cover
Contact Name
Junaidin
Contact Email
junaidinfarm03@gmail.com
Phone
+6282119895060
Journal Mail Official
lppmstfm01@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Jl. KH Syekh Nawawi km.4 No.13 Tigaraksa – Kabupaten Tangerang Telp./Fax. (021) 2986 7307
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Farmagazine
ISSN : 23024933     EISSN : 26218216     DOI : 10.47653
Core Subject : Health, Science,
Jurnal (Farmagazine) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian ilmu-ilmu farmasi yang meliputi: farmasi maritim, farmasi bahan alam, formulasi, kimia farmasi, rumah sakit dan komunitas, farmakologi, dan bioteknologi farmasi.
Articles 148 Documents
EVALUASI INTERAKSI OBAT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG 2017 Nur’aini ,; Banu Kuncoro; Yuli Yanti
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i1.128

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau penyakit kardiovaskular di Indonesia dilaporkan menempati urutan pertama penyebab kematian sebesar 26,4%. Pasien dengan PJK biasanya juga mengalami penyakit penyerta, sehingga membutuhkan berbagai macam obat dalam terapinya. Penggunaan berbagai macam obat ini dapat beresiko terjadinya interaksi obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran profil pengobatan pasien PJK dan interaksi obat pada pasien rawat inap jantung koroner di RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2017. Metode penelitian non eksperimental secara deskriptif dengan menggunakan data retrospektif berdasarkan catatan rekam medik pasien. Analisis data dilakukan dengan cara melakukan skrining interaksi obat menggunakan Drug Interaction Checker. Hasil penelitian menunjukan bahwa kriteria pasien PJK banyak terjadi pada laki-laki (72,80%) pada usia 45-55 tahun (38,04%). Diagnosa PJK berdasarkan Klasifikasi paling banyak yaitu UAP (83,60%) dengan komplikasi paling banyak Hipertensi (68,51%) dan lama perawatan rata-rata selam 2 hari (58,70%). Peresepan pasien PJK mempunyai jumlah jenis obat paling banyak >5 (67,55%) macam obat dengan golongan obat paling banyak antiplatelet (32,63%) dengan jenis aspirin (17,71%). Interaksi obat pasien PJK yang berpotensi sebanyak (89,13%) dengan interaksi paling banyak aspirin dengan bisoprolol (17,80%) dan signifikasi klinis paling banyak level moderat (72,22%) dengan mekanisme interaksi farmakodinamik (86,84%).
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% HERBA SELEDRI (Apium graveolens, L.) SEBAGAI DIURETIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY Ika Aulia Rahmi; Fajrin Noviyanto; Dina Pratiwi
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i1.69

Abstract

Seledri diketahui memiliki khasiat sebagai diuretik secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas ekstrak etanol 70% herba seledri (Apium graveolens L.) memiliki efektivitas sebagai diuretik dan hubungannya dengan peningkatan dosis ekstrak etanol 70% herba seledri (Apium graveolens L.) pada tikus putih jantan galur sprague dawley. Sebanyak 25 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu : kelompok kontrol normal (suspensi Na.CMC 0,5%), kelompok kontrol positif (suspensi furosemid), kelompok ekstraketanol 70% herba seledri 1,5 g/200grBB, kelompok ekstrak etanol 70% herba seledri 0,75g/200grBB, dan kelompok ekstrak etanol 70% herba seledri 0,375g/200grBB. Pengujian terhadap efek diuretik dilakukan dengan melihat volume urin yang dikeluarkan selama 6 jam. Hasil yang didapat, aktivitas diuretik meningkat pada pemberian ekstrak etanol 70% herba seledri . Data dianalisis menggunakan spss ver.15., beda nyata setiap perlakuan diuji dengan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey dan LSD untuk melihat perbedaan antar setiap kelompok perlakuan. Kelompok ekstrak etanol 70% herba seledri menunjukkan aktivitas diuretik yang optimum, dan berbeda tapi tidak bermakna terhadap furosemid. Peningkatan dosis ekstrak etanol 70% herba seledri tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% herba seledri memiliki efektivitas sebagai diuretik. Kata Kunci : ekstrak etanol 70% herba seledri, diuretik, sprague dawley.
PENGARUH MOTIVASI DAN TEKANAN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS SUPERVISOR PT. XYZ Riasa Barata Nian; Masruchin ,; Djoharsjah Mx.
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i3.110

