cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 876 Documents
Socialization of the Harmony Counseling Model as an Effort to Develop Counselor Professionalism Nanda Alfan Kurniawan; Nur Hidayah; Sa’dun Akbar; M. Ramli; Husni Hanafi; Destanika Dhiffa Ralianti
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261353

Abstract

This community service activity aimed to strengthen the competence of school counselors in Malang Regency through the socialization of the Harmoni Counseling Model. The model was developed to enhance students’ career decision-making skills using a contextual approach that integrates cognitive, affective, and conative dimensions. Its novelty lies in the application of life-value-based principles to support counselor professionalism in addressing student challenges in the era of disruption. The implementation involved needs assessment, material design, focus group discussions, practical simulations, and participant reflection. Eleven vocational school counselors participated, selected purposively through the regional counseling teachers’ association. Evaluation was conducted through questionnaires and observations, analyzed using Aiken’s V to assess understanding levels. The results indicated strong engagement, with 90.9 percent of participants showing enthusiasm for the model’s application. The analysis revealed high validity (≥0.83) across six understanding aspects, with two aspects achieving a perfect score of 1.00. Counselors demonstrated comprehensive understanding of the model’s rationale, objectives, and implementation guidelines, though the concept of student career development tasks required refinement. Overall, the program effectively enhanced counselor competence and confirmed the Harmoni Counseling Model’s relevance as a research-based approach for professional development and sustainable counseling practice.
Pelatihan Pembuatan Teh Daun Salam Herbal Untuk Kesehatan Di Banjarmasin Utara [Training on the Preparation of Herbal Bay Leaf Tea for Health in North Banjarmasin] Melviani Melviani; Risyda Komaliya; Dian DReki Fileni Filemon; Ine Andriani; Lalu LElwin Tri Surya Rinjani; Ririn Sagita; Rafelita Septania Barek Witin
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261354

Abstract

Abstract. Gout is a metabolic disease caused by elevated uric acid levels in the blood (hyperuricemia), which can lead to joint pain and inflammation. The prevalence of gout continues to rise in line with high-purine diets and unhealthy lifestyles. Bay leaves (Syzygium polyanthum) are known to contain active compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and essential oils that act as inhibitors of xanthine oxidase, the main enzyme involved in uric acid formation. Utilizing bay leaves in the form of herbal tea is an innovative preparation that can be developed as an alternative functional beverage beneficial for lowering uric acid levels. This community service program aims to provide training to empower women with the skills to make bay leaf-based tea as a herbal product beneficial for health. Based on the educational activities on the use of medicinal plants in the Alalak Utara neighborhood complex, particularly herbal bay leaf tea, there was a significant increase in residents' knowledge, from 52.7% before education to 94.8% after education, with an improvement of 42.1%. Abstrak. Asam urat merupakan penyakit metabolik akibat tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) yang dapat menimbulkan nyeri dan peradangan pada sendi. Prevalensi asam urat terus meningkat seiring dengan pola makan tinggi purin dan gaya hidup yang kurang sehat. Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang memiliki sebagai penghambat enzim xantin oksidase, enzim utama dalam pembentukan asam urat. Pemanfaatan daun salam dalam bentuk teh herbal merupakan salah satu bentuk inovasi sediaan yang dapat dikembangkan sebagai alternatif minuman fungsional yang bermanfaat dalam menurunkan kadar asam urat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk memberdayakan ibu-ibu dengan keterampilan membuat teh berbahan dasar daun salam sebagai produk herbal yang bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan kegiatan edukasi pemanfaatan tanaman obat di Komplek Kelurahan Alalak Utara, khususnya teh herbal daun salam, terjadi peningkatan pengetahuan warga yang signifikan, dari 52,7% sebelum edukasi menjadi 94,8% setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 42,1%.
Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Remaja Putri di Desa Keliling Benteng Ilir [Health Education on Female Adolescent Reproductive Organs in Keliling Benteng Ilir Village] Suryati Suryati; Siti Maria Ulfa; Fika Aulia; Norsyifa Norsyifa
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261358

