cover
Contact Name
Vilya Syafriana
Contact Email
v.syafriana@istn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainstechfarma@istn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi ISTN, Jl. Moh. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20867816     EISSN : 27761878     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel penelitian kefarmasian meliputi kimia farmasi, biologi farmasi, bahan alam farmasi, teknologi farmasi, farmasi komunitas dan klinis, serta bioteknologi farmasi.
Articles 163 Documents
Evaluation of Rational Drug Use On Diarrhea Pediatric In Depok City Regional Public Hospital In January-December 2021 Period Widyapratiwi, Ritha; Djuhariah, Yayah Siti; Laurent, Arnetha Octavia
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i1.1622

Abstract

Diare akut adalah diare yang terjadi dalam waktu kurang dari 14 hari. Diare mengakibatkan kematian tertinggi pada kelompok balita usia 12-59 bulan. Penyakit diare juga masih menjadi 10 penyakit terbanyak yang ditangani oleh Rumah Sakit di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap rasionalitas penggunaan obat diare akut pada pasien balita di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok pada periode Januari-Desember 2021 berdasarkan kriteria tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat cara pemberian, dan tepat lama pemberian. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan secara restrospektif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan total sampling sebanyak 61 rekam medis yang terdiri dari diare non-spesifik dan diare spesifik. Hasil penelitian menunjukkan diare non spesifik tepat indikasi sebesar 100,00%, tepat obat 96,73%, tepat dosis 98,37 %, tepat cara pemberian 100,00%, dan tepat lama pemberian 98,37%. Diare spesifik menunjukkan persentase tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat 86,89 %, tepat dosis 98,37%, tepat cara pemberian 100,00%, dan tepat lama pemberian 91,81%.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Tanaman Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) Terhadap Bacillus subtilis ATCC 6633 Teonanda, Tiara; Ghozaly, Muchammad Reza; Abna, Inherni Marti
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i1.1714

Abstract

Petai cina is a plant that is often used as traditional medicine among the community. This plant has been reported to have pharmacological activity as antibacterial, antidiabetic, anti-inflammatory, anticancer, anthelmintic, antioxidant and larvicide. The seeds of the Chinese petai are often used as a traditional treatment for wounds and swelling. This research aims to determine the antibacterial activity of 96% ethanol extract of Chinese petai seeds against the bacteria Bacillus subtilis ATCC 6633. In this study, extraction was carried out using the ultrasonic assisted method (UAE), testing the antibacterial activity using the agar diffusion method using the well method. The results of phytochemical screening showed that the 96% ethanol extract of Chinese petai seeds contained flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids. The 96% ethanol extract of petai china seeds has antibacterial activity against Bacillus subtilis ATCC 6633 which was indicated by the formation of a clear zone around the well. The 96% ethanol extract of petai chinese seeds has moderate antibacterial power against Bacillus subtilis ATCC 6633 with an inhibition zone diameter of between 5 mm-10 mm with 50 μl of extract was taken from various concentrations (300, 350, 400, 450, 500 mg/mL).
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Puskesmas Pengandonan Kota Pagaralam Wulandari, Ainun; Oktari, Anggi Irma Yani; Syafriana, Vilya
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i1.1715

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah salah satu penyebab paling umum konsultasi atau perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama dalam layanan anak. Infeksi saluran pernapasan atas bila tidak diatasi dengan baik dapat berkembang menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah. Oleh karena itu, pengobatan yang rasional sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, diagnosis, penggunaan obat, dan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Pengandonan Kota Pagaralam tahun 2022 berdasarkan tepat obat, tepat dosis, tepat interval waktu pemberian, dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 95 pasien, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampel acak sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik ISPA terbanyak adalah perempuan (51,57%) dan kelompok usia terbanyak adalah balita (0-5 tahun) sebanyak 29,47%. Diagnosis terbanyak adalah common cold (51,57%) dan antibiotik terbanyak adalah amoxicillin (73,68%). Hasil rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan tepat obat sebanyak 81,05%, tepat dosis sebanyak 87,83%, tepat interval waktu pemberian sebanyak 97,40%, dan tepat lama pemberian sebanyak 16,21%.
Analisis Kadar Rhodamin B pada Blush On yang Beredar Via Online Shop Menggunakan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis Putri, Devi Ananda; Qonitah, Fadilah; Ahwan, Ahwan
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i1.1731

