cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 876 Documents
Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Laut Melalui Strategi Usaha, Inovasi Olahan, Dan Digital Marketing Pada Masyarakat Desa Lontar: Enhancing the Competitiveness of Marine Products Through Business Strategies, Processed Product Innovation, and Digital Marketing in the Lontar Village Community Melia Handayani; Wafa Nurul Hakim; Syifa Fajar Maulani; Siti Kurotul Ainiah; Wenny Ananda Larasati; Faishal Sauqi Rammadhani
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261334

Abstract

Abstract. This community service activity was carried out in Lontar Village, Tirtayasa District, Serang Regency, Banten, which is known as a coastal area with main potential in the fisheries and seaweed cultivation sectors. The problems faced by the local community include limited knowledge of modern packaging innovations, business consistency strategies, and digital-based marketing, resulting in marine products that have not yet reached optimal added value. The method consisted of four stages: field surveys, interviews, planning, and implementation. The implementation series included a pre-test, delivery of material, workshops, and a post-test. The materials presented covered entrepreneurship strategies, packaging innovation using tools such as vacuum sealers, and digital marketing training through the creation of online stores on e-commerce platforms. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills, with an average improvement of 14% from pre-test to post-test. The largest increase was in digital marketing at 26.12%, followed by modern packaging innovation at 13.04%, and entrepreneurship strategies at 6.95%. This demonstrates that the training successfully increased motivation, practical skills, and the community’s readiness to develop their businesses. Through this assistance, the Lontar Village community not only learned theory but also directly practiced digitalization skills, modern packaging, and online marketing to expand their markets. This activity is expected to encourage increased added value of marine products, strengthen competitiveness, and support the sustainable economic independence of coastal communities. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, yang dikenal sebagai wilayah pesisir dengan potensi utama pada sektor perikanan dan budidaya rumput laut. Permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat meliputi keterbatasan pengetahuan dalam inovasi pengemasan modern, strategi konsistensi usaha, dan pemasaran berbasis digital, sehingga hasil laut yang diproduksi belum memiliki nilai tambah optimal. Metode kegiatan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu survei lapangan, wawancara, perencanaan, dan pelaksanaan. Rangkaian pelaksanaan mencakup pre-test, pemberian materi, workshop, serta post-test. Materi yang disampaikan meliputi strategi kewirausahaan, inovasi pengemasan menggunakan alat seperti vacuum sealer, dan pelatihan pemasaran digital melalui pembuatan toko online di platform e-commerce. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan rata-rata kenaikan sebesar 14% dari pre-test ke post-test. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pemasaran digital sebesar 26,12%, diikuti oleh inovasi pengemasan modern sebesar 13,04%, serta strategi berwirausaha sebesar 6,95%. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan mampu meningkatkan motivasi, keterampilan praktis, dan kesiapan masyarakat dalam mengembangkan usaha. Dengan adanya pendampingan ini, masyarakat Desa Lontar tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkan keterampilan digitalisasi, pengemasan modern, dan pemasaran online untuk memperluas pasar. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah produk hasil laut, memperkuat daya saing, serta mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Ramuan Tradisional, Tekanan Darah Terkendali: Solusi Alami Menurunkan Tekanan Darah: Traditional Remedies, Controlled Blood Pressure: A Natural Solution to Lower Blood Pressure Asri Rahimah; Tegar Fernanda Alfi; Siti Fatimah Noor Minal Jannah; Halimatus Sa'diyah; Magdalena Ohe Luon
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261339

