cover
Contact Name
Viar Agastya Saputra
Contact Email
jp2m.sv@ugm.ac.id
Phone
+6285729547161
Journal Mail Official
jp2m.sv@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Yacaranda Sekip Unit I, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat
ISSN : 26209608     EISSN : 26209594     DOI : -
The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, especially UGM, which can be applied in the community. JP2M generally focuses on several issues as follows: 1. Community empowerment training in food security, energy, economy, health, local culture, creative economy 2. Application of technology engineering 3. Education for sustainable development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN TAMAN EDUKASI PERTANIAN DI DESA GERBOSARI KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULON PROGO Yuni Andari; Nur Aini Yuniyarti
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51217

Abstract

Desa Gerbosari secara administrasi terletak di wilayah Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Provinsi DIY. Desa Gerbosari memiliki potensi alam dan pertanian yang dapat dikembangkan menjadi potensi wisata berbasis alam dan agro, namun permasalahan yang dihadapi desa ini adalah ketersediaan sarana dan prasarana fisik maupun non fisik yang belum memadai yang dapat menunjang program desa wisata tersebut. Salah satu kegiatan yang dapat menunjuang program pengembangan desa wisata di Desa Gerbosari yaitu pembuatan taman edukasi pertanian, namun kurangnya pengetahuan dan keterampilan pengelola wisata dan pemerintah desa dalam pembuatan taman edukasi menjadi salah satu masalah yang dihadapi. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan taman edukasi pertanian dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola wisata dan anggota masyarakat dalam pembuatan taman edukasi pertanian. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah anggota kelompok PKK Desa Gerbosari. Pelatihan diberikan oleh tenaga ahli yang disediakan oleh tim pengabdian SV UGM. Kegiatan pelatihan melibatkan kelompok masyarakat dan institusi Desa Gerbosari, serta Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan pelatihan tersebut telah menambah pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok PKK sebagai salah satu pengelola desa wisata dalam hal pembuatan taman edukasi pertanian.
Potensi Sumber Air Tanah Menggunakan Geolistrik Sebagai Solusi Penanganan Kekeringan Di Desa Hargorejo Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta Devi Oktaviana Latif; Heru Budi Utomo; Hotma Prawoto; Sindu Nuranto; Suwardo Suwardo; Iman Haryanto; Agus Kurniawan; Lava Himawan; Amalia Ula Hazhiyah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51221

Abstract

Kekeringan dan banjir merupakan dua kejadian alam yang mengancam negara-negara yang beriklim tropis seperti indonesia. Kabupaten Kulonprogo merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berpotensi terhadap kekeringan. Kabupaten Kulonprogo mempunyai topografi yang bervariasi dari dataran hingga pegunungan sehingga potensi akan bencana kekeringannya tinggi. Data kekeringan pada tahun 2015 oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mengatakan kekeringan di wilayahnya semakin meluas dengan merujuk data BPBD Kulon Progo, terdapat 200 titik kekeringan. Titik ini tersebar di 6 kecamatan, yakni Kecamatan Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh dan sebagian Pengasih dan Sentolo, lalu di Panjatan dan Lendah. Sementara pada bulan November 2018 informasi Kemarau panjang terjadi Desa Hargorejo, Kokap. Warga yang tinggal di perbukitan ini terpaksa menempuh ratusan meter demi memperoleh air bersih dari sumur-sumur yang belum kering. Dari data 2015 – 2018 menunjukkan penanganan, pencegahan dan penanggulangan kekeringan di desa Hargorejo berlangsung sangat lamban sehingga menjadi masalah berkepanjangan yang tidak terselesaikan dan terus berulang.Penyelesaian permasalahan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada mencari dan memetakan potensi atau sumber air menggunakan alat geolistrik yang terdapat di dusun sangkrek Desa Hargorejo, serta memberikan solusi alternatif membuat sumur bor yang akan mengisi zona aquifer.
PENERAPAN PEMELIHARAAN SEMI-INTENSIF SEBAGAI SALAH SATU USAHA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS AYAM BURAS DI DESA JANTEN, TEMON, KULON PROGO Naela Wanda Yusria Dalimunthe; Alfarisa Nururrozi; Dhasia Ramandani; Nurulia Hidayah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51225

