cover
Contact Name
Febriaman Lalaziduhu
Contact Email
ferdinanmarcos1994@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2mebenhaezer@gmail.com
Editorial Address
JI Buluran No.02 Talang Jawa RT 007 / RW 004 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Prop. Sumatera Selatan
Location
Kab. muara enim,
Sumatera selatan
INDONESIA
SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
ISSN : 26852144     EISSN : 27228231     DOI : https://doi.org/10.47154/scripta
Core Subject :
Jurnal Scripta merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu teologi Kristen dan pelayanan kontekstual. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, serta artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu teologi berdasarkan isu-isu terkini. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak enam bulan sekali yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Hubungan Covid 19 Dengan Wahyu 6:8 Rustam Siagian
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.007 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.114

Abstract

ABSTRAK Covid 19 telah menular kepada hampir semua negara di dunia. Sejauh ini angka kematian yang diakibatkan oleh covid 19 ini di seluruh dunia telah mencapai angka 340.383 orang. Nampaknya angka ini akan terus bertambah, mengingat penyebaran virus ini begitu cepat, menjalar seperti api. Dalam tulisan ini akan dianalisa apakah ada hubungan antara nubuatan dalam Wahyu 6:8 dengan covid 19 ini. Untuk mencapai tujuan itu, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metoda eksegesis terhadap teks Wahyu 6:8. Dari penelitian yang dilakukan bahwa sejauh ini jumlah kematian yang diakibatkan covid 19 masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah kematian yang dinubuatkan dalam Wahyu 6:8. Bahwa dalam Wahyu 6:8, jumlah kematian yang diakibatkan malapetaka yang akan menimpa manusia seperempat penduduk bumi. Jika sekarang penduduk dunia sebanyak 7,8 miliar, berarti seperempatnya adalah 1.9 milliar. Dengan demikian nubuatan dalam Wahyu 6:8 tidak menunjuk kepada covid 19. Tetapi jika angka yang diakibatkan oleh covid 19 terus meningkat dan penemuan vaksin masih beberapa tahun ke depan, sehingga kematian manusia akibat covid 19 ini mencapai seperempat penduduk bumi, maka bisa saja covid 19 bisa merujuk kepada nubuatan dalam Wahyu 6:8. ABSTRACT _______________________________________________________________ Covid 19 has spread to almost all countries in the world. So far the death rate caused by covid 19 worldwide has reached 340,383 people. It seems that this number will continue to grow, considering the spread of this virus is so fast, spreading like wildfire. In this paper, we will analyze whether there is a relationship between the prophecies in Revelation 6: 8 and Covid 19. To achieve this goal, the author uses a qualitative approach with an exegetical method to the text of Revelation 6: 8. From the research conducted, so far the number of deaths caused by Covid 19 is still much smaller than the number of deaths prophesied in Revelation 6: 8. That in Revelation 6: 8, the number of deaths resulting from calamities that will befall humans a quarter of the population of the earth. If now the world's population is 7.8 billion, that means a quarter is 1.9 billion. Thus the prophecy in Revelation 6: 8 does not refer to covid 19. But if the numbers caused by covid 19 continue to increase and vaccine discoveries are still a few years from now, so that human deaths due to covid 19 will reach a quarter of the earth's population, then it could be covid 19 can refer to the prophecy in Revelation 6: 8.
Analisis Eksegetis Kejadian 3: 8 Sebagai Upaya Memahami Realisasi Pertama Kasih Allah Terhadap Manusia Yang Berdosa Made Nopen Supriadi; Iman Kristina Halawa
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.136 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.116

Abstract

lPersoalan tentang manusia yang mencari jawaban tentang Allah yang mengasihi manusia berdosa merupakan kebutuhan yang relevan pada saat ini. Meskipun demikian masih ada realita manusia yang bersembunyi dari Allah dalam keberdosaannya. Kasih Allah dalam menyelamatkan manusia berdosa telah dinyatakan dalam kisah awal kejatuhan manusia ke dalam dosa. Kejadian 3: 8 merupakan ayat kunci yang menjadi tindakan pertama Allah di dalam sejarah mengasihi manusia yang telah berdosa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tindakan pertama Allah dalam mengasihi manusia yang telah berdosa dan memberikan kepastian jawaban tentang Allah yang telah mengasihi manusia yang telah berdosa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian ini menghasilkan sebuah konsep tentang ajaran tindakan kasih Allah yang pertama dalam sejarah keberdosaan manusia.
Peranan Khotbah Dalam Pertumbuhan Iman Jemaat Di Gksbs Rejosari Benget Parningotan, M.Th Siregar; Siskawaty Sakoan
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.91 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.117

