cover
Contact Name
Lilis Satriah
Contact Email
lilis.satriah@uinsgd.ac.id
Phone
+628172315449
Journal Mail Official
jurnal.irsyad@uinsgd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.fdk.uinsgd.ac.id/index.php/irsyad/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
ISSN : 20864116     EISSN : 20864116     DOI : https://doi.org/10.15575/irsyad
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak tahun 2008. Jurnal ini mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian dalam mengembangkan konsep dan teori berkaitan dengan kajian Bimbingan dan Konseling Islam meliputi bimbingan konseling pendidikan Islam, bimbingan konseling mental Islam, bimbingan konseling karir Islam, bimbingan konseling Keluarga sakinah, bimbingan konseling paska bencana, bimbingan konseling Rohani Islam; penyuluhan Islam: penyuluhan sosial agama, penyuluhan penanggulangan NAPZA, penyuluhan keluarga berencana, penyuluhan remaja; media BKI: e-counseling Islam; training Islam, dan motivasi Islami. Naskah yang masuk ke editor jurnal sebelum dipublikasikan akan melewati penilaian melalui double blind review, artinya baik penulis maupun reviewer tidak saling mengetahui.
Articles 109 Documents
Konseling Individual bagi Anak Korban Pemerkosaan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tanggamus Umi Aisyah; Laras Prameswarie
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 2 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.662 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v8i2.1971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan pemberian layanan konseling individual bagi anak korban pemerkosaan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tanggamus Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwasanya pelaksanaan konseling individual mencakup empat tahap yakni identifikasi, diagnosis, prognosis, dan terapi. Sebelum pemberian konseling anak korban pemerkosaan yang awalnya merasa cemas, memiliki rasa kurang percaya diri, menutup diri dari pergaulan, merasa jantung berdebar dan keringat yang berlebihan, serta sebagian besar korban pemerkosaan akan condong berdiam diri. Setelah mendapat layanan konseling anak menjadi lebih tenang, mau bersosialisasi dan komunikatif. This study aims to see how to implement individual counseling services for child victims of rape at the Integrated Service Center for the Empowerment of Women and Children (P2TP2A), Tanggamus Regency, Lampung. This research uses qualitative methods through descriptive studies. The results found that the implementation of individual counseling includes four stages, namely, identification, diagnosis, prognosis, and therapy. Before providing counseling for child victims of rape who initially felt anxious, had low self-esteem, closed themselves from social relationships, and felt heart palpitations and excessive sweating, most rape victims would tend to remain silent. However, after receiving individual counseling services, the child becomes calmer, willing to socialize with other people, and communicative.
Pengembangan Interaksi Sosial Anak Autis melalui Terapi Applied Behavior Analysis Ai Siti; Elly Marlina; Dudy Imanuddin Effendi
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 3 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v8i3.1977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal kemampuan interaksi sosial anak autis, proses pelaksanaan dan hasil dari bimbingan dengan metode terapi Applied Behavior Analysis. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: kondisi awal kemampuan interaksi sosial anak autis masih belum memiliki kontak mata yang fokus dan bahasa verbal yang bagus. Proses pelaksanaan bimbingan kepada anak autis usia SDLB dilakukan oleh terapis; Bimbingan kepada anak autis usia kelas vokasional oleh konselor;Bbimbingan oleh semua pegawai SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati selama 24 jam penuh. Hasil bimbingan menunjukkan bahwa anak autis mampu memiliki kontak mata yang fokus dan bahasa verbal yang bagus. This study aims to describe the initial conditions of social interaction skills of children with autism, the implementation process, and the results of guidance using the Applied Behavior Analysis method. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that: the initial condition of the social interaction ability of children with autism still did not have focused eye contact and acceptable verbal language. Therapists carry out implementing guidance for children with autism at SDLB age; Guidance for children with autism in a vocational class by counselors; Guidance by all employees of SLB Autism Bunda Bening Selakshahati for 24 hours straight. The guidance results show that children with autism can have focused on eye contact and acceptable verbal language.
Dzikir, Spiritualitas dan Intuisi: Studi tentang Pembentukan Jati Diri di Majelis Dzikir Rijalullah Majalengka Yedi Supriadi
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 3 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v8i3.2000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode spiritual, praktek spiritual dan implementasi spiritual dalam upaya pembentukan jati diri pada peserta Majelis Dzikir Rijalullah di Kabupaten Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang berupaya mendeskripsikan prilaku subyek dan peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Dzikir Rijalullah Majalengka menerapkan Sembilan teori spiritual dari Imam Al-Ghazali yakni, taubah, sabar, zuhud, tawakal, wara’, kefakiran, mahabbah, ma’rifat, dan ridha. Kesembilan metode ini dipraktekkan dengan cara meditasi duduk, meditasi gerak, meditasi kontrol tubuh, dzikir meditasi dan dzikir rijalullah. Implementasi metode dan praktek dzikir dipandang mampu membersihkan hati dan pikiran yang memicu pada terbangunnya kesadaran (neosis) sampai kepada firasat dan intuisi (terbuka hijab) hingga pada pembentukan jati diri. Proses pembentukan jati diri berlangsung dalam tiga fase kepribadian, yakni Fase Alam Samar, Fase Alam Sadar dan Fase Alam Fitrah. This study aims to analyze the application of spiritual methods, spiritual practice, and spiritual implementation to form an identity in the participants of the Rijalullah Council of Dhikr in Majalengka Regency. This research uses a qualitative approach that seeks to describe the behavior of subjects and events. The results showed that the Rijalullah Majalengka Council applies nine spiritual theories from Imam Al-Ghazali: taubah, patience, zuhud, tawakal, wara ', devotion, mahabbah, ma'rifat, and pleasure. The nine methods are practiced using sitting meditation, movement meditation, body control meditation, meditation dzikir, and rijalullah dzikir. The implementation of the dzikir method and practice is seen as being able to cleanse the heart and mind, which triggers the awakening of consciousness (neosis) to premonitions and intuition (free hijab) of identity. Forming the identity takes place in three personality phases: the Faint Nature Phase, the Conscious Nature Phase, and the Natural Fitrah Phase.
Metode Dakwah Mauidzah Al-Hasanah untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa MTsN Model Palopo Mahmuddin Mahmuddin; Subekti Masri; Wahyuni Husain
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 3 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v8i3.2008

