Articles
245 Documents
UPAYA KEMAMPUAN MENJELASKAN FUNGSI MENU DAN IKON POKOK PADA PERANGKAT LUNAK PENGOLAH KATA DENGAN MODEL DIRECT INSTRUCTION
Iksan, Muhamad
Didaktikum Vol 20, No 1 (2020): Januari - Maret 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bimbingan Konseling Teknologi Informasi dan Komunikasi (BK TIK). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara jelas tentang penggunaan model pembelajaran langsung (direct instruction) untuk meningkatkan hasil belajar menjelaskan fungsi menu dan ikon pokok pada perangkat lunak pengolah kata mata pelajaran BK TIK pada jengang sekolah menengah. Model analisis data yang digunakan adalah data kualitatif yang bersumber dari nilai rata-rata lembar kerja siswa, nilai tertinggi dan nilai terendah yang dicapai siswa. Pengolahan data dan validasi data yang diperoleh pada siklus 1 siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 16 siswa atau 48 % siswa, dengan rata-rata kelas hasil belajar di siklus 1 sebesar 73 sedangkan hasil belajar pada siklus 2 terjadi peningkatan hasil yang mencapai KKM sebanyak 32 siswa atau 97 % siswa dengan rata-rata kelas untuk hasil belajar di siklus 2 sebesar 88. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan penerapan model pembelajaran direct instruction pada materi menjelaskan fungsi menu dan ikon pokok pada perangkat lunak pengolah kata terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu dengan adanya peningkatan hasil belajar dari siklus 1 dan siklus 2.
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KOPERASI BERDASARKAN SAK-ETAP DI KOTA PEKALONGAN
Suherlina, Lina;
Suryatna, Bambang Sugeng;
Endroyo, Bambang
Didaktikum Vol 20, No 1 (2020): Januari - Maret 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan pendekatan Market Place Activity dapat meningkatkan antusias siswa dalam menerima pelajaran IPA, penggunaan pendekatan Market Place Activity dapat meningkatkan hasil belajar materi Organ Pernafasan Manusia. Metode penelitian, jumlah subjek penelitian ini ada 22 siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data aktivitas dan hasil belajar dari siklus ke siklus. Indikator keberhasilan adalah jika nilai siswa mendapat nilai 70 mencapai 85% maka dikatakan tuntas belajar. Setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui dua siklus ternyata kemampuan dan prestasi siswa dapat ditingkatkan. Dari nilai pra siklus, siklus I dan siklus II kenaikan prestasi siswa benar-benar dapat ditingkatkan. Pada mata pelajaran IPA ketika pra siklus nilai rata-rata siswa hanya 58,18 dan tingkat ketuntasan klasikal 17%. Kesimpulan penelitian, penggunaan pembelajaran Market Place Activity menaikkan tingkat motivasi belajar dan kualitas pembelajaran
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI KERAJINAN BAHAN KERAS MELALUI PROJEK BASED LEARNING
Musait, Muh.
Didaktikum Vol 20, No 1 (2020): Januari - Maret 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil uji kompetensi awal sebagian besar siswa kelas IX C SMP Negeri 2 Mijen Kabupaten Demak tahun pelajaran 2018 / 2019 tingkat kompetensi membuat prakarya dari bahan keras dapat dikatakan rendah, bahkan ada sebagian siswa berada pada tingkatan sangat rendah Tujuan penelitian ini untuk (a) Mengetahui bagaimana cara menyajikan Projek Based Learning dalam pembelajaran membuat prakarya dari bahan keras pada mata pelajaran prakarya .(b) Membuktikan apakah melalui Projek Based Learning dapat meningkatkan pencapaian kompetensi membuat prakarya dari bahan keras sesuai kriteria ketuntasan.(c) Membuktikan apakah Projek Based Learning sebagai teknik pembelajaran membuat prakarya dari bahan keras dapat menyenangkan peserta didik Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam bentuk proses pengkajian berdaur empat dalam satu siklus, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan. Guna memperoleh data dan informasi dengan langkah-langkah pengumpulan data dan informasi dengan teknik tes dan non tes, yaitu angket dan observasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. (a) Cara penyajian program pembelajaran membuat prakarya dari bahan keras melalui Projek Based (b) Projek Based Learning dapat meningkatkan pencapaian kompetensi membuat prakarya dari bahan keras pada mata pelajaran (c) pembelajaran membuat prakarya dari bahan keras dengan Projek Based Learning terbukti menyenangkan peserta didik.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI MEMBUAT DAN MENGARSIPKAN ADMINISTRASI GURU MELALUI PENDEKATAN PERSUASIF
Wulan, Ninik Sri
Didaktikum Vol 20, No 1 (2020): Januari - Maret 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Minimnya pengetahuan guru tentang pentingnya membuat dan mengarsipkan administrasi pembelajaran dan administrasi kelas. Tujuan dari Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah untuk meningkatkan motivasi guru dalam membuat dan mengarsipkan administrasi guru. Jenis Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun untuk mencapai tujuan tersebut peneliti melaksanakan tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Validitas data bergantung pada validitas instrumen. Validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan practical validity dan validitas data ditentukan dengan menggunakan face validity. Sedang teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi dalam membuat dan mengarsipkan administrasi guru. Hal ini ditunjukkan pada akhir siklus II telah dicapai peningkatan motivasi guru dalam membuat administrasi menjadi 82,29% (kategori sangat baik), dan motivasi guru dalam mengarsipkan administrasi guru pada siklus II naik menjadi 81,98% (kategori sangat baik).
