cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 234 Documents
Penerapan Pemberian Kapsul Ekstrak Daun Kelor Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Dengan Anemia Audia Pebriani; Siti Aisah; Edy Soesanto
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.17530

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (hemoglobin) tidak mencukupi kebutuhan fisiologis. Masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi, hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Cara untuk menanggulangi atau mencegah terjadinya anemia defisiensi besi yaitu dengan farmakologi (pemberian tablet tambah darah) dan non farmakologi, dan intervensi yang diberikan ialah pemberian ekstrak kapsul daun kelor 500mg, 2x1 yang dikonsumsi selama 14 hari. Tujuan : Pemberian ekstrak kapsul daun kelor ini bertujuan untuk meningkatkan HB dan menangani anemia. Metode : Desain studi ini menggunakan desain studi kasus singlecase dengan pendekatan studi pre and post test yang dilakukan dengan rangkaian proses asuhan keperawatan. Kriteria dalam subjek studi kasus ini adalah remaja putri yang berusia 16-18 tahun. Hasil : Pemberian ekstrak kapsul daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar HB pada remaja putri yang mengalami anemia, dengan Δ rerata 1.4 g/dl. Kesimpulan : Pemberian kapsul ekstrak daun kelor yang diberikan dua kali sehari selama 14 hari dan konsumsi tablet tambah darah 1x/minggu, disertai pola makan yang baik dengan kualitas makanan yang mengandung banyak sumber gizi dan protein terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin (HB).
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Ide Bunuh Diri Pada Remaja I Dewa Ayu Noviari Eka Putri; Ni Ketut Ayu Mirayanti; Ni Made Nopita Wati; Anak Agung Sri Sanjiwani
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20018

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan psikologis akibat perubahan emosi, tuntutan sosial, dan faktor lingkungan. Ketidakmampuan dalam menghadapi tekanan tersebut dapat memengaruhi mekanisme koping yang digunakan sehingga berpotensi memunculkan ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara mekanisme koping dan ide bunuh diri pada remaja di SMA Negeri 1 Kintamani. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian terdiri atas 273 remaja berusia 14-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi The Brief Cope Inventory untuk menilai mekanisme koping dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire untuk menilai ide bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki mekanisme koping adaptif dan sebagian besar tidak memiliki ide bunuh diri. Secara umum terdapat kecenderungan bahwa remaja dengan mekanisme koping yang lebih adaptif memiliki tingkat ide bunuh diri yang lebih rendah dibandingkan remaja dengan mekanisme koping yang kurang adaptif. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan mekanisme koping adaptif pada remaja melalui dukungan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan guna mencegah munculnya ide bunuh diri.
Pengaruh E-Booklet SADARI terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Ni Wayan Wiwik Pratiwi; Ni Made Nopita Wati; Mohammad Adreng Pamungkas
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20023

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, sehingga deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) menjadi sangat penting. Namun, tingkat pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian e-booklet terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pre-test–post-test pada 22 siswi kelas X SMA Negeri 1 Susut yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan tentang SADARI. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Setelah pemberian e-booklet, mayoritas responden mengalami peningkatan pengetahuan hingga berada pada kategori baik. Temuan ini menunjukkan bahwa media e-booklet efektif digunakan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. E-booklet juga berpotensi menjadi media pembelajaran yang fleksibel, menarik, dan mudah diakses guna mendukung upaya deteksi dini kanker payudara pada kelompok usia remaja.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Fraktur Ekstermitas Bawah Post ORIF di RS X Alvin Juliero Sinurat; Fitriana Suprapti
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.18302

Abstract

Fraktur ekstremitas bawah merupakan kasus muskuloskeletal yang banyak terjadi dan sering kali membutuhkan tindakan pembedahan seperti Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Penanganan kasus ini penting karena berpotensi menyebabkan gangguan mobilitas fisik, nyeri akut, serta penurunan kemandirian pasien. Laporan kasus ini membahas dua pasien dengan fraktur ekstremitas bawah post ORIF di RS X. Pasien pertama merupakan lansia dengan riwayat penanganan fraktur yang terlambat akibat memilih pengobatan alternatif, sedangkan pasien kedua adalah seorang anak yang datang dengan keluhan nyeri hebat dan keterbatasan gerak pasca jatuh. Kedua pasien didiagnosis dengan fraktur femur, menjalani operasi ORIF, dan mendapatkan intervensi keperawatan berupa kombinasi terapi nonfarmakologis seperti kompres dingin, relaksasi napas dalam, serta latihan mobilisasi bertahap. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kemampuan mobilitas secara bertahap pada kedua pasien. Dari kasus ini, dapat disimpulkan bahwa intervensi keperawatan yang tepat dan edukasi kepada pasien serta keluarga sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan pasca ORIF, terutama dalam mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Sensori Menggambar Terhadap perubahan Tingkat Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Afifah Luthfi; Desi Ariyana Rahayu; Eni Hidayati
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.18740