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas metode dakwah mauidzah al-hasanah untuk meningkatkan konsep diri siswa MTsN model Palopo. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dan desain penelitian one group pretest postest. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan self-concept siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Palopo pada setiap subjek penelitian dan terjadi perubahan peningkatan self-concept siswa yang cukup bervariasi. Secara umum metode dakwan Mauidzah al-hasanah memberikan dampak terhadap self-concept siswa. Siswa memiliki konsep diri yang lebih baik setelah diberikan intervensi. Guru dan Konselor diharapkan mampu menfasilitasi siswa dalam memahami dan mengerti arti pentingnya self-concept untuk siswa sehingga mereka mampu menjalani hidup sesuai dengan konsep diri yang baik. The research objective was to determine the effectiveness of the method of proselytizing mauidzah al-hasanah to improve the self-concept of MTsN Palopo model students. The research was conducted using quantitative methods and one group pretest-posttest research design. This study's results indicate a change in the self-concept of students of Madrasah Tsanawiyah Negeri Palopo Model on each research subject, and there is a change in the increase in student self-concept, which is quite varied. In general, the Mauidzah al-hasanah dakwah method has an impact on students' self-concept. Students have a better self-concept after being given the intervention. Teachers and counselors are expected to facilitate students in understanding and understanding the importance of self-concept for students to live life by good self-concepts.
Dakwah Komunitas di Pedesaan dalam Perspektif Psikologi Komunikasi Ridwan Rustandi
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 3 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v8i3.2009

