cover
Contact Name
Ivan Sunata
Contact Email
sunataivan@gmail.com
Phone
+6285274603444
Journal Mail Official
sunataivan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci Jl. Kapten Muradi, Kec. Sungai Liuk, Kerinci, Jambi, Indonesia 37112
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah
ISSN : 27146510     EISSN : 27156273     DOI : https://doi.org/10.32939/ishlah
Core Subject : Religion,
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah is a journal that publishes current original researches on ushuluddin, adab and dakwah phenomenon and studies related to social and cultural context in Indonesia in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies. The focus study of Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah are: Interpretation of the Quran and Hadis; Humanities and Philology; Islamic Historical and Cultural Studies; Islamic communication/public speaking (Tabligh); Islamic counseling (Irsyad); Da’wah management (Tadbir); Islamic community development (Tamkin); Religion Studies.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023): Juni" : 12 Documents clear
Media Management of the Nahdlatul Ulama Da'wah Institute in Promoting Religious Moderation in the City of Padang Sidempuan Matondang, Ahmad Sultoni; Ritonga, Hasnun Jauhari
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.237

Abstract

The focus of this article is on the socialization of religious moderation in the City of Padang Sidimpuan. The city of Padang Sidimpuan has a diverse community, both ethnic, cultural and religious. For peace in the area, it is necessary to cultivate religious moderation in the midst of society which is carried out by the Nahdatul Ulama Da'wah Institute. In this socialization, communication and management are needed because in this process there are a series of concepts that must be prepared in a message before the message is channeled to the communicant. The method used is a qualitative method with data collection techniques using interviews and observation then using descriptive analysis. With the finding that in Padang Sidempuan, the Nahdlatul Ulama Da'wah Institute uses social media as their communication tool in socializing the important role of moderation in people's religious life. The Nahdlatul Ulama Da'wah Institute also thinks about a plan, organization, implementation and supervision that is carried out with the aim of influencing the people of Padang Sidempuan. The Nahdlatul Ulama Da'wah Institute uses social media such as Facebook, Instagram, Whatsapp to disseminate their content which leads to forms of counseling through social media with the aim of stimulating the public for the socialization of religious moderation. Focus kajian artikel ini tentang sosialisasi moderasai beragama di Kota Padang Sidimpuan. Kota Padang Sidimpuan memiliki masyarakat yang beragam, baik etnis, budaya dan agama. Untuk ketentraman di wilayah tersebut, diperlukan penanaman moderasi beragama di tengah masyarakat yang dilakukan oleh Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama. Di dalam sosialisasi tersebut diperlukan komunikasi dan manajemen sebab proses tersebut terdapat serangkaian konsep yang harus disiapkan pada suatu pesan sebelum pesan tersebut disalurkan kepada komunikan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi kemudian menggunakan analisis deskriptif. Dengan temuan bahwa di Padang Sidempuan, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi mereka dalam mensosialisasikan peran penting moderasi pada kehidupan beragama masyarakat. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama juga memikirkan mengenai suatu rencana, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi masyarakat di Padang Sidempuan. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp untuk menyebarkan konten-konten mereka yang mengarah kepada bentuk penyuluhan melalui sosial media dengan tujuan untuk menstimulus masyarakat atas sosialisasi moderasi beragama.
Madani Center Rokan Hulu Mosque: Management of Da'wah Media and Its Impact on the Quality of Community Religion Rusdi, Muhamad; Rubino, Rubino
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.238

