cover
Contact Name
Dr. Charis Amarantini, M.Si
Contact Email
sciscitatio@staff.ukdw.ac.id
Phone
+62274-563929
Journal Mail Official
sciscitatio@staff.ukdw.ac.id
Editorial Address
Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Jl.Wahidin Sudirohusodo No.5-25 Yogyakarta 55224 Tel : 0274-563929 Ext.459 Fax : 0274 520842
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sciscitatio : Journal for Biological Science
ISSN : -     EISSN : 27215180     DOI : https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2020
Sciscitatio is dedicated to the publication of original research articles in basic biology and biotechnology fields including environmental biotechnology, industrial biotechnology, medical biotechnology and bioentrepreneurship. Sciscitatio is published twice a year in January and July, and intended to be a critical scientific forum for the application of biology to solve recent and up-to-date issue in the society. Sciscitatio adopted an open access policy.
Articles 43 Documents
Pemanfaatan Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Eter Diadema setosum dari Pantai Kukup dan Pantai Sundak Gunungkidul sebagai Antiinflamasi Tiffany, Yollanda; Prasetyaningsih, Aniek; Aditiyarini, Dwi
SCISCITATIO Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2, Number 2, Juli 2021
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2021.22.68

Abstract

Bulu babi atau landak laut merupakan hewan laut yang tergolong dalam kelas Echinoidea. Kelompok hewan dari kelas Echinoidea mempunyai kemampuan menghasilkan metabolit sekunder yang memiliki efek farmakologis seperti antibakteri, antitumor dan kanker, antioksidan, dan antiinflamasi. Salah satu metabolit sekunder dari yang dihasilkan oleh hewan dari kelompok Echinoidea adalah Ovothiol-A yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari metabolit sekunder dari Diadema setosum yang berasal dari Pantai Selatan Gunungkidul dan studi potensinya sebagai antiinflamasi. Hasil uji KLT dan FTIR menunjukkan bahwa spesies Diadema setosum sebagai salah satu anggota Echinoidea diduga mengandung senyawa Ovothiol-A pada bagian organ maupun cangkangnya. Senyawa diduga sebagai Ovothiol-A yang dihasilkan oleh D. setosum memiliki kemampuan antiinflamasi yang ditunjukkan oleh penyempitan luka pada mencit yang diberi perlakuan ekstrak bagian organ (100%) D.setosum dengan rata-rata penyempitan luka 0,44±0,256 mm/hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak D. setosum memiliki senyawa Ovothiol-A yang dapat berfungsi sebagai antiinflamasi. Ekstrak D. setosum bagian organ memiliki kemampuan antiinflamasi yang lebih baik.
Potensi Keanekaragaman Flora Sebagai Tumbuhan Obat di Wana Wiyata Widya Karya, Sanggar Indonesia Hijau, Kabupaten Pasuruan Hildasari, Nourma; Hayati, Ari
SCISCITATIO Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2, Number 2, Juli 2021
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2021.22.70

Abstract

Tumbuhan merupakan komponen keanekaragaman hayati yang menjadikan Indonesia memiliki kekayaan alam terbesar urutan kedua di dunia. Salah satu pemanfaatan fungsi tanaman adalah sebagai tanaman obat. Tumbuhan obat adalah bahan yang berasal dari tumbuhan yang masih sederhana, murni, belum tercampur atau belum diolah, yaitu tumbuhan yang tinggal dipetik dan diracik, kemudian langsung dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang terdapat di Wana Wiyata Widya Karya, Sanggar Indonesia Hijau, Kabupaten Pasuruan dan jenis organ tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif melalui metode jelajah dan pengambilan spesies di area penelitian. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat berjumlah 55 jenis yang berasal dari 34 famili. Jenis organ tumbuhan yang berkhasiat obat teridentifikasi sebanyak 10 bagian. Presentase organ tumbuhan obat yang paling banyak digunakan untuk keperluan obat adalah daun dengan nilai 47%, buah 27%, biji 7%, rimpang 5%, getah 4%, serta kulit pohon, umbi, bunga, tangkai daun, dan batang masing-masing sebanyak 2%.
Studi Etnobotani Kelapa (Cocos nucifera) di Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Solechah, Imah; Hayati, Ari; Zayadi, Hasan
SCISCITATIO Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2, Number 2, Juli 2021
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2021.22.71