Abstract

Penelitian ini berupaya menganalisis perilaku komunikasi, proses dan pengaruh komunikasi yang berlangsung di komunitas Majelis Remaja dan Pelajar Islam (MERAPI) Pangalengan di Kabupaten Bandung. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan perspektif psikologi komunikasi berkaitan dengan aktivitas dakwah berbasis komunitas di pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas MERAPI merumuskan formulasi dakwah komunitas secara inovatif dan kreatif. Proses komunikasi berlangsung dalam konteks komunikasi kelompok kecil, kelompok besar, organisasi dan massa. Proses komunikasi ini berlangsung baik secara tatap muka maupun bermedia. Proses komunikasi mempengaruhi perilaku komunikasi. Pengaruh perilaku komunikasi dalam bentuk konformitas, fasilitasi sosial dan polarisasi. Ketiga perubahan perilaku komunikasi ini terjadi pada aspek pengetahuan, keyakinan, ritual, pengalaman dan komitmen. ABSTRACT This study seeks to analyze the communication behavior, process, and influence of communication taking place in the Pangalengan Community of Youth and Student Council (MERAPI) in Bandung Regency. The analysis was carried out using a communication psychology perspective related to community-based da'wah activities in rural areas based on qualitative methode. The results showed that the MERAPI community formulated an innovative and creative community da'wah formulation. The communication process takes place in small groups, large groups, organizations, and mass communication. This communication process takes place both face-to-face and media. The communication process affects communication behavior—the influence of communication behavior in conformity, social facilitation, and polarization. The three changes in communication behavior occur in knowledge, belief, ritual, experience, and commitment.
Pengaruh Bimbingan Karir Program Proposal Hidup dalam Meningkatkan Kematangan Karir annisa nur azizah
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 4 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v8i4.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai persentase bimbingan karir Islami melalui program proposal hidup, berapa nilai persentase kematangan karir siswa dan berapa nilai persentase pengaruh bimbingan karir Islami melalui program proposal hidup dalam meningkatkan kematangan karir siswa. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif analisis regresi dengan metode survey untuk menghasilkan data berupa angka dari hasil instrumen, dan data berupa kata-kata tertulis dari wawancara yang dilakukan kepada guru BK terkait proses bimbingan karir Islami yang dilakukan melalui program proposal hidup dan kematangan karir siswa. Untuk mendapatkan data tersebut, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan instrumen. Hasil dari penelitian ini adalah bimbingan karir Islami melalui program proposal hidup dilakukan dengan membuat proposal hidup yang terdiri dari gambaran kehidupan pribadi, hal yang ingin dicapai, dan langkah-langkah untuk mencapai impiannya memberikan peningkatan kematangan karir siswa dan bimbingan karir Islami tersebut 37% berpengaruh dalam meningkatkan kematangan karir siswa kelas XII MIPA 5 dan MIPA 6 di SMA Negeri 1 Cileunyi Kota Bandung.
Pemetaan dan Rancangan Intervensi untuk Beban Kerja Mental Overload pada Dosen IAIN Palangka Raya Arini Safitri
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 3 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v8i3.2043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan dan rancangan intervensi untuk beban kerja mental overload pada Dosen IAIN Palangka Raya. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 31 orang yang terdiri dari Dosen PNS dan Non PNS yang memiliki beban kerja dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi minimal dalam satu Tahun Ajaran terakhir (Ganjil 2018/2019 atau Genap 2018/2019) lebih dari 16 Satuan Kredit Semester. Pengukuran beban kerja secara mental atau psikologis dapat diukur salah satunya dengan metode NASA-TLX. Metode NASA-TLX ialah suatu alat ukur yang digunakan dalam mengukur beban kerja mental secara subjektif. Hasil pemetaan beban kerja mental yaitu didapatkan skor rata-rata beban kerja mental sebesar 82 (delapan puluh dua) yang berada pada kategori berat. This study aims to determine the mapping and intervention design for mental overload workloads at IAIN Palangka Raya lecturers. The number of subjects in this study was 31 people consisting of PNS and Non-PNS lecturers who had a workload in implementing the Tri Dharma of Higher Education in the last one academic year (Odd 2018/2019 or Even 2018/2019) more than 16 Semester Credit Units. One of the mental or psychological measurements of workload is the NASA-TLX method. A NASA-TLX method is a measuring tool used in measuring mental workload subjectively. The mental workload mapping result is that the mental workload average score is 82 (eighty-two), which is in the heavy category.
Implementasi Prinsip Yakin pada Rukun Iman dalam Konseling Islam Jarnawi Muhammad Nur; Azhari Azhari; Adzanmi Urka
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 3 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v8i3.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi prinsip yakin pada rukun iman dalam konseling Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan (content analysis) yang bersifat pembahasan terhadap isi suatu informasi tertulis yaitu menganalisa temuan dan pembahasan hasil penelitian yang berkaitan dengan implementasi prinsip yakin dalam Islam, dan implementasi prinsip yakin pada rukun iman dalam konseling Islam. Selanjutnya prinsip yakin menurut ajaran Islam yaitu harus mencakup empat syarat, yaitu; sabar, tawakal, ridha, dan takwa (takut) untuk mencapai ilmul yakin, ainul yakin, dan haqqul yakin didukung dengan cara berkontemplasi (merenung), mentadaburi Al-Quran, berdoa, dan khalwat. Implemantasi prinsip yakin pada rukun iman dalam konseling Islam menanamkan keyakinan pada konseli bahwasanya ada Allah yang memeberikan ketenangan seperti rasa aman dari ketakutan dan yang mengenyangkan dari rasa lapar. This research aims to know the implementation of the belief principle in Islamic counseling. Using content analysis, this library research is a division between the contents of written information, namely analyzing the findings and division of research results related to the implementation of a particular principle in Islam and the implementation of a particular principle based on faith in Islamic counseling. Moreover, there shall be four conditions in Islam: patience, laughter, joy, and fear, that they may attain the knowledge of certainty, and that they may be supported in repentance, and that they may follow it, and that they may pray, and that they may beware. The implementation of the principle believes in the prayer of faith in the council of Islam convinces the council that God gives tranquility like a sense of security from fear and enlightenment from hunger.
Bimbingan Tahfidz Al-Quran dengan Metode Ritme Otak untuk Meningkatkan Motivasi Santri dalam Menghafal Al-Quran Nurgaha Nurgaha
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 3 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v7i3.2120

