cover
Contact Name
Dr. Charis Amarantini, M.Si
Contact Email
sciscitatio@staff.ukdw.ac.id
Phone
+62274-563929
Journal Mail Official
sciscitatio@staff.ukdw.ac.id
Editorial Address
Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Jl.Wahidin Sudirohusodo No.5-25 Yogyakarta 55224 Tel : 0274-563929 Ext.459 Fax : 0274 520842
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sciscitatio : Journal for Biological Science
ISSN : -     EISSN : 27215180     DOI : https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2020
Sciscitatio is dedicated to the publication of original research articles in basic biology and biotechnology fields including environmental biotechnology, industrial biotechnology, medical biotechnology and bioentrepreneurship. Sciscitatio is published twice a year in January and July, and intended to be a critical scientific forum for the application of biology to solve recent and up-to-date issue in the society. Sciscitatio adopted an open access policy.
Articles 43 Documents
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan Bakteriosin Bifidobacterium longum terhadap Salmonella typhi Prakasita, Vinsa Cantya; Ilham, Jessika; Amarantini, Charis
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.147

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhi yang menyerang sistem pencernaan. Infeksi Salmonella ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan di seluruh dunia. Penyakit ini dapat diatasi dengan antibiotik, namun saat ini sudah banyak terjadi resistensi antibiotik sehingga penggunaannya kurang efektif. Temulawak merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Bacteriocin memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etanol temulawak dan bakteriosin Bifidobacterium longum terhadap pertumbuhan S. typhi. Ekstraksi temulawak dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol. Skrining fitokimia dengan berbagai reagen dilakukan untuk mengetahui senyawa yang ada di dalamnya. Kadar total fenolik diukur dengan menggunakan persamaan regresi yang dibandingkan dengan asam galat. Bakteriosin B. longum diperoleh dengan cara menambahkan NaOH pada supernatan hasil panen dan memanaskannya pada suhu tinggi. Uji aktivitas daya hambat ekstrak etanol temulawak (EET) dan bakteriosin B. longum (BBl) dilakukan dengan metode difusi disk. EET mengandung alkaloid, saponin, terpenoid, flavonoid, dan fenol dengan kadar total fenol 30,73 ± 2,81 mg GEA/g. EET memiliki aktivitas daya hambat yang rendah hingga sedang, sedangkan BBl memiliki aktivitas daya hambat yang rendah terhadap S. typhi.
Seleksi Bakteri dengan Aktivitas Fibrinolitik yang Diisolasi dari Tanah Rumah Potong Ayam Khikmah, Nur; Astrika, Nuri Rizky; Widaryanti, Barinta
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.159

Abstract

Bakteri fibrinolitik mampu melisiskan fibrin, suatu bekuan darah yang terbentuk dari fibrinogen melalui proses penghancuran protein oleh trombin. Akumulasi fibrin yang berlebihan tanpa keseimbangan hemostatis menyebabkan trombosis, dapat mengakibatkan kelainan serebrovaskular dan kardiovaskular. Enzim fibrinolitik dari bakteri mempunyai potensi sebagai agen obat trombosis. Tujuan penelitian ini mendapatkan bakteri yang unggul dalam menghasilkan enzim fibrinolitik. Isolat bakteri diseleksi berdasarkan Indeks Aktivitas Enzim (IAE) proteolitik pada skim milk agar dan IAE fibrinolitik pada fibrin plate agar. IAE diperoleh dengan membagi diameter zona jernih di sekeliling koloni bakteri dengan diameter koloni bakteri. Dua puluh delapan isolat bakteri mempunyai aktivitas proteolitik , empat belas isolat diantaranya mempunyai aktivitas fibrinolitik. Lima isolat bakteri mempunyai IAE fibrinolitik 4,0. Isolat tersebut teridentifikasi sebagai anggota Bacillus
Deteksi Gen Resisten Kloramfenikol (cat) pada Isolat Klinik Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli dengan Metode Polymerase Chain Reaction Wahyudi, Didik; Silviani, Yusianti; Nirwana, Ardy Prian; Saroh, Dewi
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.161

