cover
Contact Name
Viar Agastya Saputra
Contact Email
jp2m.sv@ugm.ac.id
Phone
+6285729547161
Journal Mail Official
jp2m.sv@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Yacaranda Sekip Unit I, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat
ISSN : 26209608     EISSN : 26209594     DOI : -
The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, especially UGM, which can be applied in the community. JP2M generally focuses on several issues as follows: 1. Community empowerment training in food security, energy, economy, health, local culture, creative economy 2. Application of technology engineering 3. Education for sustainable development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Penentuan Posisi Titik-Titik Pemantauan Banjir Di Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY Hilmiyati Ulinnuha; Aris Sunantyo; Bilal Ma'ruf; Parseno Parseno; Nurrohmat Widjajanti; Leni Sophia Heliani; Dwi Lestari; Dedi Atunggal; Cecep Pratama
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.67933

Abstract

Desa Segoroyoso merupakan wilayah yang rawan terhadap adanya bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Bencana alam yang sering dialami di Desa Segoroyoso adalah banjir Sungai Opak yang berdampak menggenangi pemukiman warga di Dusun Karanggayam dan Dusun Dahromo I. Sering terjadinya banjir di Desa Segoroyoso membutuhkan penanganan dan mitigasi bencana. Sebagai langkah awal mitigasi banjir, diperlukan titik pantau berupa tanda dilapangan yang mudah diidentifikasi oleh warga tentang elevasi air yang mulai menggenang. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk menentukan posisi horizontal dan vertikal titik pemantauan banjir di Desa Segoroyoso. Titik pemantauan banjir ini diharapkan akan menjadi panduan para warga tentang kemungkinan terjadinya banjir. Posisi horizontal titik pemantau banjir ini akan diukur menggunakan instrumen Global Navigation Satelite System (GNSS) dan posisi vertikal didapatkan melalui pengukuran sipat datar. Hasil dari kegiatan ini adalah koordinat horizontal titik pantau dalam SRGI 2013 serta tinggi orthometriknya.
Memberikan Informasi Tentang Kebudayaan Tiongkok Dalam Program Siaran "Wo Ai Metta" di Radio Metta Fm Dian Prasetyo Adi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.68616

Abstract

"Wo Ai Metta" or I Love Metta is a broadcasting program that provides information about the Chinese culture and presents the Mandarin songs. In this study, the author discusses the findings discovered while on the university's Tri Darma program, particularly while performing the community service regarding the contents presented in "Wo Ai Metta" in Metta FM, Surakarta. Where the contents including: basic skills in Chinese (listening, speaking, reading and writing), Chinese grammar, Chinese culture, translation skill, and other latest issues, which make the program even more interesting and advantageous. The purpose of this study is to acquire the data of how "Wo Ai Metta" broadcasting program plays a role in giving the information pertaining to the Chinese culture. It is a qualitative study where the data were obtained through observation, deep interview and documentation, and analyzed using the case study approach. The findings show that  "Wo Ai Metta" must be presented in a way that informative, interesting, and easy to understand. "Wo Ai Metta" has a role to provide information and entertainment about the Chinese culture. As most of the listeners are people of Chinese descent, so very often the messages are sent in Chinese.
Penyuluhan “GERMAS” bagi Wali Murid Di Sekolah Dasar Negeri 2 Samigaluh Angga Eko Pramono; Dian Budi Santoso; M.Syairaji M.Syairaji; Marko Ferdian Salim; Nia Fararid Askar
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51349

