cover
Contact Name
Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M
Contact Email
dewamangku.undiksha@gmail.com
Phone
+6282242137685
Journal Mail Official
dewamangku.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Ganesha Civic Education Journal (GANCEJ) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Jalan Udayana No. 11 Singaraja - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GANESHA CIVIC EDUCATION JOURNAL
ISSN : 27147967     EISSN : 27228304     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Ganesha Civic Education Journal jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran . Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 2 kali setahun.
Articles 212 Documents
Perkawinan Semarga Dalam Klan Sembiring Pada Masyarakat Karo Di Desa Sampun Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara Siswanto Bukit; I Nengah Suastika; Dewa Bagus Sanjaya
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1305

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1).Untuk mengetahui apa dasar filosofi perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo diperbolehkan, (2).Untuk mengetahui bagaimana prosesi pelaksanaan perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo dilakukan, (3). Untuk mengetahui sarana prasarana yang dilakukan dalam perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo dilakukan, (4). Untuk mengetahui apa faktor penyebab masyrakat klan Sembiring menolak perkawinan semarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wanwancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Subjek penelitian ditentukan dengan tehnik Purposive Sampling, yang menjadi subjek penelitian adalah ; tetua adat dan masyarakat klan sembiring. Hasil Penelitian: (1). Perkawinan semarga dalam klan sembiring tidak boleh dilakukan tetapi ada yang diperbolehkan (2). Pelaksanaan perkawinan klan sembiring diawali dengan perkenalan keluarga pihak pria (si empo) ke pihak wanita (si nereh), (3). Perkawinan semarga klan Sembiring dilakukan di Los (aula) yaitu tempat berkumpulnya masyrakat desa, (4). Klan Sembiring menolak perkawinan semarga karena memiliki latar belakang/garis keturunan yang sama.
Kawin Tungku Adat Manggarai Menurut Pandangan Gereja Katolik ( Studi Kasus Di Paroki Kristus Raja Pagal, Kec Cibal, Kab Manggarai) Maria M Dimun; Sukadi; I Nyoman Natajaya
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Kawin Tungku dalam budaya Masyarakat Manggarai di Paroki Kristus Raja Pagal, untuk mengetahui mengapa Masyarakat Manggarai masih ada yang Kawin Tungku dan untuk mengetahui proses Gereja Katolik memahami dan menyikapi Kawin Tungku. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Kawin tungku budaya masyarakat manggarai yang ada sejak dahalu, budaya kawin tungku ini adalah pernikahan yang terjadi antara anak dari saudara kandung maupun saudara jauh. Tujuan dari kawin tungku pada masyarakat Manggarai adalah memperat hubungan keluarga agar tidak putus. Dari penelitian tersebut Adapun hasil penelitian yang ditemukan adalah proses kawin tungku pada masyarakat manggarai di paroki kristus raja pagal itu melalui 2 tahap inti, pra pemingan dan peminagan. Pandangan gereja dalam memahami dan menyikapi budaya kawin tungku, didalam aturan gereja katolik melarang adanya perkawinan sedarah dan gereja memberikan dispensasi bagi pasangan yang melaksanakn perkawinan tungku ini. Alasan dasar masyarakat melaksanakan kawin tungku atas keinginan dari diri sendiri tanpa adanya paksaan dari kedua orangtua mereka. Nilai-nilai yang terkandung dalam perkawinan tungku ialah nilai kekerabatan.
Peran Orang Tua Siswa Terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Mata Pelajaran Ppkn Selama Pembelajaran Daring Kepada Siswa Di Kelas Xii Mipa 6, Sma N 2 Amlapura Putu Ayu Nadya Mahaswari; I Made Yudana; I Wayan Kertih
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua siswa terhadap internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kepada siswa selama pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriftif kualitatif yaitu penelitian lapangan yang bersifat deskriptif analitik. Dalam penelitian ini subjek dalam penelitian ini adalah orang tua siswa serta siswa kelas XII Mipa 6, SMA Negeri 2 Amlapura yang berjumlah sebanyak 31 orang. Data dikumpulkan dengan memberikan kuisioner dan melakukan observasi dan wawancara kepada orang tua siswa dengan menggunakan teknik snowball sampling , yaitu mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar dalam penentuan sampel, serta dengan melakukan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran orang tua terhadap internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter selama pembelajaran daring belum berjalan efektif, nilai-nilai internalisasi yang diberikan kepada anak tidak terintenalisasikan dengan cukup baik, ini disebabkan karena orang tua siswa belum melakukan pendekatan yang maksimal dengan anaknya, dan terbatasnya waktu orang tua dalam mendampingi anaknya sehingga proses internalisasi tidak berjalan dengan maksimal.
Strategi Guru Dalam Pembentukan Karakter Religus Dan Toleransi Pada Siswa Kelas X Ips Sma Negeri 2 Cibal (Studi Kasus Di Sma Negeri 2 Cibal Kec. Cibal Barat Kab. Manggarai) Saverinus Darmin; Dewa Bagus Sanjaya; I Wayan Landrawan
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam pembentukan karakter religius dan toleransi pada siswa SMA Negeri 2 Cibal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian adalah kepala sekolah, kesiswaan, guru agama, guru PPKn dan siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Cibal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang di dapatkan selanjutnya analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Strategi guru dalan membentuk karakter religis dan toleransi siswa di SMA Negeri 2 Cibal melalui Kegiatan pembuka pembelajaran, Kegiatan inti oleh guru, dan kegiatan penutup. (2). Upaya guru dalam membentuk karakter religius dan toleransi pada siswa di SMA Negeri 2 Cibal. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan, adanya kerja sama antara orang tua murid. (3). Faktor penghambat dan pendudkung guru dalam mempengaruhi religius dan toleransi. faktor penghambat, yaitu pergaulan siswa, kurangnya pengawasan dari orang tua, Faktor pendukung adanya fasilitas ibadah, fasilitas dalam kegiatan ekstrakurikuler, adanya kekompakan guru dalam membimbing, memotovasi, dan mengarahkan.
Pelaksanaan Tradisi Perang Tipat Bantal Ditinjau Dari Perspektif Hukum Adat Nilai Sosial Budaya Dan Religius Di Desa Adat Kapal Kabupaten Badung Ni Putu Melsa Putri Aryani; I Wayan Lasmawan; I Nengah Suastika
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengkaji filosofi tradisi Perang Tipat Bantal. 2) Mengkaji Prosesi dan Sarana Prasarana Tradisi Perang Tipat Bantal. 3) Mengkaji Nilai Eduktaif Tradisi Perang Tipat Bantal. 4) Mengkaji Perspektif Hukum Adat, Nilai Sosial Budaya dan Religius Tradisi Perang Tipat Bantal. Adapun informan yang dijadikan sumber informasi diantaranya adalah Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Masyarakat yang mengetahui perihal Tradisi Perang Tipat Bantal. Data berupa hasil wawancara, observasi, dan kepustakaan dianalisis menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) filosofi tradisi perang tipat bantal terdapat dalam lontar Tabuh Rah Penganggon. 2) sarana tradisi perang tipat bantal seperti pejati, prayascita biukaonan, pengulapan, ayaban tumpeng 7, Tipat Bantal. Sedangkan Prasarananya di depan Bale Agung dan di Jaba Pura Desa. Prosesinya diawali dengan pemangku melakukan matur piuning, dilanjutkan sembahyang bersama, kemudian tradisi perang tipat bantal dimulai. 3) tradisi perang tipat bantal mengandung nilai edukatif seperti nilai religius, nilai gotong royong, nilai demokrasi, nilai toleransi, nilai tanggung jawab, nilai peduli sosial. 4) perspektif hukum adat tradisi ini tidak diatur dalam awig – awig, perspektif nilai sosial budaya tradisi ini dilakukan secara bersama berpegang pada dresta yakni tradisi yang sudah diterima secara turun temurun, perspektif religius tradisi ini dilakukan sebagai bentuk keyakinan masyarakat terhadap adanya Tuhan.
Pelaksanaan Adat Belis Dalam Sistem Perkawinan Masyarakat Di Kelurahan Pa’u Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Salsha U M Ogos; I Wayan Landrawan; Sukadi
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1310

