cover
Contact Name
Asep Iwan Setiawan
Contact Email
iwanfidkom@uinsgd.ac.id
Phone
+6281320120415
Journal Mail Official
jurnaltadbir@uinsgd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.fdk.uinsgd.ac.id/index.php/tadbir/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
ISSN : 26232014     EISSN : 26543648     DOI : https://doi.org/10.15575/tadbir
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak tahun 2016. Jurnal ini mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian dalam mengembangkan konsep dan teori berkaitan dengan kajian Manajemen Dakwah meliputi: manajemen modern masjid dan pesantren, lembaga zakat dan keuangan Islam, haji, umrah dan ziarah, dan organisasi masyarakat Islam.
Articles 145 Documents
Pola Pendistribusian Dana Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Mustahik Anriani Dani; Yusuf Zaenal Abidin; Arif Rahman
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 7 No 2 (2022): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai pola pendistribusian zakat pada BANZAS Enrekang, penerapan dan evaluasi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan yaitu pertama, pola pendistribusian dana zakat pada BAZNAS Enrekang terdiri dari distributif konsumtif tradisional, distributif konsumtif kreatif, distributif produktif tradisional dan distributif produktif kreatif. Kedua, penerapan pola pendistribusian dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan mendahulukan distributif konsumtif dibanding distributif produktif dan pengoptimalan distributif zakat dilakukan dengan membentuk lembaga pengawas khusus utnuk mengawasi dan membimbing mustahik pasca pendistribusian dana zakat khususnya pada zakat produktif. Ketiga, Evaluasi pendistribusian dana zakat dilakukan dengan menggunakan model monitoring dengan melihat pencapaian target, peluang dan hasil yang telah dicapai dari setiap program. Kata Kunci : Pola pendistribusian; Zakat; Kesejahteraan ekonomi. This research aims to analyze the pattern of zakat distribution at BANZAS Enrekang, its application and evaluation in improving the economic welfare of mustahik. The research method uses descriptive methods with data collection using interview, observation and documentation techniques. The results of this study can be locked, namely first, the pattern of distribution of zakat funds at BAZNAS Enrekang consists of traditional consumptive distributive, creative consumptive distributive, traditional productive distributive and creative productive distributive. Second, the application of the distribution pattern is carried out based on a priority scale by prioritizing consumptive distribution over productive distribution and optimizing the distribution of zakat by establishing a special supervisory agency to supervise and supervise mustahik after the distribution of zakat funds, especially on productive zakat. Third, evaluation of the distribution of zakat funds is carried out using a monitoring model by looking at the targets, opportunities and results achieved from each program. Keywords: Distribution pattern; Zakat; Economic welfare
Manajemen Masjid Dalam Meningkatkan Kemakmuran Masjid Syifa Fauziah; A. Bachrun Rifa'i; Indira Sabet Rahmawaty
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 7 No 2 (2022): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tadbir.v7i2.2877

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan Masjid Islamic Center Kabupaten Garut dalam meningkatkan kemakmuran masjid. Metode yang digunakan peneliti metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Masjid Islamic Center Kabupaten Garut dalam meningkatkan kemakmuran masjid melakukan: perencanaan:periodesasi takmir masjid selama empat tahun. Pengorganisasian di bentuknya takmir masjid. Pelaksanaan dua program yaitu program Takmir: keagamaan dan sosial. Program pemeliharaan masjid: pemberdayaan lahan, kebersihan, keamanan dan ketertiban masjid. Pengawasan yang dilakukan takmir masjid ini terbagi menjadi dua bagian: jangka pendek dan jangka panjang. Kata Kunci : Manajemen; Kemakmuran; Masjid The purpose of this study was to find out how the planning, organization, implementation, and supervision of the Islamic Center Mosque in Garut Regency in increasing the prosperity of the mosque. The method used by researchers is a qualitative descriptive method. The results of the research of the Islamic Center Mosque in Garut Regency in increasing the prosperity of the mosque carried out: planning: the takmir period of the mosque for four years. The organization takes the form of a mosque takmir. The implementation of two programs, namely the Takmir program: religious and social. Mosque maintenance program: land empowerment, cleanliness, security and orderliness of the mosque. The supervision carried out by the mosque takmir is divided into two parts: short-term and long-term. Keywords: Management; Prosperity; Mosque
Gaya kepemimpinan KH. Aceng Zakaria dalam mengelola Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Garut Guntur Hadiq
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 7 No 2 (2022): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tadbir.v7i2.2995

