cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DARI KELAPA DAERAH PROBOLINGGO MENGGUNAKAN RAGI TEMPE 2% B/V Oktaviani, Hana Kurnia; Lusiani , Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.241

Abstract

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara sebagai penghasil kelapa. Salah satu daerah yang memiliki kawasan perkebunan kelapa adalah wilayah bagian selatan Kabupaten Probolinggo. Ciri-ciri kelapa dari daerah Probolinggo yaitu memiliki diameter buah kelapa ± 25 cm, ketebalan sabut ± 5 cm, ketebalan tempurung 0,3-0,5 cm, dan ketebalan daging buah 1 cm. Daging buah kelapa dapat diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap nilai pH, warna, bau, rasa, dan %yield dari produk VCO. Proses fermentasi dalam penelitian ini dilakukan menggunakan ragi tempe dengan konsentrasi 2% b/v selama 6, 12, 18, 24, dan 30 jam. Produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini dilakukan analisis pH, warna, bau, rasa, dan dihitung %yield dari produk VCO. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai pH pada VCO hasil fermentasi 6 sampai 30 jam menunjukkan nilai yang sama yaitu 6. Secara fisik, produk VCO dalam penelitian ini sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008 yaitu berwarna kuning jernih, beraroma khas kelapa segar, dan terasa khas minyak kelapa. Nilai %yield dari produk VCO menunjukkan nilai yang semakin besar dengan semakin lamanya waktu fermentasi. Nilai %yield tertinggi (15,00% (v/v)) diperoleh pada waktu 30 jam.
ANALISIS EKONOMI PRA-RANCANGAN PABRIK HAND SANITIZER DAUN SIRIH DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 480 TON/TAHUN Pradana, Wulandari Novi; Suharti , Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.275

Abstract

Hand sanitizer adalah cairan antiseptik untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan. Peran antiseptik dalam hand sanitizer biasanya bergantung pada komposisi alkohol. Alkohol membuat tangan menjadi kering serta menimbulkan dehidrasi pada kulit. Penggunaan alkohol sebagai antiseptik dapat diganti dengan bahan-bahan alami. Bahan alami yang digunakan harus memiliki sifat antibakteri seperti daun sirih serta jeruk nipis. Daun sirih (Piper betle Linn) sangat terkenal dalam kehidupan warga di Indonesia. Daun sirih bermanfaat untuk kesehatan gigi serta kerap digunakan selaku obat kumur, menghilangkan bau tubuh serta mulut, mengobati sariawan, mimisan, gatal- gatal, koreng serta keputihan pada perempuan. Daun sirih memiliki senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol serta turunannya. Daun sirih memiliki berbagai kandungan kimia yaitu minyak atsiri. Proses pembuatan hand sanitizer ini diawali dengan pembuatan ekstrak daun sirih menggunakan metode soxhlet. Hasil ekstrak daun sirih ditambahkan bahan lainnya yaitu etanol, na-cmc, natrium metabisulfit, dan gliserin dalam rangka menghasilkan hand sanitizer berbentuk gel. Perhitungan analisis ekonomi pabrik ini didasarkan pada rencana pendirian pabrik di Rembang pada tahun 2024 untuk hasil dari perhitungan didapatkan nilai Return on Investment (ROI) saat sebelum pajak sebesar 90% serta Return on Investment (ROI) setelah pajak sebesar 54%. Nilai Pay Out Time (POT) sehabis pajak sebesar 1,8 tahun dan sebelum pajak sebesar 1,1 tahun. Break Even Poin (BEP) sebesar Rp. 99.064.027.413,39 serta Shut Down Point (SDP) sebesar Rp. 28.773.654.292,14. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, pra-perancangan pabrik hand sanitizer menggunakan daun sirih dengan formulasi na-cmc dan gliserin dengan kapasitas 480 ton/ tahun layak untuk didirikan.
ANALISA BOD UNIT IPAL SISTEM CPI (CORRUGATED PLATE INTERCEPTOR) DAN EFISIENSI KINERJANYA DI PPSDM MIGAS CEPU Habiba, Shahifa; Budiono, Arief; Kusuma, Rieza Mahendra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.282