Abstract

Etnobotani adalah studi tentang hubungan antara manusia dan penggunaan tumbuhan secara tradisional. Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai pemanfaatan yang tinggi dalam masyarakat. Berdasarkan survei awal, tanaman kelapa banyak dimanfaatkan sebagai obat, sumber pangan, bahan kerajinan dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, potensi, distribusi dan pemanfaatan tanaman kelapa di Desa Tambi dan Desa Tambi Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang karakteristik dan pemanfaatan tanaman kelapa serta pentingnya konservasi tanaman kelapa. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui eksplorasi pengamatan langsung di lapangan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan 3 varietas kelapa yang tumbuh di lokasi penelitian yaitu varietas kelapa dalam hijau, kelapa genjah kuning (gading) dan kelapa genjah hijau. Tanaman kelapa di Desa Tambi dan Desa Tambi Lor dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan kerajinan sebesar 20%, adat istiadat sebesar 10%, obat 14 %, bahan bakar sebesar 16%, bahan bangunan sebesar 17% dan jamu sebesar 1%. Distribusi tanaman kelapa Desa Tambi ditemukan pada 18 titik, sedangkan pada Desa Tambi Lor ditemukan 22 titik tumbuh tanaman kelapa. Penyebaran tanaman kelapa berdasarkan tata guna lahan Desa Tambi hanya dijumpai pada pekarangan dan tepi sawah, sedangkan di Desa Tambi Lor, tanaman kelapa di jumpai disemua lahan yaitu pekarangan, tepi jalan, dan tepi sawah.
Uji Antibakteri Rhizopus sp. Asal Inokulum Tempe terhadap Vibrio cholerae Khikmah, Nur; Haloho, Apriani
SCISCITATIO Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2, Number 2, Juli 2021
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2021.22.72

Abstract

Rhizopus sp. merupakan kapang yang digunakan dalam fermentasi tempe. Kapang Rhizopus pada tempe telah dikaji manfaatnya dalam mengurangi kejadian diare pada Escherichia coli dan Salmonella typhidibandingkan pada Vibrio cholerae. Diare kolera yang disebabkan oleh Vibrio cholerae pernah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia, sehingga bakteri kolera sebagai penyebab penyakit pada penderita diare masih ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri Rhizopus sp asal inokulum tempe terhadap Vibrio cholerae dan mengetahui perbedaan kemampuan antibakteri Rhizopus sp dari beberapa inokulum tempe terhadap Vibrio cholerae. Uji antibakteri Rhizopus sp terhadap Vibrio cholerae dilakukan dengan metode difusi kertas. Isolasi dari inokulum tempe komersial memperoleh dua isolat kapang, yang teridentifikasi Rhizopus sp.IP dan Rhizopus sp. IJ. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa dua isolat Rhizopussp. tersebut dapat menghambat Vibrio cholerae. dengan kemampuan penghambat kategori sedang dan tidak terdapat perbedaan aktivitas antibakteri Rhizopus sp. IP dan Rhizopus sp. IJ terhadap Vibrio cholerae.
Laundry Wastewater Treatment by Hybrid System of Biofilter and Vertical Surface Flow Constructed Wetland with Equisetum hyemale Violenta, Nadya; Bawole Sutanto, Haryati; Prihatmo, Guruh
SCISCITATIO Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3, Number 1, January 2022
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2022.31.80

