cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 234 Documents
Penerapan distraksi flashcard terhadap tingkat ketakutan dan parameter fisiologis selama terapi inhalasi pada anak Sarah Deswanda Rahmawati; Mariyam Mariyam; Khoiriyah Khoiriyah
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.20731

Abstract

Terapi inhalasi dengan nebulizer sering menimbulkan ketakutan pada anak sehingga dapat mengurangi kooperasi selama prosedur. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan distraksi flashcard terhadap tingkat ketakutan dan perubahan parameter fisiologis selama terapi inhalasi pada anak prasekolah dengan bronkopneumonia. Desain yang digunakan adalah studi deskriptif multi-kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada empat anak. Tingkat ketakutan dinilai menggunakan Children Fear Scale (CFS), sedangkan parameter fisiologis yang dicatat meliputi frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen (SpO2). Distraksi flashcard diberikan sebelum, selama, dan setelah terapi inhalasi. Skor CFS menurun pada seluruh subjek; tiga subjek mencapai skor 0 setelah inhalasi, sedangkan satu subjek menurun dari skor 4 menjadi 2. Frekuensi nadi dan frekuensi napas cenderung menurun, sementara SpO2 meningkat selama rangkaian pengamatan. Karena perubahan parameter fisiologis diamati bersamaan dengan terapi inhalasi dan studi ini tidak memiliki kelompok pembanding, perubahan tersebut tidak dapat diatribusikan secara khusus pada flashcard. Distraksi flashcard dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi ketakutan anak selama terapi inhalasi; efektivitasnya perlu dikaji lebih lanjut dengan desain komparatif.
Hubungan pengetahuan, diet hipertensi, dan pemberdayaan fasilitas kesehatan dengan perawatan diri lansia perempuan penderita hipertensi di wilayah perdesaan Pulau Seram Rosina Trivina Tehuayo; Rosiana Eva Rayanti; Ayu Afriani Panyuwa
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21847

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama pada lansia yang meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Secara global, sekitar 1,4 miliar orang dewasa usia 30-79 tahun hidup dengan hipertensi. Tingkat pengetahuan, diet hipertensi, dan pemberdayaan fasilitas kesehatan diduga berkaitan dengan kemampuan lansia melakukan perawatan diri untuk mengendalikan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, diet hipertensi, pemberdayaan fasilitas kesehatan, dan kemampuan perawatan diri pada lansia perempuan penderita hipertensi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling yakni 31 responden dengan kriteria usia ≥60 tahun, perempuan, suku Alifuru dan terdiagnosis hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada lansia perempuan suku Alifuru di wilayah pedesaan terpencil, sehingga memberikan konteks yang berbeda dibandingkan penelitian sebelumnya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi, Hypertension Self-Care Profile, Food Frequency Questionnaire, Health Care Empowerment Questionnaire, serta pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Mayoritas responden berusia 60–69 tahun (67,74%) dengan pendidikan terakhir tamat SD (58,06%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan hipertensi dan pemberdayaan fasilitas kesehatan kategori tinggi (71% dan 51,6%), sedangkan perawatan diri dan diet hipertensi berada pada kategori rendah (masing-masing 54,8%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan hipertensi dengan perawatan diri (p=0,035) dan diet hipertensi (p=0,005), antara pengetahuan dengan pemberdayaan fasilitas kesehatan (p=0,025), serta antara pemberdayaan fasilitas kesehatan dengan diet hipertensi (p<0,001). Pengetahuan berhubungan dengan perawatan diri, diet hipertensi, dan pemberdayaan fasilitas kesehatan, sedangkan pemberdayaan fasilitas kesehatan berhubungan sangat kuat dengan diet hipertensi pada lansia perempuan. 
Factors associated with peripheral intravenous catheter complications among hospitalised pediatric patients: a cross-sectional study Ferika Indarwati; Sinta Dewi Refka Maula; Intan Sukmawati; Romdzati Romdzati; Dewi Caesaria Fitriani
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21829