Abstract

Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood characterized by physical, psychological, and social changes. One of the most important aspects of this phase is the development of the reproductive system. A lack of adequate knowledge and appropriate attitudes toward reproductive health can lead to various problems, such as sexually transmitted infections, unintended pregnancies, and other health disorders resulting from unhealthy behaviors. This community service activity aimed to enhance adolescent girls’ knowledge and awareness of the importance of maintaining reproductive organ health. The activity was carried out in Keliling Benteng Ilir Village on October 5, 2025, as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education in the field of community service. The target participants were 15 adolescent girls aged 12–18 years, selected through a purposive sampling technique. The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage involved interactive lectures, group discussions, and educational video screenings, supported by leaflets and posters as learning media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure the participants’ improvement in knowledge. The results showed a significant increase in participants’ knowledge regarding the anatomy of the reproductive organs, personal hygiene during menstruation, and the prevention of reproductive tract infections. This program successfully improved adolescents’ awareness and positive attitudes toward maintaining reproductive health and is expected to be sustainably implemented in other areas. Abstrak. Remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, psikis, dan sosial. Salah satu aspek penting pada fase ini adalah perkembangan sistem reproduksi. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat terhadap kesehatan reproduksi dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti infeksi menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta gangguan kesehatan akibat perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Keliling Benteng Ilir pada tanggal 5 Oktober 2025 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan adalah 15 remaja putri berusia 12–18 tahun yang dipilih secara purposive. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pemutaran video edukatif dengan bantuan media leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta mengenai anatomi organ reproduksi, kebersihan diri saat menstruasi, serta pencegahan infeksi saluran reproduksi. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan sikap positif remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah lain.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Kesehatan melalui Media Flashcard untuk Meningkatkan Kesadaran Herbavigilans dan Rasionalitas Penggunaan Tanaman Obat [ Training and Assistance of Health Cadres through Flashcard Media to Increase Awareness of Herbavigilance and the Rationality of the Use of Medicinal Plants] Dewi Susanti Atmaja; Rohama Rohama; Abdul Latif; Raihanah Raihanah; Aulia Tazkiyah; Dea Nurhidayah; Devina Aulia; Husnul Khatimah; Nabila Yuniar; Lelie Dagau; Nor Syifha; Rina Amelia; Prayogo Aldi Gunawan; Zainul Abidin
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261363

Abstract

This community service activity was carried out in Danda Jaya Village, Rantau Badauh District, Barito Kuala Regency, with the aim of increasing awareness of herbavigilance and rationality of the use of medicinal plants among the community. This program uses a Participatory Action Research (PAR) approach that emphasizes the activity involvement of the community in every stage of the activity. The target of the activity consisted of Posyandu cadres with a total of 20 participants. The implementation of the activity lasted for three months and included three main stages, namely preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, coordination was carried out with the village government and an initial survey regarding the types and patterns of use of medicinal plants. The implementation stage included counseling, training and mentoring, as well as the formation of the Danda Jaya Village Herbavigilance Monitoring Group as an effort to sustain the program. The results of the evaluation showed that there was a significant increase in the average value of cadre knowledge from 49,5 ± 13.17 to 82.0 ± 9.51, with an increase of 32.5% and a statistically significant difference (p less than 0.001). The distribution of categories shows a large shift from the “less” to the “good” and “excellent” levels. Before the training, the majority of cardes (85%) were in the “less” and “sufficient” categories, while after the training, 85% had reached the “good” to “very good” category. These results prove that herbavigilance-based training with the support of flashcard media is effective in increasing cardes understanding of the safety of using medicinal plants safely and rationally. Although the increase is not too large, this activity has succeede in fostering a new understanding of the importance of monitoring the side effects of medicinal plants and encouraging the public to be more careful in their use. This program has proven to be effective in educating the community while strengthening the role of villages as active actors in maintaining health based on local potential. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, dengan tujuan meningkatkan kesadaran herbavigilans dan rasionalitas penggunaan tanaman obat di kalangan masyarakat. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri dari kader posyandu dengan total peserta sebanyak 20 orang. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga bulan dan mencakup tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta survei awal mengenai jenis dan pola penggunaan tanaman obat. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, serta pembentukan Kelompok Pemantau Herbavigilans Desa Danda Jaya sebagai upaya keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan kader meningkat signifikan dari 49,5 ± 13,17 menjadi 82,0 ± 9,51, dengan peningkatan sebesar 32,5% dan perbedaan yang bermakna secara statistik (p kurang dari 0,001). Distribusi kategori menunjukkan pergeseran besar dari tingkat “kurang” ke “baik” dan “sangat baik”. Sebelum pelatihan, mayoritas kader (85%) berada pada kategori “kurang” dan “cukup”, sedangkan setelah pelatihan, 85% sudah mencapai kategori “baik” hingga “sangat baik”. Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis herbavigilans dengan dukungan media flashcard efektif dalam meningkatkan pemahaman kader tentang keamanan penggunaan tanaman obat secara aman dan rasional. Meskipun peningkatannya tidak terlalu besar, kegiatan ini berhasil menumbuhkan pemahaman baru tentang pentingnya pengawasan terhadap efek samping tanaman obat serta mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaannya. Program ini terbukti efektif dalam mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat peran desa sebagai pelaku aktif dalam menjaga kesehatan berbasis potensi lokal.
Diversifikasi Jahe Lokal sebagai Solusi Inovatif dalam Pencegahan Stunting Melalui Kolaborasi Dengan Ibu PKK Sungai Pinang Lama [Diversification of Local Ginger as an Innovative Solution for Stunting Prevention through Collaboration with the PKK Mothers of Sungai Pinang Lama] Tuti Alawiyah; Anita Herawati; Sari Tanjung; Nuur Dwi Hanifah; Sonia Puja Agatha; Ade Putri Maharani br Sinambela; Winda Aulia Zahra
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261364