Abstract

Gangguan jiwa merupakan kondisi yang terjadi pada psikologis seseorang, yang ditandai dengan adanya rasa sakit emosional atau gangguan pada kejiwaan. Gangguan tersebut memengaruhi cara berpikir, perasaan, keinginan, tindakan, dan aktivitas psikomotor, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman, perubahan perilaku, dan penurunan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) berupa stimulasi sensori yaitu menggambar terhadap perubahan tingkat halusinasi pada pasien yang mengalami halusinasi di ruang rawat inap RSJD Amino Gondohutomo Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 pasien yang mengalami gangguan halusinasi. Implementasi keperawatan dilakukan dengan frekuensi 3 kali dalam satu sesi, masing-masing durasi 10 menit. Intervensi terapi yang diberikan adalah aktivitas kelompok dalam bentuk menggambar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi.
Penerapan Tindakan Penghisapan Lendir Berkala dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Pasien yang Terpasang Ventilator Di Ruang ICU Nila Zahro; Arief Yanto; Titi Hartiti
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20068

Abstract

Ventilator-associated events (VAE) dan Ventilator-associated pneumonia (VAP) tetap menjadi sumber morbiditas dan mortalitas tinggi pada pasien yang menerima ventilasi mekanik. Akumulasi sekret jalan napas mengganggu pertukaran gas dan meningkatkan kebutuhan FiO₂/PEEP sehingga mendorong terjadinya VAE. Tindakan suction yang tepat dan kebersihan oral yang sistematis merupakan intervensi yang potensial untuk memperbaiki oksigenasi serta menurunkan risiko komplikasi. Studi ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan oropharyngeal suction berkala dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi pasien yang terpasang ventilator di ruang ICU. Desain studi laporan kasus (case report / evidence based nursing) dilaksanakan pada enam pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi (>18 tahun, ventilator >72 jam) di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tiga pasien menerima oropharyngeal suction berkala + oral care 4 jam (Intervensi I) dan tiga pasien menerima suction seperlunya + oral care 8 jam (Intervensi II). Parameter yang dicatat meliputi tidal volume (VT), SpO₂, dan FiO₂ sebelum dan setelah intervensi pada jadwal yang telah ditetapkan. Prosedur mengikuti SOP suction dan praktik pre-oksigenasi. Pada kedua kelompok tidak ditemukan penurunan SpO₂ paska suction; umumnya terjadi peningkatan atau stabilitas SpO₂. Kelompok Intervensi I menunjukkan kecenderungan penurunan kebutuhan FiO₂ rata-rata dan peningkatan VT jangka menengah dibanding Intervensi II. Tidak dilaporkan efek samping serius terkait prosedur. Oropharyngeal suction terjadwal dikombinasikan dengan oral care efektif mempertahankan atau memperbaiki oksigenasi pada pasien ventilator dan dapat berkontribusi menurunkan faktor risiko VAE/VAP. Disarankan penerapan protokol suction terjadwal dalam SOP ICU dengan perhatian pada teknik aseptik dan pre-oksigenasi.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kartasura Dinda Anggraini Puspaningtyas; Kartinah Kartinah
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20124

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan tersering pada lanjut usia, sementara kecemasan sering muncul sebagai komorbiditas yang dapat memperburuk kontrol tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke dan penyakit kardiovaskular. Studi ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kartasura yang memiliki angka kasus hipertensi cukup tinggi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 85 responden lansia hipertensi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Geriatric Anxiety Inventory (GAI) yang terdiri atas 20 item pernyataan berskala ordinal. Mayoritas responden berusia 60-70 tahun (96,5%) dan berjenis kelamin perempuan (70,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan hipertensi mengalami kecemasan kategori ringan. Kecemasan ringan paling banyak ditemukan pada responden perempuan dan kelompok usia 60–70 tahun. Secara umum, tingkat kecemasan lansia hipertensi di Puskesmas Kartasura berada pada kategori ringan. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pelayanan keperawatan gerontik dengan penekanan pada intervensi psikososial untuk menjaga stabilitas mental dan mencegah peningkatan kecemasan pada lansia dengan hipertensi.
Efektivitas Pemberian Mobilisasi Dini Pre Operasi Terhadap Inisiasi Mobilisasi Aktif, Tingkat Nyeri, dan Lama Rawat Pasien Post Operasi Abdomen Agnes Imelda; Yovita Dwi Setiyowati
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.18329

