaran yang dimodifikasi dapat meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh pada siswa kelas IV SDN Karanganyar 03? Sesuai dengan rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian tindakan ini adalah: Untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh siswa kelas IV SDN Karanganyar 03 melalui peralatan pembelajaran yang dimodifikasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yaitu sebanyak 21 siswa. Peneliti mengambil sampel karena menurut peneliti permasalahan yang ada di dalam kelas dapat dipecahkan walau hanya dengan menggunakan sebagian siswa. Karena rata-rata kemampuan siswa terhadap lompat jauh sama. keterampilan gerak dasar lompat jauh dengan indikator awalan, tolakan, melayang dan mendarat mengalami peningkatan, hanya untuk aspek melayang merupakan aspek yang terkecil yaitu 26%, peningkatannya hanya 1%. Untuk itu pada pertemuan selanjutnya aspek melayang ini akan menjadi fokus utama penelitian ini, tetapi tidak meninggalkan aspek gerak dasar lompat jauh yang lain pun masih harus ditingkatkan karena belum mencapai target yang diharapkan seperti awalan 28,5%, tolakan 28,5%, mendarat 30%. Secara keseluruhan keterampilan gerak dasar lompat jauh yang paling menonjol penigkatannya terjadi pada siklus 1 pertemuan 1 ke siklus 1 pertemuan 2, rerata keseluruhan pada siklus 1 pertemuan 1 yaitu 28,25% dan terjadi peningkatan pada siklus 1 pertemuan 2 menjasi 49% terjadi peningkatan sebesar 20,75%. Peningkatan ini terjadi karena pengurangan waktu untuk pemanasan dan lebih ditambahkan pada kegiatan inti jadi kesempatan siswa untuk bergerak menjadi lebih banyak, kemudian dikarenakan penambahan jumlah peralatan yang digunakan dalam pembelajaran dan lebih memperbanyak penyusunan formasi peralatan pembelajaran. Hasil pembelajaran secara keseluruhan dari mulai pra-observasi 25% mengalami peningkatan pada siklus 1 menjai 49% dan mengalami peningkatan kembali menjadi 80% pada tahap siklus 2, dan penelitian dihentikan karena target nilai yang ingin dicapai yaitu 75% sudah tercapai.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN SATUAN WAKTU -, Ristomi
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian adalah: 1)Apakah metode demonstrasi dalam pembelajaran matematika tentang satuan waktu dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDN Karanganyar 03 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal? 2)Apakah metode demonstrasi dalam pembelajaran matematika tentang satuan waktu dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas I SDN Karanganyar 03 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal? Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas I SDN Karanganyar 03 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dan dilaksanakan 1 pra siklus dan 2 siklus perbaikan. Dilihat dari hasil data yang pertama pembelajran masih kurang berhasil karena banyak siswa yang mendapat nilai di bawah standar dan nilai rata-rata baru 57, siswa yang aktif 6 anak (30%) siswa yang tidak aktif 14 anak (70%). Hal ini terjadi karena selama proses pembelajaran berlangsung, penulis lebih banyak menggunakan metode ceramah, sehingga siswa cepat bosan. Pada Siklus I, siswa sudah ada kemajuan dalam pembelajaran yaitu nilai yang diperoleh siswa rata-rata 73 ketuntasan 70%, siswa semakin banyak yang aktif 15 anak (75%) siswa yang tidak aktif 5 . dan siswa semakin jelas dalam hasil penerapan materi, terbukti nilai rata-rata meningkat dari 73 menjadi 84 sehingga ketuntasannya mencapai 90% siswa 100% semua siswa sangat aktif dalam proses pembelajaran. Dari Prasiklus dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas mencapai 57dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 30, adapun tingkat ketuntasan belajar baru mencapai 40%. Siklus I dapat diketahui bahwa nilai rata-rata mencapai 73 dengan nilai tertinggi 100 dan terrendah 40. Adapu tingkat ketutasan belajar baru mencapai 70%. Siklus II diketahui bahwa nilai rata-rata kelas mencapai 84 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50, adapun tingkat ketuntasan belajar baru mencapai 90%. Melalui Penelitian tersebut dapat disimpulkan Penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan kompetensi siswa kelas 1 SDN Karanganayar 03 Kec. Kedungbanteng Kab. Tegal
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH Lestari, Sri
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Bolavoli dengan Penerapan Model Cooperative Learning Tipe STAD pada Siswa Kelas V SD Negeri Tonggara 02 Tahun Pelajaran 2013/2014. Subjek yang diteliti dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Siswa Kelas V SD Negeri Tonggara 02 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2013/2014, yang berjumlah 19 siswa. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SDN Tonggara 02 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal.Prosedur penelitian adalah langkah – langkah yang harus dilalui oleh peneliti dalam menerapkan metode yang akan digunakan dalam penelitian. Langkah–langkah PTK secara prosedurnya dilaksanakan secara kolaboratif antara (guru dengan tim lainnya). Secara garis besar alur penelitian tindakan mencakup empat taraf : perencanaan tindakan (planning), tindakan (action), pengamatan interpretasi (observing), dan refleksi (reflecting).Pada prasiklus hasil belajar passing bawah bolavoli pada kategori sangat baik sebesar 0%, baik 15.8%, cukup 15.8%, kurang 31.6%, dan kurang sekali 36.8% jumlah siswa yang tuntas adalah 6 siswa. Pada siklus I hasil belajar passing bawah bolavoli pada kategori sangat baik 5.3%, baik sebesar 21%, cukup 36.8%, kurang 31.6%, dan kurang sekali 5.3% jumlah siswa yang tuntas adalah 12 siswa. Sedangkan pada siklus II hasil belajar passing bawah bolavoli pada kategori sangat baik sebesar 26.3%, baik sebesar 36.8%, cukup 26.3%, kurang 10.5%, dan kurang sekali 0% jumlah siswa yang tuntas adalah 17 siswa.Berdasarkan tindakan-tindakan yang sudah di lakukan, peneliti berhasil melaksanakan model pembelajaran STAD pada siklus I dan perbaikan pada siklus II. Maka dapat di simpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bolavoli siswa kelas V SD Negeri Tonggara 02 Tahun Ajaran 2013/2014.
PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR MENULIS PUISI -, Sugiharti
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Kajen 01 terhadap pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model picture and picture. Penelitian ini dilakukan di SDN Kajen 01 Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Subjek penelitian tindakan ini adalah siswa kelas VI terdiri dari 29 siswa, rata-rata masih kurang dalam keterampilan menulis puisi. Selain siswa yang dijadikan subjek penelitian, guru juga dijadikan subjek penelitian. Guru yang dijadikan subjek penelitian adalah guru kelas VI SD Negeri Kajen 01. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilakukan secara bertahap (selama dua siklus) sampai mendapatkan hasil yang diinginkan. Penerapan model picture and picture dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VI SDN Kajen 01. Pada siklus I jumlah skor yang diperoleh sebesar 35 dengan kriteria Cukup. Pada siklus II jumlah skor yang diperoleh guru adalah 40 dengan kriteria Baik. Pada Siklus III jumlah skor yang diperoleh guru sebesar 50 dengan kriteria Sangat Baik; Penerapan model picture and picture dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi. Pada siklus I skor rata-rata sebesar 15.96 dengan kriteria Cukup. Pada siklus II skor rata-rata sebesar 22 dengan kriteria Baik. Pada siklus III rata-rata skor setiap indikator sebesar 25.48 dengan kriteria Sangat Baik; Penerapan model picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar menulis puisi siswa kelas VI SDN Kajen 01. Pada siklus I nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 60,69. Persentase ketuntasan klasikal hasil menulis puisi adalah 58,62% sedangkan 41,38%siswa dalam kriteria tidak tuntas. Pada siklus II nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 67,93 dengan persentase ketuntasan klasikal adalah 79,31%. Pada siklus III nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 75,34 dengan persentase ketuntasan hasil menulis puisi adalah 93,10%
IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK BAGI GURU KELAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PELAKSANAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR -, Tiknoto
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran melalui supervisi akademik.Tujuan khusus penelitian tindakan sekolah ini adalah meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran melalui supervisi akademik bagi guru kelas SD Negeri Ketileng 02 UPTD Dikpora Kecamatan Kramat pada semester II tahun pelajaran 2013/2014. Dalam penelitian tindakan sekolah tidak ada penentuan populasi, tidak ada penentuan jumlah sampel ataupun penentuan teknik sampling, yang ada adalah subjek penelitian. Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah seluruh guru kelas yang bertugas di SD Negeri Ketileng 02 UPTD Dikpora Kecamatan Kramat pada semester II tahun pelajaran 2013/2014 yang jumlahnya 6 orang guru.Penelitian tindakan sekolah ini hanya menggunakan sumber data primer yang berupa nilai hasil observasi. Peneliti melakukan observasi dengan cara melakukan penilaian terhadap kemampuan guru melaksanakan pembelajaran. Penilaian terhadap “kemampuan guru melaksanakan pembelajran menggunakan skala penilaian. Penilaian terhadap peningkatan kemampuan guru melaksanakan pembelajran dilakukan tiga kali, yaitu pada kondisi awal, kondisi siklus I, dan kondisi siklus II. Tindakan penelitian pada siklus I berhasil meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran subjek penelitian. Nilai rata-rata pada kondisi awal 60 meningkat menjadi 76 pada akhir siklus I. Perubahan teknik supervisi akademik pada siklus II lebih meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran subjek penelitian, sehingga nilai rata-ratanya 76 menjadi 89,33. Berdasarkan hasil penelitian bahwa melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran bagi guru kelas SD Negeri Ketileng 02 pada semester II tahun pelajaran 2013/2014.

Page 9 of 38 | Total Record : 375