Abstract

Stunting is one of the chronic nutritional problems that remains a major challenge in rural areas of Indonesia, including in Sungai Pinang Lama Village, Sungai Tabuk Subdistrict, Banjar Regency, South Kalimantan. This condition is generally caused by limited community knowledge about balanced nutrition, restricted access to clean water, and inadequate environmental sanitation. Stunting prevention efforts need to be carried out in an integrated manner through community empowerment, particularly empowering women as the primary drivers of family welfare. Through a Community Service (PkM) program, the implementing team carried out a diversification initiative for products made from local ginger (Zingiber officinale Roscoe) as an innovative solution to improve family nutritional status while simultaneously strengthening household economies. This program was implemented in collaboration with the PKK Mothers of Sungai Pinang Lama Village using educational, training, and mentoring approaches. The activities focused on increasing knowledge of nutrition and family health, training in the production of ginger-based herbal and nutraceutical products, and developing entrepreneurship through innovation in local food products. The results showed a significant increase in partners’ knowledge, production skills, and economic independence. A total of 90% of participants experienced an improvement in understanding nutrition and stunting prevention, and were able to produce instant ginger herbal drinks and nutraceutical biscuits from ginger dregs that have high economic value. This program serves as an example of applying a scientific approach based on local wisdom to realize a healthy, productive, and self-reliant community. Abstrak. Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama di wilayah pedesaan Indonesia, termasuk di Desa Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang, akses terhadap air bersih yang terbatas, serta sanitasi lingkungan yang belum memadai. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan secara terpadu melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan sebagai penggerak utama keluarga. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim pelaksana melaksanakan program diversifikasi produk berbahan dasar jahe lokal (Zingiber officinale Roscoe) sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan status gizi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Ibu PKK Desa Sungai Pinang Lama dengan pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan gizi dan kesehatan keluarga, pelatihan pembuatan produk herbal dan nutraseutikal berbasis jahe, serta pengembangan kewirausahaan melalui inovasi pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, keterampilan produksi, dan kemandirian ekonomi mitra. Sebanyak 90% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang gizi dan pencegahan stunting, serta mampu memproduksi jamu jahe instan dan biskuit nutraseutikal dari ampas jahe yang bernilai ekonomi tinggi. Program ini menjadi contoh penerapan pendekatan ilmiah berbasis kearifan lokal dalam mewujudkan masyarakat sehat, produktif, dan mandiri.
Edukasi Kewajiban Perpajakan dan Pemanfaatan Sistem Informasi Perpajakan untuk Meningkatkan Generasi Sadar Pajak [Tax Obligation Education and the Utilization of Tax Information Systems to Develop a Tax-Conscious Generation] Novalina Arifianti; Heni Agustina; Zanuba Ziyadatul Latifah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261371

