cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 876 Documents
Pelatihan Pembelajaran Koding pada Komunitas Belajar Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Banjarbaru [Coding Learning Training at the Muhammadiyah Banjarbaru Elementary and Secondary Education (Dikdasmen) Learning Community] Agus Hadi Utama; Qomario Qomario; Abdul Rahman; Brezto Asagi Dewantara
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261252

Abstract

The community service activity (abdimas) titled "Coding Learning Training for the Muhammadiyah Primary and Secondary Education Learning Community (Dikdasmen) Banjarbaru" was implemented as part of the 2025 PDWA program. This activity was designed to enhance teacher competencies in response to the new curriculum direction, which integrates coding and Artificial Intelligence (AI). The target participants were teachers associated with the Muhammadiyah Teachers Forum (FGM) in Banjarbaru. The effectiveness of the training was measured using quantitative methods (pre-test and post-test) and qualitative methods (satisfaction surveys). Quantitative results from 39 participants indicated a highly significant improvement in understanding, with the average score increasing from 68.5 (pre-test) to 88 (post-test). These findings were reinforced by qualitative feedback, which showed high levels of satisfaction regarding the material, instructor performance, and training methods. More than 80% of participants gave a rating of 4 or 5 (on a 1-5 scale) for key aspects such as material applicability, instructor competence, and hands-on practice sessions. Overall, this training successfully achieved its objectives, proving capable of measurably increasing teacher capacity and being well-received by the partner community. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dengan judul Pelatihan Pembelajaran Koding pada Komunitas Belajar Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Banjarbaru telah diselenggarakan sebagai implementasi program PDWA 2025. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi arah baru kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran koding dan Kecerdasan Artifisial (KA), sasaran guru yang tergabung dalam Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kota Banjarbaru. Efektivitas pelatihan diukur melalui metode kuantitatif (pre-test dan post-test) dan kualitatif (survei kepuasan). Hasil kuantitatif dari 39 peserta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 68,5 (pre-test) menjadi 88 (post-test). Hasil ini diperkuat oleh umpan balik kualitatif dari peserta, yang menunjukkan tingkat kepuasan sangat tinggi terhadap materi, kinerja pemateri, dan metode pelatihan yang digunakan. Mayoritas peserta lebih dari 80% memberikan nilai 4 atau 5 (skala 1-5) untuk aspek-aspek kunci seperti aplikabilitas materi, kompetensi pemateri, dan adanya sesi praktik langsung. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya, terbukti mampu meningkatkan kapasitas guru secara terukur, dan diterima dengan sangat baik oleh komunitas mitra.
Kajian Pasal 55 Uu No. 21 Tahun 2008 Tentang Kewenangan Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah (Tinjauan Sosiologi Hukum Islam) Fadri Sanafiah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261439

Abstract

Penelitian ini mengulas tentangsengketa perbankan syariah pihak-pihak yang bersengketa diberi kebebasan untuk menentukan mekanisme pilihan penyelesaian sengketa yang dikehendaki baik melalui jalur pengadilan (litigasi) maupun jalur di luar pengadilan (non litigasi) sepanjang tidak ditentukan sebaliknya dalam peraturan perundang-undangan, mekanisme atau cara menyelesaikan sengketa perbankan syariah sendiri sudah diatur dalam Pasal 55 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat member kegunaan secara akademis dan praktis, dari sisi akademis kegunaan penelitian di samping berguna bagi pengembangan ilmu penulis juga dapat bermanfaat bagi peneliti-peneliti yang akan datang. Pentingnya hasil penelitian ini bagi peneliti-peneliti yang akan datang terutama terletak pada sisi ketersediaan data awal, karakteristik termasuk masalah-masalah yang belum mendapatkan analisis yang fokus. Secara praktis penelitian ini berguna bagi informasi. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), bersifat kualitatif, deskriptif analitis. Mulai sejak putusan Mahkamah Konstitusi nomor 93/PUU-X/2012, telah jelas bahwa pasal 55 ayat (2) telah dihapus, sehingga kewenangan persoalan sengketa perbankan syariah menjadi kewenangan absolute untuk Pengadilan Agama. Menarik untuk dikaji bagaimana secara sosiologis dampak Pasal 55 UU RI No. 21 Tahun 2008 tersebut bagi Masyarakat, dan bagaimana dampak Sosiologis dari adanya Judial Review dari MK tersebut.
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Pamona untuk Meningkatkan Literasi Digital di SDN 2 Tonusu Kabupaten Poso [Training on Creating Digital Comic Teaching Materials Based on Local Wisdom Pamona Tribe to Improve Digital Literacy at SDN 2 Tonusu Poso Regency] Nashrullah Nashrullah; Kadek Hariana; Yun Ratna Lagandesa; Sisriawan Lapasere; Noor Alfulaila; Bau Ratu; Ida Ayu Putu Puja Deviyanti
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261504

