cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 876 Documents
Penyuluhan Manfaat Seduhan Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Daun Sirsak (Annona muricata Linn) Untuk Mengatasi Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Hiperkolesterolemia Di Desa Sungai Bakung RT. 03 [Counseling on the Benefits of Bay Leaf (Syzygium polyanthum) and Soursop Leaf (Annona muricata Linn) Infusions to Treat Hypertension, Diabetes Mellitus, and Hypercholesterolemia Sungai Bakung Village, RT. 03]: Counseling on the Benefits of Bay Leaf (Syzygium polyanthum) and Soursop Leaf (Annona muric Setia Budi; Siska Fitriani; Pinky Alifanda Ardisa; M. Iqbal Rizantha
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261560

Abstract

Hypertension, diabetes mellitus, and hypercholesterolemia are common non-communicable diseases that require continuous preventive and promotive efforts. In Sungai Bakung Village RT. 03, South Kalimantan, these diseases were identified as major health problems, while public knowledge regarding the proper use of medicinal plants remained limited. This community service activity aimed to increase community knowledge about the benefits and preparation of bay leaf (Syzygium polyanthum) and soursop leaf (Annona muricata Linn) infusions as complementary herbal therapies for hypertension, diabetes mellitus, and hypercholesterolemia. The program was conducted through surveys, interviews, health education sessions, demonstrations of herbal infusion preparation, leaflet distribution, and pre-test and post-test evaluations involving adult and elderly residents. The results showed that hypertension, hypercholesterolemia, and diabetes mellitus were the most prevalent health conditions among participants. Educational activities improved participants’ understanding of the phytochemical benefits, preparation methods, dosage, safety, and potential interactions of bay and soursop leaf infusions. Knowledge scores increased from an average of 56.66% in the pre-test to 90% in the post-test. In conclusion, community education on the utilization of bay and soursop leaf infusions effectively improved public knowledge and may support promotive and preventive health efforts when used safely and rationally.   Abstrak. Hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterolemia merupakan penyakit tidak menular yang umum terjadi dan memerlukan upaya promotif serta preventif secara berkelanjutan. Di Desa Sungai Bakung RT. 03, Kalimantan Selatan, ketiga penyakit tersebut teridentifikasi sebagai permasalahan kesehatan utama, sementara pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat secara tepat masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan cara pembuatan seduhan daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirsak (Annona muricata Linn) sebagai terapi herbal komplementer untuk hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterolemia. Program dilaksanakan melalui survei, wawancara, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan seduhan herbal, pembagian leaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang melibatkan masyarakat dewasa dan lanjut usia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa hipertensi, hiperkolesterolemia, dan diabetes melitus merupakan kondisi kesehatan yang paling banyak ditemukan pada peserta. Kegiatan edukasi meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat fitokimia, cara pembuatan, dosis penggunaan, aspek keamanan, serta potensi interaksi dari seduhan daun salam dan daun sirsak. Nilai pengetahuan meningkat dari rata-rata 56,66% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Kesimpulannya, edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan seduhan daun salam dan daun sirsak efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berpotensi mendukung upaya promotif serta preventif kesehatan apabila digunakan secara aman dan rasional.
The Edukasi Penggunaan Obat Herbal Alami Menggunakan Daun Salam, Serai, dan Jahe untuk Atasi Asam Urat di Desa Sungai Bakung RT.08: Educational Program on the Use of Natural Herbal Remedies Made from Bay Leaves, Lemongrass, and Ginger to Treat Gout in Sungai Bakung Village, RT 08 Ani Agustina; Chintya Amanie; Desy Mutia; Hafizatul Husna
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261563