Abstract

Rhodamine B is a synthetic dye used as a paper and textile dye. Rhodamine B is often misused as a dye in cosmetic preparations, one of which is blush on. Long-term use of Rhodamine B in cosmetic preparations will result in cancer and impaired liver function. If exposed to large amounts of Rhodamine B, acute symptoms of poisoning will occur within a short time. This study aims to analyze whether blush on sold through online shops in the Surakarta area contains Rhodamin B. Analysis of Rhodamine B levels used 11 blush on samples purchased through online shops including Shopee, Lazada and Tokopedia. The testing method is carried out with two tests, namely qualitative and quantitative tests. The qualitative test uses Thin Layer Chromatography (TLC) and the quantitative test uses the UV-Vis Spectrophotometry method. Based on the results of research analysis of Rhodamine B levels in blush on sold through online shops in the Surakarta area, of the 11 samples tested, there were 2 blush on samples that were declared positive for containing Rhodamine B, namely sample A and sample C. The respective levels of Rhodamine B in sample A amounted to 797.8 ± 0.92 µg/mL, while sample C was 1,047.20 ± 1.16 µg/mL. In this study it can be concluded that there are 2 blush samples that do not meet the requirements of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.722/Menkes/Per/IX/1998 and the Director General of Drug and Food Control No.00386/C/SK/II/1990.
Analisis Minimalisasi-Biaya Tensigard sebagai Terapi Antihipertensi Sitorus, Roseline
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i2.1929

Abstract

Kajian ekonomi kesehatan dapat menjadi alat atau parameter pemilihan intervensi yang paling optimal dengan harga yang terendah. Parameter kajian ekonomi ini juga berlaku untuk menguatkan peningkatan penggunaan fitofarmaka dalam sektor formal. Studi dan analisis farmakoekonomi untuk fitofarmaka menjadi suatu hal yang penting untuk menilai efektivitas, efisiensi biaya dan dasar asesmen terapi fitofarmaka dalam program pembiayaan kesehatan nasional. Pengembangan fitofarmaka untuk dapat masuk dalam sistem kesehatan formal, tidak hanya mengandalkan pada basis bukti klinik terhadap efektivitas, tetapi juga pada analisis farmakoekonomi yang memadai. Kajian farmakoekonomi Tensigard terhadap terapi standar antihipertensi amlodipin 5 mg dosis pemeliharaan menggunakan analisis minimalisasi-biaya menunjukkan kenaikan biaya 223,46%. Dengan demikian Tensigard tidak efisien sebagai terapi pengganti atau alternatif dari amlodipin untuk tujuan pemeliharaan tekanan darah.
Analisis Proksimat dan Penetapan Kadar Vitamin C Cascara Kopi Robusta (Coffea canephora) Sungai Penuh Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ka, Rori Theresia; Kusumawati, Kurnia
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i2.1940

