cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 234 Documents
Peran Interaksi Sosial terhadap Kesepian dan Kualitas Hidup pada Lansia di Komunitas: Studi Cross-Sectional Dyaz Surya Ananta; Wachidah Yuniartika
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.20924

Abstract

Kesepian merupakan salah satu masalah psikososial yang sering dialami oleh lanjut usia dan dapat berdampak pada penurunan kesehatan mental serta kualitas hidup. Interaksi sosial menjadi faktor penting yang berperan dalam menjaga kesejahteraan psikososial lansia, terutama bagi mereka yang tinggal di komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara interaksi sosial, kesepian, dan kualitas hidup pada lansia di komunitas. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 332 lansia berusia ≥60 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner Social Interaction Questionnaire (SIQ) untuk mengukur interaksi sosial, De Jong Gierveld Loneliness Scale untuk mengukur kesepian, serta WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi (67,8%), namun mayoritas masih mengalami kesepian pada tingkat sedang (44,9%), serta memiliki kualitas hidup pada kategori sedang (50,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara interaksi sosial dan kesepian (r = −0,325; p = 0,001) serta hubungan positif yang signifikan antara interaksi sosial dan kualitas hidup (r = 0,494; p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan interaksi sosial berperan dalam menurunkan tingkat kesepian dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, intervensi berbasis komunitas yang mendorong keterlibatan sosial lansia perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial dan kualitas hidup lansia di masyarakat
Studi Kasus: Pengaruh Oketani Breast Massage Terhadap Perlekatan, Kemampuan Menyusu Bayi dan Efikasi Diri Ibu Post Partum di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Yesi Febriani; Aprilia Kartikasari; Mekar Dwi Anggraeni
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.19856

Abstract

Proses menyusui seringkali menghadapi berbagai tantangan, terutama pada masa postpartum yang merupakan periode pemulihan fisik dan psikologis ibu sekitar 6–8 minggu setelah persalinan. Namun, risiko mengalami hambatan menyusui pada ibu pasca sectio caesarea dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan dengan ibu yang melahirkan secara normal. Salah satu faktor psikologis yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan menyusui adalah efikasi diri menyusui. Teknik Oketani breast massage dapat menjadi upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. pijat ini memberikan efek relaksasi yang mendukung kondisi psikologis ibu, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan diri dalam menyusui. Penelitian studi kasus deskriptif dengan pendekatan Evidence-Based Nursing dilakukan pada dua pasien post partum riwayat sectio caesarea di ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo. Intervensi Oketani breast massage dilakukan selama tiga hari durasi 15 menit. Penelitian studi kasus diukur menggunakan instrumen Latch-On, Infant Breastfeeding Assessement Tool (IBFAT) dan Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Hasil menunjukkan adanya perbedaan efikasi diri menyusui pasien yang diberikan intervensi dan yang tidak diberikan intervensi. Pada pasien intervensi adanya peningkatan skor Latch-On, Infant Breastfeeding Assessement Tool (IBFAT) dan Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Adanya pengaruh Oketani breast massage terhadap keberhasilan efikasi diri menyusui pada ibu post partum.
Pijat Tuina Akupoint Dalam Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu Post Sectio Caesarea Cahya Namira; Nikmatul Khayati
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.18611

Abstract

Ibu post sectio caesarea (SC) mengalami berbagai permasalahan hambatan produksi ASI yang disebabkan oleh adanya efek obat anastesi, imobitas dan intensitas nyeri yang membatasi pergerakan sehingga rangsang payudara untuk memproduksi ASI terhambat, produksi ASI dapat ditingkatkan dengan melakukan perawatan payudara, salah satunya yaitu dengan pijat laktasi tuina. Tujuan studi ini adalah untuk menerapkan pijat tuina terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu primipara pasca operasi sectio caesarea. Metode yang digunakan dengan pendekatan asuhan keperawatan, dengan jumlah subjek studi 3 orang. Intervensi dilakukan selama dua hari dengan durasi 30 menit per hari 1 kali , evaluasi dalam penerapan ini yaitu dengan mengukuran produksi ASI menggunakan pompa elektrik yang kemudian hasilnya diukur menggunakan spuit serta mengukur pemulihan involusi uteri (tinggi fundus uteri). Hasil studi kasus menunjukkan peningkatkan produksi ASI dengan rerata produksi ASI 5,7 ml, sedangkan untuk pemulihan uterus menunjukkan kesesuaian antara waktu proses involusi sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pemulihan uterus. Simpualan studi kasus didapatkan bahwa Pijat tuina dapat dijadikan intervensi keperawatan non-farmakologis dalam meningkatkan produksi ASI post sectio caesarea.
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an dan Relaksasi Nafas Dalam dengan Dzikir pada Mahasiswa dengan Gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD): Studi Kasus Putri Utami; Yunie Armiyati; Prima Trisna Aji; Noviana Permatasari; Putri EM Bintang
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.20891

