cover
Contact Name
Febriaman Lalaziduhu
Contact Email
ferdinanmarcos1994@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2mebenhaezer@gmail.com
Editorial Address
JI Buluran No.02 Talang Jawa RT 007 / RW 004 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Prop. Sumatera Selatan
Location
Kab. muara enim,
Sumatera selatan
INDONESIA
SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
ISSN : 26852144     EISSN : 27228231     DOI : https://doi.org/10.47154/scripta
Core Subject :
Jurnal Scripta merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu teologi Kristen dan pelayanan kontekstual. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, serta artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu teologi berdasarkan isu-isu terkini. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak enam bulan sekali yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Pelayanan Tuhan Yesus Sebagai Pola Pelayanan Bagi Perempuan Kristen Dalam Konteks Adat Batak Toba Sondang Lumbangaol
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.375 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.103

Abstract

Abstrak Pemimpin dan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Apabila menyinggung tentang kepemimpinan, hal itu berkaitan dengan mendiskusikan suatu proses. Tetapi berbicara tentang pemimpin Kristen berarti berbicara tentang individu atau pribadi yang dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan tugas kepemimpinan. Dewasa ini kepemimpinan dalam berbagai bidang telah diwarnai oleh terlibatnya wanita dalam memberikan peran sertanya dalam upaya meningkatkan pembangunan bangsa. Termasuk juga dalam kepemimpinan di gereja. Artikel ini akan memaparkan secara singkat tentang gambaran kepemimpinan wanita dalam gereja Abstract Leaders and leadership can not be separated from one another. If we mention the leadership, it relates to discuss the process. But talking about the Christian’s leader is talking about private individuals or who are called by God to carry out the task of leadership. Today leadership in various fields has been characterized by the involvement of women in delivering participation in efforts to improve the development of the nation. Included the leadership in the church. This article will explain briefly about the image of women in church of leadership
Konstruksi Pernikahan Kristen Alkitabiah Jean Paath; Yuniria Zega; Ferdinan Pasaribu
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 8 No. 2 (2019): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.263 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v8i2.104

Abstract

ABSTRAK Pernikahan adalah suatu kemitraan yang permanen yang dibuat dengan komitmen di antara seorang wanita dan pria. Ada dalam Alkitab, ”Dan sesudah itu Ia berkata, Itu sebabnya laki-laki meninggalkan ibu bapaknya dan bersatu dengan istrinya, maka keduanya menjadi satu. Jadi mereka bukan lagi dua orang, tetapi satu. Itu sebabnya apa yang sudah disatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia”. Tujuan dalam tulisan ini tentang supremasi pernikahan Kristen pada Abad XXI agar semua yang percaya tidak menganggap remeh tentang pernikahan. Agar orang percaya tidak menyepelekan pernikahan kudus yang sudah di persatukan oleh adalah dan tidak merusak rencana Allah dalam hidup mereka. Asumsi dalam penelitian ini adalah Alkitab adalah firman Allah yang tidak bersalah karena diinspirasikan oleh Roh Kudus kepada para penulis. Firman Allah menjadi dasar dalam memperbaiki pernikahan pada Abad XXI. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif bibliologis dengan pendekatan kualitatif. Metode inilah yang dianggap paling sesuai oleh peneliti karena metode deskriptif memberikan gambaran lengkap dan natural akan suatu peristiwa dan fenomena yang terjadi. ABSTRACT Marriage is a permanent partnership made with a commitment between a woman and a man. It's in the Bible, "And after that He said, That's why a man leaves his father's mother and unites with his wife, then the two become one. So they are no longer two people, but one. That is why what has been united by God must not be divorced by humans ". The purpose in this paper is the supremacy of Christian marriage in the XXI Century so that all believers do not underestimate marriage. So that believers do not underestimate the holy marriage that has been united by is and does not damage God's plan in their lives. The assumption in this study is that the Bible is the innocent word of God because it was inspired by the Holy Spirit to the writers. God's Word became the basis for fixing marriages in the XXI Century. To solve this problem, researchers used a descriptive bibliological method with a qualitative approach. This method is considered the most appropriate by researchers because descriptive methods provide a complete and natural picture of events and phenomena that occur.
Perempuan Yang Bersyukur Menurut Alkitab Dan Implementasinya Bagi Kaum Wanita Hedonis Elisa Sihombing; Jean Paath
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.394 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.105