Abstract

Gout (hyperuricemia) is a health problem characterized by elevated uric acid levels in the blood, which can lead to joint pain, inflammation, and decreased quality of life if not properly managed. In Sungai Bakung Village RT 08, community knowledge regarding non-pharmacological management of gout and the utilization of herbal plants remains limited. Objective: This community service activity aimed to improve community knowledge and skills in utilizing bay leaves (Syzygium polyanthum), lemongrass (Cymbopogon citratus), and ginger (Zingiber officinale) as herbal beverages to support gout management. Methods: The program was implemented through problem identification, pre-test and post-test evaluations, health education sessions, educational videos, discussions, and the distribution of booklets containing practical herbal preparation guidelines. Results: The intervention showed a significant improvement in participants' knowledge, with an average increase of approximately 80% based on pre-test and post-test scores. Participants also demonstrated more positive attitudes toward the safe and appropriate use of herbal remedies as supportive therapy for gout. Conclusion: Health education and training on herbal utilization effectively improved community knowledge and attitudes and provided a practical approach for promoting non-pharmacological management of gout through locally available medicinal plants.   Abstrak. Asam urat (hiperurisemia) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam darah, yang dapat menyebabkan nyeri sendi, peradangan, serta penurunan kualitas hidup apabila tidak dikelola dengan baik. Di Desa Sungai Bakung RT 08, pengetahuan masyarakat mengenai penatalaksanaan nonfarmakologis asam urat dan pemanfaatan tanaman herbal masih terbatas. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun salam (Syzygium polyanthum), serai (Cymbopogon citratus), dan jahe (Zingiber officinale) sebagai minuman herbal pendukung pengelolaan asam urat. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi masalah, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, penyuluhan kesehatan, pemutaran video edukasi, diskusi interaktif, serta pembagian booklet yang berisi panduan praktis pembuatan minuman herbal. Hasil: Intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, dengan rata-rata peningkatan sekitar 80% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Peserta juga menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penggunaan herbal secara aman dan tepat sebagai terapi pendukung dalam pengelolaan asam urat. Kesimpulan: Edukasi kesehatan dan pelatihan pemanfaatan tanaman herbal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat serta memberikan alternatif praktis dalam mendukung penatalaksanaan nonfarmakologis asam urat melalui pemanfaatan tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar.
Poligami dalam Perspekstif Epistimologi Falsifikasi: Polygamy from the Perspective of Falsification Epistemology Fadri Sanafiah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261566

Abstract

This study examines the practice of polygamy from the perspective of falsification epistemology. The ideal of marriage is to establish a harmonious and lasting family; however, this ideal is often considered difficult or even impossible to achieve in polygamous marriages. Polygamy is frequently perceived as a source of family conflict, transforming what was once a happy household into one filled with tension and suffering. Some argue that this situation arises because Islam permits a husband to have more than one wife. This study critically examines such assumptions through a literature-based analysis. The research is expected to contribute both academically and practically. Academically, it enriches scholarly discourse and serves as a reference for future researchers by providing preliminary data and identifying issues that require further focused analysis. Practically, it provides information and insights for the wider community regarding the concept of polygamy in Islam. This research employs a qualitative descriptive-analytical approach using a library research method. The findings indicate that, within Islamic teachings, polygamy is permitted only as an exceptional measure to achieve the objectives of marriage under specific circumstances, such as when a wife is unable to bear children, suffers from a serious illness, or is no longer able to fulfill her marital responsibilities. Furthermore, polygamy is allowed only when it is genuinely necessary and under the strict condition that the husband is able to act justly toward all wives.   Abstrak. Penelitian ini mengulas tentang adanya poligami, ikatan perkawinan yang dicita-citakan tersebut sulit atau bahkan tidak akan tercapai. Sekejam itukah poligami? Kehidupan yang pada mulanya bahagia laksana surge, gara-gara poligami tiba-tiba berubah menjadi neraka. Ada nggapan, hal itu terjadi justru karena Islam telah mengabsahkan suami untuk beristri lebih dari seorang. Betulkah demikian?. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat member kegunaan secara akademis dan praktis, dari sisi akademis kegunaan penelitian di samping berguna bagi pengembangan ilmu penulis juga dapat bermanfaat bagi peneliti-peneliti yang akan datang. Pentingnya hasil penelitian ini bagi peneliti-peneliti yang akan datang terutama terletak pada sisi ketersediaan data awal, karakteristik termasuk masalah-masalah yang belum mendapatkan analisis yang fokus. Secara praktis penelitian ini berguna bagi informasi. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), bersifat kualitatif, deskriptif analitis. tujuan diperbolehkannya poligami dalam Islam adalah hanya sebagai pintu darurat untuk mewujudkan tujuan perkawinan, ketika seorang istri tidak mampu menghasilkan keturunan (mandul), atau ketika istri terjangkit penyakit parah atau sudah tidak mampu lagi melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri, Ia hanya dilalui saat amat diperlukan, dengan syarat yang berat, yaitu adil.
Implementing Lexical Choice Strategies for Writing Short Descriptive Texts at Pondok An Nahdloh, Selangor, Malaysia Mujad Didien Afandi; Savira Zaniar; Nailul Authar; Novi Rahmania Aquariza; Edi Pujo Basuki; Destita Shari
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261577