Abstract

Operasi abdomen merupakan tindakan pembedahan mayor yang berisiko menimbulkan komplikasi seperti nyeri hebat, keterlambatan mobilisasi, dan perpanjangan lama rawat inap. Mobilisasi dini pascaoperasi seringkali tertunda karena pasien belum mendapat intervensi preoperatif yang memadai. Pendekatan prehabilitasi berupa mobilisasi dini sebelum operasi dinilai dapat mempercepat pemulihan pasien pascaoperasi. Bertujuan untuk mengetahui efektivitas mobilisasi dini pre operasi terhadap inisiasi mobilisasi aktif, penurunan tingkat nyeri, dan lama rawat pasien pascaoperasi abdomen. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif terhadap tiga pasien yang menjalani operasi abdomen dan menerima intervensi mobilisasi dini pre operasi. Intervensi dilakukan selama dua hari berturut-turut, 15 menit per sesi dengan 2 kali perhari dengan jeda 4 jam. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan metode PQRST, observasi respon fisik, pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dan dokumentasi lama rawat pasien. Terapi mobilisasi dini efektif dalam mempercepat inisiasi mobilisasi dini, menurunkan skala nyeri, dan mempercepat lama hari rawat. Ketiga pasien menunjukkan percepatan inisiasi mobilisasi aktif pada ≤48 jam pertama pascaoperasi. Tingkat nyeri mengalami penurunan signifikan, dari rerata skala 6 menjadi skala 3 dalam waktu 1–2 hari. Lama rawat pasien berkurang menjadi 3–4 hari, lebih singkat dibanding rata-rata rawat inap pasien serupa tanpa intervensi mobilisasi dini 5 hari. Mobilisasi dini pre operasi efektif dalam mempercepat mobilisasi aktif, menurunkan nyeri, dan memperpendek lama rawat pasien pasca operasi abdomen. Intervensi ini layak diintegrasikan ke dalam standar praktik keperawatan preoperatif sebagai bagian dari program prehabilitasi.
Penerapan Teori Konservasi Levine Pada Pasien Dengan Acute Coronary Syndrome; Studi Kasus Arief Shofyan Baidhowy; Elly Nurachmah; Tuti Herawati; Prima Trisna Aji
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20378

Abstract

Acute Coronary Syndrome (ACS) ) menjadi permasalahan global dan penyumbang kematian terbesar di dunia. Risiko kematian akibat ACS meningkat secara signifikan terjadi dengan adanya penuaan dan keterlambatan penatalaksanaan. Komplikasi dari ACS yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian adalah  Ventrikel Septum Rupture (VSR). Salah satu pendekatan keperawatan adalah pendekatan konservasi energi Myra E Levine yang  bertujuan untuk meningkatkan konservasi energi yang dimiliki pasien. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis menggunakan  teori  konservasi  Levine  pada  Ny. MM  dengan diagnosis medis ST Elevasi Miocard Infact (STEMI) di ruang intensif komprehensif.  Metode penulisan studi kasus menggunakakan metode single case design. Hasil penerapan studi kasus dengan pendekatan konservasi energi ini di dapatkan tripocognsosis dari integritas konservasi diantaranya penurunan curah jantung, gangguan pertukaran gas, resiko infeksi, gangguan keseimbangan elektrolit, ketidakstabilan kadar glukosa darah dan gangguan ventilasi spontan, sedangkan untuk integritas konservasi energi adalah nyeri dan penurunan toleransi aktifitas. Intervensi berfokus pada perawatan jantung akut dan pemantauan respirasi. Hasil dari studi kasus ini dianalisis diagnosis keperawatan yang didapat dari pasien. Penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan konservasi Levine dalam dapat dilakukan dalam berbagai setiing keperawatan baik pada fase kritis dan terminal
Penerapan teknik guided imagery pada nyeri akut pasien post sectio caesarea: studi kasus Mariana Henderika; Johanes Jefri
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21031

Abstract

Nyeri post sectio caesarea dapat mengganggu mobilisasi, proses menyusui, dan pemulihan ibu. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan penerapan guided imagery dan perubahan intensitas nyeri pada dua pasien post sectio caesarea di Ruang Anggrek RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Guided imagery diberikan selama dua hari dengan durasi 10-15 menit per sesi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sesuai dokumentasi asuhan. Pada kedua pasien, NRS awal adalah 7 (nyeri berat), menurun menjadi 5 (nyeri sedang) pada evaluasi hari pertama, dan menjadi 3 (nyeri ringan) pada hari kedua. Selama asuhan, pasien juga menerima terapi analgesik sehingga kontribusi spesifik guided imagery terhadap perubahan nyeri tidak dapat dipisahkan dari manajemen nyeri secara keseluruhan. Temuan ini menunjukkan penurunan intensitas nyeri selama penerapan guided imagery sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping pada dua kasus post sectio caesarea.