Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN STROK DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Veryanti, Putu Rika; Safira, Isni
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v6i1.779

Abstract

Strok merupakan penyakit pembuluh darah otak yang ditandai dengan kematian jaringan akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Strok memiliki berbagai faktor resiko dan komplikasi yang menyebabkan pasien mendapatkan banyak pengobatan (polifarmasi). Polifarmasi berpotensi menimbulkan kejadian interaksi obat yang dapat merugikan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran interaksi obat aktual yang terjadi pada pasien strok di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara prospektif dari bulan Mei-juli 2016 di ruang Stroke Care Unit (SCU) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 80 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi interaksi obat yang terjadi pada pasien strok di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sebanyak 178 kejadian, namun interaksi obat aktual yang terjadi hanya 3 kejadian. Tiga kejadian interaksi obat tersebut dialami oleh 5 pasien (6,25%) dimana obat-obat yang berinteraksi tersebut adalah Digoksin dengan Kaptopril (1,25%), Phenitoin dengan Nimodipin (2,5%) dan Kaptopril dengan Furosemid (2,5%). Penanganan yang tepat pada kejadian interaksi obat aktual telah dilakukan oleh klinisi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sehingga pasien mendapatkan efek terapi yang optimal.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH KAWISTA (Limonia acidissima) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA MENCIT JANTAN Putu Rika Veryanti; Ika Maruya Kusuma
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.848 KB) | DOI: 10.12928/mf.v17i2.18025

Abstract

Gout merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan hiperurisemia akibat deposisi kristal monosodium urat di persendian, ginjal, dan jaringan ikat lain yang berlangsung kronik. Allopurinol merupakan terapi pilihan pertama pada gout kronik namun dapat memberikan reaksi obat yang tidak diinginkan bila digunakan dalam jangka waktu panjang. Buah kawista memiliki kandungan senyawa fitokimia seperti: saponin, tanin, alkaloid, flavonoid dan terpenoid yang  bermanfaat untuk menurunkan kadar asam urat darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak buah kawista (Limonia acidissima) dalam menurunkan kadar asam urat darah pada mencit jantan. Penelitian ini dilakukan secara in vivo dengan menggunakan mencit jantan. Mencit diinduksi hiperurisemia dengan menggunakan hati ayam segar yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok yang diberi ekstrak buah kawista dosis 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, 400 mg/Kg; kelompok kontrol positif (allopurinol) dan kelompok kontrol negatif (CMC-Na). Pemeriksaan kadar asam urat darah dilakukan 30 menit setelah diberi perlakuan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak buah kawista (Limonia acidissima) pada dosis 100, 200 dan 400 mg/KgBB mencit dapat menurunkan kadar asam urat secara berturut-turut sebesar 26,67%; 67,26% dan 5,14%. Ekstrak buah kawista dapat menurunkan kadar asam urat mencit dan  dosis yang dapat menurunkan kadar asam urat terbesar adalah 200 mg/KgBB.
EFEK TERAPI BRONKODILATOR DAN KORTIKOSTEROID TERHADAP PERUBAHAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI (APE) PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) Putu Rika Veryanti; I Dewa Gede Wisesa Budiman
FORTE JOURNAL Vol 1 No 2 (2021): Edisi Juli 2021
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.873 KB) | DOI: 10.51771/fj.v1i2.81

Abstract

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a disorder that occurs in the respiratory tract, which is characterized by narrowing, chronic obstruction of airway flow and causing shortness of breath. Bronchodilators and corticosteroids are the first-line therapy for COPD. Appropriate and effective therapeutic management can reduce COPD morbidity and mortality. However, we still found some problems related to the effectiveness of therapy in hospitalized COPD patients. One of the important parameters that need to be monitored in COPD patients is the peak expiratory flow. The purpose of this study was to determine the effect of the use of bronchodilators and corticosteroids on the peak expiratory flow value of COPD patients. This research was conducted at Persahabatan Hospital Jakarta with a cross-sectional study design. The sample that used in this study was patient medical records for the period 2018. The inclusion criteria were patient who diagnosed with COPD, received bronchodilator and corticosteroid therapy and had complete peak expiratory flow value. The number of samples is 99 and determined through purposive sampling. The data were analyzed statistically using paired t-test. The results of this study showed that bronchodilator and corticosteroid therapy could increase the peak expiratory flow value of COPD patients by (49.85±43.61) L/minute or (46.05±51.15) %. A total of 94.95% of patients experienced an increase in peak expiratory flow values ​​and 73.74% patients had an increase in peak expiratory flow ≥ 15%. Bronchodilator and corticosteroids had a significant effect on the peak expiratory current in COPD patients (p=0.000).
Evaluasi Kesesuaian Dosis Obat Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Putu Rika Veryanti; Made Laksmi Meiliana
SAINSTECH FARMA Vol 11 No 1 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.778 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v11i1.406

