cover
Contact Name
Febriaman Lalaziduhu
Contact Email
ferdinanmarcos1994@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2mebenhaezer@gmail.com
Editorial Address
JI Buluran No.02 Talang Jawa RT 007 / RW 004 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Prop. Sumatera Selatan
Location
Kab. muara enim,
Sumatera selatan
INDONESIA
SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
ISSN : 26852144     EISSN : 27228231     DOI : https://doi.org/10.47154/scripta
Core Subject :
Jurnal Scripta merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu teologi Kristen dan pelayanan kontekstual. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, serta artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu teologi berdasarkan isu-isu terkini. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak enam bulan sekali yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
Model Pendampingan Pastoral Terhadap Perempuan Kristen Dalam Menghadapi Fase Pre-Menopause Di GPIN “Yerusalem” Palembang Lilik Utari
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.456 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.108

Abstract

Pendampingan pastoral adalah suatu pendekatan bagi setiap orang untuk mengetahui setiap kehidupan konseling oleh konselor. Tetapi berbicara tentang pendampingan pastoral Kristen itu berarti berbicara tentang bagaimana gembala melayani seseorang yang mengalami suatu masalah dalam hidupnya. Dimana dalam pelayanan ini ada beberapa pendekatan yang dilakukan, untuk bisa menemukan titik temu akan masalah yang dihadapi, terkhusus bagi seorang perempuan yang dilayani. Termasuk juga perempuan dalam lingkup gereja. Artikel ini juga akan memaparkan secara singkat tentang model pendampingan pastoral terhadap perempuan Kristen dalam menghadapi fase pre-menopause.
Pelayanan Pastoral Bagi Kaum Lansia Ditengah Pandemi Covid-19 Eliman; Aris Elisa
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.536 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.109

Abstract

Penelitian ilmiah ini membahas tentang pelayanan pastoral terhadap kaum lansia ditengah pandemic covid-19. Pelayanan pastoral terhadap jemaat kaum lansia yang ada di dalam gereja adalah sesuatu yang penting karena diharapkan para lansia tetap dapat digembalakan dan diberdayakan sesuai dengan kapasitas atau potensi yang ada pada mereka sekalipun ditengah pandemi covid-19, bahkan diharapkan kaum lansia dapat tetap mengaktualisasikan diri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, penelitian kepustakaan (Libarary Research) fokus pada penafsiran Kitab Suci sesuai dengan kaidah gramatikal, historical, dan konteks. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bukti data Alkitab bahwa orang lanjut usia masih memiliki potensi yang dapat diberdayakan, sebagaimana Tuhan tetap memakai tokoh-tokoh Alkitab di usia senjanya sehingga pelayanan pastoral terhadap kaum lansia ditengah pandemi covid-19 tetap dapat dijalankan dengan baik. ABSTRACT _______________________________________________________________ This scientific research discusses pastoral care for the elderly in the midst of the COVID-19 pandemic. Pastoral care for the congregation of the elderly in the church is important because it is hoped that the elderly can be shepherded and empowered according to their capacity or potential even in the middle. COVID-19 pandemic, it is hoped that the elderly can still actualize themselves. The research method used is qualitative, library research (Library Research) focuses on the interpretation of the Scriptures by grammatical, historical, and contextual rules. The purpose of this study is to show evidence of biblical data that the elderly still have the potential that can be empowered, as God continues to use biblical figures in his old age so that pastoral care for the elderly amid the COVID-19 pandemic can still be done well.
Sabat dan Pandemic Covid 19 Perspektif Eco-teologi Kristen Fanny Y. M. Kaseke
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.278 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.110