Abstract

Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia yang menghasilkan kopi setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Salah satu daerah penghasil kopi adalah Provinsi Jambi dengan pusat pengembangan berada di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Namun, hasil produk olahan masih terbatas pada biji kopi beras atau sering disebut green bean, hanya sedikit yang sampai pada tahap pengolahan padahal masih banyak kandungan kopi yang memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti kafein, asam klorogenat, lemak, asam amino, asam organik, karbohidrat, protein, mineral, serat, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada cascara kopi robusta dengan melakukan uji analisis proksimat dan kandungan vitamin C yang terdapat pada cascara kopi robusta. Analisis proksimat dilakukan dengan menggunakan metode SNI 01-2891-1992 dan penetapan kadar vitamin C dilakukan melalui analisis data Spektrofotometer UV- Vis dengan asam askorbat sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cascara kopi robusta kering mengandung kadar air sebesar 6,20%, kadar abu 7,33%, kadar karbohidrat 6,54%, kadar lemak 1,07 %, kadar protein 4,20 % dan kadar vitamin C sebesar 0,1538% b/b atau setara dengan 153,8 mg/100 g.
Evaluasi Perencanaan dan Pengadaan Obat Di Rumah Sakit X Tangerang Selatan dengan Metode Analisis ABC-VEN Widyapratiwi, Ritha; Teodhora, Teodhora; Soehartati, Tri; Siswati, Siswati
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i2.1958

Abstract

Pengendalian persediaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok pada rumah sakit. Oleh sebab itu, perencanaan pengadaan obat di rumah sakit harus dikelola secara efisien dan efektif. Salah satu caranya dengan menganalisis perencanaan dan pengendalian melalui metode analisis ABC-VEN, yaitu mengelompokkan obat berdasarkan nilai investasi dan kekritisan obat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas perencanaan dan pengadaan obat di RS X, Tangerang Selatan. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara untuk mengetahui permasalahan secara mendalam terkait manajemen pengelolaan, serta data skunder untuk mendapatkan data anggaran belanja obat, laporan data stok obat, laporan persediaan obat akhir tahun (stok opname). Metode pengumpulan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, dengan jumlah sampel penelitian sebesar 1.378 obat. Hasil penelitian diperoleh 12,84% item obat adalah kelompok A, 19,96% item obat adalah kelompok B, 67,20% item obat adalah kelompok C. Berdasarkan analisis VEN, sebanyak 4,72% adalah obat kategori Vital, 76,56% adalah obat kategori Esensial, dan 18,72% adalah obat kategori Non Esensial. Dengan perencanaan dan pengadaan obat dengan metode ABC-VEN ini diharapkan dapat mengidentifikasi obat-obatan prioritas utama dan tambahan secara akurat sehingga perencanaan dan pengelolaan persediaan obat menjadi lebih efisien dan efektif, serta menjamin ketersediaan obat yang optimal sesuai dengan kebutuhan pasien.
Kepekaan Enterobacteriaceae Asal Cobek Batu Gado-Gado Terhadap Amoxicillin, Chloramphenicol, dan Tetracycline Hamida, Fathin; Ambarsari, Ratna; Djuhariah, Yayah Siti; Fahrudin, Fahri; Sholikha, Munawarohthus
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i2.1966

Abstract

Enterobacteriaceae are non-spore-forming Gram-negative bacteria that are widespread throughout the world. Most members of the Enterobacteriaceae are pathogenic bacteria in humans, animals and plants. Treatment of infections caused by Enterobacteriaceae is to use antibiotics. Enterobacteriaceae resistance to antibiotics has been widely reported in previous studies. Infections caused by antibiotic-resistant bacteria are more difficult to treated and endanger health. This bacteria can enter the body, one of the ways is through contaminated food such as gado-gado. Gado-gado is a ready-to-eat food made from various raw or partially boiled vegetables mixed with peanut sauce. Making peanut sauce is made directly without cooking using a stone mortar. Gado-gado is often found being sold on the side of the road in unhealthy hygiene and sanitation conditions. One of the unhealthy sanitation factors is using a stone mortar repeatedly without washing it. This provides an opportunity for contamination of the stone mortar and gado-gado itself. This study tested the susceptibility of Enterobacteriaceae isolates to the antibiotics amoxicillin, chloramphenicol, and tetracycline isolated from gado-gado stone mortars. Antibiotic susceptibility testing used the Kirby-Bauer disc diffusion method. Based on the antibiotic susceptibility test, it was found that three isolates, namely isolates CB1B (Klebsiella pneumoniae), CB3B (Serratia fonticola), and CB4A (Salmonella enterica) were resistant to amoxcillin, two isolates, namely CB1A (Proteus mirabilis) and CB2A (Enterobacter sp.) were intermediate. to amoxicillin, and one isolate, namely CB2B (Enterobacter sp.), was sensitive to amoxicillin. All Enterobacteriaceae isolates were sensitive to chloramphenicol and tetracycline in this study.
Potential Drug Interactions in COVID-19 Patients with Comorbid Potensi Interaksi Obat Pada Pasien COVID-19 dengan Penyakit Komorbid Musnelina, Lili; Wulandari, Ainun; Rianty, Ira
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i2.1981