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan pelaksana operasional dalam organisasi. Untuk itu, oganisasi perlu mempertahankan karyawan terbaik yang dimilikinya untuk mencegah karyawan tersebut pindah ke tempat lain (loyal terhadap organisasi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi dan tekanan kerja terhadap kepuasan kerja dampaknya terhadap loyalitas karyawan level supervisor di PT. XYZ. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada seluruh supervisor yang berjumlah 73 orang dan diolah dengan Program SPSS 23. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara parsial motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan level supervisor dengan nilai sig. 0.457, tekanan kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dengan nilai sig. 0.000, kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap loyalitas karyawan dengan nilai sig. 0.000. Secara bersama-sama motivasi kerja dan tekanan kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dengan nilai sig. 0.000. koefisien determinasi menunjukkan bahwa motivasi kerja dan tekanan kerja dapat menjelaskan 28.9% kepuasan kerja, dan kepuasan kerja dapat menjelaskan 30.1% loyalitas karyawan level supervisor PT. XYZ, sedangkan selebihnya merupakan factor yang tidak diamati dalam penelitian ini. Kata Kunci: manajemen SDM, motivasi kerja, tekanan kerja, kepuasan kerja, loyalitas karyawan
PENGGUNAAN DAUN SAGA (ABRUS PRECATORIUS) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF UNTUK MEMBANTU MENGOBATI SARIAWAN DI KAMPUNG CISIMEUT KECAMATAN LEUWIDAMAR RT 002 RW 002 Yusransyah .; Rizki Robul Izati; Abdul Aziz Setiawan
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.48

Abstract

Sariawan memang bukan penyakit yang serius, tapi kondisi ini sangatlah mengganggu karena menyulitkan untuk makan dan berbicara. Penyebab sariawan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kekurangan vitamin C, kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu dan kawat gigi yang tidak pas, gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi), alergi, infeksi bakteri dan jamur, kelainan pencernaan, faktor psikologi, luka gigitan pada bibir dan lidah pada saat makan, kondisi tubuh yang tidak fit, mengkonsumsi makanan atau minuman panas dan kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah masyarakat di Kampung Cisimeut Kecamatan Leuwidamar RT/ 002 RW/002 menggunakan daun saga dalam pengobatan dan cara penggunaan daun saga untuk mengobati sariawan. Jenis penelitian yaitu merupakan deskritif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga yang tinggal di Kampung Cisimeut RT 002 RW 002 Kecamatan Leuwidamar. Sampel penelitian adalah 40 responden kepala keluarga di Kampung Cisimeut RT 002 RW 002 Kecamatan Leuwidamar. Metode yang digunakan yaitu metode kuesioner. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu 90 % responden menggunakan saga sebagai obat sariawan, 57,5 % responden yang cara penggunaannya daun saga yang baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu, sedangkan 32,5% responden menggunakannya dengan cara langsung dikunyah-kunyah sampai halus. Kata Kunci : Sariawan, Daun saga, Obat Alternatif, Pengobatan Sariawan.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP TAHAP KEPUTUSAN PASIEN MEMILIH OBAT PARASETAMOL ANAK DI APOTEK KECAMATAN MAUK, KABUPATEN TANGERANG Abdul Aziz Setiawan; Jaka Supriyanta; Nurul Aini Wahidah
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i1.532

