cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
Analisa Ekonomis Perbaikan Patah Floating Dock di PT.X Lingga Bayu Susilo; ERIFIVE PRANATAL
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3241

Abstract

Floating dock adalah salah satu fasilitas reparasi di galangan kapal yang sering digunakan untuk perawatan dan perbaikan kapal, maka seiring berjalannya waktu pemakaian floating dock tersebut semakin lama akan mengalami penurunan kualitas dan TLC dari foating dock tersebut. Dengan beroperasi floating dock yang memakan waktu cukup lama dan mengalami beberapa kerusakan kontruksi ponton yang mengakibatkan patah pada ponton. Maka dibutuhkan perbaikan dan perawatan ponton yang harus dilakukan oleh pihak galangan dengan fasilitas yang cukup dan tenaga kerja yang profesional. Reparasi floating dock merupakan suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur pemakaian floating dock itu sendiri. sehingga perawatan dan perbaikan floating dock sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas floating dock dengan cara menyambung kembali ponton yang mengalami patah pada ponton. Diantaranya yang harus dilakukan reparasi yaitu melalui perhitungan dari kebutuhan ponton 4 dan 5 pada floating dock 5 yang berasal dari input data laporan UT dan keretakan permukaan plat floating dock 5 digunakan untuk perhitungan biaya material plat dan dapat merencanakan jumlah jam orang (OJ) serta perhitungan perencanaan biaya total. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa urutan dasar reparasi ponton dimulai dari persiapan, pembersihan plat dok 5, deteksi kerusakan, replating, welding, painting dan  impermeability (Preasure Dock) test. Berat plat yang harus di replatingtotal 14.975 ton dan total biaya yang dibutuhkan untuk proses reparasi sebesar Rp 234.529.853Floating dock adalah salah satu fasilitas reparasi di galangan kapal yang sering digunakan untuk perawatan dan perbaikan kapal, maka seiring berjalannya waktu pemakaian floating dock tersebut semakin lama akan mengalami penurunan kualitas dan TLC dari foating dock tersebut. Dengan beroperasi floating dock yang memakan waktu cukup lama dan mengalami beberapa kerusakan kontruksi ponton yang mengakibatkan patah pada ponton. Maka dibutuhkan perbaikan dan perawatan ponton yang harus dilakukan oleh pihak galangan dengan fasilitas yang cukup dan tenaga kerja yang profesional. Reparasi floating dock merupakan suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur pemakaian floating dock itu sendiri. sehingga perawatan dan perbaikan floating dock sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas floating dock dengan cara menyambung kembali ponton yang mengalami patah pada ponton. Diantaranya yang harus dilakukan reparasi yaitu melalui perhitungan dari kebutuhan ponton 4 dan 5 pada floating dock 5 yang berasal dari input data laporan UT dan keretakan permukaan plat floating dock 5 digunakan untuk perhitungan biaya material plat dan dapat merencanakan jumlah jam orang (OJ) serta perhitungan perencanaan biaya total. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa urutan dasar reparasi ponton dimulai dari persiapan, pembersihan plat dok 5, deteksi kerusakan, replating, welding, painting dan  impermeability (Preasure Dock) test. Berat plat yang harus di replating total 14.975 ton dan total biaya yang dibutuhkan untuk proses reparasi sebesar Rp 234.529.853
RISK ASSESSMENT K3 PADA DIVISI KAPAL NIAGA PT. PAL INDONESIA MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ) Mohammad Bayu Saputro; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3240

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di Dunia, Negara Indonesia mempunyai banyak perusahaan Galangan kapal. PT PAL Indonesia (Persero) merupakan perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia. yang memiliki keunggulan bisnis pada kapabilitas Pembangunan dan rancang-bangun Kapal Perang dan Kapal Niaga. (PT PAL, 2020). Dalam proses pembuatan kapal yang begitu panjang dan melibatkan peralatan berat serta banyak tenaga kerja, maka tidak menutup kemungkinan terjadi resiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian mengidentifikasi risiko,menganalisis peringkat risiko,dan mitigasi risiko yang terjadi pada perkerjaan produksi kapal di Divisi Kapal Niaga PT.PAL Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada departemen Erection, metode yang digunakan FMEA. Hasilnya berupa Risk Priority Number (RPN), yang diperolah dari perkalian Severity (kegagalan) x Occurence (Kejadian) x Detection (Deteksi). Sehingga dapat diketahui bahwa yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu pada aktivitas welding/pengelasan, menyebabkan kebakaran dengan nilai RPN sebesar 140. Prioritas kecelakaan kerja yang harus ditangani terlebih dahulu adalah kebakaran akibat proses pengelasan. Pada nantinya diberikan tindakan pengendalian sesuai dari sumber bahaya menggunaan Matrik Risiko, sehingga hasil dari mitigasi menggunakan Matrik Risiko diharapakan dapat menurunkan angka kecelakaan kerja pada Divisi Kapal Niaga di Departemen Erection. Dan diketahui bahwa failure mode yang harus diprioritaskan untuk ditangani perusahaan adalah 3 kategori yang nilainya begitu tinggi yakni kebakaran dari proses pengelasan, Tersengat aliran listrik, dan jatuh dari ketinggian.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERBEDAAN KUAT ARUS PADA PROSES PEMOTONGAN PELAT MENGGUNAKAN CNC PLASMA CUTTING MUHAMMAD RIZAL AFANDHI; MINTO BASUKI
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3253