Abstract

Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli adalah patogen oportunistik dari kelompok bakteri gram negatif yang menyebabkan infeksi pada tubuh manusia. Kedua spesies tersebut sering ditemukan telah resisten terhadap beberapa antibiotik. Kloramfenikol merupakan antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut, salah satu gen pengendali resistensi kloramfenikol adalah gen cat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gen resistensi kloramfenikol (cat) pada isolat klinik P. aeruginosa dan Escherichia coli. Bakteri diisolasi dari kasus infeksi di Rumah Sakit. Kemudian dilakukan identifikasi dengan metode uji biokimia, isolasi DNA, kemudian diamplifikasi dengan metode Polymerase Chain Reaction, dengan menggunakan dua pasang primer spesifik untuk kedua bakteri tersebut, dilanjutkan visualisasi hasil PCR dengan menggunakan elektroforesis. Hasil uji menunjukkan bahwa semua isolat P. aeruginosa terdeteksi adanya gen cat (100%), sedangkan E. coli terdeteksi gen cat sebesar 71,4%
Aktivitas Antimikroba Larutan Antiseptik Dari Garbage Enzyme Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Ledo, Mellissa Erlyn Stephanie; Rupidara, Anggreini D.N; Solle, Hartini R.L; Nitsae, Merpiseldin; Nomleni, Fransina T
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.162

Abstract

Pengolahan sampah yang belum optimal menimbulkan berbagai masalah pencemaran lingkungan yang belum dapat diatasi. Berbagai upaya pengolahan sampah, terutama dari jenis organik dilakukan untuk menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Istilah garbage enzyme (GE) mengacu kepada hasil fermentasi sisa sayuran dan buah yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai purifikato air yang tercemar, pupuk organik, dan mengurangi bau tidak sedap pada timbunan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antimikroba larutan antiseptik dari GE terhadap Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi konsentrasi larutan antiseptic GE yaitu 0%, 15%, 30%, 45% dan 60%. Metode uji aktivitas antimikroba adalah metode difusi agar yang mengukur diameter zona bening yang menunjukan penghambatan pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat aktivitas antimikroba pada larutan antiseptik GE dengan rata-rata diameter zona bening adalah 14-21,3 mm untuk E. coli, dan 14,3-25,9 mm untuk S. aureus. Aktivitas antimikroba larutan antiseptik GE terhadap E. coli dan S. aureus meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi larutan antiseptik GE, dimana konsentrasi 45 % dan 60% memiliki aktivitas antimikroba yang kuat dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus.
Identification of Riparian Plants Potential for Remediation and Water Quality Monitoring in The Downstream of Brantas River, East Java Irawanto, Rony; Afifudin, Alfin Fatwa M
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.163

Abstract

Indonesia is home to an extraordinarily diverse range of plant and animal species, particularly in vital wetland, riparian, and aquatic areas crucial for watershed ecosystems. For example, the Brantas River system, located in East Java, plays a pivotal role in sustaining regional biodiversity. However, the river system is currently under threat from degradation and escalating river pollution. This underscores the pressing need to document and inventory its plant diversity. This study specifically focuses on the downstream area of the Brantas River, aiming to identify riparian seed-plants and assess their potential in remediating pollutants. Additionally, the research evaluates water quality in the downstream region. Conducted from November 2020 to February 2021 using an observational method with a descriptive explorative approach, the studyidentified 14 seed-bearing plant species in the downstream area. Although certain water quality parameters met established standards, elevated levels of heavy metals such as lead, copper, and chromium exceeded permissible limits. Notably, 12 out of the 14 identified plant species demonstrated the ability to absorb heavy metals from the environment.
The Effect of Gamal Leaf (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp)-based Liquid Organic Fertilizer on The Vegetative Growth of Lettuce (Lactuca sativa L.) Nisa, Chairul; Idris, M; Rahmadina
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.164