Abstract

Laundry activity or washing clothes is an activity that almost all people in the world do. Like other human activities, laundry activity also produces waste or filth. But, the waste is often directly disposed of any treatment to the water like rivers or lakes. It finally causes contamination to the nature, one of them is known as eutrophication or nutrition enrichment, then it will harm the growth of aquatic organisms. To overcome the problem, the laundry waste needs to be treated before it is disposed of the nature. Biofilter and Constructed Wetland are low cost systems and easily handled, so this system is suitable to be applied on small or household scale. Equisetum hyemale is a decorative plant which has already been used to treat many wastewater, and proves it’s effectiveness in reducing the pollutant in wastewater. In this research a hybrid system of Biofilter with additions of activated carbon and Constructed Wetland with Equisetum hyemale is used to treat laundry wastewater, with HRT of 4 days we found a decrease of tested parameters, TDS 346.94 mg/L (21.15 %); TSS 11.25 mg/L (88.88 %); BOD 31.86 mg/L (63.68 %); Phosphate 3.41 mg/L (83.28 %); and Detergent 1.10 mg/L (93.1 %).
Kerusakan Vegetasi Akibat Pembakaran Hutan Lindung Rainawe untuk Pembukaan Lahan Baru di Wilayah Kabupaten Malaka Bete, Oktoviana; Amu Blegur, Willem; G. Naisumu, Yolanda
SCISCITATIO Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3, Number 1, January 2022
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2022.31.81

Abstract

Hutan lindung Rainawe merupakan salah satu kawasan hutan yang ada di kabupaten Malaka yang lokasinya dekat dengan pemukiman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jenis vegetasi dan dampak yang dialami oleh vegetasi akibat pembakaran di hutan lindung Rainawe. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan pada vegetasi yang terkena api di bekas pembakaran secara langsung. Teknik pengambilan data vegetasi dengan metode plot ukuran 20 m x 20 m di lokasi yang terkena dampak, sebanyak 4 ulangan dan 1 plot pada lokasi yang tidak mengalami pembakaran. Data yang diambil antara lain nama spesies, keliling, tinggi, dan tinggi cabang pertama. Analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengamati jenis vegetasi yang terkena dampak pembakaran. Selanjutnya dilakukan perhitungan indeks nilai penting (INP) menurut masing-masing bentuk tumbuh atau growthformbaik di lokasi bekas terbakar oleh adanya aktivitas manusia (lokasi I,II,III,IV) dan lokasi kontrol (V). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan nilai INP tertinggi untuk setiap bentuk tumbuhpada setiap lokasi sebagai berikut: GF pohon (Tectona grandis L. F= 267,73), GF tiang (Cordia monoica Roxb= 300.) GF pancang (Cordia monoica Roxb= 300), GF semak (Chromolaena odorata L.= 259,65). Keempat jenis ini ada di lokasi bekas terbakar. Sebaliknya, untuk lokasi kontrol nilai GF liana dan palem (Borassus flabellifer = 300) adalah tertinggi. Pembakaran dengan skala kecil secara intensif tetap memiliki dampak besar pada jenis vegetasi di hutan lindung Rainawe, khususnya pembakaran oleh aktivitas manusia untuk membuka lahan kebun. Kajian lebih lanjut untuk mempelajari jenis vegetasi yang paling terkena dampak, luasan hutan lindung Rainawe yang terdampak pembakaran dan pengaruh aktivitas intensif masyarakat perlu dilakukan di masa mendatang.
Etnobotani Tumbuhan Liar di Bawah Naungan Tegakan Kopi (Coffea sp.) pada Perkebunan Kopi di Dusun Krajan, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang Krishidaya, Ayutika; Hakim, Luchman; Hayati, Ari
SCISCITATIO Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3, Number 1, January 2022
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2022.31.83

Abstract

Dalam usaha budidaya tanaman kopi banyak kendala yang harus dialami oleh petani kopi yaitu adanya tumbuhan liar pada area perkebunan. Tampaknya petani kopi belum mengetahui manfaat tumbuhan liar, sehingga dianggap sebagai tumbuhan yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenisjenis dan manfaat tumbuhan liar yang tumbuh di bawah tegakan kopi. Penelitian dilakukan di Dusun Krajan, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Maret sampai Juli 2021. Metode penelitian secara deskriptif dengan teknik pendekatan etnobotani aspek pemanfaatan melalui wawancara secara mendalam. Penentuan responden menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan tumbuhan liar secara langsung di bawah tegakan pohon kopi. Data jawaban responden terhadap pemanfaatan dan nama lokal tumbuhan liar dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 13 jenis tumbuhan liar yang tersebar dalam 10 familia dan 2 divisio (Spermatophyta dan Pteridophyta). Tumbuhan liar yang ditemukan dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan sayuran (15,4%), sebagai pupuk organik saja (8%), dan tumbuhan liar yang tidak diketahui manfaatnnya ( 0%) berjumlah 5 jenis.
Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Nira Nusa, Nusa Tenggara Timur Menggunakan Analisis Swot Ghawa, Maryanti; Kisworo; Wherrett, Tim
SCISCITATIO Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3, Number 1, January 2022
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2022.31.84