Abstract

State revenue from taxes has not yet reached its full potential due to non-compliance among taxpayers. Taxpayer compliance can be influenced by the low level of public understanding regarding tax obligations and tax information systems. To create a tax-conscious generation, tax counseling activities are necessary. The purpose of this Community Service Program (PKM) is to improve the understanding of students at SMAN 1 Bangsal regarding tax obligations and tax information systems in order to increase their awareness of their tax responsibilities. The PKM activities were carried out using a counseling method for 11th-grade students of SMAN 1 Bangsal by the PKM team from the Accounting Study Program of UNUSA. The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results after the counseling show an increase in students’ knowledge about taxation. The conclusion of this PKM activity is that tax socialization can enhance the understanding of SMAN 1 Bangsal students about tax obligations and tax information systems, thereby helping to create a tax-conscious generation. Abstrak. Penerimaan negara berasal dari pajak belum maksimal akibat wajib pajak yang tidak patuh. Kepatuhan  wajib  pajak dapat disebabkan oleh tingkat pemahaman masyarakat tentang kewajiban perpajakan dan system informasi perpajakan rendah. Untuk menciptakan generasi sadar pajak perlu diadakan penyuluhan. Tujuan PKM adalah meningkatkan pemahaman siswa SMAN 1 Bangsal terhadap kewajiban perpajakan dan system informasi perpajakan agar meningkatkan kesadaran tentang kewajiban perpajakan mereka.  Kegiatan  PKM dilakukan  dengan  metode penyuluhan kepada  siswa  kelas XI SMAN 1 Bangsal oleh tim PKM prodi Akuntansi UNUSA. Metode  pelaksanaan  yang  digunakan  terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil yang didapat setelah penyuluhan adalah pengetahuan siswa tentang pajak meningkat. Kesimpulan dari    kegiatan  PKM ini adalah sosialisasi pajak dapat meningkatkan pemahaman siswa SMAN 1 Bangsal tentang kewajiban perpajakan dan system informasi perpajakan sehingga dapat menciptakan  generasi sadar pajak.
Pendampingan Pembuatan Narasi Sejarah dan Kebudayaan Kerajaan Adat Marusu Melalui Teknologi Tepat Guna [Assistance in Developing Historical and Cultural Narratives of the Marusu Customary Kingdom through Appropriate Technology] Fajar Sidiq Limola; A Lili Evita; Muhammad Ridha Anugrah; Indo Alang; Nizar Ckholifa; Andi Usrawi Maappaseng; Elsa Stefhanie Saung
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261372

Abstract

This Community Service activity is motivated by the absence of a systematic historical and cultural narrative in the area of the Marusu Customary Kingdom, located in Baju Bodoa Subdistrict, Maros Baru District, Maros Regency, as well as the partners’ limited capacity in using cultural documentation technology. The purpose of this activity is to assist the local community in compiling historical and cultural narratives through a participatory approach and training in the use of appropriate digital technology. The methods used include stages of historical research—heuristics, verification, interpretation, and historiography—combined with audio-visual documentation training. The activity involved traditional leaders, cultural maestros, and youth in the processes of interviews, visual documentation, and narrative validation. The outcomes include an online-published documentary video on the history and culture of the Marusu Customary Kingdom and a pocket book containing historical narratives based on oral sources. This activity has enhanced the partners’ capacity in managing digital media and strengthened collective awareness of the importance of preserving local history and culture. The program demonstrates the effectiveness of community-based collaboration in cultural preservation and is recommended for replication in other customary regions to reinforce local identity. Abstrak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum adanya narasi sejarah dan kebudayaan yang sistematis di wilayah Kerajaan Adat Marusu, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, serta keterbatasan mitra dalam penguasaan teknologi dokumentasi budaya. Tujuan kegiatan ini adalah mendampingi masyarakat lokal dalam menyusun narasi sejarah dan budaya melalui pendekatan partisipatif serta pelatihan penggunaan teknologi digital yang tepat guna. Metode yang digunakan mencakup tahapan penelitian sejarah meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, dikombinasikan dengan pelatihan dokumentasi audio-visual. Kegiatan ini melibatkan tokoh adat, maestro budaya, dan pemuda dalam proses wawancara, dokumentasi visual, dan validasi narasi. Hasil kegiatan meliputi video dokumenter sejarah dan budaya Kerajaan Adat Marusu yang dipublikasikan secara daring serta buku saku berisi narasi sejarah berbasis sumber lisan. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan media digital serta memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian sejarah dan budaya lokal. Program ini membuktikan efektivitas kolaborasi berbasis komunitas dalam pelestarian budaya dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah adat lainnya guna memperkuat identitas lokal.
Pengabdian Masyarakat Pemeriksaan Kolesterol dengan Metode POCT dan Pemanfaatan Kulit Buah Naga Merah di Wilayah Mojokerto [Community Service Cholesterol Screening Using the POCT Method and Utilization of Red Dragon Fruit Peel in the Mojokerto Region] Ersalina Nidianti; Annisa Syahrah; Sarafia Pertiwi; Luqiana Fauziyah; Yauwan Tobing Lukiyono
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261374

