cover
Contact Name
Febriaman Lalaziduhu
Contact Email
ferdinanmarcos1994@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2mebenhaezer@gmail.com
Editorial Address
JI Buluran No.02 Talang Jawa RT 007 / RW 004 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Prop. Sumatera Selatan
Location
Kab. muara enim,
Sumatera selatan
INDONESIA
SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
ISSN : 26852144     EISSN : 27228231     DOI : https://doi.org/10.47154/scripta
Core Subject :
Jurnal Scripta merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu teologi Kristen dan pelayanan kontekstual. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, serta artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu teologi berdasarkan isu-isu terkini. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak enam bulan sekali yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
Keberdosaan Manusia Menurut Alkitab Yanjumseby Yeverson Manafe
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 8 No. 2 (2019): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.803 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v8i2.67

Abstract

ABSTRAK Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa sebagaimana diuraikan dalam kitab Kejadian 3:1-24, membuat semua manusia keturunan Adam dan hawa hidup dalam dosa. Kendatipun demikian masih ada banyak orang Kristen yang belum dapat memahami dengan pasti adanya dosa di dalam hidup mereka. Jika setiap orang kristen tidak tahu bahwa ada dosa dalam dirinya maka akan sulit sekali untuk menanganinya. Oleh sebab itu, setiap orang Kristen harus mengetahui dan menyadari hakikat dari manusia berdosa serta mau melepaskan diri dari belenggu dosa. Dan hal ini akan terwujud di dalam dan melalui Roh Kudus. Berkenaan dengan keberdosaan manusia maka dalam tulisan ini akan dibahas berturut-turut mengenai keberdosaan manusia, yaitu: definisi dosa, istilah-istilah dosa dalam Alkitab, asal dosa, aspek-aspek dosa, akibat dosa dan jalan keluar dari dosa. ABSTRACT After the fall of man into sin as described in Genesis 3: 1-24, made all humans descend from Adam and Eve live in sin. Nevertheless there are still many Christians who have not been able to understand with certainty the existence of sin in their lives. If every Christian does not know that there is sin in him it will be very difficult to handle it. Therefore, every Christian must know and realize the nature of sinful humans and want to break away from the bondage of sin. And this will be realized in and through the Holy Spirit. With regard to human sinfulness, this paper will be discussed in succession regarding human sinfulness, namely: the definition of sin, the terms of sin in the Bible, the origin of sin, aspects of sin, the consequences of sin and the way out of sin.
Peranan Sekolah Minggu Dalam Pertumbuhan Gereja Yenny Anita Pattinama
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 8 No. 2 (2019): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.054 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v8i2.68

Abstract

ABSTRAK Pelayanan Sekolah Minggu merupakan salah satu faktor yang cukup potensif dalam proses pertumbuhan Gereja. Lebih jauh lagi Sekolah Minggu merupakan wadah yang di pakai untuk mengajar anak-anak sesuai dengan pertumbuhan usia mereka. Pelayanan Sekolah Minggu membawa pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan Gereja, karena anak-anak Sekolah Minggu akan menjadi generasi penerus Gereja yang melanjutkan tugas dan tanggung jawab Gereja sebagai saksi Kristus di tengah-tengah dunia yang penuh dengan tantangan ini. Tantangan yang akan di hadapi oleh Gereja pada masa yang akan datang semakin banyak di karenakan perubahan zaman dunia modern yang sudah tidak lagi mementingkan ajaran agama. ABSTRACT Sunday School service is one of the factors that is quite potential in the process of Church growth. Furthermore, Sunday School is a place that is used to teach children according to their age growth. Sunday School services have a positive influence on the growth of the Church, because Sunday School children will become the next generation of the Church who continue the Church's duties and responsibilities as witnesses of Christ in the midst of this challenging world. The challenges that will be faced by the Church in the future will be more and more due to the changes in the modern world era that are no longer concerned with religious teachings.
Manajemen Mutu Dan Pendidikan Mutu Melalui Standar Penjaminan Mutu (SPMI) Di STT Ebenhaezer Fanny Y. M Kaseke
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 8 No. 2 (2019): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.867 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v8i2.69