Abstract

Masalah lingkungan hidup kini mendapat perhatian serius. Karena itu teolog Kristen berusaha membuat ataupun merevitalisasi doktrin tentang lingkungan hidup. Di saat pandemic covid 19, sepertinya kualitas lingkungan hidup meningkat karena manusia “beristirahat” akibat wabah yang terjadi. Di dalam Alkitab hari Sabat dan tahun Sabat dirancang Allah sedemikian rupa untuk mengatur istirahat manusia dan istirahat lahan (lingkungan) dari aktivitas di atasnya. Pada tulisan ini diulas hubungan Sabat dalam Alkitab dengan pandemic covid 19 yang menyebabkan berhentinya aktivitas manusia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian teologi filosofika dengan didahului tafsir secara eksegesis. Hasil penelitian ditemukan bahwa ada kesamaan antara Sabat dalam Alkitab dengan pandemic covid 19. Kesamaan bukan secara substansial tetapi pada efek yang muncul akibat kedua hal ini. ABSTRACT _______________________________________________________________ Environmental problems are now receiving serious attention. Therefore Christian theologians try to create or revitalize doctrines about it. At the time of the COVID 19 pandemic, it seemed that the quality of the environment improved because people were "resting" due to the plague. In the Bible, the Sabbath was designed by God in such a way to regulate human rest and land rest (environment) from the activities above it. In this paper, a review of the Bible's Sabbath relationship with the COVID 19 pandemic caused human activity to cease. The method used is a philosophical theology research method with an exegetical interpretation preceded. The results of the study found there is a similarity between Sabbath in the Bible with the COVID 19 pandemic. That similarity is not substantial but on the effects that arise due to these two things.
Covid-19: Wabah Alkitabiah, Relevankah? Debby Christ Mondolu; Obet Nego
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.901 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.111

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menggoncang dunia secara global. pandemi yang diakibatkan oleh Severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV-2) berawal dari Wuhan, Tiongkok kemudian menyebar dengan cepat ke hampir semua negara di dunia. Virus yang telah menginfeksi jutaan penduduk dunia ini telah menghasilkan catatan kematian ratusan ribu angka jiwa per Mei 2020. Dengan melihat proses penyebaran dan dampak yang sangat menakutkan ini, tidak heran beberapa orang Kristen mengklaim bahwa COVID-19 ini adalah bentuk penghukuman Allah kepada manusia yang berdosa. Hal ini merujuk pada peristiwa-peristiwa tulah yang terjadi dalam catatan Kitab Suci yang diyakini memiliki persamaan dengan fenomena pandemi COVID-19. Apakah benar demikan, COVID-19 adalah wabah yang alkitabiah? Melalui penelitian yang menggunakan pendekatan Analisis-Teologis, penulis menemukan fakta-fakta kebenaran bahwa yang pertama, penghukuman Allah tidaklah bersifat global, melainkan hanya kepada personal atau bangsa yang melakukan dosa khusus dan spesifik. Kedua, dalam memberikan penghakiman, Allah memisahkan dengan jelas siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang akan dihukum, tidak dengan secara ‘membabi-buta’ sehingga atribut keadilan dan kasihnya sangat jelas terlihat dalam peristiwa tulah-tulah tersebut. Melalui hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa wabah COVID-19 belum memenuhi syarat sebagai wabah yang mirip dengan wabah alkitabiah. ABSTRACT The COVID-19 pandemic has shaken the world globally. The pandemic caused by Coronavirus Acute Severe Respiratory Syndrome (SARS-CoV-2) originated in Wuhan, China, and then spread rapidly to all countries in the world. The virus that has infected millions of the world's population has produced thousands of deaths as of May 2020. Seeing this complex process of distribution and impact, it is not surprising that some Christians who approve of COVID-19 are a form of God's punishment for sinful humans. This article discusses the events that occurred in the published Bible records which contributed to the phenomenon of the COVID-19 pandemic. Is it true that COVID-19 is a biblical plague? Through research that uses theological-analysis analysis, the author discovers the first facts of truth, God's judgment on global accusations, only for individuals or nations who commit specific and specific sins. Second, for the sake of judgment, God knows who will be saved and who will be suspended, not by "blindly" so that the attributes of justice and gratitude are very clearly seen in the plagues. Through the results of this analysis, it can be concluded that the COVID-19 outbreak did not meet the requirements as an outbreak similar to the biblical outbreak.
Kasih Setia Tuhan Dalam Perjanjian Lama Dan Relevansinya Bagi Orang Percaya Pada Masa Covid-19 Sri Wahyuni Kusradi
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.112

