cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 193 Documents
Efektivitas Relaksasi Otot Progresif dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di RW 04 Kelurahan Gemah Kota Semarang Lesta Mega Diah Pratiwi; Edy Soesanto
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i2.13230

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah seseorang di atas normal sehingga mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Individu bisa dinilai terkena hipertensi jika didapatkan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Lansia termasuk kelompok yang rentan pada hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi terbagi dalam dua upaya yakni non farmakologis dan farmakologis. Pemberian terapi non farmakologis diantaranya melalui relaksasi otot progresif. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif melalui asuhan keperawatan secara komprehensif yang diterapkan dalam waktu 10-20 menit dalam 3 hari secara rutin. Hasil studi kasus yang telah dilakukan diperoleh hasil: Subyek mengalami rata-rata menurunnya tekanan darah sistole yaitu 6,6 mmHg dan tekanan darah diastole 1,6 mmHg. Kesimpulannya bahwa relaksasi otot progresif efektif sebagai penurunan tekanan darah para  pasien hipertensi. Saran dari penulis yaitu terapi ini dapat diterapkan sendiri oleh keluarga pasien sehingga dapat lebih menghemat biaya perawatan pasien. Penelitian berikutnya diharapkan dapat mengembangan penerapan ini sehingga dapat memperbarui informasi serta penelitian yang ada.
Studi Kasus Penerapan Teknik Handgrip Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Marsela, Agstri Dwi; Samiasih, Amin
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i2.8099

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal dengan tekanan sistolik140mmHg dan tekanan darah diastolik  90 mmHg. Salah satu gejala yang dapat timbul dalam peningkatan tekanan darah berupa nyeri kepala. Aktivitas fisik latihan pembebanan seperti isometric handgrip dapat berpengaruh terhadap tekanan darah. Studi ini bertujuan menerapkan teknik handgrip exercise untuk penurunan tekanan darah pada asuhan keperawatan pasien hipertensi. Studi kasus ini mengguakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien hipertensi sejumlah 2 paisen yang didapatkan secara incidental. Intervensi yang diberikan berupa evidence based practice teknik handgrip exercise selama ±15 menit. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan sphygmomanometer, yang digunakan untuk mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah  penerapan teknik handgrip exercise. Studi kasus dalam penerapan ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut pada tanggal 17 Mei 2021 dan 12 July 2021 di kota Metro, provinsi Lampung. Pemberian teknik handgrip exercise selama 5 hari pada pasien menunjukan terdapat penurunan tekanan darah dengan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik pada kedua pasien yaitu 7,5 mmHg dan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik pada kedua pasien adalah 10 mmHg. Penerapan teknik handgrip exercise yang penulis lakukan, memberikan pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolic pada pasien hipertensi. Teknik handgrip exercise dapat digunakan sebagai salah satu penatalaksanaan non-farmakologi untuk pasien hipertensi.
Edukasi kesehatan perawatan hipertensi dalam meningkatkan perilaku pemeliharan kesehatan dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi Amalia, Nur Ulfa; Soesanto, Edy
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13407

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif dan kronis yang sering terjadi pada lanjut usia (lansia). Hipertensi menduduki proporsi tertinggi dari seluruh penyakit tidak menular sebesar 68,6%. Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi seperi gagal jantung, gagal ginjal, dan stroke. Komplikasi dapat terjadi oleh beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan dan life style yang buruk. Studi kasus ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia dalam manajemen hipertensi dengan harapan perilaku pemeliharaan kesehatan meningkat dan tekanan darah menurun. Metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek berjumlah satu orang klien dengan kriteria inklusi usia >60 tahun dengan tekanan darah >140/90 mmHg, tanpa komplikasi, dan telah menandatangani informed consent. Hasil studi kasus menunjukkan adanya peningkatan yaitu fungsi kognitif 93%, afektif 87% dan psikomotor 66%. Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan dan merubah perilaku pemeliharaan kesehatan dan menurunkan tekanan darah dari 169/97 mmHg menjadi 145/91 mmHg.
Penurunan Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan General Anestesi Menggunakan Terapi Humor Choerunisa, Nasyifa Zulfa; Hidayati, Eni
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.10457