Abstract

The growth of lettuce depends on the interaction of growth and environmental conditions. Improper crop maintenance may cause low yield of lettuce production. Application of liquid organic fertilizer could be performed as a strategy in crop maintenance. This study aimed to determine the effect and concentration of gamal leaf (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp)-based liquid organic fertilizer (LOF) on the vegetative growth of green lettuce plants (Lactuca sativa L.). The research method used a non-factorial Randomised Group Design (RGD), with treatments consisted of P0 (control), P1 (20% gamal leaves-based LOF), P2 (40% gamal leaves-based LOF), and P3 (60% gamal leaves-based LOF). The results showed that Gamal leaves-based liquid organic fertilizer (LOF) that is produced in this research might still contain less macronutrients C, N, P and K that is stated by SNI 7763: 2018 (2-6%), but its application on lettuce as tested plants could still support their growth. Dose of P1 (20%) was the best to support lettuce growth in the form of increased plant height and leaf area index. Dose of P2 (40%) was abble to maintain showed minimum decrease on lettuce total chlorophylls content. Application of dose of P2 (40%) on lettuce growth medium supportes highest uptake of N while the application of dose of P3 (60%) showed highest uptake of P.
Isolasi, Skrining dan Identifikasi Fungi Selulolitik Asal Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rempoah, Kabupaten Banyumas Hikam , Arif Rahman; Setio, Adinda Eka Murti; Mumpuni, Aris; Yulianti, Dwiana Muflihah; Dewi, Ratna Stia
SCISCITATIO Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Number 2, January 2024 (Online First)
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.52.175

Abstract

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rempoah, Kabupaten Banyumas memiliki timbunan sampah organik melimpah yang dikomposkan secara alami. Sampah organik dapat terdegradasi secara alami oleh beberapa mikroba, salah satunya adalah fungi selulolitik yang dapat mendegradasi selulosa dengan mekanisme enzimatis. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan sampah organik yang melimpah adalah mengeksplorasi mikroba yang memiliki potensi dalam menguraikan sampah organik dengan efektif dan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh isolat fungi yang memiliki potensi selulolitik asal TPST Rempoah. Penelitian ini terdiri dari tahap pengambilan sampel; isolasi dan pemurnian fungi; skrining fungi selulolitik dengan menggunakan media CMC; dan identifikasi isolat fungi secara morfologi. Hasil penelitian didapatkan 6 isolat fungi selulolitik yang berasal dari Genus Aspergillus yang berhasil diisolasi dari TPST Rempoah. Nilai indeks selulolitik tertinggi dimiliki isolat Aspergillus RB1 dengan nilai IS sebesar 1,33.
Karakteristik Nata De Soya dari Whey Tahu dengan Penambahan Gula Semut Aren Menggunakan Acetobacter xylinum Alayda, Vivi Rahma; Yuliasari, Fitri; Hasannah, Cintiya Septa
SCISCITATIO Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Number 2, January 2024 (Online First)
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.52.176

Abstract

Tahu merupakah produk olahan kedelai yang menghasilkan limbah berupa padatan dan cairan. Limbah cair atau Whey yang tidak diolah berpotensi untuk mencemari lingkungan sehingga perlu adanya pengolahan terhadap limbah tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pembuatan Nata de Soya berbahan dasar limbah cair tahu dengan metode fermentasi bakteri Acetobacter xylinum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Nata de Soya yang dihasilkan dari limbah cair tahu dengan penambahan gula semut aren. Karakterisasi Nata de Soya dilakukan dengan pengujian kadar serat kasar menggunakan metode gravimetri, kadar air dengan metode thermogravimetri, ketebalan dengan pengukuran jangka sorong, rendemen dengan perhitungan berat dan volume bahan, Total Coliform dengan metode Chromocult Coliform Agar (CCA), serta Food Security dengan metode Colorimetric dan Colorimetric-Sulfanilic Acid. Variasi penambahan gula semut aren adalah 2,8%(b/v), 4,2% (b/v), dan 4,6% (b/v). Nata de Soya dengan variasi gula 4,6% (b/v) memiliki kadar air paling maksimal yaitu 97,82%, rendemen 21,20%, dan tebal 0,45 cm. Kadar serat maksimal dihasilkan pada variasi gula 2,8% (b/v) sebesar 1,18%. Nata de Soya menunjukkan kadar Coliform sebanyak 7 g dan positif mengandung nitrit pada uji Food Security.
Aktivitas Antifungi Ekstrak Metanol Sarcotheca diversifolia (Miq) Hallier F terhadap Pertumbuhan Candida albicans Yuliati; Kurniatuhadi, Rikhsan; Khotimah, Siti
SCISCITATIO Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Number 2, January 2024 (Online First)
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.52.180

