cover
Contact Name
Lilis Satriah
Contact Email
lilis.satriah@uinsgd.ac.id
Phone
+628172315449
Journal Mail Official
jurnal.irsyad@uinsgd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.fdk.uinsgd.ac.id/index.php/irsyad/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
ISSN : 20864116     EISSN : 20864116     DOI : https://doi.org/10.15575/irsyad
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak tahun 2008. Jurnal ini mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian dalam mengembangkan konsep dan teori berkaitan dengan kajian Bimbingan dan Konseling Islam meliputi bimbingan konseling pendidikan Islam, bimbingan konseling mental Islam, bimbingan konseling karir Islam, bimbingan konseling Keluarga sakinah, bimbingan konseling paska bencana, bimbingan konseling Rohani Islam; penyuluhan Islam: penyuluhan sosial agama, penyuluhan penanggulangan NAPZA, penyuluhan keluarga berencana, penyuluhan remaja; media BKI: e-counseling Islam; training Islam, dan motivasi Islami. Naskah yang masuk ke editor jurnal sebelum dipublikasikan akan melewati penilaian melalui double blind review, artinya baik penulis maupun reviewer tidak saling mengetahui.
Articles 109 Documents
Bimbingan Keagamaan Melalui Peer Group Dalam Membentuk Perilaku Disiplin Remaja Di Panti Asuhan Siti Alawiyah; Mu'minatul Zanah
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 4 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.248 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v6i4.909

Abstract

This paper aims to find out religious guidance through peer group at the orphanage Griya Orphans and disadvantaged Bandung, condition behavior discipline adolescents in orphanages for orphans and disadvantaged Griya Bandung before got religious guidance, and influence religious guidance through peer group in shaping behavior discipline adolescents in orphanages Griya Orphans and disadvantaged children. Knowing the religious guidance activities through peer group at the orphanage Griya Orphans and disadvantaged Bandung, as well as the conditions of behavior discipline adolescents in orphanages for orphans and disadvantaged children before Griya got religious guidance. Research methods method using survey techniques using quantitative data types, data collection was done through observation, interview, questionnaire and the study of librarianship, data analysis was performed by means of test validity, reliability, analysis descriptive, a test of normality, the simple regression model and the product moment correlation. The results of this research show that the religious Guidance through peer group gives a positive and significant effect against Teen Discipline Behavior variables, that is, the better the Religious Guidance through Peer Group it will have an impact on improved the behavior of the discipline. Multiple regression analysis produces the model Y = 14,664 + 0.815 (X) and the coefficient of determination of 0693, meaning Religious Guidance, through peers give influence on the behavior of Teenage Discipline of 69.3%, while 30.7% is the influence of other variables that are not observed. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bimbingan keagamaan melalui peer group di panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bandung, kondisi perilaku disiplin remaja di panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bandung sebelum mendapat bimbingan keagamaan, dan pengaruh bimbingan keagamaan melalui peer group dalam membentuk perilaku disiplin remaja di panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bandung. Mengetahui kegiatan bimbingan keagamaan melalui peer group di panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bandung, serta kondisi perilaku disiplin remaja di panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa sebelum mendapat bimbingan keagamaan. Metode penelitian menggunakan metode teknik survey dengan menggunakan jenis data kuantitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner dan studi kepustakaan, analisis data dilakukan dengan cara uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji normalitas, model regresi sederhana dan korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bimbingan Keagamaan melalui peer group memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel Perilaku Disiplin Remaja, artinya semakin baik Bimbingan Keagamaan melalui Peer Group maka akan berdampak pada peningkatan Perilaku Disiplin. Analisis regresi berganda menghasilkan model Y = 14.664 + 0.815(X) dan koefisien determinasi sebesar 0.693, artinya, Bimbingan Keagamaan melalui teman sebaya memberikan pengaruh terhadap Perilaku Disiplin Remaja sebesar 69,3%, sedangkan 30,7% sisanya merupakan pengaruh dari variabel lainnya yang tidak diamati.
Proses Bimbingan Fi’ah Qalillah dalam Meningkatkan Perilaku Keagamaan Masyarakat Sely Diana Al Basyar; Zainal Abidin
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 4 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.436 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v6i4.910

