cover
Contact Name
Junaidin
Contact Email
junaidinfarm03@gmail.com
Phone
+6282119895060
Journal Mail Official
lppmstfm01@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Jl. KH Syekh Nawawi km.4 No.13 Tigaraksa – Kabupaten Tangerang Telp./Fax. (021) 2986 7307
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Farmagazine
ISSN : 23024933     EISSN : 26218216     DOI : 10.47653
Core Subject : Health, Science,
Jurnal (Farmagazine) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian ilmu-ilmu farmasi yang meliputi: farmasi maritim, farmasi bahan alam, formulasi, kimia farmasi, rumah sakit dan komunitas, farmakologi, dan bioteknologi farmasi.
Articles 148 Documents
PENETAPAN POTENSI TABIR SURYA KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus L.) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS RR. Asih Juanita; Debby Juliadi
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.154

Abstract

Paparan sinar matahari berlebih menyebabkan masalah kulit kemerahan, peradangan, bahkan kanker kulit. Cara melindungi kulit dari sinar matahari yaitu menggunakan tabir surya. Daun ceremai (Phyllanthus acidus L.) mengandung flavonoid dan tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai tabir surya. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi tabir surya sediaan krim ekstrak etanol daun ceremai (Phyllanthus acidus L.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Potensi tabir surya ditentukan berdasarkan nilai persen transmisi eritema (%Te), persen transmisi pigmentasi (%Tp) dan nilai SPF. Dari penelitian, diperoleh potensi tabir surya berdasarkan %Te konsentrasi 250 ppm dan 300 ppm termasuk kategori regular suntan. Berdasarkan nilai %Tp pada konsentrasi 100 ppm hingga 300 ppm memberikan perlindungan total terhadap paparan sinar UV-A. Berdasarkan nilai SPF, krim pada konsentrasi 100 ppm dan 150 ppm termasuk kategori proteksi minimal (SPF 2,597 dan 3,624), konsentrasi 200 ppm proteksi sedang (SPF 5,129), konsentrasi 250 ppm proteksi ekstra (SPF 7,201), dan konsentrasi 300 ppm proteksi maksimal (SPF 10,225). Kata Kunci: Daun Ceremai, Flavonoid, Tanin, Potensi Tabir Surya
Sistematik Review: Efektivitas Kombinasi Atau Tunggal Acetaminophen Versus Ibuprofen Sebagai Antipiretik Pada Demam Anak Nuriyatul Fhatonah1
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i2.137

Abstract

Profesional kesehatan sering merekomendasikan rejimen pengobatan demam untuk anak-anak yang menggabungkan parasetamol dan ibuprofen atau maupun pemberian tunggal. Namun, ada ketidakpastian tentang apakah rejimen ini lebih baik daripada penggunaan agen tunggal, dan juga tentang profil efek samping dari rejimen kombinasi. Untuk mengetahui effektivitas dari kombinasi parasetamol dan ibuprofen dibandingkan dengan monoterapi untuk mengobati demam pada anak. Pada bulan februari 2018, melakukan pencarian penelitian dengan kata kunci [acetaminophen] versus [ibuprofen] versus [paracetamol and ibuprofen] [pediatrics] [febril] pada tahun 2005-2016 dengan menggunakan PUBMED.gov. penelitian dengan menggunakan metode RCT (randomization controller trial) dengan tema perbandingan effektifitas penggunaan paracetamol dan ibuprofen secara tunggal maupun secara kombinasi pada pasien demam anak. Dari hasil analisis menggunakan forest plot didapatkan perbedaan signifikan dalam menurunkan resiko peningkatan suhu antara terapi kombinasi paracetamol dengan ibuprofen dibandingkan dengan paracetamol tunggal pada jam ke empat dan keenam (RR 0,79, 95%CI , 0,64 sampai 0,97), kombinasi paracetamol dengan ibuprofen dibandingkan dengan ibuprofen tunggal didapatkan RR 0,88, 95% CI, 0,69 sampai 1,12. Sedangkan paracetamol tunggal dibandingkan dengan ibuprofen tunggal didapatkan hasil RR 1,32, 95% CI 1,09 sampai 1,60. Terapi Paracetamol kombinasi dengan ibuprofen lebih effektif dibandingkan dengan paracetamol tunggal maupun ibuprofen tunggal dalam menurunkan demam pada anak. Kata Kunci: Demam, antipiretik, Acetaminophen, Ibuprofen
STUDI IN SILICO SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK KACANG PANJANG (Vigna sinensisL.) SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT DENGAN RESEPTOR ANDROGEN Setyo Nur Arifin1; Dina Pratiwi2; Abdul Aziz Setiawan3
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i2.83