Abstract

ABSTRAK Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga merupakan program yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat. Program yang dimaksud adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang pertama kali dicanangkan di Kabupaten Bantul. GERMAS harus dilakukan oleh setiap individu dalam keluarga di lingkungan masyarakat melalui pola hidup sehari-hari. Kegiatan tersebut tidak hanya terbatas pada anak usia sekolah saja melainkan juga harus diterapkan pada keluarganya yang dalam hal ini adalah wali murid. Dengan demikian, perilaku hidup sehat dapat diterapkan secara menyeluruh dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ditujukan untuk sosialisasi dan mengajak masyarakat khususnya wali murid untuk: 1) melakukan aktivitas fisik, 2) mengonsumsi buah dan sayur; 3) memeriksakan kesehatan secara rutin; 4) menghindari rokok dan alkohol; 5) membersihkan lingkungan tempat tinggal; dan 6) menggunakan jamban. Untuk mendukung upaya sosialiasi tersebut, tim pengabdian juga membagikan sembako gratis serta mengadakan tes kesehatan gratis melalui cek darah (screening test) untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang dilanjutkan dengan pemberian layanan konsultasi kesehatan. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran wali murid di SD Negeri 2 Samigaluh terkait GERMAS. Kata Kunci: GERMAS, perilaku hidup sehat  ABSTRACT The Indonesian Healthy Program through a family approach is a program organized by the government through the Ministry of Health to achieve healthy behaving community in Indonesia. The program is called GERMAS which means community action for healthy living and it was first launched in Bantul Regency. GERMAS must be conducted by all of family members in the community through their daily life routines. These activities are not only limited for school-age children but also must be applied by their parents. Thus, healthy living behaviors can be implemented comprehensively and get fully supported by the family. Community service activities are aimed at socializing and inviting the community, especially parents, to: 1) carry out the physical activities, 2) consume fruits and vegetables; 3) undergo medical check-up regularly; 4) avoid smoke and alcohol; 5) clean the environment; and 6) use a water closet. To support the socialization efforts, the team also have distributed free food staples and held a free health test through a blood test for blood sugar, cholesterol, and blood pressure and also followed by the provision of health consultation services. The final result of this activity is the enhancement of knowledge and awareness of parents at Samigaluh elementary school related to GERMAS.  Keywords: GERMAS, healthy behavior
Pengembangan Growol Sebagai Oleh-Oleh Makanan Khas Tradisional Kulon Progo Fatkurrohman Fatkurrohman; Sidiq Wicaksono; Eska Nia Sari Nastiti; Handayani Rahayuningsih; Arina Pramusita; Anik Nuryani; Cerry Surya Pradana
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.60502

Abstract

ABSTRAK. Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta dan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur menjadi modal penting bagi Kabupaten Kulonprogo untuk mengembangkan wisata kulinernya dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat. Salah wisata kuliner warisan leluhur Kulonprogo adalah growol. Makanan growol sudah tercatat dalam serat Centhini pada tahun 1814. Meski menjadi kuliner leluhur, growol memiliki beragam permasalahan dalam  pengembangannya yakni  bau makanan yang kurang sedap, kemasan yang tidak menarik, variasi produk yang rendah, dan manajemen yang masih tradisional. Permasalahan tersebut membuat growol tidak disukai oleh masyarakat dan mengalami penurunan popularitas yang sangat besar sehingga masyarakat saat ini tidak mengenal growol lagi. Tim pengabdian dari Diploma 3 Kepariwisataan merancang solusi untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut dan mengenalkan produk growol kembali ke pasar. Hasil dari pendampingan masyarakat adalah produk growol telah dikenalkan kembali kepada masyarakat dengan variasi dari produk yang lebih beragam dan sarana promosi yang telah diperbaiki seperti foto produk yang telah diolah secara profesional, pembuatan logo dan kemasan yang lebih menarik. Selain itu, perhitungan biaya produksi yang lebih rinci membuat harga produk lebih rasional dan dapat menghasilkan keuntungan bagi masyarakat. Kata Kunci: Bandara Internasional Yogyakarta, Kulonprogo, Wisata Kuliner, Makanan Tradisional dan Growol. ABSTRACT The existence of Yogyakarta International Airport and the development of the National Tourism Strategic Area (KSPN) of Borobudur are important assets for Kulonprogo Regency to develop its culinary tourism in the context of community economic development. One of the heritage culinary tours of Kulonprogo is growol. Growol food was recorded in Centhini's fiber in 1814. Despite being an ancestral culinary delicacy, growol has various problems in its development, namely the unpleasant smell of food, unattractive packaging, low product variety, and traditional management. This problem has made growol not liked by the community and has decreased its popularity so much that the people currently do not recognize growol anymore. The community service team of Diploma 3 in Tourism devises a solution to solve these problems and introduce growol products back to the market. The result of community assistance is that growol products have been reintroduced to the community with a wider variety of products and improved promotional tools such as product photos that have been professionally processed, making logos and more attractive packaging. In addition, a more detailed calculation of production costs makes product prices more rational and can generate benefits for society. Keywords: Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Culinary Tourism, Traditional Food  and Growol. 
Pelatihan Online Pembuatan Sabun Sereh (Antiseptic dan Repellent) serta Penyediaan Fasilitas Protocol Kesehatan untuk Mencegah Kejadian Demam Berdarah Dengue dan Penularan Covid-19 Rita Dian Pratiwi; Harjono Harjono; Dina Fitriana Rosyada; Susilawati Susilawati; Sugeng Sugeng; Muhammad Yoga Adi Saputra; Albert Ardika Tama
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.61579