Abstract

Salah satu unit pengolahan minyak bumi di Indonesia adalah kilang minyak milik Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) yang berada di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Industri migas menghasilkan air limbah yang umumnya mengandung senyawa berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan makhluk hidup dan kelestarian lingkungan. PPSDM MIGAS Cepu memiliki serangkaian Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terdiri dari dua jenis, yaitu American Petroleum Institute (API) dan Corrugated Plate Interceptor (CPI). Salah satu parameter yang ditetapkan pada PERMENLH Nomor 19 Tahun 2010 mengenai baku mutu pembuangan air limbah proses dari kegiatan pengolahan minyak bumi adalah BOD. Biological Oxygen Demand (BOD) adalah salah satu parameter uji air limbah yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik. Analisa BOD dilakukan dengan cara metode Winkler sesuai dengan SNI 06-6989-72-2009. Metode tersebut dilakukan dengan cara titrasi blanko, sampel awal limbah, dan sampel limbah setelah inkubasi selama 5 hari dalam kondisi gelap dan suhu 20oC. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja unit CPI yang ada di PPSDM MIGAS Cepu berdasarkan parameter BOD. Hasil perhitungan nilai BOD pada inlet CPI sebesar 10,0817 mg/l dan outlet CPI sebesar 0,0337 mg/l. Efisiensi kinerja CPI berdasarkan parameter BOD adalah 99,6740%.
PENGGUNAAN SERBUK TULANG AYAM SEBAGAI ADSORBEN DENGAN AKTIVATOR HCl DAN NaOH UNTUK MENGURANGI ION LOGAM KROMIUM Ferriansyah, Rizaldi Meydika; Hadiantoro, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.292

Abstract

Tulang ayam pada dasarnya bisa dimanfaatkan menjadi adsorben karena memiliki kandungan hidroksiapatit. Hidroksiapatit ini dapat dijadikan sebagai adsorben untuk pengolahan air limbah, karena banyak dan mudah diperbarui. Tujuan peneltitan ini untuk megetahui jenis aktivator HCl dan NaOH terhadap kemampuan adsorpsi ion logam kromium dari larutan K2Cr2O7, mengetahui pengaruh lama waktu aktivasi atau perendaman terhadap kemampuan adsorpsi ion logam kromium dari larutan K2Cr2O7, serta mengetahui perbedaan massa adsorben terhadap kemampuan adsorpsi ion logam kromium dari larutan K2Cr2O7. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel bebas yang digunakan adalah larutan aktivator HCl 1M dan NaOH 1M, lama waktu aktivasi atau perendaman 12 dan 24 jam massa adsorben 0,5; 1; 1,5; dan 2 gram. variabel kontrol yaitu waktu proses adsorpsi 1 jam, volume larutan K2Cr2O7 100 ml, dan konsentrasi logam kromium 100 ppm. Hasil penelitian yang didapat yaitu larutan aktivasi yang optimum menggunakan HCl dengan lama waktu aktivasi 24 jam dan massa adsorben 2 gram menunujukkan efektivitas adsorpsi 87% dan terjadi penurunan konsentrasi kromium dari 99,620 ppm menjadi 13,219 ppm.
PERHITUNGAN NERACA MASSA PADA STRIPPER (DA-101) DI PABRIK UREA DEPARTEMEN PRODUKSI I A PT PETROKIMIA GRESIK Prastika, Dhevita Tara Dwi; Qurrota’Ayuni, Dini; Chumaidi, Achmad; Matmulyanto, Matmulyanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.286

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan pupuk terbesar yang ada di Indonesia. PT Petrokimia Gresik mengoperasikan 23 pabrik yang terdiri dari 16 pabrik yang memproduksi pupuk serta 7 pabrik yang memproduksi produk non-pupuk. Pada proses produksi urea terdapat alat yang bernama stripper. Stripper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen atau lebih dari campurannya menggunakan prinsip perbedaan kelarutan. Departemen Produksi I A Urea memiliki kapasitas produksi sebesar 460.000 ton/tahun dan konsentrasi produk minimal 98,4%. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan neraca massa untuk mengevaluasi perhitungan neraca massa stripper pabrik urea PT Petrokimia Gresik. Perhitungan neraca massa yaitu berdasarkan banyaknya bahan yang masuk serta keluar dari sistem. Untuk menghitung neraca massa harus diketahui terlebih dahulu data bahan baku yang masuk dalam bentuk laju mol dan %mol. Hasil perhitungan neraca massa yang dilakukan pada alat stripper diperoleh total neraca massa input sama dengan total neraca massa output (balance) sebesar 232403 kg/jam.
PENGARUH PENAMBAHAN GELLING AGENT TERHADAP VISKOSITAS HAND SANITIZER GEL DARI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera.L) Sriambarwati, Sonia Amelia; Suharti, Profiyanti Hermien; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.516