Abstract

Kecemasan pra operasi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketakutan akan rasa sakit, citra tubuh, kecacatan, hingga kematian. Kecemasan pasien yang tinggi bisa mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh sebelum operasi. Hal ini ditandai dengan peningkatan denyut jantung dan peningkatan pernapasan, perubahan tekanan darah dan suhu tubuh, kulit terasa dingin, pupil melebar, dan mulut kering. Kondisi ini dapat berbahaya bagi pasien dan mungkin memerlukan pembatalan atau penundaan operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien adalah terapi humor. Terapi humor dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menonton reality show, film lucu, grup komedi, komik lucu, kartun lucu, serta membaca kumpulan cerita lucu lainnya. Desain studi kasus ini deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek terdiri dari 2 pasien pra operasi yang akan dilakukan tindakan pembedahan dengan general anestesi dan pasien tersebut mengalami kecemasan. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi yang berisi usia, jenis operasi, pekerjaan dan tingkat kecemasan pasien. Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale Of Anxiety (NRS-A) yang dilakukan pengukuran tingkat kecemasan sebanyak 2 kali pre dan post yaitu pre 40 menit dan post 5 menit sebelum pasien memasuki ruangan operasi.  Tingkat kecemasan pada kedua pasien mengalami penurunan setelah dilakukan intervensi terapi humor, hal ini ditandai dengan kedua pasien mengalami penurunan yang sama yaitu tingkat kecemasan sedang turun menjadi ringan, dengan skala penurunan 2. Terapi humor efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan terhadap kedua pasien yang merasa cemas sebelum tindakan operasi
Menurunkan intensitas nyeri pemasangan arteriovena fistula pada pasien hemodialisis menggunakanteknik valsava maneuver Suramadhan, Suramadhan; Khoiriyah, Khoiriyah; Sukraeny, Nury; Armiyati, Yunie
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.12158

Abstract

Hemodialisis (HD) adalah pilihan utama dalam perawatan pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK). Sejak menjalani HD pasien biasanya mengalami dua kanulasi di fistula mereka dua kali per minggu dan mengalami nyeri jarum setidaknya 192 kali setahun. Nyeri pada pemasangan arteriovena fistula (AVF) merupakan sumber ketidaknyamanan yang dirasakan pasa pasien dalam menjalankan perawatan kesehatan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui penurunan intensitas nyeri pemasangan arteriovena fistula pada pasien hemodialisis menggunakan teknik  valsava  meneuver. Jenis studi kasus ini adalah analisis deskriptif dengan metode singlecase . Subyek dalam studi kasus ini sebanyak 1 pasien dengan mengukur intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan valsava meneuver pada duakali periode hemodialisis dengan menggunakan instrumen numerical pain rating scale. Nyeri yang dialami subyek studi kasus sebelum tindakan valsava meneuver berada diskala 6 sedangkan nyeri yang dirasakan setelah tindakan valsava meneuver berada diskala 4. Valsava meneuver yang dilakukan dapat menurunkan intensitas nyeri pemasangan AVF pada pasien yang menjalani hemodialisis. Valsava meneuver dapat diterapkan pada pasien yang menjalani hemodialisis sebagai tindakan nonfarmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri pemasangan AVF.
Penerapan terapi brandt daroff untuk menurunankan resiko jatuh pada pasien benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) Ritun, Auliya Deseiz; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.10539

Abstract

Pasien Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) banyak dijumpai di IGD RSUD KRMT Wongsonegoro dengan keluhan pusing berputar-putar. Tiga bulan terakhir ini angka kejadian BPPV di IGD RSUD KRMT Wongsonegoro sebanyak 25 kasus. Gangguan yang sering muncul pada BPPV adalah gangguan keseimbangan yang berisiko tinggi untuk mengalami jatuh. Salah satu terapi fisik non farmakologi yang dapat diterapkan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala BPPV ialah menggunakan terapi Brandt Daroff. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien BPPV dengan memberikan intervensi salah satunya terapi brandt daroff. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek berjumlah dua orang, pengambilan kasus dilakukan di IGD RSUD KRMT Wongsonegoro. Terapi brandt daroff dilakukan maksimal 1 x 6 jam dengan dengan frekuensi pemberian terapi 1 set terdiri dari 5 kali gerakan dan dilakukan tiap 20 menit sekali. Pengukuran skala vertigo dan penilaian resiko jatuh dilakukan sebelum dan sesudah melakukan terapi brandt daroff. Alat ukur skala vertigo dan penilaian resiko jatuh menggunakan VSS SF dan MFS. Studi kasus ini menunjukan setelah dilakukan terapi brandt daroff pada kedua subjek studi kasus didapatkan hasil adanya penurunan skala VSS SF, sedangkan skala MFS belum mengalami penurunan setelah di berikan terapi brandt daroff karena latihan ini perlu dilakukan secara rutin dan waktu latihan yang lebih lama. Intervensi ini berpengaruh dalam mengurangi gangguan keseimbangan pada pasien BPPV.
Penurunan nyeri saat kanulasi (inlet femure) pasien hemodialisa menggunakan kompres dingin Wahyuni, Sri; Sukraeny, Nury
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.11939