Abstract

Asam Kalimbawan (Sarcotheca diversifolia (Miq) Hallier F.) merupakan tumbuhan liar yang berpotensi sebagai tanaman obat dan diketahui  sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi antifungi ekstrak metanol buah Sarcotheca diversifolia terhadap Candida albicans. Ekstraksi buah asam kalimbawan (S. diversifolia) dilakukan dengan metode maserasi pada pelarut metanol pro analis. Pengujian antifungi menggunakan metode difusi lubang sumuran di media Saboraud Dextrose Agar. Konsentrasi ekstrak metanol buah S. diversifolia yang diujikan adalah 0,2; 0,4; 0,6; dan 0,8 g/ml, kontrol positif ketokonazol 2%, dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak metanol buah asam kalimbawan (S. divesifolia) dapat menghambat pertumbuhan C. albicans melalui pembentukan zona bening di sekitar sumuran. Daya hambat ekstrak metanol buah asam kalimbawan pada ketiga konsentrasi termasuk dalam kategori sedang dengan sifat daya hambat fungistatik. Kekuatan daya hambat dari ekstrak metanol buah asam kalimbawan tersebut memiliki 29-28% dibandingkan dengan daya hambat 2% ketokonazol dengan kategori kuat. Semua konsentrasi uji bersifat fungistatik di jam ke 48. Metabolit sekunder yang terdeteksi pada ekstrak metanol buah S. diversifolia terdiri atas alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin, dan tanin. Buah asam kalimbawan (S. divesifolia) diduga berpotensi sebagai fungistatik berbasis bahan alam.
Comparative Analysis of Mitragynine Content in Kratom Leaves (Mitragyna speciosa Korth) from Kabupaten Kapuas Hulu Using HPLC Method Novianry, Virhan; Astuti, Puji; Andriani
SCISCITATIO Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Number 2, January 2024 (Online First)
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.52.183

Abstract

Opioid drugs are common analgesics for managing chronic pain, but they have significant short- and long-term side effects. Despite this, opioid consumption continues to rise in high-income countries, raising concerns about dependency. Kratom (Mitragyna speciosa Korth), which has opioid-like effects, shows potential as an analgesic with fewer side effects. This study aimed to explore and compare the mitragynine content in Kratom leaves from various regions in Kabupaten Kapuas Hulu, Indonesia, using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Kratom leaves from 14 regions in Kapuas Hulu were collected, dried, and ground. Mitragynine was extracted using 70% ethanol and analyzed with HPLC. The yield percentage and mitragynine content in both the powdered simplisia and ethanol extract were measured and compared. The study showed that the average ethanol extract yield was 28%, with the highest yield from Elis Menendang (31.20%) and the lowest from Nanga Lauk (23.86%). Mitragynine content was significantly higher in the ethanol extract (3.22%) compared to the powdered simplisia (1.46%). Samples from Lanjak, Jongkong, Bunut, and Putussibau Kota showed mitragynine content exceeding 4% in the ethanol extract. HPLC analysis indicated that ethanol extraction significantly increases the mitragynine content in Kratom leaves compared to powdered simplisia, up to twice as much.