cover
Contact Name
Zauhani Kusnul
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP)
ISSN : 27160483     EISSN : 27156036     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Ilmiah Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Ilmiah Pamenang menerima karya ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil penelitian maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 160 Documents
HUBUNGAN SEDENTARY LIFESTYLE DAN KEBIASAAN MAKAN JUNK FOOD DENGAN OBESITAS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NURUL JADID : THE RELATIONSHIP BETWEEN A SEDENTARY LIFESTYLE AND JUNK FOOD HABITS AND OBESITY IN NURUL JADID UNIVERSITY STUDENTS Milayatus Sahidah; Ahmad Kholid Fauzi; S. Tauriana Tauriana
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.458

Abstract

Abstrak   Obesitas pada kalangan mahasiswa telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius seiring dengan perubahan transisi gaya hidup di lingkungan kampus. Faktor utama yang diduga kuat berkontribusi terhadap fenomena ini adalah meningkatnya perilaku sedenter dan tingginya konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sedentary lifestyle dan kebiasaan makan junk food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Universitas Nurul Jadid. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 380 mahasiswa Universitas Nurul Jadid dengan jumlah sampel sebanyak 184 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner untuk mengukur gaya hidup sedenter dan pola makan junk food, serta pengukuran antropometri untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat gaya hidup sedenter yang tinggi (54,9%), kebiasaan konsumsi junk food yang tinggi (51,6%), serta mengalami obesitas (51,1%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dengan obesitas (r = –0,127; p = 0,086) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan junk food dengan obesitas (r = 0,001; p = 0,986). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dan kebiasaan makan junk food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa. Hal ini mengindikasikan bahwa obesitas pada mahasiswa kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain yang bersifat multifaktorial, seperti genetik, metabolisme, dan faktor lingkungan. Oleh karena itu, tetap diperlukan upaya promosi kesehatan terkait peningkatan aktivitas fisik dan edukasi gizi seimbang di lingkungan universitas guna menekan angka kejadian obesitas pada mahasiswa. Abstract   Obesity among university students has become a serious public health concern due to lifestyle transitions in the campus environment. The main factors strongly suspected of contributing to this phenomenon are increased sedentary behavior and high consumption of fast food. This study aimed to analyze the relationship between sedentary lifestyle and junk food consumption habits and the incidence of obesity among students at Nurul Jadid University. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of 380 students at Nurul Jadid University, with a sample of 184 respondents selected using a simple random sampling technique. The research instruments included questionnaires to assess sedentary lifestyle and junk food consumption patterns, as well as anthropometric measurements to determine Body Mass Index (BMI). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that the majority of respondents had a high level of sedentary lifestyle (54.9%), high junk food consumption habits (51.6%), and were classified as obese (51.1%). The statistical analysis indicated that there was no significant relationship between sedentary lifestyle and obesity (r = –0.127; p = 0.086), and no significant relationship between junk food consumption habits and obesity (r = 0.001; p = 0.986). In conclusion, there is no significant relationship between sedentary lifestyle and junk food consumption habits and the incidence of obesity among students. These findings suggest that obesity among students is likely influenced by other multifactorial factors, such as genetic, metabolic, and environmental factors. Therefore, health promotion efforts focusing on increasing physical activity and providing balanced nutrition education are still necessary in the university setting to reduce the incidence of obesity among students.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI: THE RELATIONSHIP BETWEEN THE QUALITY OF HEALTH SERVICES AND THE REVISIT INTEREST OF OUTPATIENT PATIENTS AT THE INTERNAL MEDICINE POLYCLINIC OF GAMBIRAN REGIONAL HOSPITAL, KEDIRI CITY Panca Radono; Ardi Bastian
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.460