Abstract

Penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah pandemi global yang telah berlangsung cukup lama dan menyebabkan tantangan serius dalam penanganan pasien dengan komorbiditas. Studi ini dilakukan di RSUD Jagakarsa pada tahun 2021 dengan tujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien COVID-19. Penelitian ini bersifat retrospektif menggunakan rekam medis dari 100 pasien yang dipilih secara total sampling. Analisis interaksi obat dilakukan menggunakan alat Lexicomp (drug interaction checker). Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas pasien adalah perempuan (59%) dengan rentang usia terbanyak adalah 50-59 tahun (27%). Hipertensi merupakan komorbiditas paling sering dijumpai (49%), dengan penggunaan obat antivirus (61.80%) dan antibiotik (38.20%). Sekitar 62% pasien menerima lebih dari lima jenis terapi obat (polifarmasi). Berdasarkan tingkat keparahan penyakit, ditemukan bahwa interaksi obat yang dominan adalah interaksi moderate (70,98%) dan interaksi minor (19.42%). Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi interaksi obat pada pasien COVID-19 dengan komorbiditas.
Profil Penggunaan Antibiotik Profilaksis Sectio Caesarea di Rumah Sakit X Jawa Barat Hasanah, Kurniatul
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i2.2001

Abstract

Antibiotik profilaksis merupakan antibiotik yang diberikan sebelum, saat dan hingga 24 jam pasca operasi pada kasus yang secara klinis tidak didapatkan tanda-tanda infeksi dengan tujuan untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka operasi. Antibiotik profilaksis sectio caesarea (SC) merupakan antibiotik yang diberikan untuk mencegah infeksi pasca SC. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan penggunaan antibiotik profilaksis SC terhadap Panduan Penggunaan Antibiotik (PPAB) Rumah Sakit X Jawa Barat khususnya terkait penggunaan antibiotik profilaksis SC. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data bersifat retrospektif. Subjek yang diamati dalam penelitian ini adalah dokumen rekam medis dan buku registrasi pasien SC di Rumah Sakit X Jawa Barat periode semester I tahun 2024. Seluruh pasien SC diinventarisasi mulai dari identitas pasien dan dokter serta penggunaan antibiotik profilaksisnya, yaitu pilihan antibiotik profilaksis, dosis, rute, waktu pemberian serta jumlah pemberian antibiotik profilaksisnya. Didapatkan kepatuhan pemilihan dan pemberian dosis antibiotik profilaksis SC sesuai PPAB rata-rata sebesar 18,97% dan 1,58%, kepatuhan rute pemberian dosis antibiotik profilaksis SC sesuai PPAB 100%, rata-rata kepatuhan pemberian antibiotik profilaksis SC 30-60 menit sebelum tindakan 36,33% dan kepatuhan pemberian antibiotik profilaksis SC dosis tunggal 41,48%. Kepatuhan penggunaan antibiotik profilaksis SC di Rumah Sakit X Jawa Barat sesuai PPAB masih sangat kurang.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 18 No 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 18 No. 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 2 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 1 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 2 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 1 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 1 (2017): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 9 No 2 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2 No 1 (2011): Sainstech Farma More Issue