Abstract

ABSTRAK _______________________________________________________________ Pada masa pandemic Covid-19 ini banyak orang menjadi kuatir akan masalah penghidupannya, masa depan keluarga, masyarakat, ekonomi, politik, pendidikan, kebudayaan yang berubah mengikuti dampak covid-19 ini. Hal tersebut juga dihadapi oleh orang Kristen, mereka dapat saja mempertanyakan di mana Tuhan pada masa pandemic ini. Tetapi ada satu pegangan yang teguh yang dapat menjadi penghiburan dan kekuatan bagi orang percaya, yaitu Kasih setia Allah yang akan memberikan jaminan kehidupan orang percaya pada masa pandemic ini. Di mana dalam Perjanjian Lama kasih setia Tuhan telah dinyatakan kepada bangsa Israel dari sejak jaman Adam telah diikatkan dari keturunan ke keturunan yang diikat melalui sebuah perjanjian yang tidak setara antara Allah dengan umat pilihan, didasarkan pada kemurahan hati Allah yang masih berlaku hingga sampai kini. Untuk itu penulis akan menggunakan metode Untuk memaparkan tujuan penulisan ini maka penulis menggunakan metode deskriptif teologis yang akan mencermati teks-teks Alkitab mengenai kasih setia, memperhatikannya berdasarkan konteks sejarah untuk menemukan bagaimana prinsip-prinsip kasih setia Tuhan itu dinyatakan kepada generasi ke generasi Israel. Dari penelitian itu akan diperoleh makna teologis tentang penyataan-penyataan kasih setia Tuhan di sepanjang sejarah Israel dalam Perjanjian Lama. Dalam penemuan makna-makna theologis maka topic ini dapat dikorelasikan dengan keadaan pada masa pandemic sekarang ini. Bagaimana bentuk penyataan kasih setia Tuhan dan bagaimana orang percaya pada masa kini harus menyikapinya. Saat orang percaya memahami dan terus memegang perjanjian kasih setia Tuhan maka iman kepada Allah akan terus semakin teguh sekalipun di saat penderitaan pada masa covid-19 ini melanda. Kata Kunci: Kasih Setia Tuhan, Perjanjian Lama, Covid-19 ABSTRACT _______________________________________________________________ The second abstract is written in English. During the Covid-19 pandemic, many people became worried about their livelihood problems, the future of their families and how to manage their lives. This happens because the economic crisis is threatening, family incomes are declining or unstable, health is not guaranteed, the ease with which social problems occur makes life uneasy. The same thing can be faced by Christians. If they do not have a strong faith, Christians will also experience shocks of faith. But there is one firm hold that can be a comfort and strength to believers, which is God's character. God's loyal love will provide assurance for the life of believers in this pandemic. Where in the Old Testament the love of God has been shown to the Israelites from the time of Adam has been tied from generation to generation. God's loyal love bound through an unequal covenant between God and the elect, which is based on God's generosity. God's lovingkindness that was expressed in various forms during the Old Testament times and also which is still in effect today. For this reason, the author will use the method. To explain the purpose of this writing, the author uses a theological descriptive method that will examine the biblical texts regarding of The Kindness og God as stated in the Old Testament, paying attention to it based on the historical context to find how the principles of The Kindness of God are expressed. in various forms from generation to generation of Israelis. From this research, theological meaning will be obtained about the revelations of The kindness of God throughout the history of Israel in the Old Testament. In the discovery of theological meanings, this topic can be correlated with the situation in the current pandemic. What is the present form of expression of The kindness of God and how today's believers should react to it. When believers today understand and continue to hold onto God's covenant of loyal love, faith in God will continue to be stronger even when suffering during the Covid-19 era hits. Keywords: Kindness of God, Old Testament, Covid-19
WABAH COVID -19 DALAM PERPEKTIF ESKATOLOGIA PAULUS Marlon Butarbutar
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.055 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.113