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan sejauh mana Peran khotbah yang disampaikan kepada jemaat GKSBS Rejosari. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan cara mengalami (mengamati secara partisipatif), dengan menyelediki, mewancarai, bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas dan berbagai fenomena yang terjadi. Dari hasil penelitian ini maka penulis menarik kesimpulan bahwa Khotbah adalah salah satu cara yang dipakai untuk mengkomunikasikan pesan, Dalam tradisi Kristen, pesan ini didasarkan pada apa yang tertulis di dalam Alkitab atau yang biasa disebut kabar baik. khotbah menjadi alat seorang pemimpin dalam mengajar umat. Khotbah pun membantu umat Krtisten dalam memahami kehendak Allah. Bahkan Setiap khotbah yang dipersiapkan bukan saja menarik tetapi khotbah yang memiliki kuasa yang mampu menyentuh hati jemaat yang hadir mengikuti ibadah, membuat hati mereka terbuka tidak lagi malas, tertidur dan bosan ketika dengar khotbah, tetapi semakin hari semakin bertambah kehadiran jemaat untuk selalu beribadah kepada Tuhan, bahkan lewat khotbah jemaat semakin mengenal Tuhan.
Implikasi Filipi 2:12 Terhadap Ajaran Arminianisme (Makna Frasa Kerjakanlah Keselamatanmu) lamtota21 manalu; Azaria Manullang
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.753 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.119

Abstract

Doktrin tentang keselamatan adalah yang dikenal sebagai Soteriologi. Doktrin Soteriologi yang cenderung dipahami kaum koserfatif adalah doktrin keselamatan menurut Arminianisme dan doktrrin keselamatan menurut Calvinisme. Namun dalam Karya Ilmiah ini berfokus pada doktrin keselamatan menurut Arminianisme yaitu “Makna Frasa Kerjakanlah Keselamatanmu (Filipi 2:12), dari prespektif biblikal. Dalam karya ilmiah ini dipaparkan esensi keselamatan berdasarkan teologis. Anugerah umum ini memiliki cakupan yang lebih luas ditujukan kepada umat manusia. Dalam istilah yang singkat anugerah umum dapat didefenisikan sebagai kebaikan Allah yang tanpa syarat pada semua orang diperlihatkan dalam pemeliharanNya kepada mereka. Inilah yang disebut dengan berkat-berkat umum bagi semua umat manusia yang diberikan secara cuma-cuma hanya karena kasihNya kepada manusia dan Allah berdaulat atas manusia yang sudah tercemar dalam dosanya. Dengan denikian makna frasa tetaplah kerjakan keselamatanmu dalam Filipi 2:12. Dengan perkataan “karena itu” di ayat 12,  masih memiliki hubungan di ayat 9 mengenai ketaatan Tuhan Yesus Kristus.
Roh Kudus Memberikan Kuasa Bagi Pertumbuhan Gereja luhut sinaga
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.707 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Roh Kudus atas pertumbuhan gereja. Dengan keyakinan bahwa Roh Kudus memberikan kuasaNya bagi gereja dan setiap orang beriman padaNya. Penelitian berangkat dari pemahaman dimana gereja mula-mula pada saat itu diberkati pelayananya dalam bersaksi memberitakan Yesus karena sebelumnya mereka telah menerima kuasa Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2). Dimana mereka (para rasul) berhasil menobatkan mereka, mengalami lahir baru dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Dan Roh Kudus terus bekerja melalui orang-orang yang sudah menerima pertobatan dan hasilnya bahwa orang-orang percaya semakin bertambah. Roh Kudus inilah yang dipercaya saat ini yang terus berkarya bagi pertumbuhan GerejaNya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian kualitatif, kepustakaan. Dimana sampel tidak menentukan jumlah atau keterwakilan. Data yang diperoleh adalah kualitas informasi, kredibilitas dan kekayaan informasi. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanpa adanya peran Roh Kudus maka Gereja tidak akan mengalami pertumbuhan. Baik pertumbuhan secara kualitatif maupun kuantitatif. Sebab Yesus sendirilah yang memiliki Gereja itu karena Dialah yang mendirikan JemaatNya (Mat 16:18). Jadi Yesus sebagai kepala dan Gereja sebagai tubuhNya.Sebelum Yesus naik kesurga Ia berpesan agar mereka terlebih dahulu menerima kuasa yang dari Roh Kudus untuk memulai pelayanan memberitakan kabar Injil keseluruh bumi.
Diakonia Lintas Agama dan Lintas Gender: Suatu Pengantar Teologi Kristiani dalam Praktik Diakonia Lintas Agama dan Lintas Gender Dina Maria Nainggolan
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.257 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.122