Abstract

ABSTRAK Perempuan yang bersyukur saat ini menjadi sebuah situasi yang sulit dilakukan oleh wanita dalam hidupnya. Kaum wanita hedonis karena tidak hanya merugikan secara rohani, namun juga karakter dan kepribadian individu. Oleh sebab itu penerapan perempuan bersyukur menurut Alkitab sangat penting bagi wanita yang hedonis dan tidak bersyukur dengan melalui pemahaman Firman Tuhan yang benar, mengetahui hakikatnya sebagai umat Allah. Firman Tuhan merupakan kebenaran yang akan menuntun orang percaya untuk serupa dengan Kristus Yesus. Kaum wanita hedonis yang tidak bersyukur telah terjadi di berbagai kalangan. Ini merupakan situasi yang memprihatikan, penurunan kualitas secara rohani, dan moral tentunya akan berpengaruh terhadap gereja. Berangkat dari problematika tersebut, jelas bahwa wanita hedonis sangat membahayakan. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-theologis dalam skripsi ini penulis memberikan implementasi bagi kaum wanita hedonis, sehingga hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi kaum wanita dalam meningkatkan kualitas rohaninya. ABSTRACT Today a grateful woman is a situation that is difficult for women to do in her life. Women are hedonistic because they are detrimental not only spiritually, but also individual character and personality. Therefore, the application of women who are grateful according to the Bible is very important for women who are hedonistic and ungrateful by understanding the true Word of God, knowing their essence as God's people. God's Word is the truth that will lead believers to be like Christ Jesus. Hedonist women who are not grateful have occurred in various circles. This is a situation of concern, spiritual and moral deterioration will certainly affect the church. Departing from these problems, it is clear that hedonistic women are very dangerous. With a qualitative approach and descriptive-theological methods in this thesis, the authors provide an implementation for hedonic women, so that the results of this studycan be a reference for women in improving their spiritual quality.The second abstract is written in English. Abstract length maximum 250 words. At least the abstract should include the background of the study, research methods, research results and recommendations. The abstract should include two to five keywords, and the format of writing follows the template.
KETELADANAN FIGUR LEA DALAM KEJADIAN PASAL 29-30:1-24 Kristiana Anna; Sri Wahyuni Kusradi
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.635 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.106