Abstract

Hemodialisis adalah pilihan utama pada pasien penyakit ginjal kronis untuk menunjang kehidpan yang membutuhkan akses vaskular atau akses femoral akan menyebabkan timbul rasa nyeri. Nyeri tersebut jika tidak teratasi bisa menyebabkan perubahan hemodinamik pada pada pasien hd seperti tensi naik dan terjadi takikardi. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektifitas kompres dingin untuk menurunkan intensitas nyeri pemasangan inlet akses femoral pada pasien yang menjalani hemodialisa. Jenis studi kasus ini adalah analisis deskriptif. Subjek dalam studi kasus ini sebanyak 3 pasien dengan mengukur intensitas nyeri selama proses hemodialisa dengan dilakukan kompres dingin selama 3 menit setiap jam selama intradialisis dan menggunakan instrument numerical pain rating scale untuk mengukur tingkat nyeri. Nyeri yang dialami pasien setelah dilakukan kompres dingin kepada ketiga pasien tersebut mengalami penurunan tingkat skala nyeri dengan rata rata nilainya 2,3. Kompres dingin dapat diterapkan pada pasien yang menjalani hemodialisa sebagai tindakan nonfarmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri pemasangan inlet akses femoral.
Terapi Murattal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman dalam Menurunkan Kecemasan pada Pasien Kritis di Ruang ICU Maharani, Henriani Sintia; Mustofa, Akhmad
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13139

Abstract

Kecemasan adalah kondisi yang lazim dialami pasien kritis yang dirawat di ICU, sumber kecemasan berasal dari suara kebisingan lingkungan peralatan ruang ICU dan takut akan kematian. Kecemasan berdampak pada ketidakstabilan hemodinamik yang dapat berujung kegagalan organ dan peningkatan risiko kematian. Salah satu pendekatan nonfarmakologi untuk mengurangi kecemasan pada pasien kritis adalah dengan terapi murattal. Tujuan studi ini untuk mengetahui penurunan kecemasan pada pasien kritis melalui penerapan terapi murattal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan pada 2 subyek studi. Kriteria inklusi subyek studi yaitu pasien kritis yang mengalami cemas, beragama islam, tidak memiliki gangguan pendengaran, tingkat kesadaran composmentis. Pemberian terapi murattal melalui earphone dengan frekuensi 1 kali sehari durasi 13 menit 55 detik selama 3 hari. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan adalah VAS-Anxiety dan data pendukung status hemodinamik didapatkan dari bedside monitor. Terapi Murattal dapat menurunkan skor kecemasan dengan rata rata sebesar 4 poin. Pemberian terapi Murattal Surah Ar-Rahman dapat mengurangi kecemasan pada pasien kritis.
Interdialityc exercise menurunkan interdialityc weight gain pada pasien hemodialisis Chasanah, Cahyaningrum; Lazuardi, Nugroho; Armiyati, Yunie; Sarinti, Sarinti
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.14020

Abstract

Peningkatan berat badan antar sesi dialisis atau yang dikenal interdialytic weight gain (IDWG) dapat menyebabkan komplikasi intradialisis. Komplikasi yang terjadi seperti hipotensi dan gangguan pernafasan tentu dapat mengancam nyawa. Latihan fisik/interdialytic exercise dapat menurunkan IDWG dan mengontrol berat badan, sehingga tujuan karya ilmiah ini adalah interdialytic exercise menurunkan interdialytic weight gain pasien Hemodialisis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Desain studi kasus pada karya ilmiah akhir Ners ini adalah studi kasus multiple case dengan  mengaplikasikan intervensi interdialytic exercise pada pasien HD di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebanyak 5 subjek. Latihan dilakukan 2 kali dalam setiap sesi dengan durasi latihan 20 menit dan konsisten sampai dengan 4 sesi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur kenaikan berat badan dengan indikator batas kenaikan tidak lebih dari 3%. Terdapat penurunan IDWG dari pre sesi 4,79% menjadi 0,15% di akhir sesi. Interdialityc exercise menurunkan IDWG pasien Hemodialisis di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan diharapkan kegiatan tersebut dapat dijadikan sebagai SOP untuk menunjang pelayanan keperawatan.
Pengaruh Hand Massage Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Larasati, Nia; Rahayu, Desi Ariyana
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.10424

Abstract

Tindakan operasi merupakan ancaman yang aktual maupun potensial yang dapat menimbulkan stres psikologis maupun fisiologis pada pasien dan merupakan pengalaman yang sulit hampir bagi semua pasien. Ketika seseorang menghadapi berbagai macam stresor yang menyebabkan kecemasan dan rasa takut, bahkan rentang waktu tunggupun dapat menimbulkan kecemasan. Terapi non-farmakologi yang dapat diterapakan pada pasien pre operasi yaitu terapi hand massage untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien. Tujuan studi ini adalah menganalisis intervensi terapi hand massage terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Penerapan studi kasus ini menggunakan metode pendekatan asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan evideance based practice nursing pada dua pasien pre operasi yang mengalami kecemasan. Alat pengumpulan data dengan lembar pengkajian, dan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil penerapan menunjukkan adanya perubahan nilai tingkat kecemasan pada pasien 1 dari skor 24 (kecemasan berat) menjadi 14 (kecemasan sedang), pada pasien 2 dari skor 21 (kecemasan berat) menjadi 12 (kecemasan ringan). Intervensi ini dapat menjadi salah satu manajemen terapi yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.