Abstract

Peripheral intravenous catheter (PIVC) complications are common in hospitalised children and may interrupt intravenous therapy. This study aimed to examine the associations of patient age, medical diagnosis, intravenous fluid type, and intravenous medication category with PIVC complications among hospitalised pediatric patients. This observational cross-sectional study was conducted at two teaching hospitals in Yogyakarta, Indonesia, from January to June 2025. A total of 120 pediatric patients meeting the study criteria were recruited using purposive sampling. Data were collected by trained observers using a validated observation checklist. Descriptive statistics, the Mann–Whitney U test, and Chi-square tests were used for analysis. PIVC complications were recorded in 57 of 120 patients (47.5%). Children with complications were younger than those without complications (mean age 53.9 vs 78.5 months; p = 0.002). Compared with respiratory diagnoses, gastrointestinal/ neurological/ immunological/ urinary diagnoses were associated with higher unadjusted odds of complications (OR = 9.91, 95% CI: 3.16–31.07), as were musculoskeletal/ integumentary diagnoses (OR = 10.13, 95% CI: 1.96–52.42). Intravenous fluid type (p = 0.056) and medication category (p = 0.277) were not significantly associated with PIVC complications. Younger age and medical diagnosis category were associated with PIVC complications in this sample. Because the estimates were derived from bivariate analyses, they should be interpreted cautiously. Prospective studies with catheter-level variables and multivariable adjustment are needed to clarify independent determinants of PIVC complications in pediatric patients.
Penerapan blanket warmer untuk mendukung termoregulasi selama fase intraoperatif pada pasien yang menjalani RIRS di instalasi bedah sentral Ayu Widianingsih; Akhmad Mustofa; Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21333

Abstract

Pembedahan dengan anestesi umum berisiko disertai penurunan suhu tubuh akibat gangguan termoregulasi dan paparan lingkungan ruang operasi. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perubahan suhu tubuh dan intensitas menggigil selama penerapan blanket warmer pada tiga subjek yang menjalani RIRS dengan anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Blanket warmer digunakan selama intraoperatif dan pemantauan dilakukan setiap 15 menit selama 105 menit. Berdasarkan data yang dilaporkan, suhu tubuh meningkat dan skor shivering menurun pada seluruh subjek: Subjek 1 dari 35,0°C/skor 3 menjadi 36,2°C/skor 1; Subjek 2 dari 35,2°C/skor 3 menjadi 36,5°C/skor 0; dan Subjek 3 dari 35,2°C/skor 3 menjadi 36,3°C/skor 1. Temuan ini menunjukkan perbaikan termoregulasi selama penggunaan blanket warmer pada ketiga kasus. Karena desain studi kasus tanpa kelompok pembanding dan adanya faktor perioperatif lain yang dapat memengaruhi suhu tubuh, hasil ini tidak dapat menetapkan efektivitas kausal. Blanket warmer dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari manajemen termal perioperatif sesuai protokol dan pemantauan klinis.
Asuhan keperawatan gerontik dengan penerapan latihan cueing visual dan auditori pada lansia dengan parkinson untuk meningkatkan mobilitas fisik Maria Nona Leni; Sudarwati Nababan
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21052

Abstract

Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif yang dapat menimbulkan gangguan gerak dan menurunkan kemandirian. Laporan kasus ini menggambarkan penerapan latihan cueing visual dan auditori pada dua pasien dengan Parkinson yang mengalami gangguan mobilitas fisik di Seksi Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Padu Wau Maumere. Latihan diberikan selama enam hari berturut-turut, sedangkan mobilitas fungsional dievaluasi menggunakan Timed Up and Go (TUG). Selama periode intervensi, waktu TUG kedua subjek berubah dari lebih dari 30 detik pada awal pengamatan menjadi 20-29 detik pada akhir pengamatan; kedua subjek juga melaporkan kemudahan bergerak yang lebih baik. Temuan pada dua kasus ini menunjukkan perbaikan mobilitas selama periode latihan cueing visual dan auditori, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan efektivitas secara umum tanpa penelitian dengan desain dan sampel yang lebih kuat.
Penerapan terapi pijat woolwich pada kelancaran produksi ASI pasien post sectio caesarea: laporan dua kasus Tri Wahyuni; Maulidha Haryanandha Utami; Joanggi W Harianto; Nur Fithriyanti Imamah
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.14948

