cover
Contact Name
Junaidin
Contact Email
junaidinfarm03@gmail.com
Phone
+6282119895060
Journal Mail Official
lppmstfm01@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Jl. KH Syekh Nawawi km.4 No.13 Tigaraksa – Kabupaten Tangerang Telp./Fax. (021) 2986 7307
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Farmagazine
ISSN : 23024933     EISSN : 26218216     DOI : 10.47653
Core Subject : Health, Science,
Jurnal (Farmagazine) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian ilmu-ilmu farmasi yang meliputi: farmasi maritim, farmasi bahan alam, formulasi, kimia farmasi, rumah sakit dan komunitas, farmakologi, dan bioteknologi farmasi.
Articles 148 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIPLATELET PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2019 Sefi Megawati; Reni Rahmawati; Nuriyatul Fhatonah
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i1.531

Abstract

Stroke merupakan suatu kondisi emergensi terjadinya defisit neurologis fokal maupun global yang disebabkan adanya gangguan pembuluh darah otak, baik berupa penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang lebih dari 24 jam. Antiplatelet merupakan salah satu terapi yang digunakan untuk penderita stroke iskemik yang bekerja dengan cara menghambat agregasi trombosit.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat antiplatelet dan mengevaluasi penggunaan obat antiplatelet pada pasien stroke iskemik yang ditinjau dari parameter tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi dan tepat dosis. Peneltian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang tahun 2019 dan merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan sampel sebanyak 78 pasien dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian evaluasi penggunaan antiplatelet kombinasi (aspilet dan klopidogrel) 65,38%, terapi tunggal aspilet 30,76% dan terapi tunggal klopidogrel 3,84%. Evaluasi tepat pasien tepat pasien 96,15%, tepat obat 96,15%, tepat indikasi 100% dan tepat dosis 100%. Kesimpulan penelitian ini penggunaan antiplatelet yang paling banyak digunakan adalah kombinasi aspilet dengan klopidogrel. Penggunaan antiplatelet belum memenuhi kriteria tepat obat dan tepat pasien.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) DENGAN METODE DPPH (1,1Diphenyl-2-picrylhydrazyl) Diana Sylvia1*; Galang Bahari2,; Endang Sunariyanti3
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i1.88

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas senyawa fenol dari Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst). Berdasarkan literatur dan pengalaman secara empiris, umbi gadung dapat digunakan sebagai obat tradisional. Pengujian aktivitas antioksidan dengan penentuan nilai IC50 diharapkan dapat menjadi informasi tentang kekuatan aktivitas antioksidan dengan memanfaatkan umbi gadung. Ekstrak umbi gadung diekstraksi secara maserasi langsung dengan etanol 96% sehingga diperoleh ekstrak etanol umbi gadung. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol umbi gadung ini dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dengaan vitamin C sebagai kontrol positif. Metabolit sekunder yang terdapat pada umbi gadung adalah flavonoid, alkaloid, fenol, tannin, saponin, steroid, terpenoid, dan glikosida. Hasil perhitungan nilai IC50 umbi gadung adalah sebesar 52,196 ppm, sedangkan nilai IC50 vitamin C adalah sebesar 6,305 ppm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak umbi gadung memiliki tingkat kekuatan antioksidan yang kuat. Kata kunci: Umbi gadung, antioksidan, DPPH, IC50.
PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.)Swatz). Meta Safitri S.Farm, M.Farm Apt; Mohammad Zakky S.Si, M.Farm, Apt; Ery Erawati
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i2.25