Abstract

Should consist of one paragraph, should not exceed 200 words, and should contain the background and objective of the paper, its principal results, and its conclusions. Avoid using abbreviations and citations. Hypertension remains a major public health problem worldwide, particularly in developing countries where awareness and prevention efforts are still limited. This study aimed to evaluate the effect of health education using bay leaf (Syzygium polyanthum) as a natural preventive measure on the improvement of community knowledge about hypertension. A quasi-experimental design with pre-test and post-test was conducted involving 20 adult respondents from Kampung ketupat Rt 02. Data were collected through structured questionnaires assessing basic hypertension knowledge, understanding of the benefits of bay leaf, and awareness of dosage and safety. The results indicated a significant increase in the mean scores of respondents’ knowledge after the intervention, with an improvement of 28% in basic hypertension knowledge, 34% in understanding the benefits of bay leaf, and 33% in dosage and safety awareness. These findings demonstrate that health education using local medicinal plants can effectively enhance community understanding of hypertension prevention. The study suggests that integrating traditional knowledge into health promotion programs can serve as a sustainable approach to reducing hypertension risk at the community level. Abstrak. Terdiri dari satu paragraf, tidak melebihi 200 kata, dan memuat latar belakang serta tujuan penelitian, hasil utama, dan kesimpulan. Hindari penggunaan singkatan dan sitasi. Hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang di mana kesadaran dan upaya pencegahan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek edukasi kesehatan dengan menggunakan daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai upaya pencegahan alami terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test, melibatkan 20 responden dewasa dari Kampung Ketupat RT 02. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan dasar tentang hipertensi, pemahaman manfaat daun salam, serta kesadaran tentang dosis dan keamanan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata pengetahuan responden setelah intervensi, yaitu peningkatan sebesar 28% pada pengetahuan dasar hipertensi, 34% pada pemahaman manfaat daun salam, dan 33% pada kesadaran dosis dan keamanan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan menggunakan tanaman obat lokal dapat secara efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan hipertensi. Studi ini menyarankan bahwa integrasi pengetahuan tradisional ke dalam program promosi kesehatan dapat menjadi pendekatan yang berkelanjutan untuk mengurangi risiko hipertensi di tingkat masyarakat.
Tinjauan Yuridis Terhadap Praktik Gratifikasi Jual Beli Jabatan Dalam Putusan Pengadilan: Juridical Review of the Practice of Gratification in Position Trading in Court Decisions Alamanda Nur Mayanti; Hartoyo Hartoyo; Renda Aranggraeni; Muhammad Aqil Fathir
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261340

Abstract

Abstract. This study analyzes the legal review of the criminal act of buying and selling positions by the Regent of Nganjuk Regency based on Decision Number 64/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Sby. Buying and selling positions is categorised as bribery that damages the bureaucracy's integrity and state administrators' dignity. The method used is a sociological legal approach, which examines cases based on positive legal principles and their relevance to social conditions. The urgency of this study lies in the importance of enforcing the law against corrupt practices that undermine public trust in the government bureaucracy. The study results show that the defendant, Dupriono, was proven to have given Rp50,000,000.00 to the Regent of Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, to obtain the position of Head of Pace Sub-district. The panel of judges considered that the elements of the criminal offence charged by the Public Prosecutor had been fulfilled, and that the act was committed jointly with other parties. The judges' legal considerations were based on Article 5 paragraph (1) letters a and b, and Article 13 of Law Number 31 of 1999, in conjunction with Law Number 20 of 2001 concerning the Eradication of Corruption Crimes. The result shows that the defendant's actions constituted the criminal act of corruption in the form of gratification of office. This verdict emphasises the importance of enforcing anti-bribery laws as an instrument for maintaining the integrity of the bureaucracy and preventing abuse of authorities. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan yuridis terhadap tindak pidana jual beli jabatan oleh Bupati Kabupaten Nganjuk berdasarkan Putusan Nomor 64/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Sby. Praktik jual beli jabatan dikategorikan sebagai suap yang merusak integritas birokrasi dan martabat penyelenggara negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis, yaitu menelaah kasus berdasarkan asas hukum positif serta relevansinya dengan kondisi sosial. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya menegakkan hukum terhadap praktik korupsi yang melemahkan kepercayaan publik terhadap birokrasi pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa Dupriono terbukti memberikan uang sebesar Rp50.000.000,00 kepada Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, untuk memperoleh jabatan sebagai Camat Pace. Majelis hakim menilai bahwa unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum telah terpenuhi, dan perbuatan tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan pihak lain. Pertimbangan hukum hakim didasarkan pada Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b serta Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hasil menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi jabatan. Putusan ini menegaskan pentingnya penegakan hukum antisuap sebagai instrumen menjaga integritas birokrasi dan mencegah penyalahgunaan wewenang.
Relevansi Theory Z terhadap Generasi Z di Dunia Kerja Modern: Pendekatan Narrative Review: The Relevance of Theory Z to Generation Z in the Modern Workplace: A Narrative Review Approach Firda Rachma Amalia; Jemi Cahya Adi Wijaya; Masetya Mukti
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261342