Abstract

ABSTRAK Pendidikan adalah faktor yang sangat penting bagi kemajuan Bangsa dan Negara. Maka tidaklah heran jikalau manajemen mutu pendidikan adalah unsur penting yang diperhatikan oleh pemerintah untuk menghasilkan kualitas pendidikan yang baik dan unggul. Oleh sebab itu, sangat penting jikalau institusi pendidikan memperhatikan manajemen mutu melalui standart penjaminnan mutu (SPMI). Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengulas sistem SPMI yang dilakukan di STT Ebenhaezer. Dengan tujuan menghasilkan standart mutu pendidikan yang baik dan unggul seperti yang diharapkan. Maka ada beberpa hal yang dilakukan untuk mencapai hal yang dimaksud. Membangun komunikasi yang baik di semua lini kerja di STTE, secara bertahap meningkatkan alokasi anggaran ideal untuk penjaminan mutu sesuai ketentuan Kemendiknas Dikti tahun 2009, membuat panduan kriteria keberhasilan SPMI, meningkatkan kinerja staf pengelola LP2M dan penjaminan mutu di lingkungan STTE melalui penghargaan dan sanksi, mendorong terbangunnya budaya mutu yang konsisten dan berkelanjutan. ABSTRACT The second abstract is written in English. Abstract length maximum 250 words. At least the abstract should include the background of the study, research methods, research results and recommendations. The abstract should include two to five keywords, and the format of writing follows the template.
Seks Menurut Alkitab Sebagai Kontribusi Bagi Pengajaran Gereja Masa Kini Junius Halawa
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 8 No. 2 (2019): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.274 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v8i2.70

Abstract

ABSTRAKSeks menurut Alkitab sebagai kontribusi bagi pengajaran gereja masa kini. Tujuan tulisan ini untuk menggali dan menjelaskan konsep seks di dalam Alkitab. Alkitab adalah firman Allah tertulis sebagai landasan iman dan sumber pengajaran yang sehat, misalnya pendidikan seks kepada jemaat. Jauh sebelum manusia diciptakan Allah telah merancang seks bagi kehidupan manusia. Sehingga seks harus dipahami sebagai karunia Allah yang baik, mulia dan nikmat. Namun pada faktanya sebagian orang mengangap seks sebagai sesuatu yang kotor atau hanya pemuas hawa nafsu manusia. Konsekwensiya ialah banyak orang melakukan tindakan seks yang salah diantaranya: perzinahan, onani atau mastrubasi, homoseksual, lesbian dan pedofilia. Berdasarkan hasil penggalian Alkitab, maka seks menggunakan istilah: “satu daging” dan “bersetubuh”. Lebih dalam Alkitab menyatakan bahwa seks merupakan inisiatif Allah sendiri kepada laki-laki dan perempuan, sehingga seks baik adanya. Seks hanya diizinkan Allah kepada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang telah masuk dalam pernikahan yang diberkati Tuhan. Pada hakekatnya seks memiliki empat dimensi, yakni: Dimensi rekreasi, dimensi prokreasi, dimensi relasi dan dimensi refleksi. Jika diamati secara baik antara konsep seks yang disaksikan oleh Alkitab dengan perilaku manusia diera ini, maka telah telah banyak terjadi penyimpangan. Oleh karena itu, fenomena ini merupakan bagian dari tanggungjawab gereja dan hamba Tuhan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan penangan dosa seksual diantaranya: Memberikan pengajaran seks yang Alkitabiah, membuat program yang kreatif dan inofatif dan melaksanakan pelayanan pastoral konseling. Kata kunci: seks atau seksual. ABSTRACT Sex according to the Bible as a contribution to the teaching of the church today. The purpose of this paper is to explore and explain the concept of sex in the Bible. The Bible is the written word of God as a foundation of faith and a source of healthy teaching, for example sex education to the congregation. Long before humans were created God had designed sex for human life. So sex must be understood as a gift from God that is good, noble and delicious. But in fact some people regard sex as something dirty or just satisfying human desires. The consequence is that many people commit wrong sexual acts including:
Kepemimpnan Wanita Dalam Gereja Lina Manalu
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.612 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.92