Abstract

Hand sanitizer adalah antiseptik yang efektif karena mudah untuk dibawa kemanapun. Hand sanitizer biasanya mengandung 60-80% senyawa alkohol. Penggunaan alkohol secara terus menerus dapat mengakibatkan iritasi dan kulit kering. Alkohol dalam hand sanitizer dapat dikurangi dengan cara menambahkan bahan alami yang bersifat antiseptik. Alternatif yang dapat digunakan adalah tanaman lidah buaya. Daging lidah buaya mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, gliserin dan polifenol. Flavonoid dan saponin dalam lidah buaya berfungsi sebagai senyawa antibakteri, sedangkan senyawa gliserin berfungsi sebagai pelembab bagi kulit. Penggunaan lidah buaya dalam hand sanitizerselain sebagai antiseptik, diharapkan juga sebagai pelembab untuk kulit. Hand sanitizer dapat disajikan dalam bentuk semprot (spray) maupun gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jenis gelling agent (Carbopol 940, CMC-Na dam HPMC) serta jumlah gelling agent yang ditambahkan terhadap viskositas dari hand sanitizer. Proses pembuatan hand sanitizer dengan lidah buaya diawali dengan pembuatan ekstrak lidah buaya, setelah itu pembuatan sediaan gel dengan penambahan etanol serta ekstrak lidah buaya dan penambahan bahan bahan tambahan lainnya seperti, propylene glikol dan pewangi. Variabel untuk jumlah masing – masing gelling agent yang ditambahkan adalah 0,5 gram, 1 gram dan 1,5 gram pada 150 ml air dan 0,5 ml TEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan jumlah gelling agent yang diberikan berpengaruh terhadap viskositas dari hand sanitizer. Viskositas tertinggi didapatkan dari gelling agent carbopol 940 pada jumlah 1,5 gram dengan hasil viskositas 250,9145 cst. Sedangkan viskositas terendah didapatkan dari gelling agent HPMC pada jumlah 0,5 gram dengan hasil viskositas 11,9016 cst.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN BUBUK KALDU JAMUR TIRAM KAPASITAS 5000 TON/TAHUN Feranika, Nadya; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.524

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan penyedap rasa untuk meningkatkan kualitas rasa pada makanan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.Penyedap rasa dapat dibedakan menjadi penyedap rasa sintetis dan penyedap rasa alami. Penyedap rasa sintetis yang telah didistribusikan secara luas adalah Monosodium Glutamate (MSG). Namun penggunaan MSG yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Maka dari itu mulai dikembangkan penyedap rasa berbahan alami. Salah satu sumber penyedap rasa alami adalah jamur tiram yang diolah menjadi ‘Bubuk Kaldu Jamur Tiram’. Pra rancangan pabrik bubuk kaldu jamur tiram ini berkapasitas 5000 ton/tahun dengan waktu operasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Analisis ekonomi diperlukan dalam pra rancangan pabrik untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu pabrik untuk didirikan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Return on Investment (ROI) setelah pajak adalah 76%, nilai Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 0,7 tahun, nilai Break Even Point (BEP) adalah 74,4%, nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 70,4%, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) adalah 85,89%. Karena nilai ROI dan IRR yang didapatkan lebih besar dari pada bunga pinjaman bank yaitu sebesar 12% maka pabrik layak untuk didirikan.
PERANCANGAN TANGKI PENYIMPANAN NITROGEN KAPASITAS 0,0074 M3 PADA PRARANCANGAN PABRIK KIMIA ASAP CAIR Primalasita, Dinda Vindarina; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.257

