cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 196 Documents
IMPLEMENTASI CSR IT TANJUNGWANGI MELALUI SEKOLAH PENGASUHAN BERBASIS KOMUNITAS DI KETAPANG BANYUWANGI Nursyamsi, Fajar; Rahina, Angelica Kintani Sekar; E.A.A, Putri Kinasih
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 9, No 1 (2026): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v9i1.72234

Abstract

Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, perkawinan usia anak, serta perceraian di Kabupaten Banyuwangi menjadi tantangan yang memerlukan intervensi kolaboratif. Sebagai bentuk implementasi Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tanjung Wangi mengembangkan Program Sekolah Pengasuhan Berbasis Komunitas di Desa Ketapang untuk memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan yang ramah perempuan dan peduli anak. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan pemerintah desa, sekolah, kader posyandu, PKK, komunitas, dan keluarga. Kegiatan utama meliputi kelas pengasuhan, pelatihan relawan, penyusunan modul pengasuhan, klinik pengasuhan, hotline pengaduan, serta pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data implementasi program dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan orang tua, memperluas akses layanan pendampingan kasus kekerasan, serta memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendukung terwujudnya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Program ini menjadi model CSR yang berkontribusi terhadap perlindungan perempuan dan anak sekaligus mendukung pembangunan sosial berkelanjutan di tingkat desa.
A Social Project To Empowering Micro, Small and Medium Enterprise in Batu Roto Village Fadlurrohim, Ishak
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 9, No 1 (2026): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v9i1.66812

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat penting untuk pembangunan ekonomi di Indonesia, tetapi banyak yang menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, kesulitan pemasaran, dan kurangnya akses ke bantuan. Menanggapi hal tersebut, proyek sosial "Pelopor Desa 4.0" diluncurkan di Desa Batu Roto, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk memberdayakan pengusaha UMKM perempuan. Inisiatif ini, kolaborasi antara Grup Onschool Indonesia, Bank Bengkulu, dan pemerintah daerah, mengadopsi pendekatan pemberdayaan yang menekankan partisipasi masyarakat dan berfokus pada kekuatan yang ada daripada defisit. Proyek ini menerapkan siklus aksi dan refleksi untuk mengatasi tantangan dengan kelompok UMKM untuk memahami kebutuhan mereka. metodologi yang digunakan dalam studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi. Pelatihan diberikan dalam pemasaran digital, produksi konten kreatif, dan literasi keuangan, yang mencakup manajemen arus kas dasar dan akuntansi. Selain itu, ia meluncurkan marketplace berbasis web untuk membantu UMKM dalam mempromosikan barangnya, melakukan transaksi yang aman, dan memperluas basis pelanggan mereka. Selain pencapaian nyata seperti mengelola 60 NPWP, 85 NIB, dan 10 sertifikasi halal, inisiatif ini menarik pemilik UMKM perempuan. Proyek ini menunjukkan bagaimana model pemberdayaan berbasis teknologi yang mendorong kolaborasi dapat meningkatkan kapasitas bisnis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.
IMPLEMENTASI KONSEP PENGEMBANGAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM DESA BRILIAN SEBAGAI CSR PT BANK RAKYAT INDONESIA Humaedi, Sahadi; Wibowo, Hery; Ardana, Sintia Maharani; Purnama, Sephira
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 9, No 1 (2026): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v9i1.72235

Abstract

Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk menjalin hubungan baik dengan komunitas sebagai pemangku kepentingan utama, yang sering diwujudkan melalui program pengembangan masyarakat (community development) berbasis partisipasi aktif masyarakat. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerapkan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program Desa BRILiaN yang berfokus pada pengembangan potensi desa dengan menguatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan. Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi konsep pengembangan masyarakat pada program Desa BRILiaN menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang mencakup lima aset masyarakat yaitu aset manusia, aset fisik, aset sosial, aset finansial, dan aset alam. Kajian disusun menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif, merujuk pada jurnal ilmiah, laporan tahunan perusahaan, dan sumber berita terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa program Desa BRILiaN telah menerapkan kelima aset ABCD secara konsisten sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, serta menerapkan konsep community empowering yang memberikan akses lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidupnya. Program ini terbukti memberikan manfaat timbal balik, baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa maupun bagi pencapaian nilai ekonomi dan sosial perusahaan.
KETERLIBATAN PEKERJA SOSIAL DALAM PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING: TUGAS DAN STRATEGI Nabillah, Astrid; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 9, No 1 (2026): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v9i1.59338