Abstract

Abstract. Theory Z, introduced by William G. Ouchi (1981), is a classical management approach that emphasizes trust, loyalty, employee involvement, and well-being. However, the emergence of Generation Z with its dynamic, digital, and flexibility-oriented characteristics raises questions about the relevance of Theory Z’s values in the context of the modern workplace. This article employs a narrative review method of ten scientific articles published between 2019 and 2025 that discuss the relationship between Theory Z, employee engagement, well-being, and the characteristics of younger generations in the workplace. The findings indicate that the core values of Theory Z remain relevant but require adaptation to the psychological and social dimensions of Generation Z, such as the need for flexibility, meaningful work, and holistic well-being. New concepts such as psychological sustainability and trust-based leadership emerge as modern reinforcements of Theory Z. Abstrak. Theory Z yang diperkenalkan oleh William G. Ouchi (1981) merupakan salah satu pendekatan manajemen klasik yang menekankan kepercayaan, loyalitas, keterlibatan, dan kesejahteraan karyawan. Namun, munculnya Generasi Z dengan karakteristik yang dinamis, digital, dan menuntut fleksibilitas kerja menimbulkan pertanyaan tentang relevansi nilai-nilai Theory Z dalam konteks dunia kerja modern. Artikel ini menggunakan metode narrative review terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan 2019–2025 yang membahas hubungan antara Theory Z, employee engagement, well-being, dan karakteristik generasi muda di tempat kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar Theory Z masih relevan, namun perlu adaptasi terhadap dimensi psikologis dan sosial Generasi Z, seperti kebutuhan akan fleksibilitas, makna kerja, dan kesejahteraan holistik. Konsep baru seperti psychological sustainability dan trust-based leadership muncul sebagai bentuk penguatan teori Z yang modern.
Pemberdayaan KWT Laras Pandowo Melalui Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Di Desa Pandowoharjo Sleman: Empowerment of Laras Pandowo Women's Farmer Group through Local Food Processing Training in Pandowoharjo Village, Sleman Rida Kalina; Muhammad Fanni; Elisa Angraini Wulan Sari; Anisa Salsabila; Erinta Silvianti Oktaviana; Fahrani Listadya Supriyanto; Fitria Hasna Zhafirah; Izhna Komala Maharani; Muhammad Fajar Sya’bani; Rahmadi Dwi Setiawan; Raja Zhafif Raditya Harahap; Rasyad Alif; Savana Zahra Maharani; Siti Nurhayati; Syahrul Aidil Putra; Arsyad Cahya Subrata
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261343

Abstract

Abstract. The 2025 Student Organization Capacity Building Program (PPKO) of the Ahmad Dahlan University Student Association (HMTP) is a concrete manifestation of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, particularly in the area of community service. The program partner is the Laras Pandowo Women's Farmers Group (KWT) in Pandowoharjo Village, Sleman, which boasts abundant local food potential but has not been optimally utilized. The goal of this program is to improve the entrepreneurial skills and insight of KWT members through training in processing local food ingredients into catfish basreng (basreng), catfish floss (flour), and chili flakes as a form of local food diversification. The implementation method includes preparation, Participatory Rural Appraisal (PRA), training, mentoring, evaluation, and follow-up. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and skills of 56.9%, namely calculated from 58 points before the training to 91 points after the training. In addition, there was an average increase in side income of 55.7%, from Rp 227,272 before training to Rp 353,846 after training, which indicates the real application of training results in household economic activities. Participants were able to develop innovative flavors, packaging designs, and simple marketing strategies through social media. This program has successfully fostered the entrepreneurial spirit of village women and is the first step towards economic independence based on local potential. Abstrak. Kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) HMTP Universitas Ahmad Dahlan tahun 2025 merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Mitra kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Laras Pandowo di Desa Pandowoharjo, Sleman, yang memiliki potensi bahan pangan lokal melimpah namun belum termanfaatkan secara optimal. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan dan wawasan kewirausahaan anggota KWT melalui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal menjadi basreng lele, abon lele, dan chili flakes sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, Participatory Rural Appraisal (PRA), pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 56,9%, yaitu dihitung dari 58 poin sebelum pelatihan menjadi 91 poin setelah pelatihan. Selain itu, terdapat peningkatan pendapatan sampingan rata-rata sebesar 55,7%, dari Rp 227.272 sebelum pelatihan menjadi Rp 353.846 setelah pelatihan, yang menandakan penerapan nyata hasil pelatihan dalam aktivitas ekonomi rumah tangga. Peserta mampu mengembangkan inovasi rasa, desain kemasan, dan strategi pemasaran sederhana melalui media sosial. Program ini berhasil menumbuhkan semangat kewirausahaan perempuan desa dan menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Edukasi Terapi Herbal Pemberian Jus Seledri Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi Di Kelurahan Sungai Baru Kota Banjarmasin: Herbal Therapy Education with Celery Juice Administration for Hypertension Patients in Sungai Baru Subdistrict, Banjarmasin City Ali Rakhman Hakim; Rahmadani Rahmadani; Aulia Rahma Syari; Ina Yunita Sihotang; Siti Jubaidah; Maulida Johanda; Rahmad Ismiadi
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261344