Abstract

To improve digital literacy at Tonusu 2 Public Elementary School in Poso Regency, a community service program was designed with a focus on training in the creation of digital comic teaching materials based on the local wisdom of the Pamona tribe. Local wisdom provides a strong foundation for developing teaching materials because it can connect learning to students' cultural contexts, making it more relevant and engaging. The main objective of this program is to improve digital literacy among teachers and students at Tonusu 2 Public Elementary School while strengthening local cultural identity. The first step was to conduct a series of intensive training sessions for Tonusu 2 Public Elementary School teachers in digital comic creation. This training involved teaching technical skills in using digital comic creation software as well as pedagogical approaches for integrating local wisdom into teaching material content. After the training, teachers were asked to apply the skills they learned by creating digital comics relevant to the daily lives and cultural values of the Pamona tribe. Furthermore, the digital comics created will be used in the learning process at SDN 2 Tonusu. Abstrak. Dalam rangka meningkatkan literasi digital di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tonusu, Kabupaten Poso, sebuah program pengabdian kepada masyarakat dirancang dengan fokus pada pelatihan pembuatan bahan ajar komik digital berbasis kearifan lokal suku Pamona. Kearifan lokal menjadi landasan yang kuat dalam pengembangan bahan ajar karena dapat mengaitkan pembelajaran dengan konteks budaya siswa, sehingga lebih relevan dan menarik minat belajar. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan literasi digital di kalangan Guru dan Siswa SDN 2 Tonusu sambil memperkuat identitas budaya lokal. Langkah pertama adalah menyelenggarakan serangkaian pelatihan intensif bagi guruguru SDN 2 Tonusu dalam pembuatan komik digital. Pelatihan ini melibatkan pengajaran keterampilan teknis dalam penggunaan perangkat lunak pembuatan komik digital serta pendekatan pedagogis dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam konten bahan ajar. Setelah pelatihan, guru-guru diminta untuk menerapkan keterampilan yang mereka pelajari dengan membuat komik digital yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai budaya suku Pamona. Selanjutnya, komik-komik digital yang telah dibuat akan digunakan dalam proses pembelajaran di SDN 2 Tonusu.
Pelatihan Digital Marketing E-Katalog LPSE di PT. Abisakti Surya Megakon [Digital Marketing Training on LPSE E-Catalog at PT. Abisakti Surya Megakon] Firman Yudianto; Mukhtar Adinugroho; Nur Shabrina Meutia
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261518