Abstract

Alopecia merupakan kerontokan rambut secara abnormal. Flavonoid adalah salah satu senyawa yang terdapat pada buah kacang panjang (Vigna Vinanasi L.) yang biasanya digunakan sebagai pengobatan alami oleh masyarakat. Buah kacang panjang mengandung beberapa turunan senyawa flavonoid yaitu Quercetin 3-O-lucosideQuercetin, 3-O-6-acetylglucoside, Quercetin 3-O-dilglucosidea,Quercetin 7-OglucosideaQuercetin, Kaempferol 3-O-glucoside, Myricetin 3-O-glucosidea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaski senyawa flavonoid dari ekstrak buah kacang panjang (Vigna Vinensis L.). Pada reseptor androgen dengan minoksidil sebagai obat pembanding dan testosteron sebagai ligan alami reseptor androgen. Jenis penelitian ini adalah in silico dengan menggunakan metode molecular docking. Proses docking dilakukanmenggunakan perangkat lunak Autodock 4.2.6. Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa quercertin memiliki energi bebas ikatan terendah dibanding senyawa turunan flavonoid lainnya. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai quercertin(-8.44 kkal/mol) lebih rendah dibanding minoksidil (-2.83 kkal/mol) akan tetapi tidak lebih rendah dari testosteron (-10.96 kkal/mol). Kata kunci: alopecia, flavonoid, molecular docking, Autodock.4.2.6.
COST EFFECTIVENESS ANALYSIS PENGGUNAAN OBAT ARV KOMBINASI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIV - AIDS DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RS. dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR Euis Pujasari Hardjadipura; Delina Hasan; Erwanto Budi Winulyo
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i3.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas obat dan efisiensi biaya terapi obat kombinasi ARV lini pertama. Desain penelitian menggunakancross-sectional untuk mengetahui Cost Effectiveness Analysisdari 2 kombinasi ARV, yaitu kombinasi A (Zidovudin + Lamivudin + Nevirapin), dan kombinasi B (Tenofovir + Lamivudin + Efavirenz).Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medis dan kartu obat pasien yang memulai pengobatan ARV pada periode bulan Januari 2016 hingga Juni 2017, dilanjutkan dengan observasi secara prospektif pada bulan Mei-Oktober 2017. Sejumlah 180 pasien aktif berobat rawat jalan pada poliklinik rawat jalan RS. dr. H Marzoeki Mahdi Bogor dan 60 yang memenuhi kriteria inklusi digunakan sebagai subjek penelitian.Efektivitaspengobatan menggunakan parameter kenaikan CD4 dan penurunan jumlah infeksi oportunistik. Pengobatan dikatakan efektif apabila CD4 terkendali yaitu pasien yang memulai terapi dengan nilai CD4≤ 200 akan meningkat nilai CD4 nya menjadi > 200 dan yang memulai terapi dengan nilai CD4 ≤ 350 akan meningkat nilai CD4>350 setelah satu tahun pemberian ARV. Berdasarkan infeksi oportunistik, pengobatan dikatakan efektif jika jumlah infeksi oportunistik berkurang setelah pemberian ARV satu tahun. Berdasarkan CD4 terkendali, ARV kombinasi A (Zidovudin + Lamivudin + Nevirapin) paling cost effective dengan nilai unit cost Rp 24.413.824,-dari obat kombinasi B ( Tenofovir + Lamivudin + Efavirenz) dengan nilai Rp 33.773.298,- Berdasarkan penurunan jumlah IO, obat kombinasi A (Zidovudin + Lamivudin + Nevirapin) paling cost efektif dengan nilai unit cost Rp. 19.531.059,-dari obat kombinasi B (Tenofovir + Lamivudin + Efavirenz) dengan nilai Rp 21.330.504,-. Berdasarkan cost effectiveness analysis, kombinasi A (Zidovudin + Lamivudin + Nevirapin) paling berpengaruh baik dalam meningkatkan kualitas hidup pasien HIV-AIDS di Poliklinik Rawat Jalan RS .dr . H. Marzoeki Mahdi Bogor ditinjau dari 6 domain hasil modifikasi WHOQOL-HIV-BREF yaitu domain psikologis 88,3%, domain fisik 71,7%, domain hubungan sosial 61,7%, domain kemandirian 76,7%, domain lingkungan 86,7%, dan domain spiritual 91,7%, sedangkan ditinjau dari kualitas hidup secara umum memberikan kualitas hidup baik 70,0%. Kata kunci: HIV-AIDS, ARV, cost effectiveness Analysis, Unit cost, Kualitas hidup.
AKAR KUNING (Arcangelisia flava) SEBAGAI INHIBITOR EGFR : KAJIAN IN SILICO Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i1.1