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI PELAKSANAAN SUPERVISI
Hidayat, Saepul
Didaktikum Vol 20, No 1 (2020): Januari - Maret 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar. Namun demikian posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengembangan profesional guru. Ditemukan masih banyak guru kurang memahami alokasi waktu (mulai dari tahap awal, tahap pelaksanaan dan tahap penutup), kesiapan mental sehingga guru hanya mampu berdiri di depan kelas dengan membaca buku seadanya, kurang menguasai menyusun perangkat pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Gunung Meriah terhadap guru-guru yang berjumlah 15 orang dilaksanakan dalam 2 Siklus yang tiap siklusnya meliputi tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Hasil dari tindakan pada siklus 1 Pertemuan 1 dan 2 ditemukan: persentase kesiapan guru sebesar 73% (kategori cukup) dan 76 % (kategori cukup), selanjutnya pada Siklus II pada pertemuan 1 dan 2 ditemukan: persentase kesiapan guru sebesar 87% (Kategori Baik) dan 93% (Kategori Sangat Baik).
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MELALUI PEMBINAAN SUPERVISOR PEMBELAJARAN
Yuwono, Sapto
Didaktikum Vol 20, No 1 (2020): Januari - Maret 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, tidak sedikit upaya yang telah dilakukan pemerintah guna menjaga mutu tersebut, pemerintah melalui Guru berkewajiban melakukan tugasnya dalam rangka menjaga mutu guru tersebut. Strategi yang digunakan kepala sekolah diantaranya dengan melakukan kegiatan klinis. melalui Pembinaan Supervisor Pembelajaran diharapkan dapat bermanfaat untuk pendidikan akan memiliki pemahaman yang baik bagaimana cara pelaksanaan pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Memiliki pengetahuan luas tentang bagaimana pemilihan metode yang tepat yang akan digunakan dalam pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan teknik Supervisor observasi kelas yaitu supervisor secara langsung mengamati kegiatan mengajar yang dilaksanakan oleh Guru di dalam kelas dengan mencatat berbagai aktivitasnya dalam pembelajaran di dalam kelas serta Supervisor Pembelajaran, yaitu teknik Supervisor dengan cara mengamati dalam merencanakan melaksanakan mengevaluasi dan memberi bimbingan. Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya, dengan memperhatikan perumusan masalah dan tujuan penelitian maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut:;Hasil dari tindakan awal melalui pembinaan ini diketahui terjadi peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dari kondisi awal nilai keterampilan pembelajaran Guru SD 2,5 setelah tindakan siklus I menjadi 4 atau meningkat 5,0 poin dan setelah dilakukan siklus 2 meningkat menjadi 85 % Menunjukkan Ada Kompetensi Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Pembelajaran Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Guru SD Negeri Sigedong semester ganjil tahun pelajaran 2018-2019 sebesar 50%”.