Abstract

Sirih merah merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih merah sebagai antiinflamasi. Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap jejas. Pengobatan inflamasi yang banyak digunakan masyarakat adalah Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS) sebagai terapi antiinflamasi, namun memiliki efek samping berupa perdarahan pada saluran cerna. Penelitian uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode edema buatan pada telapak kaki tikus dengan menggunakan karagenan 1% sebagai zat pembuat udem. Uji efek antiinflamasi menggunakan tikus putih jantan galur Sprague-dawley sebanyak 24 ekor tikus terbagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol normal (Na-CMC), kelompok kontrol positif (Na diklofenak), kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan ekstrak dengan variasi dosis 10mg/200gBB, 20mg/200gBB dan 30mg/200gBB yang diberikan secara per oral. Pengukuran volume udem kaki tikus diukur menggunakan alat pletismometer, dilakukan setiap 1 jam selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah memberikan efek antiinflamasi pada tikus putih jantan yang diinjeksi karagenan 1%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara setiap kelompok perlakuan dengan kontrol normal. Pada dosis ekstrak 10mg/200gBB, 20mg/200gBB dan 30mg/200gBB menunjukkan tidak ada perbedaan secara bermakna dengan kontrol positif pada taraf uji 0,05. Kata kunci : sirih merah, antiinflamasi, udem
STUDI MOLECULAR DOCKING SENYAWA FLAVONOID HERBA KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus B.) PADA RESEPTOR α-GLUKOSIDASE SEBAGAI ANTIDIABETES TIPE 2 Indah Wulan Sari; Junaidin Junaidin; Dina Pratiwi
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.194

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit dimana kadar gula (glukosa) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara efektif. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus B.) mempunyai khasiat sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa turunan flavonoid pada herba kumis kucing berpotensi sebagai obat antidiabetes-tipe 2 melalui mekanisme penghambatan α-glucosidase. Jenis penelitian ini adalah in silico menggunakan metode molecular docking. Proses docking dilakukan menggunakan Autodock Vina. Simulasi molecular docking dilakukan untuk menguji potensi senyawa flavonoid yang terkandung dalam kumis kucing sebagai kandidat obat antidiabetes sebagai inhibitor alami enzim α-glukosidase melalui parameter nilai energi bebas Gibbs, konstanta inhibisi, ikatan hidrogen dan residu asam amino. Hasil simulasi menunjukan senyawa flavonoid yang memiliki nilai energi bebas Gibbs terbaik yaitu 5,6,7,3’-tetrametoksi-4’hidroksi-8-C-prenylflavon sebesar -8.2 Kkal/mol sedangkan nilai energi bebas Gibbs acarbose adalah -8.7 Kkal/mol. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa senyawa flavonoid pada kumis kucing belum berpotensi untuk dijadikan sebagai kandidat obat antidiabetes-tipe 2 dalam menggantikan akarbose melalui mekanisme penghambatan α-glucosidase.
UJI AKTIVITAS TONIKUM INFUSA BUAH KAPOLAGA (Amomum cardamomum) PADA MENCIT (Mus musculus) Gina Septiani Agustien; Susanti Susanti
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.152

Abstract

Kebutuhan suplemen penambah stamina atau tonikum bisa didapatkan dari mengkonsumsi tanaman herbal. Pemanfaatan tanaman herbal untuk tonikum mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan senyawa sintetik. Buah kapolaga (Amomum cardamomum) adalah tanaman perdu banyak terdapat di wilayah Indonesia, masyarakat biasanya menggunakan kapolaga untuk bumbu masakan. Buah kapolaga memiliki potensi besar dalam bidang farmasi, yaitu adanya senyawa flavonoid yang bermanfaat sebagai tonikum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mengetahui efek tonikum pada mencit dan menentukan pada konsentrasi berapa dapat memberikan efek tonikum yang optimum. Uji efek tonikum dilakukan menggunakan uji renang kemudian dilihat waktu pada petahanan berenang mencit. Metode uji renang yang digunakan adalah natatory exhaustion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infusa buah kapolaga pada dosis 2,5 g/kgBB, 5,0 g/kgBB dan 10 g/kgBB pada metode ketahanan berenang menunjukkan efek tonikum pada mencit (Mus musculus). Infusa buah kapolaga pada konsentrasi 10 g/kgBB menunjukkan efek tonikum yang paling baik pada mencit, tetapi efeknya masih lebih kecil daripada pemberian kafein sebagai pembanding. Kata Kunci: Buah Kapolaga, Infusa, Mencit, Tonikum
UJI METABOLIT SEKUNDER AIR PERASAN KULIT BUAH NAGA DAGING PUTIH ( Hylocereus undatus )SERTA PROFIL KROMATOGRAMNYA Abdul Aziz Setiawan; Fajrin Noviyanto2
Jurnal Farmagazine Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v2i1.11

