cover
Contact Name
Winda Dwi Hudhana
Contact Email
windasruri@gmail.com
Phone
+6285728565000
Journal Mail Official
linguarima@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan I/33 Cikokol Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26211033     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v9i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan karya ilmiah dosen, mahasiswa, praktisi nasional maupun internasional yang berkontribusi dalam pembaharuan ide, konsep dan teori berkaitan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian dapat berupa: 1. Hasil penelitian pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 2. Penelitian tindakan kelas pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 3. Penelitian eksperimen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 4. Penelitian pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. 5. Hasil penelitian dibidang linguistik dan sastra Indonesia. 6. Hasil analisis linguistik dan sastra Indonesia.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2025)" : 30 Documents clear
SIMBOLISME BANGUNAN JAM GEDE JASA SEBAGAI IKON BARU TANGERANG: KAJIAN ETNOPEDAGOGI BERNILAI BUDAYA SERTA IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Solihat, Ilmi; Muhyidin, Asep; Leksono, Suroso Mukti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna yang terkandung dalam setiap kode-kode yang ditonjolkan serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan kajian semiotika Peirce seorang filsuf dari Amerika yang menandaskan bahwa tanda-tanda berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya, keberadaannya memiliki hubungan sebab-akibat dengan tanda-tanda atau karena ikatan konvensional dengan tanda-tanda tersebut. Melalui kajian semiotika Peirce dapat mengungkapkan bagaimana makna, ide, serta nilai-nilai tertentu yang disosialisasikan lewat karya seni. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskripsi. Data yang diperoleh dengan cara observasi objek Bangunan Jam Gede Jasa, metode cakap, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada informan terpilih yang diasumsikan mengetahui seluk-beluk didirikannya bangunan Jam Gede Jasa Kota Tangerang Provinsi Banten beserta kandungan nilai ikon kotanya. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa Jam Gede Jasa makna kata berasal dari Bahasa Sunda Tangerang yang berarti sangat besar sekali, bangunan tersebut berbentuk gear memiliki makna sebagai kota Industri, dan tinggi bangunan 17 meter menandakan tanggal kemerdekaan negara Indonesia. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dari temuan ini adalah pentingnya pemahaman konteks budaya dan sejarah dalam bahasa. Dengan mengetahui asal usul dan makna simbolik dari suatu kata atau objek, siswa dapat mengembangkan keterampilan membaca dan memahami teks yang kaya akan nilai historis dan budaya. Kata kunci : Simbolisme, Jam Gede Jasa, Kajian Etnopedagogi, Nilai Budaya
STRUKTUR SASTRA LISAN MANTRA PENGOBATAN DI KECAMATAN RANTAU PANDAN Anisa, Nur; Sartika, Delita; Nurfadilah, Nurfadilah
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13846

Abstract

Mantra merupakan salah satu sastra lisan yang berkembang di tengah masyarakat termasuk masyarakat Lubuk Kayu Aro. Mantra dikaitkan dengan berbagai hal seperti pengobatan, pekerjaan, pernikahan, dan sebagainya. Pada penelitian ini, mantra yang dianalisis adalah mantra pengobatan yang digunakan untuk mengobati dan menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur sastra lisan mantra pengobatan di Dusun Lubuk Kayu Aro. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dalam penelitian ini adalah mantra pengobatan yang diperoleh melalui wawancara kepada pawang atau dukun penutur mantra. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Mantra yang telah dikumpulkan, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk memastikan keabsahan terjemahan tersebut, peneliti melakukan member checking dengan pawang atau dukun penutur mantra tersebut. Selanjutnya, data dianalisis berdasarkan teori struktur mantra Majusman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 mantra pengobatan yang memiliki struktur, yaitu diksi dan imaji. Diksi dalam sastra lisan mantra pengobatan merupakan diksi yang unik dan menggunakan dialek Melayu Dusun Lubuk Kayu Aro. Diksi dalam mantra pengobatan memiliki makna konotatif dan makna denotatif serta terdapat unsur sugesti. Selanjutnya imaji atau penggunaan citraan untuk menimbulkan daya bayang dengan mengandalkan pancaindera.  Imaji dalam sastra lisan mantra pengobatan Dusun Lubuk Kayu Aro terdiri Imaji visual (penglihatan), Imaji taktil (peraba/sentuhan), dan imaji auditif (pendengaran). Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa diksi dan imaji dalam mantra pengobatan menggunakan diksi dan imaji yang dapat menggugah kepercayaan penggunanya. Kata kunci: Sastra Lisan, Mantra Pengobatan