Abstract

Pada produksi asap cair dibutuhkan alat berupa tangki. Tangki merupakan wadah penyimpanan yang sering dipakai di berbagai industri sebagai tempat penyimpanan bahan baku atau produk dan melindungi bahan dari kontaminan. Salah satu tangki yang dibutuhkan pada pabrik asap cair yaitu tangki nitrogen. Pemakaian nitrogen pada pabrik asap cair sangat penting yaitu berfungsi sebagai fluidized agent pada reaktor pirolisis dan untuk mengeluarkan atau meminimalisir kadar O2 dalam reaktor yang akan berpengaruh pada proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tangki penyimpanan nitrogen dengan kapasitas 0,0074 m3 pada pra rancangan pabrik kimia asap cair. Tangki dirancang dengan metode perhitungan desain bejana bertekanan dalam. Tipe tangki yaitu silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk ellipsoidal dished. Hasil perhitungan didapatkan total tinggi tangki 0,98 m; diameter tangki 0,39 m; dan tebal dinding tangki 0,0047 m. Berdasarkan hasil perhitungan nozzle, NRe bernilai > 2100 sehingga jenis aliran pada nozzle yaitu turbulen. Perhitungan desain tangki dilakukan berdasarkan data, API (American Petroleum Institute) Standard 12 C dan American Standards Association (ASA) B16.5-1953 sehingga dapat dikatakan layak dan aman.
PREDIKSI KESETIMBANGAN UAP-CAIR SISTEM BINER TERT-BUTANOL + 1-PENTANOL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL UNIFAC Kurnia, Alya Tri; Mustain , Asalil
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.297

Abstract

Penggunaan bahan bakar di indonesia masih didominasi oleh bahan bakar fosil yang ketersediannya semakin  menipis. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengurangi/meminimalisir konsumsi energi yang berasal  dari fosil. Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel yang dijadikan bahan bakar alternatif. Bioetanol diproduksi  melalui proses fermentasi dari bahan-bahan nabati. Bioetanol dapat digunakan sebagai bahan campuran  biopremium sehingga dapat menghemat cadangan minyak bumi. Dalam pembuatan bioetanol, produk yang  dihasilkan masih berupa campuran alkohol dengan nomor karbon 1-5 yang harus dipisahkan dengan metode  distilasi sehingga diperoleh alkohol dengan kemurnian yang tinggi. Pemilihan metode distilasi karena dapat  digunakan pada berbagai konsentrasi dan dapat menghasilkan kemurnian yang tinggi. Produk bawah dari proses  distilasi berupa air dan fusel oil yang mengandung komponen tert-butanol dan 1-pentanol. Pengetahuan tentang  kesetimbangan uap-cair dari campuran komponen-komponen yang akan dimurnikan diperlukan dalam  perancangan proses distilasi. Berdasarkan National Institute of Standards and Technology (NIST), data  kesetimbangan uap-cair sistem biner tert-butanol + 1-pentanol masih belum diteliti. Dalam upaya mengatasi  kekurangan data tersebut, data kesetimbangan uap-cair tert-butanol + 1-pentanol sistem biner akan diprediksi  dengan permodelan UNIFAC. Kemudian, data kesetimbangan yang didapat dikorelasikan dengan perhitungan  model Universal Quasi-Chemical (UNIQUAC). Dari hasil prediksi kesetimbangan uap-cair sistem biner tert-butanol  (1) + 1-pentanol (2), azeotrop tidak terbentuk pada sistem tersebut dan diperoleh nilai deviasi dari temperatur antara hasil prediksi UNIFAC dengan perhitungan UNIQUAC memiliki nilai rata-rata yang kecil yaitu sebesar 0,1310  K. 
EVALUASI FAKTOR KEKOTORAN PADA HEAT EXCHANGER – 03 CRUDE DISTILATION UNIT DI PPSDM MIGAS CEPU Nugroho, Dwicahyo Putro; Rulianah, Sri; Raharjo, Raharjo; Sindhuwati, Christyfani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.301

Abstract

Umumnya pada perencanaan HE ditambahkan sebuah faktor untuk mengantisipasi deposit dari kotoran dan kerak dengan sebuah tahanan (resistance) bernama faktor kekotoran (Rd). Evaluasi faktor kekotoran (Rd) merupakan suatu analisis untuk mengetahui seberapa kotor dan seberapa baik kerja dari Heat Exchanger yang selama ini digunakan. Pada jurnal kali ini penulis mengevaluasi faktor kekotoran pada Heat Exchanger-03 di PPSDM Migas Cepu. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui HE-03 di PPSDM Migas Cepu masih layak beroperasi atau tidak. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai fouling factor (Rd) sebesar 0.00311 btu/hr.ft2.ᵒF. Hasil yang didapatkan melebihi dari nilai Rd ketetapan, tetapi masih dalam batas nilai toleransi yang ditetapkan di buku Kern,1983. Nilai toleransi yang disarankan adalah 5-10%, dan hasil yang didapatkan 8.27% sehingga masih dalam batas toleransi hasil yang didapatkan. Dapat dinyatakan bahwa HE-03 untuk faktor kekotorannya masih dalam batas wajar yang ditetapkan.