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs), particularly hypercholesterolemia, are increasing health problems and major risk factors for cardiovascular disease. This community service activity aimed to measure cholesterol levels using the Point of Care Testing (POCT) method and to educate the community on utilizing red dragon fruit peel waste as a natural detection kit for borax and formalin. The program was conducted in Sumbersono Village, Dlanggu District, Mojokerto Regency, over one month (July 2025), targeting local residents and street food vendors around schools and markets. The methods included several stages: planning, cholesterol screening using a POCT device, education on interpreting the results, and the preparation and use of borax and formalin detection kits made from red dragon fruit peel extract. The results showed that approximately 40% of participants had cholesterol levels above normal limits, while 60% were within normal ranges. Testing of seven food samples using both commercial detection kits and natural indicators based on red dragon fruit peel extract yielded negative results for borax and formalin. In conclusion, this community service program successfully integrated health promotion and disease prevention efforts with the innovative use of agricultural waste (red dragon fruit peel). The application of red dragon fruit peel as a natural indicator proved effective, with all tested food samples showing negative results. Abstrak. Penyakit tidak menular (PTM), khususnya hiperkolesterolemia, merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) serta mengedukasi pemanfaatan limbah kulit buah naga merah sebagai kit deteksi alami boraks dan formalin. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto selama satu bulan (Juli 2025) dengan sasaran masyarakat desa dan pedagang jajanan di sekolah atau di pasar. Metode kegiatan meliputi perencanaan, pemeriksaan kadar kolesterol dengan alat POCT, edukasi hasil pemeriksaan, serta pemanfaatan kit uji boraks dan formalin berbasis ekstrak kulit buah naga merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 40% peserta memiliki kadar kolesterol melebihi batas normal, 60 % peserta kadar kolesterol normal. Pengujian kit deteksi komersial dan indikator alami berbasis ekstrak kulit buah naga merah pada 7 sampel diperoleh hasil negatif. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mengintegrasikan aspek promotif dan preventif kesehatan dengan pemanfaatan limbah pertanian (kulit buah naga). Penggunaan kulit buah naga merah sebagai indikator alami terbukti efektif dengan semua sampel janan yang di uji menunjukkan hasil negatif.
Sosialisasi Website PPDB Pada Yayasan Busyri Al Ali Untuk Peningkatan Layanan Siswa [Socialization of the PPDB Website at Busyri Al Ali Foundation for Improving Student Services] Tri Deviasari Wulan; Fajar Annas Susanto; Tri Wahyuni Bintarti; Heni Agustina
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261375