Abstract

Abstract. Hypertension is a significant health problem contributing to increased morbidity and mortality due to cardiovascular diseases. Low adherence to long-term therapy and limited public understanding of hypertension management highlight the need for an herbal-based educational approach that is more easily accepted by the community. This study aims to improve the knowledge of posyandu cadres regarding herbal therapy through education and practical administration of celery juice. The method employed was a community education activity conducted in Desa Sungai Baru with 11 participants. Data were collected using pre-test and post-test assessments, along with blood pressure measurements before and after the intervention. Results showed an increase in participants’ knowledge scores from 10–30 to 90–100, with an average improvement of 79.1%. Additionally, all participants experienced a reduction in systolic blood pressure by 13–20 mmHg and diastolic blood pressure by 8–15 mmHg. These findings indicate that education about celery juice is effective in enhancing cadre knowledge and has a positive impact on blood pressure control. The conclusion is that herbal education using celery juice can be an applicable and relevant non-pharmacological alternative in promotive and preventive efforts against hypertension at the community level. Abstrak. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan serta berkontribusi pada peningkatan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular. Rendahnya kepatuhan terhadap terapi jangka panjang dan terbatasnya pemahaman masyarakat tentang penanganan hipertensi menyoroti perlunya pendekatan edukasi berbasis herbal yang lebih mudah diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai terapi herbal melalui edukasi dan praktik pemberian jus seledri. Metode yang digunakan adalah kegiatan edukasi masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sungai Baru dengan 11 peserta. Data dikumpulkan menggunakan penilaian pre-test dan post-test, serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari 10–30 menjadi 90–100, dengan rata-rata peningkatan sebesar 79,1%. Selain itu, seluruh peserta mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 13–20 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 8–15 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang jus seledri efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader dan memberikan dampak positif terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulannya, edukasi herbal menggunakan jus seledri dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang aplikatif dan relevan dalam upaya promotif dan preventif terhadap hipertensi di tingkat masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Permen Kayu Manis: Herbal Lokal untuk Kesehatan: Cinnamon Candy Making Training: Local Herbal for Health Risyda Komaliya; Melviani Melviani; Dian Reki Fileni Filemon; Ine Andriani; Lalu Elwin Tri Surya Rinjani; Ririn Sagita; Rafelita Septania Barek Witin
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261346

