Articles
245 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN EKSPERIMEN SEDERHANA PADA MATERI FLUIDA STATIS DAN DINAMIS
-, Maryati
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dengan ketidaktuntasan klasikal mencapai 61,29% pada materi fluida statis dan dinamis. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Fluida. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes untuk mengukur kemampuan pemahaman Siswa dalam bentuk nilai hasil belajar, dan teknik observasi dilakukan secara kolaboratif guna merekam motivasi Siswa dalam pembelajaran dan mengetahui kemajuan proses pembelajaran dari siklus ke siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Kondisi awal , daya serap klasikal seluruh siswa hanya mencapai 38,71 %. (2) Pada Siklus I, daya serap klasikal mencapai 77,42 % yang berarti masih di bawah ketuntasan kelas. (3) Pada Siklus II, bahwa daya serap klasikal mencapai 87,09 % berada di atas ketuntasan kelas yang telah ditetapkan 80%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa terdapat peningkatan motivasi dan hasil belajar materi Fluida dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning ( PBL ) dengan Ekspos (Eksperimen Sederhana).
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN
Artiningsih, Tri
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian Tindakan Sekolah ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran bagi guru sekolah dasar. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran bagi guru kelas. Subjek penelitiannya adalah seluruh guru kelas yang berjumlah 6 guru terdiri dari 2 guru laki-laki dan 4 guru perempuan. Sesuai dengan materi pembinaan yaitu tentang kemampuan melaksanakan pembelajaran maka alat pengumpulan data yang dilaksanakan adalah observasi atau evaluasi dengan skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui supervisi akademik bagi guru kelas dapat ditingkatkan. Dari rata - rata nilai pada kondisi awal yang hanya 60 dapat ditingkatkan menjadi 76,16 (26,67 %) di akhir siklus I dan menjadi sekitar 89,33 (17,54 %) akhir siklus II, dan dari kondisi awal sampai dengan akhir siklus II nilai supervisi meningkat 29,33 poin (48,88 %). Kesimpulan berdasarkan data empirik sesuai dengan pengajuan hipotesis berdasarkan kajian teoretis yaitu melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran bagi guru kelas.
PENINGKATAN KOMPETENSI MATERI STATISTIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STUDENT TEAM ACCHIEVEMENT DIVISION (STAD)
Evawati, Tuti
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hasil dan motivasi belajar peserta didik pada kompetensi dasar menerapkan aturan konsep statistika dalam pemecahan masalah masih rendah. Hal itu disebabkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah statistika lemah. Selain itu, mereka lebih cenderung mengutamakan mata pelajaran produktif dibandingkan mata pelajaran normatif dan adaptif seperti materi Statistika. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik pada materi statistika melalui pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu pengamatan, analisis dokumen, dan tes formatif. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman pengamatan, lembar dokumentasi, dan tes tertulis. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berasal dari nilai tugas kelompok, tugas mandiri, maupun tes evaluasi matematika, sedangkan data kualitatif berasal dari hasil pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus I masih terdapat kekurangan karena belum mencapai indikator penilaian sehingga dilanjutkan pada siklus II. Hasil siklus II sudah mencapai indikator penilaian. Selain hasil belajar, motivasi belajar peserta didik juga meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa model yang diterapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta didik pada materi statistika.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR SKETSA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MODEL OUTDOOR CLASS
-, Elmiwati
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini terbukti untuk nilai keterampilan dari 34 peserta didik hanya 7 peserta didik yang tuntas dengan nilai KKM 75. Sementara nilai rata-rata hanya 56,3. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan siswa pada saat pembelajaran materi menggambar sketsa melalui pendekatan konstektual dengan model outdoor class. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 2 sebagai sampel penelitian ini sebanyak 34 peserta didik terdiri dari 20 perempuan 14 laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan nontes. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Kondisi awal, bahwa daya serap klasikal yang merupakan hasil belajar keterampilan seluruh peserta didik hanya mencapai 21% berarti berada jauh di bawah ketuntasan klasikal yang telah ditetapkan sebesar 85%, 2). Pada Siklus I daya serap klasikal mencapai 68% yang berarti masih di bawah ketuntasan kelas, 3). Pada Siklus II,bahwa daya serap klasikal mencapai sebesar 88% berada di atas ketuntasan kelas yang telah ditetapkan 85%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi dan keterampilan menggambar sketsa melalui pendekatan kontekstual dengan model outdoor class.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING
Syifa, Naili Faizatis
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini meneliti tentang upaya meningkatkan motivasi berwirausaha melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan konseling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 peserta didik yang motivasi berwirausaha rendah. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan tingkat motivasi berwirausaha peserta didik sebelum diberikan tindakan (pra siklus) dalam kategori rendah hal ini dikarenakan sebagian besar peserta didik kurang minat menjadi seorang wirausaha. Kemudian pada siklus I dalam kategori sedang, dan pada siklus II dalam kategori tinggi, hal ini dikarenakan peserta didik sudah memahami tentang wirausaha, keuntungan menjadi wirausaha, salah satunya adalah menjadi pemimpin sendiri tanpa adanya tekanan dari atasan dalam bekerja. Upaya meningkatkan motivasi berwirausaha melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling, dilihat dari perbandingan antar siklus yaitu pada perbandingan antara pra siklus dengan siklus I dan perbandingan siklus I dengan siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling efektif dalam meningkatkan motivasi berwirausaha”.
PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PANGKAT RASIONAL
Medina, Rosita
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pencermatan terhadap kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika siswa kelas X-IPA-2 hampir sebagian besar berada di bawah patokan KKM. Sejumlah variabel patut diduga menjadi penyebab rendahnya kemampuan tersebut, antara lain adalah motivasi, kebosanan dan kurang gairah belajar akibat model pembelajaran yang berlangsung kurang inovatif. Untuk itu tujuan dari penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan penguasaan salah satu materi ajar mapel matematika dengan implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatif berbantuan LKS. Peneliti menggunakan metode / pendekatan penelitian tindakan dengan pembagian phase tiga siklus. Pengambilan data menggunakan pre test dan post test; pengamatan; teknik analisisnya dengan membandingkan perolehan nilai antar siklus. Untuk mendapatkan data perilaku afektif, digunakan teknik observasi yang diolah melalui refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru dengan perolehan melebihi batas ketuntasan. Dapat disimpulkan, bahwa pendekatan kontekstual mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan kemampuan siswa menguasai materi ajar dan motivasi belajar.
PEMBELAJARAN DARING EFEKTIF DENGAN METODE PENDEKATAN “MELEK BARENG”
Rusmitaningsih, Fika Nuraini
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyebaran Covid-19 yang makin masif membuat presiden Jokowi menghimbau bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Pembelajaran daring disarankan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai Covid-19. PJOK adalah mata pelajaran yang mempunyai tanggung jawab besar memberikan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19 yang makin masif. Pembelajaran daring minggu pertama peserta didik tidak ada satupun yang dapat menyelesaikan penugasan tepat pada waktunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran daring dengan Melek Bareng. Prosedur penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, dari tahap observasi sampai dengan tahap mengamati jalannya pembelajaran daring. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas XI MM 1 SMK 3 Tegal. Berjumlah 32 peserta didik. Berdasarkan pengalaman pembelajaran daring mata pelajaran PJOK dengan menggunakan “Melek Bareng” terjadi pembelajaran yang efektif. Hal ini dapat dilihat pada kehadiran peserta didik pada setiap pertemuan mencapai 82 – 93 %. Melalui pendekatan Melek Bareng, peserta didik yang gagap teknologi dibimbing oleh guru sampai menjadi paham dan bisa menggunakan aplikasi pembelajaran daring. Metode pendekatan Melek Bareng ini menjadi lebih efektif dan terlihat peningkatan kehadiran menjadi 98% .
PENINGKATAN HASIL DAN MOTIVASI BELAJAR PELAJARAN SEJARAH MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING
Ambaransih, Titi
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran Sejarah di SMK Negeri 40 Jakarta selama ini terlaksana sesuai dengan program pembelajaran. Namun, berdasarkan hasil tes dan observasi diperoleh data bahwa ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 22% dari 36 siswa. Motivasi belajar mereka dalam pembelajaran juga rendah. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan model Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dengan alat tes tertulis dan observasi dengan pedoman observasi yang telah dibuat peneliti. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan data kualitatif yang berasal dari hasil observasi dan data kuantitatif yang berasal dari hasil tes. Hasil penelitian siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar tetapi belum mencapai indikator kinerja. Motivasi belajar siswa juga belum terlalu baik. Pelaksanaan pembelajaran masih terdapat kekurangan sehingga dilanjutkan pada siklus II. Hasil siklus II menunjukkan peningkatan yang signifikan dan mencapai indikator kinerja penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa pada pelajaran Sejarah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KRIYA KAYU MELALUI METODE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE)
-, Kandacong
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran kriya kayu masih sangat kurang. Siswa masih cenderung pasif dan kurang berani mengajukan pertanyaan jika ada materi yang belum jelas, kurang aktif dalam mengerjakan latihan soal sendiri. Akibat dari kurang optimalnya proses pembelajaran di kelas menyebabkan capaian hasil belajar siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kriya kayu melalui metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE). Metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian ini adalah (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Hasil penelitian penggunaan metode belajar Student Facilitator and Explaining (SFE) ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 50%, pada siklus II sebesar 65% dan pada siklus III sebesar 100%. Manfaat penelitian ini bagi siswa dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan dalam belajar sehingga prestasi dalam pelajaran Kriya kayu meningkat, dapat membantu dan mempermudah para guru dalam menyampaikan materi pelajaran khususnya mata pelajaran Kriya kayu.
MODEL MANAJEMEN PELATIHAN TIK “DFH (DARING FROM HOME)” GURU SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG
Sulistiyono, Joko
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengembangan model manajemen pelatihan TIK “DFH (Daring From Home)” guru SMA Negeri di Kota Semarang adalah model pelatihan berbasis online untuk meningkatkan kompetensi TIK guru SMA Negeri di Kota Semarang dalam menunjang layanan pendidikan di tengah pandemi covid-19, di mana guru melaksanakan pelatihan online di rumah sesuai dengan protocol covid-19, yaitu physical distancing dan social distancing. Tujuan pengembangan model manajemen pelatihan TIK “DFH (Daring From Home)” agar semua guru SMA Negeri di Kota Semarang dapat mengajar jarak jauh yang notabene harus menggunakan teknologi. Model pelatihan daring online diharapkan mampu mempercepat proses transfer pengetahuan, keterampilan, dan perilaku guru yang membutuhkan bantuan teknologi informasi secara cepat, efisien, dan fleksibel tanpa mengurangi esensi model pelatihan yang ada di kelas tradisional (klasikal). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, angket, dokumentasi, dan tes. Uji coba model pelatihan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kuantitatif dengan deskripsi kuantitatif untuk mengetahui kualitas pelaksanaan pelatihan dan untuk mengetahui keefektifan model dengan analisis statistik kuantitatif, yaitu uji t. Dari hasil analisis dengan uji t ini terdapat perubahan atau peningkatan kemampuan guru setelah diberikan pelatihan, sehingga dapat disimpulkan bahwa model manajemen pelatihan TIK “DFH (Daring From Home)” efektif meningkatkan kompetensi TIK guru SMA Negeri di Kota Semarang.