Abstract

The rapid development of information technology has encouraged companies to adopt digital transformation in marketing and procurement processes. One of the platforms used in government procurement is the LPSE E-Catalog, which enables transparent and efficient electronic transactions. PT. Abisakti Surya Megakon, as a provider of goods and services, faces challenges in optimizing the use of digital marketing through the LPSE E-Catalog, particularly in product management, digital promotion, and online marketing strategies. This community service activity aimed to improve the competencies of the company’s human resources in utilizing the LPSE E-Catalog as a digital marketing platform. The implementation methods included observation, training, mentoring, and evaluation. The results showed an increase in participants’ understanding of the LPSE E-Catalog, digital marketing strategies, product display optimization, and electronic transaction management. Furthermore, participants were able to independently implement digital marketing strategies to enhance the company’s opportunities in government procurement markets. This activity positively contributed to improving digital literacy and enhancing the company’s competitiveness in the era of digital transformation. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi digital dalam proses pemasaran dan pengadaan barang/jasa. Salah satu platform yang digunakan dalam pengadaan pemerintah adalah E-Katalog LPSE yang memungkinkan proses transaksi dilakukan secara transparan dan efisien. PT. Abisakti Surya Megakon sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa menghadapi kendala dalam optimalisasi pemanfaatan digital marketing berbasis E-Katalog LPSE, terutama pada aspek pengelolaan produk, promosi digital, dan strategi pemasaran daring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia perusahaan dalam memanfaatkan E-Katalog LPSE sebagai media digital marketing. Metode pelaksanaan meliputi observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan E-Katalog LPSE, strategi pemasaran digital, optimasi tampilan produk, dan pengelolaan transaksi elektronik. Selain itu, peserta mampu mengimplementasikan strategi digital marketing secara mandiri untuk meningkatkan peluang pemasaran produk perusahaan pada sektor pengadaan pemerintah. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital dan daya saing perusahaan dalam era transformasi digital.
Pelatihan Pembuatan Puding Daun Kelor Sebagai Terapi Herbal untuk Membantu Mengatasi Hipertensi di Desa Sungai Bakung RT 09 [Training on Making Moringa Leaf Pudding as an Herbal Therapy to Help Overcome Hypertension in Sungai Bakung Village RT 09] Kunti Nastiti; Via Octaviani; Muhammad Febrian Noor; Mutiah Mutiah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261523

Abstract

Hypertension remains a major global and national health issue, with a shifting trend toward productive-age groups. In Sungai Bakung Village RT 09, South Kalimantan, the prevalence of hypertension is high, yet community awareness and utilization of alternative herbal therapies, such as Moringa leaves (Moringa oleifera), remain low due to a lack of processing knowledge. This community service aims to educate and train residents on processing Moringa leaves into an innovative pudding as a supportive herbal therapy to help control hypertension. The program was conducted on April 17, 2026, targeting adolescents, adults, and the elderly. The methods included problem surveys, pre-test evaluations, health education using leaflets and posters, educational video screenings, and hands-on Moringa leaf pudding distribution, followed by post-test evaluations. The evaluation showed a significant increase in public knowledge regarding hypertension management and herbal processing, with the average score rising by 32% from 60.66% (pre-test) to 92.66% (post-test). Respondents in the 'good' knowledge category increased drastically from 13.34% to 93.33%. The educational and training intervention effectively improved community knowledge and provided a practical, acceptable approach for utilizing local herbal resources to support blood pressure management. Abstrak. Hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan global dan nasional yang utama, dengan tren yang bergeser ke arah kelompok usia produktif. Di Desa Sungai Bakung RT 09, Kalimantan Selatan, prevalensi hipertensi tergolong tinggi, namun kesadaran masyarakat serta pemanfaatan terapi herbal alternatif, seperti daun kelor (Moringa oleifera), masih rendah karena kurangnya pengetahuan tentang cara pengolahannya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih warga dalam mengolah daun kelor menjadi puding inovatif sebagai terapi herbal penunjang untuk membantu mengontrol hipertensi. Program ini dilaksanakan pada tanggal 17 April 2026, dengan sasaran remaja, dewasa, dan lansia. Metode yang digunakan meliputi survei masalah, evaluasi pre-test, edukasi kesehatan menggunakan pamflet dan poster, pemutaran video edukatif, serta pembagian puding daun kelor secara langsung, yang dilanjutkan dengan evaluasi post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat terkait manajemen hipertensi dan pengolahan herbal, di mana skor rata-rata meningkat sebesar 32%, dari 60,66% (pre-test) menjadi 92,66% (post-test). Responden dalam kategori pengetahuan 'baik' meningkat drastis dari 13,34% menjadi 93,33%. Intervensi edukasi dan pelatihan ini efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat serta memberikan pendekatan praktis yang dapat diterima dalam memanfaatkan sumber daya herbal lokal untuk mendukung manajemen tekanan darah.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Seduhan Daun Salam dan Daun Seledri sebagai Terapi Pendukung untuk Mengatasi Hipertensi dan Asam Urat di Desa Sungai Bakung [Improving Community Knowledge Through Education on Bay Leaf and Celery Leaf Infusions as Complementary Therapy for Hypertension and Hyperuricemia in Sungai Bakung Village] Rahmadani Rahmadani; Novalina Rossa Ramadhan; Lidia Risma Putri; Tria Fatmalika
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261525

