cover
Contact Name
Junaidin
Contact Email
junaidinfarm03@gmail.com
Phone
+6282119895060
Journal Mail Official
lppmstfm01@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Jl. KH Syekh Nawawi km.4 No.13 Tigaraksa – Kabupaten Tangerang Telp./Fax. (021) 2986 7307
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Farmagazine
ISSN : 23024933     EISSN : 26218216     DOI : 10.47653
Core Subject : Health, Science,
Jurnal (Farmagazine) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian ilmu-ilmu farmasi yang meliputi: farmasi maritim, farmasi bahan alam, formulasi, kimia farmasi, rumah sakit dan komunitas, farmakologi, dan bioteknologi farmasi.
Articles 148 Documents
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS ( DRPs) PADA HIPERTENSI TANPA KOMPLIKASI TERHADAP PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG PERIODE JANUARI 2012 – JUNI 2012 Nur’aini ,; indira wietdaty; Ary Dwi Lestari3
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.54

Abstract

Analisis Drug Related Problems ( DRPs ) pada kasus hipertensi tanpa komplikasi terhadap pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Januari - Juni 2012. Latar belakang dilakukan analisis pada DRPs pada kasus hipertensi tanpa komplikasi adalah karena hipertensi dewasa ini mempunyai kecendrungan menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan, hal ini seiring dengan makin tingginya umur harapan hidup dan makin meningkatnya kesejahteraan masyarakat. DRPs adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan dalam suatu pengobatan. DRPs termasuk hal yang kadang ditemui dalam dunia kesehatan yang sebenarnya hal itu dapat dihindari dengan berbagai cara. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa banyak kejadian DRPs yang terjadi, khususnya pada pasien hipertensi tanpa komplikasi di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Hipertensi itu adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang dilakukan secara restrospektif . Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bulan Januari - Juni 2012 didapat jumlah pasien sebanyak 122 orang, setelah dianalisis maka didapat jumlah pasien yang tereklusi sebanyak 49 orang dan pasien yang masuk kategori inklusi sebanyak 73 orang. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan , bahwa wanita lebih banyak menderita hipertensi dgn jumlah 46 orang ( 64.81% ). Pasien yang terindikasi DRPs sebanyak 21 kasus ( 28,77% ). Dari hasil analisis ini ditemukan beberapa kasus DRPs. Kata Kunci : Drugs Related Problems ( DRPs ), Hipertensi, Pasien Rawat Jalan
PENETAPAN KADAR PSEUDOEFEDRIN HCL DAN KLORFENIRAMIN MALEAT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI DERIVATIF DALAM SEDIAAN SIRUP Anne Yuliantini1; Hafiezah Yuristina; Tursino ,
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i2.97

Abstract

Pseudoefedrin HCl merupakan obat yang cukup efektif dalam pengobatan dekongestan dan sering dikombinasikan dengan antihistamin untuk mengurangi alergi yaitu klorfeniramin maleat (CTM). Penetapan kadar keduanya secara bersamaan dengan spektrofotometeri UV sulit dilakukan karena panjang gelombang serapan maksimumnya berdekatan dan menghasilkan spektrum yang tumpang tindih. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan metode spektrofotometri derivatif untuk analisis CTM dan pseudoefedrin HCl secara stimultan. Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu optimasi metode, validasi metode, dan penetapan kadar sampel. Panjang gelombang analisis dengan pelarut HCl 0,1 N untuk CTMdan pseudoefedrin HCl berturut-turut adalah 229 nm dan 263,5 nm. Nilai parameter validasi metode analisis CTM pada rentang 6-26 g/mL dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,9998; BD= 0,47 g/mL; BK= 1,56 g/mL; rataan % recovery = 97,80 ; SD= 0,05; dan KV= 0,52 untuk interday; KV = 0,34 dan 0,87 untuk intraday, sedangkan pada pseudoefedrin HCl pada rentang 90-390 g/mL dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,9992; BD= 14,45 g/mL; BK= 48,16 g/mL; rataan % recovery = 101,97 g/mL; SD= 1,77; dan KV= 0,14 untuk interday; KV= 0,79 dan 0,61 untuk intraday. Dari hasil validasi metode tersebut, disimpulkan bahwa metode valid dan dapat dijadikan metode alternatif untuk penentuan kadar CTM dan pseudoefedrin dalam sampel sirup.Pengujian sampel sirup dilakukan pada 3 batch sampel yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar CTM dan pseudoefedrin HCl memenuhi persyaratan yang tertera pada Farmakope Indonesia edisi V, yaitu untuk CTM 90-110% dan pseudoefedrin HCl 95-115 %. Kata kunci: klorfeniramin maleat, pseudoefedrin HCl, sirup, spektrofotometri derivatif, validasi metode
PREDIKSI TOKSISITAS SENYAWA ANTIOKSIDAN ALAMI DAN ANALISIS INTERAKSINYA TERHADAP RESEPTOR VEGF-1 MENGGUNAKAN METODE MOLECULAR DOCKING Dina Pratiwi S.Si, M.Si; Muhammad Insanu; Sophi Damayanti
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.40