Abstract

ABSTRAK Wabah covid -19 telah menjadi pandemic di hampir semua negara di dunia. Pandemi ini membuat para ilmuwan berpikir keras mencari penyebab adanya virus tersebut dan sekaligus berjuang hingga kini menemukan obat dan vaksin yang tepat. Pandemic ini telah menimbulkan kepanikan di masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Karena kemunculan virus ini sangat berbahaya dan bisa mematikan serta penyebarannya yang cepat, membuat orang menyangka bahwa virus ini adalah semacam hukuman Tuhan atas manusia, bahkan ada juga yang bertanya apakah virus ini bagian dari tanda-tanda bahwa akhir zaman sudah tiba. Kepanikan ini membuat para pemimpin agama tidak mudah untuk menjawab pertanyaan dan menanggapi berbagai pernyataan yang liar. Karenanya penulis ikut bersumbangsih melihat covid 19 ini dalam perspektif eskatologi Paulus. Penulis akan menggunakan metode deskriptif untuk memberi gambaran mengenai covid ini dan memberi penjabaran secara teologis hasil dari penelusuran terhadap teks-teks tulisan Paulus mengenai akhir zaman, yang tentunya mengkaitkannya dengan peristiwa covid yang sedang melanda dunia. Tulisan ini akan memberi gambaran apakah memang Paulus juga memberi gambaran tentang akhir zaman yang ada kaitannya dengan penderitaan yang dialami manusia akibat penyakit dll. Atau sesungguhnya keberadaan covid hanyalah penyakit sampar biasa yang tidak berkaitan dengan akhir zaman. Karenanya melalui penelusuran dan penafsiran terhadap teks-teks yang berkaitan dengan akhir zaman, maka penulis akan menguraikan hubungan antara keberadaan covid ini dengan eskatologi menurut tulisan Paulus. ABSTRACT _______________________________________________________________ The COVID-19 outbreak has become a pandemic in almost all countries in the world. This pandemic has made scientists think hard to find the cause of the virus and have struggled to find the right medicine and vaccine. This pandemic has caused panic in the world community, including Indonesia. Because the appearance of this virus is very dangerous and can be deadly as well as its rapid spread, people think that this virus has been activated by God on humans, some even ask whether this virus is part of the signs that the end of time has arrived. This panic makes it difficult for religious leaders to answer questions and statements that are liars. Therefore the authors share in seeing Covid 19 from the perspective of Paul's eschatology. The author will use a descriptive method to provide an overview of covid and provide a theological explanation of the results of tracing Paul's writings regarding the end of time, which of course relates it to the covid events that are hitting the world. This paper will give an idea of ??whether Paul also gave a picture of the end times which is related to human suffering due to disease etc. Or the existence of covid is just an ordinary pestilence that has nothing to do with the end times. Because of the investigation and interpretation of texts relating to the end of time, the author will describe the relationship between the existence of covid and eschatology according to Paul's writings.
Hubungan Covid 19 Dengan Wahyu 6:8 Rustam Siagian
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.007 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.114

Abstract

ABSTRAK Covid 19 telah menular kepada hampir semua negara di dunia. Sejauh ini angka kematian yang diakibatkan oleh covid 19 ini di seluruh dunia telah mencapai angka 340.383 orang. Nampaknya angka ini akan terus bertambah, mengingat penyebaran virus ini begitu cepat, menjalar seperti api. Dalam tulisan ini akan dianalisa apakah ada hubungan antara nubuatan dalam Wahyu 6:8 dengan covid 19 ini. Untuk mencapai tujuan itu, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metoda eksegesis terhadap teks Wahyu 6:8. Dari penelitian yang dilakukan bahwa sejauh ini jumlah kematian yang diakibatkan covid 19 masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah kematian yang dinubuatkan dalam Wahyu 6:8. Bahwa dalam Wahyu 6:8, jumlah kematian yang diakibatkan malapetaka yang akan menimpa manusia seperempat penduduk bumi. Jika sekarang penduduk dunia sebanyak 7,8 miliar, berarti seperempatnya adalah 1.9 milliar. Dengan demikian nubuatan dalam Wahyu 6:8 tidak menunjuk kepada covid 19. Tetapi jika angka yang diakibatkan oleh covid 19 terus meningkat dan penemuan vaksin masih beberapa tahun ke depan, sehingga kematian manusia akibat covid 19 ini mencapai seperempat penduduk bumi, maka bisa saja covid 19 bisa merujuk kepada nubuatan dalam Wahyu 6:8. ABSTRACT _______________________________________________________________ Covid 19 has spread to almost all countries in the world. So far the death rate caused by covid 19 worldwide has reached 340,383 people. It seems that this number will continue to grow, considering the spread of this virus is so fast, spreading like wildfire. In this paper, we will analyze whether there is a relationship between the prophecies in Revelation 6: 8 and Covid 19. To achieve this goal, the author uses a qualitative approach with an exegetical method to the text of Revelation 6: 8. From the research conducted, so far the number of deaths caused by Covid 19 is still much smaller than the number of deaths prophesied in Revelation 6: 8. That in Revelation 6: 8, the number of deaths resulting from calamities that will befall humans a quarter of the population of the earth. If now the world's population is 7.8 billion, that means a quarter is 1.9 billion. Thus the prophecy in Revelation 6: 8 does not refer to covid 19. But if the numbers caused by covid 19 continue to increase and vaccine discoveries are still a few years from now, so that human deaths due to covid 19 will reach a quarter of the earth's population, then it could be covid 19 can refer to the prophecy in Revelation 6: 8.
Analisis Eksegetis Kejadian 3: 8 Sebagai Upaya Memahami Realisasi Pertama Kasih Allah Terhadap Manusia Yang Berdosa Made Nopen Supriadi; Iman Kristina Halawa
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.136 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.116