Abstract

Kromatografi Lapis Tipis (KLT) adalah sub bagian dari sub kromatografi cair, dimana fase geraknya cair dan fase diamnya berupa lapis tipis pada permukaan lempeng yang rata. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam air perasan kulit buah naga dan untuk mengetahui nilai Rf yang terdapat dalam air perasan kulit buah naga. Analisis KLT menggunakan fase diam silika gel F254 dan fase gerak yang digunakan untuk uji tanin methanol: aquadest (32,3 : 1 v/v), uji saponin kloroform : metanol (19:1 v/v),dan uji flavonoid methanol : aquadest (13,5:10 v/v). Hasil dari penelitian menujukkan bahwa air perasan kulit buah naga mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid dan saponin. Nilai Rf sampel untuk flavonoid yaitu 0,85 dan saponin 0,8375. Kata kunci :Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Kulit buah naga (Hylocereus undatus)
TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP SISTEM PELAYANAN FARMASI DI APOTEK KIMIA FARMA 274 PAMEKASAN Achmad Faruk Alrosyidi; Fauzan Humaidi; Iffah Wulandari Aprilia
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.155

Abstract

Apotek harus berpedoman pada standar pelayanan yang berlaku dalam melaksanakan praktek pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian mengalami perubahan yang semula hanya berfokus pada pengolahan obat (drug oriented) menjadi pelayanan yang komprehensif (pharmaceutical care) yaitu pelayanan yang langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap sistem pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma 274 Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan kuisioner dengan skala Likert. Hasil dari penelitian yang dilakukan kepada 100 responden menunjukkan bahwa pelanggan apotek kimia farma 274 Pamekasan merasa sangat puas terhadap lokasi dan tata ruang apotek, ketersediaan perbekalan farmasi, waktu pelayanan, dan sikap tenaga kefarmasian dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap apotek agar dapat meningkatkan pelayanan kefarmasian dimasa yang akan datang dan pemacu sarana pelayanan kefarmasian yang lain untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang lebih baik lagi kepada pelanggan. Kata Kunci: Apotek, Kimia Farma 274 Pamekasan, Kepuasan Pelanggan, Pelayanan Kefarmasian
Penetapan Kadar Oktil Metoksisinamat Dan Avobenson Pada Sediaan Gel Tabir Surya Dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Purwaniati ,; Pipit Novita; Winasih Rachmawati
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i2.136

Abstract

Radiasi ultraviolet (UV) masih merupakan penyebab utama terjadinya kanker kulit, sehingga dipasaran banyak beredar sediaan krim atau gel yang berisi UV-filter. Oktil-metoksisinamat dan avobenzon adalah contoh zat aktif UV-filter. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Kosmetik konsentrasi maksimum oktil metoksisinamat yang diizinkan sebagai sediaan kosmetik tabir surya adalah 10% dan untuk avobenzon sebesar 3%. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar oktil metoksisinamat dan avobenzon dalam sedian gel tabir surya yang beredar di Kota Bandung dan menilai apakah sediaan tersebut memenuhi persyaratan tersebut diatas atau tidak. Penetapan kadar ini dilakukan dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Hasil penelitian menunjukan persamaan regresi linier oktil metoksisinamat y = 1634,7x + 8500,8 dengan R² = 0,9962; dengan nilai BD dan BK, 0,694 bpj dan 2,314 bpj. Persamaan linier untuk avobenzon yaitu y = 4329,9x +9268,5 dengan R2 = 0,9912, dengan nilai BD dan BK, 1,058 bpj dan 3,527 bpj. Validasi metode analisis dengan sampel simulasi meliputi akurasi menunjukkan persen perolehan kembali untuk konsentrasi sampel simulasi 80%; 100% dan 120% masing-masing adalah 102,011%; 112,368%; 108,490% untuk oktil metoksisinamat dan 81,722%; 98,01%; 117,8% untuk avobenzon. Presisi menunjukan keterulangan hasil pengukuran, untuk oktil metoksisinamat dan avobenson diperoleh nilai %RSD sebesar 1,641% dan 1,946%. Berdasarkan data penetapan kadar, maka ketiga sampel gel yang diteliti mengandung oktil metoksisinamat dan avobenzon dalam batas aman. Kata Kunci: Oktil metoksisinamat, avobenzon, tabir surya, UV-filter
ANALISIS KADAR BESI (Fe) DAN TIMBAL (Pb) DALAM PANGAN ORGANIK DARI KABUPATEN BANDUNG Emma Emawati1; Wendi Andriatna2; Siti Syarofah
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i2.80

