cover
Contact Name
Hosaini
Contact Email
hosaini2612@gmail.com
Phone
+6285294946018
Journal Mail Official
ipingbws@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal.unibo.ac.id/index.php/edukais/editor
Location
Kab. bondowoso,
Jawa timur
INDONESIA
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman
Published by Universitas Bondowoso
ISSN : 27762297     EISSN : 25499122     DOI : https://doi.org/10.36835/edukais
Core Subject : Religion,
Journal Edukais; Journal Pemikiran Keislaman yang diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Bondowoso telah hadir di hadapan pemerhati. Semula journal ini adalah berbentuk lembaran buletin yang terbit setiap jum’at legi. Mengingat tuntutan akan profesionalisme tenaga pendidikan di perguruan tinggi, maka artikel-artikel dosen Fakultas Agama Islam terkodifikasi dalan satu bentuk journal. Pada edisi kali ini menyajikan beberapa penelitian dosen dari berbagai institusi perguruan tinggi dengan bermacam-macam tema. Dari beberapa tema dapat dikatagorikan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing menjadi dua tema. Pertama tema tentang pendidikan islam. Kedua, hukum islam. Kedua tema tersebut selaras dengan prodi yang ada di universitas bondowoso, yakni Kependidikan Islam dan Ahwalus Syakhsyiyah (Hukum Keluarga).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
Penerapan Progam Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Edi Ainur Rofiq; Andik Sugiarto; Wardatul Ashfiah
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 1 (2022): Strategi Peningkatan Proses Belajar Pendidikan Islam berbasis Digital
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2022.6.1.46-60

Abstract

Untuk menerapkan metode pembelajaran yang dapat menyenangkan siswa dan tidak membosankan terhadap pembelajaran hal mana pembudayaan literasi saat ini yang bisa dikatakan sangatlah kurang telah menjadi peghambat bagi semua kalangan khususnya bagi siswa yang mana siswa itu sendiri identik dengan membaca dan menulis bahkan bukan hanya sekedar itu melainkan memahami suatu masalah atau pelajaran dengan baik. Pendidik atau guru dan peserta didik sebagai obyek dalam penelitian ini. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data peneliti menggunakan penarikan kesimpulan dari keseluruhan hasil penelitian.Hasil dari keseluruhan penelitian bahwasanya penerapan Progam literasi dalam meningkatkan minat baca dan hasil belajar siswa adalah (1) penerapan Progam literasi dilakukan selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai (2) menumbuhkan sifat percaya diri dan keingin tahuan atas suatu informasi atau pelajaran. Selain itu ada pula beberapa faktor penghambat atas minat baca siswa salah satunya yaitu kurangnya sarana dan prasana seperti buku yang disajikan hanya buku pemebelajaran namun itu bisa diperbaiki dengan cara memfasilitasi buku baca yang tidak hanya buku pelajaran saja melainkan dengan buku-buku cerita rakyat.
Principal Leadership Management In Teaching Learning Process Innovation Iro Waziroh; Muzammil Muzammil; M Tubi Heryandi
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 1 (2022): Strategi Peningkatan Proses Belajar Pendidikan Islam berbasis Digital
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2022.6.1.77-87