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh variasi kuat arus terhadap lebar kerf dan lebar HAZ (Heat Affected Zone) pada material baja karbon grade A type ASTM A36. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan variasi kuat arus sebesar 100 A, 130 A dan 200 A. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis secara teknis maupun ekonomis. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa lebar kerf mengalami perbedaan dengan lebar kerf terbesar dihasilkan saat pemotongan menggunakan kuat arus 200 A yaitu sebesar 4 mm pada permukaan atas material dan 2,65 mm pada permukaan bawah permukaan material dan lebar terkecil di dapatkan saat pemotongan menggunakan kuat arus 100 A yaitu sebesar 2,5 mm pada permukaan atas material dan 1 mm pada permukaan bawah material. Kemudian lebar HAZ (Heat Affected Zone) terkecil dihasilkan pada kuat arus sebesar 100 A dengan lebar HAZ sebesar 4,8 mm. Dari proses pemotongan tersebut kecepatan pemotongan tercepat ditunjukkan pada kuat arus sebesar 200 A dengan kecepatan potong 235 cm/min dan memiliki kemampuan potong per-hari sepanjang 705 m dan memiliki selisih 1,12 kali lebih cepat dari penggunaan kuat arus sebesar 100 A. Ditinjau dari pengeluar biaya operasional pada kuat arus sebesar 200 A memiliki selisih 1,98 kali lebih besar dari penggunaan kuat arus sebesar 100 A.
Kontrol Struktur Geologi Dalam Penentuan Zonasi Gerakan Tanah Daerah Karangjaya dan Sekitarnya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Nadika Devatama
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3204

Abstract

Struktur geologi yang berkembang pada batuan dikenal juga sebagai zona lemah, artinya rentan terhadap deformasi, baik akibat proses tektonik dan atau pelapukan serta erosi. Dalam konteks gerakan tanah atau longsoran, kondisi struktur geologi dari suatu daerah merupakan salah satu faktor pemicu, oleh karena itu identifikasi zona lemah ini diperlukan untuk pemetaan area yang berpotensi terjadinya bencana alam tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan gerakan tanah daerah Karangjaya dan sekitarnya dengan analisis data lapangan dan penginderaan jauh. Kajian ini pada prinsipnya mendasarkan pada nilai pembobotan dari beberapa parameter, antara lain jarak dari sesar, kerapatan kelurusan, jenis batuan, dan kemiringan lereng dengan nilai pembobotan paling rendah menunjukkan tingkat bahaya paling tinggi. Hasil studi menunjukkan bahwa daerah penelitian dapat digolongkan ke dalam tiga parameter dengan nilai terbobot total kawasan sangat berbahaya 2-6,5, total nilai bobot tertimbang kawasan rawan 6,6-12, dan total nilai bobot tertimbang kawasan aman dengan nilai 13-20. Berdasarkan hasil bobot tertimbang kawasan dengan jarak sesar 500 meter memiliki tingkat kerawanan sangat berbahaya, sehingga dikategorikan wilayah yang perlu dilakukan kajian lebih lanjut dalam rangka membuat mitigasi bencana tanah longsor.
ANALISIS KARATERISTIK MASSA BATUAN PADA BATU GAMPING TERHADAP KESTABILAN LERENG DI KABUPATEN MADURA Priskilla Pergelitty Latekay; Lucitania Grasella Rotyn Seran; Osfaldo Try Sa'ban; Ramdan Nurul Hamdani; Edrian Edrian; Mhd Hilal Fikri; Marshellino Azri Gowarno; Christian Vierri Haisoo; Fitri Indah Dwi Suci; Andy Andityaman Betaubun
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3224