Abstract

Abstrak     Mutu pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan Minat Kunjungan Ulang Pasien, khususnya pada layanan rawat jalan. Penurunan jumlah kunjungan ulang dapat menjadi indikator belum optimalnya mutu pelayanan yang diberikan. Di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Gambiran Kota Kediri, terjadi penurunan jumlah pasien serta tingkat kepuasan yang belum mencapai standar minimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di RSUD Gambiran Kota Kediri pada tahun 2022. Sampel penelitian sebanyak 105 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mutu pelayanan kesehatan berdasarkan dimensi SERVQUAL dan Minat Kunjungan Ulang Pasien yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Skala data yang digunakan adalah kategorik (ordinal). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan kesehatan masih kurang pada beberapa dimensi. Minat Kunjungan Ulang Pasien pasien sebagian besar berada pada kategori baik. Terdapat hubungan signifikan antara mutu pelayanan kesehatan terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien, terutama pada dimensi tangible (p=0,037), reliability (p=0,001), dan responsiveness (p=0,000), sedangkan dimensi assurance tidak berpengaruh signifikan (p=0,619).Kesimpulan penelitian ini adalah mutu pelayanan kesehatan berhubungan terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien. Peningkatan fasilitas, keandalan pelayanan, serta daya tanggap tenaga kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan minat pasien kembali berobat. Abstract The quality of healthcare services plays a crucial role in increasing patient revisit interest, particularly in outpatient services. A decrease in the number of revisits can be an indicator of suboptimal service quality. At the Internal Medicine Polyclinic of Gambiran Regional Hospital, Kediri City, there was a decrease in the number of patients, and the level of satisfaction did not reach the minimum standard. The purpose of this study was to analyse the effect of healthcare service quality on patient revisit interest. This study used an analytical survey design with a cross-sectional approach conducted at Gambiran Regional Hospital, Kediri City, in 2022. The research sample consisted of 105 respondents selected using the accidental sampling technique. Data were collected using a healthcare service quality questionnaire based on the SERVQUAL dimensions and revisit interest that had been tested for validity and reliability. The data scale used was categorical (ordinal). Data analysis was performed using the chi-square test and logistic regression. The results indicated that most respondents considered healthcare service quality to be lacking in several dimensions. Most patients expressed a strong interest in revisiting healthcare services. There is a significant influence of the quality of health services on the intention to revisit, especially in the tangible dimension (p=0.037), reliability (p=0.001), and responsiveness (p=0.000), while the assurance dimension has no significant influence (p=0.619). The conclusion of this study is that the quality of health services influences the intention to revisit patients. Improvements in facilities, service reliability, and responsiveness of health workers need to be carried out continuously to increase the interest of patients returning for treatment.
KOMBINASI EFFLEURAGE MASSAGE DAN KNEADING MASSAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI : THE EFFECT OF COMBINED EFFLEURAGE MASSAGE AND KNEADING MASSAGE ON BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSIVE PATIENTS Rafida Bella; Erlina Windyastuti; Saelan Saelan
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.464

Abstract

Abstrak Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan pembuluh darah yang meningkat. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu farmakologis dan non farmakologis. Terapi non farmakologi kombinasi massage effleurage dan massage kneading merupakan bagian dari terapi komplementer untuk mencegah mortalitas dan mordibitas akibat adanya komplikasi penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi massage effleurage dan massage kneading terhadap pasien hipertensi. Metode penelitian ini adalah penelitian quasy eksperiment dengan dengan rancangan Pre Test And Post Test With Out Control Group Design. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi sebanyak 40 responden dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan uji statistik non parametrik (Wilcoxon  signed rank-test). Hasil penelitian karakteristik responden perempuan sebanyak 29 orang (72,5%) dan responden laki-laki sebanyak 11 orang (27,5%), sedangkan usia terbanyak adalah usia pertengahan yaitu sebanyak 25 orang responden (62,5%). Analisis statstik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian kombinasi massage effleurage dan kneading massage terhadap tekanan darah dapat dilihat dari nilai p sebesar 0,001 (p<0,05). Kesimpulan terdapat pengaruh effleurage massage dan kneading massage terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi Abstract Hypertension, or high blood pressure, is a medical condition characterized by increased blood pressure in the blood vessels. The management of hypertension could be accomplished through two approaches, namely pharmacological and non-pharmacological. Complementary therapy to prevent mortality and morbidity due to complications of hypertension is the combination of effleurage massage and kneading massage. This study analyzed the effect of effleurage massage and kneading massage on hypertensive patients in the Tasikmadu Health Center. The research design employed a quasi-experimental design with a pretest and posttest without a Control Group. The sample comprised of 40 respondents selected using a purposive sampling technique. The characteristics of the respondents consisted of 29 women (72.5%) and 11 men (27.5%), with the highest age in the middle age group, with 25 respondents (62.5%). The results demonstrated a significant effect of the combination of effleurage and kneading massage on lowering blood pressure, with a p value of 0.000 (p <0.05). This study recommended a combination of effleurage massage and kneading massage as a nursing intervention in hypertensive patients. The conclusion is that there is an effect of effleurage massage and kneading massage on blood pressure in hypertensive patients
HUBUNGAN KOMPETENSI PEMASANGAN KATETER URINE DENGAN EFIKASI DIRI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER V DAN VII DI UNIVERSITAS NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO : THE RELATIONSHIP BETWEEN URINE CATHETER INSTALLATION COMPETENCY AND SELF-EFFICACY IN NURSING STUDENTS IN SEMESTER V AND VII AT NURUL JADID UNIVERSITY, PAITON, PROBOLINGGO Sofiyatul Khotimah; Setiyo Adi Nugroho; Sri Astutik Andayani
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.466