Abstract

This research is a purpose to know and analyzing to the community about good religion behavior in accordance with religion syari'at like religion understanding, religion experience and religion practice. there are five dimensions of diversity dimension of belief, religion practice, experience, knowledge and consequences. The research method used is descriptive research. Which aims to systematically describe the facts or characteristics of a particular population in a factual and accurate manner. The data collection using observation techniques, interviews and literature study as a complement. The reason for using this descriptive research method is because with the descriptive method can be described clearly about the symptoms that exist in the community Blok Rengas desa Jatibarang Indramayu (a) condition objektif Majlis Ta’lim Al-Quran blok rengas desa jatibarang indramayu (b) condition community Blok Rengas Desa Jatibarang Indramayu (c) the results achieved in the implementation of the guidance of fi'ah qalillah in improving the religious behavior of the community Block Rengas desa Jatibarang Indramayu. From this research obtained the result that the process of guidance fi'ah qalillah in improving religious behavior of society blok rengas desa jatibarang indramayu categorized as able to minimize behaviors that are not in accordance with religious behavior, that is: 1) Morals to god 2) morals to fellow human beings 3) morals to onself 4) akhlak to the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepada masyarakat tentang perilaku keagamaan yang baik yang sesuai dengan syari’at agama seperti pemahaman agama, pengalaman agama dan pengamalan agama. Ada lima dimensi keberagamaan yaitu dimensi keyakinan, praktik agama, pengalaman, pengetahuan dan konsekuensi-konsekuensi.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Yang bertujuan melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu secara factual dan cermat. Adapun pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi pustaka sebagai pelengkap. Alasan menggunakan metode penelitian deskriptif ini adalah karena dengan metode deskriptif dapat digambarkan dengan jelas tentang gejala yang ada di dalam masyarakat Blok Rengas Desa Jatibarang Indramayu (a) kondisi objektif Majlis Ta’lim Al-Quran Blok Rengas Desa Jatibarang Indramayu (b) kondisi masyarakat Blok Rengas Desa Jatibarang Indramayu yang diberikan bimbingan fi’ah qalillah (c) hasil yang dicapai dalam pelaksanaan bimbingan fi’ah qalillah dalam meningkatkan perilaku keagamaan masyarakat Blok Rengas Desa Jatibarang Indramayu. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa proses bimbingan fi’ah qalillah dalam meningkatkan perilaku keagamaan masyarakat Blok Rengas Desa Jatibarang Indramayu dikategorikan mampu meminimalisirkan perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan perilaku keagamaan yaitu: 1) Akhlak kepada Allah 2) Akhlak kepada sesama manusia 3) Akhlak kepada diri sendiri 4) Akhlak kepada lingkungan.
Peran Guru dalam Mengantisipasi terjadinya Pelecehan Seksual terhadap Tunagrahita Ringan Massuhartono Massuhartono; Sauqi Rahma Putri
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 2 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.394 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v8i2.1339

Abstract

Peran guru bagi anak kebetuhan khusus meliputi informator, organisator, motivator, inisiator dan fasilitator. Peran ini sebagai upaya guru dalam membimbing peserta didiknya agar dapat mencapai kemandirian dan bisa melindungi dirinya. Padca prosesnya, masih banyak guru yang kesulitan memahamkan ABK dalam pendidikan seksual. Hal ini dikarenakan kurangnya pelatihan bagi guru dalam pengetahuan tentang seks, Keterbatasan yang dialami peserta didik dan peran orang tua yang kurang koperatif terhadap perkembangan anaknya. Melalui pendekatan kualitatif, disimpulkan bahwa implikasi penelitian ini dapat dijadikan refensi mengenai peran dan metode bimbingan bagi guru anak kebutuhan khusus dalam memberikan bimbingan kepada peserta didiknya. Upaya yang dilakukan oleh guru ini dapat membantu peserta didik dalam mencapai kemandirian dan bisa melindungi dirinya. The teacher's role for children with special needs includes information, organizer, motivator, initiator, and facilitator. This role is the teacher's effort in guiding their students to achieve independence and protect themselves. In the process, there are still many teachers who have difficulty understanding ABK in sexual education. Is due to the lack of training for teachers in knowledge about sex, limitations experienced by students, and the role of parents who are less cooperative with their children's development. Through a qualitative approach, it is concluded that this research's implications can be used as a reference regarding the role and methods of guidance for special needs children teachers in guiding their students. The efforts made by this teacher can help students achieve independence and can protect themselves.
Layanan Bimbingan Pranikah dalam Meningkatkan Keharmonisan Keluarga di KUA Cileunyi Nida Amelia; Dudy Imanuddin Efendi; Lukluk Atin Marfuah
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 1 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.155 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v8i1.1480