Abstract

Tujuan0Penelitian0iniOadalah;(1)untukOmengetahuiOdanOmemahamiOpelaksanaan adat Belis dalam sistem perkawinan masyarakat di Kelurahan Pa’u, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai (2) untuk mengetahui dan memahami makna pelaksanaan adat Belis bagi kehidupan wanita di Kelurahan Pa’u, Kecamatan Langke Rembong, PenelitianOiniOmerupakanOpenelitiandeskriptifOkualitatif,OteknikOpengumpulanOdataOyangOdigunakanOyaitu; wawancara, observasi,OdanOpencatatan dokumen. Subjek penelitian ditentukan dengan tehnik purposive sampling, dan yang menjadi0subjekOpenelitianOadalah ; tetua adat, masyarakatOdan wanita di kelurahan Pau. HasilOpenelitianOini adalah; (1) setelahOproses penyerahan belis melalui 6 tahapan dan disahkan oleh Gereja maka perkawinan menjadi sah ); (2) makna Belis bagi kehidupan wanita yang ada di Kelurahan Pa‟u , Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai adalah merupakan ikatan yang menjalin kekerabatan, bentuk penghargaan terhadap berbagai pihak baik pihak pemberi belis maupun pihak penerima, perwujudan sikap saling tolong menolong dan upaya untuk melindungi kaum perempuan.)
Tradisi Mekotek Sebagai Strategi Pemertahanan Budaya Lokal Di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Pande Ni Luh Putu Ayu Riantini; I Wayan Lasmawan; I Nengah Suastika
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1311