Abstract

Pemimpin dan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Apabila menyinggung tentang kepemimpinan, hal itu berkaitan dengan mendiskusikan suatu proses. Tetapi berbicara tentang pemimpin Kristen berarti berbicara tentang individu atau pribadi yang dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan tugas kepemimpinan. Dewasa ini kepemimpinan dalam berbagai bidang telah diwarnai oleh terlibatnya wanita dalam memberikan peran sertanya dalam upaya meningkatkan pembangunan bangsa. Termasuk juga dalam kepemimpinan di gereja. Artikel ini akan memaparkan secara singkat tentang gambaran kepemimpinan wanita dalam gereja --------------------------- Leaders and leadership can not be separated from one another. If we mention the leadership, it relates to discuss the process. But talking about the Christian’s leader is talking about private individuals or who are called by God to carry out the task of leadership. Today leadership in various fields has been characterized by the involvement of women in delivering participation in efforts to improve the development of the nation. Included the leadership in the church. This article will explain briefly about the image of women in church of leadership
Spiritualitas Hana Menurut 1 Samuel 1:1-28 Dan Implementasinya Bagi Wanita dian agustina20; Yenny Anita Pattinama; Febriaman Lalaziduhu Harefa
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.944 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.102

Abstract

Spiritualitas adalah hidup menurut roh. Dalam konteks hubungan yang transenden, roh itu adalah Roh Allah sendiri. Spiritualitas adalah hidup yang didasarkan pada pengaruh dan bimbingan Roh Allah. Spiritualitas bertujuan untuk membuat manusia hidup sesuai dengan cita-cita Allah atau tujuan Allah. Spiritualitas merupakan peningkatan hidup beragama yang bersumber pada religiositas. Dengan menghayati spiritualitas, manusia menjadi orang spiritual, yaitu orang yang menghayati Allah dalam hidup nyata sehari-hari sesuai dengan panggilan dan peran hidupnya. Untuk menemukan jawabannya, maka dibuatlah sebuah penelitian dengan menggunakan metode penelitian deskriptif bibliologis. Hasilnya adalah kaum wanita Kristen akan tekun mencari Tuhan, mengandalkan Tuhan, menjaga kekudusan hidup dan setia menepati janji. Spirituality is living according to the spirit. In the context of a transcendent relationship, that spirit is the Spirit of God Himself. Spirituality is a life based on the influence and guidance of the Spirit of God. Spirituality aims to make human beings live according to God's ideals or God's purposes. Spirituality is an increase in religious life which is rooted in religiosity. By living spirituality, humans become spiritual people, that is, people who live God in real everyday life according to their vocation and role. To find the answer, a study was made using descriptive bibliological research methods. The result is that Christian women will diligently seek God, rely on God, keep their lives holy and faithfully keep their promises.
Pelayanan Tuhan Yesus Sebagai Pola Pelayanan Bagi Perempuan Kristen Dalam Konteks Adat Batak Toba Sondang Lumbangaol
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.375 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.103

Abstract

Abstrak Pemimpin dan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Apabila menyinggung tentang kepemimpinan, hal itu berkaitan dengan mendiskusikan suatu proses. Tetapi berbicara tentang pemimpin Kristen berarti berbicara tentang individu atau pribadi yang dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan tugas kepemimpinan. Dewasa ini kepemimpinan dalam berbagai bidang telah diwarnai oleh terlibatnya wanita dalam memberikan peran sertanya dalam upaya meningkatkan pembangunan bangsa. Termasuk juga dalam kepemimpinan di gereja. Artikel ini akan memaparkan secara singkat tentang gambaran kepemimpinan wanita dalam gereja Abstract Leaders and leadership can not be separated from one another. If we mention the leadership, it relates to discuss the process. But talking about the Christian’s leader is talking about private individuals or who are called by God to carry out the task of leadership. Today leadership in various fields has been characterized by the involvement of women in delivering participation in efforts to improve the development of the nation. Included the leadership in the church. This article will explain briefly about the image of women in church of leadership
Konstruksi Pernikahan Kristen Alkitabiah Jean Paath; Yuniria Zega; Ferdinan Pasaribu
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 8 No. 2 (2019): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.263 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v8i2.104