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses layanan bimbingan pra nikah, proses layanan bimbingan pra nikah yang dilakukan oleh pembimbing dan calon pengantin dan fungsi layanan bimbingan pra nikah dalam meningkatkan keharmonisan keluarga. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai kondisi, situasi atau berbagai fenomena yang terjadi secara sistematis, faktual dan akurat. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa bimbingan pra nikah di KUA Kecamatan Cileunyi sejauh ini sudah terlaksana dengan baik dan lancar. Karena program layanan bimbingan pra nikah sangatlah membantu calon pengantin dalam melatih mental dan calon pengantin dibekali ilmu dan pengetahuan seputar pernikahan dan keluarga. Supaya calon pasangan suami istri dalam membina rumah tangga terbentuk sikap saling membantu, saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain, sehingga akan tercipta keluarga yang harmonis. The objectives in this study are to find out the process of pre-marital guidance services, the purpose of the pre-marital guidance service process carried out by counselors and prospective brides and the function of pre-marital guidance services conducted by the supervisor in improving family harmony. This research method uses descriptive qualitative that aims to describe various conditions, situations or various phenomena that occur systematically, factually and accurately. The results of this study revealed that pre-marital guidance in the KUA of Cileunyi District so far has been implemented well and smoothly. Because the pre-marital guidance service program is very helpful for the bride and groom to train mentally and the bride and groom are equipped with knowledge and knowledge about marriage and family. So that prospective husband and wife in fostering the household formed an attitude of mutual assistance, mutual respect and mutual respect for each other, so that a harmonious family will be created.
Problematika Remaja dalam Mengikuti Bimbingan Keagamaan Gia Fauzan; Lilis Satriah; Luk-luk Atin Marfuah
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 4 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/irsyad.v7i4.1618

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui kondisi bimbingan keagamaan Islam, kondisi remaja dan hambatan-hambatan yang terjadi pada remaja sehingga para remaja kurang tertarik dalam mengikuti kegiatan bimbingan keagamaan di RW 07 Desa Langonsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan tujuan untuk mengungkap fenomena yang berkenaan dengan problematika remaja dalam mengikuti bimbingan keagamaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak tersedia kegiatan bimbingan Agama untuk remaja yang disebabkan kurang tertariknya para remaja. Ada beberapa hambatan yang terjadi pada remaja, sehingga membuat para remaja tidak aktif dalam kegiatan bimbingan keagamaan, yakni: malas, kurang motivasi, malu, sibuk, jadwal tidak sesuai, tidak tahu ada bimbingan agama dan kegiatan kurang menarik. Pemecahan masalah dari hambatan yang terjadi yaitu dengan mengadakan perkumpulan remaja untuk mengaktifkan lagi kegiatan-kegiatan remaja. This research is to find out the condition of Islamic religious guidance, to know the condition of adolescents and to know the obstacles that occur in adolescents so that adolescents less interested in participating in religious guidance activities in RW 07 Langonsari Village. The method used in this study is a qualitative descriptive method, with the aim of uncovering phenomena related to adolescent problems in following religious guidance. The results of the study that are not available religious guidance activities for adolescents due to lack of interest in adolescents. There are several obstacles that occur in adolescents, so as to make teens inactive in religious guidance activities: laziness, lack of motivation, shame, busy, schedule is not appropriate, do not know there is religious guidance, and less interesting activities. Solving the problem of obstacles that occur is by holding a youth association to reactivate youth activities.
Model Konseling Online Ibunda.Id Dini Sri Duniawati; Ucin Muksin; Dede Lukman
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 1 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.372 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v8i1.1620