Abstract

Limited vocabulary and inappropriate word selection often hinder junior high school students from producing effective English descriptive texts. To address this issue, a community service program entitled Teaching Lexical Choice for Writing Short Descriptive Texts at Pondok An Nahdloh, Selangor, Malaysia was conducted to improve students’ lexical diversity, lexical appropriateness, and linguistic development. The program involved fifteen Indonesian junior high school students and was implemented through a participatory training approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Instructional activities included introducing lexical choice, practicing synonym use, selecting contextually appropriate vocabulary, and writing short self-descriptive texts. Students completed writing tasks before and after the training, and their texts were evaluated using a lexical analysis rubric covering lexical diversity, lexical appropriateness, lexical density, register awareness, and overall lexical control. The findings showed substantial improvement in students’ lexical performance. The average total score increased from 12.07 (Fair) in the pre-writing task to 21.80 (Excellent) in the post-writing task. Students demonstrated greater vocabulary variation, more precise word selection, higher lexical density, and improved control of descriptive language. These findings indicate that lexical-choice instruction is an effective strategy for enhancing students’ writing quality and supporting linguistic development in English language learning.
Pendampingan Guru PAUD dalam Penguatan Literasi melalui Pengembangan Kosakata Berbasis Kearifan Lokal: Teachers in Strengthening Literacy through Local Wisdom-Based Vocabulary Development Destita Shari; Nanang Rokman Saleh; Muhammad Syaikhon; Berda Asmara; Mujad Didien Afandi
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261581

Abstract

The limited use of local wisdom as a learning resource, as well as the limited vocabulary introduced to children, has resulted in suboptimal language literacy stimulation for early childhood. This is evident from findings among early childhood education (PAUD) teachers in Pasuruan Regency, who still require guidance in developing children’s vocabulary through the introduction of local wisdom. This community service activity aims to improve early childhood education teachers’ competence in strengthening children’s language literacy through vocabulary development. The activity was attended by 35 early childhood education teachers in Pasuruan Regency. The implementation method consisted of the following stages: needs assessment, presentation of materials, and training on vocabulary development based on local wisdom. Evaluation was conducted through observations and questionnaires completed by the participants. The results of the activity showed that teachers were able to identify vocabulary development sources rooted in local culture—such as regional specialties, arts, and traditions in the area—which were integrated into learning activities. A total of 85% of participants demonstrated improved understanding and skills in designing language literacy activities based on local wisdom. This mentoring program can have a positive impact on enhancing teachers’ competencies in preparing learning experiences to support the strengthening of language literacy among early childhood students.   Abstrak. Rendahnya pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar serta terbatasnya kosakata yang dikenalkan kepada aak menyebabkan stimulasi liteasi bahasa pada anak usia dini belum optimal. Hal tersebut diketahui dari temuan pada guru PAUD di Kabupaten Pasuruan yang masih memerlukan pendampingan kosakata dengan mengenalkan kearifan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam memperkuat literasi anak melalui pengembangan kosakata. Kegiatan ini diikuti oleh 35 guru PAUD di Kabupaten Pasuruan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pemberian materi, pelatihan pengembangan kosakata berbasis kearifan lokal. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket yang didapat dari perserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu mengidentifikasi dalam pengembangan kosakata yang bersumber dari budaya lokal seperti makanan khas daerah, kesenian, tradisi diwilayah yang diintegrasikan pada kegiatan pembelajaran. Sebanyak 85% menunjukkan peningkatan pemahamam dan keterampilan dalam merancang aktivitas literasi berbasis kearifan lokal. Kegiatan pendampingan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mempersiapkan pengalaman belajar untuk mendukung penguatan literasi anak usia dini
Pendampingan Mahasiswa dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal di Sekolah melalui Program Magang Berdampak: Mentoring Guidance and Counseling Students in Implementing Classroom Guidance Services through the Impactful Internship Program Hasan Hasan; Dian Fitriani; Nur Eka Wahyuningsih Riyadi; Muh Yusran Diniy; Bau Ratu
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261584