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bimbingan tahfidz Al-Quran dengan metode ritme otak untuk meningkatkan motivasi santri dalam menghafal Al-Quran, proses bimbingan tahfidz serta hasil bimbingan tahfidz Al-Quran dengan metode ritme otak. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menemukan gambaran tentang bimbingan tahfidz Al-Quran dengan metode ritme otak dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, analisis data dan studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan bahwa penerapan metode ritme otak untuk meningkatkan motivasi santri dalam menghafal Al-Quran yang dilaksanakan di pondok KUNTUM Cipatik Cihampelas berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari data santri dalam pencapaian target dalam menghafal Al-Quran yaitu hafal 30 juz dalam waktu 6 bulan bisa tercapai. ABSTRACT This paper aims to find out the guidance of tahfidz Al-Quran with the method of brain rhythm to increase the motivation of students in memorizing Al-Quran, the process of guidance tahfidz and the guidance of tahfidz Al-Quran with the method of brain rhythm. This research method uses descriptive qualitative method to find an overview of tahfidz Al-Quran guidance with brain rhythm method with data collection techniques conducted by means of observation, interviews, data analysis and literature study. Based on the results of the analysis of the research that has been done that the application of brain rhythm method to increase the motivation of students in memorizing Al-Quran which is carried out at the Cipuntal Cihampelas KUNTUM cottage runs well. This can be seen from the data of students in achieving the target in memorizing the Al-Quran, namely memorizing 30 juz within 6 months can be achieved.
Konseling Individual untuk Meningkatkan Daya Tangkap Disabilitas Fisik dalam Refreshing Up Grading muhammad ilyas ilyas
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 4 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v8i4.2148

Abstract

Individual counseling is one of technique that serves to alleviate problems which faced by individuals in order to be able to adjust to the environment. The techniques carried out in this study include attending, empathy, reflection, exploration, and paraphrasing. The material used in giving this treatment is playing Nine Values “Sembilan Nilai” ​​(SEMAI) and screening short films. This study aims to determine the effectiveness of individual counseling to increase the ability to capture persons with physical disabilities in a refreshing up grading program at the Center for Social Rehabilitation of Persons with Physical Disabilities Prof. Dr. Soeharso Surakarta. This study uses an experimental method type one group post test design. The subjects of this study were 5 persons with physical disabilities who participated in the refreshing up grading program using total sampling techniques. The subjects in this study were selected according to the specified inclusion characteristics. While data collection techniques in the form of observation check list, Progressive Standard Test Matrices,and Minnesota Expose Form Board Test, and documentation. The data analysis used in this study is the Paired Samples Test. The results of the data analysis revealed that the calculated value for individual counseling was 2.738 with probability (Sig.) .052, which meant that there was no significant effect of individual counseling on the ability to capture persons with physical disabilities. This is supported by the results of observations of the capture power checklist that shows the results of observations of capture power aspects as well as results from the Minnesota Expose Form Board Test which shows the perceptions of persons with physical disabilities.

Page 10 of 11 | Total Record : 109


Filter by Year

2008 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 1 (2021): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 4 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 3 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 2 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 1 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 4 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 3 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 2 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 1 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 4 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 3 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 2 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 1 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 4 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 3 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 2 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 1 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 1 No 1 (2008): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam More Issue