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model konseling online yang diberikan oleh Ibunda.id kepada masyarakat. Penelitian ini berdasarkan pemikiran bahwa media dan teknologi dapat membantu jalannya proses layanan konseling online agar lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif secara aktual dan sistematis mengenai model konseling online yang diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa layanan konseling online yang diberikan kepada masyarakat berupa layanan konseling Interaktif Synchronous, layanan konseling Non Interaktif, dan Psikoedukasi. Layanan konseling yang diberikan dapat dilakukan dengan cara via chatting, bertemu langsung dengan konselor, atau self help dari psikoedukasi yang diberikan. Tatacara pelaksanaan konseling online yang diberikan via chatting mau pun website terdapat tiga tahapan yang berisi penerimaan, penguatan (incouragement), dan psikoedukasi.kelebihan konseling online dinilai lebih efektif dalam pengumpulan penyimpanan data, rekam konseling, menghemat biaya, tidak terbatas oleh letak geografis maupun ekonomi. The aim is to find out the online counseling model given by Ibunda.id to the public. This research is based on the idea that media and technology can help the process of online counseling services to be more effective and efficient. The method used in this research is descriptive method by actually describing facts and systematically using the online counseling model provided. The results showed that online counseling services provided to the community in the form of Synchronous Interactive counseling services, Non-Interactive counseling services, and Psychoeducation. The counseling services provided can be done by means of chatting, meeting directly with the counselor, or self help from the psychoeducation provided. Procedures for implementing online counseling provided via chat or website are three stages consisting of acceptance, reinforcement (incouragement), and psychoeducation.
Pengaruh Bimbingan Pribadi-Sosial terhadap Pemahaman Kesetaraan Gender pada Aktivis PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung Umi Rosiqotul Kudsiyah; Elly Marlina; Asep Saepulrohim
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 1 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.713 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v8i1.1654

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bimbingan Pribadi-Sosial terhadap pemahaman kesetaraan gender di kalangan aktivis organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Penelitian ini menggunakan Metode Quasi Eksperimen. Metode eksperimen adalah bagian dari Metode Kuantitatif yang mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu adanya kelompok kontrol dan eksperimen penelitian, dengan teknik proposive sampling. Berdasarkan penelitian ini hasil yang dicapai adalah terdapat pengaruh dari diterapkannya Layanan Bimbingan Pribadi-Sosial dibuktikan dengan hasil uji t yakni 0,019<0,05. Kemudian tingkat signifikansinya adalah sangat signifikan, dapat dibuktikan dengan hasil uji t pada kolom signifikansi adalah 0,722>0,2353. Respon Aktivis PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung tentang kesetaraan gender melalui bimbingan Pribadi-Sosial adalah 80% merespon dengan sangat baik. The purpose of this research is to find out how much influence the social-personal guidance has on understanding gender equality among activists of the Indonesian Islamic Student Movement, the Commissariat of UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Faculty of Da'wah and Communication. This research uses Quasi Experiment Method. The experimental method is part of the Quantitative Method that has its characteristics, namely the existence of a control group and research experiments, with the technique of purposive sampling. Based on this study the results achieved are that there is an influence from the application of the Social-Personal Guidance Service as evidenced by the results of the t-test which is 0.019 <0.05. Then the level of significance is very significant, it can be proven by the results of the t-test in the significance column is 0.722> 0.2353. The response of PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung activists on gender equality through Personal-Social guidance is 80% responded very well.
Studi Keterampilan Metakognitif pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Margaasih Kabupaten Bandung Ecep Supriatna; Tuti Alawiyah
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 4 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.423 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v7i4.1772