Abstract

Perempuan yang bersyukur saat ini menjadi sebuah situasi yang sulit dilakukan oleh wanita dalam hidupnya. Kaum wanita hedonis karena tidak hanya merugikan secara rohani, namun juga karakter dan kepribadian individu. Oleh sebab itu penerapan perempuan bersyukur menurut Alkitab sangat penting bagi wanita yang hedonis dan tidak bersyukur dengan melalui pemahaman Firman Tuhan yang benar, mengetahui hakikatnya sebagai umat Allah. Alkitab mengajarkan bahwa menikah untuk menjadi satu dan bukan menjadi sama. Orang akan frustasi apabila menjadikan pernikahan sebagai target untuk menjadi sama, yang sesungguhnya adalah saling melengkapi. Sehingga, sebagai pasangan suami istri seharusnya dapat menerima apa adanya satu sama lain, misalnya; sikapnya, sifatnya, tempramennya, karakternya. Dengan kekurangan ataupun kelebihan yang ada, tidak dapat merubah pasangan dengan mencela, menuntut, ataupun menjadikan sama dengan keinginannya. Firman Tuhan merupakan kebenaran yang akan menuntun orang percaya untuk serupa dengan Kristus Yesus. Kaum wanita hedonis yang tidak bersyukur telah terjadi di berbagai kalangan. Ini merupakan situasi yang memprihatikan, penurunan kualitas secara rohani, dan moral tentunya akan berpengaruh terhadap gereja. Berangkat dari problematika tersebut, jelas bahwa wanita hedonis sangat membahayakan. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-theologis dalam skripsi ini penulis memberikan implementasi bagi kaum wanita hedonis, sehingga hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi kaum wanita dalam meningkatkan kualitas rohaninya. Today, a grateful woman is a situation that is difficult for women to do in her life. Women are hedonistic because they are not only detrimental to spirituality, but also to individual character and personality. Therefore, the application of women who are grateful according to the Bible is very important for women who are hedonistic and ungrateful, through understanding the true Word of God, knowing their essence as God's people. The Bible teaches that marrying is to be one and not the same. People will be frustrated if they make marriage as the target to be the same, which is actually complementary. So, as a married couple, they should be able to accept each other's existence, for example; his attitude, his character, his temper, his character. With existing weaknesses or strengths, one cannot change a partner by criticizing, demanding, or making the same as what he wants. God's Word is the truth that will lead believers to be like Christ Jesus. Hedonist women who are not grateful have occurred in various circles. This is a situation of concern, spiritual and moral deterioration will certainly affect the church. Departing from these problems, it is clear that hedonistic women are very dangerous. With a qualitative approach and descriptive-theological methods in this thesis, the authors provide an implementation for hedonist women, so that the results of this study can be a reference for women in improving their spiritual quality.
Model Pendampingan Pastoral Terhadap Perempuan Kristen Dalam Menghadapi Fase Pre-Menopause Di GPIN “Yerusalem” Palembang Lilik Utari
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.456 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.108

Abstract

Pendampingan pastoral adalah suatu pendekatan bagi setiap orang untuk mengetahui setiap kehidupan konseling oleh konselor. Tetapi berbicara tentang pendampingan pastoral Kristen itu berarti berbicara tentang bagaimana gembala melayani seseorang yang mengalami suatu masalah dalam hidupnya. Dimana dalam pelayanan ini ada beberapa pendekatan yang dilakukan, untuk bisa menemukan titik temu akan masalah yang dihadapi, terkhusus bagi seorang perempuan yang dilayani. Termasuk juga perempuan dalam lingkup gereja. Artikel ini juga akan memaparkan secara singkat tentang model pendampingan pastoral terhadap perempuan Kristen dalam menghadapi fase pre-menopause.
Pelayanan Pastoral Bagi Kaum Lansia Ditengah Pandemi Covid-19 Eliman; Aris Elisa
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.536 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.109

Abstract

Penelitian ilmiah ini membahas tentang pelayanan pastoral terhadap kaum lansia ditengah pandemic covid-19. Pelayanan pastoral terhadap jemaat kaum lansia yang ada di dalam gereja adalah sesuatu yang penting karena diharapkan para lansia tetap dapat digembalakan dan diberdayakan sesuai dengan kapasitas atau potensi yang ada pada mereka sekalipun ditengah pandemi covid-19, bahkan diharapkan kaum lansia dapat tetap mengaktualisasikan diri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, penelitian kepustakaan (Libarary Research) fokus pada penafsiran Kitab Suci sesuai dengan kaidah gramatikal, historical, dan konteks. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bukti data Alkitab bahwa orang lanjut usia masih memiliki potensi yang dapat diberdayakan, sebagaimana Tuhan tetap memakai tokoh-tokoh Alkitab di usia senjanya sehingga pelayanan pastoral terhadap kaum lansia ditengah pandemi covid-19 tetap dapat dijalankan dengan baik. ABSTRACT _______________________________________________________________ This scientific research discusses pastoral care for the elderly in the midst of the COVID-19 pandemic. Pastoral care for the congregation of the elderly in the church is important because it is hoped that the elderly can be shepherded and empowered according to their capacity or potential even in the middle. COVID-19 pandemic, it is hoped that the elderly can still actualize themselves. The research method used is qualitative, library research (Library Research) focuses on the interpretation of the Scriptures by grammatical, historical, and contextual rules. The purpose of this study is to show evidence of biblical data that the elderly still have the potential that can be empowered, as God continues to use biblical figures in his old age so that pastoral care for the elderly amid the COVID-19 pandemic can still be done well.
Sabat dan Pandemic Covid 19 Perspektif Eco-teologi Kristen Fanny Y. M. Kaseke
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.278 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.110