Abstract

Pesantren adalah tempat pendidikan orang-orang yang ingin belajar agama, mereka akan dibina dan dibimbing dengan pengajaran dan pembelajaran yang khas sehingga mereka akan menjadi manusia yang lebih baik. Proses tersebut tidak luput dari sosok yang mengatur atau memimpin pesantren tersebut yaitu seorang kiai, tidak terkecuali Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Garut yang memiliki sosok KH. Aceng Zakaria dengan gaya kepemimpinannya berhasil menajadikan pesantren rancabango menjadi salah satu pesantren favorit karena berhasil menjalankan roda pesantren sehingga tercapainya tujuan yang telah digariskan. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui dan menggambarkan mengenai gaya kepemimpinan seperti apa yang ada pada sosok seorang KH. Aceng Zakaria dalam mengelola Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Garut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kepemimpinan karismatik, yaitu para pengikut membuat atribusi (penghubungan) dari kemampuan pemimpin yang heroik atau luar biasa apabila mereka mengamati perilaku-perilaku tertentu. Para pengikut akan tunduk kepada pemimpin dengan senang hati, mereka merasa sayang terhadap pemimpin, terlibat secara emosional dalam misi kelompok atau organisasi, dan mempunyai tujuan-tujuan kinerja tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu memaparkan, menjelaskan dan menggambarkan data-data dan informasi terkait deengan gaya kepemimipnan KH. Aceng Zakaria diantaranya melalui wawancara, observasi dan sudi dokumen atau buku. Gaya kepemimpinan KH. Aceng Zakaria dalam mengelola Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango adalah bergaya karismatik, dikatakan karismatik karena kepribadian beliau yang luar biasa yaitu tutur katanya yang lemah lembut, berprilaku santun dan sederhana juga kecerdasan yang dimiliki beliau dalam menjalankan kepemimimpinan Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Garut. Pesantren is a place of education for people who want to learn religion, they will be built and guided by special teaching and learning so that they will become better human beings. The process is not spared from the figure who organizes or leads the pesantren, namely a kiai, not least pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Garut who has the figure of KH. Aceng Zakaria with his leadership style managed to make pesantren rancabango become one of the favorite pesantren because it managed to run the pesantren wheel so as to achieve the goals that have been outlined. This research aims to know and describe what kind of leadership style there is in the figure of a KH. Aceng Zakaria in managing the Islamic Unity Pesantren 99 Rancabango Garut. The theory used in this study is the theory of charismatic leadership, which is that followers make attribution (linking) of heroic or extraordinary leaders' abilities when they observe certain behaviors. Followers will submit to leaders with pleasure, feel affection for the leader, be emotionally involved in the mission of a group or organization, and have high performance goals. The method used in this study is a descriptive method, which is to explain, explain and describe data and information related to the style of kh leadership. Aceng Zakaria among others through interviews, observations and documents or books. Kh.'s leadership style. Aceng Zakaria in managing the Islamic Unity Pesantren 99 Rancabango is charismatic, said to be charismatic because of his extraordinary personality, namely his meek, polite and simple speech as well as the intelligence he has in carrying out the leadership of the Islamic Unity Pesantren 99 Rancabango Garut.
Peran Kepemimpinan Kepala Kantor Urusan Agama Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Pegawai EKI KURNIAWAN; Irfan Sanusi; Herman Herman
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 7 No 2 (2022): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tadbir.v7i2.3017

Abstract

Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kepemimpinan Kepala Kantor Urusan Agama Sumberjaya. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian mengenai peran kepemimpinan Kepala Kantor Urusan Agama dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai diketahui gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumberjaya adalah gaya kepemimpinan birokratis, partisipatif, delegatif dan bebas kendali. Fungsi kepemimpinan diterapkannya dengan maksimal dan proses menggerakan pegawai (actuating) dilakukan dengan cara koordinasi, pemberian motivasi, menciptakan komunikasi yang baik dan memberikan bimbingan. Kehadiran Kepala Kantor Urusan Agama mampu meningkatkan kedisiplinan pegawainya. The purpose of writing this journal is to find out how the leadership role of the Head of the Sumberjaya Religious Affairs Office is. This study uses a descriptive method and a qualitative approach. From the results of research on the leadership role of the Head of the Office of Religious Affairs in improving employee discipline, it is known that the leadership style applied by the Head of the Office of Religious Affairs in Sumberjaya District is a bureaucratic, participatory, delegative and free-control leadership style. The leadership function is implemented optimally and the process of moving employees (actuating) is carried out by coordinating, providing motivation, creating good communication and providing guidance. The presence of the Head of the Office of Religious Affairs is able to improve the discipline of his employees.
Implementasi Pengorganisasian Untuk Meningkatkan Kinerja Amil Pelaksana di BAZNAS Kabupaten Cirebon Sunengsih Sunengsih; Ahmad Sarbini; Indira Sabet Rahmawaty
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 7 No 2 (2022): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tadbir.v7i2.3040

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mekanisme pembagian tugas, departementalisasi, tingkat hierarki manajemen, saluran komunikasi, fungsi komite, rentang manajemen dan peran kelompok informal dalam meningkatkan kinerja amil pelaksana. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian kerja dilakukan dengan mengelompokkan amil ke dalam lima departemen. Tingkat hierarki yang ada sangat jelas. Komunikasi berjalan dengan baik melalui salurannya masing-masing. Fungsi komite dalam membantu mewujudkan program BAZNAS telah dilaksanakan dengan baik. Rentang manajemen adalah rentang manajemen lebar. Peran kelompok informal adalah menciptakan suasana kerja yang positif. Jadi, pengimplementasian pengorganisasian untuk meningkatkan kinerja amil pelaksana di BAZNAS Kabupaten Cirebon telah diterapkan dengan baik. The purpose of this study was to determine the mechanism of division of tasks, departmentalization, management hierarchy levels, communication channels, committee functions, management spans and the role of informal groups in improving the performance of the implementing amyl. The method used is descriptive, qualitative method. The results of this study indicate that the division of labor is carried out by grouping amyl into five departments. The level of the hierarchy is very clear. Communication goes well through their respective channels. The committee's function in helping realize the BAZNAS program has been carried out well. The management span is a wide management span. The role of informal groups is to create a positive work atmosphere. So, the implementation of organizing to improve the performance of the implementing amil at BAZNAS Cirebon Regency has been implemented well.