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang mampu melindungi pangan dari proses oksidasi. Penggunaan antioksidan sintetik telah menjadi perdebatan dikarenakan efek negatif yang ditimbulkannya. Antioksidan alami dari tumbuhan dapat menjadi senyawa potensial sebagai bahan tambahan pangan alternatif. Namun belum banyak penelitian mengenai efek toksik antioksidan alami. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh prediksi toksisitas 300 senyawa antioksidan alami tumbuhan menggunakan metode in silico dan analisis interaksinya dengan reseptor VEGF-1 melalui metode molecular docking. Prediksi toksisitas senyawa dilakukan menggunakan perangkat lunak T.E.S.T, Toxtree, ADMET predictor, dan QSAR Toolbox. Analisis senyawa uji dengan reseptor VEGF-1 melalui molecular docking dilakukan menggunakan perangkat lunak Autodock 4.2.6. Hasil analisis molecular docking terlihat bahwa terdapat interaksi antara senyawa uji dengan reseptor melalui adanya kemiripan residu asam amino yang berdekatan seperti pada senyawa pembanding dan adanya ikatan hidrogen. Interaksi dengan reseptor VEGF-1 pada uji karsinogenitas menunjukkan asam rosmarinat dan kapsaisin memiliki energi bebas ikatan terendah dengan nilai -8,54 dan -8,11 kcal/mol. Kata kunci: antioksidan alami, molecular docking, VEGFR-1
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT TRANSPARAN MINYAK ATSIRI DAUN JERUK LIMAU (Citrus amblycarpa (Hassk) Ochse) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus Jaka Supriyanta; Nita Rusdiana; Putri Dyah Kumala
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i1.527

Abstract

Sabun adalah campuran senyawa natrium atau kalium dengan asam lemak yang berisi sedikit komponen asam miristat atau laurat. Sabun transparan merupakan salah satu inovasi produk menjadikan sabun lebih menarik. Minyak atsiri daun jeruk limau dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan sabun padat transparan minyak atsiri daun jeruk limau dan aktivitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus. Sampel berupa daun jeruk limau yang dibuat menjadi minyak atsiri dengan metode destilasi uap air. Selanjutnya, dibuat sediaan sabun padat transparan dan diformulasikan menjadi lima formula dengan konsentrasi minyak atsiri daun jeruk limau 0%; 0,04%; 0,2%; 1%; dan 5%. Kelima sabun padat transparan yang dihasilkan kemudian dibandingkan sifat fisik dan aktivitas antibakteri dengan sabun padat transparan antibakteri di pasaran. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan minyak atsiri daun jeruk limau dengan jumlah yang berbeda pada setiap formula dapat menghasilkan sabun padat transparan dengan pH 10-11 dan tidak berpengaruh terhadap kemampuan sabun membentuk dan mempertahkan busa yaitu 64,45%. Peningkatan konsentrasi minyak atsiri daun jeruk limau pada setiap formula dapat mempengaruhi bau yaitu khas daun jeruk limau dan warna yaitu kuning. Aktifitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5% yaitu 25,56 mm.
UJI EFEKTIVITAS NANOPARTIKEL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav.) SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL SERUM DARAH MARMOT (Cavia cobaya) Saru Noliqo Rangkuti; Lely Sari Lubis; Karsono ,
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i1.92