Abstract

Abstrak  Kegiatan pengabdian pada periode ini bertujuan untuk mengintroduksikan teknik pemeliharaan ayam buras yang berorientasi agrobisnis. Pada tahapan awal, kegiatan dimulai dengan penyuluhan (sosialisasi) untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan manajemen pemeliharaan ayam kampung buras, aspek nutrisi, perkawinan, perkandangan, penyakit, vaksinasi, dan sanitasi kandang. Tahapan kedua meliputi pendampingan secara aktif dalam peningkatan keterampilan masyarakat dalam budidaya praktis, dengan pendekatan praktek lapangan secara partisipatif. Selanjutnya, masyarakat sasaran membuat kandang demplot sebagai percontohan di lokasi kegiatan. Tahapan realisasi dilakukan dengan praktek pemeliharaan ayam buras selama 2 bulan. Masyarakat sasaran dibekali bibit ayam, peralatan kandang, pakan, dan obat-obatan untuk memulai kegiatan pemeliharaan.  Program sosialisasi telah dilakukan secara bertahap, sehingga memudahkan masyarakat untuk memahami manajemen pemeliharaan ayam buras dengan konsep agrobisnis yang menerapkan good farming practice meliputi aspek nutrisi, brooding, perkandangan, penyakit, vaksinasi, reproduksi dan sanitasi kandang. Tahapan pembuatan demplot kandang budidaya ayam sebagai gambaran kandang dan metode pemeliharaan yang baik. Tahapan pembuatan kandang ini mengedepankan aspek pastisipatif dari masyarakat. Metode pemeliharaan yang disasar bersifat semi intensif. Sebagai bagian dari motivasi kepada masyarakat, tim juga telah memberikan bantuan anakan ayam (DOC) sejumlah 1000 ekor yang dibagikan merata kepada masyarakat. Metode pemeliharaan semi-intensif sangat efektif digunakan untuk budidaya ayam buras bagi masyarakat Desa Janten, Temon, Kulon Progo.   Kata kunci : ayam buras, Semi-intensif, Produktivitas AbstractThe service activity carried out aims to introduce agribusiness-oriented domestic chicken maintenance techniques to the community. In the initial stages, efforts were made to increase public knowledge and awareness about integrated agribusiness such as: nutrition, artificial insemination, housing, disease, vaccination, and sanitary enclosures. The second stage involves the target community to make a demonstration plot as a pilot at the location. The realization stage was carried out with the practice of raising domestic poultry for 2 months. The target community is equipped with chickens, cage equipment, food, and medicine to start maintenance activities. These socialization programs were introducing the agribusiness system that applies good farming practice such as: nutrition, brooding, housing, vaccination, reproduction and sanitation enclosures. The stages of making chicken cage demonstration plots were carried out in one of the community houses as a pilot. It is hoped that this demonstration plot can provide a pretty good picture of the stable and maintenance methods. The team has also provided 1000 heads of day old chicken (DOC) with the targeted maintenance methods are semi-intensive. This semi-intensive maintenance method is very effective to be used for the cultivation of free-range chicken. For the people of Janten Village, Temon, Kulon Progo.
MAPPING OF POTENCY OF AGROINDUSTRY IN JATIREJO VILLAGE, LENDAH, KULON PROGO AS A TYPICAL PRODUCT TO SUPPORT VILLAGE DEVELOPMENT Ratih Hardiyanti; Anjar Kistia Purwaditya; Sri Wijanarti; Wildan Fajar Bachtiar; Anjar Ruspita Sari; Diklusari Isnarosi Norsita; Ika Restu Revulaningtyas; Satria Bhirawa Anoraga; Iman Sabarisman; Mohammad Affan Fajar Falah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): MAY
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51324

Abstract

In line with the government's program to strengthen tourism destinations in Indonesia, many tourism villages have been initiated, including Kulon Progo Regency. The needs of people to relieve fatigue by visiting tourist attractions, encourage the growth of tourist villages. The existence of a tourism village encourages the growth of typical souvenirs of the tourist village. Jatirejo is one of the villages in the Lendah sub-district, Kulon Progo, which is located at 7o93'22" south latitude and between 110o23'08" east longitude. Jatirejo has an area of 635.89 ha or 17.87% of the area of Lendah District (3,559.19 ha). The location of Jatirejo is close to access pathway of NYIA Airport, so it has great potential to become one of the tourism destinations. It is necessary to develop a tourist village by recognizing the agroindustry product potency owned by Jatirejo. This Community Service aimed to recognize and to document the agroindustry product potency of villages, as a first step in the development of local souvenirs and to support the development of Jatirejo Tourism Village. The method used was a field survey and plot the survey results on a map of Jatirejo Village using Corel Draw software. Based on the results of a survey of 5 hamlets in Jatirejo Village, the potential of processed foods that might be developed including emping melinjo, rice plates, catfish product, benguk/koro tempeh, coconut fiber broom, and also chicken cage.
PELATIHAN PENGOLAHAN KAKAO OLEH PRAKTISI INTERNASIONAL UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUK OLAHAN KAKAO DI KELOMPOK TANI DESA BANJAROYA, KALIBAWANG, KULON PROGO Ika Restu Revulaningtyas
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): MAY
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51357