Abstract

Masalah menyusui sering dialami ibu pascaoperasi sectio caesarea (SC), termasuk hambatan kelancaran produksi ASI. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan perubahan indikator produksi ASI setelah penerapan pijat Woolwich dengan pendekatan teori Ramona T. Mercer di Ruang Rawat Gabung RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang. Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien yang mengalami hambatan produksi ASI. Intervensi diberikan dua kali sehari selama dua hari; setiap payudara dipijat selama ±15 menit pada area sekitar 1–1,5 cm di luar areola. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen observasi yang dilaporkan terdiri atas 15 indikator, yaitu 10 indikator pada ibu dan 5 indikator pada bayi. Pada pasien pertama, kategori produksi ASI berubah dari tidak lancar menjadi lancar setelah intervensi hari pertama dan tetap lancar setelah intervensi hari kedua. Pada pasien kedua, kategori masih tidak lancar setelah intervensi hari pertama dan menjadi lancar setelah intervensi hari kedua. Pada kedua kasus, pemberian pijat Woolwich diikuti peningkatan indikator kelancaran produksi ASI. Karena laporan ini hanya melibatkan dua kasus tanpa kelompok pembanding, temuan diinterpretasikan secara deskriptif dan tidak dapat membuktikan efektivitas intervensi secara kausal. Pijat Woolwich dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendukung dalam asuhan keperawatan maternitas dengan memperhatikan kondisi ibu, praktik menyusui, dan pemantauan klinis.
Penerapan kombinasi jus buah naga merah (hylocereus polyrhizus), buah bit (beta vulgaris), dan tablet Fe terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia: studi kasus multipel Dian Rizki Lestari; Siti Aisah; Ernawati Ernawati
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21353

Abstract

Anemia pada remaja putri berkaitan dengan kebutuhan zat besi yang meningkat dan kehilangan darah saat menstruasi. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan perubahan kadar hemoglobin dan keluhan keletihan setelah penerapan kombinasi jus buah naga merah, buah bit, dan tablet Fe pada remaja putri dengan anemia. Desain studi kasus multipel dengan pendekatan pretest-posttest melibatkan lima remaja putri dengan Hb <12 g/dL. Intervensi berupa jus kombinasi buah naga merah 75 g, buah bit 75 g, dan madu 1 sendok teh dengan volume akhir 200 mL per hari selama 14 hari, disertai tablet Fe pada hari ke-5 dan ke-10. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah periode intervensi. Kadar Hb meningkat pada seluruh subjek dengan selisih 1,6-2,2 g/dL. Rerata Hb meningkat dari 10,68 g/dL menjadi 12,56 g/dL (perubahan rerata 1,88 g/dL). Empat dari lima subjek mencapai Hb >=12 g/dL pada pengukuran akhir, sedangkan satu subjek meningkat dari 8,3 menjadi 10,5 g/dL dan masih berada di bawah batas 12 g/dL. Keluhan lelah, lemas, dan pusing dilaporkan berkurang secara subjektif. Penerapan kombinasi jus buah naga merah, buah bit, dan tablet Fe pada lima kasus diikuti peningkatan kadar hemoglobin dan perbaikan keluhan subjektif. Karena tidak terdapat kelompok pembanding dan intervensi diberikan secara kombinasi, kontribusi masing-masing komponen dan hubungan kausal tidak dapat dipastikan.
Penerapan massage effleurage menggunakan nigella sativa oil pada pasien chronic kidney disease dengan risiko dekubitus di ruang intensive care unit: laporan kasus Lisa Adila; Thomas Ari Wibowo; Alfi Ari Fakhrur Rizal; Muhammad Bachtiar Safrudin
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.14781