Abstract

Abstrak   Kompetensi klinis merupakan aspek penting dalam pendidikan keperawatan, khususnya pada prosedur invasif seperti pemasangan kateter urine. Ketidakmampuan dalam menguasai keterampilan ini dapat berdampak pada rendahnya efikasi diri mahasiswa, sehingga mempengaruhi kepercayaan diri dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompetensi pemasangan kateter urine dengan efikasi diri pada mahasiswa keperawatan semester V dan VII di Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 140 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kompetensi pemasangan kateter urine dan General Self-Efficacy (GSE). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kompetensi pemasangan kateter urine dengan efikasi diri (p = 0,000; r = 0,335), yang berarti terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang. Sebagian responden berada pada kategori kompeten dan memiliki efikasi diri yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi mahasiswa, maka semakin tinggi pula efikasi diri yang dimiliki dalam melakukan tindakan klinis. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi pemasangan kateter urine dengan efikasi diri mahasiswa keperawatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan keterampilan klinis melalui pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi dan efikasi diri secara optimal. Abstract   Clinical competence is an important aspect in nursing education, especially in invasive procedures such as urinary catheter insertion. Inability to master this skill can impact students' low self-efficacy, thus affecting their confidence in clinical practice. This study aims to analyze the relationship between urinary catheter insertion competence and self-efficacy in fifth and seventh semester nursing students at Nurul Jadid University, Paiton, Probolinggo. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 140 respondents selected using a total sampling technique. Data collection was carried out using a urinary catheter insertion competence questionnaire and General Self-Efficacy (GSE). Data analysis used the Spearman Rank test. The results showed a significant relationship between urinary catheter insertion competence and self-efficacy (p = 0.000; r = 0.335), which means there is a positive relationship with moderate strength. Some respondents were in the competent category and had high self-efficacy. This finding indicates that the higher the student's competence, the higher their self-efficacy in performing clinical procedures. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between urinary catheter insertion competence and nursing students' self-efficacy. Therefore, efforts to improve clinical skills through ongoing training are needed to optimally enhance competence and self-efficacy.
MOTIVASI MAHASISWI TENTANG PELAKSANAAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI): MOTIVATING FEMALE STUDENTS TO PERFORM BREAST SELF-EXAMINATION (BSE) enur nurhayati muchsin; Elsyka Anastya Melani
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.468