Abstract

Masalah lingkungan hidup kini mendapat perhatian serius. Karena itu teolog Kristen berusaha membuat ataupun merevitalisasi doktrin tentang lingkungan hidup. Di saat pandemic covid 19, sepertinya kualitas lingkungan hidup meningkat karena manusia “beristirahat” akibat wabah yang terjadi. Di dalam Alkitab hari Sabat dan tahun Sabat dirancang Allah sedemikian rupa untuk mengatur istirahat manusia dan istirahat lahan (lingkungan) dari aktivitas di atasnya. Pada tulisan ini diulas hubungan Sabat dalam Alkitab dengan pandemic covid 19 yang menyebabkan berhentinya aktivitas manusia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian teologi filosofika dengan didahului tafsir secara eksegesis. Hasil penelitian ditemukan bahwa ada kesamaan antara Sabat dalam Alkitab dengan pandemic covid 19. Kesamaan bukan secara substansial tetapi pada efek yang muncul akibat kedua hal ini. ABSTRACT _______________________________________________________________ Environmental problems are now receiving serious attention. Therefore Christian theologians try to create or revitalize doctrines about it. At the time of the COVID 19 pandemic, it seemed that the quality of the environment improved because people were "resting" due to the plague. In the Bible, the Sabbath was designed by God in such a way to regulate human rest and land rest (environment) from the activities above it. In this paper, a review of the Bible's Sabbath relationship with the COVID 19 pandemic caused human activity to cease. The method used is a philosophical theology research method with an exegetical interpretation preceded. The results of the study found there is a similarity between Sabbath in the Bible with the COVID 19 pandemic. That similarity is not substantial but on the effects that arise due to these two things.
Covid-19: Wabah Alkitabiah, Relevankah? Debby Christ Mondolu; Obet Nego
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.901 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.111

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menggoncang dunia secara global. pandemi yang diakibatkan oleh Severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV-2) berawal dari Wuhan, Tiongkok kemudian menyebar dengan cepat ke hampir semua negara di dunia. Virus yang telah menginfeksi jutaan penduduk dunia ini telah menghasilkan catatan kematian ratusan ribu angka jiwa per Mei 2020. Dengan melihat proses penyebaran dan dampak yang sangat menakutkan ini, tidak heran beberapa orang Kristen mengklaim bahwa COVID-19 ini adalah bentuk penghukuman Allah kepada manusia yang berdosa. Hal ini merujuk pada peristiwa-peristiwa tulah yang terjadi dalam catatan Kitab Suci yang diyakini memiliki persamaan dengan fenomena pandemi COVID-19. Apakah benar demikan, COVID-19 adalah wabah yang alkitabiah? Melalui penelitian yang menggunakan pendekatan Analisis-Teologis, penulis menemukan fakta-fakta kebenaran bahwa yang pertama, penghukuman Allah tidaklah bersifat global, melainkan hanya kepada personal atau bangsa yang melakukan dosa khusus dan spesifik. Kedua, dalam memberikan penghakiman, Allah memisahkan dengan jelas siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang akan dihukum, tidak dengan secara ‘membabi-buta’ sehingga atribut keadilan dan kasihnya sangat jelas terlihat dalam peristiwa tulah-tulah tersebut. Melalui hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa wabah COVID-19 belum memenuhi syarat sebagai wabah yang mirip dengan wabah alkitabiah. ABSTRACT The COVID-19 pandemic has shaken the world globally. The pandemic caused by Coronavirus Acute Severe Respiratory Syndrome (SARS-CoV-2) originated in Wuhan, China, and then spread rapidly to all countries in the world. The virus that has infected millions of the world's population has produced thousands of deaths as of May 2020. Seeing this complex process of distribution and impact, it is not surprising that some Christians who approve of COVID-19 are a form of God's punishment for sinful humans. This article discusses the events that occurred in the published Bible records which contributed to the phenomenon of the COVID-19 pandemic. Is it true that COVID-19 is a biblical plague? Through research that uses theological-analysis analysis, the author discovers the first facts of truth, God's judgment on global accusations, only for individuals or nations who commit specific and specific sins. Second, for the sake of judgment, God knows who will be saved and who will be suspended, not by "blindly" so that the attributes of justice and gratitude are very clearly seen in the plagues. Through the results of this analysis, it can be concluded that the COVID-19 outbreak did not meet the requirements as an outbreak similar to the biblical outbreak.
Kasih Setia Tuhan Dalam Perjanjian Lama Dan Relevansinya Bagi Orang Percaya Pada Masa Covid-19 Sri Wahyuni Kusradi
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.112