PENGEMBANGAN KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SENJA DI BALIK JENDELA KARYA ASMA NADIA DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Istanti, Nunik; Hadi, Muhamad Sofian
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13854

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji analisis karakter tokoh dalam Novel Senja di Balik Jendela karya Asma Nadia dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik untuk menganalisis aspek psikologis, emosional, sosial, moral, dan budaya dalam novel serta penerapannya dalam pendidikan. Data utama berupa kutipan karakter teks novel Senja di Balik Jendela karya Asma Nadia, didukung artikel ilmiah dan teori terkait pengembangan karakter dan pembelajaran bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumenter dan analisis teks. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah analisis isi novel, yang bertujuan mengevaluasi aspek-aspek pembentukan karakter tokoh. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif da untuk menemukan unsur-unsur pembentukan karakter tokoh, lalu hasil analisis tersebut diorganisasikan, ditafsirkan, dan dijadikan dasar dalam merumuskan kesimpulan serta saran untuk implementasi pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek psikologis adalah dimensi paling dominan dalam pengembangan karakter tokoh dalam novel ini. Aspek tersebut memengaruhi dimensi lain, seperti emosional, sosial, moral, dan budaya, sehingga relevan untuk pendidikan di sekolah dasar. Pengalaman psikologis dalam novel dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk membantu siswa memahami emosi, mengelola perasaan, menghadapi masalah emosional, dan mengatasi stres.Kata Kunci: Karakter, Tokoh, Novel, Bahasa Indonesia, Sekolah Dasar
PENGGUNAAN VIDEO BERBASIS KEARIFAN LOKAL JAMBI DALAM MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS VII SMP NEGERI 7 MUARO JAMBI Wahyuni, Jelindra; Harjono, Hary Soedarto; Rahmawati, Sophia
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan video berbasis kearifan lokal Jambi dalam pembelajaran menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMPN 7 Muaro Jambi. Teks deskripsi adalah jenis teks yang menggambarkan suatu objek secara rinci sehingga pembaca dapat membayangkan objek tersebut secara nyata. Penggunaan media video berbasis kearifan lokal dipilih untuk meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam menulis, serta mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil tulisan siswa. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video berbasis kearifan lokal Jambi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan kualitas tulisan mereka. Siswa menjadi lebih antusias, memahami materi dengan lebih baik, dan mampu menulis teks deskripsi yang lebih terperinci dan menarik. Selain itu, penggunaan video yang mengangkat budaya lokal juga membentuk kesadaran budaya pada siswa dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kearifan lokal daerah mereka.Kata kunci: Menulis, Teks Deskripsi, Video, Kearifan Lokal, Jambi
STRATEGI TINDAK MENGANCAM MUKA NEGATIF DALAM FILM PERTARUHAN THE MOVIE Yunus, Muhammad; Syakir, Akhmad; Fari, Algi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak mengancam muka negatif (negative face threatening acts/FTA negatif) yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film Pertaruhan The Movie. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah film Pertaruhan The Movie yaitu film laga Indonesia yang dirilis pada 9 Februari 2017 yang diproduksi oleh IFI Sinema, disutradarai oleh Krishto Damar Alam. Data yang dianalisis berupa kutipan tuturan tokoh dalam bentuk dialog yang menunjukkan ekspresi perintah, teguran, nasihat, saran, dorongan, usulan, hutang, janji, kemarahan, dan kebencian. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, dengan menelaah tuturan verbal dalam transkrip dialog film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 data tuturan yang ditemukan, terdapat tiga jenis FTA negatif yang dominan, yaitu: (1) ujaran yang menghambat kebebasan pendengar (perintah, teguran, ancaman), (2) ujaran yang menimbulkan tekanan emosional dan beban moral (permintaan mendesak, usulan ekstrem), dan (3) ujaran yang mengandung dorongan sarkastik, kemarahan, serta kebencian. Pilihan strategi bald on record mendominasi dalam komunikasi antartokoh, mencerminkan situasi sosial yang penuh tekanan, relasi kuasa yang timpang, dan kondisi psikologis yang tertekan. Kajian ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi representasi nyata dari dinamika pragmatik dalam kehidupan sosial, serta memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks otentik dan kontekstual. Kata kunci: Tindak tutur, muka negatif, kesantunan, pragmatik
REPRESENTASI VISUAL DAN VERBAL IKLAN SAMPO HEAD & SHOULDERS DI YOUTUBE: KAJIAN SEMIOTIK CHARLES MORRIS Wati, Afifah Ashma; Sulaeman, Agus; Hoon, Kim Dong
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis repesentasi pesan visual dan verbal pada Iklan Shampo Head And Shoulders Versi Move on bro Joe Taslim dan Fadil Jaidi Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif conten analsis penelitian ini berfokus pada analisis elemen visual dan audio yang mendukung penyampaian pesan iklan. Data sekunder penelitian ini dengan melihat iklan Head and Shoulders versi Move on Bro. Sumber data yaitu Iklan shampo Head & Shoulders Indonesia Versi Move on bro Joe Taslim dalam format soft file bentuk mp4 yang diunduh dari YouTube. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini melalui pendekatan deskriptif visual iklan ini berhasil menekankan bahwa Shampo Head & Shoulders merupakan solusi andal untuk mengatasi masalah ketombe dan meningkatkan rasa percaya diri, visual ini menekankan bahwa rambut tidak sehat merupakan isu yang perlu segera diatasi. Audio pada setiap iklan shampo Head & Shoulders menggunakan musik latar dengan nada segar dan dinamis, menciptakan suasana awal yang menarik perhatian, dan memperkenalkan suasana produk yang bersih dan segar, menyelaraskan dengan visual logo Head & Shoulders. Penelitian ini menyoroti pentingnya harmoni antara elemen visual dan audio untuk menghasilkan pesan iklan yang efektif dan menarik perhatian audiens. Kata kunci: Visual, Verbal, Iklan, Semiotik
PSIKOANALISIS KARAKTER TOKOH PADA CERPEN ANAK THE VELVETEEN RABBIT KARYA MARGERY WILLIAMS Aisah, Nur; Rachmawati, Dian Karina; Mubarok, Insani Wahyu
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fase psikologis tokoh Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) dalam cerpen The Velveteen Rabbit menggunakan teori psikoanalisis Jacques Lacan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Data yang diteliti berkaitan dengan kutipan berupa narasi, dialog, kalimat, teks menunjukan psikoanalisis dari teks cerpen The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru). Sumber data yaitu cerpen The Velveteen Rabbit karya Margery Williams. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan studi pustaka yaitu dengan baca dan catat teks cerpen The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) melalui sumber-sumber yang tertulis yang berkaitan dengan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan psikoanalisis Jacques Lacan untuk mendeskripsikan fase imajiner, simbolik dan real dalam teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fase imajiner tercermin dalam keinginan The Velveteen Rabbit untuk menjadi “nyata” melalui pembentukan identitas diri atau gambaran diri dengan citra ideal yang dibayangkan dan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Fase simbolik terlihat dari pengakuan cinta anak sebagai makna simbolik melalui proses interaksi ke dalam dunia bahasa dan norma sosial untuk memperoleh rasa identitasnya yang memberikan The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) pemahaman baru tentang eksistensinya sebagai lebih dari sekadar mainan. Fase ril tampak dalam momen traumatik saat The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) dibuang, yang mengakibatkan transformasi akhir menjadi “nyata.”Kata kunci: Psikonalisis, Karakter tokoh, Cerpen
MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL EGOSENTRIS KARYA SYAHID MUHAMMAD SEBAGAI INVENSI PENYUSUNAN BAHAN AJAR BERBASIS P5 DI SMA Fatmawati, Fatmawati; Suhita, Raheni