Abstract

Mangrove Nira Nusa merupakan mangrove yang terletak di Desa Nira Nusa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Flores, NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan sumber daya yang tersedia diantaranya ; flora dan fauna , potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia , dan potensi sosial-budaya di Desa Nira Nusa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Proses pengambilan data menggunakan observasi lapangan, wawancara, pengisian kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk menghasilkan strategi S-O yaitu potensi sumber daya mangrove dikembangkan menjadi wisata berbasis edukasi dengan kegiatan seperti pengamatan biota/satwa dan kegiatan memancing. Strategi S-T yaitu memberikan pelatihan khusus tentang konservasi mangrove kepada pengelola dan pemerintah setempat tentang dampak membuang sampah di laut. Strategi W-O yaitu memanfaatkan tingginya minat wisatawan untuk memaksimalkan perbaikan sarana-prasarana. Strategi W-T yaitu menyelenggarakan kegiatan pembersihan lingkungan sekitar mangrove oleh pengelola, masyarakat dan lembaga pemerintahan, membuat aturan tidak menebang pohon di area hutan mangrove.
Analisis Normalitas dan Abnormalitas Spermatozoa Segar Sapi Limousin (Bos taurus) dan Sapi Bali (Bos sondaicus) Sebelum Proses Pembekuan Di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang Nur Aliyah, Shofi; Santoso, Hari; Zayadi, Hasan
SCISCITATIO Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3, Number 1, January 2022
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2022.31.85

Abstract

Sejak digalakkan Swasembada Sapi oleh kementrian pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan hewani, dilakukanlah Inseminasi Buatan (IB). Langkah yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan IB adalah pengujian kualitas spermatozoa secara makroskopis dan mikroskopis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan normalitas dan abnormalitas spermatozoatozoa segar sapi limousin (Bos taurus) dan sapi bali (Bos sondaicus) sebelum proses pembekuan. Metode pengambilan sampel spermatozoatozoa ditampung menggunakan AV (Artivical Vagina), dilakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan IVOS II untuk mengetahui presentase normalitas dan abnormalitas spermatozoatozoa. Parameter yang dihitung diantaranya, makroskopis yaitu Warna, volume, pH dan konsentrasi, normalitas, abnormalitas. Analisis yang digunakan adalah uji t test independent. Hasil dari penelitian normalitas dan abnormalitas sapi limousin dengan sapi bali menunjukkan thit = 4,42 ; ttabel = 0,025 yaitu thitung > t(0,025). maka H0 diterima, artinya dari kedua kelompok sapi tersebut kualitas spermatozoanya tidak perbedaan nyata secara signifikan antara normalitas dan abnormalitas sapi limousin dan sapi bali sebelum proses pembekuan.
The Potency of Corn (Zea Mays) Cob Waste as a Prebiotic Candidate to Support the Growth of Bifidobacterium longum: a Preliminary Study Aprilia Ariestanti, Catarina; Ananda Sejati1, Ribka; Thea Setyaratri, Fransiska; Angel Meliana, Florencia
SCISCITATIO Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3, Number 1, January 2022
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2022.31.87

Abstract

Corn cob is one of the most common agricultural wastes in Indonesia with high content of xylan. Xylan can be used to produce xylitol which cannot be digested by human digestive enzymes thus, make it a potential candidate of prebiotic. This preliminary research aimed to study the potency of corn cob in supporting the growth of Bifidobacterium longum. Corn cob was produced into powder and used as the carbon source in the growth medium of B. longum. Total plate count method was done to count the growth of B. longum in various concentrations of bacteria solution. The result showed that crude corn cob powder can support the growth of B. longum from bacterial enumeration with the value of 2.01 x 106 CFU/mL. The study indicated that corn cob has a potential to be used as prebiotic.