Abstract

Dalam suatu lereng, untuk menanalisis stabilnya suatu lereng baik lereng buatan atau lereng yang terbentk secara alami dan lereng yang ditimbun, terdapat factor-faktor yang secara sederhana sebagai gaya penahan dan gaya penggerak, yang sangat berpengaruh terdapat kondisi stabil tidaknya suatu lereng. Disini membahas mengenai kestabilan lereng yang terbuat dari susuan batu gamping. Batu Gamping merupakan suatu batuan yang tergolong dalam kelas batu sedimen yang terbentuk atau disusun oleh CaCO3 (calcium carbonat) dan berasal dari organisme lau yang sudat mati diantaranya siput,coral¸dan kerang. Penelitian ini dimaksudkan agar dapat mengetahui karakteristik massa batuan pada batu gamping terhadap kestabilan lereng di Kabupaten Madura. Nilai yang didapatkan dari hasil perhitungan RMR pada lereng yang terletak di batu kapur di Bukit Jaddih, Bangkalan, Madura, Jawa Timur,  yakni batu gamping yang kualitas massa batuan nya berada pada kelas sedang  (III) dengan nilai RMR 41-60. Lereng tersebut tersusun atas komoditas batuan yang sama yaitu batu gamping. Berdasarkan Analisa yang di dapat nilai FK atau Faktor Keamanan lereng tersebut berada dalam kondisi natural, dengan pembobotan bernilai 1,68 yang berarti lereng dalam kondisi kritis atau lereng tersebut pernah terjadi longsor dan sangat tinggi potensi untuk terjadinya longsor
Evaluasi Penambangan Batu Andesit Untuk Memenuhi Target Produksi Umpan Pada Crusher Di PT. Sumber Gunung Galian Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Albertus Galang Mahardika
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3274

Abstract

Dalam kegiatan operasi produksi penambangan, PT. Sumber Gunung Galian  melakukan kegiatan pemuatan dan pengangkutan hasil penambangan. Dalam hal ini perusahaan menggunakan unit alat angkut  Dump Truck Hino Ranger FM 260 JD dan unit alat muat Excavator Komatsu PC 200-8. Penelitian ini bertujuan untuk produktivitas penambangan untuk memenuhi target perusahaan dengan melakukan optimalisasi waktu edar dan minimalisasi agar target produksi yang ditentukan oleh perusahaan sebesar 5.000 ton per bulan dapat tercapai. Berdasarkan hasil penelitian untuk melakukan optimalisasi produktivitas perlu dilakukan penambahan lebar jalan angkut untuk mempercepat waktu edar alat angkut dan penambahan jumlah unit alat angkut. Selain itu juga disarankan agar melakukan perawatan unit alat berat agar hambatan kerja akibat kerusakan alat dapat minimal.
Asosiasi Fasies dan Lingkungan Pengendapan Batuan Sedimen Pliosen-Pleistosen Lembah Bumiayu, Jawa Tengah Akhmad Khahlil Gibran; Rachmad Setijadi; Eko Bayu Purwasatriya; Dimas Rizki Ananda; Muhammad Ilham Nabil
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3103

Abstract

Stratigrafi regional pada Lembah Bumiayu memiliki lingkungan pengendapan yang relatif berbeda terdiri dari Formasi Kalibiuk, Formasi Kaliglagah yang terendapkan pada lingkungan laut, Formasi Mengger dan Formasi Gintung yang terendapkan pada lingkungan non laut. Secara stratigrafi daerah penelitian tersusun atas 10 litofasies secara deskriptif, yaitu batulempung masif karbonat (Fm), batupasir sedang laminasi karbonat (Sh), batupasir kasar silang-siur (Sp), batupasir kasar laminasi (Sh), batupasir kasar laminasi karbonat (Sh), batupasir sedang silang-siur karbonat (Sp), Konglomerat massif karbonat (Gcm), Konglomerat massif (Gcm), Batupasir sedang silang-siur (St), dan batupasir sedang laminasi (Sh). Berdasarkan asosiasi fasies dengan pendekatan model fasies, rekonstruksi paleogeografi daerah penelitian terbagi menjadi 5 tahapan event perubahan asosiasi fasies yaitu pada N19 – N20 terendapkan fasies offshore dengan pengendapan progradasi, Pada N20 – N21 mengalami progradasi terendapkan fasies beach kemudian terjadi retrogradasi dan terendapkan fasies shoreface, Pada N21 – N22 terjadi pengendapan progradasi sehingga terendapkan fasies braided channel fluvial system, dan pada N22 – N23 terjadi kembali pengendapan retrogradasi sehingga terendapkan fasies shoreface.
Studi dan Analisis Uji Kuat Tekan Uniaksial pada Batu Andesit di Desa Krondonan dan Sekitarnya, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur Stephany Fransin Matmey; Hendra Bahar
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3374