Abstract

Akar kuning (Arcangelisa flava) diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi seperti antikanker. Beberapa metabolit sekunder akar kuning menunjukkan aktivitas antiproliferasi sel kanker. Overproliferasi pada sel kanker salah satunya disebabkan oleh kelainan pada EGFR, kelompok reseptor yang berperan pada saat inisiasi proliferasi sel. Inhibisi pada EGFR dapat menghambat proses proliferasi sel kanker. Penelitian ini bertujuan mengetahui metabolit sekunder dari akar kuning dengan potensi paling besar sebagai inhibitor berbagai EGFR. Metode yang digunakan adalah molecular docking beberapa metabolit sekunder akar kuning terhadap EGFR-1, EGFR-2, EGFR-3, dan EGFR-4. Hasil docking menunjukkan berberin memberikan energi bebas ikatan paling negatif dan konstanta inhibisi paling kecil pada seluruh EGFR, dengan afinitas paling tinggi ditunjukkan pada EGFR-2 dengan ΔG dan ki secara berturut-turut sebesar -9,34 kcal/mol dan 141,81 nM. Over-ekspresi aktivitas dari EGFR-2 sendiri seringkali terjadi pada kanker payudara, terutama kanker payudara HER2-positif. Hasil tersebut memberikan prediksi bahwa berberin memiliki aktivitas sebagai inhibitor EGFR terutama EGFR-2 dan berpotensi untuk dikembangkan pada terapi kanker payudara HER2-positif. Keyword : Akar Kuning, EGFR, Antikanker, Docking
Perbandingan Kandungan Kadar Vitamin C Antara Ekstrak Etanol 70% Buah Stroberi (Fragaria X Ananassa) Dan Ekstrak Etanol 70% Daging Buah Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Visibel Wahyunita Yulia Sari
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i2.95

Abstract

Ada banyak sekali bahan makanan yang berasal dari sayur dan buah-buahan yang merupakan sumber vitamin C, seperti berbagai jenis jambu, nanas, stroberi, pepaya, sayuran segar, tomat, bahkan jeruk dan lemon. Kebutuhan untuk vitamin C adalah 60 mg/hari, tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% buah stroberi yang dibandingkan dengan kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% daging buah pepaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memeriksa kadar vitamin C pada pada ekstrak etanol 70% buah stroberi dan ekstrak etanol 70% daging buah pepaya. Kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% buah stroberi rata-rata 14,407% sedangkan kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% daging buah pepaya rata-rata 3,5314%. Terdapat perbedaan antara kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% buah stroberi dan kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% daging buah pepaya. Kata kunci : vitamin C, ekstrak etanol 70% buah stroberi, ekstrak etanol 70% daging buah pepaya
ANALISA TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN UNIT RAWAT JALAN DI IFRS SERANG Sofi Nurmay Stiani
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.44

Abstract

Mutu pelayanan kefarmasian sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, bahkan menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan di mata masyarakat. Sebagai indikatornya adalah lima dimensi penilaian atas tingkat kepuasan (Parasuraman, et al, 1991): Responsiveness (ketanggapan), reliability (kehandalan), assurance (jaminan), emphaty (empati) dan tangibles (bukti fisik). Kepuasan pasien dapat mempengaruhi minat untuk kembali ke rumah sakit yang sama. Hal ini akan menjadi promosi gratis dari mulut kemulut bagi calon pasien lainnya yang diharapkan sangat positif bagi usaha apotek di rumah sakit (Supranto J. 2001). Tujuan Penelitian untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap Pelayanan Kefarmasian Unit Rawat Jalan di IFRS RSUD Serang. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu merupakan suatu metode pengumpulan data primer yang memerlukan adanya komunikasi antara peneliti dan responden. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil menunjukan bahwa tingkat kepuasan pasien di Unit Rawat Jalan Instalasi Farmasi RSUD Serang mencapai nilai rata-rata sebesar 0,77 dengan interpretasi cukup puas. Dimensi tangible (bukti fisik), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,74. Dimensi reliability (kehandalan), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,67. Dimensi Assurance (Jaminan), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa sangat puas dengan nilai sebesar 0,81. Dimensi Responsiveness (Daya Tanggap), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,78. Dimensi empathy (Empati) dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa sangat puas dengan nilai sebesar 0,85. Kata kunci : Tingkat kepuasan, Pelayanan Kefarmasian, Pasien BPJS, Rawat Jalan
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS PASIEN BARU TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS OEBOBO KUPANG Aurelia Da Silva Sequeira Fraga; Nur Oktavia; Reginardis Ariarce Mulia
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i1.530