Abstract

Abstract. Cinnamon (Cinnamomum) is a popular spice due to its distinctive taste and aroma. However, because of a lack of knowledge about the health benefits of cinnamon, it tends to be used only as a flavoring agent. The aim of this program is to increase the local community’s knowledge and practical skills in the sustainable use of cinnamon, as well as to empower them to process cinnamon into high-value products with various health benefits. This program consists of three stages: preparation (survey and preparation of educational materials), implementation (education and training), and evaluation. Education was delivered directly using leaflets. The evaluation results showed that 18 participants (94.7%) experienced an increase in knowledge, and there was an improvement in the practical skills of participants as directly observed by the team. Participants were able to understand the process of making cinnamon candy as demonstrated and were able to practice it independently. Abstrak. Kayu manis (Cinnamomum) merupakan rempah yang populer karena rasa dan aromanya yang khas. Namun, karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat kesehatan kayu manis, rempah ini cenderung hanya digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat lokal dalam pemanfaatan kayu manis secara berkelanjutan, serta memberdayakan mereka untuk mengolah kayu manis menjadi produk bernilai tinggi dengan berbagai manfaat kesehatan. Program ini terdiri dari tiga tahap: persiapan (survei dan penyusunan materi edukasi), pelaksanaan (edukasi dan pelatihan), dan evaluasi. Edukasi diberikan secara langsung menggunakan leaflet. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 18 peserta (94,7%) mengalami peningkatan pengetahuan, dan terdapat peningkatan keterampilan praktis peserta yang diamati langsung oleh tim. Peserta mampu memahami proses pembuatan permen kayu manis yang telah didemonstrasikan dan dapat mempraktikkannya secara mandiri.
Komunikasi Interpersonal Customer Service dan Nasabah dalam Meningkatkan Pelayanan di Kantor Bank BNI Cabang Makassar: Interpersonal Communication Customer Service and Customers in Improving Service at the BNI Bank Office, Makassar Branch Andi Ulfaizah Amal; Muhammad Akbar; Arianto Arianto
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261347

Abstract

Abstract. This study aims to describe the role of interpersonal communication between customer service officers and customers in improving service quality at Bank BNI, Makassar Branch. Specifically, it analyzes the reasons for the importance of interpersonal communication in service delivery, the communication processes between customer service officers and customers, as well as the inhibiting and supporting factors influencing its effectiveness. This research employs a qualitative descriptive approach and was conducted at three locations: BNI Makassar Branch, Arief Rate Sub-Branch, and Pettarani Sub-Branch. Data were collected through observation and in-depth interviews and analyzed descriptively. The results show that: (1) interpersonal communication plays a crucial role in creating quality service through empathetic and solution-oriented interactions that enhance customer trust and comfort; (2) customer service communication is considered effective and polite, with messages conveyed in a friendly and easily understood manner, both directly and through digital service media; and (3) the effectiveness of interpersonal communication is influenced by inhibiting factors such as differences in understanding, customers’ emotional conditions, long queues, and technical system disturbances, while supporting factors include staff friendliness and patience, a comfortable service environment, and clarity of information. Overall, effective interpersonal communication contributes significantly to improving service quality and customer satisfaction in the banking environment. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunikasi interpersonal antara customer service dan nasabah dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Bank BNI Cabang Makassar. Secara khusus, penelitian ini menganalisis alasan pentingnya komunikasi interpersonal dalam pelayanan, proses komunikasi antara customer service dan nasabah, serta faktor penghambat dan pendukung yang memengaruhi efektivitas komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Kantor Cabang BNI Makassar, KCP Arief Rate, dan KCP Pettarani. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) komunikasi interpersonal berperan signifikan dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas melalui interaksi empatik dan solutif yang meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan nasabah; (2) komunikasi customer service dinilai efektif dan sopan, dengan penyampaian pesan yang ramah dan mudah dipahami, baik secara langsung maupun melalui media digital; dan (3) efektivitas komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh faktor penghambat seperti perbedaan pemahaman, kondisi emosional nasabah, antrean panjang, serta gangguan teknis sistem, sementara faktor pendukung mencakup sikap ramah dan sabar petugas, kenyamanan ruang layanan, dan kejelasan informasi. Secara keseluruhan, komunikasi interpersonal yang efektif terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan nasabah di lingkungan perbankan.
Pelatihan Pembuatan Rebusan Herbal Lokal untuk Kesehatan: Training On the Preparation of Local Herbal Decoctions for Health Saftia Aryzki; Fitriah Fitriah; Solagratia Nando; Anisya Oktavia
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261550