Abstract

This article discusses the Madani Islamic Center Rokan Hulu mosque in developing da'wah media and influence on society in religious life. Along with the development of the Times that already refers to the contribution of technology, the Madani Islamic Center Mosque also uses technology in preaching dynamically and to see if the media used has a serious impact on the religious quality of the community in Rokan Hulu. This study uses qualitative descriptive method with the type of Field Research (field research). The source of data in this study is information directly from the informant by using a semi-structured interview system. In data analysis techniques, researchers collect data that is further reduced, presented and then concluded. The results of this study indicate the success of the media da'wah Masjid Madani Islamic Center Rokan Hulu either from planning, organizing, implementation and supervision has brought positive changes for the people of Rokan Hulu. By using da'wah media in the form of radio and television is proven to improve the quality of religious understanding of the people of Rokan Hulu, so as to make people always do good and leave evil in accordance with the conveyed Al-Qur'an and Hadith. Artikel ini membahas tentang Masjid Madani Islamic Center Rokan Hulu dalam mengembangkan media dakwah serta pengaruh terhadap masyarakat dalam kehidupan keagamaan. Seiring perkembangan zaman yang sudah mengacu kepada kontribusi teknologi maka Masjid Madani Islamic Center ikut menggunakan teknologi dalam berdakwah secara dinamis dan melihat apakah media yang digunakan berdampak serius kepada kualitas keagamaan masyarakat di Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data dalam penelitian ini adalah informasi langsung dari informan dengan menggunakan sistem wawancara semi terstruktur. Pada teknik analisis data, peneliti mengumpulkan data yang selanjutnya direduksi, disajikan kemudian disimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan media dakwah Masjid Madani Islamic Center kabupaten Rokan Hulu baik itu dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan telah membawa perubahan positif bagi masyarakat Rokan Hulu. Dengan menggunakan media dakwah berupa radio dan televisi terbukti dapat meningkatkan kualitas pemahaman agama masyarakat Rokan Hulu, sehingga membuat masyarakat senantiasa mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan sesuai dengan yang disampaikan Al-Qur’an dan Hadist.
Modern Era Da’wah Problems Perspective Surat Taha: 44 Aris Yusuf, Mochamad; Viruliana, Fajrina Margareth; Fikri, Alwanul
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.224

Abstract

With the increasing presence of digital media, the challenges of proselytizing faced by Muslims are also increasingly complex which can haunt Muslims who often access the media. Therefore, the author reveals a phenomenon intertwined in proselytizing activities with the perspective of Taha verse 44. This research is a descriptive qualitative research based on library research. The results of this study revealed that when carrying out proselytizing activities, a da'i should have a good personality, because the success and strength of a proselytizing depends on the person of the proselytizer himself. In the letter of Taha: 44, there is a story of the journey of the prophet Moses and the Prophet Aaron who were commanded by Allah Almighty to provide good education to Pharaoh. The verse explains how important it is as preachers to choose the right method of preaching, namely through rhetoric or meek words. Therefore, meekness is a shaky attitude that is always in demand among many people. So that with that trait will give birth to tranquility and peace for both da'i and mad'u perpetrators. Dengan kehadiran media digital yang semakin tinggi, tantangan dakwah yang dihadapi umat Islam juga semakin kompleks yang dapat menghantui umat Islam yang sering mengakses media. Oleh karena itu, penulis mengungkapkan fenomena yang terjalin dalam aktifitas dakwah dengan perspektif surat Thaha ayat 44. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan berbasis penelitian perpustakaan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa saat melaksanakan aktivitas dakwah, seorang da’i hendaknya memiliki kepribadian yang baik, sebab kesuksesan dan kekuatannya suatu dakwah sangat bergantung kepada pribadi dari pembawa dakwah itu sendiri. dalam surat Taha: 44, terdapat kisah perjalanan nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk memberikan edukasi yang baik kepada Fir’aun. Dalam ayat tersebut dijelaskan betapa pentingnya sebagai para pendakwah memilih metode yang tepat dalam menyampaikan dakwah, yakni melalui retorika atau perkataan yang lemah lembut. Oleh karena itu lemah lembut adalah sikap syahdu yang selalu diminati dikalangan banyak orang. Sehingga dengan sifat itu akan melahirkan ketenangan dan kedamaian baik bagi pelaku da’i maupun mad’u.
The Deradicalization of Islamic Boarding School in Indonesia: Study About the Prevention of Radicalism and Terrorism Movement in Indonesia Endrizal, Endrizal; Suharti, Suharti
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.226