Abstract

Hipertensi dan hiperurisemia merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di masyarakat sehingga memerlukan upaya pencegahan dan pengelolaan yang tepat. Salah satu pendekatan komplementer yang dapat dimanfaatkan adalah penggunaan tanaman herbal, seperti daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun seledri (Apium graveolens), yang dipercaya dapat membantu mengontrol tekanan darah dan kadar asam urat. Kegiatan edukasi masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara pembuatan dan pemanfaatan seduhan daun salam dan daun seledri sebagai terapi pendukung pada hipertensi dan asam urat. Kegiatan dilaksanakan kepada 15 peserta dengan karakteristik mayoritas perempuan (93,3%) dan laki-laki (6,7%). Berdasarkan distribusi usia, kelompok dewasa usia 30–45 tahun merupakan kelompok peserta terbanyak dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 8,88. Kelompok lansia awal usia 46–55 tahun menunjukkan tingkat pengetahuan awal tertinggi dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 9,66, sedangkan peserta usia di atas 55 tahun memperoleh rata-rata nilai sebesar 8,00. Setelah dilakukan intervensi edukasi, seluruh peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang ditandai dengan nilai post-test mencapai 10. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait manfaat, cara pengolahan, serta batasan penggunaan daun salam dan daun seledri sebagai terapi komplementer yang tetap digunakan berdampingan dengan pengobatan medis.   Abstrak. Hypertension and hyperuricemia are non-communicable diseases with increasing prevalence in the community and require appropriate prevention and management strategies. One complementary approach that can be utilized is the use of herbal plants such as bay leaves (Syzygium polyanthum) and celery leaves (Apium graveolens), which are believed to help control blood pressure and uric acid levels. This community education program aimed to improve public knowledge regarding the preparation and utilization of bay leaf and celery leaf infusions as supportive therapy for hypertension and hyperuricemia.The activity involved 15 participants, predominantly women (93.3%), while men accounted for 6.7%. Based on age distribution, adults aged 30–45 years represented the largest participant group with an average pre-test score of 8.88. The early elderly group aged 46–55 years demonstrated the highest baseline knowledge with an average pre-test score of 9.66, while participants aged over 55 years achieved an average score of 8.00. Following the educational intervention, all participants demonstrated improved knowledge, reflected by post-test scores reaching 10.The findings indicate that health education effectively improves community knowledge regarding the benefits, preparation methods, and limitations of bay leaves and celery leaves as complementary therapy that should be used alongside medical treatment.
Manajemen Sekolah Lansia dalam Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik Lanjut Usia di Sekolah Lansia Mutiara Senja Pekon Wates 2026 [Management of Elderly Schools in Improving the Independence of Elderly Learners at Mutiara Senja Elderly School Wates Village 2026] Surya Dwi Saputra; Siswoyo Siswoyo; Arman Arman; Sofwan Adiputra
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261526

Abstract

The implementation of education for older adults through elderly schools requires effective management so that the program can run well and produce a tangible impact. The application of such management can contribute to improving the independence of elderly learners within the school environment. This study aims to examine management functions, namely planning, organizing, implementation, and supervision, in the organization of learning activities for the elderly related to independence. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design to provide an in-depth description of the implementation of elderly school management. The data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The findings revealed that the management of Mutiara Senja Elderly School in Wates Village has been systematically implemented through the functions of planning, organizing, implementation, and supervision in a directed, participatory manner and oriented toward the needs of elderly learners. The implementation of this management has had a significantly positive impact on improving the independence of elderly learners, as indicated by increased self-confidence, social interaction skills, active participation, and independence in carrying out daily life activities. It is recommended that elderly schools continue to improve the quality of management functions through planning based on the needs of learners. Abstrak. Pelaksanaan pendidikan bagi lansia melalui sekolah lansia mensyaratkan manajemen yang efektif agar program dapat berjalan dengan baik dan berdampak nyata. Penerapan manajemen tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian peserta didik lanjut usia di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran bagi lanjut usia terkait kemandirian. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, untuk menggambarkan secara mendalam pelaksanaan manajemen sekolah lansia. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian manajemen Sekolah Lansia Mutiara Senja Pekon Wates telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang terarah, partisipatif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik lanjut usia. Penerapan manajemen tersebut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemandirian peserta didik lanjut usia, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan berinteraksi sosial, partisipasi aktif, serta kemandirian dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Saran yang diajukan sekolah lansia diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas fungsi manajemen melalui perencanaan yang berbasis kebutuhan peserta didik.
Pelatihan Pembuatan Teh Celup Daun Salam dan Sereh sebagai Terapi Penunjang Penyakit Diabetes Melitus di Masyarakat [Training on Making Bay Leaf and Lemongrass Tea Bags as Supportive Therapy for Diabetes Mellitus in the Community] Risyda Komaliya; Monica Wikklin; Viviana Viviana; Mufidah Mufidah; Puspa Indah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261531