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase among rural communities, including in Sungai Bakung Village RT 07, Sungai Tabuk District, Banjarmasin. Residents' low understanding of local plant-based non-pharmacological approaches encourages the implementation of educational and training activities for making herbal decoctions. This activity aims to improve the knowledge and skills of participants in processing Syzygium polyanthum, Apium graveolens L., Allium sativum, Zingiber officinale, and Curcuma xanthorrhiza as complementary therapy for high blood pressure control. The method applied is combinative, combining interactive lectures, leaflet distribution, live demonstrations, and participatory question and answer sessions. A total of 16 residents participated in the activity which lasted a full day. Changes in knowledge were measured using structured pre-test and post-test questionnaire instruments.  The average score experienced a significant increase from 67.5% to 88.75%, with an increase of 21.25 percentage points. The proportion of participants in the good knowledge category jumped from 43.75% to 93.75%, while the category shrank quite from 43.75% to 6.25%, and the less than 12.5% category to 0%. All participants who were originally in the category of less successful exit from the category after the intervention. These findings prove that a hands-on, practice-based educational approach effectively improves people's health literacy in the use of local medicinal plants as a safe and evidence-based independent health solution.   Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di kalangan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Sungai Bakung RT 07, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjarmasin. Rendahnya pemahaman warga terhadap pendekatan non-farmakologis berbasis tanaman lokal mendorong pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan rebusan herbal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam mengolah Syzygium polyanthum, Apium graveolens L., Allium sativum, Zingiber officinale, dan Curcuma xanthorrhiza sebagai terapi komplementer pengendalian tekanan darah tinggi. Metode yang diterapkan bersifat kombinatif, memadukan ceramah interaktif, distribusi leaflet, demonstrasi langsung, serta sesi tanya jawab partisipatif. Sebanyak 16 warga turut serta dalam kegiatan yang berlangsung satu hari penuh. Perubahan pengetahuan diukur menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test terstruktur.  Rerata skor mengalami kenaikan yang bermakna dari 67,5% menjadi 88,75%, dengan selisih peningkatan sebesar 21,25 poin persentase. Proporsi peserta berkategori pengetahuan baik melonjak dari 43,75% menjadi 93,75%, sementara kategori cukup menyusut dari 43,75% menjadi 6,25%, dan kategori kurang dari 12,5% menjadi 0%. Seluruh peserta yang semula masuk kategori kurang berhasil keluar dari kategori tersebut pascaintervensi. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik langsung secara efektif meningkatkan health literacy masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat lokal sebagai solusi kesehatan mandiri yang aman dan berbasis bukti.
Optimalisasi Pemanfaatan Jahe dan Sereh menjadi Gummy Nutraseutikal ‘JAREH’ sebagai Upaya Preventif Hipertensi di Desa Sungai Bakung: Optimization of Ginger and Lemongrass Utilization into Nutraseutical Gummy 'JAREH' as a Preventive Effort for Hypertension in Sungai Bakung Village Tuti Alawiyah; Roy Meliana Eka Putri.S; Nur Muzdalifah; Muhammad Jafar Ridho
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261553

Abstract

Hypertension remains one of the most prevalent health problems in the community, including in South Kalimantan. This condition is influenced by various factors such as unhealthy lifestyles, lack of physical activity, and limited utilization of natural products as complementary therapy. Therefore, efforts are needed to improve public knowledge and skills through the use of easily accessible herbal plants such as ginger and lemongrass, which contain active compounds like gingerol and flavonoids that have potential antihypertensive and antioxidant effects. This community service activity aimed to: (1) increase public knowledge regarding the benefits of ginger and lemongrass as phytotherapy; (2) enhance community awareness in utilizing natural ingredients for maintaining health; (3) improve participants’ skills in producing herbal candy made from ginger and lemongrass; and (4) encourage simple herbal product innovation for independent use. The methods included educational sessions using pretest and posttest, training on herbal candy production, and mentoring during the practical process. The results showed an improvement in participants’ knowledge and skills in utilizing ginger and lemongrass as phytotherapy products.   Abstrak. Penyakit hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang cukup tinggi di masyarakat, termasuk di Kalimantan Selatan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terapi pendukung. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal yang mudah diperoleh, seperti jahe dan sereh, yang diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti gingerol dan flavonoid yang berpotensi sebagai antihipertensi dan antioksidan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat jahe dan sereh sebagai fitoterapi; (2) meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif menjaga kesehatan; (3) meningkatkan keterampilan mitra dalam pembuatan permen herbal berbahan dasar jahe dan sereh; serta (4) mendorong inovasi produk herbal sederhana yang dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui pretest dan posttest, pelatihan pembuatan permen herbal jahe dan sereh, serta pendampingan dalam praktik pembuatan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pemanfaatan jahe dan sereh sebagai produk fitoterapi.