Abstract

Kadar kolesterol yang tinggi merupakan faktor penyebab terjadinya aterosklerosis. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol darah adalah daun sirih merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian nanopartikel daun sirih merah terhadap kadar kolesterol darah marmot. Marmot dibuat hiperkolesterolemia dengan memberikan makanan induksi berupa kuning telur (dosis 1% bb) serta otak kambing 15 g/100 g jumlah pakan yang diberikan setiap hari selama 14 hari. Pada penelitian Pembuatan nanopartikel menggunakan alat HEM E3D (High Energy Milling – Ellipse 3D Motion).Karakterisasi nanopartikel daun sirih merah ditentukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Nanopartikel daun sirih merah diberikan dalam bentuk suspensi secara oral dengan dosis 50 mg/kg bb, 100 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, simvastatin dosis 0,80 mg/kg bb, dan Na-CMC 0,5% selama 7 hari. Hasil diperoleh nanopartikel daun sirih merah dosis 100 mg/kg bb dan 200 mg/kg bb memberikan efek penurun kadar kolesterol yang tidak berbeda nyata (α ≤ 0,05) dengan pemberian simvastatin. Disimpulkan bahwa pemberian nanopartikel daun sirih merah dosis 50 mg/kg bb, 100 mg/kg bb dan 200 mg/kg bb dapat memberikan efek penurunan kadar kolesterol pada serum darah marmot. Kata kunci: Daun sirih merah, Kolesterol, Hiperkolesterol
UJI AKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK ETIL ASETAT HERBA ANTING-ANTING (Alcalypha indica. L) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti Dina Pratiwi; Eka Ayu Prastiwi; Meta Safitri
Jurnal Farmagazine Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v2i1.14

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang dapat menimbulkan kematian. Upaya pencegahan terhadap vektor DBD telah banyak dilakukan, salah satunya dengan menggunakan insektisida buatan. Namun insekstida buatan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Bahaya penggunaan insektisida buatan tersebut dapat diminimalisir dengan menggunakan insektisida alami, salah satunya adalah ekstrak etil asetat herba Anting-anting (Alcalypha indica. L). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Kelompok perlakuan terdiri dari konsentrasi ekstrak etil asetat herba Anting-anting (Alclypha indica. L) 0,045%, 0,09%, 0,135%, dan 0,18%. Kelompok kontrol negatif yaitu aquades dan kelompok kontrol positif yaitu larutan abate 0,1%. Hasil penelitian menunjukkan adanya senyawa aktif alkaloid, flavonoid, triterpenoid, dan steroid pada ekstrak etil asetat. Hasil penelitian dilakukan analisis data dengan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Tukey, Analis Probit dan penentuan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak herba herba Anting-anting (Alcalypha indica. L) efektif sebagai aktivitas larvasida dengan LC50 sebesar 72,4435 ppm. Kata Kunci : Alcalypha indica. L., Aedes aegypti., larvasida.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SALEP ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Rahmawida Putri; Riki Hardiansah; Jaka Supriyanta
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.208

Abstract

Ekstrak etanol 96% daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas farmokologi sebagai antibakteri, antelmintik, antimalaria dan antiinflamasi. Aktivitas tersebut diduga disebabkan kandungan kimia yang terdapat di dalam ekstrak. Salah satu senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun pepaya adalah alkaloid karpain yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik sediaan salep dan pada konsentrasi berapakah sediaan salep ekstrak etanol 96% daun pepaya (Carica papaya L.) mempunyai aktivitas yang paling optimal terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Jenis penelitian ini yaitu penelitian secara eksperimental dengan analisis secara deskriptif. Pembuatan ekstrak daun pepaya dilakukan dengan metode maserasi, yang kemudian digunakan sebagai zat aktif pada sediaan salep antijerawat dengan konsentrasi FI 5%, FII 10% dan FIII 20%. Hasil penelitian menunjukkan sediaan salep antijerawat ekstrak etanol 96% daun pepaya mempunyai sifat fisik yang baik, dan hasil pengujian antibakteri tidak memberikan efek penghambatan terhadap bakteri Propionibacterium acnes dikarenakan konsentrasi ekstrak terlalu rendah.
Formulasi Sabun Mandi Cair Dari Ekstrak Etanol Temu Giring (Curcuma heyneana) Dengan Cocamidopropyl Betain Konsentrasi 1,6% Dan 3,2% Sulistiorini Indriaty; Deni Firmansyah; Putri Sabhika Imany
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i2.141