Abstract

Penelitian uji kuat tekan uniaksial berada pada Desa Krondonan dan sekitarnya, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi, geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi, dan analisis uji kuat tekan batuan untuk bahan dasar konstruksi jalan raya. Uji tekan memiliki tujuan untuk mengukur kuat tekan uniaksial sebuah contoh batuan dalam geometri yang beraturan, baik dalam bentuk silinder, balok ataupun prisma dalam satu arah (uniaksial). Metode penelitian adalah Uniaxial Compressive Strength untuk mengetahui nilai kelayakan batu andesit sebagai bahan dasar konstruksi jalan raya. Hasil analisis uji kuat tekan uniaksial pada batu andesit terhadap sampel batuan A yaitu bernilai 856,61 kg/cm2 dinyatakan layak sebagai bahan konstruksi jalan raya sedangkan pada sampel batuan B yaitu bernilai 342,65 kg/cm2 dinyatakan tidak layak.
STUDI AWAL VEGETASI RIPARIAN DI HILIR DAS WELANG JAWA TIMUR Farhani Nurshafa Rahmania; Alfin Fatwa M Afifudin; Rony Irawanto
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3084

Abstract

Indonesia memiliki kurang lebih 40.000 jenis keanekaragaman tumbuhan yang menyusun ekosistem. Ekosistem riparian dapat ditemukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), dari sumber air, hulu sungai sampai ke muara di hilir. Vegetasi riparian tumbuh pada habitat peralihan antara ekosistem terestrial dan akuatik berfungsi dalam menjaga kualitas air sungai dan menjadi habitat dari berbagai jenis organisme. Sungai Welang merupakan sungai di Provinsi Jawa Timur yang melalui 3 daerah administrasi yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. Sungai Welang mempunyai DAS seluas 511,60 km2 dengan panjang sungai 40,09 km yang mengumpulkan air permukaan dari 57 anak sungai dan 79 sumber air di sekitar  Gunung Arjuna (+ 3.200 mdpl) dan Gunung Bromo (+ 2.400 mdpl). Namun saat ini Sungai Welang mengalami permasalahan lingkungan akibat aktivitas manusia. Solusi yang dapat diberikan untuk permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan vegetasi riparian sebagai fitoremediasi lingkungan. Target utama dalam Global Strategic Plant Conservation (GSPC) adalah studi keanekaragaman tumbuhan, terutama di habitat prioritas terancam. Sehingga studi awal keanekaragaman vegetasi riparian di hilir DAS Welang menjadi sangat penting karena bersaing dengan laju degradasi lingkungan yang sangat cepat. Studi awal dilakukan selama bulan April 2021, pada bagian hilir muara DAS Welang. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara dekriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Tercatat ada 37 Jenis vegetasi riparian berhabitus pohon yang didapatkan pada survey awal di bagian hilir DAS Welang yang termasuk dalam vegetasi mangrove (13,5%), vegetasi pantai (10,8%), dan vegetasi dataran rendah (75,7%).
Studi Petrogenesis Batuan Vulkanik Menggunakan Analisis Petrografi pada Formasi Jampang, Daerah Bodjong, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat Alyssa Salsabila; Elisabet Dwi Mayasari; Endang Wiwik Dyah Hastuti
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3229

Abstract

Daerah penelitian secara fisiografi termasuk dalam Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik batuan vulkanik dan proses pembentukannya pada Formasi Jampang, Daerah Bodjong, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini memerlukan observasi lapangan guna mendapatkan data primer dari data yang ditemui pada singkapan yang kemudian dilakukan analisis petrografi dari sampel batuan vulkanik yang didapatkan saat melakukan pemetaan geologi. Terdapat dua metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis petrografi dengan cara mengamati tekstur khusus pada sayatan tipis batuan. Kemudian dengan analisis DEM (Digital Elevation Model) yang bertujuan mengetahui persebaran fasies vulkanik, serta untuk mengetahui pembentukan satuan batuan pada daerah penelitian. Terdapat tiga jenis satuan batuan yang diperoleh oleh aktivitas vulkanik selama periode Tersier di daerah telitian. Satuan batuan tersebut antara lain berupa satuan breksi gunungapi, satuan batuan andesit, dan satuan tuf. Pada satuan breksi gunungapi ditemukan tekstur khusus berupa zoning dan vitrofirik. Selanjutnya pada satuan batuan lava andesit ditemukan tekstur khusus seperti trakitik dan zoning.