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Pelaksanaan payudara sendiri (SADARI) sangatlah penting pada semua wanita dikarenakan pelaksanaan SADARI merupakan cara sederhana menemukan  sedini mungkin terdapatnya benjolan pada payudara, terutama yang dicurigai keganasan. Khususnya pada remaja putri dimana masih banyak merasa malu dan risih atau merasa belum terlalu penting untuk melaksanakan SADARI. Ada beberapa mahasiswi kesehatan ditemukan datang bertanya kepada dosen bagaiman upaya selanjutnya setelah mengetahui kalau dirinya mempunyai benjolan pada payudara dan mereka merasa takut bila harus menjalankan operasi pengangkatan benjolan di  payudara. Terjadi dikarenakan bukan karena unsur ketidak tahuannya pada diri mahasiswi tersebut akan tetapi rasa ketakutan yang harus dijalani apabila terditeksi adanya benjolan pada payudara. Mahasiswi kesehatan yang sudah terpapar oleh materi pelaksanan SADARI masih tetap harus diberikan motivasi tidak hanya mengetahui akan tetapi di aplikasikan dalam kehidupannya. Mahasiswi kesehtan tidak hanya termotivasi melaksanakan SADARI, harus dapat memberikan edukasi pentingnya pelaksanaan SADARI diusia muda kepada remaja lainnya, jangan sampai bila terjadi pada dirinya takut untuk melaksanakan pengobatan, agar benjolan pada payudara yang ditemukan sedini mungkin tidak menjadi keganasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui motivasi mahasiswi tentang pelaksanaan Periksa Payudara Sendiri. Metode Penelitian: Desain penelitian deskriptif, populasi dan sampel  seluruh mahasiswi D3 Keperawatan berjumlah 121 responden, dengan teknik total sampling. Pelaksanaan pada 18 Maret - 30 April 2025, variabel  penelitian motivasi mahasiswi tentang pelaksanaan periksa payudara sendiri (SADARI), instrumen penelitian  kuesioner, data dianalisis dengan rumus presentase dan diinterprestasi dengan kuantitatif. Hasil: berdasarkan hasil didapatkan dari 121 responden, hampir seluruh responden mempunyai motivasi tinggi sejumlah (80%) dan sebagian kecil dari responden mempunyai motivasi sedang sejumlah (20%). Kesimpulan: Motivasi mahasiswi tentang pelaksanaan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) dipengaruhi usia, tingkat perkuliahan, pernah mendapatkan informasi SADARI atau tidak, dan sumber informasi. Mahasiswi dengan motivasi tinggi diharapkan melaksanakan SADARI secara rutin dan membagikan pengetahuan dan pengalaman positif tentang Pelaksanaannya ABSTRACT Introduction Breast self-examination (BSE) is crucial for all women because it is a simple way to detect breast lumps early, especially those suspected of being malignant. This is especially true for young women, who often feel embarrassed and uncomfortable or feel that performing BSE is not yet important. Several female health students have come to their lecturers to ask about their next steps after discovering they have breast lumps and are afraid of having to undergo surgery to remove them. This is not due to the student's own ignorance, but rather to the fear of having to deal with a breast lump. Female health students who have been exposed to BSE material still need to be motivated not only to understand but also to apply it in their lives. Female health students should not only be motivated to perform BSE but also to educate other adolescents about the importance of BSE at a young age, so that if they experience it, they are not afraid to seek treatment, so that breast lumps found early do not become malignant. The purpose of this study was to determine female health students' motivations for performing BSE. Research Method: The research design was descriptive, with a population and sample of 121 respondents from all D3 Nursing students, using a total sampling technique. The study was conducted from March 18 to April 30, 2025. The research variable was the students' motivation regarding breast self-examination (BSE). The research instrument was a questionnaire. Data were analyzed using a percentage formula and interpreted quantitatively. Results: Based on the results obtained from 121 respondents, almost all respondents had high motivation (80%), and a small portion of respondents had moderate motivation (20%). Conclusion: Students' motivation regarding breast self-examination (BSE) is influenced by age, level of study, whether they have received BSE information or not, and the source of the information. Students with high motivation are expected to perform BSE regularly and share their knowledge and positive experiences regarding its implementation.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA REMAJA PUTRI DI SD 176 DESA MAJELIS HIDAYAH : THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND THE INCIDENCE OF CHRONIC ENERGY DEFICIENCY IN ADOLESCENT GIRLS AT SD 176 MAJELIS HIDAYAH VILLAGE Dwi Rizky; Tina Yuli Fatmawati; Andicha Gustra jeki; Faridah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.474