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyerang organ paru yang biasa disebut TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien baru tuberkulosis paru yang dievaluasi berdasarkan tepat dosis, tepat lama pengobatan, kesesuaian penatalaksanaan efek samping OAT, dan hasil pengobatan di Puskesmas Oebobo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel yang didapat sebesar 68 pasien yang merupakan pasien baru dan terdiagnosa tuberkulosis paru BTA positif dan negatif dengan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Hasil penelitian menggambarkan bahwa OAT yang digunakan adalah OAT KDT kategori 1 dengan rasionalitas penggunaan OAT yaitu tepat dosis (100%), tepat lama pengobatan (94,11%) dan penatalaksanaan terhadap efek samping OAT KDT kategori 1 belum sesuai dengan pedoman Kemenkes tahun 2014 serta data hasil pengobatan pasien terdiri atas pasien sembuh (57,35%), pasien pengobatan lengkap (36,76%), pasien putus berobat (0,00%), pasien gagal pengobatan (0,00%), pasien meninggal (4,41%) dan tidak dievaluasi (1,47%). Kesimpulan pada penelitian ini, pengobatan untuk pasien baru TB paru sudah sesuai.
Studi Penambatan Molekuler Senyawa Scopoletin Dari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Pada Enzim Ace Sebagai Antihipertensi Randi Adi Praja; Dina Pratiwi; Nur'aini ,
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i1.91

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 120 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 80 mmHg. Hipertensi dapat diobati dengan obat golongan Angiontensin Converting Enzim- Inhibitor (ACEI). Tetapi captopril memiliki efek samping yaitu batuk kering. Maka masyarakat memilih buah mengkudu sebagai pengobatan hipertensi, yang di dalamnya mengandung senyawa scopoletin. Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah, maka dilakukan pengujian in-silico, sebagai alternatif penemuan obat baru. Pengujian ini menggunakan tanaman mengkudu yang memiliki senyawa scopoletin pada buahnya sebagai senyawa uji. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat skor docking yang terendah antara senyawa uji dan senyawa pembanding. Metode yang digunakan yaitu Autodock 42.6. studi penambatan molekul adalah metode komputasi yang bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro Reseptor yang digunakan yaitu ACE dengan kode 2X8Z. Hasil pengujian ini scopoletin menghasilkan free binding energy -6.21 kkal/mol sedangkan captopril -5.97 kkal/mol, maka scopoletin menghasilkan skor docking yang lebih rendah dibandingkan captopril. Keduanya memiliki asam amino yang sama yaitu 265GLN, 497HIS, 337HIS, 367HIS. Satu ikatan hidrogan yang terbentuk antara ligan uji dengan reseptor ACE, ikatan hidrogen yang terbentuk yaitu antara atom O pada scopoletin dan atom N pada residu asam amino 266GLN dengan jarak 2.01Å. Sedangkan captopril memiliki empat ikatan hidrogen yang terbentuk antara atom O dan atom N pada residu asam amino 495LYS, GLN265, HIS497, HIS337. Dapat disimpulkan bahwa scopoletin diprediksi dapat berperan sebagai antihipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Scopoletin, ACE, Penambatan Molekul
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN FAST DISSOLVING TABLET AMLODIPINE BESYLATE MENGGUNAKAN SODIUM STARCH GLYCOLATE SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR Banu Kuncoro; Mohammad Zaky; Ida lestari
Jurnal Farmagazine Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v2i2.19

Abstract

Fast Dissolving Tablet merupakan tablet yang ketika diletakan di lidah akan terdisentegrasi serta melepaskan obat secara cepat dengan bantuan saliva. Fast Dissolving Tablet mengkombinasikan keuntungan obat pada sediaan cair dan tablet konvensional. Teknologi ini dapat memecahkan permasalahan pemberian obat secara oral pada pasien pediatric, geriatric maupun pada keadaan dimana pasien tidak mendapat air untuk menelan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal penggunaan sodium starch glycolate sebagai superdisintegrant dengan konsentrasi 2%, 3%, 4%, 6% dan 8%. Metode pembuatan tablet ini menggunakan kempa langsung. Pengujian fisik dilakukan meliputi organoleptis, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, keregasan, waktu hancur, waktu pembasahan dan uji kesukaan rasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi sodium starch glycolate, semakin menurunkan waktu hancur tablet. Sodium starch glycolate dengan konsentrasi 8% menghasilkan waktu hancur paling optimal dengan waktu hancur 16,7 detik.

Page 5 of 15 | Total Record : 148