Abstract

Salah satu permasalahan dalam sistem pertanian organik adalah penggunaan air dari alam maupun jaringan irigasi teknis yang seadanya dan sering terkontaminasi oleh polutan. Mengonsumsi pangan organik sangat baik bagi tubuh manusia, lebih aman dan dari segi organoleptik lebih baik. Unsur mikro merupakan unsur yang diperlukan tubuh manusia dalam jumlah sedikit dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Zat besi merupakan komponen mikroelemen esensial di dalam tubuh yang diperlukan dalam pembentukan darah, terutama dalam sintesis hemoglobin.Penelitian mengenai analisis kadar Fe dan Pb dalam pangan organik yaitu beras dan sayuran dilakukan dengan metode spektrofotometri serapan atom.Kandungan Pb sebesar 0,039µg/gram dalam wortel, 0,037µg/gram dalam casim dan 0,078 mg/gram dalam brokoli. Kadar Fe sebesar 6,04µg/gram dalam wortel, 8,23 mg/gram dalam casim dan 8,11 µg/gram dalam brokoli. Hasil analisis kandungan Pb dalam semua sampel memiliki kadar melebihi persyaratan yang diperbolehkan untuk sayuran yaitu 2 µg/gram. Kadar Fe dalam sampel tidak mencukupi angka kecukupan zat besi untuk tubuh. Kata Kunci: Beras organik, sayuran organik, spektrofotometri serapan atom
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN PEWARNA PIPI DALAM BENTUK PADAT DARI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) Meta Safitri; Siti Halimatusa’diah; Mohammad Zaky
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i3.112

Abstract

Bakteri penghasil antibiotik golongan beta laktam telah lama diteliti. Sejalan dengan waktu, resistensi terhadap antibiotik golongan beta laktam saat ini banyak terjadi. Resistensi tersebut dapat diakibatkan karena salah satunya adalah tidak konsisten untuk menghabiskan antibiotik sehingga bakteri mampu menghasilkan enzim β-laktamase. Resistensi ini dapat dikurangi dengan menggunakan inhibitor terhadap aktivitis enzim β-laktamase. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri yang memproduksi inhibitor antibiotik β lactamase dari bahan baku tahu sumedang. Bakteri terpilih dilakukan uji dengan metode “direct antagonism”. Sampel diambil dari pabrik tahu dari daerah Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Dari proses isolasi didapat beberapa isolat tunggal yang berpotensi menghasilkan inhibitor beta laktamase. Isolat tersebut di uji daya hambat terhadap bakteri target golongan β-laktamase. Isolat yang menghasilkan zona bening ketika uji merupakan isolat dengan potensi. Didapat 1 bakteri kandidat yang memiliki potensi untuk menghasilkan inhibitor beta laktamase. Identifikasi dilakukan dengan metode API test dan didapat bakteri tersebut adalah Bacillus licheniformis. Kata kunci: bakteri antibiotik, beta laktamase, inhibitor beta laktamase

Page 2 of 15 | Total Record : 148