Abstract

Temu giring (Curcuma heyneana) mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 1%.Temu giring juga banyak digunakan untuk menghaluskan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol temu giring dapat diformulasikan ke dalam sediaan sabun mandi cair dan bagaimana stabilitas sabun dengan menggunakan cocamidopropyl betain konsentrasi 1,6% dan 3,2%. Sabun mandi cair dibuat dalam 2 formula yaitu formula I dengan cocamidopropyl betain konsentrasi 1,6% dan formula II dengancocamidopropyl betain konsentrasi 3,2%. Uji stabilitas dilakukan dengan metode manipulasi suhu yaitu pada suhu ±4°C, ±25°C, dan ±40°C. Pengujian sabun mandi cair meliputi organoleptik, pH, uji homogenitas, uji tinggi dan kestabilan busa. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol temu giring dapat dibuat menjadi sediaan sabun mandi cair, ke-2 formula stabil pada penyimpanan suhu ±4°C dan ±25°C, tetapi tidak stabil dalam penyimpanan pada suhu ±40°C, stabilitas busa formula I pada hari k-28 pada ketiga suhu penyimpanan berkisar antara 80% - 100%, dan stabilitas busa formula II pada hari ke-0 hingga hari ke-28 pada ketiga suhu penyimpanan berkisar antara 72% - 100%. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan ekstrak etanol temu giring dapat dibuat menjadi sediaan sabun mandi cair.
PENGARUH PENDEKATAN PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN DALAM KONSEP BALANCED SCORECARD TERHADAP KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PT. MA DIVISI PABRIK Jaka Supriyanta; Wahono , S; T. Djoharsyah
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i1.6

Abstract

Dewasa ini pengukuran kinerja SDM sangat penting bagi manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan danperencanaan di masa mendatang. Balanced scorecard merupakan suatu alat yang banyak dipergunakan dalam mengukur kinerja perusahaan. Balanced Scorecard memiliki empat perspektif yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan antara perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, dengan variabel pelatihan, motivasi kerja dan budaya kerja terhadap kinerja sumber daya manusia (SDM). Kompetensi SDM ditetapkan sebagai strategi obyektif dan variabel antara, sedangkan kinerja SDM sebagai variabel tetap. Hasil penelitian menunjukkan uji koefisien determinasi variabel pelatihan, motivasi kerja, dan budaya kerja memberikan kontribusi pengaruh sebesar 85.70% terhadap kompetensi SDM PT. MA. Hal ini menunjukkan tingkat hubungan variabel bebas terhadap variabel intervening sangat kuat. Sedangkan tingkat pengaruh ketiga variabel bebas terhadap variabel intervening sebesar 73.40%. Tingkat hubungan antara variabel intervening terhadap variabel terikat sebesar 78.00%, sedangkan tingkat pengaruh variabel intervening terhadap variabel terikat sebesar 60.90% Variabel pelatihan SDM (X1), motivasi kerja (X2), dan budaya kerja (X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi SDM (Y) pada PT. MA Divisi Pabrik. Secara parsial, variabel pelatihan (X1) dan budaya kerja(X3) berpengaruh signifikan dan nyata terhadap kompetensi SDM PT MA Divisi Pabrik. Variabel motivasi kerja (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi SDM PT. MA Divisi Pabrik. Variabel kompetensi SDM (Y) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja SDM (Z) PT. MA Divisi Pabrik. Teknik analisa regresi berganda untuk menguji hipotesis digunakan uji F dan uji t pada tingkat kepercayaan 95 % dengan α 0.05. Kata kunci: Balanced Scorecard, Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan, Kompetensi, Kinerja
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Propionibacterium acnes Susanti Susanti; Richa Mardianingrum
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.151

Abstract

Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) adalah umbi liar yang banyak terdapat di wilayah Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Tasikmalaya, namun pemanfaatannya belum maksimal dibandingkan dengan tanaman umbi lainnya. Umbi gadung memiliki potensi besar dalam bidang farmasi, yaitu adanya senyawa fenol yang bermanfaat sebagai antimikroba. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol umbi gadung terhadap Propionibacterium acnes. Kadar fenol dianalisis menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dan Spektrofotometer UV-Vis yang dinyatakan sebagai kadar fenol total (mg GAE/g ekstrak). Adapun uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disk diffusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umbi Gadung mempunyai aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat 10,00±0.00 dengan kadar fenol total sebesar 127,5313 ± 0,2133 mg GAE/gram untuk ekstrak daging umbi gadung dan 85,6719 ± 0,1931 mg GAE/gram untuk ekstrak kulit umbi gadung. Meskipun diameter zona hambatnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif, namun hal ini menunjukkan adanya potensi antibakteri yang cukup bagus dari umbi gadung. Kata Kunci: Gadung, Fenol, Antibakteri, Jerawat

Page 3 of 15 | Total Record : 148