Abstract

Penyesuaian dosis pada pasien gagal ginjal terutama gagal ginjal kronik (GGK) memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dosis obat pada pasien GGK. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 132 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien GGK berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah kelompok laki-laki 57,57% sedangkan berdasarkan kelompok usia paling banyak ditemui usia 50-54 tahun (19,69%). Tingkat keparahan penyakit pasien GGK terbanyak adalah GGK derajat 5 dengan nilai LFG <15 mL/menit sejumlah 43,93% serta penyakit komplikasi dan penyerta terbanyak yaitu anemia 53,78%. Pada profil pengobatan pasien GGK didapatkan hasil bahwa terdapat tiga golongan tertinggi yang diberikan pada pasien GGK yaitu vitamin dan mineral (53,03%), antihipertensi (42,42%), serta antasida dan ulkus (42,42%). Pada kesesuaian dosis obat pasien GGK didapatkan hasil 86 pasien yang membutuhkan penyesuaian dosis dari 132 total sampel. Dari 86 pasien diketahui bahwa 29 pasien (33,72%) sesuai dosis dan 57 rekam medik (66,27%) tidak sesuai.
Potensi Interaksi Obat Anti Tuberkulosis di Instalasi Rawat Inap RSUD X Jakarta Periode 2016 Putu Rika Veryanti; Ni Putu Kristina Dewi; Dian Pertiwi
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.116 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i1.413

Abstract

Penggunaan bersamaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan obat penyakit penyerta, dapat menimbulkan potensi interaksi obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui demografi pasien yang menderita tuberkulosis berdasarkan jenis kelamin dan usia, mengetahui pola penggunaan obat anti TB dan obat penyakit penyerta TB, ada atau tidaknya interaksi OAT dengan obat penyakit penyerta pada pasien rawat inap di X Jakarta. Analisis dilakuakan terhadap 185 sampel rekam medik dengan metode deskriptif yang menggunakan Drug Interaction Facts dan Stockley’s Drug Interaction. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pasien berjenis kelamin laki-laki yang paling banyak 112 (60,5%), usia 46-55 tahun merupakan pasien terbanyak 70 (37,8%), serta penyakit penyerta terbanyak yaitu diabetes melitus 69 (20,9%). Kombinasi obat anti TB terbanyak yang digunakan yaitu kombinasi obat rifampisin, isoniazid, ethambutol, dan pirazinamid 97 pasien (52,4 %). Sedangkan obat penyakit penyerta yang paling banyak digunakan yaitu omeprazole 76 (5,8%). Pasien rawat inap yang mengalami interaksi obat 183 pasien (98,9%). Mekanisme interaksi farmakokinetik terjadi 696 kejadian (52,3%), interaksi farmakodinamik 1 kejadian (0,1%) dan uknown 638 kejadian (47,6%). Serta pasien yang mengalami interaksi tingkat mayor 209 kejadian (15,7%), tingkat moderate 831 (62,2%) dan tingkat minor 222 (16,7%).
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Kawista (Limonia acidissima) Sebagai Anti Asam Urat Secara In Vivo Pada Mencit Jantan Ika Maruya Kusuma; Putu Rika Veryanti; Ervina Tri Dewi Saragih
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.866 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i2.445

Abstract

Allopurinol adalah obat yang umum digunakan oleh penderita asam urat. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gagal hati, hepatitis, diare, konstipasi, muntah, mual dan eksim. Berdasarkan hal tersebut perlu dikembangkan obat bahan alam untuk mengatasi hiperurisemia berasal dari kulit buah kawista (Limonia acidissima). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kulit buah kawista dalam menurunkan kadar asam urat secara in vivo terhadap mencit jantan hiperurisemia. Kulit buah kawista diekstraksi dengan metode maserasi hingga terbentuk ekstrak kental. Dilanjutkan uji skrining fitokimia dan uji in vivo dengan mencit hiperuresemia yang diberi ekstrak kulit buah kawista. Konsentrasi ekstrak kulit buah kawista yang diberikan 100 mg/kg BB (K100), 200 mg/kg BB (K200), dan 400 mg/kg BB (K400), pembanding allopurinol 10 mg/kg BB sebagai kontrol positif dan kontrol negatif aquadest. Dari penelitian ini diperoleh bahwa ekstrak kulit buah kawista memiliki aktivitas anti asam urat dengan persentase penurunan kadar asam urat melalui pemberian ekstrak kulit 100mg/Kg BB, 200mg/Kg BB, 400mg/Kg BB; secara berturut sebesar 73%, 45% dan 54%.
Analisis Biaya Terapi Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Rawat Inap di RSUP Fatmawati Periode 2018 Ainun Wulandari; Putu Rika Veryanti
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.701 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.517