Abstract

The leadership management of junior high school principals is one of the most important components of education to influence teachers, students, and teaching staff to innovate effective and efficient teaching and learning processes. On that basis, it is focused on the management profile of the principal's leadership in the innovation of the teaching and learning process with several supporting factors and the steps that are optimally implemented in the institution. This study used a qualitative approach with interview techniques, participatory observation, and documentation which took place at SMP Manbaul Ulum Tangsil Wetan Wonosari Bondowoso. Research findings are as follows: first, the management of the principal at SMP Manbaul Ulum has succeeded in innovating the teaching and learning process in its leadership by implementing good communication between leaders and teachers, Having competent teachers and staff, having a high commitment, Having good working mechanisms , able to make students have motivation and enthusiasm for learning by giving appreciation to students, The existence of adequate learning facilities and facilities. Second, the support of the school committee, parents and the surrounding community, a pleasant school environment. The division of tasks according to the field of teaching experts, Involving Subject Teacher Consultations (MGMP), training in the preparation of teaching and relevant equipment, training on curriculum implementation. The third finding is that the principal's leadership management has 4 main functions, namely; planning, implementation, supervision, and guidance. The steps taken are Curriculum Innovation, Student Innovation, Innovation for Human Resources Improvement, Learning Strategy Innovation, Infrastructure Innovation, Public Relations Innovation.
Pola Interaksi Edukatif dalam Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Juwari Juwari; Imam Fahrurrozi; Mufasilatul Wahidah
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 5 No. 2 (2021): Pendidikan Karakter dan Pembelajaran
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah pembelajaran yang bernilai edukatif diwarnai dengan interaksi yang terjadi antara guru dan murid. Interaksi dapat bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dimulai. Dengan adanya interaksi yang baik berarti telah menjalin relasi antara guru dan murid yang baik, sehingga menibulkan rasa ketertarikan murid terhadap mata pelajaran yang akan meningkatkan minat murid dalam belajar, selain itu murid akan mampu memahami proses sosial dengan teman – temannya ataupun dengan pendidik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalasis menggunakan analisis interaktif. Dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pola interaksi edukatif yang dilakukan di kelas VII A adalah menggunakan tiga pola interaksi edukatif, 2) Pelaksanaan pola interaksi edukatif yang dilakukan di kelas VII A ini, dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas. Dengan dilakukannya penelitian ini, dapat diketahui bahwa interaksi edukatif tidak hanya terbatas dilakukan di dalam kelas, tapi juga bisa terlaksana di luar kelas
Kebijakan Teknologi Pendidikan dalam Islam : Sebuah Meta-Analisis Sederhana Literasi Digital di Sekolah Dasar Putu Eka Suarmika; faisal faliyandra; Bagus Cahyanto; Nuris Hidayat
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): 21 Desember 2022
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2022.6.2.1-16

Abstract

Digitalisasi pendidikan menjadi permasalahan mendasar ketika pemahamannya hanya menggunakan media pembelajaran teknologi. Maka dari itu kebutuhan kebijakan teknologi pendidikan harus dikaji lebih mendalam dari berbagai referensi untuk menemukan konsep kebutuhan yang sebenarnya. Sehingga penemuan konsep sederhana harus dilakukan untuk penerapannya di lingkungan sekolah dasar (SD). Tujuan penulisan artikel ini untuk mendapatkan konsep litersi digital sepanjang hayat di lingkungan SD . Penggunaan meta-analisis sederhana digunakan mengkaji literatur, kriteria, dan analisis karakteristik diberbagai literatur. Data base Google Scholar, Eric, Springer lebih digunakan untuk mengkaji 300 lebih artikel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, guna mencari kata kunci dengan tema literasi digital dan implementasi di SD. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa kebijakan literasi digital harus diadakan dilingkungan SD guna menemukan; 1) Pembelajaran Digital Sepanjang Hayat; 2) Kebutuhan Pembelajaran Digital Disetiap Lembaga; dan 3) Terakhir Khusus Implementasinya pada Satuan Pendidikan Khusus di SD. Hasil dan pembahasan setiap poin dapat lebih lanjut dibaca pada tulisan ini akan digital sepanjang hayat dan menggunakan pendekatan student centered learning. Kedepan hasil dari meta-analisis sederhana ini diharapkan dapat menambah konsep dasar penerapan teknologi literasi digital untuk praktisi dan guru sebagai dasar teoritis dan praktis lebih lanjut.
Reformulasi Pendidikan Ulama Ahli Hadits di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang Jawa Timur Nihayatut Tasliyah; Khoirul Anwar
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): 21 Desember 2022
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2022.6.2.17-38

Abstract

Sebagai bagian dari pendidikan pesantren, setiap Ma’had Aly yang berkembang di Indonesia sejak tahun 1990 memiliki karakteristik dan nilai-nilai luhur tersendiri. Sejarah telah membuktikan kemandirian masing-masing pesantren dalam menjaga dan mempertahankan karkateristik dan nilai-nilai luhur tersebut. Ma;had Aly adalah penddikan khas pesantren jenjang tinggi. Diantara kekhasan yang dimiliki adalah basis ilmu dan bahan ajarnya menggunakan kitab kuning, metode belajar dengan menghafal, tradisi sorogan, bandongan, halaqah, dan wetonan. Untuk menyempurnakan beberappa kelemahan tradisi pendidikan pesantren, Ma’had Aly mengadopsi tardisi perguruan tinggi yang dipandang dapat mengantarkan kepada kemajuan ilmiah maupun amaliah, misanya dengan penguatan tradisi penelitian. Ma’had Aly Hasyim Asy’airiTebuireng termasuk pendidikan khas pesantren jenjang tinggi dengan spesialisasi ilmu hadits yang melakukan memformulasi kurikulum dan kelembagaan sebagaimana tradisi perguruan tinggi
Relevansi Sistem Pendidikan Pesantren Salaf di Era Modernisasi Luluk Maktumah; Shokhibul Mighfar
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): 21 Desember 2022
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2022.6.2.39-56