Abstract

The high incidence of diabetes mellitus in the community is a problem that requires continuous supportive therapy, one of which is through the use of herbal plants such as bay leaves and lemongrass. However, public knowledge regarding the proper processing of traditional medicines is still limited. This community service activity aims to increase knowledge and skills in utilizing bay leaves and lemongrass as local herbs with health benefits and encourage the adoption of a healthy lifestyle through the development of products in the form of bay leaf and lemongrass tea bags. This activity consists of three stages: preparation (survey and problem analysis), implementation (education and training), and evaluation. Evaluation was carried out using a questionnaire instrument to measure the level of knowledge of respondents. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, namely at the beginning of the test only 25% of respondents were in the good category and after the intervention this increased to 67.9%. This training was effective and had a positive impact on the community in processing herbal plants into tea bags independently as an effort to improve health, especially as a supporting therapy for diabetes mellitus. Abstrak. Tingginya angka kejadian diabetes melitus di masyarakat menjadi salah satu permasalahan yang memerlukan terapi penunjang berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman herbal seperti daun salam dan sereh. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai cara pengolahan obat tradisional yang baik dan benar masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan daun salam dan sereh sebagai herbal lokal yang berkhasiat bagi kesehatan serta mendorong penerapan gaya hidup sehat melalui pengembangan produk berupa teh celup daun salam dan sereh. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan (survei dan analisis masalah), pelaksanaan (edukasi dan pelatihan), dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui instrumen kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan responden. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan yaitu pada awal tes hanya 25% responden yang berada pada kategori baik dan setelah intervensi meningkat menjadi 67,9%. Pelatihan ini efektif dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat dalam mengolah tanaman herbal menjadi teh celup secara mandiri sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan khususnya sebagai terapi penunjang penyakit diabetes melitus.
Peningkatan Pengetahuan melalui Edukasi Terapi Herbal Jakeku (Jahe-Kencur-Kunyit) sebagai Pereda Batuk dan Pilek pada Masyarakat Rt 04 Desa Sungai Bakung: Enhance Knowledge Through Education on Jakeku (Ginger-Aromatic Ginger-Turmeric) Herbal Therapy as A Cough and Cold Reliever for The Community of Rt 04 Sungai Bakung Village Rina Saputri; Aprilia Sulistia Sari; Marisa Andani; Meliana Andini
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261548

