cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 234 Documents
Penerapan kombinasi relaksasi napas dalam dan posisi high fowler pada pasien asma eksaserbasi akut di IGD: multiple case study Faris Alfizar; Misbah Nurjannah; Fenny Tianda
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21464

Abstract

Asma eksaserbasi akut dapat menimbulkan sesak napas dan perubahan status respirasi sehingga intervensi keperawatan nonfarmakologis dapat digunakan sebagai pendamping terapi medis. Studi kasus multipel ini bertujuan mendeskripsikan perubahan status respirasi setelah penerapan kombinasi relaksasi napas dalam dan posisi high fowler pada tiga pasien asma eksaserbasi akut di IGD RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Dalam rangkaian perawatan, ketiga pasien menerima oksigen melalui nasal kanul 3 L/menit dan nebulisasi bronkodilator, kemudian kombinasi posisi high fowler dan latihan napas dalam selama 15–20 menit. Evaluasi mencakup frekuensi napas (RR), saturasi oksigen (SpO₂), penggunaan otot bantu napas, dan keluhan sesak. Pada ketiga kasus, RR menurun 4–5 kali/menit dan SpO₂ meningkat 3–5%, disertai berkurangnya penggunaan otot bantu napas dan keluhan sesak. Perubahan tersebut terjadi setelah rangkaian terapi medis dan intervensi keperawatan, sehingga kontribusi spesifik kombinasi relaksasi napas dalam dan posisi high fowler tidak dapat dipisahkan dari terapi yang diberikan bersamaan. Temuan pada tiga kasus ini mendukung kelayakan penerapan kombinasi tersebut sebagai intervensi pendamping dan memerlukan evaluasi lebih lanjut dengan desain penelitian yang lebih kuat.
Penerapan aromaterapi lavender pada pasien ansietas dengan penyakit kardiovaskular di rumah sakit Asri Agestina; Tri Hartiti; Vivi Yosafianti Pohan
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.20541

Abstract

Penyakit kardiovaskular sering disertai ansietas yang dapat memperburuk kondisi hemodinamik dan menghambat pemulihan subjek. Aromaterapi lavender dilaporkan memiliki efek ansiolitik melalui mekanisme pada sistem saraf pusat. Studi ini bertujuan mendeskripsikan penerapan aromaterapi lavender dan perubahan skor ansietas pada subjek dengan penyakit kardiovaskular di ruang ICCU. Studi kasus deskriptif melibatkan empat subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan dua kali sehari selama tiga hari melalui inhalasi lavender 2 tetes selama 20 menit. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Spielberger State-Trait Anxiety Inventory sebelum dan sesudah intervensi. Setelah rangkaian intervensi, seluruh subjek menunjukkan penurunan skor STAI Y-1 dari rentang 50-53 menjadi 43-44 dan STAI Y-2 dari rentang 46-49 menjadi 41-43. Temuan ini bersifat deskriptif karena studi tidak menggunakan kelompok pembanding. Pada empat kasus ini, pemberian aromaterapi lavender diikuti oleh penurunan skor STAI pada subjek kardiovaskular di ruang ICCU. Aromaterapi lavender dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer pendamping dengan memperhatikan kondisi klinis, keamanan, preferensi subjek, dan terapi standar.
Penerapan BeW-Relax (relaksasi benson dan musik weightless) pada ibu praoperasi sectio caesarea dengan kecemasan: studi kasus Wardah Tri Fauziyyah; Machmudah Machmudah; Sri Rejeki
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21289

Abstract

Kecemasan pada ibu praoperasi sectio caesarea dapat memengaruhi kesiapan psikologis dan respons fisiologis menjelang operasi. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perubahan tingkat kecemasan setelah penerapan BeW-Relax (Benson–Weightless Relaxation), yaitu kombinasi relaksasi Benson dan musik instrumental “Weightless”. Tiga ibu hamil yang akan menjalani sectio caesarea dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Intervensi diberikan satu kali sekitar dua jam sebelum operasi selama 10–20 menit. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan State Anxiety Inventory (SAI). Skor SAI menurun pada ketiga responden, yaitu dari 58 menjadi 39, 54 menjadi 35, dan 56 menjadi 37. Setelah intervensi, ketiga responden juga melaporkan rasa lebih rileks dan tampak lebih tenang. Temuan tiga kasus ini menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan segera setelah BeW-Relax; namun, desain tanpa kelompok pembanding dan penggunaan intervensi kombinasi tidak memungkinkan penetapan efek kausal relaksasi Benson secara terpisah. BeW-Relax dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendamping yang praktis dalam asuhan keperawatan praoperasi dan perlu dievaluasi lebih lanjut dengan desain penelitian yang lebih kuat.
Penerapan massage abdomen dan perubahan derajat konstipasi pada pasien paliatif: studi kasus Minahussanyyah Minahussanyyah; Anna Kurnia; Warsono Warsono
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21166

Abstract

Konstipasi merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien perawatan paliatif. Penatalaksanaan konstipasi di rumah sakit umumnya masih berfokus pada terapi farmakologis. Studi ini bertujuan mendeskripsikan penerapan massage abdomen dan perubahan derajat konstipasi pada pasien paliatif. Penulisan menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek studi terdiri dari tiga pasien paliatif dengan glioma malignant yang mengalami konstipasi. Intervensi diberikan selama tujuh hari dengan frekuensi dua kali sehari selama 15 menit. Penilaian menggunakan Bristol Stool Consistency Scale (BSCS) dan Constipation Scoring System (CSS). Setelah intervensi, seluruh pasien menunjukkan perbaikan pola eliminasi: BSCS berubah dari tipe 1 menjadi tipe 4, sedangkan skor CSS menurun dari 17 menjadi 11, 17 menjadi 10, dan 16 menjadi 8. Pada tiga kasus ini, penerapan massage abdomen diikuti oleh perbaikan konsistensi feses dan skor konstipasi; temuan bersifat deskriptif dan tidak membuktikan hubungan kausal.