Abstract

Kelompok tani Sumber Rejeki merupakan gabungan petani kakao dan menjadi ujung tombak Desa Kakao yang dikembangkan sejak tahun 2013. Kelompok tani ini akan menjadi mitra Pengabdian kepada Masyarakat Diploma Agroindustri selama tiga tahun ke depan. Sejauh ini, kelompok tani telah mampu memproduksi beberapa produk olahan kakao dengan menggunakan alat bantuan dari pemerintah. Produksi yang dilakukan masih berskala kecil dan bergantung pada sistem pre-order. Kendala yang dihadapi dalam menghadapi peluang pasar yang besar antara lain kelompok tani belum memiliki pengetahuan terhadap karakteristik produk yang diinginkan oleh pasar, belum menerapkan proses pengolahan produk olahan kakao yang baik sehingga produk tersebut belum dapat diterima oleh pasar, serta masih minimnya kemampuan untuk melakukan pengembangan produk. Dari permasalahan tersebut, Diploma Agroindustri mengadakan pelatihan mengenai proses pengolahan cokelat oleh praktisi internasional sehingga dapat meningkatkan mutu produk olahan cokelat yang telah dapat diproduksi oleh kelompok tani Sumber Rejeki. Proses pengolahan cokelat memiliki keunikan tersendiri, di mana pembuat cokelat harus bisa mengamati dan memahami karakteristik serta perubahan cokelat selama proses pengolahannya. Keahlian ini akan meningkat seiring dengan waktu dan pengalaman yang dilakukan. Program pendampingan proses pengolahan kakao oleh praktisi internasional mampu melatih dan membantu kelompok tani dalam mempelajari, mempraktikkan, dan mengembangkan pengolahan cokelat melalui seminar dan praktik
Prototipe Desain Ruang Produktif Kelompok Ibu Rumah Tangga Nelayan di Kampung Ujung Kassi Kelurahan Barombong Kota Makassar Andi Annisa Amalia
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): MAY
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.53415

Abstract

Masyarakat di Kampung Nelayan Ujung Kassi seringkali memanfaatkan bagian kolong rumahnya (siring) sebagai gudang, penyimpanan peralatan melaut, tempat istirahat, tempat jualan, tempat menidurkan anak serta aktivitas kelompok khususnya ibu rumah tangga nelayan. Karena beragamnya fungsi dan aktivitas yang dilakukan pada kolong rumah dengan luasan yang terbatas, maka dibuat prototype kolong rumah panggung yang dapat difungsikan sebagai ruang produktif bagi kelompok ibu rumah tangga nelayan. Metode yang digunakan adalah workshop dan Focus Group Discussion (FGD) dengan menggunakan pendekatan partisipatif desain.  Hasil kegiatan Pengabdian  ini adalah rancangan ruang produktif kolong rumah panggung, storage multifungsi, pelatihan membuat tanaman hias, dan aturan bersama dalam penggunaan ruang produktif nelayan. Rancangan  ruang ini berimplikasi pada terbentuknya fungsi baru pada bagian bawah rumah panggung nelayan untuk melakukan aktivitas yang lebih bernilai produktif secara ekonomi dan berpotensi menunjang perekonomian rumah tangga nelayan. Selain itu, dengan adanya prototype tersebut eksistensi nilai sosial pada kolong rumah panggung nelayan sebagai sebagai ruang komunal tetap dipertahankan
Pengenalan Metode Tanam SRI (System Rice of Intensification) dengan Teknologi untuk Peningkatan Produktifitas dan Ramah Lingkungan Bayu Dwi Apri Nugroho; Chusnul Arif; Nur Aini Iswati Hasana; Rizki Maftukhah; Fadila Suryandika; Umi Hapsari; Badi’atun Nihayah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.55636