PENERAPAN METODE COOPERATIF LEARNING DENGAN PETAK PINTAR PADA MATERI BILANGAN BULAT
Haryati, Sri
Didaktikum Vol 20, No 1 (2020): Januari - Maret 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian dalam Penelitian Tindakan Kelas yang peneliti laksanakan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada bilangan bulat sehingga hasil belajar menjadi maksimal melalui penerapan metode cooperatif learning dengan petak pintar. Metode penelitian dengan model Class Room Action Research. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas selama empat bulan, dimulai pada awal bulan Februari sampai bulan Mei tahun 2018 dengan subjek siswa kelas IV dengan jumlah siswa 25 anak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan penerapan metode cooperatif learning dengan petak pintar. Untuk mendapatkan data hasil belajar siswa diadakan tes tertulis. Dalam penelitian ini proses pembelajaran dibagi dalam dua siklus. Hasil penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas mulai dari kondisi awal ke siklus I dan sampai kondisi akhir menunjukkan adanya peningkatan, yaitu mulai dari keaktifan, pemahaman siswa, serta hasil belajar matematika, dengan perolehan hasil rata-rata dari kondisi awal 50 meningkat pada siklus I menjadi 57,6 dan kondisi akhir mengalami peningkatan lagi menjadi 71,4.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SIMULASI DIGITAL DENGAN PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN TEKNIK DRILL
Mardomo, Bambang
Didaktikum Vol 20, No 1 (2020): Januari - Maret 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam pembelajaran Simulasi Digital di mata siswa, merupakan pelajaran yang masih dianggap sulit dan membosankan. Motivasi siswa untuk belajar masih rendahnya, akibatnya hasil yang dicapai masih rendahnya. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan motivasi belajar bahasa inggris dengan penerapan metode demonstrasi dan teknik drill kelas SMK negeri 3 kota Jayapura Tahun Pelajaran 2018-2019. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 62 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 70 % dan siklus 3 mencapai 78 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dan teknik drill dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI. MMB dengan ketuntasan mencapai 100 %, dengan demikian penerapan pembelajaran dengan metode demonstrasi dan teknik drill efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pelajaran bahasa inggris di SMK Negeri 5 Kota Jayapura.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSILANGAN MELALUI PENILAIAN BERBASIS KELAS
Naibaho, Mubarus
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya penguasaan materi persilangan pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep persilangan melalui penilaian berbasis kelas. Pelaksanaan tindakan kelas dilakukan 2 siklus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitif dan kualitatif yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas. Teknik analisis data dilaksanakan dengan tiga langkah utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Untuk memperoleh kemampuan, digunakan alat ukur pre tes dan post tes. Sedangkan untuk mengukur perubahan sikap saat berlangsung proses pembelajaran, digunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi penguasaan siswa terhadap konsep persilangan di atas standar KKM (70), dan cenderung terus meningkat hingga maksimal. Di lain pihak pada aspek sikap terdapat arah yang positif menerima pembelajaran, situasi kelas cukup aktif dan partisipatif. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan penilaian berbasis kelas cukup efektif meningkatkan kompetensi siswa pada materi ajar persilangan, dan efektif meningkatkan sikap positif mengikuti proses pembelajaran. Manfaat yang dapat dipetik dari penelitian ini antara lain, guru semakin tertantang meningkatkan kemampuan mengajar secara inovatif, hasil penelitian menjadi rujukan bagi kolega sejawat dalam mengembangkan pembelajaran berbasis penelitian.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA REALIA DALAM MATERI BERKARYA SENI RUPA DUA DIMENSI
Khusnah, Nurul
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya penguasaan materi persilangan pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep persilangan melalui penilaian berbasis kelas. Pelaksanaan tindakan kelas dilakukan 2 siklus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitif dan kualitatif yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas. Teknik analisis data dilaksanakan dengan tiga langkah utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Untuk memperoleh kemampuan, digunakan alat ukur pre tes dan post tes. Sedangkan untuk mengukur perubahan sikap saat berlangsung proses pembelajaran, digunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi penguasaan siswa terhadap konsep persilangan di atas standar KKM (70), dan cenderung terus meningkat hingga maksimal. Di lain pihak pada aspek sikap terdapat arah yang positif menerima pembelajaran, situasi kelas cukup aktif dan partisipatif. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan penilaian berbasis kelas cukup efektif meningkatkan kompetensi siswa pada materi ajar persilangan, dan efektif meningkatkan sikap positif mengikuti proses pembelajaran. Manfaat yang dapat dipetik dari penelitian ini antara lain, guru semakin tertantang meningkatkan kemampuan mengajar secara inovatif, hasil penelitian menjadi rujukan bagi kolega sejawat dalam mengembangkan pembelajaran berbasis penelitian.