Abstract

ABSTRAK Pernikahan adalah suatu kemitraan yang permanen yang dibuat dengan komitmen di antara seorang wanita dan pria. Ada dalam Alkitab, ”Dan sesudah itu Ia berkata, Itu sebabnya laki-laki meninggalkan ibu bapaknya dan bersatu dengan istrinya, maka keduanya menjadi satu. Jadi mereka bukan lagi dua orang, tetapi satu. Itu sebabnya apa yang sudah disatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia”. Tujuan dalam tulisan ini tentang supremasi pernikahan Kristen pada Abad XXI agar semua yang percaya tidak menganggap remeh tentang pernikahan. Agar orang percaya tidak menyepelekan pernikahan kudus yang sudah di persatukan oleh adalah dan tidak merusak rencana Allah dalam hidup mereka. Asumsi dalam penelitian ini adalah Alkitab adalah firman Allah yang tidak bersalah karena diinspirasikan oleh Roh Kudus kepada para penulis. Firman Allah menjadi dasar dalam memperbaiki pernikahan pada Abad XXI. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif bibliologis dengan pendekatan kualitatif. Metode inilah yang dianggap paling sesuai oleh peneliti karena metode deskriptif memberikan gambaran lengkap dan natural akan suatu peristiwa dan fenomena yang terjadi. ABSTRACT Marriage is a permanent partnership made with a commitment between a woman and a man. It's in the Bible, "And after that He said, That's why a man leaves his father's mother and unites with his wife, then the two become one. So they are no longer two people, but one. That is why what has been united by God must not be divorced by humans ". The purpose in this paper is the supremacy of Christian marriage in the XXI Century so that all believers do not underestimate marriage. So that believers do not underestimate the holy marriage that has been united by is and does not damage God's plan in their lives. The assumption in this study is that the Bible is the innocent word of God because it was inspired by the Holy Spirit to the writers. God's Word became the basis for fixing marriages in the XXI Century. To solve this problem, researchers used a descriptive bibliological method with a qualitative approach. This method is considered the most appropriate by researchers because descriptive methods provide a complete and natural picture of events and phenomena that occur.
Perempuan Yang Bersyukur Menurut Alkitab Dan Implementasinya Bagi Kaum Wanita Hedonis Elisa Sihombing; Jean Paath
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.394 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.105