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keterampilan metakognitif siswa (SMAN) 1 Margaasih Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan melibatkan 356 siswa sebagai partisipan yang terdiri 160 siswa laki-laki dan 196 siswa perempuan dari kelas X, XI, dan XII. Data dijaring dari dua instrument penelitian yaitu formulir informasi pribadi (Personal Information Form) yang dikembangkan oleh peneliti untuk menjaring data yang berkaitan dengan tingkat kelas dan jenis kelamin serta Skala Keterampilan Metakognitif (Metacognitif Skills Scale) yang diadaptasi dari Tuncer and Kaysi (2013). Temuan penelitian menunjukan bahwa siswa memiliki keterampilan metakognitif yang tinggi yang terdiri dari tiga aspek yaitu keterampilan berpikir reflektif untuk menyelesaikan masalah, keterampilan membuat keputusan dan keterampilan membuat evaluasi alternatif. Hasil keterampilan metakognitif berdasarkan level kelas menunjukan bahwa keterampilan metakognitif siswa meningkat seiring dengan meningkatnya level kelas. Dari aspek gender, hasil penelitian menunjukan bahwa siswa laki-laki dan siswa perempuan memeiliki tingkat keterampilan metakognitif yang relatif sama. This study aims to investigate the level of student’s metacognitive skills at Public Senior High School (SMAN) 1 Margaasih Bandung. This research is a descriptive study which involved 356 Senior High Students as participants consits of 160 male students and 196 female students. They are the 10th, 11th, and 12th graders. The data were collected from Personal Information Form to know the students’ grade and gender, and scale of metacognitive skills adapted from Tuncer and Kaysi (2013) to assess students’ metacognitive skills. The findings indicate that Senior High Students have high metacognitive skills which consist of three sub-dimensions namely reflective thinking skills to solve problems, skills to make decision and skill to make alteternative evaluation. In addition, the result of student’s metacognitive skills in term of class level indicate that the student’s metacognitive skills tend to increase as students get higher level. In term of gender, the result shows that both male and female students show no significant difference in their metacognitive skills.
Perspektif Psikologi Pengambilan Keputusan dalam Kepemimpinan Pendidikan Bahrum Mustakim
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 2 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.587 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v8i2.1965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas kepemimpinan sekolah dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berkaitan dengan tipe personalitas dan gaya kepemimpinan. Dalam lembaga pendidikan, pengambilan keputusan adalah bagian dari pengelolaan yang berorientasi pada perwujudan roda organisasi dan manajemen ekosistem pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan. Penelitian dilakukan dengan merekam literatur primer yang berkaitan dengan pengambilan keputusan secara partisipatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi akuntabilitas didasarkan pada adanya otoritas kepemimpinan dan responsibilitas bawahan. Dalam hal ini, pengambilan keputusan secara partisipatif didasarkan pada peran pemimpin dan adanya persepsi dan aspirasi bawahan dalam pemecahan masalah, mencari alternatif, memformulasi dan memberikan informasi. This study aims to analyze the accountability of school leadership in the decision-making process. Decision making is related to personality types and leadership styles. In educational institutions, decision making is part of management that is oriented to the realization of the wheels of the organization and management of the education ecosystem. The research uses a qualitative approach with a literature study. The study was conducted by recording primary literature relating to participatory decision making. The results of the study concluded that the implementation of accountability was based on the existence of leadership authority and responsibility of subordinates. In this case, participatory decision making is based on the role of the leader and the perception and aspirations of subordinates in problem-solving, finding alternatives, formulating, and providing information.
Peran Parakonselor dalam Mengatasi Krisis Klien di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Timur Siti Indah Suryani; Diajeng Laily Hidayati; Miftahur Ridho
Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 2 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.182 KB) | DOI: 10.15575/irsyad.v8i2.1970

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran parakonselor pada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan fenomelogi. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parakonselor dalam penanganan krisis pada klien, memainkan peran (1) sebagai broker, yaitu parakonselor menjadi penghubung antara klien dengan sumber penyedia layanan yang diperlukan klien. (2) menjalankan fungsi referal, yaitu merujuk klien kepada penyedia layanan. (3) sebagai manager kasus, yaitu mengatur penyelesaian masalah dengan berbagai ketentuan yang ada. Penelitian ini diharapkan berdampak terhadap peran konselor secara ideal dalam semua unit dan tingkatan pada berbagai lembaga. This paper aims to explain the role of counselors in the Protection Unit for Women and Children (PPA) of East Kalimantan Province. The research method uses a qualitative paradigm with a phenomelogical approach. While data collection is done by in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that parakonselor in handling crisis on the client, played the role (1) as a broker, ie parakonselor became the liaison between the client and the source of service providers needed by the client. (2) carrying out the referral function, i.e. referring clients to service providers. (3) as case manager, i.e. arranging problem solving with various existing provisions. This research is expected to have an impact on the ideal role of counselors in all units and levels of various institutions.

Page 9 of 11 | Total Record : 109


Filter by Year

2008 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 1 (2021): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 4 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 3 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 2 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 8 No 1 (2020): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 4 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 3 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 2 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 7 No 1 (2019): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 4 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 3 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 2 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 6 No 1 (2018): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 4 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 3 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 2 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 5 No 1 (2017): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam Vol 1 No 1 (2008): Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam More Issue