Abstract

The purpose of this community service activity is to conduct outreach and mentoring on the use of the New Student Admissions website (PPDB website) at the Busyri Al Ali Foundation. This website was built to help smooth the process of admitting new students and make it easier for prospective parents to complete the registration process. In the current student admissions system, the committee must enter the data of registered students along with the identities of their parents one by one in the school ledger. Another problem is that prospective parents have difficulty in obtaining new student registration information, causing the number of new students to tend to decrease every year. Website outreach was conducted to introduce the PPDB website to the entire academic community within the Busyri Al Ali Foundation. This can make it easier for the entire academic community to introduce the school and help prospective parents to register independently. The results of the outreach showed an increase in participant understanding from the results of the outreach activities. This is indicated by an increase in posttest results of 100% from the pretest results conducted before the outreach activities of 78%. In addition, mentoring activities were also carried out to ensure the PPDB Team can operate the system optimally. Mentoring was carried out for one month in a hybrid manner to ensure the admin can operate the system. During the mentoring activities, several evaluations were carried out regarding obstacles in using the system at the school and the difficulties faced by prospective parents in making online payments. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan penggunaan website Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) di lingkungan  Yayasan Busyri Al Ali. Website ini dibangun untuk membantu kelancaran proses penerimaan siswa baru dan mempermudah calon orang tua siswa dalam melakukan proses pendaftaran. Sistem penerimaan siswa saat ini  masih menggunakan metode konvensional sehingga panitia PPDB harus memasukkan data siswa yang mendaftar beserta identitas orang tua wali satu-persatu pada buku besar sekolah. Selain itu, kesulitan dalam mendapatkan informasi PPDB pada sekolah di lingkungan Yayasan Busyri Al Ali juga menyebabkan jumlah siswa baru cenderung menurun setiap tahun.  Sosialisasi website  dilakukan untuk memperkenalkan website PPDB kepada seluruh civitas akademik di lingkungan Yayasan Busyri Al Ali. Hal ini dapat mempermudah seluruh sivitas akademik dalam memperkenalkan sekolah dan membantu para calon orang tua murid untuk melakukan pendaftaran secara mandiri. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari hasil kegiatan sosialisasi. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil posttest sebesar 100% dari hasil prestest yang dilakukan sebelum kegiatan sosialisasi sebesar 78%. Selain itu, Kegiatan pendampingan juga dilakukan untuk memastikan Tim PPDB dapat mengoperasikan sistem secara optimal . Pendampingan dilaksanakan selama satu bulan secara hybrid untuk memastikan admin dapat mengoperasikan sistem. Selama kegiatan pendampingan dilaksanakan terdapat beberapa evaluasi terkait kendala penggunaan sistem di sekolah dan kesulitan yang dihadapi oleh calon orang tua siswa dalam melakukan pembayaran secara online.
Strengthening Family and Community Roles in Elderly Rehabilitation for Osteoarthritis Prevention Aisyah Aisyah; Rita Vivera Pane; Utami Ambarsari; Moh Nabil Alfan; Rully Genadi Abidin; Annisa' Dharmestha Wijaya; Ain Darojah Siddiq Ramadhana
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261376

Abstract

The elderly population in Surabaya exceeds 350,000 individuals, presenting major challenges in musculoskeletal health, particularly osteoarthritis, which contributes to pain, functional limitations, and reduced independence. A preliminary community survey in Wonocolo District showed that 35.7% of older adults experienced knee pain, particularly during stair climbing, squatting, and sit-to-stand movements, indicating an urgent need for preventive and functional rehabilitation strategies. Families and community health cadres hold a key role, yet their knowledge and skills in assisting elderly mobility and joint-protection activities remain limited. This community engagement program aimed to strengthen family and cadre capacity in elderly rehabilitation and osteoarthritis prevention through structured education, functional exercise training, and health literacy improvement. The intervention was conducted from February to July 2025 and involved 40 elderly participants and 32 family caregivers and health cadres. Activities included community health education, hands-on functional exercise training, mobility modification for prayer movements, screening for common comorbidities, and pre- and post-test knowledge assessments. Qualitative feedback was obtained to evaluate perceived benefits and readiness for sustainability. Participants demonstrated significant improvement in knowledge, with post-test scores showing more than 85% achieving 8–10 correct answers compared to pre-program scores of 4–6. Elderly participants reported decreased stiffness, increased mobility confidence, and improved ability in daily movements such as sit-to-stand transitions. Families and cadres exhibited enhanced skills in supervising exercises and assisting safe transfers. Screening activities also identified undiagnosed hypertension, hyperglycemia, and hyperuricemia, which were referred to primary health care services. The program effectively enhanced health literacy, mobility skills, and caregiver involvement in elderly rehabilitation. Strengthened family and cadre participation supports program continuity and sustainable community-based healthy aging initiatives. Future programs should include periodic follow-up training, integration with primary health services, and expansion of digital education resources to reinforce long-term behavior change.