Abstract

Abstrak   Masalah kekurangan energi kronis (KEK) pada remaja putri masih menjadi perhatian di Indonesia dengan prevalensi nasional mencapai 20,6% pada tahun 2023 dan 71% pada kelompok remaja usia 10–14 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada remaja putri di SD Negeri 176 Desa Majelis Hidayah. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran antropometri meliputi tinggi badan dan berat badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U), serta pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menentukan kejadian KEK. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fisher exact. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik (60%) dan tidak mengalami KEK (70%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,021 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian KEK pada remaja putri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa status gizi memiliki peran penting dalam menentukan risiko terjadinya KEK. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan asupan zat gizi agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian KEK. Abstract Chronic Energy Deficiency (CED) among adolescent girls remains a significant concern in Indonesia, with national prevalence reaching 20.6% in 2023 and 71% in the 10–14 age group. This study aims to determine the relationship between nutritional status and the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) among adolescent girls at SD Negeri 176 Majelis Hidayah Village. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were obtained through anthropometric measurements, including height and weight to determine nutritional status based on BMI-for-age (BMI/U), and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurements to determine the incidence of CED. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Fisher's Exact test. The results showed that most respondents had good nutritional status (60%) and did not experience CED (70%). Statistical test results yielded a p-value = 0.021 (p < 0.05), indicating a significant relationship between nutritional status and the incidence of CED in adolescent girls. Thus, it can be concluded that nutritional status has an important role in determining the risk of CED. It is suggested that future researchers include other variables such as dietary patterns, physical activity, and nutrient intake to provide a more comprehensive overview of the factors influencing the incidence of CED.
PENGARUH EDUKASI RESPIRATORY HYGIENE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI KARTUN TERHADAP SIKAP DAN PENGETAHUAN SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL JADID: THE EFFECT OF RESPIRATORY HYGIENE EDUCATION USING CARTOON ANIMATION MEDIA ON THE ATTITUDES AND KNOWLEDGE OF STUDENTS AT THE NURUL JADID ISLAMIC BOARDING SCHOOL Siti Hairunnisa; Handono Fakhtur Rahman; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.479

Abstract

Abstrak   Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dengan prevalensi tinggi, terutama di lingkungan padat penduduk seperti pondok pesantren. Rendahnya penerapan respiratory hygiene dan etika batuk menjadi salah satu faktor penyebaran penyakit saluran pernapasan. Edukasi menggunakan media animasi kartun dinilai efektif karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi respiratory hygiene menggunakan media animasi kartun terhadap sikap dan pengetahuan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid.Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian sebanyak 98 responden yang terdiri dari 48 kelompok kontrol dan 50 kelompok intervensi menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Test.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan sikap sebelum dan sesudah edukasi pada kelompok intervensi dengan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi respiratory hygiene menggunakan media animasi kartun berpengaruh terhadap peningkatan sikap santri. Selain itu, terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi pada kelompok intervensi dengan nilai p-value = 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan santri. Pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan yang signifikan baik pada sikap (p-value = 0,251) maupun pengetahuan (p-value = 0,513).Kesimpulan: Edukasi respiratory hygiene menggunakan media animasi kartun berpengaruh terhadap peningkatan sikap dan pengetahuan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Abstract   Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the most common infectious diseases, especially in densely populated environments such as Islamic boarding schools. Poor respiratory hygiene practices and inadequate cough etiquette contribute to the spread of respiratory infections. Educational media such as cartoon animation is considered effective because it delivers information in an engaging and understandable way.Objective: This study aimed to determine the effect of respiratory hygiene education using cartoon animation media on the attitudes and knowledge of students at Nurul Jadid Islamic Boarding School.Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. A total of 98 respondents participated in this study, consisting of 48 respondents in the control group and 50 respondents in the intervention group selected using simple random sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test.Results: Statistical analysis showed a significant difference in attitudes before and after education in the intervention group (p-value = 0.000 < 0.05). This finding indicates that respiratory hygiene education using cartoon animation media affected students’ attitudes. In addition, there was a significant difference in knowledge before and after education in the intervention group (p-value = 0.000 < 0.05), indicating that the educational intervention improved students’ knowledge. No significant differences were found in the control group for either attitudes (p-value = 0.251) or knowledge (p-value = 0.513).Conclusion: Respiratory hygiene education using cartoon animation media significantly improved students’ attitudes and knowledge.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BESUKI: FACTORS RELATED TO SUBJECTIVE WELL-BEING IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS AT BESUKI REGIONAL GENERAL HOSPITAL Zayyinatul Wathina; Baitus Sholehah; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.480