Abstract

Pemasaran farmasi adalah suatu sub-spesialis pemasaran dimana pharmaceutical care diaktualisasikan. Orientasi pemasaran farmasi tidak hanya terbatas pada produk tetapi justru memberikan perhatian yang besar pada layanan farmasi yang prima. Ini mengindikasikan bahwa eksistensi pemasaran farmasi adalah memberi kepuasan atas kebutuhan dan keinginan pasien, bukan hanya sekedar menjual produk untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keputusan pasien dalam memilih obat parasetamol anak di Apotek Wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang berdasarkan produk (product), harga(price), tempat (place), dan promosi (promotion). Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis data yaitu data kuantitatif dan menggunakan instrumen kuesioner sebayak 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu yang mampu berkomunikasi dengan baik, melihat dan membaca dengan baik, dan berusia lebih dari 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel produk sebanyak 77% responden menyatakan setuju, variabel harga sebanyak 84% responden menyatakan setuju, variabel tempat sebanyak 86% responden menyatakan setuju, dan variabel promosi sebanyak 44% responden menyatakan setuju terhadap tahap keputusan pasien dalam membeli obat parasetamol anak di apotek kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan persamaan linier variabel tempat dan promosi mempengaruhi keputusan pasien dalam membeli obat parasetamol anak.
PERBANDINGAN KANDUNGAN GOLONGAN SENYAWA KIMIA ANTARA EKSTRAK ETANOL 70% BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) DENGAN EKSTRAK ETANOL 70% DAGING BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) SECARA KUALITATIF Definingsih Yuliastuti
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i1.87

Abstract

Pola kehidupan masyarakat dunia saat ini cenderung kembali ke alam termasuk di bidang obat-obatan. Orang kini cenderung beralih ke tumbuhan obat karena tumbuhan obat memiliki beberapa keuntungan yaitu memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat sintetik, harga lebih murah, dan penggunaannya tidak memerlukan bantuan tenaga medis. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk obat tradisional adalah buah stroberi dan buah papaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kandungan kimia yang terdapat pada buah stroberi dan buah papaya. Penelitian ini dilakukan dengan membuat ektrak buah stroberi dan papaya dengan metode maserasi, ekstrak yang diperoleh selanjutnya diuji skrining fitokimia secara kualitatif dengan melakukan uji kandungan senyawa vitamin c, polifenol, flavonoid, antosianin, alkaloid, dan steroid. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% daging buah pepaya adalah senyawa vitamin C, polifenol, flavonoid, antosianin, dan steroid. Sedangkan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% buah stroberi adalah senyawa vitamin C, flavonoid, dan steroid. Kata kunci: stroberi, pepaya, uji kualitatif
Evaluasi Penggunaan Obat Tukak Peptik pada Pasien Tukak Peptik (Peptic Ulcer Disease) di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Tahun 2015 Abdul Aziz Setiawan; Nur’aini ,; Fajrin Noviyanto
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i2.31

Abstract

Tukak peptik merupakan penyakit akibat gangguan pada saluran gastrointestinal atas yang disebabkan sekresi asam dan pepsin yang berlebihan oleh mukosa lambung. Berdasarkan penelitian di Amerika, kira-kira 500.000 orang tiap tahunnya menderita tukak peptik dan 70% diantaranya berusia 25-64 tahun. Rokok, minuman beralkohol, NSAID dan H.pylori merupakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit tukak. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kerasionalan terapi penggunaan obat pada pasien tukak peptik di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat non eksperimental, dilakukan secara retrospektif, yaitu dengan melakukan penelusuran catatan pengobatan dalam data rekam medis dan resep pasien tukak peptik di RS Bhayangkara Brimob tahun 2015. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebanyak 9 resep (45%) yang belum tepat obat dan sebanyak 11 resep (55%) yang belum tepat dosis. Kata Kunci : Kerasionalan Terapi, RS Bhayangkara Brimob, Tukak Peptik
FORMULASI NUTRASEUTIKAL GUMMY CANDIES SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Reza Aditya Sunaryo; Mohammad Zaky; La Ode Akbar Rasydy
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.478