Abstract

The Impactful Internship Program is an experiential learning initiative designed to enhance students' professional competencies through direct engagement in authentic workplace settings. For students enrolled in Guidance and Counseling programs, implementing classroom guidance services in schools is a fundamental professional competency. However, in practice, students often encounter challenges, including limited skills in developing guidance service plans, managing classrooms, utilizing instructional media, and establishing effective communication with students. Therefore, this community service project aimed to mentor university students in planning, implementing, and evaluating classroom guidance services in schools through the Impactful Internship Program. The program employed a participatory and collaborative approach involving university supervisors, school guidance and counseling teachers, and student interns. The mentoring process consisted of needs assessment, pre-service training, assistance in developing Guidance Service Implementation Plans (GSIPs), support during classroom guidance implementation, observation, supervision, reflection, and evaluation. The results indicated that the mentoring program significantly improved students' competencies in preparing guidance service plans, developing instructional media, managing classroom activities, enhancing communication skills, and conducting more systematic service evaluations. In addition to benefiting student interns, the program strengthened collaboration between the university and partner schools in improving the quality of school guidance and counseling services. These findings suggest that the mentoring model implemented through the Impactful Internship Program represents a promising practice for strengthening the professional competencies of prospective guidance and counseling teachers while supporting the continuous improvement of guidance and counseling services in schools.   Abstrak. Program Magang Berdampak merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam dunia kerja profesional. Bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, pelaksanaan layanan bimbingan klasikal di sekolah menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasai, namun dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti keterbatasan dalam menyusun perangkat layanan, mengelola kelas, memanfaatkan media pembelajaran, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan bimbingan klasikal di sekolah melalui Program Magang Berdampak. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan dosen pembimbing, guru bimbingan dan konseling, serta mahasiswa peserta magang. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pembekalan, pendampingan penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL), pendampingan implementasi layanan bimbingan klasikal, observasi, supervisi, refleksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyusun perangkat layanan, mengembangkan media bimbingan, mengelola kelas, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta melaksanakan evaluasi layanan secara lebih sistematis. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian, model pendampingan melalui Program Magang Berdampak dapat menjadi salah satu praktik baik dalam penguatan kompetensi profesional calon guru bimbingan dan konseling sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Optimalisasi AI sebagai Asisten Pembelajaran: Integrasi Teknologi dengan Etiket Digital Bagi Guru di Sekolah Dasar: Optimizing AI as a Learning Assistant: Integrating Technology with Digital Etiquette for Teachers in Elementary Schools akhwani akhwani; Afib Rulyansah; Dewi Widiana Rahayu; Jauharotur Rihlah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261309