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pada saluran pencernaan yang sering dialami oleh mahasiswa akibat pola makan yang tidak teratur, stres akademik, serta gaya hidup yang kurang sehat. Pendekatan terapi komplementer berbasis spiritual seperti murottal Al-Qur’an dan dzikir berpotensi membantu menurunkan gejala GERD melalui efek relaksasi fisiologis dan psikologis. Laporan ini menggunakan desain case report dengan pendekatan single case study yang bertujuan menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Qur’an yang dikombinasikan dengan relaksasi nafas dalam dan dzikir pada mahasiswa pondok pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang yang mengalami gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) berupa nyeri ulu hati, sensasi terbakar pada dada (heartburn), serta regurgitasi asam lambung. Intervensi dilakukan selama lima hari berturut-turut dengan durasi sekitar 15 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan intensitas nyeri epigastrium menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) serta observasi terhadap gejala refluks yang dirasakan pasien. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri epigastrium dari skala 6 menjadi skala 2 berdasarkan Numeric Rating Scale setelah lima hari intervensi. Selain itu, sensasi heartburn dan regurgitasi asam lambung juga mengalami penurunan secara bertahap selama periode intervensi. Penerapan terapi murottal Al-Qur’an yang dikombinasikan dengan relaksasi nafas dalam dan dzikir berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer yang membantu menurunkan gejala GERD serta meningkatkan kenyamanan pasien. Pendekatan relaksasi berbasis spiritual ini dapat digunakan sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik pada pasien dengan gangguan gastrointestinal.
Penerapan Kombinasi Progressive Muscle Relaxation dan Slow Deep Breathing terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Komunitas: Multiple Case Study Olin Ben Yanuan; Prima Trisna Aji
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.21459

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang masih menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat dan berisiko menyebabkan komplikasi kardiovaskular apabila tidak terkontrol dengan baik. Intervensi nonfarmakologis berbasis relaksasi dapat menjadi alternatif dalam membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di komunitas. Studi ini bertujuan menggambarkan penerapan kombinasi Progressive Muscle Relaxation dan Slow Deep Breathing terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di komunitas. Studi ini menggunakan desain multiple case study pada dua pasien hipertensi di Posyandu Lansia Kota Semarang. Intervensi dilakukan selama tujuh hari berturut-turut melalui kombinasi Progressive Muscle Relaxation selama 15 menit dan Slow Deep Breathing selama 10 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua pasien. Pada pasien pertama, tekanan darah menurun dari 160/100 mmHg menjadi 142/84 mmHg, sedangkan pada pasien kedua menurun dari 158/98 mmHg menjadi 140/82 mmHg. Selain itu, pasien melaporkan berkurangnya keluhan pusing, ketegangan pada tengkuk, rasa cemas, dan gangguan tidur setelah intervensi dilakukan. Penerapan kombinasi Progressive Muscle Relaxation dan Slow Deep Breathing dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan relaksasi pada pasien hipertensi di komunitas. Intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis berbasis evidence-based nursing dalam pengelolaan hipertensi di komunitas.
​​Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Curug Kabupaten Tangerang​ Belet Lydia Ingrit; Agustina Cempaka Larinse; Jaselyne Zefanya; Lidya Febriani; Juwita Fransiska br Surbakti
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.18760