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tanaman buah dari keluarga (Oxalidaceae) dengan marga (Averrhoa). Buah belimbing wuluh memiliki daya simpan yang relative singkat sekaligus memiliki rasa asam sehingga kurang disukai jika dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat dibuat menjadi sediaan nutraseutikal gummy candies serta dapat mengetahui formula manakah yang paling disukai responden dan hasil evaluasi fisik yang terbaik dalam sediaan gummy candies . sampel berupa buah belimbing wuluh dilakukan dengan metode spray drying yang diformulasikan menjadi sediaan gummy candies dengan variasi konsentrasi sukrosa 115 mg, 230 mg, 345 mg, 490 mg, 575 mg. semua sediaan di uji dengan pengujian organoleptis, keseragaman bobot dan hedonik. Hasil dari evaluasi sediaan gummy candies menyatakan bahwa sediaan gummy candies memenuhi mutu fisik. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan gummy candies sari buah belimbing wuluh menunjukkan hasil uji yang paling disukai dari sediaan gummy candies yaiitu pada formula 3 dengan kadar sukrosa 345 mg berdasarkan parameter rasa, warna, aroma dan bentuk.hasil dari uji keseragaman bobot yaitu pada formula 3 yang paling disukai panelis.
ANALISIS KADAR ANTOSIANIN TOTAL PADA SEDIAAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DENGAN METODE pH DIFERENSIAL MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Purwaniati Purwaniati; Ahmad Rijalul Arif; Anne Yuliantini
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.157

Abstract

Antosianin merupakan pigmen alami yang termasuk golongan flavonoid. Bunga telang mempunyai kandungan antosianin yang cukup tinggi, sehingga di masyarakat terdapat berbagai sediaan yang dibuat dari bunga telang. Antosianin dapat diekstraksi dengan melakukan penyeduhan dengan menggunakan air menyesuaikan perlakuan dari masyarakat dalam mengonsumsi sediaan bunga telang itu sendiri. penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum penyeduhan bunga telang segar maupun sediaannya. Kemudian, dilakukan penetapan kadar antosianin dengan menggunakan metode pH diferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kadar antosianin ekstrak bunga telang segar lebih besar daripada sediaannya, kecuali pada sediaan yang dibuat serbuk (tea bag). Bentuk serbuk menyebabkan luas permukaan bidang sentuh lebih besar, sehingga kandungan antosianin total yang terekstraksi juga lebih besar. Kadar antosianin total yang dapat terekstraksi juga dipengaruhi oleh suhu, semakin besar suhu air yang digunakan untuk mengekstraksi, maka semakin besar kadar antosianin yang terekstraksi. Namun air yang mendidih (perebusan) menyebabkan degradasi antosianin. Kata Kunci: Antosianin, Bunga telang, Clitoria ternatea, Kadar Antosianin Total
PENGEMBANGAN FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN PEWARNA RAMBUT EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Mohammad Zaky1 Setiawan; Tuwistika Riski Susanti2; Dina Pratiwi3
Jurnal Farmagazine Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v2i1.12

Abstract

Sediaan pewarna rambut adalah kosmetik yang digunakan dalam tatarias rambut untuk mewarnai rambut. Biji pinang mengandung zat penyamak (tanin) dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam pewarnaan batik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan ekstrak biji pinang sebagai pewarna alami pada sediaan pewarna rambut dan mengetahui evaluasi fisik sediaan perwarna rambut dari biji pinang sebagai pewarna rambut alami. Sediaan pewarna rambut dibuat dengan formula yang terdiri dari berbagai konsentrasi ekstrak biji pinang yaitu 0, 5, 15, 25 dan 35%. Evaluasi fisik yang dilakukan antara lain uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji stabilitas terhadap rambut, uji stabilitas terhadap pencucian dan uji stabilitas terhadap sinar matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji pinang dapat mempengaruhi warna rambut uban yang diperoleh. Sediaan berupa gel, pH sediaan pada kisaran 2,6 – 3,8 dan vikositas pada kisaran 8000 – 9600 cps. Pewarnaan rambut dari rambut uban menjadi warna chocolate brown terjadi pada konsentrasi ekstrak 35%. Hasil uji stabilitas terhadap pencucian dapat bertahan sampai 7 kali pencucian, uji stabilitas terhadap sinar matahari menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada rambut yang diberi perlakuan. Kata kunci: ekstrak etanol biji pinang, pewarna rambut.

Page 4 of 15 | Total Record : 148