Abstract

Abstrak   Latar Belakang: Subjective well-being merupakan penilaian individu terhadap kualitas hidupnya yang meliputi kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif. Pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2, kondisi penyakit kronis dapat menimbulkan gangguan psikologis yang berdampak pada menurunnya subjective well-being. Faktor-faktor psikologis dan sosial yang berhubungan dengan subjective well-being perlu diketahui sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Tujuan: Menganalisis hubungan jenis kelamin, status menikah, pekerjaan, kepribadian, self-esteem, dukungan keluarga, dan religiusitas dengan subjective well-being pada pasien DM tipe 2 di RSUD Besuki serta menentukan faktor yang paling dominan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 117 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden, kepribadian, self-esteem, dukungan keluarga, religiusitas, dan subjective well-being. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: Kepribadian (p=0,001), self-esteem (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,002), dan religiusitas (p=0,006) berhubungan signifikan dengan subjective well-being. Jenis kelamin, status menikah, dan pekerjaan tidak berhubungan signifikan dengan subjective well-being. Variabel paling dominan adalah self-esteem. Kesimpulan: Faktor psikologis dan sosial memiliki peran penting terhadap subjective well-being pasien DM tipe 2, terutama self-esteem. Abstract   Background: Subjective well-being is an individual's assessment of their quality of life, which includes life satisfaction, positive affect, and negative affect. In type 2 Diabetes Mellitus (DM) patients, chronic disease conditions can cause psychological disorders that impact on decreasing subjective well-being. Psychological and social factors related to subjective well-being need to be understood as a basis for improving the quality of life of type 2 DM patients. Objective: To analyze the relationship between gender, marital status, occupation, personality, self-esteem, family support, and religiosity with subjective well-being in type 2 DM patients at Besuki Regional General Hospital and to determine the most dominant factors. Method: Quantitative research with a cross-sectional design on 117 respondents using a total sampling technique. The research instrument used a questionnaire on respondent characteristics, personality, self-esteem, family support, religiosity, and subjective well-being. Data analysis used the Chi-Square test and logistic regression. Results: Personality (p=0.001), self-esteem (p=0.000), family support (p=0.002), and religiosity (p=0.006) were significantly associated with subjective well-being. Gender, marital status, and occupation were not significantly associated with subjective well-being. The most dominant variable was self-esteem. Conclusion: Psychological and social factors play an important role in the subjective well-being of type 2 DM patients, especially self-esteem.
PENGARUH PIJAT COMMON COLD TERHADAP WAKTU SEMBUH BATUK PILEK PADA ANAK USIA 0-3 TAHUN DI TPMB DWI AGUSTIN PANDAAN PASURUAN: THE EFFECT OF COMMON COLD MASSAGE ON COUGH AND COLD RECOVERY TIME IN CHILDREN AGED 0-3 YEARS IN TPMB DWI AGUSTIN PANDAAN PASURUAN Syafia Rahma Syafitri; Nurul Anjarwati; Lie Liana Fuadiati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.489

Abstract

Abstrak Masalah yang sering kali dialami oleh anak usia 0-3 tahun yaitu batuk pilek yang disebabkan oleh iritasi saluran pernapasan, alergi, melemahnya sistem kekebalan tubuh dan lingkungan yang kurang baik. Biasanya mereka akan mengalami bersin-bersin, hidung meler, dan disertai dengan demam. Anak usia 0-3 tahun sangatlah sulit untuk meminum obat oral, karena mereka cenderung rewel sehingga obat oral tidak cukup untuk memulihkan kondisi anak. Maka dari itu, pemberian pijat Common Cold sangat disarankan karena pijat ini merupakan terapi relaksasi untuk mengurangi perasaan depresi dan gelisah pada kondisi gangguan saluran napas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat common cold terhadap waktu sembuh batuk pilek pada anak usia 0-3 tahun di TPMB Dwi Agustin Pandaan Pasuruan pada kelompok kontrol dan intervensi. Jenis desain yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experimental design dengan posttest-only control group designl yang membandingkan kelompok tanpa dilakukan intervensi dan setelah dilakukan intervensi. Sample terdiri dari 80 anak usia 0-3 tahun dengan 40 kelompok kontrol dan 40 kelompok intervensi dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dari uji analisa menggunakan Mann Whitney yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan waktu sembuh pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi mendapatkan hasil 0.000 (p value <0.005). Dapat disimpulkan bahwasannya terdapat pengaruh pada pijat common cold untuk mempercepat waktu sembuh batuk pilek. ABSTRACT Common health problems experienced by children aged 0–3 years include cough and cold, which are generally caused by respiratory tract irritation, allergies, weakened immune systems, and unfavorable environmental conditions. The symptoms commonly include sneezing, runny nose, and are sometimes accompanied by fever. At this age, children often have difficulty taking oral medications due to irritability, making pharmacological treatment alone insufficient to accelerate recovery. One non-pharmacological therapy that can be applied is common cold massage. This therapy is a form of relaxation that may help reduce discomfort, anxiety, and respiratory disturbances. The purpose of this study was to determine the effect of common cold massage on the recovery time of cough and cold in children aged 0–3 years at TPMB Dwi Agustin Pandaan, Pasuruan, by comparing the control group and the intervention group. This study employed a quasi-experimental design with a posttest control group approach, comparing a group that did not receive the intervention with a group that received the intervention. The sample consisted of 80 children aged 0–3 years, divided into 40 children in the control group and 40 children in the intervention group, using a total sampling technique. The results of the analysis using the Mann–Whitney test showed a p-value of 0.000 (p < 0.005), indicating a significant difference in recovery time between the control and intervention groups. In conclusion, common cold massage has an effect on accelerating the recovery time of cough and cold in children aged 0–3 years
PENGARUH SENAM MATA TERHADAP PENURUNAN GEJALA CVS (COMPUTER VISION SYNDROME) DAN TINGKAT KONSENTRASI PADA SISWA KELAS X RPL SMK NEGERI 2 KRAKSAAN: THE EFFECT OF EYE EXERCISES ON REDUCING CVS (COMPUTTER VISION SYNDROME) SYMPTOMS AND CONCENTRATION LEVELS IN GRADE X RPL STUDENTS OF STATE VOCATIONAL HIGH SCHOOL 2 KRAKSAAN VENY VENY SILOWATI; Baitus Sholehah; Sri Astutik Andayani
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.496