Abstract

Anemia adalah kondisi rendahnya hemoglobin dari batas normal yaitu <12 g/dL. Pada remaja Putri, anemia berdampak pada konsentrasi belajar sehingga memengaruhi penurunan produktivitas dan prestasi. Berdasarkan hasil dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, remaja putri menglami anemia pada usia 15-24 tahun sebanyak 18%. Beberapa faktor penyebab utama anemia adalah siklus menstruasi, pola makan, dan pola tidur. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Curug Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan cross sectional dengan analisis multivariat. Sampel pada penelitian berjumlah 100 responden dengan teknik purposive sampling yang dilaksanakan pada Januari-April 2025 dengan menggunakan kuesioner dan alat ukur hemoglobinometer. Hasil dari penelitian inimenunjukkan remaja putri yang mengalami anemia sebanyak 38%, hasil uji regresi logistik multivariat membuktikan bahwa siklus menstruasi (p-value 0.000) dan pola makan (p-value 0.000) berpengaruh pada kejadian anemia sedangkan pola tidur tidak memengaruhi kejadian anemia (p-value 0.678). Kejadian anemia padaremaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Curug dipengaruhi oleh dua faktor yaitu siklus menstruasidan pola makan. Diharapkan, remaja putri dapat memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan anemia dan melakukan pengecekan hemoglobin di fasilitas kesehatan terdekat.
Implementasi Edukasi Self-Management dalam Pengendalian Tekanan Darah dan Pencegahan Kekambuhan pada Pasien Hipertensi: Laporan Kasus Prima Trisna Aji; Arief Shofyan Baidhowy; Erni Rahmawati
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.20894

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif pasien dalam mengelola kondisi kesehatannya melalui pendekatan self-management. Kurangnya pemahaman pasien mengenai pengelolaan hipertensi dapat menyebabkan rendahnya kepatuhan terhadap pengobatan serta meningkatkan risiko terjadinya kekambuhan hipertensi. Oleh karena itu, edukasi self-management menjadi salah satu intervensi keperawatan yang penting untuk membantu pasien dalam mengontrol tekanan darah secara optimal. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi edukasi self-management pada pasien hipertensi dalam mengontrol tekanan darah dan mencegah kekambuhan. Laporan kasus ini memberikan gambaran klinis mengenai penerapan edukasi self-management secara terstruktur dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi di layanan kesehatan primer. Penelitian ini menggunakan desain case report yang disusun berdasarkan pedoman CARE Guideline. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, observasi, serta pemeriksaan fisik pada pasien hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa edukasi self-management meliputi pemahaman mengenai hipertensi, kepatuhan terhadap pengobatan, modifikasi gaya hidup sehat, serta pemantauan tekanan darah secara mandiri. Hasil laporan kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi edukasi self-management, pasien mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan hipertensi, peningkatan kepatuhan terhadap terapi pengobatan, serta perubahan perilaku kesehatan yang lebih baik. Selain itu, tekanan darah pasien mengalami penurunan dari 160/100 mmHg menjadi 145/90 mmHg setelah dilakukan intervensi. Kesimpulan dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa edukasi self-management dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan yang efektif dalam membantu pasien hipertensi mengontrol tekanan darah serta mencegah kekambuhan hipertensi.
PENGGUNAAN MADU MANUKA SEBAGAI TERAPI TAMBAHAN DALAM MANAJEMEN MUKOSITIS ORAL PADA PASIEN ANAK DENGAN LEUKEMIA Theresia Anggun Pratiwi; Tina Septiyanti Dasaria Nababan; Tuti Asrianti Utami; Paramitha Anindita Vidyatami; Sari Nartiana
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.20927