Abstract

This research is about the deradicalization issue at Islamic boarding schools in Indonesia. The object of research is the deradicalization process in Islamic boarding schools. By using a political sociology approach, the research tries to capture the religious radicalism phenomena which are not fully the religious ideology indication but it is also social political tendency. This research is guided by social theories such as radical theory and deradicalization theory. The research method used is qualitative. Collecting data using interviews, observations, documentation and focused discussions (Focus Group Discussion). Data analysis was carried out by means of content analysis, discourse analysis and narrative analysis. Finding of the research is the radicalism action is begun from unsatisfying radical groups toward government, both in terms of economy, law, and politics. The increase of radical groups is influenced by religious doctrine taught by educational institutions affiliated with radical groups in other places. Deradicalisation is done through educational institutions and the roles of religious and state leaders. The roles of priest, curriculum and local community also have big roles in the deradicalization effort of Islamic boarding schools in Indonesia. Penelitian ini membahas tentang isu deradikalisasi di pondok pesantren di Indonesia. Objek penelitian adalah proses deradikalisasi di pondok pesantren. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi politik, penelitian ini mencoba menangkap fenomena radikalisme agama yang tidak sepenuhnya merupakan indikasi ideologi keagamaan tetapi juga merupakan kecenderungan sosial politik. Penelitian ini berpedoman pada teori-teori sosial seperti teori radikal dan teori deradikalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan diskusi terfokus (Fokus group Discussion. Analisis data dilakukan dengan cara analisis konten, analisis wacana dan analisis naratif. Temuan penelitian ini adalah aksi radikalisme berawal dari ketidakpuasan kelompok radikal terhadap pemerintah, baik dari segi ekonomi, hukum, maupun politik. Meningkatnya kelompok radikal dipengaruhi oleh doktrin agama yang diajarkan oleh lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan kelompok radikal di tempat lain. Deradikalisasi dilakukan melalui lembaga pendidikan dan peran pemimpin agama dan negara. Peran imam, kurikulum dan masyarakat lokal juga memiliki peran besar dalam upaya deradikalisasi pesantren di Indonesia.
Cucurak Tradition As A Family Communication Media For Welcoming Ramadan Muslim, Muslim; Noegroho, Jati; Aminuddin, Ahsani Taqwim
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.239

Abstract

This study aims to determine the process and meaning of the Cucurak tradition as a communication medium in addition to the tradition of welcoming the month of Ramadan in the people of Bogor City. This research method is qualitative with a phenomenological approach through semi-structured interviews with eight informants to obtain field data. The results of this study found that food consumed as part of health is a reflection of the culture and blessings of the natural surroundings. In addition, the cucurak tradition is a moment of gathering with families who have been separated due to migrating and working/schooling outside the city. Cucurak is a moment for parents to convey messages and noble values to their children and grandchildren in the family. This traditional celebration is carried out as part of gratitude to God for longevity, health, and sustenance given. So that the cucurak tradition in this study is interpreted as a family communication medium, even the media communicates with God and Nature. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan pemaknaan tradisi Cucurak sebagai media komunikasi selain tradisi menyambut bulan Ramadhan di masyarakat Bogor. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara semi terstruktur dengan delapan narasumber untuk mendapatkan data lapangan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa informan makanan yang dikonsumsi sebagai bagian dari kesehatan, cerminan budaya dan keberkahan alam sekitar. Selain itu tradisi cucurak menjadi momen berkumpul dengan keluarga yang telah terpisah karena merantau dan bekerja/sekolah di luar kota. Cucurak menjadi momen orang tua menyampaikan pesan dan nilai-nilai luhur kepada anak dan cucuk mereka dalam keluarga. Perayaan tradisi ini dilakukan sebagai bagian rasa syukur kepada Tuhan atas umur yang Panjang, kesehatan dan rezeki yang di berikan. Sehingga tradisi cucurak dalam penelitian ini dimaknai sebagai media komunikasi keluarga, bahkan media melakukan komunikasi dengan Tuhan dan Alam.
Construction of the Khilafah State According to Taqiyuddin An-Nabhani: Foundation for Development of Perception Measurement Instruments about the Khilafah Subando, Joko; Wibowo, Muhammad Kurniawan Budi
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.240