Abstract

ABSTRAK Perempuan yang bersyukur saat ini menjadi sebuah situasi yang sulit dilakukan oleh wanita dalam hidupnya. Kaum wanita hedonis karena tidak hanya merugikan secara rohani, namun juga karakter dan kepribadian individu. Oleh sebab itu penerapan perempuan bersyukur menurut Alkitab sangat penting bagi wanita yang hedonis dan tidak bersyukur dengan melalui pemahaman Firman Tuhan yang benar, mengetahui hakikatnya sebagai umat Allah. Firman Tuhan merupakan kebenaran yang akan menuntun orang percaya untuk serupa dengan Kristus Yesus. Kaum wanita hedonis yang tidak bersyukur telah terjadi di berbagai kalangan. Ini merupakan situasi yang memprihatikan, penurunan kualitas secara rohani, dan moral tentunya akan berpengaruh terhadap gereja. Berangkat dari problematika tersebut, jelas bahwa wanita hedonis sangat membahayakan. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-theologis dalam skripsi ini penulis memberikan implementasi bagi kaum wanita hedonis, sehingga hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi kaum wanita dalam meningkatkan kualitas rohaninya. ABSTRACT Today a grateful woman is a situation that is difficult for women to do in her life. Women are hedonistic because they are detrimental not only spiritually, but also individual character and personality. Therefore, the application of women who are grateful according to the Bible is very important for women who are hedonistic and ungrateful by understanding the true Word of God, knowing their essence as God's people. God's Word is the truth that will lead believers to be like Christ Jesus. Hedonist women who are not grateful have occurred in various circles. This is a situation of concern, spiritual and moral deterioration will certainly affect the church. Departing from these problems, it is clear that hedonistic women are very dangerous. With a qualitative approach and descriptive-theological methods in this thesis, the authors provide an implementation for hedonic women, so that the results of this studycan be a reference for women in improving their spiritual quality.The second abstract is written in English. Abstract length maximum 250 words. At least the abstract should include the background of the study, research methods, research results and recommendations. The abstract should include two to five keywords, and the format of writing follows the template.
KETELADANAN FIGUR LEA DALAM KEJADIAN PASAL 29-30:1-24 Kristiana Anna; Sri Wahyuni Kusradi
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 10 No. 2 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.635 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v10i2.106

Abstract

Perempuan yang bersyukur saat ini menjadi sebuah situasi yang sulit dilakukan oleh wanita dalam hidupnya. Kaum wanita hedonis karena tidak hanya merugikan secara rohani, namun juga karakter dan kepribadian individu. Oleh sebab itu penerapan perempuan bersyukur menurut Alkitab sangat penting bagi wanita yang hedonis dan tidak bersyukur dengan melalui pemahaman Firman Tuhan yang benar, mengetahui hakikatnya sebagai umat Allah. Alkitab mengajarkan bahwa menikah untuk menjadi satu dan bukan menjadi sama. Orang akan frustasi apabila menjadikan pernikahan sebagai target untuk menjadi sama, yang sesungguhnya adalah saling melengkapi. Sehingga, sebagai pasangan suami istri seharusnya dapat menerima apa adanya satu sama lain, misalnya; sikapnya, sifatnya, tempramennya, karakternya. Dengan kekurangan ataupun kelebihan yang ada, tidak dapat merubah pasangan dengan mencela, menuntut, ataupun menjadikan sama dengan keinginannya. Firman Tuhan merupakan kebenaran yang akan menuntun orang percaya untuk serupa dengan Kristus Yesus. Kaum wanita hedonis yang tidak bersyukur telah terjadi di berbagai kalangan. Ini merupakan situasi yang memprihatikan, penurunan kualitas secara rohani, dan moral tentunya akan berpengaruh terhadap gereja. Berangkat dari problematika tersebut, jelas bahwa wanita hedonis sangat membahayakan. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-theologis dalam skripsi ini penulis memberikan implementasi bagi kaum wanita hedonis, sehingga hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi kaum wanita dalam meningkatkan kualitas rohaninya. Today, a grateful woman is a situation that is difficult for women to do in her life. Women are hedonistic because they are not only detrimental to spirituality, but also to individual character and personality. Therefore, the application of women who are grateful according to the Bible is very important for women who are hedonistic and ungrateful, through understanding the true Word of God, knowing their essence as God's people. The Bible teaches that marrying is to be one and not the same. People will be frustrated if they make marriage as the target to be the same, which is actually complementary. So, as a married couple, they should be able to accept each other's existence, for example; his attitude, his character, his temper, his character. With existing weaknesses or strengths, one cannot change a partner by criticizing, demanding, or making the same as what he wants. God's Word is the truth that will lead believers to be like Christ Jesus. Hedonist women who are not grateful have occurred in various circles. This is a situation of concern, spiritual and moral deterioration will certainly affect the church. Departing from these problems, it is clear that hedonistic women are very dangerous. With a qualitative approach and descriptive-theological methods in this thesis, the authors provide an implementation for hedonist women, so that the results of this study can be a reference for women in improving their spiritual quality.

Page 5 of 13 | Total Record : 125