Abstract

Belum selesai permasalahan pemerintah akibat masih tingginya angka Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjadi beban ekonomi dan penyakit utama di negara-negara endemic salah satunya Indonesia, saat ini muncul penularan penyakit infeksi baru yaitu Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Pemerintah Indonesia sedang berupaya keras menghentikan penyebaran penyakit COVID-19 dengan berbagai cara. Salah satu pencegahan penularan COVID-19 paling efektif adalah melakukan cuci tangan dengan sabun selama 20 detik secara rutin, sedangkan untuk pencegahan penyakit DBD adalah menghindarkan diri dari gigitan nyamuk supaya virus tidak masuk kedalam tubuh manusia. Oleh karena itu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada dilakukan upaya pencegahan penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan perekonomian warga berbasis lingkungan yang sehat dengan pembuatan sabun cair untuk cuci tangan berbahan dasar sereh merah. Pembuatan sabun menggunakan alat-alat yang tersedia dirumah tangga sehingga mudah untuk diimplementasikan oleh masyarakat. Dalam video ini berisi informasi tentang cara pembuatan sabun yang aman dan informasi penggunaan sabun untuk cuci tangan guna pencegahan covid-19 dan DBD. Video berdurasi 15 menit tersebut diupload pada youtube sehingga dapat disimpan dan disebarkan secara luas kepada masyarakat. 
“Writing for Healing” Pembuatan Website, Buku, dan Video Edukatif dan Inspiratif untuk Pencegahan, Pengurangan Penularan serta Kecemasan terkait COVID-19 Nabilla Kusuma Vardhani; Andri Handayani; Cisya Dewantara Nugraha; Dewi Cahya Ambarwati; Erlin Estiana Yuanti; Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi; Nur Endah Nugraheni; Tri Nuraniwati; Dian Budi Santoso; Rita Dian Pratiwi; Irkham Huda; Jimmy Trio Putra
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.61608

Abstract

COVID-19 pandemic has an impact on people's lives in all sectors. Adaptation to go through difficult times is needed so that all parties can survive and find solutions to various difficulties experienced. One way that can be done is by motivating others through writing activities. Karen A. Baikie and Kay Wilhelm (2005) found that writing about traumatic, stressful, and emotional events has an impact on improving physical and psychological health in both clinical and non-clinical populations. Besides, miksilva.com also writes that writing can also heal writers and readers from life pressures and feelings of anxiety. This community service focuses on creating educational and inspiring websites, books, and videos to prevent and reduce transmission and anxiety related to COVID-19. The team took the theme "Writing for Healing" (WFH) to create websites and books. On the website, there are menus for Home, About, Story, and Videos. The video produced contains education about COVID-19. From this activity, there were 65 articles collected up to June 14, 2020. The authors came from various cities and regions, including Yogyakarta, Surabaya, Cirebon, Bengkulu, Bogor, South Kalimantan, North Jakarta, Jember, Purbalingga, Lumajang, Tangerang, Bali, Sampang, Batam, Makassar, South Jakarta, etc. These writings were published on the website wfh.sv.ugm.ac.id, and 33 of the best writings were made into a book published by BPP UGM. As for the video, the team has made two videos entitled 'Apa Itu Kenormalan Baru' and 'Stay Happy, Berkawan dengan Pandemi'. The impact given from this program can be seen from the number of writers, readers, website visitors, and video viewers that have been broadcasted on the website and YouTube.
Menjangkau Sasaran melalui Sosial Media: Inovasi Edukasi Kesehatan Masyarakat di Era Pandemik Covid-19 Supriyati Supriyati; Nindi Deshira Putri; Kevin Darmawan; Riski Suaidah; Pramudhita Yudhistira; Ahmad Kevin Ismandhani; Endah Amalia Permatasari
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.68232