Abstract

Many Islamic Boarding Schools in the Modern Era have made changes by combining the formal and non-formal education systems. The problem that will be reviewed in this study is how is the education system, is the education system at this Islamic boarding school relevant to the current era of modernization? What are the superior values. Data collection techniques are carried out by means of observation, interviews, documentation. Furthermore, the analysis of the data in this study is more tinkering during the process in the field together with data collection. The results of this study, the education system at Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Jatisono is a modern salaf education system. It is evident from the observations made that the learning system at the Salafiyah Syafi'iyah Jatisono Islamic Boarding School uses methods such as sorogan, bandongan, and deliberation/basulmasail. As well as running a relatively modern education system, namely AMSILATI (quick method of reading the yellow book)
The cultural values of the Situbondo Community in an Islamic Psychology Perspective Saifullah Saifullah
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): 21 Desember 2022
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This discussion aims to identify the local values of the Situbondo people. Using the phenomenological method to identify how participants perceive local values. In-depth interviews were used to collect data from three participants who were recruited using the sampling and snowball facilities. This discussion shows that the values of the Situbondo people can be divided into four levels, namely the values of man and God, man and nature, interpersonal and intrapersonal relationships. In the context of human relations with God, the concept of certain basic values of the Situbondo people recognizes the principle of volunteerism which means sincerity and gratitude. Meanwhile, the relationship between humans and nature, the ability to adapt creates ecosystems that are good for the environment.
Menanamkan Nilai Nilai Qur'ani dalam Membangun Karakter Santri Muzammil Muzammil; M Tubi Heryandi; Muharofah Nur Safitri; Iro Waziroh; Hosaini Hosaini; Moch. Sirajul Arifin
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): 21 Desember 2022
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/edukais.2022.6.2.40-52

Abstract

Pondok Pesantren al-Munir Jombang is a boarding school that holds the Tahfidz al-Qur'an program for students. This program aims to give birth to a young generation of Muslims who have expertise in a field of knowledge and are able to lead community life and intrepreneurship, based on the Qur'an. This research was conducted to determine how the impact of the Tahfidz al-Qur'an program was felt by the students at al-Munir Jombang Islamic Boarding School. The type of research that researchers do is field research with a descriptive qualitative approach that is descriptive analysis. Data collection was carried out using the method of observation, interviews, and documentation. The results of research on the impact of the Tahfidz al-Quran program carried out by the al-Munir Jombang Islamic Boarding School on the values of character education for students, they feel a change in themselves in their daily lives in ethics based on the spirit of carrying out Islamic teachings
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Mushalla sebagai Bentuk Melestarikan Kearifan Lokal Agus Readi
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 1 (2022): Strategi Peningkatan Proses Belajar Pendidikan Islam berbasis Digital
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building the character of students is the essence of education itself. Both characters related to God (spiritual), with oneself, with others, with the environment and with nationality. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques through data reduction, presentation and conclusion. The results of the research are: 1) strengthening character education includes spiritual aspects, social aspects and environmental aspects; 2) the constraints faced include internal and external factors
Pola interaksi Guru Dengan Murid dalam Suasana Pembelajaran Agus Readi
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): 21 Desember 2022
Publisher : Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakanakan dengan pertimbangan yang menunjukkan bahwa masing-masing sekolah belum memaksimalkan peraktek interaksi atau belum terbina dengan baik sebagaiman dengang yang diharapkan oleh pihak sekolah. Hampir disetiap sekolah bahkan setiap guru menjalankan praktek-praktek intraksi yang dilakukan oleh para guru di kelas dan diluar kelas, sehingga tidak menggambarkan gambaran yang sebenarnya tentang inteksi yang diharapkan oleh lembaga yang terkait. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar belakang sejarah terjdinya MTs Syalafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo tahun ajaran 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi,teknik wawancara kepada pihak yang bersangkutan, seperti para guru dan kepala sekolah serta teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data untuk dideskripsikan dan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah pertama pelaksanaan interaksi dalam suasana pembelajarane di MTs Syalafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dilaksanakan secara rutin dalam bentuk peraktek antara guru dengan murid ,murid dengan guru dan murid dengan murid disaat berlangsungnya pproses pembelajaran dan di lain waktu. Kedua bahwasanya setiap guru harus memiliki banyak pengalaman, buku-buku dan sering ikut seminar-seminar yang berkaitan dengan pola interaksi