Abstract

Artikel ini membahas suatu pengantar terhadap konsep diakonia lintas agama dan lintas gender yang masih relatif baru dalam teologi Kristen pada saat ini. Meskipun kedua tema ini terkesan sangat luas, namun saya membatasi diri dalam melihat konsep-konsep diakonia agama-agama besar di Indonesia secara umum  untuk memperlihatkan bahwa agama-agama di Indonesia memiliki titik temu terkait tindakan belas kasih terhadap sesama sekaligus dimensi yang melanggengkan kemiskinan. Yang menjadi pertanyaan penelitian ialah apakah di tengah pandemi Covid-19 saat ini, praktik diakonia lintas agama dan lintas gender telah dilakukan dalam menyikapi kemiskinan di Indonesia? Apa landasan teologis Kristen yang dapat dilakukan dalam melakukan misi diakonia ini? Dalam menjawab pertanyaan ini saya menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang berfokus pada teologi misi dan pembebasan. Tujuan penelitian ini untuk menunjukkan bahwa agama-agama dan masyarakat lintas gender dapat saling merangkul dalam menghadapi kemiskinan yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 saat ini.
Hoax dan Kekerasan: Sebuah Refleksi Terhadap Kejadian 39:1-23 serta Upaya Mencegah Timbulnya Kekerasan di Era Post-Truth Jonatan Dwiputra
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.386 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.125

Abstract

Kehadiran berita hoax bukanlah menjadi hal yang baru tetapi sudah ada sejak dahulu kala bahkan dalam dunia Alkitab. hoax yang beredar di banyak media sosial pada masa ini telah menimbulkan keresahan tidak hanya bagi masyarakat melainkan juga bagi pemerintah. Berita hoax yang dimanipulasi sedemikian rupa sedikit banyak telah berpartisipasi dengan memantik timbulnya kekerasan di Republik ini. Kekerasan yang timbul akhir-akhir ini dapat dikatakan sebagai kekerasan yang irasional karena tidak berdasarkan fakta dan informasi yang benar. Emosi dan perasaan pengguna media sosial dimanipulasi sedemikian rupa sehingga menjadikan mereka tidak lagi memiliki nalar dan rasio yang kritis. Di sisi lain, hal ini membuktikan kebangkitkan dari era Post-Truth yang tidak hanya menjadi tantangan bagi Indonesia melainkan juga bagi dunia. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi bersama untuk melawan dan mengantisipasi hoax dan munculnya kekerasan supaya tercipta kedamaian di Republik ini. Paradigma kritis dan literasi media harus menjadi agenda khusus yang harus terus menerus dibangun sebagai antisipasi terhadap kebangkitan era Post-Truth sekarang ini. The presence of hoax news is not something new but has existed since time immemorial, even in the world of the Bible. Hoax news circulating on social media at this time has caused unrest not only for the community but also for the government. Hoax news which is manipulated in such a way has participated in sparking violence in this Republic. The violence that has recently occurred can be said to be irrational violence because it is not based on facts and correct information. 
Homoseksual dalam pandangan Sains dan Teologi Manuel Waskito Prasetyo
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 12 No. No. 2 (2021): SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.421 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v12iNo. 2.124