Abstract

lPersoalan tentang manusia yang mencari jawaban tentang Allah yang mengasihi manusia berdosa merupakan kebutuhan yang relevan pada saat ini. Meskipun demikian masih ada realita manusia yang bersembunyi dari Allah dalam keberdosaannya. Kasih Allah dalam menyelamatkan manusia berdosa telah dinyatakan dalam kisah awal kejatuhan manusia ke dalam dosa. Kejadian 3: 8 merupakan ayat kunci yang menjadi tindakan pertama Allah di dalam sejarah mengasihi manusia yang telah berdosa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tindakan pertama Allah dalam mengasihi manusia yang telah berdosa dan memberikan kepastian jawaban tentang Allah yang telah mengasihi manusia yang telah berdosa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian ini menghasilkan sebuah konsep tentang ajaran tindakan kasih Allah yang pertama dalam sejarah keberdosaan manusia.
Peranan Khotbah Dalam Pertumbuhan Iman Jemaat Di Gksbs Rejosari Benget Parningotan, M.Th Siregar; Siskawaty Sakoan
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.91 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.117

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan sejauh mana Peran khotbah yang disampaikan kepada jemaat GKSBS Rejosari. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan cara mengalami (mengamati secara partisipatif), dengan menyelediki, mewancarai, bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas dan berbagai fenomena yang terjadi. Dari hasil penelitian ini maka penulis menarik kesimpulan bahwa Khotbah adalah salah satu cara yang dipakai untuk mengkomunikasikan pesan, Dalam tradisi Kristen, pesan ini didasarkan pada apa yang tertulis di dalam Alkitab atau yang biasa disebut kabar baik. khotbah menjadi alat seorang pemimpin dalam mengajar umat. Khotbah pun membantu umat Krtisten dalam memahami kehendak Allah. Bahkan Setiap khotbah yang dipersiapkan bukan saja menarik tetapi khotbah yang memiliki kuasa yang mampu menyentuh hati jemaat yang hadir mengikuti ibadah, membuat hati mereka terbuka tidak lagi malas, tertidur dan bosan ketika dengar khotbah, tetapi semakin hari semakin bertambah kehadiran jemaat untuk selalu beribadah kepada Tuhan, bahkan lewat khotbah jemaat semakin mengenal Tuhan.
Implikasi Filipi 2:12 Terhadap Ajaran Arminianisme (Makna Frasa Kerjakanlah Keselamatanmu) lamtota21 manalu; Azaria Manullang
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 11 No. 1 (2021): Edisi Tahun 2021, Volume 11 No. 1 Bulan Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.753 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v11i1.119

Abstract

Doktrin tentang keselamatan adalah yang dikenal sebagai Soteriologi. Doktrin Soteriologi yang cenderung dipahami kaum koserfatif adalah doktrin keselamatan menurut Arminianisme dan doktrrin keselamatan menurut Calvinisme. Namun dalam Karya Ilmiah ini berfokus pada doktrin keselamatan menurut Arminianisme yaitu “Makna Frasa Kerjakanlah Keselamatanmu (Filipi 2:12), dari prespektif biblikal. Dalam karya ilmiah ini dipaparkan esensi keselamatan berdasarkan teologis. Anugerah umum ini memiliki cakupan yang lebih luas ditujukan kepada umat manusia. Dalam istilah yang singkat anugerah umum dapat didefenisikan sebagai kebaikan Allah yang tanpa syarat pada semua orang diperlihatkan dalam pemeliharanNya kepada mereka. Inilah yang disebut dengan berkat-berkat umum bagi semua umat manusia yang diberikan secara cuma-cuma hanya karena kasihNya kepada manusia dan Allah berdaulat atas manusia yang sudah tercemar dalam dosanya. Dengan denikian makna frasa tetaplah kerjakan keselamatanmu dalam Filipi 2:12. Dengan perkataan “karena itu” di ayat 12,  masih memiliki hubungan di ayat 9 mengenai ketaatan Tuhan Yesus Kristus.

Page 6 of 13 | Total Record : 125