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengkaji bagaimana filosofi Tradisi Mekotekan di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, (2) Mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalam Tradisi Mekotekan di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, (3) Mengkaji cara mempertahankan dan melestarikan Tradisi Mekotekan di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif dengan langkah selanjutnya: (1) menentukan lokasi survei, (2) menentukan informan, (3) pengumpulan data observasi (pengamatan), wawancara, studi dokumentasi, (4) analisis data. Penelitian ini membuat temuan yaitu : (1) filosofi Tradisi Mekotekan pada Desa Adat Munggu dari tradisi turun temurun yg dianggap bisa menolak bala, (2) nilai-nilai yg terkandung pada Tradisi Mekotekan ini diantaranya (a) Nilai Religius, (b) Nilai Gotong Royong, (c) Nilai Demokrasi, (d) Nilai Toleransi, (e) Nilai Peduli Sosial, (3) Upaya Pemertahanan Serta Pelestarian Tradisi Mekotek, Selaku Kepala Desa Adat Munggu yang masih aktif, Kepala desa melakukan berbagai upaya untuk mendukung Tradisi Mekotekan. Hal pertama yang dilakukan yaitu, setiap 6 bulan sekali, Tradisi ini diwajibkan untuk dilaksanakan guna menjaga serta melestarikan tradisi tersebut agar dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi selanjutnya. Tidak lupa juga menyediakan fasilitas berupa kayu pulet yang nantinya digunakan pada acara Mekotekan.
Urgensi Pendidikan Anti Korupsi Pada Generasi Muda Sebagai Agent Of Change Dalam Menumbuhkan Budaya Anti Korupsi Di Indonesia I Komang Adi Saputra
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1792

Abstract

Corruption is a big problem that must be faced by Indonesia in moving towards a country that is clean from corruption. Corruption has become a common thing in a country when viewed from corruption cases or crimes that occur in Indonesia which often occur and can be said to be broken and lost and then grow and develop and change without end. The role of the community, especially the younger generation in a country or government, where the key is the attitude and mentality of the community, in this case the younger generation as pioneers to fight corruption practices in the course of a government in a country, is the determinant of steps in managing government that is free from corruption. corruption. Then by cultivating and forming an anti-corruption character and mentality among the younger generation who will be able to emphasize anti-corruption values ​​which can become a prevention of criminal acts of corruption in Indonesia. Furthermore, the younger generation has the potential and role as an agent of change in the progress of a nation. Through anti-corruption education, it can later foster an anti-corruption culture and be able to increase legal awareness of the younger generation. It is also very important to instill legal values ​​in the younger generation.
Pencegahan Bahaya Korupsi Di Indonesia Melalui Pendidikan Anti Korupsi Ni Komang Ayu Riska Pebrila
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1793

Abstract

Corruption is a problem that is still being faced today and has become a chronic problem. There fore it is important to know the importance of anti-corruption education. Anti-corruption education is a pillar which is one of the efforts in eradicating corruption in Indonesia which still prioritizes the role of the community to fight acts of corruption, namely by carrying out supervision, supervision carried out by the community will help the government in succeeding in eradicating corruption. Hence the importance of anti-corruption education because it is known that community participation is very helpful in eradicating corruption. Implementing anti-corruption education, by implementing education it is hoped that students will know more about the dangers of corruption for the survival of the Indonesian people. In the efforts made, it is hoped that the goals of the Indonesian state will be realized, namely the achievement of a just and prosperous society.
Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Melalui Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi Ni Nyoman Rini Permatasari
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1795

Abstract

Today the crime of corruption is starting to run rampant, corruption is now not only in the scope of government but also penetrates the world of education. Corrupt behavior that continues to accumulate in society will have an impact on the younger generation. The younger generation is the next generation of the nation who will continue the life of government. If this corrupt behavior grows in the younger generation, this act of corruption will not be interrupted and will continue to grow so that it will destroy the Indonesian nation itself. One of the implementation of corruption prevention efforts is through anti-corruption education in universities. The learning process in anti-corruption education is to strengthen students' deepening of anti-corruption education so that students are taught to behave critically in situations of acting or behaving according to anti-corruption values. As well as the importance of the role of tertiary institutions as a place to carry out efforts to prevent and eradicate corruption. In writing this article, the author uses a qualitative approach with the library study method, in which the sources are used as a study in describing efforts to eradicate and prevent acts of corruption through anti-corruption education from various studies that are used as comparisons, namely references to articles, journals, books, and media. -print and electronic media as well as sources of other research studies.