Abstract

Abstract. This community service activity is motivated by the rapid advancement of AI in education and the need for teachers to adapt to changing times. Many teachers are still unprepared and less responsive in utilizing AI optimally. Teachers’ understanding and digital skills need to be balanced with digital etiquette. The use of AI is not only about technical proficiency but also ethical considerations. Training on optimizing AI as a learning assistant should be accompanied by digital etiquette intervention. The aim of this community service is to improve teachers’ understanding and skills in using AI, as well as to integrate digital etiquette into teaching practices. The community service method used is the drill and practice model with the ORPAER cycle (observe, reflect, plan, action, evaluation, reflect). The results show an increase in the integration of AI in terms of teachers’ understanding and skills in learning activities. Additionally, teachers’ awareness of digital etiquette when utilizing AI has also improved. Teachers’ digital etiquette needs to be nurtured and developed. This community service succeeded in enhancing teachers’ proficiency both technically and ethically. Teachers need to participate in similar training and continuously improve their understanding, including practical ethics. As role models for digital etiquette, teachers must possess responsibility and morality in utilizing AI. Ethics apply not only in the virtual world but also in the real world. Abstrak. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pesatnya kemajuan AI di bidang pendidikan dan kebutuhan guru untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Banyak guru yang masih belum siap dan sigap memanfaatkan AI secara optimal. Pemahamana, keterampilan digital guru perlu diimbangi dengan etiket digital. Pemanfaatan AI tidak sekedar kecakapan teknis tetapi juga etis. Pelatihan optimaliasi AI sebagai asisten pembelajaran perlu diintervensi dengan etiket digital. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan guru dalam menggunakan AI serta mengintegrasikan etiket digital dalam praktik pembelajaran. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakna adalah model drill and practices dengan menggukan siklus ORPAER (observe, reflect, plan, action, evaluation, reflect). Hasil pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan pada integrasi AI pada aspek pemahaman dan keterampilan AI dalam pembelajaran. Selain itu kesadaran guru terhadap etiket digital dalam memanfaatkan AI juga meningkat. Etiket digital guru perlu ditumbuhkembangkan. Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kecakapan guru dari segi teknis dan etis. Guru perlu mengikuti pelatihan sejenis dan meningkatkan pemahamannya secara berkelanjutan, termasuk etika praktis. Guru berperan sebagai teladan etiket digital maka guru harus memiliki tanggung jawab dan moral dalam memanfaatkan AI. Etika tidak hanya di dunia maya tetapi juga di dunia nyata.
Penyuluhan Dan Pendampingan Kader Dalam Screening Kanker Payudara di Desa Dasan Lekong: Counseling and Assistance for Cadres in Breast Cancer Screening in Dasan Lekong Village Saskiyanti Ari Andini; Rita Sopiatun; Rusmini Rusmini
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261317

Abstract

Breast cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia, mainly due to delayed early detection. Preventive efforts can be strengthened by empowering village health cadres to perform simple screening methods such as Breast Self-Examination (BSE) and Clinical Breast Examination (CBE). The counseling and mentoring program for cadres in Dasan Lekong Village aimed to improve their knowledge, skills, and confidence in recognizing early signs of breast cancer. Methods included lectures, interactive discussions, examination simulations, and field mentoring. The results showed increased cadre understanding of breast cancer screening techniques (SADARI). Moreover, cadres were able to apply these skills in assisting the community. In conclusion, cadre counseling and mentoring play an important role in strengthening early detection of breast cancer at the village level and supporting community health promotion and prevention efforts. Abstrak. Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia, terutama akibat keterlambatan deteksi dini. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan desa dalam melakukan skrining sederhana, seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Kegiatan penyuluhan dan pendampingan kader di Desa Dasan Lekong bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri kader dalam mengenali tanda awal kanker payudara. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan simulasi pemeriksaan, serta pendampingan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai teknik skrining kanker payudara sendiri (SADARI). Selain itu, kader mampu mengaplikasikan keterampilan tersebut dalam mendampingi masyarakat. Kesimpulannya, penyuluhan dan pendampingan kader berperan penting dalam memperkuat deteksi dini kanker payudara di tingkat desa, serta mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat: Empowering Cadres in Early Detection of Non-Communicable Diseases in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok Mardiatun Mardiatun; Sri Puja Warnis Wijayanti; Ely Mawaddah; Aan Dwi Sentana; Irwan Hadi
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261318