Abstract

Measuring perceptions of the khilafah is crucial to answer the differences in research results that are currently developing. However, to obtain reliable research results requires valid and reliable measurement instruments, while valid instruments can only be obtained from precise measurement constructs. This study aims to describe the construction of the caliphate state according to Taqiyuddin An Nabhani in the perspective of modern state theory. Research using a historical approach, data obtained from primary sources in the form of books written by Taqiyuddin An Nabhani such as Nidzamul Islam, Nidzmul Hukmi fil islam, and secondary sources in the form of books by his students such as democracy kufur system written by Abdul Qadim Zallum. According to Taqiyuddin An Nabhani, the caliphate is a general leadership that applies islamic law and charges it across the country. The Caliphate was established to realize sharia maqasid by imposing sanctions and criminal penalties according to Islamic law, the form of a unitary state, the form of government of the caliphate. In a caliphate state sovereignty is in the hands of God (Allah Swt) while power is in the hands of the people. Constitution in general life that all citizens both Muslim and non-Muslim get equal rights, whereas in private life such as worship, marriage, food and clothing are left to their respective religions. Pengukuran persepsi tentang khilafah menjadi hal penting untuk menjawab perbedaan hasil penelitian yang saat ini berkembang. Namun untuk mendapatkan hasil penelitian yang dapat dipercaya membutuhkan instrumen pengukuran yang valid dan reliabel, sedangkan instrumen yang valid hanya dapat diperoleh dari konstruk pengukuran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi negara khilafah menurut Taqiyuddin An Nabhani dalam perspektif teori negara modern. Penelitian menggunakan metode penelitian sejarah dengan langkah pertama pengumpulan data terkait pemikiran negara Khilafah menurut Taqiyuddin An Nabhani (heuristics), kedua verifikasi data (source criticism), ketiga sintesis dan analisis, keempat penjelasan konstruk negara khilafah menurut Taqiyuddin An nabhani dalam perspektif teori negara modern. Menurut Taqiyuddin An Nabhani, khilafah adalah kepemimpinan umum yang menerapkan hukum islam dan mendakwahkannya ke penjuru negeri. Khilafah didirikan untuk mewujudkan maqasid syariah dengan memberlakukan sanksi dan pidana sesuai hukum Islam, bentuk negara kesatuan, bentuk pemerintahan khilafah. Dalam negara khilafah kedaulatan di tangan Asy Syari’ (Allah Swt) sedangkan kekuasaan di tangan umat. Konstitusi pada kehidupan umum bahwa semua warga negara baik muslim maupun non-muslim mendapatkan hak yang sama, sedangkan dalam kehidupan privat seperti peribadatan, pernikahan, makanan dan pakaian diserahkan kepada agama masing-masing. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai fondasi dalam pengembangan instrumen pengukuran persepsi tentang khilafah
Islamization of Science in Raji Al-Faruqi’s Thought, between The Fundamentalism Reflection and Construction of New Epistemological Knowledge Badarussyamsi, Badarussyamsi
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.225

Abstract

This article discusses more deeply and presents an exploration of the study of Ismail Raji al-Faruqi with his knowledge of the Islamization paradigm. This exploration is important considering that there are assessments that have not positioned al-Faruqi proportionally, for example al-Faruqi's ideas are considered as a general characteristic of religious fundamentalism, or as a representation of a marginal culture. The main problem to be answered is whether the idea of the Islamization of knowledge is a pure scientific project or is it only a theological response of religious fundamentalism? As a literature study, this article conducts an in-depth study of al-Faruqi's work, especially on the Islamization of knowledge. As for analyzing it, I use theories of knowledge paradigms or theories about the basics of knowledge. The research findings show that although it has religious content, al-Faruqi's idea of the Islamization of knowledge cannot be categorized as a representation of theological expression of religious fundamentalism. In contrast, al-Faruqi has academically designed a notion of knowledge as a critique of previous knowledge. In constructing his knowledge, al-Faruqi has fulfilled philosophical stages such as determining the object of study as the basis of his ontological study, and determining the framework of study as his epistemological basis. However, al-Faruqi's efforts still require follow-up from later scientists so that the idea of the Islamization of knowledge is truly realized to the fullest. Artikel ini mendiskusikan lebih dalam dan menyuguhkan eksplorasi kajian tentang Ismail Raji al-Faruqi dengan paradigma Islamisasi pengetahuannya. Eksplorasi ini penting mengingat adanya penilaian yang belum memposisikan al-Faruqi secara proporsional, misalnya gagasan al-Faruqi dinilai sebagai karakter umum fundamentalisme agama, ataupun merupakan representasi dari kultur yang marjinal. Masalah utama yang diangkat adalah apakah gagasan Islamisasi pengetahuan merupakan proyek ilmu pengetahuan murni ataukah hanya sebatas respon teologis dari fundamentalisme keagamaan? Sebagai sebuah penelitian literatur, artikel ini melakukan kajian mendalam terhadap karya al-Faruqi khususnya tentang Islamisasi pengetahuan. Adapun untuk menganalisisnya, saya menggunakan teori-teori paradigma pengetahuan ataupun teori tentang dasar-dasar pengetahuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki muatan keagamaan, gagasan Islamisasi pengetahuan al-Faruqi tidak dapat dikategorikan sebagai representasi dari ekspresi teologi fundamentalisme agama. Sebaliknya, al-Faruqi secara akademis telah merancang sebuah gagasan pengetahuan sebagai kritik dari pengetauan sebelumnya. Dalam mengkonstruksi pengetahuannya, al-Faruqi telah memenuhi tahapan-tahapan filosofis seperti penentuan objek kajian sebagai basis kajian ontologisnya, serta penentuan kerangka kajian sebagai basis epistemologisnya. Namun, upaya al-Faruqi masih memerlukan tindak lanjut dari ilmuan setelahnya agar gagasan Islamisasi pengetahuan ini benar-benar terealisasi secara maksimal.
Study of the Word Rahmah in the Context of Giving Grace to Prophets and Apostles Admizal, Iril
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.242