Abstract

Cough and cold are common health problems experienced by people of all ages and can interfere with daily activities and quality of life. The use of traditional herbal medicine is one of the alternative approaches widely practiced by Indonesian communities. JAKEKU, a herbal preparation consisting of ginger (Zingiber officinale), aromatic ginger (Kaempferia galanga), and turmeric (Curcuma longa), contains bioactive compounds that may help relieve symptoms of cough and cold. However, public knowledge regarding the proper preparation and use of this herbal remedy remains limited. This community service activity aimed to improve community knowledge regarding the benefits, preparation methods, and proper use of JAKEKU herbal therapy as a complementary treatment for cough and cold among residents of RT 04, Sungai Bakung Village. A descriptive observational approach was employed using pre-test and post-test questionnaires to assess participants' knowledge before and after the educational intervention. The activity included health education sessions, interactive discussions, and a live demonstration of JAKEKU preparation. Participants consisted of 15 community members who met the inclusion criteria and were willing to participate in the entire program. The results demonstrated an increase in knowledge across all age groups after the educational intervention. The average score of participants aged 30–45 years increased from 7.88 to 10.00, those aged 46–55 years increased from 6.66 to 9.00, and participants aged over 55 years increased from 7.00 to 10.00. These findings indicate that the educational program effectively enhanced participants’ understanding of the benefits, preparation procedures, and appropriate use of JAKEKU herbal therapy. Health education combined with practical demonstrations effectively improved community knowledge regarding JAKEKU herbal therapy. Increased knowledge is expected to encourage the rational, safe, and appropriate use of herbal medicine as a complementary approach to relieving cough and cold symptoms.   Abstrak. Batuk dan pilek merupakan masalah kesehatan umum yang dialami oleh masyarakat dari segala usia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Penggunaan obat herbal tradisional adalah salah satu pendekatan alternatif yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. JAKEKU, sebuah sediaan herbal yang terdiri dari jahe (Zingiber officinale), kencur (Kaempferia galanga), dan kunyit (Curcuma longa), mengandung senyawa bioaktif yang dapat membantu meredakan gejala batuk dan pilek. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai cara pembuatan dan penggunaan obat herbal ini yang tepat masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, cara pembuatan, dan penggunaan yang tepat dari terapi herbal JAKEKU sebagai pengobatan komplementer untuk batuk dan pilek pada warga RT 04, Desa Sungai Bakung. Pendekatan observasional deskriptif digunakan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Kegiatan ini meliputi sesi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung pembuatan JAKEKU. Peserta terdiri dari 15 anggota masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian program. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan di semua kelompok usia setelah intervensi edukasi. Nilai rata-rata peserta berusia 30–45 tahun meningkat dari 7,88 menjadi 10,00, usia 46–55 tahun meningkat dari 6,66 menjadi 9,00, dan peserta berusia di atas 55 tahun meningkat dari 7,00 menjadi 10,00. Temuan ini menunjukkan bahwa program edukasi secara efektif meningkatkan pemahaman peserta tentang manfaat, prosedur pembuatan, dan penggunaan terapi herbal JAKEKU yang tepat. Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan demonstrasi praktis secara efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai terapi herbal JAKEKU. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong penggunaan obat herbal yang rasional, aman, dan tepat sebagai pendekatan komplementer untuk meredakan gejala batuk dan pilek.
Pengalaman Regulasi Emosi dalam menghadapi Romantic Jealousy pada Dewasa Awal yang sedang Berpacaran [Emotion Regulation Experiences in Coping with Romantic Jealousy among Dating Emerging Adults] Elviana Rizky Maharani; Zerlinda Christine Aldira Sanam; Diana Aipipidely
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261556

Abstract

Romantic jealousy is an emotional response that arises when individuals perceive a threat to their romantic relationship. The experience of jealousy involves not only emotional reactions but also cognitive processes, behavioral responses, and the ways individuals regulate their emotions. This study aimed to explore emotion regulation experiences in coping with romantic jealousy among emerging adults who are involved in romantic relationships. A qualitative approach with a descriptive design was employed. The participants consisted of eight university students in emerging adulthood who had experienced jealousy in a romantic relationship. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Thematic Analysis. The findings revealed four major themes: triggers of jealousy, the dynamics of romantic jealousy, emotion regulation strategies, and changes in emotion regulation. The results indicate that romantic jealousy generates various cognitive, emotional, and behavioral responses and may also contribute to changes in individuals’ emotion regulation abilities over time. These findings provide a deeper understanding of how emerging adults experience and manage romantic jealousy within the context of romantic relationships.   Abstrak. Kecemburuan romantis (romantic jealousy) merupakan respons emosional yang muncul ketika individu mempersepsikan adanya ancaman terhadap hubungan romantis yang dimiliki. Pengalaman kecemburuan tidak hanya melibatkan aspek emosional, tetapi juga proses kognitif, perilaku, serta cara individu meregulasi emosi yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman regulasi emosi dalam menghadapi romantic jealousy pada dewasa awal yang sedang menjalani hubungan romantis.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 8 orang mahasiswa dewasa awal yang pernah mengalami kecemburuan dalam hubungan romantis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu pemicu kecemburuan, dinamika romantic jealousy, strategi regulasi emosi, dan perubahan regulasi emosi. Hal ini menunjukkan bahwa romantic jealousy tidak hanya memunculkan berbagai respons kognitif, emosional, dan perilaku, tetapi juga dapat diikuti oleh perubahan kemampuan regulasi emosi pada individu.