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit kronis saluran napas yang ditandai dengan obstruksi jalan napas yang progresif. Prevalensi PPOK di Indonesia mencapai 3,7% dan WHO memprediksi jika pada tahun 2030 PPOK akan menjadi penyebab kematian ketiga. Penatalaksanaan terapi yang tepat pada pasien PPOK dapat mencegah angka kematian dan juga meminimalkan biaya terapi. Analisis biaya penyakit dilakukan untuk dapat mengevaluasi beban ekonomi dari suatu penyakit pada masyarakat sehingga diketahui biaya yang dapat dihemat jika penyakit dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran biaya medik langsung pasien PPOK rawat inap di RSUP Fatmawati dilihat dari perspektif rumah sakit. Data dalam penelitian menggunakan data retrospektif, yaitu berupa data rekam medik dan data administrasi pembiayaan terapi pasien PPOK rawat inap di RSUP Fatmawati periode 2018. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa biaya medik langsung yang dikeluarkan seorang pasien PPOK rawat inap adalah Rp. 12.155.822 dengan rata-rata lama hari rawat ≥ 6 hari. Biaya rata-rata terkait penggunaan obat sebesar Rp. 2.238.747, biaya kamar Rp. 4.013.571, biaya laboratorium Rp. 1.944.493, biaya jasa medis Rp. 1.723.782, dan biaya tindakan lain Rp. 2.235.229.
Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Metanol Buah Kawista (Limonia acidissima) dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Ika Maruya Kusuma; Putu Rika Veryanti; Brilliany Chairunnisa
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v13i2.768

Abstract

Kulit dan daging buah kawista (Limonia acidissima) memiliki kandungan senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari kulit dan daging buah kawista (Limonia acidissima). Penyarian kulit dan daging buah kawista dilakukan secara maserasi dengan metanol. Ekstrak diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) menggunakan spektofotometer UV-Vis. Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak kulit dan daging buah kawista dilakukan pada konsentrasi sebesar 100; 50; 25; 12,5; 6,25 ppm, vitamin C sebagai pembanding dengan konsetrasi 50; 25; 12,5; 6,25; 3,13; 1,56 ppm. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak kulit dan daging buah kawista memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 233,16 dan 698,44 ppm, sedangkan nilai IC50 untuk vitamin C sebesar 14,89 ppm.
KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN STROK DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Putu Rika Veryanti; Isni Safira
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v6i1.779

Abstract

Strok merupakan penyakit pembuluh darah otak yang ditandai dengan kematian jaringan akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Strok memiliki berbagai faktor resiko dan komplikasi yang menyebabkan pasien mendapatkan banyak pengobatan (polifarmasi). Polifarmasi berpotensi menimbulkan kejadian interaksi obat yang dapat merugikan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran interaksi obat aktual yang terjadi pada pasien strok di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara prospektif dari bulan Mei-juli 2016 di ruang Stroke Care Unit (SCU) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 80 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi interaksi obat yang terjadi pada pasien strok di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sebanyak 178 kejadian, namun interaksi obat aktual yang terjadi hanya 3 kejadian. Tiga kejadian interaksi obat tersebut dialami oleh 5 pasien (6,25%) dimana obat-obat yang berinteraksi tersebut adalah Digoksin dengan Kaptopril (1,25%), Phenitoin dengan Nimodipin (2,5%) dan Kaptopril dengan Furosemid (2,5%). Penanganan yang tepat pada kejadian interaksi obat aktual telah dilakukan oleh klinisi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sehingga pasien mendapatkan efek terapi yang optimal.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH KAWISTA (LIMONIA ACIDISSIMA) TERHADAP ESCHERICHIA COLI Putu Rika rika Veryanti; Ika Maruya Kusuma
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 8, No 2 (2020): Meditory, Volume 8, No 2, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Analisis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/m.v8i2.1269

Abstract

Escherichia coli is a normal bacteria lives in the large intestine to help the process and maintain human digestive health. However, there are certain types of Escherichia coli which are pathogenic to human body and cause infections, such as diarrhea, urinary tract infections, meningitis, sepsis and so on. Irrational use of antibiotics leads to bacterial resistance to antibiotics. Kawista is one of the fruits that used as traditional medicine in Indonesia. Kawista peel extract can be used as an alternative therapy to prevent resistance. Based on the content of secondary metabolites, kawista peel extract is thought to have antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of kawista (Limonia accidisima) peel extract against Escherichia coli. This research is an in-vitro study, preceded by a phytochemical screening test for methanol extract of kawista peel, then followed by an antibacterial activity test using the disc diffusion method and determining the minimum inhibitory concentration (MIC). The results showed that the kawista peel extract contained secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids which have antibacterial activity. The concentration of the extract is directly proportional to its antibacterial activity. The 5% extract concentration gave an average inhibition zone diameter of 8.81 mm (moderate antibacterial activity), while at the 80% extract concentration the average inhibition zone diameter was 22.71 mm (very strong bacterial activity). Kawista peel extract (Limonia acidissima) has antibacterial activity with a minimum inhibitory concentration of 5%. Keywords: Antibacterial, Kawista, Limonia acidissima, Escherichia coli