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah sosial yang terdapat dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad dan memanfaatkan temuan tersebut sebagai invensi penyusunan bahan ajar berbasis Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis masalah sosial yang diangkat dalam novel. Sumber data dalam penelitian ini meliputi dokumen berupa novel Egosentris karya Syahid Muhammad dan informan berupa 2 guru bahasa Indonesia dan 10 peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Gemolong. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis dokumen dan wawancara terstruktur. Teknik uji validitas yang digunakan adalah teknik uji validitas triangulasi teori dan sumber. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis masalah sosial yang dicerminkan oleh peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam novel, yaitu kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, pelanggaran norma masyarakat, masalah lingkungan hidup, dan birokrasi. Temuan masalah sosial tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang bahan ajar sastra berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada tema Bangunlah Jiwa dan Raganya. Temuan ini menambah pengetahuan mengenai apresiasi sastra dan menanamkan nilai karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.Kata kunci: Novel, masalah sosial, bahan ajar, P5
GAYA BAHASA DALAM NOVEL KOMPONIS KECIL KARYA SOESILO TOER: KAJIAN STILISTIKA Lestari, Wahyu Fajar; Suryanto, Edy; Wardhani, Nugraheni Eko
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai gaya bahasa yang terdapat dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer dengan jumlah 170 halaman. Data penelitian ini berasal dari dialog atau kutipan novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer yang mengandung gaya bahasa tertentu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan berbagai gaya bahasa dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer, yaitu a) 12 gaya bahasa pertautan mencakup 5 majas sinekdoki, 2 majas metonimi, dan 5 majas eufemisme; b) 80 gaya bahasa perbandingan meliputi, 25 majas personifikasi, 30 majas metafora, dan 25 majas simile; c) 76 gaya bahasa pengontrasan mencakup 15 majas ironi, 16 majas sarkasme, 10 majas paradoks, 5 majas litotes, dan 30 majas hiperbola; d) 35 gaya bahasa repetisi yang mencakup 12 majas repetisi, 5 majas paralelisme, 10 majas anafora, 3 majas polisindenton, dan 5 majas asindenton; serta e) 15 gaya bahasa bentuk lain, yaitu 10 majas retoris dan 5 majas antitesis. Gaya bahasa yang paling dominan adalah gaya bahasa perbandingan. Fungsi gaya bahasa dalam novel tersebut adalah memberikan kesan hidup, tidak monoton, indah, memperkuat isi, serta memperkuat suasana cerita dan pencerminan tokohnya. Kata kunci: Gaya Bahasa, Karya Sastra, Novel
GASTRONOMI NUSANTARA SEBAGAI STRATEGI PENGENALAN DAN PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA PADA PEMELAJAR BIPA Andriana, Wahyu Dian; Suyatno, Suyatno; Indrawati, Dianita
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13597

Abstract

Tujuan penelitian ini 1) mendeskripsikan keberagaman gastronomi Nusantara, dan 2) mendeskripsikan strategi pengenalan dan pelestarian gastronomi Nusantara sebagai budaya Indonesia pada pemelajar BIPA. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data dari tujuh buku cerita anak terbitan 2018–2020. Data yang dikumpulkan mencakup kata, frasa, kalimat hingga wacana tentang nama kuliner Nusantara, daerah asal, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Kemudian, data dianalisis dengan teknik alir yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastronomi Nusantara merepresentasikan dinamika sosial, sejarah, dan budaya masyarakat Indonesia. Integrasi dalam pembelajaran BIPA membuat pemelajar memahami bahasa dalam konteks budaya, memperkaya wawasan, dan meningkatkan keterampilan komunikasi. Promosi melalui media sosial dan festival kuliner dapat memperluas daya tarik gastronomi Nusantara di tingkat global. Mahasiswa BIPA berperan sebagai agen budaya yang memperkenalkan gastronomi Nusantara melalui gastrodiplomasi di negara asal. Gastronomi Nusantara dapat terus dikenalkan, dilestarikan, dan diperkuat sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.Kata kunci: Gastronomi Nusantara, budaya, Indonesia, BIPA

Page 3 of 3 | Total Record : 30