Abstract

Arabic is a very unique language among the languages ​​in the world, but between the Arabic used by humans it is very different from the language…..used by the Qur'an, because the language of the Qur’an comes from…the Divine Language so that its literary value is very high when compared to the language used by humans. And many words in the Qur'an are very interesting to study. Among them is, said رحمة (rahmah). In the Qur'an there are 114 words رحمة (rahmah). In this research, the writer will look at the mercy bestowed on the Prophet and Apostle, because the grace given to the Prophet and Apostle is not the same, so it is very interesting to study. It is a method of maudhu’i to find solutions to problems by collecting verses related to the topic. From the results of the research, it was found that the blessings bestowed on the Prophets and Messengers were different and in different contexts and not all Prophets and Apostles received Allah's grace. Among those who received these gifts were: Prophet Muhammad, Zakarya, Zulkifli, Musa, Shuaib , Ayub, Yusuf, Ismail, Lut, Saleh, and Hud and if classified again the Prophet Muhammad was given more grace than the others where the Prophet Muhammad, was given grace starting from birth, before the apostleship and after the apostleship. Bahasa Arab adalah Bahasa yang sangat unik diantara Bahasa-bahasa yang ada di dunia, namun antara Bahasa Arab yang digunakan oleh manusia sanagatlah berbeda dengan Bahasa yang digunakan al-Qur’an, karena Bahasa al-Qur’an berasal dari Bahasa Ilahi sehingga nilai sastranya sagat tinggi bila dibandingkan dengan Bahasa yang digunakan oleh manusia. Dan banyak kata dalam al-Qur’an yang sangat menarik untuk dikaji. Diantaranya adalah, kata رحمة rahmah. Dalam al-Qur’an ditemukan sebanyak 114 kata رحمة rahmah. Pada penelitian ini penulis akan melihat dari sisi rahamat yang dianugerahkan kepada Nabi dan Rasul, karena rahmat yang diberkan kepada Nabi dan Rasul tidak lah sama sehingga sangat menarik untuk dikaji. Adaupun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode Maudhu’i, dimana metode maudhu’i adalah metode yang berusaha mencari pemecahan masalah dengan mengumpulkan ayat-ayat yang terkait dengan topik. Dari hasil penelitian didapatlah bahwa rahmat yang dianugerahkan kepada Nabi dan Rasul berbeda-beda dan dalam kontek yang berbeda-beda pula dan tidak semua Nabi dan Rasul mendapatkan anugerah Allah diantara yang memperoleh anugerah tersebut adalah: Nabi Muhammad, Zakarya, zulkifli, musa, Syuaib, Ayub, Yusuf, Ismail, Luth, Shaleh, dan Hud dan jika diklasifikasikan lagi Nabi Muhammad diberi dianugerahi rahmat lebih dibandingkan yang lainnya dimana Nabi Muhammad, diberi rahmat mulai dari lahir, sebelum kerasulan dan setelah kerasulan.
The Role of K.H Muhammad Burkan Saleh in The Development of Islam in Kerinci Satria, Oga
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.243