Abstract

Permasalahan tentang homoseksualitas dalam kehidupan sudah bukan lagi menjadi hal yang asing di tengah masyarakat. Bahkan, ada dari orang-orang yang menganggap bahwa permasalahan tentang homoseksualitas ini merupakan sebuah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan karena dianggap sebagai kejadian biologis yang dipengaruhi oleh faktor genetika. Permasalahan ini bukan hanya terjadi dalam dunia sekuler saja, melainkan juga dalam kekristenan. Dalam tulisan ini, akan mencoba untuk melihat apa yang menjadi pandangan teologi Kristen terhadap mereka yang ada dalam komunitas homoseksualitas ini. The problem of homosexuality in life is no longer an alien thing in society. Some people think that the problem of homosexuality is a natural thing that occurs in life because it is considered a biological event that is influenced by genetic factors. This problem does not only occur in the secular world but also in Christianity. In this paper, we will try to see Christian theology responds to those in this community of homosexuality.
Pola Pengembalaan dalam Menangkal Paham Relativisme Berdasarkan 1 Timotius 4:13 Timotius Shandery; Yanto Paulus; A. L. Jantje Haans
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 12 No. No. 2 (2021): SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.405 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v12iNo. 2.126

Abstract

Di era postmodern berbagai perbedaan tidak dianggap sebagai suatu musuh atau ancaman. Perbedaan justru dianggap sebagai satu tantangan yang untuk berbagai pihak yang berbeda dapat hidup berdampingan. Setiap pihak dianggap memiliki kebenaran masing-masing dan pihak yang lain tidak mempermasalahkan hal tersebut. Kebenaran yang absolut tidak diakui karena postmodernisme percaya bahwa kebenaran tergantung dari konteks dan individu yang menghadapinya. Alkitab diterima sebagai kitab suci agama Kristen dan satu literatur sejarah, namun tidak sebagai firman Allah. Relativisme berusaha menurunkan otoritas Alkitab dalam pandangan umat Tuhan. Gembala sebagai pemimpin jemaat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kawanan domba dari serigala-serigala aliran sesat yang bisa menerkam dan mencerai beraikan jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola penggembalaan yang diharapkan dapat menangkal paham relativisme berdasarkan 1 Timotius 4:13. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui studi literatur. Pola penggembalaan yang diharapkan dapat menangkal paham relativisme dapat diaplikasikan menjadi tiga langkah dengan urutan yang jelas, pertama firman Allah harus tekun dibaca dan dipegang sebagai dasar hidup jemaat. Selanjutnya seorang gembala perlu membangun spiritualitas umatnya dan terakhir pengajaran kebenaran perlu disampaikan dengan perkataan dan teladan hidup gembala.
Suatu STUDI NARASI: INTERAKSI AMOS DENGAN AMAZIA DALAM KONTEKS VISI KETIGA (AMOS 7:10-17): Interaksi Amos dan Amazia Dalam Konteks Visi Ketiga (Amos 7:10-17) Anon Dwi Saputra; Daniel Adiatma; Saul Gurich
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 12 No. No. 2 (2021): SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.627 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v12iNo. 2.128

Abstract

Artikel ini menjelaskan mengenai kajian biblika mengenai narasi interaksi Amos dan Amazia (Amos 7:10-17) dalam serangkaian visi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan hermeneutik dengan memperhatikan gramatis, historis, dan sastra dalam bentuk genre narasi dalam kitab Amos 7:10-17. Dalam penelitian ini penulis juga melakukan eksegesa dengan memperhatikan historikal, gramatikal dan konstektual. Beberapa penafsir (Campos. Tucker, Wöhrle, Perkins dan lain-lain) hanya menekankan masalah otoritas, legitimasi profetik dan peranan sosial. Namun, narasi ini memiliki hubungan dengan ayat 9 lebih mengarah kepada ancaman kepada Yerobeam dan keluarganya dan menceritakan bagaimana Amos dipaksa untuk mengakhiri pekerjaannya sebagai nabi di Israel. Penolakan terjadi karena nubutan yang disampaikan oleh Amos merugikan dan mengancam keberadaan Yerobeam.

Page 7 of 13 | Total Record : 129