Abstract

Mukositis oral merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien anak dengan leukemia pasca kemoterapi yang dapat menurunkan kenyamanan, menghambat asupan nutrisi, serta meningkatkan risiko infeksi sistemik. Kondisi ini dipicu oleh efek sitotoksik agen kemoterapi yang merusak sel-sel basal mukosa mulut, sehingga diperlukan intervensi suportif yang efektif untuk mempercepat regenerasi jaringan. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian madu Manuka sebagai intervensi komplementer dalam menurunkan derajat mukositis oral pada anak dengan leukemia. Metode: Subjek laporan adalah dua pasien anak leukemia yang mengalami mukositis oral pasca kemoterapi. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi pengkajian derajat mukositis kriteria WHO, perawatan mulut menggunakan NaCl 0,9%, dan aplikasi madu Manuka secara topikal sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari. Hasil: Setelah dilakukan intervensi, terdapat penurunan derajat mukositis pada kedua pasien, penurunan skala nyeri, serta perbaikan integritas mukosa yang signifikan. Hal ini berdampak positif pada peningkatan nafsu makan dan asupan nutrisi pasien. Kesimpulan: Pemberian madu Manuka sebagai terapi tambahan (adjunctive use) efektif dalam manajemen mukositis oral, membantu proses penyembuhan jaringan, dan meningkatkan status kenyamanan pada pasien anak leukemia pasca kemoterapi.
Terapi Isometric Quadricep untuk Menurunkan Nyeri Sendi pada Lansia yang Mengalami Osteo Arthritis di Wilayah Desa Sumberejo Mahfudhatul Hasanah; Dewi Setyawati; Ernawati Ernawati; Muhammad Nurkharistna Al Jihad
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.13156

Abstract

Osteoarthritis yang merupakan penyakit tulang dan sendi yang  sering terjadi karena proses menua. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri sendi pada subjek osteoarthritis adalah terapi  Isometric Quadriceps. Terapi tersebut merupakan terapi statis otot quadricep tanpa menimbulkan gerakan yang bisa menimbulkan nyeri sendi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi isometric quadricep guna untuk menurunkan nyeri sendi pada pasien osteoarthritis pada lansia di desa Sumberejo. kec. Mranggen, kab. Demak. Metode yang digunakan pada studi kasus ini adalah pendekatan pre-test dan post-test melalui asuhan keperawatan. Subyek 2 lansia yang mengalami nyeri sendi karena osteoarthritis. Pengkajian nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan terapi isometric quadricep selama 5 hari berturut-turut dengan frekuensi 1x sehari selama 10 menit, kemudian dilakukan evaluasi dengan mengukur tingkat nyeri. Hasil pengukuran terdapat penurunan skala nyeri sendi yang dibuktikan ke dua subjek sebelum diberikan terapi skala nyeri 6 dan 5 setelah diberikan terapi kedua subjek skala nyeri menurun menjadi  4. Hal tersebut membuktikan bahwa terapi isometric quadricep dapat menurunkan nyeri pada penderita osteoarthritis. Berdasarkan hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa terapi isometric quadricep dapat menurunkan skala nyeri pada penderita Osteoarthritis.
Pendekatan Emotion Coaching Dalam Terapi Kelompok Terapeutik Pada Proses Perkembangan Emosi Anak Usia Prasekolah: Case Report Nurhalimah Nurhalimah; Rofi Syahrizal; Fandy Yoduke
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20434

Abstract

Anak-anak usia ini merupakan generasi penerus bangsa yang sedang berkembangan fase inisiatif vs rasa bersalah. Terapi Kelompok Teraupetik (TKT) sebagai upaya pembinaan yang tepat dan berkualitas sehingga memberikan dampak baik pada pertumbuhan dan perkembangan anak agar lebih sehat dan bahagia. Hasil pengkajian menunjukkan Anak S (3 tahun) telah mampu menjalankan 7 dari 10 tugas perkembangannya. Masalah yang ditemukan berupa kesiapan peningkatan perkembangan anak prasekolah. Inervensi yang diberikan adalah 6 sesi TKT dengan fokus hasil pada aspek emosi anak. Penerapan konsep emotion coaching dilakukan pada sesi TKT. Hasil yang ditunjukkan kemampuan ibu dalam memfasilitasi perkembangan anak mengalami peningkatan. Tugas perkembangan anak meningkat menjadi 10 dan kemampuan anak dalam meregulasikan emosi dapat dilakukan dengan baik. Sesi TKT dengan menerapkan konsep emotion coaching dapat meningkatkan tugas dan aspek perkembangan emosi anak prasekolah.