Abstract

Pengembangan pertanian di lahan iklim kering dengan metode budidaya SRI (System of Rice Intensification) dengan teknologi sederhana dinilai efektif untuk dapat meningkatkan produktifitas lahan. Tujuan dari pengenalan metode tanam SRI dengan penerapan teknologi yaitu memberikan ilmu dan pengetahuan kepada petani terkait metode budidaya pertanian dengan menggunaakan teknologi dalam mengambil keputusan kepada petani dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta dapat mengaplikasikan pertanian yang ramah lingungan. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kambaniru dan Wukukalara, Kec. Kambera, Kab. Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur pada bulan Juli 2018-Juli 2019. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini (1) Potensi untuk scaling up dan replikasi dari kegiatan ini untuk merubah paradigma (membawa perubahan secara luas). Hal ini terkait dengan resiko budidaya pertanian terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini maupun di masa mendatang (2) Bentuk transfer pengetahuan dan teknologi kepada penerima manfaat (3) Terwujudnya keselarasan dengan kebijakan nasional dan provinsi (4) Tercapainya efektifitas dan efisiensi (kelayakan ekonomi dan kewajaran finansial, serta efektifitas kegiatan). Kegiatan demplot budidaya padi SRI mampu memberi percontohan kepada Kelompok Tani di Desa Kambaniru dan Desa Wukukalara tentang budidaya padi yang ramah lingkungan yang berupa penghematan air dan penurunan gas emisi rumah kaca, serta memiliki produktivitas yang cukup tinggi yaitu sebesar 6.25 ton/ha.
Pelatihan Bahasa Asing di SMKN 1 Temon Kulonprogo Yuni Wachid Asrori; Erlin Estiana Yuanti; Mery Kharismawati; Supriadianto Supriadianto; Nur Endah Nugraheni; Th. A. Rencidiptya G.F; Wahyu Kartika Wienanda; Rekno Irawati; Andri Hermawan
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51191

Abstract

This community service was conducted by considering Kulonprogo Regency’s development. Massive physical development in Kulonprogo Regency should be balanced with the human resources improvement. Foreign languages skill was chosen to be improved because Kulonprogo Regency’s community will be intensively interact with foreigners due to the existence of new airport (New Yogyakarta International Airport). Foreign languages training focused on the English, Korean and Japanese was given to the students of Vocational Senior High School in Temon (SMK N 1 Temon) which has specialty in marine and sailing. Teaching materials were prepared by conducting an interview with the teachers to find the need based on the curricullum competency. Based on the findings, community service team composed and compiled teaching materials. The team also delivered the materials through classroom teaching in several classes of SMK N 1 Temon. Through this program, foreign languages training on English, Korean and Japanese has been optimally received by SMK N 1 Temon students. 
Masterplan Pengembangan Desa Wisata Gerbosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Latri Wihastuti; Rina Oktavia
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51204

Abstract

Tourism development has become an option in many areas as a way to reduce poverty. One of the resources developed as a source of income is natural and cultural resources which are exploited as tourist objects and attractions. Tourism can be developed to improve the economy that is directly towards the community around attractions. Gerbosari Village is one of the leading villages in Samigaluh Subdistrict, Kulonprogo Regency which has a special tourism potential for use by tourist villages. The potential given by Gerbosari Village is a chrysanthemum plant whose data grows well, ponders beautiful nature, and harmonious community culture. The Village Government and Gerbosari Residents have a strong commitment to managing the potential of the village and creating innovations to enhance development through local tourism development. To realize the developed tourist village and provide direction to the welfare needed by the Gerbosari Tourism Village development masterplan. Based on the results of the preparation of the Gerbosari Tourism Village Development Masterplan, several Tourism Village objects that will be developed in the next 5 years include chrysanthemum agro-tourism areas, educational tours for the use of home yards, Camping ground and tracking of Jongkang Mountain, and the peak Cultural Tourism of Suroloyo.
Optimalisasi Pemanfaatan Ruang pada Hutan Rakyat untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata Puncak Suroloyo, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta Singgih Utomo; Silvi Nur Oktalina; Wiyono Wiyono; Rochmad Hidayat; Puji Lestari; Ridla Arifriana; Dania Sintia
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.51257

Abstract

The tourist visits to Suroloyo has increased due to the improvement of accessibility, supporting facilities, and information technology. However, the community forest surrounding Suroloyo is less optimum to support the tourism sector. Coffee as a new icon of Suroloyo could not fulfill the market demand yet, because the forest land resources are less managed. Hence, this community service activity aimed to: (1) identify the structure and composition of the community forest; (2) increasing the understanding of farmers on the optimization of land resource management; and (3) increasing the skill of farmers on coffee cultivation. The number of 35 members of the coffee farmer group in Keceme Village owned 0,35 ha of land on average. Albizia (Falcataria mollucana), saman (Meisopsis eminii) and mahogany (Swietenia macrophylla) dominate the forest stand, by the mean canopy cover of 53% (optimum cover for coffee is 40-60%). The on-farm training for the farmers and interactive discussion with an invited expert on coffee cultivation was held. In addition, the superior coffee seed from the Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute are shared to the farmers with expectations of increasing productivity. The motivation and ability of the farmers on coffee cultivation in order to support the agritourism in Suroloyo were increased.