Abstract

Latar Belakang: Seseorang yang menggunakan komputer selama dua jam atau lebih dapat menimbulkan gejala computer vision syndrome dan penurunan tingkat konsentrasi. Dengan melakukan terapi senam mata dapat mencegah terjadinya gejala computer vision syndrome dan penurunan tingkat konsentrasi. Senam mata merupakan salah satu jenis perawatan yang membantu mata terbiasa bergerak secara elastis, yaitu tanpa otot yang tegang sehingga mata dapat bergerak dalam rentang alaminya. Tujuan: Menjelaskan pengaruh senam mata terhadap penurunan gejala Computer Vision Syndrome (CVS) dan tingkat konsentrasi pada siswa kelas X RPL SMK Negeri di Probolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan pendekatan non-equivalent control group design. Jumlah responden sebanyak 66 siswa kelas X RPL SMK Negeri di Probolinggo yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik non-equivalent control design, di mana kedua kelompok tidak dipilih secara acak namun tetap dibandingkan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data pada hasil pretest dan posttest menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah pemberian senam mata. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil pretest dan posttest pada siswa SMK Negeri di Probolinggo, Hasil pretest 23 siswa mengalami gejala CVS, dengan 14 siswa tingkat konsentrasi rendah dan 19 siswa tingkat konsentrasi tinggi. Hasil Posttest sebanyak 15 siswa mengalami gejala CVS, tingkat konsentrasi siswa juga mengalami peningkatan, didapatkan nilai p < 0,001. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Senam Mata terhadap penurunan Gejala CVS (Computer Vision Syndrome) dan Tingkat Konsentrasi pada responden. Abstract   Background: A person who uses computer during two hours or more can cause symptom computer vision syndrome and decline level concentration. With do therapy exercise eye can prevent the occurrence symptom computer vision syndrome and decline level concentration. Gymnastics eye is one type of treatment that helps the eyes get used to moving elastically, that is, without tense muscles so that the eyes can move within their natural range. Objective: Explaining the effect of eye exercises on reducing symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS) and concentration levels in class X RPL students at State Vocational Schools in Probolinggo. Method: This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design approach. The number of respondents was 66 grade X RPL students of SMK Negeri in Probolinggo who were divided into treatment and control groups. Sampling was conducted using a non-equivalent control design technique, where the two groups were not selected randomly but were still compared before and after the intervention. Data analysis of the pretest and posttest results used the Wilcoxon test to see the difference in scores before and after the administration of eye exercises. Results: The research findings showed differences in pretest and posttest results in State Vocational High School students in Probolinggo. The pretest results showed that 23 students experienced CVS symptoms, with 14 students having low concentration levels and 19 students having high concentration levels. The posttest results showed that 15 students experienced CVS symptoms, and their concentration levels also increased, with a p value of <0.001. Conclusion: Eye exercises have an effect on reducing CVS (Computer Vision Syndrome) symptoms and concentration levels in respondents.