Abstract

ABSTRAK _______________________________________________________________ Pada masa pandemic Covid-19 ini banyak orang menjadi kuatir akan masalah penghidupannya, masa depan keluarga, masyarakat, ekonomi, politik, pendidikan, kebudayaan yang berubah mengikuti dampak covid-19 ini. Hal tersebut juga dihadapi oleh orang Kristen, mereka dapat saja mempertanyakan di mana Tuhan pada masa pandemic ini. Tetapi ada satu pegangan yang teguh yang dapat menjadi penghiburan dan kekuatan bagi orang percaya, yaitu Kasih setia Allah yang akan memberikan jaminan kehidupan orang percaya pada masa pandemic ini. Di mana dalam Perjanjian Lama kasih setia Tuhan telah dinyatakan kepada bangsa Israel dari sejak jaman Adam telah diikatkan dari keturunan ke keturunan yang diikat melalui sebuah perjanjian yang tidak setara antara Allah dengan umat pilihan, didasarkan pada kemurahan hati Allah yang masih berlaku hingga sampai kini. Untuk itu penulis akan menggunakan metode Untuk memaparkan tujuan penulisan ini maka penulis menggunakan metode deskriptif teologis yang akan mencermati teks-teks Alkitab mengenai kasih setia, memperhatikannya berdasarkan konteks sejarah untuk menemukan bagaimana prinsip-prinsip kasih setia Tuhan itu dinyatakan kepada generasi ke generasi Israel. Dari penelitian itu akan diperoleh makna teologis tentang penyataan-penyataan kasih setia Tuhan di sepanjang sejarah Israel dalam Perjanjian Lama. Dalam penemuan makna-makna theologis maka topic ini dapat dikorelasikan dengan keadaan pada masa pandemic sekarang ini. Bagaimana bentuk penyataan kasih setia Tuhan dan bagaimana orang percaya pada masa kini harus menyikapinya. Saat orang percaya memahami dan terus memegang perjanjian kasih setia Tuhan maka iman kepada Allah akan terus semakin teguh sekalipun di saat penderitaan pada masa covid-19 ini melanda. Kata Kunci: Kasih Setia Tuhan, Perjanjian Lama, Covid-19 ABSTRACT _______________________________________________________________ The second abstract is written in English. During the Covid-19 pandemic, many people became worried about their livelihood problems, the future of their families and how to manage their lives. This happens because the economic crisis is threatening, family incomes are declining or unstable, health is not guaranteed, the ease with which social problems occur makes life uneasy. The same thing can be faced by Christians. If they do not have a strong faith, Christians will also experience shocks of faith. But there is one firm hold that can be a comfort and strength to believers, which is God's character. God's loyal love will provide assurance for the life of believers in this pandemic. Where in the Old Testament the love of God has been shown to the Israelites from the time of Adam has been tied from generation to generation. God's loyal love bound through an unequal covenant between God and the elect, which is based on God's generosity. God's lovingkindness that was expressed in various forms during the Old Testament times and also which is still in effect today. For this reason, the author will use the method. To explain the purpose of this writing, the author uses a theological descriptive method that will examine the biblical texts regarding of The Kindness og God as stated in the Old Testament, paying attention to it based on the historical context to find how the principles of The Kindness of God are expressed. in various forms from generation to generation of Israelis. From this research, theological meaning will be obtained about the revelations of The kindness of God throughout the history of Israel in the Old Testament. In the discovery of theological meanings, this topic can be correlated with the situation in the current pandemic. What is the present form of expression of The kindness of God and how today's believers should react to it. When believers today understand and continue to hold onto God's covenant of loyal love, faith in God will continue to be stronger even when suffering during the Covid-19 era hits. Keywords: Kindness of God, Old Testament, Covid-19
WABAH COVID -19 DALAM PERPEKTIF ESKATOLOGIA PAULUS Marlon Butarbutar
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.055 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.113