Abstract

Globally, health literacy on the Covid-19 is poor and underestimated. The intensive health education will improve the health literacy on the Covid-19 and important to control and prevent the Covid-19. The health protocol suggest that everyone should apply the physical distancing. Thus, the health education through social media was applied to reach the target audiences for improving the health literacy on the Covid-19. Instagram was chosen as the communication chanell for the program that targeted to youth. This program had been done in March 2020 which targeted to the Indonesian youth people who access internet and Instagram. The health message was developed based on the newest version of the Covid-19 control guidance that issued by the Ministry of Health Republic Indonesia. There were more than 3.500 people viewed the message on the Instagram, and part of them gave positive response and tried to send the message forward to their social network. This program indicated that Instagram was became the alternative communication channel to increase health literacy on the Covid-19, especially for youth.
Pengenalan dan Pelatihan Pengendalian Secara Hayati Larva Nyamuk dengan Bacillus thuringensis var. israelensis Kultur Air Kelapa di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul Thiwuk Leres Kinanti; Siti Sumarmi; Nafisa Kusumawati; Ristiyani Khofifa Putri; Hanindyo Adi; Tri Marsudi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.70545

Abstract

Kegiatan hibah pengabdian kepada masyarakat merdeka kampus merdeka (PKM-MBKM) dilakukan dengan melaksanakan pengenalan dan pengendalian larva nyamuk vektor penyakit dengan menggunakan Bacillus thuringiensis var israelensis (Bti.) yang dibiakkan pada air kelapa di Desa Kedungpoh , Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan memberikan informasi cara pengendalian nyamuk secara biologi yang efektif, mudah dan murah. Metode pengaplikasian agen hayati Bti. dilapang adalah dengan melalui pelatihan pembuatan kultur Bti.  dan uji efektifitas. Uji efektifitas Bti. kultur air kelapa dengan konsentrasi 0 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm dan 2 ppm masing-masing diletakkan di luar dan di dalam rumah warga. Kegiatan monitoring efektifitas Bti. dilakukan melalui jumlah larva yang ada di dalam setiap ember perlakuan pada minggu ke 1, 2, 3. Kegiatan indentifikasi nyamuk dilakukan pada fase imago. Pelatihan diikuti oleh ibu-ibu kader kesehatan (Jumantik). Hasil monitoring menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa aplikasi Bti. lebih efektif dalam mengendalikan larva nyamuk pada minggu ke-1 dibandingkan minggu ke-2 dan ke-3. Hasil identifikasi nyamuk yang diperoleh dari sampel menunjukan nyamuk Aedes sp., Culex sp., dan Armigers sp.
Evaluating the Potential of Brown Sugar Product as An Effort to Increase the Economic Welfare of Coconut Farmers in Sidorejo Village, Kapenewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo Fani Pramuditya; Leo Indra Wardhana; Saiqa Ilham Akbar; Elton Buyung Satrianto
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.70707

Abstract

This study aims to give innovation and value added to the brown sugar produced by the community in Sidorejo Village. The purpose is to provide a better income for the coconut farmer  as well as to optimize the roles of BUMDES Binangun Dadi Maju as an economic catalyst. This project was conducted in Desa Sidorejo, Kapenemon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. There are three stages applied in this program i.e.: preparation, application and evaluation. Recommendations and guidance were given to the farmer and BUMDES to develop the brown sugar product and to produce the liquid brown sugar product. The new product development is still under evaluation for the commercial purpose.
PELATIHAN PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DI KELOMPOK TANI HUTAN SUMBER AGUNG Machya Kartika Tsani; Melya Riniarti; Indriyanto, Indriyanto,; Ceng Asmarahman
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.73349

Abstract

Pengelolaan tanaman budidaya menggunakan bahan kimia atau anorganik secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama akan berakibat pada kerusakan tanah, tanaman dan lingkungan. Perlu upaya yang tepat untuk merubah kebiasaan penggunaan bahan kimia tersebut. Salah satu upaya yang diberikan yaitu melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan MOL yang digunakan sebagai pupuk organik penambah nutrisi tanaman agar lingkungan dapat terjaga dengan baik. Oleh karena itu tujuan pada kegiatan PKM ini yaitu memberikan pelatihan pembuatan MOL serta mengetahui cara pemanfaatannya sebagai pupuk organik cair. Khalayak sasaran kegiatan ini yaitu anggota KTH Sumber Agung. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat telah berjalan dengan baik. Terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan MOL bonggol pisang dan mengetahui cara pemanfaatannya sebagai pupuk organik cair. Peserta memberikan antusiasme yang tinggi untuk merubah penggunaan pupuk kimia/anorganik menjadi pupuk organik yang dibuat menggunakan bahan-bahan di sekitar mereka yang mudah ditemukan. Pembuatan MOL yang cenderung tidak memerlukan banyak biaya dapat menghemat lebih banyak biaya pengolahan lahan.