Abstract

The process of Islamic development in each region was heavily influenced by scholars from outside the region and local residents within the area. As time goes by, the role of the clergy in the process of Islamic development becomes increasingly important because it is accompanied by various problems and needs of the people they face. Therefore, it is important to confirm their contribution from time to time as K.H Muhammad Berkan Saleh has done. This survey uses a qualitative research method. While the approach used in this study is historical in nature which allows us to see the events that surrounded K.H Muhammad Berkan Saleh throughout his lifetime. In addition, this study uses a philological approach to the works written by K.H Muhammad Berkan Saleh. Proses perkembangan Islam di setiap daerah banyak dipengaruhi oleh para ulama baik dari luar daerah maupun penduduk lokal di dalam daerah tersebut. Seiring berjalannya waktu, peran ulama dalam proses pembangunan Islam menjadi semakin penting karena dibarengi dengan berbagai masalah dan kebutuhan umat yang dihadapinya. Oleh karena itu, penting untuk mengkonfirmasi kontribusi mereka dari waktu ke waktu sebagaimana yang dilakukan oleh K.H Muhammad Berkan Saleh. Survei ini menggunakan metode survei kualitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat historis yang memungkinkan kita untuk melihat peristiwa-peristiwa yang melingkupi K.H. Muhammad Berkan Saleh semasa hidupnya. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan filologi terhadap karya-karya yang ditulis oleh K.H. Muhammad Berkan Saleh.
The Salafi Da'wah Movement and its Implications on Religious Rituals in Kota Sungai Penuh Faizin, Faizin; Afridawati, Afridawati
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i1.246

Abstract

The focus of this article is to analyze the Salafi da'wah movement and its influence on the religious rituals of the people in Sungai penuh City. Salafi da'wah is a movement that calls Muslims to the basis of religion, namely the Qur'an and Hadits, as well as trying to really religion by using reason so that it can answer the changing times. The method used is a field method, with data collection techniques that are direct observation to see the religious rituals that are applied in the community. The result of the analysis is that the salafi movement does not accept the interpretation of religion by reason of all issues based on the Quran and the Sunnah of the Prophet Muhammad SAW. Salafiyyah does not see the contradiction between reason and the Qur'an. However, the mind has no power to interpret, interpret, or decipher the Qur'an, except within the limits permitted by the words (language) and corroborated by the Hadits. Then the mind will be justified and submitted to the revelation, then it will be brought closer to the mind. There is a different perception in the people of Sungai Penuh city that there are those who accept and reject the salafi movement more, but are more likely to like to bid'ah some existing rituals such as the Prophet's Muhammad SAW birthday ceremony, Ta'ziyah, grave pilgrimage and other ceremonies. Fokus kajian artikel ini adalah menganalisis gerakan dakwah salafi dan pengaruhnya terhadap ritual keagamaan masyarakat di Kota Sungai penuh. Dakwah salafi merupakan gerakan yang menyeru kepada umat Islam kepada dasar agama yaitu Al-Qur’an dan hadits, serta berusaha sungguh-sungguh agama dengan menggunakan akal sehingga dapat menjawab perubahan zaman. Metode yang digunakan adalah metode lapangan, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi secara langsung melihat ritual-ritual keagamaan yang diterapkan di tengah masyarakat. Hasil analisisnya adalah gerakan salafi tidak menerima interpretasi agama dengan akal semua masalah berdasarkan al-Quran dan Sunnah Nabi saw. Salafiyyah tidak melihat kontradiksi antara akal dan Al-Qur'an. Namun, akal pikiran tidak mempunyai kekuasaan untuk menakwilkan, menafsirkan, atau menguraikan Qur'an, kecuali dalam batas-batas yang diizinkan oleh kata-kata (bahasa) dan dikuatkan oleh Hadits. Kekuasaan akal pikiran sesudah itu tidak lain hanya membenarkan dan tunduk kepada wahyu, kemudian mendekatkannya kepada alam pikiran. Ada persepsi yang berbeda pada masyarakat Kota Sungai Penuh yaitu ada yang menerima dan yang menolak gerakan salafi lebih, namun lebih cenderung suka membid'ah beberapa ritual yang ada seperti upacara Maulid Nabi, Ta'ziyah, ziarah kubur dan upacara lainnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12