Abstract

ABSTRAK Wabah covid -19 telah menjadi pandemic di hampir semua negara di dunia. Pandemi ini membuat para ilmuwan berpikir keras mencari penyebab adanya virus tersebut dan sekaligus berjuang hingga kini menemukan obat dan vaksin yang tepat. Pandemic ini telah menimbulkan kepanikan di masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Karena kemunculan virus ini sangat berbahaya dan bisa mematikan serta penyebarannya yang cepat, membuat orang menyangka bahwa virus ini adalah semacam hukuman Tuhan atas manusia, bahkan ada juga yang bertanya apakah virus ini bagian dari tanda-tanda bahwa akhir zaman sudah tiba. Kepanikan ini membuat para pemimpin agama tidak mudah untuk menjawab pertanyaan dan menanggapi berbagai pernyataan yang liar. Karenanya penulis ikut bersumbangsih melihat covid 19 ini dalam perspektif eskatologi Paulus. Penulis akan menggunakan metode deskriptif untuk memberi gambaran mengenai covid ini dan memberi penjabaran secara teologis hasil dari penelusuran terhadap teks-teks tulisan Paulus mengenai akhir zaman, yang tentunya mengkaitkannya dengan peristiwa covid yang sedang melanda dunia. Tulisan ini akan memberi gambaran apakah memang Paulus juga memberi gambaran tentang akhir zaman yang ada kaitannya dengan penderitaan yang dialami manusia akibat penyakit dll. Atau sesungguhnya keberadaan covid hanyalah penyakit sampar biasa yang tidak berkaitan dengan akhir zaman. Karenanya melalui penelusuran dan penafsiran terhadap teks-teks yang berkaitan dengan akhir zaman, maka penulis akan menguraikan hubungan antara keberadaan covid ini dengan eskatologi menurut tulisan Paulus. ABSTRACT _______________________________________________________________ The COVID-19 outbreak has become a pandemic in almost all countries in the world. This pandemic has made scientists think hard to find the cause of the virus and have struggled to find the right medicine and vaccine. This pandemic has caused panic in the world community, including Indonesia. Because the appearance of this virus is very dangerous and can be deadly as well as its rapid spread, people think that this virus has been activated by God on humans, some even ask whether this virus is part of the signs that the end of time has arrived. This panic makes it difficult for religious leaders to answer questions and statements that are liars. Therefore the authors share in seeing Covid 19 from the perspective of Paul's eschatology. The author will use a descriptive method to provide an overview of covid and provide a theological explanation of the results of tracing Paul's writings regarding the end of time, which of course relates it to the covid events that are hitting the world. This paper will give an idea of ??whether Paul also gave a picture of the end times which is related to human suffering due to disease etc. Or the existence of covid is just an ordinary pestilence that has nothing to do with the end times. Because of the investigation and interpretation of texts relating to the end of time, the author will describe the relationship between the existence of covid and eschatology according to Paul's writings.

Page 6 of 13 | Total Record : 129