Abstract

Menurut World Health Organization (2020) angka kejadian Chronic Kidney Disease (CKD) di seluruh dunia mencapai 10% dari populasi. Jika tidak ditangani dengan tepat maka akan muncul komplikasi yang berkontribusi pada morbiditas, mortalitas dan kualitas hidup yang buruk dan penderita akan mengalami perawatan secara intensif. Dekubitus merupakan masalah yang sering ditemukan di rumah sakit yang mengakibatkan berbagai masalah keperawatan pada pasien. Luka dekubitus adalah jenis luka yang timbul akibat tekanan yang berkepanjangan yang pada area tubuh tertentu sehingga menyebabkan iskemia jaringan yang pada akhirnya menyebabkan ulkus dekubitus. Laporan ini bertujuan mendeskripsikan penerapan massage effleurage menggunakan Nigella Sativa Oil (NSO) pada pasien CKD dengan risiko dekubitus di ICU. Laporan kasus ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 1 klien laki-laki berusia 57 tahun dengan diagnosis medis gagal napas tipe II + Pneumonia Bilateral + ALO + CKD on HD. Intervensi yang dilakukan adalah massage effleurage menggunakan Nigella Sativa Oil (NSO) selama 2 menit di setiap bagian anggota tubuh yang berisiko terjadi dekubitus (scapula, siku tangan, punggung, sacrum, tulang pinggul, dan tumit) dengan menggunakan alat ukur berupa Skala Braden. Setelah dilakukan intervensi massage effleurage menggunakan minyak Nigella Sativa Oil (NSO) terdapat perubahan pada skor Skala Braden bagian skapula, siku tangan dan tumit menjadi risiko tinggi dekubitus, sedangkan pada bagian punggung, trochanter (tulang pinggul) dan sakrum tidak terjadi perubahan skor dan masih kategori risiko sangat tinggi terjadi dekubitus. Temuan ini bersifat deskriptif karena intervensi diberikan pada satu pasien dan dilakukan bersamaan dengan perubahan posisi setiap 2 jam.
Kesiapsiagaan masyarakat dalam tanggap darurat bencana banjir di Desa Ombulo Kecamatan Limboto Barat Ariyanto Zakaria; Pipin Yunus; Arifin Umar; Setiawan Setiawan
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.20929

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak signifikan terhadap keselamatan masyarakat. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menurunkan risiko korban dan kerugian saat fase tanggap darurat. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam tanggap darurat bencana banjir di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif desain deskriptif. Sampel berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan penentuan sampel menggunakan stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam tanggap darurat bencana banjir mayoritas dalam kategori kurang siap berjumlah 39 responden (65%), sebanyak 21 responden (35%) tergolong dalam kategori siap, dan pada kategori sangat siap tidak di temukan dalam penelitian ini  (0%). Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat desa Ombulo dalam tanggap darurat bencana banjir masih belum optimal dan memerlukan peningkatan kapasitas yang menyeluruh. Temuan ini di harapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa untuk membangun kapasitas masyarat dalam kesiapsiagaan dan tanggap darurat dalam mengahadapi bencana banjir.
Penurunan tekanan darah penderita hipertensi menggunakan kombinasi teknik relaksasi napas dalam dan terapi akupresur: studi kasus Dina Ulia Febri Cahyani; Yunie Armiyati; Arief Yanto
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.22158

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan memerlukan pengendalian berkelanjutan. Terapi nonfarmakologis dapat digunakan sebagai pendamping tata laksana medis, termasuk kombinasi relaksasi napas dalam dan akupresur. Tujuan studi kasus ini adalah mendeskripsikan perubahan tekanan darah, Mean Arterial Pressure (MAP), frekuensi nadi, dan keluhan setelah penerapan kombinasi relaksasi napas dalam dan akupresur pada penderita hipertensi. Desain yang digunakan adalah studi kasus multipel dengan pendekatan proses keperawatan pada tiga perempuan dengan riwayat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu, Kota Semarang. Intervensi dilakukan dalam satu sesi selama 20 menit berupa relaksasi napas dalam dan akupresur pada titik GB20, LI11, LI4, PC6, dan LV3. Tekanan darah dan frekuensi nadi diukur sebelum intervensi, segera setelah intervensi, serta 15 dan 30 menit setelah intervensi. Pada pengukuran 30 menit, rerata tekanan darah sistolik menurun dari 163,0 menjadi 153,0 mmHg, diastolik dari 101,0 menjadi 86,7 mmHg, MAP dari 121,7 menjadi 108,8 mmHg, dan frekuensi nadi dari 95,7 menjadi 88,3 kali/menit. Seluruh subjek juga melaporkan berkurangnya pusing dan nyeri tengkuk serta merasa lebih nyaman. Pada tiga kasus ini, penerapan kombinasi relaksasi napas dalam dan akupresur diikuti penurunan parameter hemodinamik selama pemantauan 30 menit. Karena studi tidak menggunakan kelompok pembanding dan hanya menilai satu sesi, temuan ini bersifat deskriptif dan tidak menetapkan efektivitas kausal atau pengendalian tekanan darah jangka panjang.