Abstract

Program untuk mencegah stunting atau masalah gizi jangka panjang membutuhkan keterlibatan pekerja sosial. Anak yang mengalami kekurangan gizi yang disebabkan oleh stunting dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara pekerja sosial untuk membantu program pencegahan stunting. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan pendekatan deskriptif kualitatif dari temuan literatur sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pekerja sosial melakukan banyak hal untuk melakukan pencegahan stunting, seperti memberikan edukasi terhadap keluarga, membantu ibu hamil dan menyusui, dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kesehatan anak. Strategi pencegahan dilaksanakan melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat. Penyuluhan gizi, pembentukan kelompok pendamping, dan pendampingan keluarga berisiko stunting merupakan contoh praktik pekerja sosial. Keterbatasan sumber daya, stigma negatif terhadap gizi, dan anggaran yang tidak memadai merupakan beberapa tantangan yang dihadapi. Penguatan kolaborasi lintas sektor, optimalisasi sumber daya, serta advokasi kebijakan adalah solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Melalui pendekatan yang holistik dan berbasis komunitas, keterlibatan pekerja sosial sangat membantu dalam upaya mencegah stunting di masyarakat. Keberhasilan program pencegahan stunting bergantung pada kerja sama yang efektif antara pekerja sosial, petugas kesehatan, dan masyarakat.  
PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI MITIGASI DAN ADAPTASI RISIKO DALAM MENDUKUNG SUSTAINABLE LIVELIHOODS DI PROGRAM TJSL FUEL TERMINAL CIKAMPEK Ismail, Taufik; Ali, Jauhari; M, Citra Insaniah; Trisnawan, Arfianto; Sutisna, Endang
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 9, No 1 (2026): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v9i1.72390

Abstract

Sektor pertanian memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim, namun disisi lain perilaku petani berkontribusi terhadap perubahan iklim melalui kegiatan budidaya pertanian yang menghasilkan emisi gas rumah kaca.  Penelitian pada Program Prakarsa Bagja Juara ini dilakukan untuk mengetahui implementasi program TJSL/CSR yang berfokus pada perubahan perilaku petani dan pengeloalaan potensi limbah pertanian menjadi sumber daya untuk terciptanya sirkular ekonomi yang memilki dampak terhadap perbaikan lingkungan. Program dilaksanakan di Desa Pasirtanjung dengan latar belakang perilaku petani yang dalam aktivitasnya menghasilkan emisi gas rumah kaca melalui pembakaran jerami pasca panen, penggunaan pupuk kimia dan peptisida yang tidak sesuai takaran, serta penggunaan mesin pertanian tinggi emisi. Dampak dari perilaku tersebut yaitu hasil produksi panen menurun, meningkatnya biaya kebutuhan pupuk kimia dan peptisida, serta penurunan kondisi kesehatan. Penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis inovasi teknologi diterapkan untuk menjawab permasalahan yang terjadi dan menciptakan sirkular ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Capaian dari implementasi program diuraikan dengan kerangka penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihoods) petani yang terdiri dari human capital, social capital, natural capital, physical capital, dan financial capital.
DARI KETERGANTUNGAN TAMBANG MENUJU KEMANDIRIAN: ANALISIS EXIT STRATEGY CSR PT X MELALUI USAHA PEMBIBITAN POHON Noer Sunan, Moch. Ilham; Humaira, Siti Zahwa
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 9, No 1 (2026): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v9i1.70684

Abstract

Aktivitas tambang nikel memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian lokal. Namun, akibat karakter industri yang bersifat ekstraktif, sejumlah implikasi dalam dinamika sosial ekonomi bermunculan. Pemberdayaan masyarakat menjadi alternatif dalam menumbuhkan kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis usaha pembibitan pohon sebagai exit strategy yang dilakukan CSR PT X. Temuan menunjukan bahwa usaha pembibitan pohon berhasil menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam sektor produktif yang menambah pendapat dan diversifikasi mata pencaharian, kapasitas sosial dalam mengelola kelembagaan kolektif, dan kesadaran akan restorasi lingkungan. Tantangan pendampingan bagi kapabilitas dan akses perlu dilakukan secara kolaboratif dalam program pemberdayaan agar usaha pembibitan pohon ini menjadi bagian penting dalam menstimulasi pembangunan berkelanjutan di masyarakat pasca tambang.   The nickel mining industry contributes significantly to the local economy. However, due to the extractive nature of the industry, a number of implications for socio-economic dynamics have emerged. Community empowerment is an alternative in fostering independence. This study aims to analyze the tree nursery business as an exit strategy carried out by PT X's CSR. The findings show that the tree nursery business has succeeded in fostering community independence in the productive sector, increasing income and livelihood diversification, social capacity in managing collective institutions, and awareness of environmental restoration. The challenge of providing assistance for capabilities and access needs to be addressed collaboratively in the empowerment program so that this tree nursery business becomes an important part in stimulating sustainable development in post-mining communities.