Abstract

Abstract. Non-communicable diseases (NCDs) are a global health problem with high morbidity and mortality rates, especially in developing countries. One of the government’s efforts to reduce NCD rates is through the establishment of Integrated Counseling Posts (Posbindu) for NCDs, which involve health cadres in the early detection of risk factors. However, cadres' skills in anthropometric and blood pressure examinations remain limited due to a lack of training. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in early detection of NCDs in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok. The implementation methods included lectures, discussions, and demonstrations of anthropometric examinations (body weight, height, body mass index, waist circumference) and blood pressure measurements using a booklet as a media tool. The activity involved 30 health cadres from 11 villages, with 2-3 cadres representing each village. The results showed that before the training, most cadres had never received assistance related to early detection of NCDs. After counseling and demonstrations, all cadres were able to perform blood pressure and anthropometric examinations according to SOPs, calculate BMI, and record examination results on forms. Cadres’ skills improved along with high enthusiasm and direct assistance from the service team. In conclusion, education and demonstration-based training effectively increased cadres’ capacity in early detection of NCDs, thereby strengthening prevention and control efforts at the community level. Abstrak. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka PTM adalah melalui pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang melibatkan kader kesehatan dalam deteksi dini faktor risiko. Namun, keterampilan kader dalam pemeriksaan antropometri dan tekanan darah masih terbatas akibat minimnya pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini PTM di Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut) serta pengukuran tekanan darah dengan menggunakan media booklet. Peserta kegiatan berjumlah 30 kader kesehatan dari 11 desa dengan perwakilan 2-3 kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar kader belum pernah mendapatkan pendampingan terkait deteksi dini PTM. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi, seluruh kader mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan antropometri sesuai SOP, menghitung IMT, serta mencatat hasil pemeriksaan pada formulir. Keterampilan kader meningkat seiring dengan tingginya antusiasme dan pendampingan langsung oleh tim pengabdian. Kesimpulannya, pelatihan berbasis edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM, sehingga dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian PTM di tingkat komunitas.
Edukasi Pengolahan Rebusan Daun Salam Untuk Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Sungai Baru Kota Banjarmasin: Education on Processing Bay Leaf Decoction for Hypertension in the Community of Sungai Baru Village, Banjarmasin City Saftia Aryzki; Noval Noval; Jaki Mubarak; Fitri Sadlia; Lim Lie Sien; Naurinnissa Pramadiyani; Regina Syifa Nabila; Siti Sali Limah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261325

Abstract

Abstract. Hypertension is a very important condition in all areas that can cause heart disease and stroke. Hypertension is a very important problem because we often do not realize it. Bay leaves contain tannins to relax the muscles in the arteries that can contain flavonoids have effects namely vasodilation, antiplatelet and anticoagulant due to oxidation that can reduce systole and diastole and improve body organs. The method used in this community service is a case study method by conducting a survey first to the Sungai Baru community environment to determine disease patterns in Sungai Baru using a questionnaire. The target for this community service activity is mothers aged 25-65 years. Abstrak. Hipertensi merupakan kondisi yang sangat penting di semua wilayah karena dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Hipertensi menjadi masalah yang sangat penting karena seringkali kita tidak menyadarinya. Daun salam mengandung tanin yang dapat merelaksasi otot pada arteri dan juga mengandung flavonoid yang memiliki efek vasodilatasi, antiplatelet, dan antikoagulan akibat oksidasi yang dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik serta memperbaiki organ tubuh. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode studi kasus dengan melakukan survei terlebih dahulu ke lingkungan masyarakat Sungai Baru untuk mengetahui pola penyakit di Sungai Baru menggunakan kuesioner. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu berusia 25-65 tahun.